Ruang tamu adalah area pertama yang menyapa tamu dan menjadi tempat berkumpul keluarga. Karena itu, suasananya perlu dibuat senyaman mungkin—mulai dari pencahayaan, warna dinding, hingga detail kecil seperti gorden. Banyak orang sering meremehkan peran gorden, padahal elemen ini bisa mengubah keseluruhan nuansa ruangan secara signifikan. Ia bisa membuat ruang terasa lebih hangat, lebih elegan, atau justru lebih segar dan terang.
Agar tampilan ruang tamu terlihat rapi dan harmonis, gorden perlu disesuaikan dengan gaya interior, kebutuhan cahaya, serta ukuran jendela. Tidak hanya sebagai penutup, gorden juga berfungsi sebagai elemen dekoratif yang mampu meningkatkan estetika ruangan. Dengan memahami beberapa hal penting sebelum membeli, kamu bisa mendapatkan gorden yang benar-benar cocok untuk menunjang kenyamanan dan visual ruang tamu.

8 Tips Lengkap Memilih Gorden Ruang Tamu yang Berkualitas Bagus.
1. Tentukan Kebutuhan Cahaya: Mau Terang atau Lebih Private?
Sebelum membeli gorden, hal paling penting yang perlu kamu tentukan adalah seberapa banyak cahaya yang ingin masuk ke ruang tamu. Setiap rumah punya kondisi berbeda—ada yang jendelanya menghadap matahari langsung, ada yang berada di sisi teduh, dan ada juga yang butuh privasi lebih karena posisinya dekat jalan atau rumah tetangga.
Memahami kebutuhan cahaya ini akan memudahkan kamu memilih jenis gorden yang tepat. Berikut penjelasannya:
a. Jika Ingin Ruangan Tetap Terang dan Terasa Lapang
Kalau kamu suka ruang tamu yang cerah dan natural, gorden sheer atau gorden tipis adalah pilihan terbaik.
Jenis ini memungkinkan cahaya matahari tetap masuk dengan lembut sehingga:
- Ruangan terasa lebih luas dan tidak sumpek
- Suasana lebih hangat dan menyenangkan
- Cocok untuk interior minimalis, Scandinavian, atau modern
Walaupun tipis, gorden sheer tetap memberikan sedikit privasi, tetapi orang dari luar masih bisa melihat siluet bagian dalam rumah saat malam hari.
b. Jika Membutuhkan Privasi Lebih Tinggi
Untuk rumah yang posisinya menghadap jalan, dekat rumah tetangga, atau berada di lantai bawah, kamu mungkin butuh privasi lebih. Di kondisi ini, gorden blackout atau semi-blackout lebih ideal.
Manfaatnya:
- Menahan cahaya matahari masuk hampir sepenuhnya
- Memberikan privasi penuh, terutama di malam hari
- Membantu menjaga ruangan tetap sejuk
- Cocok untuk ruang tamu yang banyak kena sinar matahari sore
Blackout cocok jika kamu ingin benar-benar mengontrol pencahayaan. Sedangkan semi-blackout memberikan keseimbangan antara privasi dan cahaya alami.
c. Kombinasi Gorden Tipis + Gorden Tebal
Banyak ruang tamu modern menggunakan sistem dua lapis gorden:
- Lapisan dalam: Gorden tipis (sheer)
- Lapisan luar: Gorden tebal (blackout / semi-blackout)
Model ini sangat fleksibel:
- Siang hari bisa buka gorden tebal dan biarkan cahaya masuk melalui gorden tipis
- Malam hari bisa tutup gorden tebal untuk menjaga privasi
- Ruangan juga terlihat lebih mewah dan rapi
Kombinasi ini paling direkomendasikan jika kamu ingin fungsi gorden yang lengkap.
d. Pertimbangkan Arah Matahari dan Aktivitas Ruangan
Setiap rumah punya kondisi pencahayaan yang berbeda. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Jendela menghadap timur: Cahaya pagi lebih lembut → sheer + semi-blackout sudah cukup.
- Jendela menghadap barat: Cahaya sore biasanya panas → gorden blackout lebih efektif.
- Dekat jalan atau rumah padat: Privasi lebih penting → pilih gorden tebal.
- Ruang tamu dipakai untuk menerima tamu: Cahaya natural lebih nyaman → sheer sangat cocok.
Kesimpulan
Membeli gorden tanpa memahami kebutuhan cahaya sering membuat hasilnya tidak maksimal. Dengan menentukan apakah kamu lebih memprioritaskan cahaya alami atau privasi, kamu akan lebih mudah memilih bahan, model, dan lapisan gorden yang tepat untuk ruang tamu.
