Selimut menjadi salah satu benda yang hampir selalu menemani waktu istirahat kita setiap hari. Saat tubuh lelah setelah beraktivitas, selimut yang lembut dan bersih bisa memberi rasa nyaman sekaligus membantu tidur lebih nyenyak. Karena sering digunakan, selimut juga mudah terkena debu, keringat, atau kotoran yang jika dibiarkan bisa membuatnya terasa kurang nyaman.
Banyak orang baru sadar pentingnya menjaga kondisi selimut ketika teksturnya mulai terasa kasar atau muncul bau tidak sedap. Padahal, dengan kebiasaan sederhana dalam penggunaan sehari-hari, selimut bisa tetap terasa empuk dan enak dipakai dalam waktu lama. Itulah sebabnya, memahami cara yang tepat untuk menjaganya menjadi hal yang penting bagi kenyamanan di kamar tidur.

7 Tips Merawat Selimut agar Tetap Lembut dan Awet Tahan Lama.
1. Kenali Jenis Bahan Selimut.
Langkah pertama sebelum merawat selimut adalah mengenali bahan dasar yang digunakan. Ini penting karena setiap bahan punya karakter berbeda, mulai dari tingkat kelembutan, daya serap, hingga ketahanannya terhadap air dan panas. Kalau salah perlakuan, selimut bisa jadi kasar, menyusut, atau cepat rusak.
Berikut beberapa jenis bahan selimut yang paling umum beserta cara perawatannya:
a. Selimut Katun (Cotton)
Katun adalah bahan yang paling sering digunakan karena adem, lembut, dan mudah menyerap keringat. Selimut katun cocok untuk iklim tropis seperti di Indonesia.
Ciri-ciri:
- Teksturnya lembut dan ringan
- Tidak panas saat dipakai
- Mudah dicuci
Tips perawatan:
- Bisa dicuci dengan mesin cuci
- Gunakan air dingin atau hangat
- Hindari pemutih agar warna tidak pudar
- Keringkan dengan suhu rendah atau jemur di tempat teduh
b. Selimut Fleece
Fleece terbuat dari serat sintetis yang terasa sangat lembut dan hangat. Biasanya dipakai di ruangan ber-AC atau daerah dingin.
Ciri-ciri:
- Sangat lembut dan ringan
- Menyimpan panas dengan baik
- Cepat kering
Tips perawatan:
- Cuci dengan air dingin
- Gunakan deterjen lembut
- Jangan pakai pelembut berlebihan karena bisa bikin serat menggumpal
- Keringkan dengan suhu rendah
c. Selimut Wol
Selimut wol dikenal hangat dan tahan lama, tapi bahannya cukup sensitif.
Ciri-ciri:
- Sangat hangat
- Tekstur agak tebal
- Serat alami dari bulu domba
Tips perawatan:
- Sebaiknya cuci tangan atau dry clean
- Gunakan air dingin
- Jangan diperas atau digantung saat basah karena bisa melar
- Keringkan dengan cara dibentangkan di permukaan datar
d. Selimut Microfiber
Microfiber terbuat dari serat sintetis yang sangat halus. Banyak dipilih karena ringan dan terasa lembut seperti bulu.
Ciri-ciri:
- Halus dan lembut
- Ringan tapi hangat
- Tidak mudah kusut
Tips perawatan:
- Cuci dengan air dingin
- Jangan dicampur dengan kain berbulu
- Hindari pelembut karena bisa mengurangi kelembutan alami
- Keringkan suhu rendah
e. Selimut Bulu atau Sherpa
Selimut jenis ini punya lapisan seperti bulu domba di satu sisi dan kain halus di sisi lainnya. Tampilan mewah dan sangat empuk.
Ciri-ciri:
- Sangat lembut dan tebal
- Terasa hangat dan empuk
- Tampilan elegan
Tips perawatan:
- Cuci dengan mode lembut
- Gunakan air dingin
- Jangan disikat atau digosok keras
- Jemur di tempat teduh atau keringkan suhu rendah
f. Selimut Sutra atau Satin
Jenis ini biasanya dipakai sebagai selimut tipis atau lapisan karena terasa sangat halus di kulit.
Ciri-ciri:
- Sangat halus dan licin
- Terlihat mengkilap
- Terasa sejuk
Tips perawatan:
- Sebaiknya cuci tangan
- Gunakan deterjen khusus kain halus
- Jangan diperas
- Jemur di tempat teduh
g. Selimut Bulu Angsa (Down) atau Sintetis
Selimut ini berisi bulu angsa asli atau serat sintetis sebagai isian.
