Jamur pada dinding rumah sering muncul tanpa disadari, terutama di area yang lembap dan kurang terkena cahaya matahari. Keberadaannya tidak hanya mengganggu tampilan ruangan, tetapi juga bisa menimbulkan aroma tak sedap serta membuat suasana rumah terasa pengap. Banyak orang baru menyadari keberadaan jamur ketika noda hitam atau putih sudah mulai melebar dan meninggalkan bercak yang sulit dihilangkan.
Selain merusak estetika, jamur juga dapat memengaruhi kesehatan penghuni rumah. Paparannya berpotensi menyebabkan alergi, batuk, hingga iritasi kulit, terutama bagi anak-anak dan orang yang memiliki sensitivitas tinggi. Itulah sebabnya diperlukan langkah yang tepat untuk mengatasi pertumbuhan jamur agar dinding tetap aman dan nyaman dalam jangka panjang.
Dan tips di bawah, in Sya Alloh bisa permanen.

Tips Menghilangkan Jamur di Dinding Rumah Secara Permanen.
1. Bersihkan Jamur dengan Larutan Pemutih (Bleach)
Pemutih pakaian cukup efektif membunuh jamur dan lumut pada dinding.
Caranya:
- Campurkan 1 bagian pemutih dengan 3 bagian air.
- Semprotkan ke bagian dinding yang berjamur.
- Gosok menggunakan sikat kasar.
- Bilas dengan air bersih lalu keringkan.
Catatan: Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik saat menggunakan pemutih.
2. Gunakan Cuka Putih untuk Alternatif yang Lebih Aman
Jika Anda ingin bahan yang lebih aman, cuka putih bisa menjadi solusi.
Cuka memiliki sifat antimikroba yang dapat mematikan jamur.
Cara penggunaannya:
- Tuangkan cuka tanpa campuran ke botol spray.
- Semprotkan ke area berjamur.
- Diamkan selama 1 jam.
- Gosok dan lap hingga bersih.
Cuka aman untuk digunakan di kamar anak ataupun tempat tidur. Dan silahkan belanja cuka pembersih di Shopee.
3. Baking Soda untuk Membersihkan dan Menghilangkan Bau
Baking soda tidak hanya membersihkan jamur, tetapi juga mampu menyerap bau lembap yang ditinggalkan.
Langkah-langkah:
- Campur 1 sendok baking soda dengan air hangat.
- Aduk hingga menjadi pasta.
- Oleskan ke dinding, gosok pelan-pelan, dan bilas.
Anda bisa ulangi beberapa kali untuk hasil yang maksimal. Kalau belum punya, silahkan belanja Baking Soda lebih praktis di Shopee.
4. Perbaiki Sumber Kelembapan — Kunci agar Jamur Tidak Muncul Lagi
Jamur tidak akan muncul jika dinding tetap kering. Jadi, setelah membersihkan jamur, temukan sumber kelembapan yang membuatnya tumbuh.
Biasanya penyebabnya:
- Kebocoran atap atau pipa.
- Embun dari AC.
- Dinding tidak mendapatkan sinar matahari.
- Ventilasi yang buruk.
Tanpa memperbaiki sumber masalah, jamur akan kembali meskipun sudah dibersihkan.
5. Perbaiki Ventilasi Ruangan
Ruangan yang pengap dan tidak memiliki aliran udara mudah lembap, sehingga jamur cepat tumbuh.
Beberapa solusi:
- Buka jendela setiap pagi.
- Tambahkan ventilasi udara di dapur atau kamar mandi.
- Pasang exhaust fan untuk mengeluarkan uap air.
- Gunakan kipas angin untuk membantu sirkulasi udara.
6. Gunakan Cat Anti-Jamur
Setelah jamur hilang dan dinding benar-benar kering, Anda bisa mengecat ulang menggunakan cat anti-jamur atau cat anti-lembap.
Manfaatnya:
- Menghambat pertumbuhan jamur dalam jangka panjang.
- Melindungi dinding dari air dan lembap.
- Menjaga warna dinding tetap awet.
Cat anti-jamur cocok digunakan pada kamar mandi, dapur, tembok belakang rumah, dan area dekat taman.
