Sofa adalah salah satu furnitur yang paling sering digunakan di rumah. Setiap hari dipakai untuk duduk, rebahan, bahkan kadang jadi tempat makan dan bermain anak.
Jadi tidak heran kalau sofa mudah kotor, muncul noda, dan lama-kelamaan menimbulkan bau tidak sedap. Jika dibiarkan, sofa tidak hanya terlihat kusam, tapi juga bisa menjadi sarang debu dan bakteri.

6 Cara Aman Membersihkan Sofa yang Cepat Kotor dan Bau.
1. Kenali Jenis Bahan Sofa Terlebih Dahulu.
Sebelum mulai membersihkan sofa yang kotor dan berbau, hal paling penting yang perlu dilakukan adalah mengenali jenis bahan sofa yang digunakan. Setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga cara membersihkannya pun tidak bisa disamakan. Jika salah metode, sofa bisa rusak, warnanya pudar, atau bahkan baunya semakin sulit dihilangkan.
Berikut beberapa jenis bahan sofa yang paling umum beserta penjelasannya:
1. Sofa Berbahan Kain (Fabric)
Sofa kain adalah jenis yang paling sering ditemui di rumah. Bahannya nyaman dan tampilannya beragam, tetapi mudah menyerap debu, cairan, dan bau. Saat membersihkannya, gunakan kain lembap dan sabun lembut. Hindari penggunaan air berlebihan karena bisa membuat sofa lembap dan menimbulkan bau apek.
2. Sofa Berbahan Beludru (Velvet).
Beludru memiliki tekstur halus dan tampilan mewah, namun cukup sensitif. Pembersihan harus dilakukan dengan sangat lembut agar seratnya tidak rusak atau berubah arah. Disarankan menggunakan sikat halus atau vacuum khusus, serta cairan pembersih yang aman untuk beludru.
3. Sofa Berbahan Kulit Asli.
Sofa kulit asli tidak menyerap cairan seperti sofa kain, tetapi sangat sensitif terhadap air dan bahan kimia. Pembersihan sebaiknya dilakukan dengan lap kering atau sedikit lembap. Gunakan pembersih khusus kulit agar permukaannya tetap lentur dan tidak mudah retak.
4. Sofa Berbahan Kulit Sintetis.
Kulit sintetis lebih mudah dibersihkan dibandingkan kulit asli. Biasanya cukup dilap menggunakan kain lembap dan sabun ringan. Meski begitu, tetap hindari cairan pembersih yang terlalu keras agar permukaannya tidak mengelupas.
5. Sofa Berbahan Suede atau Microfiber.
Jenis bahan ini memiliki serat yang rapat dan mudah meninggalkan bekas jika salah perawatan. Pembersihan sebaiknya menggunakan vacuum cleaner atau cairan pembersih khusus suede dan microfiber. Jangan menggosok terlalu keras agar teksturnya tetap rapi.
Dengan memahami jenis bahan sofa sejak awal, kamu bisa menentukan cara pembersihan yang paling aman dan efektif. Langkah sederhana ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada hasil akhir dan keawetan sofa dalam jangka panjang.
2. Bersihkan Debu dan Kotoran Kering.
Sebelum membersihkan noda atau menghilangkan bau, sofa perlu dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran kering. Tahapan ini sering dianggap sepele, padahal sangat penting karena debu yang menumpuk bisa membuat proses pembersihan selanjutnya menjadi kurang maksimal. Jika langsung menggunakan cairan pembersih tanpa mengangkat debu, kotoran justru bisa semakin menyebar dan menempel ke serat sofa.
Mengapa Debu Harus Dibersihkan Terlebih Dahulu?
Debu, remah makanan, dan rambut halus biasanya terselip di permukaan serta celah-celah sofa. Jika dibiarkan, partikel-partikel ini bisa bercampur dengan air atau sabun saat proses pembersihan, sehingga sofa terlihat semakin kotor. Selain itu, debu yang menumpuk juga dapat menjadi penyebab alergi dan membuat sofa terasa tidak nyaman saat digunakan.
Gunakan Vacuum Cleaner untuk Hasil Optimal.
Vacuum cleaner menjadi alat paling efektif untuk membersihkan debu dan kotoran kering pada sofa. Gunakan ujung sikat khusus agar kotoran yang menempel di serat kain dapat terangkat dengan baik. Fokuskan pembersihan pada area dudukan, sandaran, serta sela-sela sofa yang sering menjadi tempat berkumpulnya debu. Lakukan secara perlahan agar semua bagian benar-benar bersih.