Ciri-ciri:
- Tebal dan mengembang
- Sangat hangat
- Ringan saat dipakai
Tips perawatan:
- Cuci dengan mesin kapasitas besar
- Gunakan deterjen khusus down
- Bilas hingga bersih
- Keringkan sambil dibolak-balik agar isian tidak menggumpal
Pentingnya Membaca Label Perawatan
Selain mengenali bahan, jangan lupa cek label perawatan yang biasanya ada di sudut selimut. Di sana terdapat simbol atau tulisan tentang:
- Suhu air yang dianjurkan
- Boleh atau tidak pakai mesin cuci/pengering
- Boleh disetrika atau tidak
- Larangan penggunaan pemutih
Label ini adalah panduan paling aman karena sesuai rekomendasi pabrik.
Kesimpulan.
Dengan mengenali jenis bahan selimut, kamu jadi tahu cara merawat yang paling tepat. Selimut katun tentu berbeda perlakuannya dengan wol atau fleece. Kebiasaan sederhana ini bisa mencegah selimut cepat rusak, menjaga kelembutannya, dan membuatnya lebih awet dipakai dalam jangka panjang.
Semakin paham bahannya, semakin mudah juga menjaga selimut tetap nyaman setiap hari.
Silahkan baca juga tentang perawatan kasur lengkap.
2. Cuci Secara Rutin, Tapi Jangan Terlalu Sering.
Mencuci selimut memang penting supaya tetap bersih dan nyaman digunakan. Setiap hari, selimut terpapar keringat, minyak dari kulit, debu, dan bahkan tungau yang tidak terlihat. Kalau dibiarkan terlalu lama, selimut bisa jadi bau, terasa lembap, dan kurang higienis.
Namun di sisi lain, mencuci selimut terlalu sering juga tidak baik. Proses pencucian, terutama dengan mesin, bisa membuat serat kain cepat aus, warna memudar, dan selimut kehilangan kelembutannya. Jadi, kuncinya adalah menemukan frekuensi yang pas: cukup rutin, tapi tidak berlebihan.
Seberapa Sering Idealnya Selimut Dicuci?
Tidak ada aturan mutlak, tapi secara umum kamu bisa mengikuti panduan berikut:
- Setiap 1–2 bulan sekali untuk selimut yang dipakai setiap hari dengan seprai atau sarung pelindung.
- Setiap 2–3 minggu sekali jika kamu sering tidur langsung dengan selimut tanpa pelapis.
- Lebih sering (sekitar 2–4 minggu sekali) jika:
- Kamu mudah berkeringat saat tidur
- Punya alergi debu atau asma
- Ada hewan peliharaan yang naik ke tempat tidur
- Selimut terkena tumpahan atau noda
Dengan jadwal ini, selimut tetap bersih tanpa harus terlalu sering dicuci.
Tanda Selimut Sudah Perlu Dicuci
Kadang kita lupa kapan terakhir mencuci selimut. Perhatikan tanda-tanda berikut:
- Tercium bau apek atau tidak segar
- Terasa lembap atau lengket saat dipakai
- Ada noda yang terlihat
- Warna tampak kusam
- Menimbulkan gatal atau bersin saat digunakan
Kalau sudah muncul tanda-tanda ini, sebaiknya selimut segera dicuci meskipun belum waktunya.
Kalau Tidak Dicuci, Apa yang Bisa Dilakukan?
Agar selimut tetap segar di antara waktu pencucian, kamu bisa:
- Menjemur selimut di pagi hari setiap 1–2 minggu untuk menghilangkan bau dan kelembapan
- Mengibaskan atau menepuk ringan selimut saat merapikan tempat tidur agar debu rontok
- Mengangin-anginkan selimut di ruangan dengan sirkulasi udara baik
Cara ini membantu menjaga kebersihan tanpa harus sering mencuci.
Dampak Mencuci Terlalu Sering
Kalau selimut dicuci terlalu sering, terutama dengan cara yang kurang tepat, bisa terjadi:
- Serat kain menjadi kasar
- Selimut menipis dan mudah sobek
- Warna cepat pudar
- Bentuk selimut berubah atau melar
- Isian selimut menggumpal (pada selimut tebal)
Inilah alasan kenapa mencuci selimut sebaiknya dilakukan seperlunya saja.
Gunakan Sarung Selimut sebagai Pelindung
Salah satu cara paling praktis untuk mengurangi frekuensi mencuci selimut adalah dengan memakai sarung selimut (duvet cover). Sarung ini lebih tipis dan mudah dicuci, jadi kamu bisa mencucinya setiap minggu, sementara selimut utamanya cukup dicuci lebih jarang.
Selain lebih praktis, sarung juga membantu menjaga selimut tetap bersih dan awet.
