Sarung bantal adalah salah satu perlengkapan tidur yang paling sering bersentuhan langsung dengan kulit wajah dan rambut. Setiap malam, sarung ini bisa menyerap keringat, minyak dari kulit, sisa skincare, hingga debu yang tidak terlihat. Kalau jarang dirawat, sarung bantal bukan hanya jadi kusam dan bau, tapi juga bisa memicu masalah kulit.
Karena itu, memeliharanya dengan cara yang tepat sangatlah penting. Tidak hanya untuk menjaga kebersihannya, tapi juga demi kenyamanan tidur dan kesehatan. Yuk, simak tips lengkapnya di bawah ini!

11 Tips Merawat Sarung Bantal agar Tetap Bersih dan Wangi yang Perlu diterapkan.
1. Cuci Sarung Bantal Secara Rutin.
Mencuci sarung bantal secara rutin adalah langkah paling dasar sekaligus paling penting dalam menjaga kebersihan tempat tidur. Setiap malam, sarung bantal bersentuhan langsung dengan wajah, rambut, dan kulit kepala. Tanpa disadari, keringat, minyak alami kulit, sisa makeup, produk perawatan wajah, hingga debu dari udara akan menempel dan terserap ke dalam kain.
Jika dibiarkan terlalu lama tanpa dicuci, kotoran ini bisa menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan tungau. Inilah sebabnya sarung bantal yang jarang dicuci sering kali menjadi penyebab munculnya jerawat, kulit gatal, atau bau tidak sedap.
Seberapa Sering Harus Dicuci?
Idealnya, sarung bantal dicuci setiap 3–4 hari sekali, atau minimal seminggu sekali. Namun, frekuensinya bisa disesuaikan dengan kondisi, misalnya:
- Kulit berminyak atau berjerawat: sebaiknya cuci setiap 2–3 hari.
- Sering berkeringat saat tidur: lebih baik dicuci lebih sering.
- Sedang sakit atau alergi: sarung bantal perlu diganti setiap hari.
- Cuaca panas: keringat lebih banyak, jadi sarung bantal lebih cepat kotor.
Semakin sering diganti, semakin kecil risiko kotoran dan kuman menumpuk.
Manfaat Mencuci Secara Rutin
Dengan mencuci sarung bantal secara teratur, kamu bisa mendapatkan banyak manfaat, seperti:
- Menjaga kebersihan dan kehigienisan tempat tidur.
- Membantu mencegah jerawat dan iritasi kulit.
- Mengurangi risiko alergi akibat debu dan tungau.
- Membuat sarung bantal tetap segar dan wangi.
- Memperpanjang usia pakai kain karena kotoran tidak menumpuk.
Cara Mencuci yang Dianjurkan
Agar hasilnya maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan deterjen secukupnya, jangan berlebihan.
- Pilih air dingin atau hangat sesuai jenis bahan.
- Balik sarung bantal sebelum dicuci agar bagian dalam ikut bersih.
- Untuk noda minyak atau makeup, bisa direndam dulu 15–30 menit.
- Jangan mencampur dengan cucian yang sangat kotor.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari:
- Menunggu sampai sarung bantal terlihat kotor baru dicuci.
- Menggunakan deterjen terlalu banyak.
- Mencuci terlalu jarang karena terlihat masih bersih.
- Mengeringkan tidak sampai benar-benar kering.
Padahal, meski terlihat bersih, sarung bantal bisa saja sudah penuh kuman.
Intinya
Mencuci sarung bantal secara rutin bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang menjaga kesehatan kulit dan kualitas tidur. Dengan kebiasaan sederhana ini, kamu bisa tidur lebih nyaman dan bangun dengan wajah yang lebih segar setiap hari.
Silahkan baca juga tips lengkap mencuci bantal.
2. Pisahkan dari Pakaian Lain.
Memisahkan sarung bantal dari pakaian lain saat mencuci sering dianggap sepele, padahal langkah ini sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kualitas kain. Sarung bantal bersentuhan langsung dengan wajah, jadi kebersihannya perlu benar-benar terjaga dan tidak tercampur dengan kotoran dari pakaian sehari-hari.
Kenapa Harus Dipisahkan?
Pakaian yang kita pakai beraktivitas biasanya membawa banyak kotoran, seperti debu, keringat, bakteri, bahkan noda dari luar rumah. Jika dicampur, kotoran tersebut bisa berpindah ke sarung bantal. Akibatnya, sarung bantal yang seharusnya bersih justru tetap menyimpan bakteri yang berisiko menyebabkan iritasi kulit atau jerawat.
