Kitchen set menjadi elemen penting dalam sebuah dapur karena berfungsi mengatur penyimpanan, mempercantik tampilan, sekaligus menunjang kenyamanan saat memasak. Aktivitas harian seperti memotong bahan, memasak, hingga membersihkan sisa makanan membuat kitchen set bekerja cukup keras setiap hari. Oleh karena itu, kondisinya perlu mendapatkan perhatian khusus agar tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa kitchen set bisa cepat mengalami penurunan kualitas jika tidak ditangani dengan benar. Mulai dari permukaan yang kusam, engsel yang mulai longgar, hingga material yang lembap bisa muncul tanpa disadari. Dengan memahami penyebab umum kerusakan dan langkah pencegahan yang tepat, kitchen set dapat bertahan lebih lama dan tampil maksimal seperti baru.

8 Cara Merawat Kitchen Set agar Awet dan Tidak Mudah Rusak.
1. Bersihkan Permukaan Secara Rutin.
Membersihkan permukaan kitchen set adalah langkah paling sederhana namun paling penting untuk menjaga ketahanan dan tampilan kitchen set. Aktivitas memasak sehari-hari membuat permukaan kitchen set terpapar minyak, debu, uap panas, hingga cipratan makanan. Jika dibiarkan, semua kotoran ini akan menumpuk dan menyebabkan kitchen set cepat kusam, sulit dibersihkan, bahkan rusak.
Berikut penjelasan lengkapnya:
Kenapa permukaan harus dibersihkan secara rutin?
1. Mencegah Minyak Menumpuk
Saat memasak, uap dan cipratan minyak akan menempel pada permukaan kitchen set — terutama pintu kabinet, dinding dekat kompor, dan bagian atas kitchen set.
Jika tidak dibersihkan, minyak akan:
- Menguningkan permukaan kitchen set
- Membuat lapisan coating cepat rusak
- Menimbulkan bau tidak sedap
- Menjadi tempat menempelnya debu
Semakin lama dibiarkan, minyak mengering dan perlu pembersihan yang lebih keras, yang justru bisa merusak permukaan.
2. Menghindari Goresan dan Jamur
Kotoran yang menempel bisa mengandung partikel kasar atau lembap. Jika tidak segera dilap, ini berpotensi menyebabkan goresan halus atau jamur, terutama pada kitchen set kayu, MDF, dan HPL.
3. Menjaga Warna dan Tampilan Kitchen Set
Kitchen set yang sering dibersihkan akan tetap terlihat seperti baru. Debu dan noda kecil mungkin terlihat sepele, tetapi jika menumpuk, warnanya bisa berubah dan permukaan terlihat kusam.
Bagaimana cara membersihkan permukaan dengan benar?
1. Gunakan Kain Microfiber
Kain microfiber lebih lembut dan tidak meninggalkan serat. Selain itu, microfiber sangat efektif mengangkat minyak dan debu tanpa perlu menggosok keras.
2. Gunakan Cairan Pembersih yang Aman
Sesuaikan pembersih dengan material kitchen set:
- HPL → air sabun hangat sudah cukup
- Kayu → gunakan pembersih khusus kayu
- Aluminium → hindari cairan bersifat abrasif
- Duco → cukup lap basah, hindari bahan kimia kuat
Jangan memakai pemutih, alkohol berlebih, atau pembersih yang terlalu keras, karena dapat merusak permukaan.
3. Lap Secara Menyeluruh
Fokus pada area berikut:
- Pintu kabinet (bagian luar & gagang)
- Meja dapur (countertop)
- Dinding backsplash
- Kap atas kitchen set (sering terabaikan)
- Area dekat kompor
Bersihkan dari arah atas ke bawah agar kotoran tidak kembali menempel.
4. Keringkan Setelah Dilap
Setelah mengelap dengan lap basah, lanjutkan dengan lap kering.
Ini penting untuk mencegah:
- Noda air
- Permukaan lembap
- Kayu yang mengembang atau lapisan HPL terkelupas
Seberapa sering harus dibersihkan?
- Setelah selesai memasak → lap area yang terkena minyak atau percikan.
- Setiap hari → lap cepat seluruh permukaan kitchen set.
- Seminggu sekali → pembersihan agak mendalam termasuk bagian atas kabinet.
