Panduan Memilih Cooker Hood Premium yang Tepat untuk Dapur

Dapur merupakan area yang selalu berhubungan dengan aktivitas memasak, sehingga asap, uap, dan aroma masakan sering kali memenuhi ruangan. Tanpa alat yang tepat, kondisi ini dapat membuat dapur terasa pengap, lengket, dan kurang nyaman untuk digunakan setiap hari. Banyak rumah modern kini mengandalkan cooker hood sebagai solusi untuk menjaga kualitas udara tetap bersih dan segar saat memasak.

Selain membantu mengurangi asap dan bau, cooker hood juga berperan menjaga kebersihan dinding, kabinet, dan peralatan di sekitar kompor. Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, dapur menjadi tempat yang lebih higienis dan menyenangkan. Namun sebelum membeli, penting untuk memahami beberapa hal dasar agar perangkat yang dipasang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dapur di rumah.

Cooker hood

8 Tips Memilih Cooker Hood Premium yang Tepat untuk Dapur.

1. Pilih Berdasarkan Jenis Cooker Hood. 

Saat memilih cooker hood, hal pertama yang perlu kamu tentukan adalah jenisnya. Setiap jenis cooker hood hadir dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda-beda, sehingga penting untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dapur, ukuran ruang, dan gaya memasak sehari-hari.

Berikut beberapa jenis cooker hood yang umum digunakan di rumah-rumah di Indonesia:


1. Slim Hood (Undercabinet Hood)

Jenis ini paling umum dan sering dipakai di dapur rumah karena ukurannya ramping serta mudah dipasang.

Kelebihan:

  • Desain tipis, hemat ruang.
  • Harga relatif murah.
  • Cocok untuk dapur kecil atau dapur dengan kitchen set sederhana.

Kekurangan:

  • Kapasitas sedot tidak sekuat chimney hood.
  • Jangkauan serap terbatas, kurang ideal untuk memasak berat.

Cocok untuk: Pengguna yang jarang memasak minyak banyak, atau rumah dengan dapur mungil.


2. Chimney Hood

Model ini memiliki bentuk cerobong dan kemampuan sedot yang lebih kuat. Banyak digunakan di dapur modern.

Kelebihan:

  • Kapasitas sedot besar, cocok untuk masakan berasap atau berminyak.
  • Desain elegan sehingga mempercantik dapur.
  • Area tangkapan asap lebih luas.

Kekurangan:

  • Membutuhkan ruang lebih besar.
  • Harga lebih tinggi dibanding slim hood.

Cocok untuk: Rumah yang sering memasak berat seperti goreng-gorengan atau tumisan dengan minyak banyak.


3. Built-in / Integrated Hood

Jenis ini dipasang menyatu dengan kabinet atas sehingga terlihat rapi dan minimalis.

Kelebihan:

  • Tidak memakan banyak ruang.
  • Tampilan kitchen set jadi lebih bersih dan selaras.
  • Performa cukup baik untuk penggunaan harian.

Kekurangan:

  • Harga cenderung lebih tinggi daripada slim hood.
  • Area sedot tidak sebesar chimney hood.

Cocok untuk: Dapur modern minimalis atau pengguna yang mengutamakan tampilan rapi.


4. Island Hood

Biasanya digunakan pada dapur yang memiliki kompor di island (tengah ruangan).

Kelebihan:

  • Desain mewah dan premium.
  • Performa sedot kuat.
  • Menjadi pusat perhatian di dapur (statement piece).

Kekurangan:

  • Harga relatif mahal.
  • Instalasinya lebih rumit dan butuh ruang besar.

Cocok untuk: Rumah dengan dapur besar dan konsep open kitchen.


5. Downdraft Hood (Jarang di Indonesia tapi mulai populer)

Cara kerjanya menyedot asap ke bawah, bukan ke atas.

Kelebihan:

  • Desain futuristik, bisa naik turun otomatis.
  • Tidak menghalangi pandangan di area dapur.

Kekurangan:

  • Harga sangat tinggi.
  • Kurang efektif untuk masakan yang menghasilkan asap banyak.

Cocok untuk: Dapur premium atau pengguna yang mengutamakan estetika tinggi.


6. Telescopic Hood

Hood yang dapat ditarik keluar saat digunakan dan didorong kembali setelah selesai.