Silahkan baca juga tentang pencahayaan ruang tamu supaya hangat.
2. Pilih Bahan Gorden Sesuai Suasana Ruangan.
Pemilihan bahan gorden sangat berpengaruh pada tampilan akhir ruang tamu. Setiap bahan punya karakter, tekstur, serta kemampuan berbeda dalam meneruskan cahaya. Karena itu, sebelum memilih warna atau model, ada baiknya kamu memahami dulu kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan. Dengan begitu, suasana yang kamu inginkan di ruang tamu bisa tercapai tanpa perlu trial and error.
Berikut beberapa jenis bahan gorden yang paling umum digunakan untuk ruang tamu:
1. Linen – Natural, Adem, dan Terkesan Ringan
Gorden linen sangat digemari untuk rumah dengan gaya minimalis, Scandinavian, atau Japandi. Bahannya tidak terlalu tebal, teksturnya unik, dan memberikan kesan airy yang menenangkan.
Kelebihan:
- Membuat ruangan terasa lebih lapang dan natural
- Sirkulasi cahaya tetap masuk dengan lembut
- Tampilan jatuhannya bagus dan tidak kaku
Kekurangan:
- Tidak cocok untuk kamu yang ingin ruangan benar-benar gelap
- Lebih mudah kusut dibanding bahan lain
Cocok untuk: ruang tamu yang ingin terlihat ringan, alami, dan tidak sumpek.
2. Katun – Serbaguna dan Mudah Dirawat
Katun adalah pilihan aman karena cocok untuk berbagai gaya interior. Bahannya tidak terlalu tipis atau terlalu tebal, sehingga cukup fleksibel untuk digunakan sebagai gorden utama.
Kelebihan:
- Mudah dicuci dan cepat kering
- Harga relatif terjangkau
- Banyak pilihan warna dan motif
Kekurangan:
- Tidak sebaik blackout dalam menahan cahaya
- Jika kualitasnya biasa, bisa cepat pudar
Cocok untuk: ruang tamu keluarga yang sering digunakan sehari-hari.
3. Blackout – Privasi Maksimal dan Menahan Panas
Gorden blackout terkenal karena kemampuannya menahan cahaya matahari hingga 80–100%. Walaupun biasanya digunakan di kamar tidur, banyak orang juga memilihnya untuk ruang tamu yang menghadap matahari langsung.
Kelebihan:
- Mengurangi panas dari luar
- Melindungi sofa dan furnitur dari warna yang mudah pudar
- Memberikan privasi maksimal terutama pada malam hari
Kekurangan:
- Jika digunakan tanpa gorden tipis, ruangan bisa terasa terlalu gelap
- Teksturnya cenderung lebih berat
Cocok untuk: ruang tamu yang mendapat sinar matahari langsung atau rumah di area padat.
4. Velvet / Beludru – Kesan Mewah dan Elegan
Jika kamu ingin membawa nuansa premium ke ruang tamu, velvet adalah pilihan yang tepat. Bahannya tebal, lembut, dan mampu menciptakan suasana yang hangat dan glamor.
Kelebihan:
- Memberikan kesan mewah
- Menahan cahaya dan panas
- Baik untuk sedikit meredam suara
Kekurangan:
- Harga cenderung lebih mahal
- Perawatan biasanya perlu dry clean
- Jika ruang tamu kecil, bisa membuat ruangan terasa lebih sempit
Cocok untuk: rumah berdesain klasik, modern elegan, atau ruang tamu yang ingin tampil lebih dramatis.
5. Voile – Tipis, Lembut, dan Menyebarkan Cahaya dengan Indah
Voile termasuk gorden tipis yang biasa digunakan sebagai lapisan dalam. Walaupun tipis, bahannya lembut dan menyebarkan cahaya dengan halus sehingga ruangan tampak lebih cerah.
Kelebihan:
- Membuat ruangan tetap terang namun tetap memberikan sedikit privasi
- Cocok dipadukan dengan gorden tebal
- Menambah kesan lembut dan romantis pada ruang tamu
Kekurangan:
- Tidak bisa menghalangi cahaya matahari secara maksimal
- Lebih rentan sobek jika tidak dirawat dengan baik
Cocok untuk: rumah minimalis, Scandinavian, atau ruang tamu yang ingin tetap terang di siang hari.