7. Gunakan Dehumidifier atau Penyerap Kelembapan
Jika rumah Anda berada di daerah yang lembap, menambahkan penyerap kelembapan bisa membantu menjaga dinding tetap kering.
Pilihan alat:
- Dehumidifier listrik.
- Kamper penyerap lembap.
- Silica gel ukuran besar di area lemari.
Cara ini sangat efektif untuk mencegah jamur muncul kembali.
8. Rutin Membersihkan Dinding Sebulan Sekali
Jamur kadang tumbuh secara perlahan. Membersihkan dinding secara berkala sangat membantu mencegahnya.
Caranya:
- Lap dinding dengan kain microfiber.
- Semprot ringan dengan cuka bila diperlukan.
- Periksa sudut ruangan, belakang lemari, dan area dekat pipa air.
Kebiasaan kecil ini bisa menghindarkan Anda dari masalah jamur yang lebih besar.
Penutup
Mengatasi jamur di dinding rumah sebenarnya bukan hal yang sulit. Kuncinya adalah kombinasi antara pembersihan yang tepat dan menjaga kelembapan ruangan. Setelah jamur hilang, pastikan sumber kelembapan diperbaiki agar dinding tetap kering dan bersih.
Silahkan baca juga tentang membersihkan lantai keramik.
Pembahasan Penting Lainnya.
Penyebab Jamur Muncul di Dinding Rumah dan Cara Mencegahnya.
Jamur yang muncul di dinding rumah bukan hanya mengganggu keindahan, tetapi juga bisa menjadi tanda bahwa ada masalah pada struktur rumah atau kualitas udara di dalamnya. Banyak orang mengira jamur hanya disebabkan oleh kurangnya kebersihan, padahal kenyataannya ada banyak faktor yang memicu pertumbuhannya.
Untuk membantu Anda memahami lebih jelas, berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab jamur di dinding dan cara efektif untuk mencegahnya.
Penyebab Jamur Muncul di Dinding Rumah
1. Kelembapan Udara yang Tinggi
Ini adalah penyebab utama jamur muncul. Ruangan seperti kamar mandi, dapur, dan area belakang rumah cenderung lebih lembap sehingga jamur tumbuh lebih cepat.
Kelembapan yang tinggi biasanya dipicu oleh:
- Kurangnya ventilasi
- Tidak adanya cahaya matahari
- Uap air dari aktivitas memasak atau mandi
- Cuaca hujan yang berkepanjangan
Jamur sangat menyukai kondisi lembap dan gelap.
2. Kebocoran Pada Atap atau Pipa Air
Rembesan air dari atap yang bocor atau pipa yang rusak dapat membuat dinding menjadi basah secara terus-menerus. Inilah yang akhirnya membuat jamur muncul dan menyebar.
Sering terjadi pada:
- Area atap yang retak
- Pipa di dalam tembok
- Sambungan pipa kamar mandi
Kebocoran kecil yang dibiarkan lama bisa menyebabkan jamur menyebar ke area yang lebih luas.
3. Dinding Tidak Mendapatkan Sinar Matahari
Dinding yang berada di area tertutup atau selalu teduh akan lebih mudah lembap. Jamur berkembang biak lebih cepat pada tempat yang gelap dan tidak terkena panas matahari.
Biasanya terjadi pada:
- Dinding rumah yang berdekatan dengan rumah tetangga
- Ruangan belakang
- Tempat penyimpanan yang jarang dibuka
4. Cat Dinding Tidak Tahan Lembap
Cat murah atau cat yang tidak memiliki perlindungan anti-jamur sering tidak mampu menahan kelembapan. Ketika cat mulai menggelembung atau terkelupas, jamur lebih mudah muncul dan menempel.
Penggunaan cat yang salah di area lembap akan mempercepat pertumbuhan jamur.
5. Ventilasi Ruangan yang Buruk
Ruangan tanpa ventilasi yang baik akan memerangkap udara lembap di dalamnya. Udara lembap kemudian menempel pada dinding dan memicu munculnya jamur.
Contoh ruangan yang sering bermasalah:
- Kamar mandi tanpa exhaust fan
- Dapur tanpa jendela
- Gudang tertutup
6. Kondensasi (Pengembunan) di Dalam Ruangan
Ketika udara dingin di dalam rumah bertemu dengan suhu panas di luar, dinding dapat mengalami pengembunan. Kondensi ini meninggalkan titik-titik air di dinding, yang kemudian menjadi tempat jamur tumbuh.