Kelebihan:

  • Hemat tempat, rapi saat tidak digunakan.
  • Efektif menyedot asap ketika panel ditarik.

Kekurangan:

  • Desain tidak sekuat chimney.
  • Perawatan filter harus rutin.

Cocok untuk: Dapur kecil hingga sedang yang membutuhkan fleksibilitas.


Kesimpulan Singkat
  • Dapur kecil, jarang masak berat: Slim atau telescopic hood.
  • Masak harian dan cukup sering: Built-in atau chimney hood.
  • Dapur besar & kompor island: Island hood.
  • Konsep premium & modern: Downdraft hood.

2. Perhatikan Kapasitas Sedot (Airflow). 

Kapasitas sedot atau airflow adalah salah satu faktor paling penting saat membeli cooker hood. Angka ini menunjukkan seberapa banyak udara yang bisa disedot cooker hood dalam satu jam, biasanya dihitung dalam satuan m³/h (meter kubik per jam). Semakin besar angkanya, semakin kuat kemampuan alat tersebut dalam menarik asap, uap, dan bau masakan.

Kenapa Kapasitas Sedot Penting?

Karena setiap dapur punya kondisi berbeda. Ada dapur kecil yang jarang dipakai memasak berat, ada juga dapur besar yang hampir setiap hari digunakan untuk menumis, menggoreng, atau memasak masakan beraroma kuat. Cooker hood dengan kapasitas yang terlalu kecil tidak akan mampu menyedot asap dengan maksimal, sehingga dapur akan tetap berbau, berminyak, dan terasa pengap.

Rekomendasi Kapasitas Berdasarkan Jenis Dapur

Berikut panduan simple yang bisa kamu jadikan acuan:

  • 600–800 m³/h
    Cocok untuk dapur kecil atau pengguna yang hanya memasak ringan seperti merebus, mengukus, atau menumis dengan sedikit minyak. Ideal untuk apartemen atau kitchen set minimalis.
  • 800–1200 m³/h
    Cocok untuk dapur rumah pada umumnya. Jika kamu sering menggoreng, menumis berminyak, atau memasak masakan beraroma kuat (seperti ikan, sambal, atau bumbu tumis), pilih kapasitas di rentang ini.
  • 1200 m³/h ke atas
    Ideal untuk dapur besar, dapur yang sering digunakan memasak dalam jumlah banyak, atau untuk pengguna yang ingin sirkulasi udara lebih cepat. Biasanya digunakan pada dapur rumah ukuran besar, cafe rumahan, atau dapur yang sering dipakai masak berat.

Tips Memilih Kapasitas yang Tepat

  • Jika ruang dapur tertutup dan minim ventilasi, pilih kapasitas lebih besar.
  • Jika intensitas memasak kamu tinggi, selalu pilih minimal 900 m³/h.
  • Jika kamu jarang memasak berat, kapasitas sedang sudah cukup dan lebih hemat energi.
  • Untuk dapur dengan kompor empat tungku atau lebih, hindari kapasitas di bawah 1000 m³/h.
Kesimpulan

Intinya, kapasitas sedot menentukan seberapa efektif cooker hood membersihkan udara di dapur. Lebih baik memilih kapasitas sedikit lebih besar daripada kurang, terutama jika kamu sering memasak masakan berminyak atau berbau kuat. Dengan airflow yang sesuai, dapur akan jauh lebih nyaman dan tidak pengap.


3. Pilih Mode Operasi: Ducting atau Recirculating. 

Saat membeli cooker hood, kamu perlu menentukan mode operasinya. Ada dua sistem utama yang digunakan: ducting dan recirculating. Keduanya sama-sama bertujuan membersihkan udara di dapur, tetapi cara kerjanya berbeda. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi dapur dan kebutuhan memasak di rumah.


1. Cooker Hood Ducting (Mengalirkan Udara Keluar Rumah)

Pada sistem ducting, udara yang disedot cooker hood akan dialirkan keluar rumah melalui pipa khusus.

Cara Kerja:

Cooker hood menyedot asap → udara diarahkan ke pipa → dibuang ke luar ruangan.