Kesimpulan Pemilihan Bahan
Ketika memilih bahan gorden, pikirkan dua hal utama:
- Suasana seperti apa yang ingin kamu hadirkan (natural, mewah, terang, hangat, privat).
- Kebutuhan cahaya di ruang tamu kamu (ingin terang, teduh, atau fleksibel).
Misalnya:
- Mau ruang tamu terang dan ringan? → Linen atau voile
- Mau fleksibel siang–malam? → Voile + semi-blackout
- Mau tampilan elegan? → Velvet
- Mau lebih teduh dan adem? → Blackout
3. Sesuaikan Warna Gorden dengan Dekorasi Ruang Tamu.
Warna gorden adalah salah satu elemen yang paling menentukan suasana ruang tamu. Kadang orang fokus pada bahan dan model, padahal warna adalah hal pertama yang dilihat begitu seseorang masuk ruangan. Karena itu, memilih warna gorden tidak boleh sembarangan—harus disesuaikan dengan warna dinding, sofa, karpet, dan gaya interior yang ingin ditampilkan.
Berikut pembahasan lengkapnya:
a. Gunakan Warna Netral untuk Aman dan Fleksibel
Warna-warna seperti:
- Putih
- Krem
- Beige
- Abu-abu muda
- Mocca
adalah pilihan yang paling aman karena cocok dengan hampir semua konsep interior.
Keunggulannya:
- Tidak cepat terlihat membosankan.
- Mudah dipadukan dengan furnitur apa pun.
- Memberikan kesan bersih dan terang.
Warna netral sangat cocok untuk ruang tamu minimalis, Scandinavian, Japandi, maupun modern.
b. Pilih Warna Gelap jika Ingin Suasana Elegan dan Dramatis
Warna seperti:
- Abu gelap
- Navy
- Cokelat tua
- Hitam
- Maroon
cocok jika kamu ingin menghadirkan suasana yang lebih mewah dan kuat.
Catatan penting:
- Pastikan ruang tamu mendapat cahaya alami yang cukup, agar gorden gelap tidak membuat ruangan terasa sumpek.
- Warna gelap bekerja sangat baik pada rumah bergaya modern, industrial, atau glam.
c. Sesuaikan dengan Warna Dinding
Cara paling mudah menentukan warna gorden adalah melihat warna dinding:
- Jika dinding berwarna netral (putih, abu, krem) → hampir semua warna cocok.
- Jika dinding berwarna kuat (biru, hijau, kuning) → pilih gorden dengan versi warna yang lebih lembut atau lebih gelap agar tidak “tabrakan”.
- Jika dinding bermotif atau memiliki tekstur seperti batu bata → lebih aman memakai gorden polos.
Tips sederhana:
Ambil warna yang dua tingkat lebih gelap atau dua tingkat lebih terang dari warna dinding untuk tampilan yang harmonis. Silahkan baca juga warna dinding yang direkomendasikan untuk ruang tamu.
d. Cocokkan dengan Furnitur Utama: Sofa & Karpet
Warna sofa biasanya adalah fokus utama ruang tamu. Karena itu:
- Jika sofa berwarna terang → gorden yang sedikit lebih gelap bisa memberikan kontras yang menarik.
- Jika sofa berwarna gelap → gorden berwarna netral akan menyeimbangkan visual.
- Jika sofa bermotif → pilih gorden polos agar ruangan tidak terlihat “ramai”.
Hal yang sama berlaku untuk karpet. Warna gorden tidak harus sama persis, tetapi sebaiknya senada atau satu keluarga warna.
e. Tentukan Mood Ruangan yang Kamu Inginkan
Warna bisa menciptakan suasana:
- Hangat → cokelat muda, krem, beige.
- Tenang & lembut → abu muda, pastel.
- Segar → hijau sage, biru muda.
- Mewah → emas tua, burgundy, navy.
- Minimalis → putih, ivory, abu muda.
Pikirkan suasana apa yang ingin kamu tampilkan, lalu pilih warna gorden sebagai pendukung mood tersebut.
f. Pertimbangkan Pencahayaan Ruangan
Cahaya alami sangat memengaruhi tampilan warna gorden:
- Ruangan yang terkena matahari langsung → gunakan warna yang tidak cepat pudar seperti abu atau krem.
- Ruangan yang cahayanya minim → pilih warna terang agar ruangan terlihat lebih hidup.
Warna gelap biasanya menyerap cahaya, sedangkan warna terang memantulkannya.
g. Perhatikan Motif: Polos atau Bermotif?
