Cara Merawat Teko Listrik Agar Tetap Awet dan Tidak Berkerak

Teko listrik menjadi salah satu perangkat rumah tangga yang paling sering digunakan, terutama bagi siapa pun yang membutuhkan air panas dengan cepat dan praktis. Mulai dari membuat teh, kopi, sampai memasak mie instan, semuanya terasa lebih mudah berkat alat kecil ini. Namun, karena dipakai hampir setiap hari, kondisinya bisa berubah seiring waktu. Jika tidak diperhatikan, performanya bisa menurun, air jadi lebih lama panas, bahkan muncul bau atau noda yang mengganggu.

Untuk menjaga kualitasnya tetap optimal, perlu ada perhatian khusus terhadap cara penggunaan dan kebersihan bagian dalam maupun luarnya. Langkah-langkah sederhana ini tidak hanya membuat teko listrik bekerja lebih efisien, tetapi juga membantu mencegah kerusakan yang sering terjadi pada penggunaan jangka panjang.

Merawat teko listrik

8 Cara Merawat Teko Listrik Agar Tetap Awet dan Tidak Berkerak.

1. Gunakan Air Bersih atau Air yang Sudah Difiltrasi. 

Salah satu penyebab utama teko listrik cepat berkerak adalah kualitas air yang digunakan. Banyak orang tidak menyadari bahwa setiap kali memanaskan air, ada mineral yang tertinggal dan mengendap di dasar teko. Jika ini dibiarkan terus-menerus, kerak akan menumpuk, membuat teko terlihat kotor, sulit dibersihkan, dan bahkan bisa mengganggu performanya.

Kenapa Air Menyebabkan Kerak?

Air yang kita gunakan sehari-hari biasanya mengandung mineral seperti kalsium dan magnesium. Semakin tinggi kandungan mineralnya, semakin besar kemungkinan munculnya kerak. Inilah yang sering disebut sebagai air keras (hard water).

Saat air dipanaskan, mineral ini berubah menjadi endapan putih atau kekuningan yang menempel di dasar atau dinding teko.

Semakin sering digunakan, endapan ini makin menebal dan membuat:

  • waktu pemanasan air jadi lebih lama,
  • elemen pemanas bekerja lebih berat,
  • listrik lebih boros,
  • umur teko lebih pendek.

Jenis Air yang Sebaiknya Digunakan

1. Air Filtrasi

Air yang melalui filter seperti carbon filter atau water purifier biasanya memiliki kandungan mineral yang lebih rendah. Ini membantu mencegah kerak sejak awal.

2. Air Galon (RO atau Mineral Ringan)

Air galon, terutama jenis RO (reverse osmosis), sangat rendah mineral sehingga aman untuk teko listrik. Jika kamu tinggal di area dengan air PAM yang keras, pilihan ini sangat membantu.

3. Air PAM yang Sudah Dimasakan atau Diendapkan

Jika tidak punya filter:

  • rebus air PAM terlebih dahulu di panci biasa,
  • biarkan mengendap,
  • gunakan bagian atasnya untuk teko.

Metode sederhana ini sedikit mengurangi kadar mineral.


Manfaat Menggunakan Air Bersih untuk Teko:

  1. Mengurangi pembentukan kerak secara drastis
    Teko jadi lebih lama bersih dan mudah dirawat.
  2. Memperpanjang usia elemen pemanas
    Kerak tebal dapat membuat elemen cepat panas dan akhirnya rusak.
  3. Mempercepat proses pemanasan air
    Teko tanpa kerak bekerja lebih efisien dan hemat listrik.
  4. Hasil air minum lebih jernih dan tidak berbau
    Endapan mineral dapat memengaruhi rasa dan aroma air.

Tips Tambahan Agar Kerak Tidak Cepat Terbentuk

  • Jangan biarkan air mengendap dalam teko seharian.
  • Bilas teko setelah dipakai, bahkan jika hanya untuk memanaskan sedikit air.
  • Gunakan air secukupnya—jangan terlalu banyak.