Selain itu, pakaian berwarna gelap atau baru juga berpotensi luntur, sehingga bisa membuat sarung bantal berubah warna dan terlihat kusam.
Manfaat Mencuci Terpisah
Dengan mencuci sarung bantal secara terpisah atau bersama linen lain (seperti sprei dan guling), kamu bisa:
- Menjaga kebersihan maksimal karena tidak tercampur kotoran berat.
- Menghindari luntur warna dari pakaian lain.
- Membuat proses pencucian lebih fokus pada kain yang sama jenisnya.
- Menjaga sarung bantal tetap cerah dan awet.
Bagaimana Cara Memisahkannya?
Kamu bisa menerapkan cara sederhana berikut:
- Kelompokkan sarung bantal dengan sprei, bed cover, atau guling.
- Pisahkan berdasarkan warna: putih, terang, dan gelap.
- Hindari mencampur dengan pakaian kerja, kaus kaki, atau handuk yang sangat kotor.
- Jika jumlahnya sedikit, tetap usahakan tidak digabung dengan pakaian luar.
Pengaruh pada Hasil Cucian
Saat dicuci terpisah, air dan deterjen akan lebih efektif bekerja membersihkan minyak dan keringat pada sarung bantal. Mesin cuci juga tidak terlalu penuh, sehingga kain bisa bergerak bebas dan hasil cucian jadi lebih bersih dan tidak bau.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari:
- Mencampur sarung bantal dengan pakaian sangat kotor.
- Menggabungkan sarung bantal putih dengan pakaian berwarna gelap.
- Memasukkan terlalu banyak cucian sekaligus.
- Menganggap semua cucian sama saja.
Kebiasaan ini bisa membuat sarung bantal cepat kusam dan kurang higienis.
Intinya
Memisahkan sarung bantal dari pakaian lain saat mencuci adalah langkah sederhana, tapi dampaknya besar. Dengan cara ini, sarung bantal akan lebih bersih, warnanya terjaga, dan tetap aman untuk kulit wajah.
3. Pilih Deterjen yang Lembut.
Memilih deterjen yang tepat punya peran besar dalam merawat sarung bantal agar tetap bersih, awet, dan aman untuk kulit. Ingat, sarung bantal bersentuhan langsung dengan wajah selama berjam-jam setiap malam. Kalau deterjen yang digunakan terlalu keras, sisa bahannya bisa menempel di kain dan berisiko menyebabkan iritasi kulit.
Mengapa Harus Deterjen yang Lembut?
Deterjen yang lembut membantu membersihkan kotoran tanpa merusak serat kain. Selain itu, deterjen jenis ini:
- Lebih aman untuk kulit sensitif.
- Mengurangi risiko gatal, kemerahan, atau jerawat.
- Menjaga kain tetap halus dan tidak cepat rusak.
- Tidak meninggalkan bau kimia yang menyengat.
Hal ini penting, apalagi jika kamu punya kulit wajah yang mudah bermasalah.
Ciri-Ciri Deterjen yang Cocok
Saat memilih deterjen untuk sarung bantal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Berlabel lembut atau untuk kulit sensitif/bayi.
- Rendah busa, karena lebih mudah dibilas.
- Tidak mengandung pemutih keras.
- Pewangi tidak terlalu tajam atau bahkan tanpa parfum.
- Tidak mengandung bahan kimia keras seperti fosfat tinggi.
Kalau ragu, kamu bisa mencoba sedikit dulu dan lihat reaksinya di kulit.
Dampak Jika Salah Pilih Deterjen
Menggunakan deterjen yang terlalu kuat bisa menimbulkan beberapa masalah:
- Kain jadi cepat kasar dan berbulu.
- Warna sarung bantal lebih cepat pudar.
- Sisa deterjen menempel dan memicu iritasi kulit.
- Aroma tajam yang membuat tidur jadi kurang nyaman.
Dalam jangka panjang, sarung bantal juga jadi lebih cepat rusak.
Tips Menggunakan Deterjen agar Lebih Aman
Agar hasilnya maksimal dan tetap aman:
- Gunakan deterjen secukupnya, tidak perlu banyak.
- Bilas sampai benar-benar bersih.
- Jika perlu, lakukan bilasan tambahan.
- Hindari mencampur dengan pemutih, kecuali benar-benar diperlukan.
- Untuk noda membandel, lebih baik oleskan sedikit deterjen langsung di noda, lalu kucek perlahan.