Dengan rutinitas ini, kitchen set akan terjaga kebersihannya tanpa pekerjaan berat.
Tips Tambahan Agar Bersih Lebih Lama
- Nyalakan cook hood saat memasak untuk mengurangi uap minyak.
- Gunakan penutup saat menggoreng agar minyak tidak terciprat.
- Hindari menangani kitchen set dengan tangan berminyak.
- Bersihkan noda segera sebelum mengering.
2. Hindari Paparan Air Berlebih.
Air adalah musuh terbesar bagi kitchen set—terutama yang berbahan kayu, MDF, dan particle board. Meski terlihat kuat dari luar, material tersebut memiliki pori-pori yang bisa menyerap air. Jika terkena air terlalu lama, kitchen set bisa mengembang, lembap, berjamur, bahkan lapisan HPL-nya mengelupas.
Karena itulah menghindari paparan air berlebih menjadi langkah penting dalam perawatan kitchen set. Berikut penjelasan lengkapnya.
Kenapa Air Berbahaya untuk Kitchen Set?
- Material Bisa Mengembang
Kayu, MDF, dan particle board akan menyerap air. Ketika air masuk ke pori-porinya, material itu akan mengembang dan bentuknya bisa berubah.
Contohnya: bagian bawah laci jadi sulit ditutup atau pintu lemari jadi tidak rata. - Lapisan Finishing Bisa Mengelupas
Air yang meresap dapat merusak lem pada lapisan luar seperti HPL, vinyl, atau cat duco, sehingga permukaan terlihat menggelembung atau mengelupas. - Memicu Jamur dan Bau Tidak Sedap
Area yang lembap adalah tempat favorit jamur. Jika air dibiarkan menggenang di sudut kitchen set—misalnya dekat sink—maka jamur akan muncul dan menimbulkan bau tidak sedap. - Merusak Lemari Bawah Sink
Bagian bawah sink adalah area paling rawan bocor karena sering terkena rembesan air dari pipa. Jika tidak dikeringkan, bagian ini bisa cepat lapuk.
Kebiasaan Sederhana untuk Menghindari Kerusakan
1. Segera Lap Air yang Menetes
Jangan biarkan air menggenang di permukaan kitchen set.
Kebiasaan kecil seperti meneteskan air saat mencuci piring lalu membiarkannya kering sendiri bisa mempercepat kerusakan.
2. Keringkan Area Sekitar Sink
Area sink adalah tempat paling sering basah.
- Setelah mencuci piring, lap bagian pinggir sink.
- Pastikan tidak ada air tertinggal di sudut-sudut.
3. Gunakan Silicone Sealant
Sealant membantu menutup celah antara meja dapur dan dinding/sink agar air tidak merembes.
Jika sealant sudah retak, segera ganti.
4. Jangan Letakkan Lap atau Spons Basah di Atas Kitchen Set
Lap basah yang diletakkan terlalu lama di satu titik dapat membuat permukaan lembap dan memicu kerusakan.
5. Cek Kebocoran Pipa Secara Berkala
Kebocoran kecil yang dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan besar.
Cek bagian bawah sink setiap 1–2 minggu untuk memastikan tidak ada rembesan.
Tips Tambahan Agar Lebih Tahan Air
- Jika memungkinkan, gunakan alas tahan air (waterproof liner) di dalam lemari bawah sink.
- Pasang backplash agar cipratan air tidak langsung mengenai dinding kitchen set.
- Pada permukaan kayu, bisa tambahkan lapisan coating waterproof untuk perlindungan ekstra.
Kesimpulan
Air memang terlihat sepele, tetapi efeknya bisa sangat merusak kitchen set jika dibiarkan. Dengan menjaga permukaan tetap kering, memperhatikan kebocoran, dan melindungi area rawan air, kitchen set bisa bertahan jauh lebih lama dan tetap terlihat seperti baru.
3. Gunakan Alas di Dalam Lemari dan Laci.
Menggunakan alas (liner) di dalam lemari dan laci kitchen set adalah langkah sederhana tetapi sangat penting untuk menjaga kitchen set tetap bersih, rapi, dan awet. Banyak orang mengabaikan hal ini, padahal manfaatnya besar dalam jangka panjang.
Mengapa Alas Sangat Penting?