Kesimpulan
Mencuci selimut secara rutin penting untuk kebersihan dan kenyamanan tidur. Tapi ingat, terlalu sering mencuci justru bisa memperpendek umur selimut. Idealnya, cuci selimut setiap 1–2 bulan sekali, sesuaikan dengan kebiasaan tidur dan kondisi di rumah.
Dengan jadwal yang pas dan perawatan sederhana di antaranya, selimut akan tetap bersih, lembut, dan nyaman digunakan lebih lama.
Silahkan baca juga tentang tips mencuci sprei secara lengkap.
3. Gunakan Deterjen Cair yang Lembut.
Salah satu kunci agar selimut tetap lembut dan awet adalah pemilihan deterjen. Banyak orang tidak menyadari bahwa deterjen yang terlalu keras bisa merusak serat kain. Akibatnya, selimut jadi terasa kasar, warnanya cepat pudar, dan umur pakainya lebih pendek.
Deterjen lembut membantu membersihkan kotoran tanpa mengikis serat selimut, sehingga teksturnya tetap nyaman di kulit.
Kenapa Deterjen Lembut Itu Penting?
Selimut biasanya punya serat yang lebih tebal dan halus dibanding pakaian biasa. Jika dicuci dengan deterjen yang mengandung bahan kimia keras:
- Serat bisa menjadi kaku dan mudah rusak
- Warna selimut lebih cepat memudar
- Sisa deterjen bisa tertinggal dan menimbulkan rasa tidak nyaman di kulit
- Pada sebagian orang, bisa memicu iritasi atau gatal
Dengan deterjen lembut, selimut tetap bersih tapi kelembutannya terjaga.
Ciri-Ciri Deterjen yang Aman untuk Selimut
Saat memilih deterjen, perhatikan beberapa hal berikut:
- Berlabel “mild” atau “gentle”: artinya formulanya lebih ramah untuk serat halus
- Rendah busa: lebih mudah dibilas dan tidak meninggalkan residu
- Tanpa pemutih dan pewarna keras
- Aman untuk kulit sensitif, terutama jika selimut sering bersentuhan langsung dengan kulit
Untuk selimut bayi atau berbahan khusus seperti wol dan sutra, sebaiknya gunakan deterjen khusus kain halus.
Gunakan Deterjen Secukupnya
Lebih banyak deterjen tidak berarti lebih bersih. Justru:
- Residu bisa menempel di serat kain
- Selimut terasa berat dan kaku setelah kering
- Butuh bilasan lebih banyak agar benar-benar bersih
Cukup gunakan sesuai takaran pada kemasan, atau bahkan sedikit lebih sedikit untuk selimut yang tidak terlalu kotor.
Hindari Pemutih
Pemutih memang ampuh menghilangkan noda, tapi:
- Bisa merusak struktur serat kain
- Membuat warna cepat pudar atau menguning
- Menyebabkan kain jadi lebih kasar
Kalau ada noda membandel, lebih baik bersihkan dulu secara lokal dengan deterjen cair lembut, lalu cuci seperti biasa.
Deterjen Cair Lebih Dianjurkan
Deterjen cair biasanya:
- Lebbih mudah larut dalam air
- Tidak meninggalkan butiran di serat selimut tebal
- Lebih aman untuk bahan halus
Kalau memakai deterjen bubuk, pastikan benar-benar larut sebelum selimut dimasukkan.
Bilas Hingga Benar-Benar Bersih
Meski sudah memakai deterjen lembut, bilasan tetap penting. Jika perlu, tambahkan satu kali bilasan ekstra agar tidak ada sisa deterjen yang tertinggal. Selimut yang bersih dari residu akan terasa lebih ringan, lembut, dan tidak bau.
Kesimpulan
Menggunakan deterjen yang lembut dan secukupnya adalah langkah sederhana tapi sangat berpengaruh pada kualitas selimut. Dengan deterjen yang tepat, selimut bisa tetap bersih, lembut di kulit, warnanya terjaga, dan tidak cepat rusak.
Perhatian kecil saat memilih deterjen bisa membuat selimut favoritmu nyaman dipakai lebih lama. Kalau belum punya, silahkan lihat harganya deterjen cair berkualitas di Shopee.
4. Keringkan dengan Cara yang Tepat.
Setelah dicuci, proses pengeringan punya peran besar dalam menjaga selimut tetap lembut dan awet. Banyak selimut yang jadi kaku, bau apek, atau bahkan rusak bukan karena salah mencuci, tapi karena cara mengeringkannya kurang tepat. Karena itu, tahap ini tidak boleh dianggap sepele.
Ada dua cara umum mengeringkan selimut: menggunakan mesin pengering atau menjemur secara alami. Keduanya aman asalkan dilakukan dengan benar.