Ini sering terjadi pada rumah dengan AC yang digunakan terlalu lama.
Cara Mencegah Jamur Muncul di Dinding Rumah.
1. Pastikan Ventilasi Udara Berfungsi Baik
Buka jendela setiap pagi agar udara segar masuk dan kelembapan berkurang.
Jika memungkinkan, tambahkan ventilasi tambahan pada ruangan yang lembap.
2. Gunakan Exhaust Fan di Area Lembap
Seperti di kamar mandi atau dapur. Exhaust fan membantu mengalirkan udara lembap keluar dari rumah.
3. Gunakan Cat Anti-Jamur
Saat mengecat ulang dinding, pilih cat yang mengandung formula anti-jamur. Cat jenis ini dapat menahan kelembapan dan membuat jamur sulit tumbuh.
4. Perbaiki Kebocoran Secepatnya
Jika ada tanda-tanda rembesan atau atap bocor, segera perbaiki. Jangan menunda karena jamur bisa muncul hanya dalam beberapa hari pada dinding yang basah.
5. Gunakan Penyerap Kelembapan
Untuk daerah yang sangat lembap, gunakan:
- Dehumidifier
- Silica gel
- Kamper penyerap lembap
Alat ini membantu menjaga kadar kelembapan tetap stabil.
6. Biarkan Cahaya Matahari Masuk ke Rumah
Buka tirai atau jendela setiap siang hari. Sinar matahari bisa membantu mengeringkan dinding dan mencegah pertumbuhan jamur.
7. Rutin Membersihkan Dinding
Lap dinding secara berkala, terutama area yang sering lembap seperti belakang lemari, pojok ruangan, dan area yang jarang terlihat.
Penutup
Jamur pada dinding sebenarnya dapat dicegah jika Anda memahami penyebab utamanya. Dengan menjaga ventilasi, memastikan dinding tetap kering, menggunakan cat yang tepat, serta memperbaiki kebocoran sejak dini, rumah Anda bisa terhindar dari masalah jamur yang mengganggu.
Bahaya Jamur Dinding bagi Kesehatan: Jangan Dianggap Sepele.
Jamur pada dinding rumah sering kali dianggap sekadar masalah estetika — membuat dinding terlihat kotor, bernoda hitam atau kehijauan, dan terkesan tidak terawat. Padahal, yang lebih berbahaya dari itu adalah dampaknya terhadap kesehatan, terutama jika jamur dibiarkan tumbuh dalam waktu lama.
Tanpa disadari, jamur dapat menyebarkan spora ke udara yang kemudian terhirup oleh penghuni rumah setiap hari. Bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sensitif, paparan ini bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius.
Berikut beberapa bahaya yang harus Anda waspadai.
1. Memicu Alergi dan Iritasi
Jamur menghasilkan spora yang bisa memicu reaksi alergi. Gejalanya meliputi:
- Bersin terus-menerus
- Hidung tersumbat
- Mata gatal dan berair
- Ruam di kulit
- Rasa tidak nyaman di tenggorokan
Terutama bagi anak-anak dan lansia, efeknya bisa lebih cepat terasa.
2. Menyebabkan Gangguan Pernapasan
Spora jamur yang terhirup dapat mengganggu sistem pernapasan. Jika paparan berlangsung lama, beberapa orang mungkin mengalami:
- Batuk kering
- Sesak napas
- Asma kambuh
- Napas berbunyi (wheezing)
Bagi penderita asma, jamur bisa memperburuk gejala hingga menyebabkan serangan yang lebih parah.
3. Mengganggu Kesehatan Anak dan Bayi
Anak dan bayi memiliki sistem imun yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap bahaya jamur.
Paparan jamur pada bayi bisa memicu:
- Infeksi pernapasan
- Alergi jangka panjang
- Kulit sensitif yang mudah iritasi
Karena mereka lebih sering berada di lantai atau sudut ruangan, risiko terpapar spora jamur menjadi lebih tinggi.