1. Melindungi Permukaan dari Goresan
Peralatan dapur seperti panci, wajan, tutup kaca, pisau, dan sendok logam dapat menggores permukaan rak dan laci.
Jika goresan sudah muncul, kitchen set akan terlihat kusam dan sulit dibersihkan. Alas berfungsi sebagai pelindung agar permukaan tetap halus dan mulus.
2. Menjaga Kebersihan Laci dan Lemari
Tanpa alas, sisa bumbu, serpihan plastik, debu, atau minyak bisa langsung menempel di permukaan kitchen set.
Dengan alas:
- Kotoran tidak langsung mengenai kabinet
- Membersihkannya jauh lebih mudah (tinggal angkat alas dan cuci)
- Kabinet tetap terlihat baru lebih lama
3. Mengurangi Risiko Jamur pada Area Tertutup
Lemari dapur, terutama yang kurang sirkulasi udaranya, lebih mudah lembap.
Lembap = risiko jamur meningkat.
Alas anti-lembap membantu:
- Mencegah uap air menempel langsung ke permukaan
- Mengurangi kemungkinan timbulnya bercak lembap atau jamur
- Melindungi bahan kayu agar tidak cepat lapuk
4. Menstabilkan Barang di Laci
Tanpa alas, barang-barang mudah bergeser saat laci ditarik.
Alas anti-slip membuat:
- Piring, mangkuk, dan wadah tetap stabil
- Laci terasa lebih kokoh
- Tidak menimbulkan suara berisik saat laci digeser
Jenis Alas yang Direkomendasikan
a. Alas Anti-Slip
– Material karet atau PVC
– Tidak mudah bergeser
– Cocok untuk laci peralatan makan
b. Alas Waterproof (Anti Air)
– Melindungi dari rembesan cairan
– Mudah dicuci
– Ideal untuk area penyimpanan bumbu atau piring basah
c. Alas Berbahan Busa Tipis
– Meredam benturan barang
– Cocok untuk penyimpanan gelas atau peralatan kaca
d. Alas Gulung PVC (Paling Umum)
– Harga murah
– Banyak motif dan ukuran
– Mudah dipotong sesuai lemari
Tips Memilih Alas yang Tepat
- Sesuaikan jenis alas dengan barang yang disimpan.
- Pilih alas yang memiliki lubang-lubang kecil jika area lembap (lebih cepat kering).
- Pilih warna netral agar tetap terlihat bersih.
- Pilih ketebalan yang cukup agar tidak mudah robek.
Cara Memasang Alas dengan Benar
- Ukur area lemari atau laci.
- Gunting alas sesuai ukuran.
- Pastikan alas rata dan tidak bergelombang.
- Gunakan double tape tipis jika alas mudah bergeser.
- Angkat dan bersihkan alas secara berkala (minimal 1–2 bulan sekali).
Kesimpulan
Menggunakan alas di lemari dan laci kitchen set adalah cara mudah dan murah untuk memperpanjang umur kitchen set. Selain melindungi dari goresan dan kotoran, alas juga menjaga kebersihan, mencegah jamur, dan membuat penyimpanan lebih rapi. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini sangat berpengaruh terhadap ketahanan kitchen set dalam jangka panjang.
4. Atur Ventilasi Agar Tidak Lembap.
Kelembapan adalah musuh terbesar kitchen set. Jika sirkulasi udara buruk, dapur akan menjadi lembap, mudah berjamur, dan material kitchen set—terutama yang berbasis kayu, MDF, atau particle board—lebih cepat melengkung, menggelembung, bahkan lapisan HPL bisa terkelupas. Karena itu, mengatur ventilasi yang baik sangat penting untuk menjaga kitchen set tetap awet.
Berikut penjelasan lengkapnya:
Mengapa Ventilasi Penting untuk Kitchen Set?
- Mencegah Penumpukan Uap Air
Saat memasak, banyak uap panas dan air dilepaskan ke udara. Jika tidak keluar, uap akan menempel di permukaan kitchen set dan mempercepat kerusakan material. - Menghindari Jamur dan Bau Apek
Ruang lembap mudah menjadi tempat tumbuhnya jamur, terutama di bagian bawah sink, sudut kabinet, atau area yang jarang dibuka. - Mencegah Minyak Menempel di Permukaan
Asap memasak yang tidak tersedot akan mengandung lemak halus yang menempel di kitchen set dan dinding, membuatnya cepat kusam.