Kelebihan:
  • Paling efektif menghilangkan asap dan bau masakan.
  • Cocok untuk dapur yang sering memasak berminyak atau intens.
  • Tidak memerlukan filter karbon (hemat biaya perawatan).
  • Udara panas juga ikut terbuang sehingga dapur terasa lebih sejuk.
Kekurangan:
  • Instalasi lebih rumit karena butuh pipa keluaran.
  • Tidak cocok untuk dapur apartemen yang tidak memungkinkan membuat jalur pipa.
  • Tampilan dapur bisa kurang rapi jika pipa tidak tertutup kabinet.
Cocok untuk:
  • Rumah tapak.
  • Dapur yang sering memasak berat.
  • Pengguna yang ingin hasil sedot asap maksimal.

2. Cooker Hood Recirculating (Menyaring dan Mengembalikan Udara ke Ruangan)

Pada sistem ini, udara yang disedot tidak dibuang ke luar. Udara disaring lalu dihembuskan kembali ke dalam ruangan.

Cara Kerja:

Cooker hood menyedot asap → udara melewati filter (aluminium + karbon) → udara bersih kembali ke dapur.

Kelebihan:
  • Instalasi jauh lebih mudah, tanpa pipa.
  • Cocok untuk apartemen atau dapur yang layout-nya tidak mendukung ducting.
  • Tampilan dapur lebih rapi karena sistemnya tertutup.
Kekurangan:
  • Tidak sekuat ducting untuk menghilangkan asap pekat.
  • Filter karbon harus diganti berkala (3–6 bulan), menambah biaya perawatan.
  • Udara panas tidak dibuang keluar, hanya disaring.
Cocok untuk:
  • Apartemen.
  • Dapur kecil atau jarang memasak berat.
  • Desain dapur minimalis yang tidak ingin instalasi pipa.

Mana yang Harus Kamu Pilih?

  • Jika sering memasak gorengan, tumisan berat, atau masakan beraroma kuat → pilih Ducting.
  • Jika tinggal di apartemen atau tidak ingin repot instalasi pipa → pilih Recirculating.
  • Jika fokus pada tampilan dapur rapi dan minimalis → Recirculating lebih cocok.
  • Jika ingin performa penyedotan terbaik → Ducting adalah pilihan paling efektif.

4. Perhatikan Tingkat Kebisingan. 

Kebisingan adalah salah satu hal yang sering diabaikan saat memilih cooker hood, padahal sangat memengaruhi kenyamanan saat memasak. Setiap cooker hood memiliki tingkat suara yang berbeda-beda, biasanya diukur dalam desibel (dB). Semakin tinggi angkanya, semakin bising suara yang dihasilkan.

Pada umumnya, cooker hood memiliki kebisingan antara 45–65 dB.
Sebagai gambaran:

  • 40–45 dB → setara suara berbisik atau perpustakaan
  • 50–55 dB → setara percakapan normal
  • 60–65 dB → setara suara AC kuat atau jalanan agak ramai
  • >70 dB → mulai terasa mengganggu di dapur kecil

Agar lebih nyaman, pilih cooker hood yang memiliki teknologi low noise atau mode kecepatan rendah untuk penggunaan sehari-hari. Meski demikian, ingat bahwa:

  • Semakin tinggi level kecepatan kipas, suara biasanya meningkat.
  • Model dengan airflow besar cenderung mengeluarkan suara lebih tinggi.
  • Cooker hood berkualitas baik biasanya memiliki sistem peredam (silencer) yang membuatnya lebih senyap.

Jika dapur kamu kecil atau berada dekat dengan ruang berkumpul keluarga, memilih cooker hood yang tidak terlalu bising akan membuat aktivitas memasak jauh lebih nyaman.


5. Sesuaikan Ukuran Cooker Hood dengan Kompor. 

Memilih cooker hood tidak hanya soal merek atau desain, tetapi juga soal ukuran yang tepat. Ukuran cooker hood sangat menentukan seberapa efektif alat ini dalam menyedot asap, uap, dan bau masakan di dapur. Jika ukurannya terlalu kecil, asap akan tetap menyebar ke ruangan. Sebaliknya, jika terlalu besar, tampilannya bisa kurang proporsional dan boros listrik.

Berikut panduan lengkap dalam menyesuaikan ukuran cooker hood dengan kompor di dapur.


Mengapa Ukuran Cooker Hood Harus Sesuai?

Ukuran menentukan efektivitas penyedotan. Cooker hood yang lebih kecil dari kompor tidak dapat menjangkau seluruh area masak sehingga asap mudah lolos ke samping. Dengan ukuran yang pas, area memasak akan tertutupi dengan maksimal dan proses penyedotan lebih optimal.