Mengeringkan dengan Mesin Pengering
Kalau kamu menggunakan dryer, perhatikan hal-hal berikut:
- Pilih suhu rendah
Suhu tinggi bisa membuat serat kain menyusut atau mengeras, terutama pada bahan microfiber, fleece, dan wol. Suhu rendah membantu menjaga bentuk dan kelembutan selimut. - Gunakan mode lembut
Mode gentle atau low heat lebih aman untuk selimut agar tidak terlalu banyak gesekan. - Tambahkan bola pengering
Bola dryer atau bola tenis bersih bisa membantu selimut tetap mengembang dan mencegah isian menggumpal, terutama untuk selimut tebal atau berbulu. - Jangan terlalu penuh
Pastikan selimut punya ruang untuk berputar agar kering merata dan tidak terlipat terus di satu sisi.
Menjemur Secara Alami
Menjemur di bawah sinar matahari adalah cara yang lebih hemat dan ramah bahan, tapi tetap perlu teknik yang tepat:
- Jemur di tempat teduh dan berangin
Sinar matahari langsung terlalu lama bisa membuat warna cepat pudar dan bahan jadi kaku. Pilih area yang terang tapi tidak terpapar matahari terik sepanjang waktu. - Gantung atau bentangkan dengan rapi
Untuk selimut ringan, bisa digantung. Untuk selimut tebal atau berbahan wol, lebih baik dibentangkan di permukaan datar agar tidak melar karena berat air. - Balik secara berkala
Membalik selimut membantu semua bagian kering merata dan mencegah bagian dalam tetap lembap. - Hindari jemur malam hari
Udara malam cenderung lembap dan bisa membuat selimut sulit kering sempurna.
Sesuaikan dengan Jenis Bahan
Cara mengeringkan juga sebaiknya disesuaikan dengan bahan selimut:
- Katun & microfiber: aman dijemur atau dryer suhu rendah.
- Fleece & sherpa: lebih baik dryer suhu rendah agar tetap empuk.
- Wol & sutra: sebaiknya tidak digantung, cukup dibentangkan di tempat teduh.
- Down/bulu angsa: perlu dryer suhu rendah sambil dibolak-balik agar tetap mengembang.
Hindari Kesalahan Umum
Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari:
- Mengeringkan dengan suhu tinggi
- Menjemur terlalu lama di matahari terik
- Membiarkan selimut menumpuk saat basah
- Mengambil selimut saat masih lembap
Kesalahan ini bisa menyebabkan selimut bau apek, serat rusak, dan isian menggumpal.
Kesimpulan
Mengeringkan selimut dengan cara yang tepat membantu menjaga kelembutan, bentuk, dan kebersihannya. Baik memakai mesin pengering maupun menjemur, kuncinya adalah suhu rendah, sirkulasi udara yang baik, dan memastikan selimut benar-benar kering sebelum digunakan atau disimpan.
Dengan pengeringan yang benar, selimut akan tetap empuk, segar, dan nyaman dipakai setiap hari.
5. Simpan di Tempat yang Bersih dan Kering.
Cara menyimpan selimut sama pentingnya dengan cara mencucinya. Selimut yang sudah bersih dan lembut bisa kembali bau atau bahkan rusak kalau disimpan di tempat yang salah. Karena itu, pastikan selimut disimpan di lokasi yang bersih, kering, dan punya sirkulasi udara yang baik.
Mengapa Penyimpanan Itu Penting?
Saat tidak digunakan, selimut tetap bisa terkena debu, lembap, dan serangga. Jika disimpan di tempat yang lembap:
- Selimut bisa berbau apek
- Jamur mudah tumbuh
- Serat kain bisa cepat rusak
- Warna bisa berubah kusam
Penyimpanan yang baik membantu menjaga selimut tetap segar sampai dipakai kembali.
Pastikan Selimut Sudah Benar-Benar Kering
Sebelum disimpan, pastikan selimut sudah kering sempurna, termasuk bagian dalamnya. Selimut tebal sering terasa kering di luar, tapi masih lembap di dalam. Kalau langsung disimpan, kelembapan ini bisa memicu jamur dan bau tidak sedap.
Tipsnya:
- Jemur atau keringkan sedikit lebih lama
- Balik selimut beberapa kali
- Raba bagian tengah untuk memastikan tidak ada rasa lembap
Pilih Tempat yang Tepat
Tempat penyimpanan ideal untuk selimut antara lain:
- Lemari pakaian yang kering
- Rak tertutup
- Laci khusus linen
- Lemari berbahan kayu atau plastik yang bersih
Hindari menyimpan selimut di:
- Kamar mandi
- Gudang lembap
- Dekat dinding yang sering basah
- Area yang jarang dibuka dan pengap
Kalau lemari sering tertutup, sesekali buka pintunya agar udara bisa berganti.