Alternatif Deterjen Alami
Kalau ingin lebih aman, kamu juga bisa mencoba bahan alami, seperti:
- Sabun cair khusus pakaian bayi.
- Deterjen berbahan dasar tumbuhan.
- Sedikit cuka putih saat bilasan untuk membantu menghilangkan sisa deterjen (aromanya akan hilang setelah kering).
Intinya
Deterjen yang lembut membantu menjaga sarung bantal tetap bersih tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan kulit. Dengan pilihan yang tepat, sarung bantal akan terasa lebih halus, wangi alami, dan lebih awet digunakan.
Silahkan lihat harganya deterjen cair yang kami rekomendasikan.
4. Hindari Penggunaan Pelembut Berlebihan.
Pelembut pakaian memang membuat kain terasa lebih halus dan wangi, termasuk pada sarung bantal. Namun, untuk perlengkapan tidur yang bersentuhan langsung dengan wajah, penggunaan pelembut sebaiknya tidak berlebihan. Alasannya, pelembut mengandung bahan kimia yang bisa tertinggal di serat kain dan berpotensi memicu iritasi kulit.
Mengapa Pelembut Perlu Dibatasi?
Pelembut bekerja dengan melapisi serat kain agar terasa licin dan lembut. Sayangnya, lapisan ini bisa:
- Menyebabkan residu menempel di kain.
- Mengurangi daya serap sarung bantal terhadap keringat.
- Menjadi tempat kotoran lebih mudah menempel.
- Memicu iritasi atau jerawat, terutama pada kulit sensitif.
Karena sarung bantal dipakai setiap malam dan menempel di wajah dalam waktu lama, sisa pelembut bisa berdampak langsung pada kesehatan kulit.
Dampak Jika Terlalu Sering Menggunakan Pelembut
Jika pelembut digunakan terus-menerus dan berlebihan, beberapa masalah yang bisa muncul antara lain:
- Sarung bantal terasa lembut, tapi justru lebih cepat bau.
- Kain menjadi kurang “bernapas” dan terasa gerah.
- Porinya seperti tertutup, sehingga minyak dan keringat menumpuk.
- Risiko iritasi, gatal, atau jerawat meningkat.
Kapan Pelembut Boleh Digunakan?
Pelembut tetap boleh dipakai, tapi:
- Gunakan sesekali saja, tidak setiap kali mencuci.
- Pakai dalam jumlah sedikit, sesuai takaran.
- Pilih pelembut dengan label lembut, hypoallergenic, atau tanpa pewangi menyengat.
- Pastikan sarung bantal dibilas dengan baik agar tidak ada sisa.
Alternatif Alami Pengganti Pelembut
Kalau ingin sarung bantal tetap lembut tanpa residu berlebih, kamu bisa coba:
- Cuka putih 1–2 sendok makan saat bilasan terakhir (bau akan hilang setelah kering).
- Air perasan lemon dalam jumlah kecil untuk efek segar.
- Menjemur dan menepuk kain setelah kering agar lebih lembut.
Cara ini lebih aman untuk kulit dan ramah lingkungan.
Tips Tambahan
- Jangan mencampur pelembut dengan deterjen dalam satu wadah.
- Pastikan mesin cuci tidak kelebihan muatan agar bilasan maksimal.
- Jika kulit mudah iritasi, lebih baik tanpa pelembut sama sekali.
Intinya
Pelembut memang memberi rasa lembut dan wangi, tapi untuk sarung bantal, lebih aman menggunakannya secara bijak atau bahkan menghindarinya. Sarung bantal yang benar-benar bersih tanpa banyak residu justru lebih baik untuk kesehatan kulit dan kualitas tidur.
5. Gunakan Air Hangat untuk Kotoran Membandel.
Air hangat bisa menjadi solusi efektif saat sarung bantal terasa sangat kotor, berminyak, atau berbau tidak sedap. Suhu hangat membantu melarutkan minyak dari kulit dan rambut, sisa skincare, serta keringat yang menempel kuat di serat kain. Selain itu, air hangat juga lebih ampuh dalam mengurangi bakteri dibanding air dingin.
Namun, penggunaannya tetap perlu bijak karena tidak semua bahan sarung bantal tahan terhadap suhu tinggi.
Kapan Perlu Menggunakan Air Hangat?
Air hangat sebaiknya digunakan pada kondisi seperti:
- Sarung bantal terasa lepek dan berminyak.
- Muncul bau apek atau tidak sedap.