Silahkan lihat harganya Vacuum Cleaner Berkualitas di Shopee.
Alternatif Jika Tidak Memiliki Vacuum Cleaner.
Jika tidak tersedia vacuum cleaner, kamu bisa menggunakan cara manual. Tepuk-tepuk sofa secara perlahan menggunakan pemukul kasur atau tangan yang dibungkus kain bersih. Setelah itu, lap permukaan sofa dengan kain kering atau sedikit lembap untuk menangkap debu yang tersisa. Pastikan kain yang digunakan bersih agar debu tidak berpindah kembali ke sofa.
Perhatikan Bagian Tersembunyi Sofa.
Jangan lupa membersihkan bagian yang sering terlewat, seperti sisi belakang sofa, bagian bawah bantalan, dan lipatan kain. Area-area ini sering menyimpan banyak debu yang tidak terlihat, namun bisa menjadi sumber bau dan kotoran jika dibiarkan terlalu lama.
Dengan membersihkan debu dan kotoran kering secara menyeluruh, sofa akan lebih siap untuk tahap pembersihan selanjutnya. Hasilnya, noda lebih mudah dibersihkan dan bau tidak sedap pun bisa diatasi dengan lebih efektif.
3. Atasi Noda yang Menempel pada Sofa.
Noda yang menempel di sofa sering kali menjadi masalah utama karena membuat tampilan sofa terlihat kusam dan kurang terawat. Jika tidak segera dibersihkan, noda bisa semakin meresap ke dalam serat bahan sofa dan sulit dihilangkan. Oleh karena itu, penanganan noda perlu dilakukan dengan cara yang tepat dan bertahap.
Kenali Jenis Noda Sebelum Membersihkan
Setiap noda memiliki karakter yang berbeda. Noda makanan dan minuman biasanya lebih mudah dibersihkan jika masih baru, sedangkan noda minyak, tinta, atau bekas keringat cenderung lebih membandel. Dengan mengenali jenis nodanya, kamu bisa menyesuaikan cara pembersihan agar hasilnya lebih maksimal dan aman untuk bahan sofa.
Gunakan Pembersih yang Lembut
Untuk noda ringan, gunakan campuran air hangat dan sabun cair yang lembut. Basahi kain bersih dengan larutan tersebut, lalu peras hingga kain hanya lembap, bukan basah. Usap bagian yang bernoda secara perlahan dengan gerakan searah. Hindari menuangkan cairan langsung ke sofa karena dapat membuat bagian dalam sofa lembap dan menimbulkan bau tidak sedap.
Bersihkan Noda Membandel Secara Bertahap
Jika noda tidak langsung hilang, jangan menggosok terlalu keras. Ulangi proses pembersihan secara perlahan dan bertahap. Membersihkan noda dengan sabar akan membantu mengangkat kotoran tanpa merusak serat kain atau membuat warna sofa memudar. Setelah noda mulai memudar, lap kembali menggunakan kain bersih yang sedikit dibasahi air untuk mengangkat sisa sabun.
Keringkan Area yang Sudah Dibersihkan
Setelah noda berhasil dibersihkan, pastikan area tersebut dikeringkan dengan baik. Gunakan kain kering untuk menyerap sisa kelembapan, lalu biarkan sofa terkena aliran udara yang cukup. Proses pengeringan yang baik membantu mencegah munculnya bau apek dan menjaga sofa tetap nyaman digunakan.
Lakukan Uji Coba di Area Tersembunyi
Sebelum membersihkan noda pada bagian yang terlihat, sebaiknya lakukan uji coba terlebih dahulu di area sofa yang tersembunyi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan cairan pembersih tidak merusak warna atau tekstur bahan sofa. Jika aman, barulah lanjutkan pembersihan pada area utama yang bernoda.
4. Hilangkan Bau Tidak Sedap pada Sofa.
Bau tidak sedap pada sofa sering kali muncul tanpa disadari. Awalnya mungkin hanya bau lembap ringan, lalu lama-kelamaan berubah menjadi bau apek, keringat, atau sisa makanan. Bau ini biasanya terserap ke dalam serat kain sofa, sehingga tidak cukup hanya dibersihkan permukaannya saja. Diperlukan cara yang tepat agar bau benar-benar hilang dan sofa kembali segar.