4. Menimbulkan Infeksi pada Kulit
Beberapa jenis jamur, terutama jamur hitam, bisa menyebabkan infeksi kulit ketika kontak langsung terjadi. Gejalanya meliputi:
- Gatal
- Kemerahan
- Ruam
- Kulit terasa panas atau perih
Jika tidak diobati, infeksinya bisa menyebar.
5. Menurunkan Kualitas Udara di Dalam Rumah
Rumah yang tampak bersih belum tentu memiliki udara yang sehat.
Jamur yang tumbuh di dinding bisa menurunkan kualitas udara secara keseluruhan.
Efeknya:
- Rumah terasa pengap
- Bau apek dan lembap
- Mudah pusing dan lelah
- Tidak nyaman untuk beraktivitas
Ini sangat berbahaya jika ruangan tidak memiliki ventilasi yang baik.
6. Memicu Peradangan pada Sinus (Sinusitis)
Bagi beberapa orang, paparan jamur selama bertahun-tahun dapat menyebabkan sinusitis kronis.
Gejalanya:
- Sakit kepala
- Nyeri pada area wajah
- Hidung selalu tersumbat
- Indera penciuman berkurang
Sinusitis yang disebabkan jamur umumnya sulit sembuh jika sumber jamur tidak dihilangkan.
7. Risiko Lebih Serius dari Jamur Hitam (Black Mold)
Jamur hitam dikenal sebagai jenis jamur yang paling berbahaya.
Paparan jangka panjang bisa menyebabkan:
- Pusing
- Mual
- Keletihan berlebih
- Gangguan konsentrasi
- Iritasi mata dan kulit
Karena dampaknya cukup berat, jamur hitam harus dibersihkan sesegera mungkin.
Cara Mengurangi Risiko Kesehatan dari Jamur
Untuk menjaga keluarga tetap sehat, lakukan beberapa langkah pencegahan berikut:
- Bersihkan jamur segera setelah terlihat.
- Perbaiki kebocoran atau rembesan air di rumah.
- Pastikan sirkulasi udara berjalan baik.
- Gunakan cat anti-jamur jika dinding sering lembap.
- Hindari menempelkan furnitur terlalu rapat ke dinding.
Semakin cepat diatasi, semakin kecil risiko kesehatannya.
Penutup
Jamur di dinding rumah bukan hanya masalah tampilan — tetapi bisa menjadi ancaman nyata bagi kesehatan keluarga. Dari alergi, gangguan pernapasan, hingga penurunan kualitas udara, dampaknya harus diperhatikan dengan serius. Dengan menjaga rumah tetap kering dan memiliki ventilasi yang baik, Anda bisa mencegah jamur muncul kembali.
Cara Mengatasi Dinding Lembap Tanpa Harus Renovasi Besar.
Dinding lembap adalah masalah yang sering terjadi pada rumah, terutama saat musim hujan atau pada bangunan yang kurang memiliki sirkulasi udara. Kondisi ini tidak hanya membuat rumah terasa dingin dan bau apek, tetapi juga bisa memicu munculnya jamur, cat mengelupas, hingga kerusakan struktur dinding. Kabar baiknya, Anda bisa mengatasi dinding lembap tanpa harus melakukan renovasi besar.
Berikut beberapa cara efektif yang mudah diterapkan di rumah.
1. Tingkatkan Sirkulasi Udara di Ruangan
Sirkulasi udara yang buruk adalah penyebab paling umum dinding lembap. Solusinya sederhana:
- Buka jendela setiap pagi.
- Atur posisi pintu agar udara bisa mengalir.
- Gunakan kipas angin untuk membantu perputaran udara.
Aliran udara yang lancar dapat mengeringkan dinding secara alami.
2. Gunakan Exhaust Fan di Area Lembap
Jika dinding lembap terjadi di kamar mandi atau dapur, maka memasang exhaust fan sangat membantu.
Fungsinya:
- Mengeluarkan uap air dengan cepat.
- Menurunkan tingkat kelembapan dalam ruangan.
- Mengurangi risiko jamur tumbuh.
Tidak perlu renovasi besar, cukup pemasangan kecil di ventilasi atau atas plafon.
3. Gunakan Penyerap Kelembapan atau Dehumidifier
Untuk rumah yang berada di daerah lembap, penggunaan penyerap kelembapan bisa sangat efektif.