- Ada noda makeup atau skincare yang sulit hilang.
- Sarung bantal dipakai saat sedang sakit, sehingga perlu kebersihan ekstra.
- Sudah lama tidak dicuci.
Untuk cucian rutin yang tidak terlalu kotor, air dingin atau suhu normal sebenarnya sudah cukup.
Suhu Air yang Dianjurkan
Gunakan air hangat dengan suhu sekitar 30–40°C. Suhu ini cukup efektif membersihkan tanpa terlalu berisiko merusak serat kain. Hindari air terlalu panas (di atas 60°C), kecuali bahan memang kuat seperti katun tebal berwarna putih, dan itu pun sesekali saja.
Selalu cek label perawatan pada sarung bantal untuk memastikan suhu aman.
Manfaat Air Hangat untuk Sarung Bantal
Beberapa manfaat mencuci dengan air hangat antara lain:
- Membantu melarutkan minyak dan kotoran lebih cepat.
- Mengurangi bau tidak sedap.
- Lebih efektif dalam membunuh kuman dan bakteri.
- Membuat hasil cucian terasa lebih segar.
Cara Menggunakan Air Hangat dengan Aman
Agar hasilnya maksimal tanpa merusak kain:
- Rendam sarung bantal dalam air hangat + deterjen 15–30 menit sebelum dicuci.
- Jangan merendam terlalu lama, terutama untuk bahan halus.
- Gunakan deterjen lembut.
- Cuci dengan mode lembut jika memakai mesin.
- Bilas hingga benar-benar bersih agar tidak ada sisa deterjen.
Risiko Jika Terlalu Sering
Pemakaian air hangat atau panas yang terlalu sering bisa:
- Membuat warna lebih cepat pudar.
- Menyebabkan kain menyusut.
- Mengurangi kelembutan serat.
- Memperpendek usia pakai sarung bantal.
Karena itu, air hangat sebaiknya dipakai hanya saat diperlukan, bukan untuk setiap kali mencuci.
Alternatif Jika Tidak Bisa Pakai Air Hangat
Untuk bahan yang tidak tahan panas seperti satin atau sutra, kamu bisa:
- Menggunakan air dingin dengan deterjen khusus.
- Menambahkan sedikit cuka putih saat bilasan (untuk bau).
- Merendam lebih lama dengan air biasa.
Intinya
Air hangat sangat membantu untuk membersihkan sarung bantal yang kotor dan berminyak, tapi harus digunakan dengan tepat dan sesuai jenis bahan. Jika dipakai secara bijak, sarung bantal akan kembali bersih, segar, dan tetap awet.
6. Jemur di Bawah Sinar Matahari.
Menjemur sarung bantal di bawah sinar matahari adalah cara alami yang sangat efektif untuk menjaga kebersihan dan kesegarannya. Setelah dicuci, kain yang masih lembap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur jika tidak dikeringkan dengan benar. Sinar matahari membantu mengatasi hal ini sekaligus membuat sarung bantal lebih segar saat digunakan.
Kenapa Sinar Matahari Penting?
Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) yang bersifat antibakteri alami. Paparan sinar ini dapat membantu:
- Membunuh bakteri dan kuman yang masih menempel setelah dicuci.
- Mengurangi risiko bau apek akibat kelembapan.
- Membantu kain jadi lebih cepat kering secara alami.
- Memberi efek segar alami tanpa pewangi berlebih.
Itulah sebabnya sarung bantal yang dijemur di bawah matahari biasanya terasa lebih segar dibanding yang hanya dikeringkan di dalam ruangan.
Waktu Terbaik untuk Menjemur
Waktu ideal menjemur adalah pada pagi hingga menjelang siang hari, sekitar pukul 08.00–11.00. Pada jam ini, sinar matahari cukup kuat untuk membantu pengeringan, tapi belum terlalu terik sehingga lebih aman untuk warna dan serat kain.
Jika cuaca mendung, pastikan sarung bantal tetap dikeringkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar tidak lembap.
Cara Menjemur yang Benar
Agar hasilnya maksimal, lakukan beberapa tips berikut:
- Peras atau spin hingga air benar-benar berkurang sebelum dijemur.
- Bentangkan penuh, jangan dilipat agar kering merata.
- Jemur di tempat yang terkena matahari langsung dan angin.
- Balik sarung bantal setelah satu sisi kering supaya kedua sisi terkena sinar.
- Gunakan penjepit bersih agar tidak meninggalkan noda.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski sinar matahari bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Jangan menjemur terlalu lama di terik matahari karena bisa membuat warna cepat pudar dan kain menjadi kaku.