Kesimpulan

Menggunakan air bersih atau air yang sudah difiltrasi adalah langkah paling sederhana dan efektif untuk mencegah kerak pada teko listrik. Dengan kualitas air yang tepat, teko listrik bisa bertahan lebih lama, pemanasan air lebih cepat, dan kamu tidak perlu repot membersihkan kerak setiap beberapa hari.


2. Jangan Mengisi Air Terlalu Penuh. 

Mengisi air terlalu penuh adalah kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi sebenarnya dapat membuat performa teko listrik menurun dan umur pakainya jadi jauh lebih pendek. Setiap teko listrik memiliki garis batas maksimum (MAX) yang biasanya tertera di bagian dalam atau luar teko. Garis ini bukan sekadar hiasan, tetapi sudah dihitung oleh pabrikan berdasarkan keamanan dan kinerja optimal teko.

Berikut alasan kenapa kamu tidak boleh mengisi air melebihi batas:


1. Air Mudah Tumpah Saat Mendidih

Ketika air dipanaskan, volumenya bisa sedikit bertambah. Pada kondisi mendidih, air akan bergerak dan bergolak. Jika teko terisi terlalu penuh:

  • air bisa muncrat ke luar,
  • berpotensi membuat area sekitar teko basah,
  • dan paling parah, air bisa masuk ke bagian listrik di dasar teko sehingga membuat korsleting.

Tumpahan air panas juga sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kulit melepuh.


2. Proses Pemanasan Jadi Tidak Efisien

Teko yang terlalu penuh membutuhkan waktu pemanasan lebih lama. Semakin banyak air yang dipanaskan, semakin banyak energi yang dipakai. Hal ini membuat teko:

  • bekerja lebih berat,
  • memakan listrik lebih banyak,
  • butuh waktu lebih lama untuk mendidihkan air.

Jadi selain boros energi, kamu juga harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan air panas.


3. Risiko Merusak Elemen Pemanas

Elemen pemanas pada teko listrik dirancang bekerja optimal dengan volume air tertentu. Jika air terlalu penuh:

  • tekanannya meningkat,
  • suhu di area tertentu tidak stabil,
  • dan elemen pemanas bisa bekerja lebih keras dari seharusnya.

Dalam jangka panjang, ini bisa membuat elemen cepat aus atau bahkan mati total.


4. Fitur Auto Shut-Off Bisa Tidak Bekerja Optimal

Beberapa teko listrik mendeteksi suhu dan uap untuk mematikan pemanas ketika air mendidih. Tapi jika air terlalu penuh:

  • uap tidak keluar dengan sempurna,
  • sensor bisa terlambat merespons,
  • teko bisa bekerja lebih lama dari normal.

Ini membuat pemanas bekerja berlebihan dan memperpendek umur teko.


5. Tidak Aman jika Digunakan Anak Kos atau Pemula

Banyak pengguna pemula mengisi air “sebanyak mungkin” supaya tidak sering bolak-balik. Padahal ini justru memperbesar risiko tumpahan dan kerusakan. Mengikuti garis batas sangat penting, terutama untuk:

  • anak kos,
  • keluarga dengan anak kecil,
  • dan orang yang baru pertama kali memakai teko listrik.

Kesimpulan. 

Mengisi air sesuai batas maksimum bukan hanya soal aturan, tetapi bagian penting dari perawatan teko listrik itu sendiri. Dengan mengisinya sesuai kapasitas:

  • teko lebih aman,
  • panas lebih cepat,
  • listrik lebih hemat,
  • dan umur pemanas lebih panjang.

3. Bersihkan Teko Secara Berkala dengan Cuka atau Lemon. 

Membersihkan teko listrik secara rutin adalah cara paling efektif untuk mencegah dan menghilangkan kerak. Kerak itu sendiri sebenarnya berasal dari mineral alami yang ada di dalam air—misalnya kalsium dan magnesium. Ketika air dipanaskan terus-menerus, mineral tersebut mengendap dan menempel di dasar serta dinding teko. Jika dibiarkan, kerak bisa membuat teko lebih lama memanaskan air, boros listrik, bahkan lama-lama bisa merusak elemen pemanas.