Jika ingin memilih gorden bermotif, perhatikan beberapa hal:
- Ruang tamu kecil → gunakan motif kecil atau garis vertical agar ruangan terasa lebih tinggi.
- Ruang tamu besar → motif besar tetap terlihat elegan dan tidak membuat ruangan penuh.
- Jika banyak dekorasi di ruangan → lebih aman memakai gorden polos untuk menjaga keseimbangan.
Motif yang terlalu ramai bisa membuat ruangan mudah terlihat berantakan.
h. Ikuti Palet Interior Rumah
Sebelum membeli gorden, lihat warna-warna yang sudah ada di ruangan:
- Cek warna dinding
- Warna sofa
- Bingkai foto
- Tanaman
- Aksen kayu
- Lampu atau ornamen dekorasi
Jika palet ruangan cenderung earthy, pilih gorden dengan tone hangat. Jika interior banyak warna dingin seperti abu dan biru, pilih gorden dengan tone serupa.
Intinya..
Pemilihan warna gorden memengaruhi:
- Mood ruangan
- Keseimbangan visual
- Kesan luas atau sempit
- Kesesuaian desain interior
Dengan mempertimbangkan warna dinding, sofa, karpet, serta pencahayaan, kamu bisa menemukan warna gorden yang benar-benar cocok untuk ruang tamumu — baik dari sisi estetika maupun kenyamanan.
Silahkan baca tentang dekorasi dinding yang perlu dicoba juga.
4. Pilih Model Gorden yang Tepat.
Model gorden itu bukan cuma soal estetika, tapi juga menentukan bagaimana gorden jatuh, seberapa mudah dibuka, serta bagaimana ia menyatu dengan gaya ruang tamu. Setiap model punya karakter dan fungsi yang berbeda, jadi memilihnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tampilan ruangan.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Gorden Smokering (Ring / O-Ring Curtain)
Ini adalah salah satu model paling populer karena tampilannya rapi dan modern. Bagian atas gorden memiliki cincin-cincin besar (ring) yang langsung dimasukkan ke rel batang.
Kelebihan:
- Gorden terlihat jatuh lebih alami dan bergelombang.
- Sangat mudah untuk dibuka dan ditutup.
- Cocok untuk hampir semua gaya interior: minimalis, modern, Scandinavian, maupun industrial.
Kapan cocok dipakai?
Jika kamu menginginkan tampilan yang simpel, bersih, dan mudah dirawat, smokering adalah pilihan yang sangat aman.
2. Gorden Pita / Hook (Pleated Curtain)
Model ini menggunakan pengait (hook) di bagian belakang atau pita khusus untuk membentuk lipatan-lipatan rapi.
Kelebihan:
- Memberikan tampilan yang lebih formal dan elegan.
- Lipatannya terlihat lebih terstruktur.
- Cocok untuk ruang tamu bergaya klasik atau semi-modern.
Kapan cocok dipakai?
Jika ruang tamu kamu ingin terlihat lebih “rapi dan resmi”, gorden hook adalah pilihan yang tepat.
3. Gorden Kupu-Kupu
Model ini biasanya digunakan untuk jendela kecil atau jendela bagian samping. Gorden dibentuk seperti sayap kupu-kupu, dengan tali di tengah sehingga kain tampak menguncup lalu melebar.
Kelebihan:
- Menambahkan kesan manis dan dekoratif.
- Sangat cocok untuk jendela kecil atau area yang ingin terlihat lebih estetik.
Kapan cocok dipakai?
Jika kamu ingin menambah sentuhan dekoratif pada jendela mungil, misalnya di ruang tamu kecil atau dekat sudut sofa.
4. Layered Curtain (Dua atau Tiga Lapisan)
Ini model gorden yang menggabungkan beberapa lapisan, biasanya:
- Lapisan tipis (sheer)
- Lapisan tebal (blackout / semi-blackout)
Kelebihan:
- Fleksibel mengatur cahaya: gorden tipis untuk terang, gorden tebal untuk privasi.
- Tampilan lebih mewah dan dimensional.
- Menambah fungsionalitas sekaligus estetika.
Kapan cocok dipakai?
Untuk ruang tamu yang sering berubah kebutuhan cahaya sepanjang hari atau untuk rumah yang ingin terlihat lebih elegan.
5. Roman Shade (Gorden Lipat)
Berbeda dari gorden kain biasa, roman shade digulung ke atas membentuk lipatan horizontal yang rapi.
Kelebihan:
- Memberikan kesan modern dan minimalis.
- Tidak memerlukan banyak ruang.