Cara Mengatur Ventilasi yang Baik di Dapur
1. Gunakan Cooker Hood atau Range Hood
Perangkat ini paling efektif untuk:
- Menghisap asap masakan,
- Mengurangi uap panas,
- Meminimalkan bau makanan menyebar ke ruangan lain.
Pilih cooker hood dengan daya hisap yang sesuai ukuran dapur. Untuk rumah kecil, minimal 500–700 m³/h sudah cukup.
Jenis yang disarankan:
- Ducting (jalur pembuangan ke luar) → paling efektif membuang asap.
- Non-ducting (filter karbon) → lebih praktis, tapi kurang efektif untuk uap tebal.
Silahkan baca juga tentang tips memilih cooker Hood.
2. Pasang Exhaust Fan
Jika dapur tertutup dan tidak memiliki jendela besar, exhaust fan adalah solusi tambahan yang bagus.
Fungsinya:
- Mengeluarkan udara panas,
- Mengurangi kelembapan,
- Membuat aliran udara lebih sehat.
Tempat pemasangan terbaik:
- Di atas kompor,
- Di dinding dapur menghadap luar rumah,
- Di area yang sering lembap seperti dekat sink.
3. Buka Jendela Saat dan Setelah Memasak
Jika dapur memiliki jendela, ini adalah cara paling sederhana.
Manfaatnya:
- Mempercepat keluarnya asap,
- Menurunkan suhu dapur,
- Mencegah kondensasi uap di permukaan kitchen set.
Biarkan jendela terbuka setidaknya 10–15 menit setelah memasak.
4. Gunakan Ventilasi Atap (Roof Vent)
Untuk dapur yang cenderung panas dan lembap, ventilasi atap sangat membantu memaksimalkan sirkulasi udara secara alami.
Jenis ventilasi atap:
- Turbine ventilator (berputar otomatis),
- Ventilasi roster,
- Ventilasi silang di bagian atas kitchen set.
Ini sangat efektif pada rumah tropis dengan dapur yang sering digunakan.
5. Pastikan Ruang di Belakang Kitchen Set Tidak Tertutup Total
Banyak jasa pemasangan kitchen set yang menempelkan kabinet langsung ke dinding tanpa celah, padahal ini bisa memerangkap kelembapan.
Idealnya:
- Sisakan 1–2 cm celah antara kitchen set dan dinding.
- Gunakan pipa exhaust atau jalur udara untuk mengalirkan hawa panas.
6. Gunakan Dehumidifier Jika Dapur Sangat Lembap
Jika tinggal di daerah yang udaranya lembap (misalnya dekat pantai atau rawa), dehumidifier adalah solusi tambahan.
Fungsinya:
- Menjaga kelembapan ideal (sekitar 50–60%),
- Mengurangi risiko jamur,
- Menjaga kitchen set lebih tahan lama.
Tanda-Tanda Ventilasi Dapur Kurang Baik
Jika kamu menemukan hal berikut, berarti ventilasi dapur perlu diperbaiki:
- Kitchen set mulai menggelembung atau lapisan mengelupas.
- Bau apek muncul di dalam laci atau lemari.
- Area bawah sink sering lembap.
- Minyak cepat menempel di permukaan kabinet.
- Asap masakan menyebar ke ruang lain.
- Jamur muncul di sudut kabinet atau dinding dapur.
Semakin cepat diperbaiki, semakin besar kemungkinan kitchen set tetap awet bertahun-tahun.
Kesimpulan
Ventilasi dapur yang baik adalah salah satu kunci utama agar kitchen set tetap awet. Dengan mengalirkan udara dengan benar—baik menggunakan cooker hood, exhaust fan, jendela, maupun ventilasi atap—kelembapan bisa dikendalikan dan material kitchen set terhindar dari kerusakan.
Penjelasan lebih lengkap silahkan baca pengaturan ventilasi yang perlu diperhatikan.
5. Hindari Beban Berlebih pada Kitchen Set.
Beban berlebih adalah salah satu penyebab utama kitchen set cepat rusak, terutama pada bagian lemari gantung dan laci. Setiap kitchen set memiliki batas ketahanan material dan engsel, sehingga pemilihan barang yang disimpan sangat memengaruhi umur pakainya.