Untungnya, membersihkan kerak tidak harus pakai bahan kimia khusus. Bahan sederhana seperti cuka atau lemon sudah sangat cukup. Berikut cara lengkap yang aman dan efektif:


2. Menggunakan Cuka (Paling Efektif untuk Kerak Tebal)

Cuka memiliki sifat asam yang mampu melarutkan mineral keras dengan cepat. Ini adalah metode paling ampuh jika keraknya sudah mulai tebal.

Langkah-langkahnya:
  1. Isi teko dengan air setengah atau 3/4 kapasitas.
    Tidak perlu penuh agar proses pemanasan lebih cepat dan cuka bekerja lebih efektif.
  2. Tambahkan 4–5 sendok makan cuka putih.
    Jika kerak sangat tebal, kamu boleh menambahkan sedikit lagi.
  3. Panaskan air hingga mendidih.
    Biarkan mendidih beberapa detik untuk memaksimalkan proses penguraian mineral.
  4. Diamkan 15–30 menit setelah dimatikan.
    Pada tahap ini, cuka bekerja melunakkan kerak.
  5. Buang air dan bilas beberapa kali.
    Bilas 3–4 kali agar bau cuka hilang sepenuhnya.
  6. Jika kerak masih tersisa, ulangi sekali lagi.
Kelebihan metode cuka:
  • Sangat efektif untuk kerak tebal
  • Aman untuk stainless steel
  • Tidak merusak elemen pemanas
  • Tidak perlu scrub kasar yang bisa menggores permukaan
Catatan:

Hindari penggunaan cuka terlalu sering pada teko listrik berbahan kaca atau enamel agar permukaannya tidak cepat kusam. Sekali sebulan sudah cukup.

Kalau belum punya, silahkan lihat harganya cuka pembersih di Shopee.


2. Menggunakan Lemon (Aroma Lebih Segar untuk Kerak Ringan–Sedang)

Lemon juga memiliki kandungan asam, meskipun tidak sekuat cuka. Metode ini cocok untuk perawatan rutin dan menghilangkan bau tidak sedap.

Cara melakukannya:
  1. Iris 1–2 buah lemon dan masukkan ke dalam teko.
    Kulit lemon juga penting, karena di situlah banyak kandungan minyak alaminya.
  2. Tambahkan air sampai setengah kapasitas.
  3. Panaskan hingga mendidih.
  4. Biarkan campuran lemon dan air panas meresap 20–30 menit.
  5. Buang air lemon dan bilas 2–3 kali.
Kelebihan metode lemon:
  • Menghasilkan aroma segar
  • Aman untuk hampir semua bahan teko
  • Cocok untuk membersihkan noda ringan
  • Membantu menghilangkan bau plastik pada teko baru

Seberapa Sering Membersihkan Teko?

  • Penggunaan harian: minimal 2 minggu sekali
  • Air berkapur/air sumur: 1 minggu sekali
  • Air galon: 1 bulan sekali sudah cukup

Membersihkan secara rutin akan mencegah kerak menumpuk sehingga teko tetap bekerja maksimal.


Kenapa Harus Pakai Bahan Asam?

Karena kerak (limescale) adalah mineral yang hanya bisa larut oleh zat asam. Sabun biasa tidak akan efektif. Asam pada cuka atau lemon akan memecah mineral sehingga mudah hilang saat dibilas.


Kesimpulan

Membersihkan kerak dengan cuka atau lemon adalah cara paling mudah, murah, dan aman untuk menjaga kualitas teko listrik. Metode ini tidak merusak bahan, tidak membutuhkan alat khusus, dan hasilnya sangat efektif jika dilakukan rutin. Dengan perawatan sederhana ini, teko listrik akan tetap awet, cepat panas, dan bebas dari gangguan kerak.


4. Jangan Menyalakan Teko dalam Keadaan Kosong. 

Menyalakan teko listrik tanpa air adalah salah satu kesalahan yang paling sering terjadi, baik karena lupa mengisi, salah perkiraan, atau terburu-buru. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat teko cepat rusak. Walaupun banyak teko listrik modern sudah punya fitur keamanan seperti dry boil protection, tetap saja risiko kerusakan sangat besar jika dilakukan berulang-ulang.