- Cocok untuk jendela kecil atau jendela yang dekat furnitur.
Kapan cocok dipakai?
Ideal untuk ruang tamu bergaya modern, minimalis, atau Japandi.
6. Gorden Tab Top / Ribbon (Tali di Atas)
Model ini menggunakan tali-tali kecil atau pita untuk menggantung gorden di batang rel.
Kelebihan:
- Memberikan kesan santai dan kasual.
- Cocok untuk gaya rustic, boho, atau farmhouse.
Kapan cocok dipakai?
Jika kamu ingin suasana ruang tamu yang lebih cozy dan tidak terlalu formal.
7. Eyelet Curtain (Mirip Smokering tapi Lebih Kokoh)
Model ini sebenarnya masih keluarga smokering, tetapi ring biasanya terbuat dari metal besar dan memberi efek lipatan yang lebih tegas.
Kelebihan:
- Sangat kokoh dan tahan lama.
- Lipatan bergelombangnya lebih tebal dan dramatis.
- Cocok untuk ruang tamu besar dengan jendela tinggi.
Bagaimana Memilih Model Gorden yang Tepat?
Agar lebih mudah, kamu bisa pakai rumus sederhana ini:
- Minimalis / Scandinavian → Smokering atau Roman Shade
- Mewah / Elegan → Pleated (Hook) atau Velvet dengan layer
- Kasual / Cozy → Tab Top / Ribbon
- Fleksibel cahaya → Layered Curtain
- Jendela kecil → Kupu-kupu atau Roman Shade
Dengan mempertimbangkan model gorden yang sesuai gaya dan fungsi, ruang tamu akan terlihat lebih harmonis, rapi, dan nyaman digunakan sehari-hari.
5. Ukur Jendela dengan Teliti Sebelum Membeli.
Mengukur gorden bukan sekadar melihat ukuran jendela saja. Banyak orang salah membeli karena ukurannya kurang panjang, terlalu pendek, atau lebarnya tidak cukup sehingga jatuhannya tidak rapi.
Supaya hasil akhirnya bagus dan proporsional, kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
a. Tentukan tinggi rel gorden
Sebaiknya rel dipasang lebih tinggi dari batas atas jendela, bukan tepat di atas bingkai jendela. Mengapa?
- Rel yang lebih tinggi membuat ruangan terlihat lebih tinggi dan luas.
- Gorden akan jatuh lebih elegan.
Umumnya, rel dipasang 10–20 cm di atas jendela, atau bahkan sampai mendekati plafond jika ingin kesan yang lebih modern.
b. Tentukan panjang gorden
Ada 3 pilihan panjang gorden yang paling umum:
- Nyaris menyentuh lantai
Ini yang paling disukai karena memberikan kesan rapi dan estetik. Celah 1–2 cm dari lantai biasanya ideal agar gorden tidak cepat kotor. - Menyapu lantai (pooling)
Gorden dibuat lebih panjang dari lantai sehingga sedikit menumpuk. Ini memberi kesan mewah, tapi biasanya digunakan untuk ruang yang jarang dipakai agar tidak terlalu mudah kotor. - Panjang standar sampai bawah kusen jendela
Cocok untuk jendela kecil atau ruang yang butuh fleksibilitas tinggi.
Kuncinya: jangan terlalu pendek, karena bisa membuat ruang terlihat kurang proporsional dan kurang elegan.
c. Hitung lebar gorden
Lebar gorden biasanya dibuat lebih luas dari jendela agar saat ditutup terlihat penuh, bukan tegang atau “nempel”.
- Rumus umum:
Lebar gorden = 1,5 sampai 2 kali lebar rel
Contoh:
Jika lebar jendela 2 meter, maka gorden sebaiknya 3–4 meter agar lipatannya bagus.
Semakin tebal bahan, biasanya lipatan 1,5 kali sudah cukup. Untuk bahan tipis atau sheer, lipatan 2 kali akan membuat tampilan lebih cantik.
d. Perhatikan ruang untuk gorden terbuka
Kamu juga perlu memastikan ada cukup ruang di kanan dan kiri jendela untuk menumpuk gorden saat dibuka. Idealnya, sisakan 15–30 cm di kedua sisi agar:
- Cahaya tetap bisa masuk maksimal
- Gorden tidak menutupi sebagian kaca saat dibuka
e. Perhatikan posisi lantai dan furnitur
Misalnya:
- Jika ada meja, rak, atau sofa di depan jendela, sesuaikan panjang gorden agar tidak bertabrakan.