Berikut penjelasan lengkapnya:
Lemari Gantung Tidak Dirancang untuk Beban Berat
Lemari gantung (upper cabinet) biasanya terbuat dari bahan seperti HPL, plywood, MDF, atau particle board.
Bagian ini tidak diperuntukkan untuk menyimpan barang berat, karena:
- Ketahanannya bertumpu pada sekrup dan bracket dinding.
- Bahan penyusun kabinet memiliki batas kekuatan tertentu.
- Jika terlalu berat, lemari bisa miring, engsel turun, bahkan lepas dari tembok.
Barang yang sebaiknya tidak dimasukkan ke lemari gantung:
- Panci besi, panci stainless besar.
- Wajan berat.
- Peralatan elektronik (mixer, blender).
- Tumpukan piring tebal dalam jumlah banyak.
Yang aman: gelas ringan, mangkuk kecil, bumbu kering, dan peralatan dapur kecil.
Lemari Bawah Lebih Cocok untuk Beban Berat
Lemari bawah (base cabinet) memiliki struktur yang lebih kokoh karena:
- Menapak langsung ke lantai.
- Ditopang oleh rangka atau kaki kabinet.
- Didesain untuk menahan beban kompor tanam, sink, dan peralatan besar.
Barang yang sebaiknya disimpan di lemari bawah:
- Panci besar.
- Wajan.
- Peralatan baking seperti loyang dan cetakan.
- Rice cooker, blender, air fryer, toaster.
- Stok makanan dalam jumlah besar.
Ini membantu menjaga stabilitas kitchen set dan mencegah kerusakan pada bagian lemari gantung.
Dampak Negatif Jika Beban Berlebih
Beban berlebih dapat menyebabkan beberapa kerusakan:
- Engsel menurun (door sagging)
Pintu lemari mulai miring dan tidak menutup rapat. - Laci macet atau tidak bisa menutup
Rel laci menahan tekanan berlebih sehingga cepat rusak. - Bracket lemari gantung patah
Ini berbahaya karena seluruh lemari bisa jatuh. - Rangka kabinet melengkung
Bahan seperti MDF atau particle board akan melengkung jika terlalu berat. - Sekrup penahan keluar dari tempatnya
Biasanya terlihat pada lemari gantung yang mulai retak di sudut.
Kerusakan ini sering terjadi secara bertahap dan baru disadari ketika kondisinya sudah parah.
Batas Maksimal Beban Kitchen Set
Setiap kitchen set berbeda, tapi secara umum:
- Lemari gantung: maksimal 10–20 kg (tergantung bahan & bracket).
- Laci dengan rel biasa: maksimal 10–15 kg.
- Laci dengan rel heavy duty: bisa sampai 25–30 kg.
- Lemari bawah: bisa menahan 50–80 kg tergantung struktur.
Mengikuti batas ini membuat kitchen set lebih tahan lama.
Tips Mengatur Beban agar Kitchen Set Lebih Awet
Berikut tips praktis:
- Gunakan rak tambahan untuk membagi beban lebih merata.
- Simpan barang berat di bagian paling bawah kabinet.
- Jangan menumpuk piring terlalu banyak dalam satu tumpukan.
- Periksa engsel dan rel setiap beberapa bulan.
- Jika laci mulai terasa berat saat ditarik, segera pindahkan barang.
Kesimpulan
Menghindari beban berlebih bukan hanya soal menjaga struktur kitchen set, tetapi juga soal keamanan. Kitchen set yang disusun sesuai kapasitas akan lebih awet, tidak mudah rusak, dan lebih nyaman digunakan sehari-hari.
6. Bersihkan Engsel dan Rel Secara Berkala.
Engsel pintu lemari dan rel laci kitchen set adalah bagian yang paling sering digunakan, tetapi paling jarang diperhatikan. Padahal, kedua komponen inilah yang menentukan apakah pintu dan laci kitchen set terasa ringan, halus, dan tidak cepat rusak. Jika dibiarkan kotor, kering, atau berkarat, mereka bisa macet, berbunyi, bahkan menyebabkan pintu menjadi miring.