Gunakan Wadah atau Kantong yang Sesuai
Untuk melindungi selimut dari debu dan serangga, kamu bisa memakai:
- Kantong kain atau katun → aman karena tetap “bernapas”
- Kotak plastik tertutup → pastikan benar-benar kering di dalam
- Vacuum bag → cocok untuk hemat tempat, tapi jangan terlalu lama agar serat tidak tertekan terus-menerus
Hindari kantong plastik tipis biasa karena bisa menahan kelembapan dan membuat selimut jadi bau.
Tambahkan Pengharum atau Penyerap Lembap
Agar selimut tetap segar saat disimpan, kamu bisa menambahkan:
- Silica gel atau penyerap lembap
- Arang aktif
- Kapur barus secukupnya
- Pewangi lemari
Letakkan di sekitar selimut, bukan langsung menempel di kain, supaya tidak meninggalkan bau terlalu tajam atau noda.
Lipat dengan Rapi, Jangan Terlalu Padat
Lipat selimut dengan rapi dan jangan ditekan terlalu padat. Menyimpan selimut dalam kondisi tertekan terlalu lama bisa membuat:
- Isian jadi menggumpal
- Bentuk selimut berubah
- Tekstur jadi kurang mengembang
Kalau selimut tebal, sesekali keluarkan dan kibaskan agar kembali mengembang.
Jauhkan dari Sinar Matahari Langsung
Walau sinar matahari bagus saat menjemur, tapi untuk penyimpanan jangka panjang sebaiknya hindari tempat yang terkena matahari langsung. Paparan terus-menerus bisa membuat warna cepat pudar dan bahan menjadi kaku.
Periksa Secara Berkala
Meski jarang dipakai, sebaiknya selimut tetap dicek setiap 1–2 bulan:
- Keluarkan sebentar
- Angin-anginkan
- Pastikan tidak ada bau, jamur, atau serangga
Kebiasaan ini membantu menjaga selimut tetap segar dan siap dipakai kapan saja.
Kesimpulan
Menyimpan selimut di tempat yang bersih dan kering adalah kunci agar selimut tetap awet dan nyaman digunakan. Pastikan selimut benar-benar kering, gunakan wadah yang tepat, dan pilih lokasi yang tidak lembap. Dengan penyimpanan yang baik, selimut akan tetap lembut, bebas bau, dan tahan lama meski jarang dipakai.
Perawatan sederhana ini sering dianggap sepele, tapi dampaknya besar untuk menjaga kualitas selimut favoritmu.
6. Gunakan Seprai atau Sarung Selimut.
Salah satu cara paling praktis untuk menjaga selimut tetap bersih dan awet adalah dengan menggunakan sarung selimut atau seprai sebagai lapisan pelindung. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini punya pengaruh besar terhadap kebersihan dan usia pakai selimut.
Saat tidur, tubuh kita mengeluarkan keringat, minyak alami, dan kadang sisa produk seperti lotion atau parfum. Kalau selimut dipakai langsung tanpa pelindung, semua itu akan menempel pada serat kain dan membuat selimut lebih cepat kotor, bau, bahkan jadi sarang tungau.
Kenapa Sarung Selimut Itu Penting?
Dengan adanya sarung, kotoran dan keringat akan lebih banyak menempel di lapisan luar, bukan langsung ke selimut utama. Artinya:
- Selimut jadi lebih jarang dicuci
- Serat selimut tidak cepat rusak
- Selimut tetap lembut dan bersih lebih lama
Sarung selimut juga membantu menjaga warna dan bentuk selimut agar tidak cepat pudar atau berubah.
Lebih Mudah Dicuci dan Dirawat
Sarung selimut biasanya lebih tipis dan ringan dibanding selimut, sehingga:
- Lebih mudah dicuci dengan mesin
- Lebih cepat kering
- Bisa dicuci lebih sering, misalnya seminggu sekali
Sementara itu, selimut utama cukup dicuci setiap 1–2 bulan sekali, tergantung pemakaian. Ini membuat perawatan jadi lebih praktis dan hemat waktu.
Pilih Bahan Sarung yang Nyaman
Agar tidur tetap nyaman, pilih sarung selimut dari bahan yang:
- Lembut di kulit, seperti katun atau microfiber
- Mudah menyerap keringat
- Tidak panas
Bahan yang nyaman juga membantu kualitas tidur, apalagi di cuaca panas atau saat memakai AC.
Ukuran Harus Pas
Pastikan ukuran sarung sesuai dengan ukuran selimut. Sarung yang terlalu kecil akan sulit dipasang dan bisa menarik selimut hingga menggumpal. Sementara yang terlalu besar membuat selimut mudah bergeser di dalamnya dan terasa tidak rapi saat dipakai.