- Jika lantai memakai karpet tebal, pastikan panjang gorden tidak tersangkut atau membuatnya cepat kusut.
f. Gunakan pengukuran berulang
Agar tidak salah beli, lakukan pengukuran minimal 2–3 kali dan pastikan hasilnya konsisten. Catat hasilnya di kertas atau catatan ponsel.
Intinya
Ukuran gorden yang tepat akan membuat ruang tamu terlihat jauh lebih rapi dan proporsional. Dengan memperhatikan tinggi rel, panjang gorden, lebar, serta ruang untuk gorden terbuka, kamu bisa mendapatkan tampilan yang profesional seperti dipasang desainer interior.
6. Pertimbangkan Fungsi Tambahan pada Gorden.
Selain tampilan dan warna, gorden juga punya beberapa fitur ekstra yang bisa membuat ruang tamu jadi lebih nyaman dan fungsional. Banyak orang sering fokus pada gaya saja, padahal fitur tambahan ini bisa membantu mengatasi masalah sehari-hari seperti panas berlebih, suara dari luar, atau furnitur yang cepat pudar.
Berikut fungsi-fungsi tambahan yang layak kamu pertimbangkan:
1. Fitur Anti-UV (Penahan Sinar Matahari)
Sinar matahari yang masuk langsung ke ruang tamu bisa membuat sofa, karpet, dan furnitur cepat pudar atau berubah warna. Nah, gorden dengan fitur anti-UV membantu mengurangi intensitas sinar matahari yang masuk.
Manfaatnya:
- Melindungi furnitur dari kerusakan.
- Menjaga suhu ruangan tetap stabil.
- Mengurangi silau di siang hari.
Biasanya fitur ini ada pada gorden blackout, semi-blackout, atau bahan tebal seperti polyester khusus.
2. Berfungsi Sebagai Peredam Suara Ringan
Jika rumah kamu berada di dekat jalan ramai atau ada suara berisik dari luar, gorden yang tebal bisa membantu meredam suara. Memang bukan seperti panel akustik profesional, tapi cukup untuk membuat ruang tamu terasa lebih tenang.
Yang mendukung fungsi ini:
- Gorden berbahan velvet (beludru).
- Gorden blackout dengan lapisan tambahan.
- Gorden berlapis dua (layered curtain).
Manfaatnya:
- Mengurangi kebisingan dari luar.
- Menciptakan suasana ruang tamu yang lebih nyaman untuk menerima tamu atau bersantai.
3. Thermal Curtain (Pengatur Suhu Ruangan)
Fitur ini sangat membantu terutama untuk rumah yang sering terasa panas di siang hari. Thermal curtain adalah gorden dengan lapisan khusus yang dapat memantulkan panas dari luar dan menjaga suhu ruangan lebih sejuk.
Keuntungannya:
- Ruangan tidak cepat panas.
- AC bekerja lebih ringan sehingga lebih hemat listrik.
- Cocok untuk jendela yang langsung terkena matahari sore atau siang.
Selain menahan panas, thermal curtain juga membantu menahan dingin dari luar ketika musim hujan atau malam hari.
4. Anti-Bakteri / Anti-Jamur
Untuk daerah yang lembap atau rumah yang jarang terkena sinar matahari langsung, gorden yang punya fitur anti-bakteri atau anti-jamur bisa menjadi pilihan. Fitur ini membantu mencegah bau apek serta menjaga gorden tetap bersih lebih lama.
Ciri-ciri biasanya:
- Terbuat dari bahan polyester khusus.
- Tidak mudah lembap.
- Lebih tahan lama.
5. Tahan Api (Fire Retardant)
Beberapa gorden modern dilengkapi lapisan tahan api, yang membuat bahan tidak mudah terbakar. Ini bukan berarti tidak bisa terbakar sama sekali, tetapi proses pembakarannya jauh lebih lambat.
Biasanya dipakai untuk:
- Rumah bertingkat.
- Area ruang tamu yang dekat dengan dapur terbuka.
- Ruang tamu bergaya minimalis dengan banyak material kayu.
6. Gorden Anti-Debu
Jika kamu atau keluarga alergi debu, pilih gorden yang bahannya anti-static sehingga debu tidak mudah menempel. Biasanya terbuat dari bahan polyester berkualitas tinggi.
Manfaat:
- Gorden tidak cepat kotor.
- Mudah dibersihkan hanya dengan vacuum cleaner.
- Cocok untuk ruang tamu yang sering digunakan.