Berikut penjelasan lengkap cara merawatnya:
a. Bersihkan Debu dan Kotoran yang Menumpuk
Seiring waktu, engsel dan rel dapat dipenuhi:
- Debu halus
- Serpihan makanan
- Minyak yang menempel
- Kotoran dari aktivitas memasak
Kombinasi minyak dan debu dapat membuat pergerakan engsel serta rel menjadi berat.
Cara membersihkan:
- Gunakan kuas kecil, cotton bud, atau vacuum mini.
- Lap dengan kain microfiber yang sedikit dibasahi air sabun.
- Pastikan area benar-benar kering sebelum diberi pelumas.
b. Lumasi Engsel dan Rel Secara Berkala
Pelumasan adalah kunci agar pintu lemari dan laci tetap bergerak halus.
Pelumas yang bisa digunakan:
- Pelumas khusus engsel
- Oli serbaguna
- Silicone spray (lebih aman untuk peralatan dapur karena tidak lengket)
Cara melumasi:
- Buka pintu atau laci sepenuhnya.
- Semprotkan atau teteskan pelumas sedikit saja pada bagian yang bergerak.
- Buka-tutup beberapa kali agar pelumas menyebar merata.
- Lap sisa pelumas yang menetes agar tidak mengotori permukaan kitchen set.
Melakukan ini setiap 2–3 bulan sekali sudah cukup untuk menjaga kelancarannya.
c. Kencangkan Baut yang Mulai Kendur
Penggunaan harian membuat baut pada engsel perlahan longgar.
Jika dibiarkan, pintu bisa:
- Miring
- Sulit ditutup
- Menabrak bagian lain
Solusi:
- Gunakan obeng untuk mengencangkan baut engsel yang mulai goyang.
- Jika baut tidak bisa terkencang karena lubangnya melebar, gunakan wall plug kecil atau ganti sekrup yang lebih panjang.
d. Cek Tanda-Tanda Kerusakan Dini
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Engsel mengeluarkan bunyi “kriet” saat dibuka.
- Pintu tidak sejajar.
- Laci tersendat atau tidak bisa ditutup rapat.
- Rel laci terasa seret meski sudah diberi pelumas.
Jika tanda-tanda ini muncul, besar kemungkinan ada komponen yang aus dan perlu diganti.
e. Ganti Komponen yang Sudah Rusak
Engsel yang sudah bengkok atau rel yang patah sebaiknya langsung diganti.
Engsel dan rel yang rusak bisa merusak kitchen set keseluruhan, terutama yang berbahan kayu atau MDF.
Pilih komponen berkualitas:
- Engsel soft-close agar pintu tidak membanting
- Rel laci ball bearing untuk gerakan lebih halus
- Material anti karat untuk dapur yang lembap
f. Hindari Penggunaan Berlebihan
Sering kali pengguna tidak sadar memperlakukan engsel dan rel secara kasar.
Hindari:
- Membanting pintu lemari
- Menarik laci terlalu kuat
- Menggantungkan benda berat pada pintu lemari
Kebiasaan ini membuat engsel cepat kendur dan rel cepat aus.
Kesimpulannya
Engsel dan rel kitchen set adalah komponen kecil, tetapi perannya besar. Membersihkan, melumasi, mengencangkan, dan mengganti bagian yang rusak dapat memperpanjang umur kitchen set secara signifikan. Dengan perawatan yang benar, kitchen set akan tetap nyaman digunakan dan tidak cepat rusak meski dipakai setiap hari.
7. Lindungi Area Dekat Kompor.
Area dekat kompor adalah bagian kitchen set yang paling cepat kotor dan paling rentan rusak. Ini karena setiap kali memasak, panas, uap air, minyak, asap, dan cipratan bumbu sering mengenai permukaan kitchen set. Jika tidak dilindungi dan dibersihkan dengan benar, bagian ini bisa mengelupas, pudar, lembek, atau bahkan melengkung.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Tambahkan Backsplash sebagai Pelindung Utama
Backsplash adalah dinding pelindung di belakang kompor yang berfungsi mencegah minyak dan panas langsung mengenai material kitchen set.
Mengapa penting?
- Melindungi dinding dari cipratan minyak dan bumbu.
- Mengurangi risiko permukaan kitchen set menguning atau mengelupas.
- Lebih mudah dibersihkan dibanding cat dinding biasa.
Material backsplash yang bagus:
- Keramik → tahan panas & minyak.
- Kaca tempered → tampilan modern dan mudah dibersihkan.