Ukuran Cooker Hood Berdasarkan Jumlah Tungku Kompor

Secara umum, kompor memiliki ukuran standar yang bisa dijadikan acuan:

• Kompor 1–2 Tungku
  • Ukuran kompor biasanya: 50–60 cm
  • Rekomendasi cooker hood: 60–70 cm

Ukuran ini sudah cukup untuk menutupi area kompor kecil.

• Kompor 2–3 Tungku (Standar Rumah Tangga)
  • Ukuran kompor: 70–75 cm
  • Rekomendasi cooker hood: 70–90 cm

Ini merupakan ukuran paling umum yang digunakan di banyak rumah.

• Kompor 3–5 Tungku (Kompor Besar)
  • Ukuran kompor: 80–90 cm
  • Rekomendasi cooker hood: 90 cm

Untuk kompor besar, menggunakan ukuran yang sama atau lebih lebar sangat dianjurkan.

• Kompor Built-in Premium atau Wide Stove
  • Ukuran kompor: 90–120 cm
  • Rekomendasi cooker hood: 90–120 cm

Jika terlalu kecil, asap tidak akan tersedot optimal.


Kapan Harus Memilih Cooker Hood yang Lebih Lebar?

Kamu bisa memilih cooker hood yang sedikit lebih lebar dari kompor jika:

  • Dapur sering digunakan untuk memasak masakan berminyak.
  • Banyak goreng-gorengan atau masakan berat.
  • Ingin daya sedot lebih maksimal.
  • Penempatan cooker hood berada sedikit lebih tinggi dari standar.

Cooker hood lebih lebar memperluas area jangkauan, sehingga asap lebih cepat terserap.


Standar Jarak Pemasangan Cooker Hood

Ukuran yang tepat juga harus diimbangi dengan jarak pemasangan yang benar.

Jarak ideal dari kompor gas:

65–75 cm

Jarak ideal dari kompor induksi/listrik:

55–65 cm

Jika dipasang terlalu tinggi, efek sedot melemah. Jika terlalu rendah, panas dari kompor bisa merusak komponen cooker hood.


Ukuran Cooker Hood yang Paling Banyak Dipilih

Untuk memudahkan, berikut ukuran cooker hood yang paling umum digunakan:

  • 60 cm → cocok untuk dapur kecil / kompor 1–2 tungku
  • 70 cm → cocok untuk kompor standar 2–3 tungku
  • 90 cm → cocok untuk kompor 3–5 tungku atau memasak berat

Jika kamu membuat kitchen set custom, pastikan ukuran kabinet atas juga disesuaikan dengan ukuran cooker hood yang hendak dibeli.


Kesimpulan

Menyesuaikan ukuran cooker hood dengan kompor adalah langkah penting agar dapur tetap bebas asap dan bau masakan. Pilih ukuran yang sama atau lebih lebar dari kompor, perhatikan jarak pemasangan, dan sesuaikan dengan intensitas memasak di rumah. Dengan ukuran yang tepat, cooker hood dapat bekerja lebih efektif dan dapur terasa jauh lebih nyaman.


6. Cek Jenis Filter yang Digunakan. 

Filter adalah salah satu komponen terpenting pada cooker hood karena berfungsi menyaring asap, minyak, dan bau selama proses memasak. Pemilihan jenis filter yang tepat akan menentukan efektivitas cooker hood serta kemudahan perawatannya.

Berikut penjelasan lengkap tentang jenis-jenis filter yang umum digunakan:


1. Aluminium Mesh Filter

Apa itu?

Filter ini terbuat dari lapisan kawat aluminium yang dirangkai menjadi beberapa lapisan. Fungsinya untuk menangkap partikel minyak dan uap dari masakan.

Kelebihan:
  • Mudah dibersihkan, cukup direndam dengan air sabun atau dimasukkan ke dishwasher.
  • Ringan dan tahan karat.
  • Umumnya digunakan pada banyak model cooker hood kelas menengah.
Kekurangan:
  • Jika tidak dibersihkan rutin, minyak bisa menyumbat pori-pori filter.
  • Daya tahan tidak sekuat baffle filter setelah bertahun-tahun pemakaian.
Perawatan:

Disarankan membersihkan 1–2 kali per bulan, tergantung intensitas memasak.


2. Baffle Filter

Apa itu?