Penyebab Sofa Menjadi Bau
Sebelum menghilangkan bau, penting untuk memahami penyebabnya. Beberapa faktor umum yang membuat sofa berbau antara lain:
- Keringat dari penggunaan sehari-hari
- Tumpahan makanan atau minuman yang tidak langsung dibersihkan
- Kelembapan tinggi di dalam ruangan
- Sofa yang sering terkena asap rokok atau bau hewan peliharaan
Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa menentukan metode pembersihan yang paling efektif.
Menggunakan Baking Soda untuk Menyerap Bau
Baking soda dikenal efektif menyerap bau tidak sedap tanpa merusak bahan sofa. Cara penggunaannya cukup mudah. Taburkan baking soda secara merata di permukaan sofa, terutama di area yang sering diduduki.
Diamkan selama minimal 2–4 jam, atau semalaman untuk bau yang cukup kuat. Setelah itu, bersihkan menggunakan vacuum cleaner hingga tidak ada sisa bubuk yang tertinggal. Metode ini sangat cocok untuk sofa berbahan kain.
Silahkan lihat harganya Baking Soda yang Berkualitas.
Menghilangkan Bau dengan Campuran Cairan Alami
Untuk bau yang lebih membandel, kamu bisa menggunakan campuran cairan alami. Campurkan air bersih dengan sedikit cuka atau perasan lemon, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan tipis-tipis ke permukaan sofa dari jarak aman. Jangan sampai sofa terlalu basah, cukup lembap saja. Cairan ini membantu menetralkan bau tanpa meninggalkan aroma menyengat setelah kering.
Menggunakan Pewangi Khusus Kain Sofa
Jika ingin hasil yang lebih praktis, kamu bisa menggunakan pewangi khusus kain atau fabric spray. Pilih produk yang memang diformulasikan untuk sofa agar aman digunakan. Semprotkan secara merata dan biarkan sofa mengering dengan sendirinya.
Pewangi ini tidak hanya menyamarkan bau, tetapi juga membantu memberikan aroma segar yang lebih tahan lama. Silahkan lihat harganya pewangi kain yang aman.
Pentingnya Proses Pengeringan
Setelah menghilangkan bau, pastikan sofa dikeringkan dengan benar. Bukalah jendela agar sirkulasi udara lancar atau gunakan kipas angin. Sofa yang masih lembap berisiko menimbulkan bau apek baru. Pengeringan yang maksimal membantu menjaga sofa tetap segar lebih lama.
Dengan penanganan yang tepat dan tidak terburu-buru, bau tidak sedap pada sofa bisa dihilangkan secara efektif. Sofa pun kembali nyaman digunakan dan ruangan terasa lebih bersih serta menyenangkan.
5. Keringkan Sofa dengan Benar Agar Tidak Bau Apek.
Setelah proses pembersihan selesai, tahap pengeringan sering kali dianggap sepele. Padahal, sofa yang tidak dikeringkan dengan benar justru berisiko menimbulkan bau apek, jamur, bahkan membuat bahan sofa lebih cepat rusak. Oleh karena itu, proses pengeringan perlu dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak terburu-buru.
Pentingnya Proses Pengeringan Sofa
Sisa air atau kelembapan yang tertinggal di dalam busa dan kain sofa dapat menjadi penyebab utama munculnya bau tidak sedap. Selain itu, kondisi lembap juga bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Dengan pengeringan yang baik, sofa akan lebih awet, nyaman digunakan, dan tetap higienis.
Buka Ventilasi untuk Sirkulasi Udara
Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Buka jendela dan pintu agar udara segar bisa masuk dan membantu mempercepat pengeringan. Aliran udara yang lancar akan mengurangi kelembapan dan mencegah bau apek muncul kembali pada sofa.
Gunakan Kipas Angin atau Air Circulator
Jika sofa dibersihkan di dalam ruangan, kipas angin bisa menjadi solusi efektif. Arahkan kipas ke bagian sofa yang lembap, terutama pada area dudukan dan sandaran. Penggunaan air circulator juga bisa membantu udara berputar lebih merata sehingga sofa lebih cepat kering.