- Stainless steel → sangat tahan panas, cocok untuk dapur intensif.
- HPL anti panas → lebih terjangkau namun tetap fungsional.
Silahkan baca kumpulan motif backsplash dapur yang keren.
2. Jaga Jarak Kompor dengan Kabinet
Banyak kitchen set rusak karena kompor ditempatkan terlalu dekat dengan lemari atau pintu kabinet.
Rekomendasi jarak aman:
- Kompor sebaiknya tidak langsung menempel pada sisi lemari.
- Minimal beri jarak 5–10 cm dari sisi kabinet untuk mencegah panas langsung.
Risiko jika jarak terlalu dekat:
- HPL bisa mengelupas.
- Kayu bisa melengkung.
- Warna kabinet memudar.
- Engsel pintu kabinet cepat longgar akibat perubahan suhu.
3. Gunakan Pelindung Panas Tambahan (Heat Shield)
Untuk dapur yang sering dipakai, terutama bagi yang sering goreng, menumis, atau memasak lama, heat shield sangat direkomendasikan.
Fungsinya:
- Menahan panas agar tidak langsung menyentuh kabinet.
- Melindungi sisi samping kitchen set dari cipratan minyak.
- Menambah umur pakai kitchen set secara signifikan.
Biasanya terbuat dari stainless steel atau lembaran aluminium anti panas.
4. Bersihkan Minyak Setelah Memasak
Minyak di area kompor akan menempel dan mengering jika tidak segera dibersihkan.
Efek buruk jika dibiarkan:
- Permukaan HPL menjadi kusam.
- Lapisan mebel bisa lengket dan susah dibersihkan.
- Debu akan menempel makin banyak.
- Bisa menyebabkan jamur atau noda permanen.
Cara membersihkan:
- Gunakan air hangat + sabun cair.
- Lap dengan microfiber.
- Untuk noda membandel, gunakan baking soda atau pembersih khusus dapur.
5. Hindari Menempatkan Alat Elektronik Terlalu Dekat Kompor
Alat elektronik seperti blender, toaster, rice cooker, atau air fryer sebaiknya tidak diletakkan terlalu dekat kompor.
Bahaya yang bisa terjadi:
- Panas dari kompor membuat elektronik cepat rusak.
- Cipratan minyak bisa menempel di mesin dan mengganggu kinerja.
- Risiko korsleting jika terkena uap air berlebih.
Jarak aman: minimal 30–40 cm dari kompor.
6. Pastikan Cooker Hood Berfungsi Baik
Cooker hood membantu menghisap asap dan uap panas, sehingga area dekat kompor tetap aman dan bersih.
Pastikan untuk:
- Menyalakan cooker hood setiap kali memasak.
- Membersihkan filternya secara berkala.
- Ganti filter karbon jika sudah tidak efektif.
Cooker hood sangat membantu mengurangi kelembapan dan panas di area kitchen set.
7. Periksa Sealant di Sekitar Kompor
Sealant (lem silikon) penting untuk mencegah air dan minyak merembes ke sela-sela kitchen set.
Perhatikan hal berikut:
- Jika sealant mulai retak atau menguning, segera ganti.
- Sealant yang rusak bisa membuat air meresap dan kabinet bawah menjadi lapuk.
- Gunakan sealant yang tahan panas dan tahan minyak.
Kesimpulan
Melindungi area dekat kompor adalah kunci utama agar kitchen set tetap awet bertahun-tahun. Mulai dari memasang backsplash, menjaga jarak kompor, membersihkan minyak setelah memasak, hingga memastikan ventilasi dan cooker hood berfungsi dengan baik — semua ini mencegah kitchen set cepat rusak.
8. Gunakan Pembersih yang Sesuai Material.
Salah satu penyebab kitchen set cepat rusak adalah penggunaan pembersih yang tidak sesuai dengan jenis materialnya. Setiap material memiliki sifat yang berbeda—ada yang tahan air, ada yang mudah tergores, ada yang sensitif terhadap bahan kimia kuat. Karena itu, pemilihan pembersih yang tepat sangat penting untuk menjaga tampilan sekaligus memperpanjang umur kitchen set.