Biasanya terbuat dari stainless steel berkualitas tinggi, dengan desain jalur berkelok. Desain ini membuat minyak tertahan di dalam alurnya tanpa mengurangi aliran udara.

Kelebihan:
  • Sangat cocok untuk masakan berminyak, seperti gorengan, tumisan, dan masakan khas Indonesia.
  • Tahan lama, lebih kuat dibanding aluminium mesh.
  • Mudah dibersihkan dan tidak berkarat.
Kekurangan:
  • Harga cooker hood yang memakai baffle filter biasanya lebih tinggi.
  • Bobotnya sedikit lebih berat.
Perawatan:

Cuci setiap 1–2 minggu, terutama jika sering memasak makanan berminyak.


3. Carbon Filter (Charcoal Filter)

Apa itu?

Filter ini berisi karbon aktif yang berfungsi menyerap bau masakan. Jenis filter ini digunakan khusus untuk mode recirculating, di mana udara disaring lalu dikembalikan ke dalam ruangan.

Kelebihan:
  • Tidak membutuhkan pipa pembuangan, cocok untuk apartemen atau dapur tanpa ventilasi.
  • Mampu menyerap bau secara efektif.
Kekurangan:
  • Tidak bisa dicuci, sehingga harus diganti secara berkala.
  • Efektivitasnya menurun seiring waktu.
  • Menambah biaya perawatan.
Perawatan:

Ganti setiap 3–6 bulan tergantung intensitas memasak.


4. Metal Grease Filter (Stainless Steel Mesh)

Apa itu?

Mirip dengan aluminium mesh, tetapi dibuat dari stainless steel. Lebih kuat dan lebih tahan lama.

Kelebihan:
  • Tahan karat dan lebih durable.
  • Bisa dicuci berulang kali.
  • Menangkap minyak dengan cukup baik.
Kekurangan:
  • Harga lebih tinggi dibanding aluminium mesh.
  • Jika banyak lapisan, bisa mengurangi aliran udara sedikit.
Perawatan:

Cuci 1 kali per bulan atau lebih sering jika memasak berat.


5. Hepa Filter (Pada Model Tertentu)

Apa itu?

Tidak semua cooker hood memilikinya. HEPA filter digunakan untuk menyaring partikel kecil seperti asap halus, debu, atau residu pembakaran.

Kelebihan:
  • Menyaring partikel halus yang tidak tertangkap filter biasa.
  • Dapur lebih sehat dan bebas asap.
Kekurangan:
  • Biasanya hanya ada pada model premium.
  • Tidak cocok untuk masakan berminyak tanpa filter tambahan.
  • Perlu penggantian berkala.
Perawatan:

Diganti setiap 6–12 bulan, sesuai rekomendasi pabrikan.


Jenis Filter Mana yang Paling Cocok?

  • Untuk memasak berat, banyak minyak → Baffle Filter
  • Untuk dapur minimalis atau pemakaian ringan → Aluminium Mesh Filter
  • Untuk dapur tanpa pipa pembuangan → Wajib Carbon Filter
  • Untuk meningkatkan kebersihan udara → HEPA Filter (opsional)

7. Pertimbangkan Fitur Tambahan. 

Selain kapasitas sedot dan jenisnya, fitur tambahan pada cooker hood juga penting untuk dipertimbangkan. Fitur-fitur ini membuat penggunaan lebih nyaman, mudah dirawat, dan tentu saja lebih efisien.

Berikut fitur tambahan yang sebaiknya kamu pertimbangkan sebelum membeli:


1. Lampu LED Hemat Energi

Hampir semua cooker hood modern sudah dibekali lampu LED, tetapi kualitasnya bisa berbeda-beda. Manfaatnya:

  • Membantu melihat makanan saat memasak.
  • Lebih terang dan tidak membuat area kompor gelap.
  • Konsumsi listrik lebih hemat dibanding lampu halogen.

2. Panel Sentuh (Touch Panel)

Touch panel memberi tampilan modern dan mudah dibersihkan. Kelebihannya:

  • Tidak ada tombol yang menonjol sehingga lebih rapi.
  • Panel tidak mudah kemasukan minyak.
  • Navigasi kecepatan kipas lebih sederhana.

3. Timer Otomatis

Fitur ini sangat berguna untuk kamu yang ingin cooker hood tetap bekerja beberapa menit setelah selesai memasak.
Manfaatnya:

  • Menghisap sisa asap dan bau makanan hingga bersih.
  • Cooker hood akan mati otomatis tanpa harus ditunggu.