Hindari Menjemur Sofa Terlalu Lama di Bawah Matahari
Sinar matahari memang membantu proses pengeringan, tetapi menjemur sofa terlalu lama di bawah terik matahari bisa berdampak buruk. Warna sofa berisiko cepat pudar, dan bahan kain atau kulit bisa menjadi kaku serta mudah retak. Jika ingin memanfaatkan sinar matahari, cukup angin-anginkan di tempat teduh dengan cahaya matahari tidak langsung.
Pastikan Sofa Benar-Benar Kering Sebelum Digunakan
Sebelum sofa kembali digunakan, pastikan seluruh bagian benar-benar kering, termasuk sela-sela dan bagian bawah dudukan. Sofa yang masih lembap saat digunakan dapat menyerap bau dari lingkungan sekitar dan membuat hasil pembersihan menjadi kurang maksimal.
Dengan melakukan proses pengeringan secara tepat, sofa tidak hanya terlihat bersih, tetapi juga terasa lebih segar dan nyaman digunakan dalam jangka waktu yang lama.
6. Lakukan Perawatan Secara Rutin.
Perawatan sofa secara rutin sering kali dianggap sepele, padahal inilah kunci utama agar sofa tetap bersih, nyaman digunakan, dan tidak cepat menimbulkan bau tidak sedap. Dengan perawatan yang konsisten, kamu tidak perlu sering melakukan pembersihan berat yang memakan waktu dan tenaga.
Rutin Membersihkan Debu dan Kotoran Ringan
Debu yang menumpuk di permukaan sofa bisa menjadi penyebab utama sofa terlihat kusam dan berbau. Biasakan untuk membersihkan sofa minimal satu kali dalam seminggu menggunakan vacuum cleaner atau lap kering. Fokuskan pembersihan pada area dudukan, sandaran, serta sela-sela sofa yang sering menjadi tempat berkumpulnya debu dan remah makanan.
Segera Bersihkan Noda yang Baru Muncul
Noda yang baru menempel akan jauh lebih mudah dibersihkan dibandingkan noda lama. Jika sofa terkena tumpahan minuman atau makanan, segera serap cairannya dengan kain bersih tanpa menggosok. Setelah itu, bersihkan secara perlahan menggunakan kain lembap agar noda tidak meresap lebih dalam ke serat sofa dan memicu bau.
Gunakan Pelindung Sofa
Penggunaan cover atau pelindung sofa sangat dianjurkan, terutama jika sofa sering digunakan oleh anak-anak atau hewan peliharaan. Cover sofa membantu melindungi permukaan dari kotoran, debu, dan cairan. Selain itu, cover juga lebih praktis karena bisa dilepas dan dicuci secara berkala, sehingga kebersihan sofa tetap terjaga.
Jaga Sirkulasi Udara di Ruangan
Sofa yang berada di ruangan lembap lebih mudah berbau apek. Pastikan ruang tamu memiliki sirkulasi udara yang baik dengan membuka jendela secara rutin atau menggunakan kipas dan ventilasi. Udara yang mengalir dengan baik membantu menjaga sofa tetap kering dan segar.
Lakukan Pembersihan Menyeluruh Secara Berkala
Selain perawatan harian, sesekali lakukan pembersihan menyeluruh, misalnya setiap beberapa bulan sekali. Pembersihan ini bisa dilakukan sendiri di rumah atau menggunakan jasa profesional. Langkah ini membantu mengangkat kotoran dan bau yang tidak terlihat di permukaan sofa.
Dengan menerapkan perawatan sofa secara rutin dan teratur, sofa akan lebih awet, tampil bersih lebih lama, dan ruang tamu pun terasa lebih nyaman untuk digunakan setiap hari.
Pembahasan Penting Lainnya.
Penyebab Sofa Cepat Kotor dan Bau yang Sering Tidak Disadari.
Sofa sering dianggap hanya sebagai tempat duduk dan bersantai, padahal fungsinya jauh lebih kompleks dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari menerima tamu, tempat berkumpul keluarga, hingga menjadi area bermain anak. Karena sering digunakan, sofa menjadi salah satu furnitur yang paling rentan kotor dan berbau. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari apa saja penyebab utama sofa cepat kotor dan bau, sehingga masalah ini terus berulang meski sudah dibersihkan.