Pilihan yang bisa Anda gunakan:
- Penyerap kelembapan kemasan (kapur penyerap lembap).
- Silica gel ukuran besar.
- Dehumidifier listrik portable.
Alat ini mampu menurunkan kadar air di udara dan membuat dinding mengering lebih cepat.
4. Gunakan Cat Anti-Lembap di Area Bermasalah
Jika dinding terlihat basah atau mengelupas, Anda bisa mengecat ulang menggunakan cat anti-lembap atau cat waterproof.
Langkahnya:
- Bersihkan permukaan dinding.
- Kikis cat yang mengelupas.
- Oleskan cat dasar anti-lembap.
- Baru cat dengan warna pilihan Anda.
Tidak diperlukan bongkar tembok, hanya perbaikan di permukaan saja. Dan silahkan coba cat tembok yang kami rekomendasikan.
5. Jauhkan Furnitur dari Dinding
Lembap sering terjadi karena furnitur menempel terlalu rapat pada dinding, sehingga udara tidak bisa masuk di bagian belakangnya.
Solusinya:
- Beri jarak minimal 5–10 cm antara dinding dan lemari/sofa.
- Periksa area belakang furnitur setiap bulan.
Cara sederhana ini dapat mencegah jamur tumbuh diam-diam.
6. Perbaiki Kebiasaan yang Meningkatkan Kelembapan
Beberapa kebiasaan sehari-hari tanpa sadar membuat ruangan lembap, misalnya:
- Menjemur handuk di dalam kamar.
- Menyimpan baju basah di kamar tertutup.
- Jarang membuka jendela kamar mandi setelah dipakai.
Perbaikan kecil seperti ini sudah cukup membantu dinding tetap kering.
7. Gunakan Air Conditioner Mode Dry
Jika rumah Anda menggunakan AC, aktifkan fitur Dry Mode untuk menurunkan kadar kelembapan.
Manfaatnya:
- Dinding cepat mengering.
- Menghilangkan bau apek.
- Mencegah jamur tumbuh.
Mode ini juga lebih hemat listrik dibandingkan mode dingin biasa.
8. Gunakan Lampu atau Penghangat Ruangan
Untuk area yang sangat lembap, seperti sudut kamar atau ruangan tanpa jendela, Anda bisa menggunakan:
- Lampu pijar berdaya kecil.
- Portable heater.
Panas dari lampu dapat membantu mengeringkan dinding secara perlahan. Tidak perlu membongkar apa pun.
9. Periksa Sumber Air dari Luar Ruangan (Tanpa Bongkar Dinding)
Terkadang dinding lembap disebabkan oleh air hujan yang masuk melalui retakan kecil. Anda tidak harus renovasi total, cukup:
- Periksa retakan pada sisi luar tembok.
- Tutup retakan dengan sealant.
- Pastikan talang air tidak bocor.
Perbaikan kecil ini biasanya cukup untuk mengatasi dinding lembap.
10. Rutin Membersihkan Area Lembap
Dinding yang lembap sering jadi tempat favorit jamur. Bersihkan area tersebut setiap 1–2 minggu agar tidak semakin parah.
Anda bisa menggunakan:
- Cuka putih
- Baking soda
- Cairan pembersih jamur
Pembersihan rutin membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.
Penutup
Dinding lembap tidak selalu harus diselesaikan dengan renovasi besar. Dengan beberapa langkah sederhana seperti meningkatkan sirkulasi udara, menggunakan penyerap kelembapan, atau mengecat ulang dengan cat anti-lembap, kondisi dinding bisa kembali kering dan sehat. Yang penting adalah mengetahui penyebabnya dan mengambil tindakan sejak awal sebelum kerusakan bertambah parah.
Tanda-Tanda Dinding Rumah Terkena Rembesan Air.
Rembesan air pada dinding adalah masalah yang sering terjadi di banyak rumah, terutama saat musim hujan. Masalah ini tidak boleh dianggap sepele, karena jika dibiarkan terlalu lama dapat merusak struktur bangunan, membuat dinding lembap, bahkan memicu pertumbuhan jamur dan bau apek. Sayangnya, tidak semua orang langsung menyadari bahwa dinding mereka terkena rembesan, karena gejalanya sering muncul perlahan.