4. Auto Clean / Heat Clean

Beberapa cooker hood dilengkapi fitur pembersihan otomatis.
Cara kerjanya:

  • Sistem memanaskan motor atau filter untuk meluruhkan lemak.
  • Lemak akan mengalir ke wadah kecil dan bisa dibersihkan dengan mudah.
    Cocok untuk pengguna yang memasak berat atau berminyak.

5. Sensor Asap atau Sensor Panas

Fitur premium yang membuat cooker hood dapat menyala otomatis.
Manfaat:

  • Ketika mendeteksi asap atau suhu tinggi, cooker hood akan aktif tanpa kamu menekan tombol.
  • Lebih efisien dan aman, terutama saat lupa menyalakan cooker hood.

6. Pengaturan Level Kecepatan Kipas

Semakin banyak pilihan level kecepatan, semakin mudah menyesuaikan kebutuhan.
Contoh:

  • Kecepatan rendah untuk masakan ringan.
  • Kecepatan tinggi untuk menggoreng atau masakan berminyak.

Cooker hood yang bagus minimal punya 3–4 level kecepatan.


7. Suara Lebih Senyap (Low Noise Technology)

Jika kamu tidak suka suara bising, pilih cooker hood dengan teknologi low noise.
Biasanya di bawah 55–60 dB saat kecepatan rendah.
Ini membantu memasak lebih nyaman tanpa suara angin yang mengganggu.


8. Filter yang Mudah Dilepas

Cooker hood yang baik harus memiliki filter yang mudah dibuka-tutup tanpa alat khusus.
Manfaatnya:

  • Lebih cepat dibersihkan.
  • Mempermudah perawatan rutin.

9. Material Anti Sidik Jari (Anti-Fingerprint)

Beberapa model premium memakai stainless steel khusus.
Kelebihannya:

  • Tidak meninggalkan noda sidik jari.
  • Mudah dibersihkan dan tetap terlihat baru.

10. Desain Minimalis dan Cocok dengan Kitchen Set

Selain fungsi, desain juga penting. Pilih yang:

  • Warnanya senada dengan kitchen set.
  • Bentuknya tidak mengganggu lemari atas.
  • Tampak rapi dan modern di dapur.

8. Sesuaikan dengan Anggaran. 

Memilih cooker hood tidak harus selalu mahal—yang penting sesuai kebutuhan dapur dan frekuensi memasak. Berikut panduan rentang harga dan karakteristiknya agar kamu lebih mudah menentukan:

1. Kelas Entry-Level (Rp 700 ribu – Rp 1,5 juta)

Cocok untuk:

  • Pengguna yang jarang memasak berat
  • Dapur kecil atau apartemen
  • Kebutuhan dasar menyedot asap

Ciri-ciri:

  • Biasanya tipe slim atau undercabinet
  • Kapasitas sedot 500–700 m³/h
  • Fitur sederhana, panel tombol manual
  • Bisingnya sedikit lebih tinggi daripada kelas menengah

Rekomendasi untuk kamu yang ingin hemat tanpa mengorbankan fungsi dasar.


2. Kelas Mid-Range (Rp 1,5 juta – Rp 3 juta)

Cocok untuk:

  • Pengguna yang sering memasak harian
  • Masakan Indonesia yang cenderung berminyak
  • Dapur ukuran sedang

Ciri-ciri:

  • Banyak pilihan tipe: slim, built-in, hingga chimney
  • Kapasitas sedot 800–1200 m³/h
  • Sudah memiliki lampu LED, touch panel, hingga timer
  • Performa sedot asap lebih stabil

Ini adalah pilihan paling ideal untuk kebanyakan rumah tangga.


3. Kelas Premium (Rp 3 juta – Rp 10 juta+)

Cocok untuk:

  • Dapur besar atau dapur bergaya modern
  • Pengguna yang memasak intens setiap hari
  • Desain dapur yang membutuhkan perangkat estetis

Ciri-ciri:

  • Tipe chimney premium atau island hood
  • Kapasitas sedot tinggi: >1200 m³/h
  • Material lebih kokoh (stainless steel tebal / tempered glass)
  • Fitur canggih: auto-clean, sensor asap, mode low-noise, hingga motor BLDC

Produk di kelas ini bukan hanya soal fungsi, tetapi juga estetika dan kenyamanan.