1. Debu dan Kotoran dari Udara
Salah satu penyebab paling umum sofa cepat kotor adalah debu yang beterbangan di udara. Debu bisa berasal dari luar rumah, ventilasi, kipas angin, atau AC. Sofa, terutama yang berbahan kain, sangat mudah menangkap partikel debu dan menyimpannya di serat-serat halus. Jika tidak rutin dibersihkan, debu akan menumpuk, membuat sofa terlihat kusam, dan menimbulkan bau tidak sedap.
2. Keringat dan Minyak dari Tubuh
Tanpa disadari, keringat dan minyak alami dari tubuh kita berpindah ke permukaan sofa setiap kali duduk atau berbaring. Dalam jangka waktu tertentu, sisa keringat ini akan meresap ke dalam bahan sofa dan menimbulkan bau apek. Hal ini sering terjadi pada sofa yang sering digunakan tanpa alas atau cover tambahan.
3. Sisa Makanan dan Minuman
Kebiasaan makan dan minum di sofa juga menjadi penyebab sofa cepat kotor. Remahan makanan, tumpahan minuman, atau bekas saus yang tidak terlihat bisa masuk ke sela-sela sofa. Awalnya mungkin tidak menimbulkan masalah, tetapi lama-kelamaan sisa makanan ini bisa menjadi sumber bau tidak sedap dan bahkan mengundang serangga.
4. Kelembapan Ruangan
Ruangan yang lembap dan minim sirkulasi udara sangat berpengaruh pada kondisi sofa. Kelembapan membuat sofa sulit kering, terutama setelah dibersihkan atau terkena air. Kondisi ini dapat memicu bau apek dan meningkatkan risiko tumbuhnya jamur, yang tidak hanya berbau tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.
5. Bulu dan Kotoran Hewan Peliharaan
Bagi rumah yang memiliki hewan peliharaan, sofa menjadi salah satu furnitur yang paling cepat kotor. Bulu hewan, air liur, dan bau alami hewan dapat menempel di sofa. Jika tidak dibersihkan secara rutin, sofa akan cepat berbau dan terasa kurang nyaman digunakan.
6. Jarang Dibersihkan Secara Rutin
Sofa yang jarang dibersihkan akan lebih mudah menyimpan kotoran dan bau. Banyak orang hanya membersihkan sofa ketika sudah terlihat sangat kotor atau baunya sudah menyengat. Padahal, pembersihan ringan secara rutin seperti vacuum seminggu sekali bisa mencegah kotoran menumpuk terlalu dalam.
7. Penggunaan Cairan yang Tidak Tepat
Membersihkan sofa dengan cairan yang tidak sesuai justru bisa menimbulkan masalah baru. Sofa yang terlalu basah dan tidak dikeringkan dengan baik akan meninggalkan bau apek. Selain itu, sisa sabun atau pembersih yang tertinggal juga bisa menarik debu dan membuat sofa cepat kotor kembali.
8. Tidak Menggunakan Pelindung Sofa
Sofa tanpa cover atau pelindung akan lebih cepat terkena kotoran langsung. Pelindung sofa berfungsi sebagai lapisan tambahan yang mudah dilepas dan dicuci, sehingga sofa utama tetap lebih bersih dan awet.
Memahami penyebab sofa cepat kotor dan bau adalah langkah awal yang sangat penting sebelum melakukan pembersihan. Dengan mengetahui sumber masalahnya, kamu bisa melakukan perawatan yang lebih tepat dan mencegah sofa kembali kotor dalam waktu singkat. Sofa yang terawat dengan baik tidak hanya membuat ruang tamu terlihat lebih rapi, tetapi juga menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman dan sehat.
Kesalahan Umum Saat Membersihkan Sofa yang Sering dilakukan.
Membersihkan sofa memang terlihat sederhana, tetapi pada praktiknya banyak orang melakukan kesalahan tanpa disadari. Niat awal ingin membuat sofa kembali bersih dan segar, justru berujung pada sofa yang rusak, warnanya pudar, atau malah semakin bau. Kesalahan-kesalahan kecil ini sering terjadi karena kurangnya informasi tentang cara membersihkan sofa yang benar sesuai dengan bahannya.
Agar sofa di rumah tetap awet dan nyaman digunakan, penting untuk mengetahui apa saja kesalahan umum yang sering dilakukan saat membersihkan sofa, sekaligus memahami dampaknya.