Intinya…
Fungsi tambahan pada gorden bukan hanya nilai plus, tapi bisa benar-benar membantu menciptakan ruang tamu yang lebih nyaman, sejuk, sehat, dan tahan lama. Jadi selain memilih warna dan model yang cantik, pastikan juga gorden yang kamu pilih punya fitur yang sesuai dengan kebutuhan rumahmu.
7. Sesuaikan dengan Budget.
Saat membeli gorden, masalah budget sering jadi pertimbangan utama. Harga gorden bisa sangat bervariasi, mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per panel, tergantung bahan, ukuran, dan modelnya. Karena itu penting untuk menentukan kisaran budget sejak awal supaya pilihanmu lebih fokus dan tidak melebar.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jenis bahan gorden.
- Blackout premium, velvet, atau bahan tebal berkualitas tinggi biasanya memiliki harga yang lebih mahal, tetapi memberikan tampilan yang mewah dan daya tahan yang baik.
- Bahan katun, semi-blackout, polyester, dan linen tipis cenderung lebih terjangkau namun tetap bisa terlihat rapi jika penataannya tepat.
Kemudian, pikirkan soal custom atau siap pakai.
- Gorden custom memungkinkan kamu memilih bahan, warna, ukuran, dan model dengan bebas, namun harganya tentu lebih tinggi karena proses pengerjaannya lebih detail.
- Sementara itu, gorden siap pakai (ready-made) biasanya lebih murah dan praktis, asalkan ukuran jendelamu standar.
Kamu juga bisa menghemat dengan mengatur model gorden. Misalnya, memilih model yang lebih sederhana tanpa banyak lipit atau detail rumit akan menekan biaya produksi. Begitu juga dengan pemilihan rel atau batang gorden—rel yang minimalis dan standar biasanya jauh lebih hemat daripada rel dekoratif dengan banyak ornamen.
Tips lainnya, kamu bisa memilih kombinasi gorden tipis + semi-blackout yang umumnya lebih terjangkau dibandingkan menggunakan velvet atau blackout full. Hasilnya tetap bagus dan fungsional tanpa harus keluar biaya besar.
Intinya, menyesuaikan gorden dengan budget bukan berarti harus mengorbankan estetika. Dengan memilih bahan yang tepat, model yang sederhana, dan mempertimbangkan apakah perlu custom atau cukup beli siap pakai, kamu tetap bisa mendapatkan gorden yang cantik, awet, dan sesuai dengan gaya ruang tamu.
8. Perhatikan Cara Perawatannya.
Sering kali orang hanya fokus pada tampilan dan bahan gorden, tapi lupa mempertimbangkan bagaimana cara merawatnya. Padahal, perawatan yang tepat sangat penting agar gorden tetap bersih, warnanya tidak cepat pudar, dan tetap terlihat rapi dalam jangka panjang. Setiap bahan gorden memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda, jadi penting untuk memilih yang sesuai dengan kebiasaan dan kenyamanan kamu di rumah.
a. Cek Apakah Bahan Mudah Dicuci
Sebelum membeli, pastikan kamu tahu apakah gorden tersebut bisa dicuci dengan mesin cuci, harus dicuci manual, atau bahkan harus dry clean.
- Katun dan linen umumnya mudah dicuci dan lebih praktis untuk penggunaan harian.
- Bahan voile atau gorden tipis juga bisa dicuci dengan mesin, tapi gunakan mode lembut supaya tidak merusak serat kain.
- Gorden blackout ada yang bisa dicuci, ada juga yang tidak. Lapisan blackout bisa rusak jika dicuci dengan air panas atau diperas terlalu keras.
Jadi, selalu baca label perawatan atau tanyakan langsung ke penjual.
b. Bahan yang Harus Dry Clean
Beberapa bahan seperti velvet (beludru) atau gorden berlapis satin membutuhkan perawatan khusus seperti dry cleaning.
Alasannya:
- Tekstur velvet mudah berubah jika terkena air atau diperas.
- Warna satin lebih mudah pudar jika dicuci dengan cara biasa.
Kalau kamu tipe orang yang ingin praktis, pertimbangkan apakah kamu bersedia mengirimkannya ke laundry setiap kali gorden perlu dibersihkan.
c. Perhatikan Risiko Warna Pudar
Gorden yang sering terkena matahari langsung lebih cepat pudar. Untuk mengurangi risiko ini:
- Pilih bahan dengan kualitas pewarnaan yang baik.
- Pertimbangkan warna netral atau warna yang tidak mudah terlihat pudar.