Tips Menentukan Anggaran

  • Sesuaikan dengan intensitas memasak: makin sering memasak, makin tinggi kapasitas yang dibutuhkan.
  • Perhatikan luas dapur: dapur besar butuh airflow yang lebih kuat.
  • Pertimbangkan biaya perawatan, seperti penggantian carbon filter.
  • Jangan hanya memilih yang murah—pastikan kualitas sedot dan filter memadai.

Cooker Hood yang Kami Rekomendasikan di Shopee.

Electrolux adalah salah satu merek peralatan rumah tangga dan dapur yang kami rekomendasikan. Brand asal Swedia ini dikenal karena mengutamakan kualitas, keawetan material, serta desain yang elegan. Untuk kategori peralatan dapur—termasuk kompor, oven, microwave, hingga cooker hood: Electrolux sering menjadi pilihan utama bagi pengguna yang menginginkan produk premium namun tetap mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


1. Reputasi Global yang Kuat

Electrolux bukan pemain baru. Selama puluhan tahun, brand ini sudah digunakan di lebih dari 150 negara.

Keunggulan reputasi mereka berasal dari:

  • fokus pada kualitas dan daya tahan,
  • inovasi teknologi yang terus berkembang,
  • pengujian produk yang ketat sebelum masuk pasar.

2. Desain Elegan dan Selalu Modern

Electrolux unggul dalam desain. Produk-produknya memiliki tampilan minimalis, mewah, dan cocok untuk dapur modern.

Ciri khas desain Electrolux:

  • warna netral (hitam, silver, stainless),
  • material premium,
  • detail finishing yang rapi,
  • tampilan bersih dan mudah dipadukan dengan kitchen set apa pun.

3. Cocok untuk Pengguna yang Ingin Kenyamanan dan Kualitas

Electrolux sering dipilih oleh pengguna yang:

  • menginginkan peralatan dapur dengan suara mesin lebih halus,
  • butuh perangkat yang awet untuk penggunaan jangka panjang,
  • ingin dapur tampil modern dan rapi,
  • membutuhkan fitur yang memudahkan hidup, bukan yang ribet.

4. Teknologi yang Ditawarkan Electrolux

Meskipun tanpa menyebut tipe produk tertentu, secara umum Electrolux menyediakan teknologi seperti:

  • Sistem penyaringan yang lebih efisien untuk cooker hood
  • Motor lebih senyap untuk penggunaan nyaman
  • Lampu hemat energi
  • Panel sentuh modern
  • Bodi yang mudah dibersihkan
  • Material anti karat dan tahan panas

Electrolux juga dikenal memprioritaskan keamanan, sehingga banyak produknya cocok untuk dapur keluarga.


5. Jangkauan Produk Peralatan Dapur yang Lengkap

Electrolux menyediakan peralatan dapur berikut:

  • cooker hood
  • kompor gas dan kompor induksi
  • oven
  • microwave
  • dishwasher
  • kulkas
  • freezer
  • blender, mixer, dan peralatan kecil lainnya

Artinya, pengguna yang ingin membangun dapur modern dengan satu merek yang seragam bisa memilih Electrolux tanpa ragu.


6. Harga Premium, Tapi Masih Terjangkau di Kelasnya

Electrolux memang tidak selalu murah, tetapi masih lebih terjangkau dibanding beberapa brand Eropa high-end.
Yang membuat banyak pengguna merasa puas adalah:

  • awet bertahun-tahun,
  • teknologi stabil,
  • jarang ada masalah pada mesin,
  • pelayanan servis resmi cukup luas di Indonesia.

7. Kenapa Electrolux Patut untuk dicoba?

  • suara lebih tenang,
  • tampilan modern,
  • performa stabil untuk penggunaan harian,
  • mudah dipadukan dengan kitchen set,
  • brand-nya sudah dipercaya untuk kebutuhan dapur.

Kesimpulan

Electrolux adalah pilihan ideal bagi siapa pun yang mencari peralatan dapur yang elegan, awet, dan mudah digunakan. Tanpa harus menjadi produk yang paling mahal, Electrolux mampu memberikan kombinasi yang seimbang antara performa, tampilan, dan kenyamanan.

Silahkan lihat koleksi Cooker hood Electrolux di Shopee.


Cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top