Berikut penjelasan lebih detail tentang kenapa hal ini berbahaya dan bagaimana cara mencegahnya.


1. Elemen Pemanas Bisa Overheat

Elemen pemanas bekerja dengan memindahkan panas ke air. Kalau tidak ada air:

  • panas tidak terserap,
  • suhu elemen naik sangat cepat,
  • komponen logam bisa memuai dan merusak struktur pemanas.

Akibatnya, daya panas menurun, teko jadi lebih lambat mendidihkan air, bahkan bisa mati total.


2. Fitur Auto-Shutoff Bisa Cepat Rusak

Teko listrik biasanya mati otomatis ketika air sudah mendidih. Namun jika tidak ada air, sistem ini bekerja secara tidak normal.

Pada kondisi “kering”:

  • sensor panas bekerja lebih keras,
  • panas naik terlalu cepat,
  • mekanisme otomatis bisa macet.

Jika terjadi berulang, fitur auto-shutoff bisa tidak berfungsi lagi. Ini berbahaya karena teko dapat terus menyala tanpa kontrol, meningkatkan risiko kerusakan atau bahkan korsleting.


3. Risiko Mengeluarkan Bau Gosong

Ketika teko menyala tanpa air, permukaan bawahnya bisa memanas berlebihan. Ini dapat menyebabkan:

  • bau gosong,
  • noda hitam pada bagian dalam,
  • sisa partikel logam kecil terbakar.

Jika sudah pernah gosong, bau ini sering muncul kembali setiap kali teko dipanaskan.


4. Teko Lebih Cepat Mengalami Keretakan (Pada Teko Kaca)

Untuk teko listrik berbahan kaca borosilicate, kondisi kering sangat tidak aman. Kaca tidak mendapatkan penyerapan panas dari air sehingga panas menumpuk pada satu titik.

Akibatnya:

  • kaca bisa retak,
  • lapisan dalam bisa rusak,
  • bahkan bisa pecah jika suhunya ekstrem.

5. Konsumsi Listrik Lebih Boros

Ketika tidak ada air, teko menyala secara tidak efisien. Sensor panas bekerja tidak normal dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memutus aliran listrik, sehingga:

  • listrik terpakai tanpa hasil,
  • energi terbuang percuma,
  • tagihan listrik bisa lebih tinggi jika kebiasaan ini sering terjadi.

Cara Mencegah Teko Menyala dalam Keadaan Kosong

Untuk menjaga teko tetap awet, lakukan beberapa langkah sederhana ini:

Selalu Periksa Level Air Sebelum Menyalakan

Biasakan melihat indikator air pada dinding teko sebelum menekan tombol ON.

Gunakan Teko yang Punya Indikator LED

Teko dengan lampu indikator biasanya lebih mudah dipantau—kalau lampu menyala tapi air tidak terlihat, langsung matikan.

Isi Air Minimal Sesuai Petunjuk

Jangan isi terlalu sedikit. Banyak teko listrik punya batas MINIMUM yang harus dipenuhi untuk mencegah kerusakan.

Jika Terlanjur Menyala Kosong
  1. Matikan segera
  2. Biarkan teko dingin TOTAL (jangan langsung diisi air panas/panas-panas diisi air dingin)
  3. Baru gunakan kembali setelah suhu stabil

Ini membantu mencegah kerusakan lanjutan.


Kesimpulan

Menyalakan teko listrik tanpa air bukan hanya membuatnya cepat rusak, tapi juga berbahaya dan boros listrik. Selalu pastikan teko terisi minimal sesuai standar dan biasakan mengecek level air sebelum menyalakan. Kebiasaan kecil ini akan memperpanjang usia pakai teko dan menjaga performanya tetap optimal.