Kalau perlu, pilih sarung dengan kancing atau resleting agar selimut tetap di tempatnya.
Bikin Tampilan Kamar Lebih Rapi
Selain fungsi perlindungan, sarung selimut juga bisa mempercantik tampilan kamar. Kamu bisa:
- Ganti warna atau motif sesuai suasana
- Menyesuaikan dengan tema kamar tidur
- Memberi kesan kamar selalu bersih dan segar
Tanpa harus ganti selimut, tampilan kamar bisa terasa baru hanya dengan mengganti sarungnya.
Tips Tambahan
- Cuci sarung selimut secara rutin, idealnya seminggu sekali.
- Siapkan lebih dari satu sarung agar bisa diganti saat yang lain dicuci.
- Pastikan sarung benar-benar kering sebelum dipasang kembali agar tidak menimbulkan bau apek.
Kesimpulan
Menggunakan seprai atau sarung selimut adalah cara sederhana tapi sangat efektif untuk menjaga selimut tetap lembut dan awet. Selain melindungi dari kotoran dan keringat, sarung juga memudahkan perawatan dan membuat kamar terlihat lebih rapi. Dengan kebiasaan ini, selimut favoritmu bisa bertahan lebih lama dan tetap nyaman digunakan setiap hari.
Silahkan baca juga tips membeli sprei yang bagus.
7. Tangani Noda Sejak Dini.
Noda pada selimut bisa datang dari mana saja, mulai dari tumpahan minuman, sisa makanan, keringat, hingga noda kosmetik. Kalau dibiarkan terlalu lama, noda akan makin sulit dibersihkan dan bisa meninggalkan bekas permanen. Karena itu, langkah terbaik adalah langsung menanganinya begitu noda muncul.
Semakin cepat dibersihkan, semakin besar peluang selimut kembali bersih tanpa harus dicuci keseluruhan.
Kenapa Noda Harus Segera Ditangani?
Saat noda masih baru, kotoran belum sempat meresap ke dalam serat kain. Jika dibiarkan:
- Noda bisa mengering dan mengikat serat kain
- Warna selimut bisa berubah di bagian tertentu
- Bau tidak sedap bisa muncul
- Selimut perlu dicuci berulang kali, yang bisa mempercepat kerusakan bahan
Dengan penanganan cepat, kamu bisa menjaga tampilan dan kelembutan selimut tetap terjaga.
Langkah Dasar Membersihkan Noda di Selimut
Berikut cara sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah:
- Serap, jangan digosok
Jika noda masih basah, tekan perlahan dengan tisu atau kain bersih untuk menyerap cairan. Hindari menggosok karena bisa membuat noda menyebar dan merusak serat kain. - Gunakan air dingin
Basahi area noda dengan air dingin. Air panas justru bisa membuat noda seperti darah atau susu semakin menempel. - Pakai sabun atau deterjen cair lembut
Teteskan sedikit pada noda, lalu tepuk-tepuk perlahan dengan kain atau spons bersih. - Diamkan sebentar
Biarkan 5–10 menit agar sabun bekerja mengangkat kotoran. - Bilas hingga bersih
Bilas bagian tersebut dengan air dingin sampai tidak ada busa tersisa. - Keringkan dengan ditekan
Tekan dengan handuk kering untuk menyerap air, lalu angin-anginkan sampai kering.
Penanganan Berdasarkan Jenis Noda
Beberapa noda umum dan cara menanganinya:
- Noda minuman (teh, kopi, jus)
Segera bilas dengan air dingin, lalu gunakan deterjen cair. Untuk noda kopi, bisa ditambah sedikit cuka putih. - Noda makanan berminyak
Taburi sedikit bedak bayi atau baking soda untuk menyerap minyak, diamkan beberapa menit, lalu bersihkan dengan sabun cair. - Noda darah
Gunakan air dingin saja. Jangan pakai air panas karena bisa membuat noda menetap. - Noda keringat atau bau
Campuran air dan cuka putih (1:1) bisa membantu menghilangkan noda dan bau, lalu bilas bersih. - Noda kosmetik atau lipstik
Gunakan sedikit sabun cuci piring lembut atau alkohol pada kapas, tepuk perlahan, lalu bilas.
Hal yang Perlu Dihindari
Agar selimut tidak rusak saat membersihkan noda, hindari:
- Menggosok terlalu keras
- Menggunakan pemutih tanpa tahu jenis bahan
- Memakai air panas sembarangan
- Mengeringkan dengan panas sebelum noda benar-benar hilang (karena bisa mengunci noda)
Kapan Perlu Dicuci Menyeluruh?