Berikut pembahasan lengkap sesuai jenis material kitchen set yang paling umum digunakan:
a. Kitchen Set HPL (High Pressure Laminate)
HPL adalah material yang banyak digunakan karena tahan panas, tahan gores, dan mudah dirawat. Namun tetap ada batasannya.
Cara Membersihkan HPL:
- Gunakan kain microfiber lembut agar tidak meninggalkan goresan.
- Bersihkan menggunakan air hangat dan sabun cair ringan.
- Untuk noda membandel, gunakan campuran air + sedikit cuka putih.
- Keringkan setelah dibersihkan agar tidak meninggalkan bekas air.
Yang Harus Dihindari:
- Pembersih berbahan kimia kuat (misalnya pemutih cair atau karbol keras).
- Sikat kasar atau spons besi.
- Melarutkan noda dengan alkohol konsentrasi tinggi terlalu sering, karena bisa memudarkan warna.
b. Kitchen Set Kayu (Solid Wood)
Material kayu memberikan kesan mewah dan natural, tetapi paling sensitif terhadap air dan bahan kimia.
Cara Membersihkan Kayu:
- Gunakan pembersih khusus kayu (wood cleaner) atau cairan pembersih lembut.
- Lap menggunakan kain kering atau microfiber.
- Jika ada noda minyak, gunakan campuran air dan sedikit sabun, lalu keringkan langsung.
- Gunakan wood polish sesekali untuk menjaga kilap dan kelembaban kayu.
Yang Harus Dihindari:
- Air dalam jumlah banyak (bisa menyebabkan kayu memuai).
- Pembersih berbahan abrasif.
- Alkohol, pemutih, atau cairan kimia kuat karena dapat merusak lapisan finishing.
c. Kitchen Set Aluminium
Aluminium adalah material yang tahan air, anti rayap, dan mudah dibersihkan.
Cara Membersihkan Aluminium:
- Gunakan air sabun ringan.
- Lap dengan kain lembut.
- Untuk noda kerak, campuran air + baking soda bisa digunakan.
Yang Harus Dihindari:
- Pembersih abrasif yang bisa meninggalkan goresan halus.
- Cairan berbahan asam keras, karena bisa menodai permukaan dan merusak kilap aluminium.
d. Kitchen Set PVC (Polyvinyl Chloride)
Material ini tahan air tetapi lebih sensitif terhadap panas dan bahan kimia tertentu.
Cara Membersihkan PVC:
- Gunakan kain lembut dan air sabun ringan.
- Lap perlahan mengikuti tekstur permukaan.
Yang Harus Dihindari:
- Pembersih minyak (degreaser) yang terlalu keras.
- Thinner, alkohol tinggi, atau bahan pelarut lain yang bisa membuat PVC mengelupas.
- Air panas langsung karena bisa membuat permukaan melengkung.
e. Kitchen Set dengan Cat Duco
Kitchen set duco memberikan tampilan mewah, tetapi memerlukan perawatan hati-hati karena finishing-nya sensitif.
Cara Membersihkan Duco:
- Gunakan kain halus.
- Bersihkan dengan air sabun lembut.
- Untuk noda, cukup tekan perlahan, jangan digosok keras.
Yang Harus Dihindari:
- Pembersih berbahan keras yang bisa membuat cat kusam.
- Sikat kasar.
- Pemutih atau cairan pelarut.
f. Kitchen Set Stainless Steel (Biasanya di bagian panel atau aksen)
Tahan lama dan modern, tapi sering meninggalkan bercak sidik jari.
Cara Membersihkan Stainless Steel:
- Gunakan cairan khusus stainless atau air sabun ringan.
- Lap searah serat stainless agar lebih bersih.
- Gunakan sedikit minyak mineral untuk menghilangkan noda gores halus.
Yang Harus Dihindari:
- Pembersih berklorin (chlorine) karena bisa menyebabkan noda permanen.
- Sabut besi yang menyebabkan goresan.
Mengapa Memilih Pembersih yang Tepat Itu Penting?
- Mencegah permukaan cepat kusam atau menguning.
- Menghindari lapisan laminasi mengelupas.
- Memperpanjang umur engsel dan panel.
- Menjaga tampilan kitchen set agar tetap baru lebih lama.
- Menghindari biaya perbaikan yang mahal di kemudian hari.
Cukup sekian dan silahkan baca juga tentang ide pencahayaan kitchen set.