5. Kosongkan Sisa Air Setelah Penggunaan. 

Banyak orang menganggap wajar membiarkan air panas yang tersisa tetap berada di dalam teko listrik, apalagi jika niatnya untuk digunakan lagi nanti. Namun, kebiasaan ini sebenarnya kurang baik untuk jangka panjang.

Ada beberapa alasan penting kenapa kamu sebaiknya selalu mengosongkan sisa air setelah teko selesai digunakan.


1. Menghindari Endapan Mineral yang Menempel

Air yang dibiarkan di dalam teko selama berjam-jam akan membuat mineral alami (seperti kalsium dan magnesium) mengendap di dasar dan dinding teko. Lama-kelamaan, endapan ini berubah menjadi kerak putih yang sulit dibersihkan.

Kerak dapat menyebabkan:

  • proses pemanasan jadi lebih lama,
  • konsumsi listrik meningkat,
  • elemen pemanas cepat rusak,
  • rasa air panas jadi berubah atau kurang enak.

Jadi, mengosongkan air membantu mencegah kerak terbentuk dari awal.


2. Mencegah Bau Tidak Sedap

Air yang dibiarkan semalaman sering kali menimbulkan bau kurang enak, terutama jika teko jarang dibersihkan. Ini bisa terjadi karena:

  • bakteri yang berkembang di air yang tidak mengalir,
  • tutup teko yang lembap,
  • sisa endapan mineral yang bereaksi dengan udara.

Dengan langsung membuang airnya, teko tetap segar dan bebas bau.


3. Membuat Teko Lebih Awet

Komponen pemanas di dalam teko listrik dirancang untuk bekerja dalam keadaan kering dan bersih. Jika air dibiarkan terlalu lama:

  • kelembapan bisa masuk ke bagian yang tidak seharusnya,
  • elemen pemanas lebih mudah berkarat (meskipun stainless tetap bisa terkena),
  • umur pemakaian teko jadi lebih pendek.

Mengosongkan air membuat elemen pemanas tetap dalam kondisi ideal.


4. Mengurangi Risiko Jamur atau Lumut

Teko yang sering lembap, terutama jika tutupnya ditutup rapat, adalah tempat ideal untuk pertumbuhan jamur mikro di area yang sulit dijangkau. Meski tidak terlihat, jamur dapat memengaruhi kebersihan air panas yang dikonsumsi.

Membuang air dan membuka tutupnya untuk “mengangin-anginkan” teko membantu mencegah hal ini.


5. Air Selalu Segar Saat Dipakai

Air panas yang baru dimasak tentu lebih higienis dan rasanya juga lebih baik. Tidak ada rasa “tua” atau apek yang kadang muncul pada air yang dipanaskan ulang berkali-kali.

Dengan mengosongkan air setiap selesai digunakan, kamu memastikan:

  • setiap pemanasan selalu optimal,
  • kualitas air tetap segar,
  • hasil minuman (kopi, teh, susu) lebih enak.

Cara Praktis Melakukannya

Agar menjadi kebiasaan, cukup lakukan langkah berikut setiap selesai menggunakan teko:

  1. Buang sisa air sepenuhnya.
  2. Keringkan mulut teko dengan lap bersih.
  3. Biarkan tutup teko terbuka selama beberapa menit agar bagian dalam kering secara alami.

Tidak butuh waktu lama, tetapi manfaatnya besar.


Kesimpulan

Mengosongkan sisa air di dalam teko listrik adalah kebiasaan kecil, tetapi sangat penting untuk menjaga teko tetap awet, bersih, dan bebas kerak. Selain itu, kualitas air panas yang kamu konsumsi juga lebih terjaga. Dengan rutin melakukannya, kamu bisa memperpanjang umur teko listrik dan mengurangi kebutuhan perawatan ekstra di kemudian hari.


6. Bersihkan Bagian Luar Secara Rutin. 

Merawat teko listrik bukan hanya soal membersihkan bagian dalamnya saja. Bagian luar juga perlu diperhatikan karena sering terkena cipratan air, uap, atau minyak dari dapur. Jika dibiarkan, noda tersebut bisa menumpuk, membuat teko terlihat kusam, dan bahkan memengaruhi keamanan penggunaannya. Membersihkan bagian luar teko sebenarnya sangat mudah, hanya perlu dilakukan secara rutin.