Jika noda cukup besar, berbau, atau sudah meresap, sebaiknya selimut dicuci secara menyeluruh setelah penanganan awal. Pastikan tetap mengikuti aturan perawatan sesuai jenis bahannya.
Kesimpulan
Menangani noda sejak dini adalah kunci agar selimut tetap bersih, lembut, dan enak dipakai. Dengan langkah sederhana dan cepat, kamu bisa mencegah noda membandel dan menjaga selimut favorit tetap terlihat seperti baru lebih lama.
Kebiasaan kecil ini sangat membantu memperpanjang usia selimut tanpa harus sering mencucinya.
Pembahasan Penting Lainnya.
Kesalahan Umum Saat Merawat Selimut dan Cara Menghindarinya.
Selimut adalah teman setia saat tidur, memberikan rasa hangat dan nyaman. Namun, banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan saat merawat selimut yang justru membuatnya cepat rusak, kasar, atau kehilangan warna. Dengan mengenali kesalahan-kesalahan ini, kamu bisa menjaga selimut tetap lembut, awet, dan nyaman dipakai.
Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi beserta cara menghindarinya.
1. Mencuci Selimut Terlalu Sering atau Jarang
Beberapa orang terlalu sering mencuci selimut karena ingin selalu bersih, sementara yang lain menunda mencuci terlalu lama karena malas. Kedua hal ini bisa merusak kualitas selimut.
Solusi:
- Cuci selimut setiap 1–2 bulan sekali jika digunakan rutin.
- Untuk selimut tamu atau jarang dipakai, cukup dijemur secara berkala untuk menjaga kesegaran.
2. Menggunakan Air Terlalu Panas
Air panas memang efektif membersihkan noda, tapi bisa membuat serat selimut menyusut atau rusak, terutama pada bahan seperti wol, fleece, atau microfiber.
Solusi:
Gunakan air dingin atau hangat sesuai petunjuk pada label perawatan. Ini akan menjaga bentuk dan kelembutan selimut lebih lama.
3. Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen atau Pemutih
Banyak orang berpikir lebih banyak deterjen atau pemutih membuat selimut lebih bersih. Padahal, sisa deterjen bisa membuat kain terasa kaku dan pemutih bisa memudarkan warna.
Solusi:
- Gunakan deterjen secukupnya dan pilih yang lembut.
- Hindari pemutih pada selimut berwarna.
- Jika ingin lebih lembut, bisa gunakan sedikit cuka saat bilasan terakhir.
4. Memutar Mesin Cuci Terlalu Keras atau Memeras Selimut
Memeras selimut terlalu keras atau memilih mode mesin cuci dengan putaran cepat bisa merusak serat kain, membuat selimut kehilangan bentuk, atau kusut.
Solusi:
- Gunakan mode “gentle” atau “delicate” pada mesin cuci.
- Untuk selimut berbahan halus, cuci dengan tangan lebih aman.
5. Menjemur Selimut di Sinar Matahari Terik
Menjemur selimut langsung di bawah sinar matahari terlalu lama dapat membuat warna cepat pudar dan serat kain terasa kaku.
Solusi:
- Jemur di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik.
- Bisa dijemur sebentar di pagi hari agar tetap segar tanpa merusak warna.
6. Menyimpan Selimut Saat Masih Lembap
Beberapa orang langsung menyimpan selimut setelah dicuci, padahal masih lembap. Hal ini bisa menyebabkan bau apek, jamur, atau tungau.
Solusi:
Pastikan selimut benar-benar kering sebelum disimpan. Gunakan lemari kering, kantong kain, atau vacuum bag untuk perlindungan ekstra.
7. Mengabaikan Noda atau Kotoran
Selimut yang terkena noda dibiarkan begitu saja hingga mengering dan meresap ke serat kain.
Solusi:
Segera bersihkan noda dengan sabun lembut atau deterjen cair, bilas dengan air bersih, dan jangan digosok terlalu keras.
8. Tidak Menggunakan Sarung Selimut atau Seprai
Selimut langsung dipakai tanpa lapisan pelindung akan lebih cepat kotor dan memerlukan pencucian lebih sering.
Solusi:
Gunakan sarung selimut atau seprai sebagai pelindung. Selain menjaga kebersihan, ini juga membuat selimut lebih awet dan nyaman dipakai.
9. Mengabaikan Tips Perawatan Tambahan
Selain mencuci dan menjemur, beberapa hal sederhana juga penting:
- Menjemur selimut secara berkala meski tidak dicuci.
- Menggoyang atau mengembang selimut setelah kering untuk menjaga kelembutan.
- Menggunakan pewangi lemari alami, seperti daun pandan atau lavender kering, untuk menjaga aroma selimut.