Untuk membantu Anda mengidentifikasi masalah sejak awal, berikut beberapa tanda yang paling umum dan mudah dikenali ketika dinding rumah mulai terkena rembesan air.
1. Munculnya Noda atau Bercak Kehitaman / Kecoklatan
Bercak ini biasanya terlihat seperti noda air yang menyebar di permukaan dinding. Warnanya dapat bervariasi:
- kecoklatan
- kehitaman
- kekuningan
Semakin lama dibiarkan, bercak akan melebar dan warnanya semakin gelap.
2. Dinding Terasa Lembap Saat Disentuh
Ini salah satu tanda paling mudah dikenali.
Jika Anda menyentuh dinding dan merasa permukaannya:
- dingin
- lembap
- sedikit basah
…maka besar kemungkinan ada air yang merembes dari balik dinding.
3. Cat Dinding Mulai Menggelembung atau Mengelupas
Air yang berkumpul di balik lapisan cat akan membuat cat:
- menggembung seperti balon kecil
- retak tipis
- mudah terkelupas saat digaruk
Jika ini terjadi di area yang sebelumnya baik-baik saja, kemungkinan besar dinding sedang mengalami rembesan.
4. Timbul Jamur atau Lumut di Area Tertentu
Jamur bisa muncul sebagai:
- bintik hitam kecil
- bercak putih kehijauan
- kerak lumut
Jamur biasanya tumbuh di dinding yang lembap karena rembesan air. Jika jamur muncul terus-menerus meski sudah dibersihkan, berarti sumber airnya belum teratasi.
5. Bau Apek di Sekitar Ruangan
Rembesan air memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang menghasilkan bau tidak sedap. Jika Anda mencium bau apek terutama dekat dinding atau sudut ruangan, ini bisa menjadi tanda awal adanya kebocoran atau rembesan.
6. Dinding Bagian Dalam Lebih Basah Setelah Hujan
Jika setiap kali hujan dinding terasa lebih lembap atau bau menjadi lebih kuat, ini jelas mengindikasikan bahwa air dari luar sedang masuk ke dalam struktur dinding.
Biasanya ini terjadi pada:
- tembok samping rumah
- dinding yang bersentuhan langsung dengan tanah
- dinding kamar mandi bagian luar
7. Retak Rambut pada Dinding yang Mulai Melebar
Retakan kecil pada dinding (retak rambut) bisa menjadi jalur masuk air.
Jika terlihat retakan yang makin membesar atau berubah warna, bisa jadi karena air terus masuk melalui celah tersebut.
8. Plafon Menguning atau Basah
Rembesan air dari atap dapat menjalar ke bagian dinding.
Tanda-tandanya bisa berupa:
- noda kuning di sudut plafon
- cat plafon mengelupas
- bagian tertentu terasa lembap
Jika plafon basah, dinding di bawahnya hampir pasti terdampak.
9. Muncul Serbuk Garam (Efloresensi) di Dinding
Efloresensi adalah serbuk putih yang muncul di dinding akibat kandungan garam yang terbawa air rembesan.
Bentuknya seperti bubuk halus berwarna putih di permukaan dinding.
Ini tanda yang sangat jelas bahwa dinding Anda mengalami masalah kelembapan dari dalam.
10. Lantai Dekat Dinding Juga Terasa Lembap
Pada beberapa kasus, air merembes dari bawah atau melalui pondasi.
Jika lantai dekat dinding juga terasa dingin atau lembap, kemungkinan besar rembesan terjadi dari bawah struktur bangunan.
Penutup
Mengetahui tanda-tanda rembesan air sejak dini sangat penting agar Anda bisa mengambil tindakan sebelum kerusakan menjadi lebih besar. Rembesan yang dibiarkan akan membuat biaya perbaikan jauh lebih mahal, karena bisa merusak struktur bangunan, memicu jamur, hingga membuat cat dinding rusak total.
Cara Merawat Area Belakang Lemari agar Tidak Berjamur.
Area belakang lemari termasuk bagian rumah yang jarang diperhatikan, padahal tempat ini sangat mudah lembap dan menjadi sarang jamur. Karena posisinya menempel dengan dinding dan minim sirkulasi udara, jamur bisa tumbuh perlahan tanpa terlihat sampai akhirnya menimbulkan bau apek, merusak cat dinding, bahkan menyebar ke pakaian atau barang-barang di dalam lemari.