Kenapa Bagian Luar Teko Perlu Dibersihkan?

Ada beberapa alasan penting:

  1. Agar terlihat selalu bersih dan higienis
    Teko yang diletakkan di area dapur mudah terkena uap masakan, debu, dan cipratan air. Kalau tidak dibersihkan, tampilannya akan cepat kusam.
  2. Menghindari kerusakan lapisan luar
    Bahan stainless, kaca, maupun plastik bisa berubah warna jika terkena minyak atau noda dalam jangka panjang.
  3. Meningkatkan keamanan saat digunakan
    Permukaan yang berminyak bisa membuat tangan licin saat memegang teko panas — berbahaya.
  4. Mencegah masuknya noda ke bagian listrik atau sambungan
    Jika kotoran masuk ke celah dasar teko (tempat hubungan listrik), bisa menyebabkan korsleting atau karat.

Cara Membersihkan Bagian Luar Teko dengan Aman

Berikut langkah-langkah sederhana tapi sangat efektif:

1. Cabut Teko dari Listrik Terlebih Dahulu

Ini hal pertama yang wajib dilakukan. Jangan membersihkan teko saat masih terhubung ke listrik. Tunggu juga hingga benar-benar dingin.


2. Gunakan Kain Lembut yang Sedikit Lembab

Hindari spons kasar atau sikat keras yang bisa menggores permukaan, terutama jika teko berbahan stainless atau kaca.

  • Gunakan kain microfiber atau lap halus.
  • Basahi dengan sedikit air hangat, lalu peras hingga hampir kering.

Tujuannya agar tidak ada air yang menetes ke bagian dasar listrik.


3. Tambahkan Sedikit Sabun Jika Noda Membandel

Untuk noda minyak atau cipratan masakan:

  • Teteskan sedikit sabun cair (dish soap) pada kain.
  • Usapkan perlahan pada area yang kotor.
  • Bilas kain dan lap kembali hingga sabun hilang.

Jangan pernah langsung menyiram atau merendam bagian luar teko, karena bisa merusak komponen listrik.


4. Hindari Bahan Kimia Keras

Jangan menggunakan:

  • pemutih (bleach),
  • alkohol pekat,
  • cairan pembersih abrasif,
  • pembersih stainless yang mengandung butiran kasar.

Bahan seperti ini bisa membuat warna memudar, permukaan tergores, atau menimbulkan bercak.


5. Keringkan Menggunakan Kain Kering

Setelah dibersihkan, langsung keringkan menggunakan kain bersih. Ini penting untuk:

  • mencegah munculnya bercak air,
  • menghindari kelembapan masuk ke bagian bawah teko,
  • menjaga tampilan tetap mengkilap.

Tips Tambahan untuk Perawatan Luar Teko

  • Jangan meletakkan teko terlalu dekat kompor
    Uap atau minyak dari masakan bisa menempel pada permukaan teko.
  • Gunakan alas yang bersih dan kering
    Saat teko diletakkan kembali ke base-nya, pastikan alasnya tidak lembab atau berminyak.
  • Lap setelah digunakan
    Kebiasaan melap teko setelah pemakaian akan membuatnya tampak seperti baru setiap saat.

Kesimpulan

Membersihkan bagian luar teko listrik bukan perkara sulit. Cukup gunakan kain lembut, sedikit sabun jika perlu, dan pastikan semua dilakukan saat teko tidak terhubung listrik. Dengan perawatan sederhana ini, teko tidak hanya terlihat lebih bersih dan rapi, tetapi juga lebih aman digunakan dan lebih tahan lama.


7. Periksa Tutup dan Filter (Jika Ada). 

Pada beberapa model teko listrik, terutama yang dirancang untuk menyaring kotoran atau ampas kecil dari air, biasanya terdapat filter kecil yang terpasang di bagian mulut teko. Ada juga model yang dilengkapi tutup dengan mekanisme pengunci yang membantu menjaga panas tetap stabil. Kedua bagian ini sering kali luput dari perhatian, padahal kondisi tutup dan filter sangat memengaruhi performa dan kebersihan teko listrik secara keseluruhan.