1. Terlalu Banyak Menggunakan Air
Salah satu kesalahan paling sering adalah menggunakan terlalu banyak air saat membersihkan sofa, terutama sofa berbahan kain. Sofa yang terlalu basah akan menyerap air hingga ke bagian dalam busa. Akibatnya, sofa menjadi lama kering dan bisa menimbulkan bau apek. Selain itu, kelembapan berlebih juga bisa memicu tumbuhnya jamur dan bakteri di dalam sofa.
Membersihkan sofa sebaiknya menggunakan kain yang hanya lembap, bukan basah. Jika perlu cairan pembersih, gunakan secukupnya dan pastikan sofa dikeringkan dengan baik setelah dibersihkan.
2. Menggosok Noda Terlalu Keras
Ketika menghadapi noda membandel, banyak orang cenderung menggosok sofa dengan kuat agar noda cepat hilang. Padahal, cara ini justru bisa merusak serat kain sofa. Menggosok terlalu keras dapat membuat permukaan sofa menjadi kasar, berbulu, bahkan robek, terutama pada sofa berbahan kain halus atau beludru.
Cara yang lebih aman adalah menekan dan mengusap noda secara perlahan dengan gerakan satu arah. Jika noda belum hilang, ulangi prosesnya beberapa kali tanpa perlu menggosok dengan tenaga berlebihan.
3. Salah Memilih Cairan Pembersih
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan cairan pembersih yang tidak sesuai, seperti deterjen pakaian, pembersih lantai, atau cairan kimia keras. Bahan-bahan ini memang bisa menghilangkan noda, tetapi berisiko merusak warna dan tekstur sofa. Bahkan, residu bahan kimia bisa tertinggal dan menimbulkan bau menyengat.
Sebaiknya gunakan sabun cair yang lembut atau cairan pembersih khusus sofa. Jika ragu, selalu lakukan uji coba pada bagian sofa yang tidak terlihat terlebih dahulu untuk memastikan aman digunakan.
4. Tidak Membersihkan Debu Terlebih Dahulu
Langsung membersihkan sofa dengan cairan tanpa mengangkat debu terlebih dahulu juga termasuk kesalahan yang sering terjadi. Debu dan kotoran kering yang menempel bisa berubah menjadi noda baru ketika terkena air, sehingga sofa justru terlihat semakin kotor.
Sebelum membersihkan noda, pastikan debu sudah diangkat menggunakan vacuum cleaner atau lap kering. Langkah sederhana ini sangat membantu hasil pembersihan agar lebih maksimal.
5. Mengabaikan Proses Pengeringan
Banyak orang menganggap sofa akan kering dengan sendirinya setelah dibersihkan. Padahal, pengeringan yang tidak maksimal bisa menyebabkan bau tidak sedap dan membuat sofa terasa lembap saat digunakan. Sofa yang masih lembap juga lebih cepat kotor kembali.
Setelah membersihkan sofa, pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Buka jendela atau gunakan kipas angin untuk membantu proses pengeringan. Hindari duduk di sofa sebelum benar-benar kering agar hasil pembersihan tidak sia-sia.
6. Membersihkan Sofa Tanpa Memperhatikan Jenis Bahannya
Setiap sofa memiliki bahan yang berbeda dan membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Membersihkan sofa kain dengan cara yang sama seperti sofa kulit bisa menyebabkan kerusakan. Sofa kulit, misalnya, tidak cocok dibersihkan dengan air berlebihan karena bisa membuat permukaannya retak atau mengelupas.
Memahami jenis bahan sofa sebelum membersihkannya adalah langkah penting agar sofa tetap awet dan tampilannya terjaga.
7. Menunda Membersihkan Noda Terlalu Lama
Kesalahan terakhir yang sering dilakukan adalah menunda membersihkan noda. Noda yang dibiarkan terlalu lama akan meresap ke dalam serat sofa dan menjadi lebih sulit dibersihkan. Selain itu, noda lama juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.
Membersihkan noda sebaiknya dilakukan sesegera mungkin saat noda masih baru. Dengan begitu, proses pembersihan akan lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak cairan pembersih.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum saat membersihkan sofa, kamu bisa menjaga sofa tetap bersih, nyaman, dan tahan lama. Perawatan yang tepat tidak hanya membuat sofa terlihat lebih rapi, tetapi juga membantu menjaga kebersihan dan kesehatan seluruh anggota keluarga.
Cukup sekian dan silahkan baca juga tentang