Kesimpulan
Merawat selimut tidak sulit, tapi memerlukan perhatian terhadap hal-hal yang sering terlewat. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, selimut kesayanganmu akan tetap lembut, awet, dan nyaman digunakan.
Ingat, selimut yang terawat bukan hanya membuat tidur lebih nyenyak, tapi juga membuat kamar terasa lebih nyaman dan bersih.
Tanda-tanda Selimut Perlu Dicuci atau Diganti.
Selimut adalah teman setia saat tidur. Selain memberi rasa hangat dan nyaman, selimut yang bersih juga penting untuk kesehatan. Namun, banyak orang sering tidak sadar kapan selimutnya perlu dicuci atau bahkan diganti. Jika dibiarkan, selimut yang kotor bisa membuat tidur tidak nyaman, menimbulkan alergi, bahkan menimbulkan bau tak sedap.
Mengenali tanda-tanda selimut perlu dicuci atau diganti penting agar rumah tetap bersih dan tidur tetap berkualitas. Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan.
1. Selimut Terasa Bau Apek
Bau yang muncul meski selimut sudah dijemur beberapa kali biasanya menandakan bahwa selimut sudah menumpuk kotoran, keringat, atau lembap terlalu lama. Bau apek ini bisa mengganggu kenyamanan tidur dan menandakan sudah waktunya dicuci.
Jika bau tidak hilang meski dicuci, mungkin selimut sudah terlalu lama dipakai dan bahan mulai rusak, sehingga menggantinya akan lebih baik.
2. Serat Selimut Mulai Kaku atau Kasar
Selimut yang lembut biasanya nyaman dipakai. Namun, jika seratnya mulai kasar, kaku, atau terasa berat, ini bisa jadi tanda:
- Penumpukan residu deterjen
- Serat kain mulai rusak
- Selimut terlalu sering dicuci tanpa perawatan yang tepat
Untuk selimut yang kaku, cobalah rendam sebentar dengan air hangat dan sedikit cuka atau gunakan pelembut kain. Jika masih kasar, selimut perlu diganti.
3. Warna Selimut Memudar atau Kusam
Warna yang memudar bukan hanya soal estetika, tapi juga menunjukkan selimut sudah sering dipakai dan dicuci. Selimut yang kusam cenderung kurang nyaman dipakai karena tampilan yang “lelah”.
Memperhatikan warna selimut juga penting untuk menjaga keselarasan dekorasi kamar.
4. Ada Noda atau Bekas Tumpahan
Noda yang menempel lama pada selimut bisa sulit hilang dan merusak serat kain. Noda makanan, minuman, atau kosmetik sebaiknya segera dibersihkan.
Jika noda tidak bisa hilang meski sudah dicuci berulang, pertimbangkan untuk mengganti selimut.
5. Muncul Tungau Debu atau Alergi
Selimut yang jarang dicuci bisa menjadi sarang tungau debu. Tanda-tandanya bisa berupa:
- Gatal-gatal saat tidur
- Bersin atau hidung tersumbat di pagi hari
- Kulit merah atau iritasi
Jika mengalami gejala alergi, segera cuci selimut atau ganti selimut lama dengan yang baru.
6. Selimut Tidak Mengembang Lagi
Selimut tebal biasanya terasa mengembang dan empuk saat dipakai. Jika selimut sudah menipis, berat, atau tidak mengembang meski sudah dicuci, ini menandakan serat dalam selimut sudah rusak.
Mengganti selimut akan lebih nyaman daripada terus memaksakan selimut yang sudah rusak.
7. Waktu Penggunaan Selimut Sudah Lama
Selain tanda fisik, durasi penggunaan selimut juga penting. Selimut yang sudah dipakai bertahun-tahun biasanya kehilangan kelembutan dan kekuatannya, meski terlihat masih bagus.
Sebagai panduan umum:
- Selimut tipis: 1–2 tahun
- Selimut tebal/bulu sintetis: 3–5 tahun
Setelah periode ini, sebaiknya selimut diganti agar kualitas tidur tetap terjaga.
Kesimpulan
Mengetahui kapan selimut perlu dicuci atau diganti sangat penting agar tidur tetap nyaman dan sehat. Tanda-tanda seperti bau apek, serat kasar, noda sulit hilang, muncul alergi, dan selimut yang tidak mengembang lagi bisa menjadi indikator.
Merawat selimut tidak hanya soal kebersihan, tapi juga menjaga kualitas tidur dan kesehatan keluarga. Jadi, jangan tunggu selimut rusak parah — perhatikan tanda-tanda ini dan pastikan selimut selalu bersih, lembut, dan nyaman.
Cukup sekian dan silahkan baca juga tentang tips yang benar saat memilih selimut.