Agar area belakang lemari tetap bersih dan bebas jamur, ada beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan secara rutin. Berikut penjelasannya.
1. Beri Jarak Antara Lemari dan Dinding
Kesalahan yang sering dilakukan adalah menempelkan lemari langsung ke dinding. Padahal, dinding yang lembap bisa membuat bagian belakang lemari menjadi basah.
Tipsnya:
- Sisakan jarak 5–10 cm agar udara bisa mengalir.
- Jarak kecil ini sangat membantu mengurangi lembap.
2. Pastikan Dinding dalam Keadaan Kering
Sebelum menempatkan lemari, pastikan dinding dalam kondisi kering dan tidak ada tanda-tanda lembap.
Ciri dinding lembap:
- Cat menggelembung.
- Ada noda hitam kecokelatan.
- Dinding terasa dingin dan basah saat disentuh.
Jika dinding lembap, sebaiknya diperbaiki dulu agar jamur tidak muncul kembali.
3. Gunakan Penyerap Kelembapan
Area belakang lemari biasanya tertutup dan minim sirkulasi, sehingga penyerap kelembapan sangat membantu.
Anda bisa menggunakan:
- Kamper penyerap lembap.
- Silica gel ukuran besar.
- Dehumidifier mini yang bisa dicolok listrik.
Tempatkan di bagian bawah lemari untuk mengurangi udara lembap.
4. Rutin Membersihkan Debu di Bagian Belakang
Debu juga bisa memicu tumbuhnya jamur jika bercampur dengan udara lembap.
Lakukan sebulan sekali:
- Geser lemari sedikit.
- Bersihkan bagian belakang lemari dan dinding dengan lap kering.
- Jika perlu, semprotkan sedikit cairan pembersih antibakteri.
Ini membantu mencegah jamur muncul secara diam-diam.
5. Gunakan Karpet Anti-Lembap atau Alas Anti-Air
Jika lantai rumah Anda sering lembap, gunakan alas anti-lembap atau karpet tipis anti-air di bawah lemari.
Fungsinya:
- Mencegah kelembapan naik ke bagian bawah lemari.
- Melindungi kaki lemari (terutama lemari kayu) dari basah dan lapuk.
6. Berikan Ventilasi yang Baik di Ruangan
Walaupun area belakang lemari tertutup, ventilasi ruangan secara keseluruhan tetap berpengaruh.
Beberapa cara memperbaiki ventilasi:
- Buka jendela setiap pagi.
- Gunakan kipas angin untuk memutar sirkulasi udara.
- Nyalakan exhaust fan jika ruangan terlalu pengap.
Semakin baik sirkulasi udara, semakin kecil kemungkinan jamur tumbuh.
7. Semprotkan Cuka atau Cairan Anti-Jamur Secara Berkala
Cuka putih atau cairan anti-jamur bisa digunakan sebagai tindakan pencegahan.
Caranya:
- Semprot tipis-tipis di dinding belakang lemari.
- Biarkan kering tanpa dilap.
- Ulangi 1–2 bulan sekali.
Cuka efektif membunuh spora jamur sebelum sempat tumbuh.
8. Hindari Menyimpan Barang Basah di Lemari
Jika Anda menyimpan pakaian yang masih lembap atau tas yang baru terkena hujan, kelembapan bisa merambat ke area belakang lemari.
Biasakan untuk:
- Menjemur barang hingga benar-benar kering.
- Mengangin-anginkan pakaian sebelum dimasukkan ke lemari.
Kebiasaan kecil ini sangat membantu mencegah jamur.
Penutup
Area belakang lemari memang tidak terlihat, tetapi sangat penting dirawat agar rumah tetap sehat dan bebas dari jamur. Dengan memberikan jarak, menjaga sirkulasi udara, serta rutin membersihkan dan menurunkan kelembapan, Anda bisa mencegah jamur tumbuh dan merusak dinding maupun lemari.
Cukup sekian, semoga bermanfaat. Dan selalu ingat Rumevo kalau Anda sedang mencari perabotan rumah tangga, atau tips bermanfaat lainnya yang berhubungan dengan rumah.