- Pilih gorden dengan fitur anti-UV jika lokasinya sangat terpapar cahaya.
Dengan begitu, gorden akan tetap terlihat baru lebih lama.
d. Cara Mencuci yang Benar
Untuk menjaga kualitas gorden:
- Gunakan air dingin atau hangat, hindari air panas.
- Gunakan detergen lembut, karena detergen keras bisa merusak serat.
- Jika dicuci di mesin, gunakan mode gentle atau delicate.
- Jangan memeras terlalu kuat, cukup tiriskan secara alami.
Gorden tipis biasanya cepat kering, sementara yang tebal lebih baik dikeringkan dengan cara digantung agar bentuknya tetap rapi.
e. Rutin Dibersihkan Meski Tidak Dicuci
Walau tidak dicuci sering-sering, gorden tetap perlu dirawat:
- Vakum gorden setidaknya seminggu sekali untuk menghilangkan debu.
- Untuk gorden blackout, cukup lap bagian dalamnya dengan kain lembap agar tidak ada debu menempel.
- Pastikan rel dan ring gorden juga dibersihkan agar tidak berdebu atau macet.
Perawatan sederhana seperti ini membuat gorden lebih bersih dan tidak mengumpulkan kotoran.
f. Hindari Setrika Suhu Tinggi
Beberapa bahan gorden sensitif terhadap panas tinggi.
Sebelum menyetrika:
- Cek label apakah boleh disetrika.
- Gunakan suhu rendah hingga sedang.
- Untuk bahan tipis seperti voile, cukup gunakan uap setrika agar tidak merusak kain.
Jika bahan tidak tahan panas, lebih baik gorden dirapikan dengan cara digantung setelah dicuci supaya lipatan hilang dengan sendirinya.
g. Pertimbangkan Praktis atau Tidak
Jika kamu tidak mau ribet dengan perawatan, sebaiknya pilih bahan yang:
- Mudah dicuci
- Cepat kering
- Tidak perlu dry clean
- Tidak mudah kusut
Bahan seperti katun, linen blend, atau polyester biasanya lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
Intinya…
Perawatan gorden mungkin terlihat sepele, tapi justru inilah yang menentukan seberapa awet dan tahan lama gorden kamu. Dengan memilih bahan yang sesuai dengan pola hidup dan memahami cara merawatnya, kamu bisa memastikan gorden selalu terlihat bersih, rapi, dan indah dipandang. Gorden yang dirawat dengan baik tidak hanya mempercantik ruang tamu, tapi juga membuat suasana rumah terasa lebih nyaman setiap hari.
Kesimpulan..
| Poin Utama | Kesimpulan Singkat |
|---|---|
| Kebutuhan Cahaya | Tentukan ingin ruangan terang (gorden tipis) atau lebih private dan teduh (blackout). Kombinasi dua lapisan paling fleksibel. |
| Pemilihan Bahan | Linen untuk tampilan natural, katun untuk serbaguna, blackout untuk privasi, velvet untuk tampilan mewah, voile untuk lapisan dalam. |
| Warna Gorden | Sesuaikan dengan palet ruangan. Warna netral serbaguna, warna gelap untuk kesan elegan, motif untuk aksen dekoratif. |
| Model Gorden | Pilih model sesuai gaya: ring untuk modern, hook untuk formal, kupu-kupu untuk jendela kecil, layered untuk fleksibilitas cahaya. |
| Ukuran & Pemasangan | Ukur jendela dengan tepat. Idealnya gorden panjangnya hampir menyentuh lantai dan lebarnya 1,5–2 kali lebar jendela. |
| Fungsi Tambahan | Pertimbangkan fitur anti-UV, peredam suara, atau thermal curtain sesuai kebutuhan rumah. |
| Budget | Sesuaikan dengan dana. Gorden ready-made lebih hemat, bahan semi-blackout lebih murah dibanding velvet atau full blackout. |
| Perawatan | Pilih bahan yang mudah dicuci. Velvet biasanya perlu dry clean, sedangkan bahan tipis bisa dicuci dengan mesin. |
Rekomendasi Gorden Berkualitas yang Patut dicoba.
Kami banyak menemukan gorden di Shopee, tapi hanya beberapa saja yang kami rekomendasikan. Silahkan lihat sendiri
- Harganya Gorden Minimalis.
- Harganya Gorden Blackout.
- Harganya Gorden Pintu.
Cukup sekian dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Tapi jangan lewatkan pembahasan tentang tips memilih lemari ruang tamu.