Kenapa Tutup dan Filter Penting?

1. Mencegah kotoran masuk ke gelas.

Filter berfungsi menyaring partikel kecil seperti serpihan kerak, debu, atau endapan mineral. Jika filter kotor atau tersumbat, partikel-partikel ini bisa ikut keluar bersama air panas.

2. Membantu proses pemanasan lebih efisien. 

Tutup yang rapat membuat panas tetap terperangkap sehingga air lebih cepat mendidih dan listrik pun tidak terbuang percuma.

3. Mencegah bau dan jamur. 

Sisa air atau uap yang terperangkap di tutup bisa menimbulkan bau jika tidak pernah dibersihkan.


Masalah yang Sering Terjadi Pada Tutup dan Filter

  • Filter tersumbat kerak putih → biasanya dari endapan kapur atau mineral air.
  • Tutup berjamur → karena sering terkena uap panas tetapi jarang dikeringkan.
  • Engsel tutup macet atau longgar → menyebabkan tutup tidak bisa menutup rapat.
  • Filter rusak atau sobek → membuat partikel kecil mudah lolos.

Semua masalah ini bisa mengurangi kualitas air panas dan bahkan memengaruhi umur pemakaian teko.


Cara Membersihkan Filter

Membersihkan filter cukup mudah dan tidak memerlukan alat khusus.

Langkah-langkahnya:

  1. Lepaskan filter dari tutup atau mulut teko
    Biasanya filter bisa dicabut dengan menarik pelan atau sedikit menekan bagian kaitnya.
  2. Rendam filter dalam air hangat
    Tambahkan sedikit sabun cair atau baking soda untuk membantu melonggarkan kotoran.
  3. Sikat dengan sikat kecil atau sikat gigi bekas
    Gunakan gerakan lembut agar bahan filter tidak rusak.
  4. Jika terdapat kerak mineral
    Rendam filter dalam campuran air + cuka selama 10–15 menit, lalu bilas ulang.
  5. Keringkan sepenuhnya sebelum dipasang kembali
    Filter yang masih basah bisa menimbulkan bau atau jamur.

Lakukan ini setidaknya seminggu sekali jika teko dipakai setiap hari.


Cara Merawat Tutup

Tutup sering terkena uap, percikan air, dan panas, sehingga juga perlu dirawat.

  1. Lap bagian dalam tutup setelah setiap penggunaan
    Ini menghindari penumpukan uap atau tetesan air.
  2. Bersihkan engselnya secara berkala
    Gunakan cotton bud untuk membersihkan celah yang sulit dijangkau.
  3. Pastikan mekanisme pengunci tidak macet
    Jika terasa macet, bersihkan area engsel dan keringkan.
    Jangan gunakan pelumas kimia karena dapat mencemari air.
  4. Jangan menutup tutup saat teko masih panas
    Biarkan teko sedikit mendingin dulu untuk mencegah jamur dan bau lembap.

Tanda-Tanda Tutup atau Filter Perlu Diganti

  • Filter berubah warna menjadi kecokelatan atau kehitaman
  • Ada sobekan kecil pada filter
  • Tutup tidak bisa menutup rapat atau engsel longgar
  • Bau tidak sedap muncul meski sudah dibersihkan
  • Filter tidak lagi menyaring dengan baik

Jika salah satu tanda ini muncul, sebaiknya ganti bagian tersebut untuk menjaga kualitas air panas dan keamanan penggunaan.


Kesimpulan

Merawat tutup dan filter pada teko listrik itu penting karena kedua bagian ini langsung berhubungan dengan kualitas air yang kita konsumsi. Dengan melakukan pembersihan rutin dan pengecekan kondisi tutup serta filter, kamu bisa menjaga teko listrik tetap awet, aman, dan bebas dari bau maupun kerak.


8. Simpan Teko di Tempat Kering. 

Menyimpan teko listrik di tempat yang kering adalah salah satu langkah penting agar alat ini tetap awet dan aman digunakan. Walaupun terdengar sederhana, kebiasaan ini sering diabaikan. Banyak orang meletakkan teko listrik dekat sumber panas, tempat lembap, atau bahkan langsung membilas dasarnya tanpa sadar bahwa bagian tersebut memiliki komponen listrik yang sensitif.

Berikut penjelasan lengkapnya:


1. Menghindari Kerusakan pada Komponen Listrik

Bagian dasar teko listrik berisi rangkaian listrik yang mengatur:

  • fungsi pemanas,
  • sensor auto shut-off,
  • dan konektor yang menghubungkan teko ke sumber listrik.

Jika bagian tersebut terkena air atau berada di tempat yang terlalu lembap, kelembapan dapat:

  • menimbulkan konsleting,
  • membuat karat muncul pada konektor,
  • atau merusak sensor panas.

Semakin sering terkena lembap, semakin cepat performanya menurun.


2. Mencegah Jamur dan Bau Tidak Sedap

Tempat lembap sangat mudah memicu pertumbuhan:

  • jamur,
  • lumut,
  • dan bau apek.

Jika kamu meletakkan teko di area dekat wastafel, rak basah, atau daerah dapur yang beruap, bagian dalam teko bisa menyerap kelembapan tersebut. Lama-kelamaan, hal ini membuat teko berbau tidak sedap, bahkan bisa memengaruhi rasa air panas yang dihasilkan.


3. Teko Harus Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan

Setelah digunakan, jangan langsung menutup dan menyimpan teko dalam keadaan masih basah atau berembun. Yang sebaiknya dilakukan:

  1. Buang sisa air di dalam teko.
  2. Biarkan tutupnya terbuka agar sirkulasi udara masuk.
  3. Tunggu hingga bagian dalam benar-benar kering.
  4. Pastikan bagian luar—terutama dasar teko—tidak ada tetesan air.

Tutup yang langsung ditutup dalam keadaan lembap akan membuat air mengendap dan menyebabkan bau.


4. Hindari Menyimpan Teko Dekat Sumber Panas

Banyak orang menaruh teko:

  • di dekat kompor,
  • di samping rice cooker yang sedang menyala,
  • di dekat oven toaster,
  • atau bahkan di atas microwave yang masih panas.

Padahal, panas dari peralatan lain bisa:

  • merusak lapisan luar teko,
  • mempercepat kerusakan elemen pemanas,
  • dan membuat plastik atau karet pada pegangan cepat getas.

Pilih tempat yang sejuk dan tidak terkena uap panas berlebih.


5. Jangan Menempatkan Teko Terbalik

Sebagian pengguna menaruh teko listrik dalam posisi terbalik untuk mempercepat pengeringan bagian dalam. Ini sebenarnya kurang tepat dan bisa berbahaya. Jika ada sisa air yang mengalir ke bagian dasar teko (bagian listrik), hal ini dapat menyebabkan kerusakan atau karat.

Cara yang benar:

  • biarkan teko berdiri tegak,
  • buka tutupnya,
  • biarkan kering secara alami.

6. Gunakan Rak Penyimpanan Khusus Jika Ruang Dapur Sempit

Jika dapur tidak memiliki banyak tempat kosong, gunakan:

  • rak kecil,
  • tray plastik,
  • atau lemari khusus peralatan elektronik dapur.

Tujuannya agar teko tidak terkena cipratan air dari wastafel dan tetap berada di tempat yang aman.


Kesimpulan. 

Menjaga teko listrik tetap kering bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal keamanan dan keawetan. Komponen listrik di bagian dasar sangat sensitif terhadap air dan uap lembap. Dengan menyimpannya di tempat kering, tidak dekat sumber panas, serta memastikan bagian dalam dan luar kering sempurna, teko listrik akan memiliki umur pakai yang jauh lebih lama.

Cukup sekian dan silahkan lihat juga:

  1. Rekomendasi Teko Listrik Berkualitas.
  2. Tips memilih teko Listrik.
  3. Perbedaan teko listrik dan teko biasa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top