- Untuk bahan tertentu seperti satin atau sutra, sebaiknya jemur di tempat teduh tapi tetap berangin.
- Pastikan sarung bantal benar-benar kering sempurna sebelum diangkat.
Alternatif Jika Tidak Ada Matahari
Jika cuaca tidak mendukung, kamu bisa:
- Mengeringkan di dalam ruangan dengan kipas atau ventilasi baik.
- Menggunakan mesin pengering dengan suhu rendah sesuai label kain.
- Menggantung di dekat jendela yang mendapat cahaya.
Yang penting, jangan sampai sarung bantal disimpan atau dipakai dalam kondisi masih lembap.
Kesimpulan
Menjemur sarung bantal di bawah sinar matahari adalah langkah sederhana tapi sangat berpengaruh untuk menjaga kebersihan, mencegah bau, dan membuat kain terasa lebih segar. Dengan cara menjemur yang tepat, sarung bantal tidak hanya kering, tapi juga lebih higienis dan nyaman digunakan.
7. Di Setrika agar Lebih Higienis.
Menyetrika sarung bantal setelah dicuci dan dikeringkan sering dianggap hanya untuk merapikan saja. Padahal, kebiasaan ini punya peran penting dalam menjaga kebersihan dan kehigienisan sarung bantal sebelum digunakan kembali.
Setrika menghasilkan panas tinggi yang mampu membantu membunuh sisa kuman, bakteri, atau tungau halus yang mungkin masih menempel meskipun sudah dicuci. Dengan begitu, sarung bantal jadi lebih aman untuk kulit wajah yang sensitif.
Mengapa Menyetrika Itu Penting?
Ada beberapa alasan kenapa menyetrika sarung bantal sangat dianjurkan:
- Membantu membunuh kuman yang tidak terangkat saat pencucian.
- Membuat kain terasa lebih bersih dan segar.
- Menjadikan sarung bantal lebih rapi dan nyaman saat dipakai.
- Mengurangi risiko bau apek karena panas memastikan kain benar-benar kering.
- Memberi kesan lebih higienis pada perlengkapan tidur.
Terutama bagi kamu yang punya kulit sensitif, alergi, atau bayi di rumah, langkah ini bisa jadi tambahan perlindungan.
Waktu yang Tepat untuk Menyetrika
Setrika sarung bantal saat kondisinya sudah kering atau sedikit lembap. Kain yang terlalu basah akan sulit rapi dan bisa meninggalkan bau jika tidak benar-benar kering. Sebaliknya, kain yang terlalu kering kadang lebih sulit dilicinkan.
Sesuaikan Suhu dengan Jenis Bahan
Setiap bahan punya ketahanan panas yang berbeda, jadi penting untuk mengatur suhu setrika:
- Katun & linen: suhu sedang hingga tinggi.
- Poliester: suhu rendah–sedang.
- Satin & sutra: suhu rendah, sebaiknya gunakan lap kain tipis sebagai alas.
- Campuran bahan: ikuti petunjuk pada label.
Suhu yang tepat mencegah kain gosong atau mengilap.
Cara Menyetrika yang Dianjurkan
Agar hasil maksimal dan kain tetap awet:
- Balik sarung bantal ke sisi dalam sebelum disetrika.
- Setrika secara merata, terutama di bagian lipatan dan jahitan.
- Jangan terlalu lama menahan setrika di satu titik.
- Pastikan tidak ada sisa lipatan lembap setelah selesai.
Jika Tidak Sempat Menyetrika
Kalau sedang terburu-buru, kamu bisa:
- Menjemur di bawah matahari langsung lebih lama.
- Mengeringkan dengan mesin pengering suhu hangat.
- Melipat rapi saat masih hangat agar tidak terlalu kusut.
Namun, menyetrika tetap jadi pilihan terbaik untuk hasil paling higienis.
Intinya
Menyetrika sarung bantal bukan sekadar soal tampilan, tapi juga langkah tambahan untuk memastikan sarung bantal benar-benar bersih dan nyaman digunakan. Dengan panas setrika, kamu membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus meningkatkan kualitas tidur.
Kalau belum punya yang berkualitas, silahkan lihat harganya setrika yang kami rekomendasikan.
8. Simpan di Tempat yang Bersih dan Kering.
Setelah sarung bantal dicuci dan dikeringkan, cara penyimpanannya juga sangat menentukan apakah sarung bantal akan tetap bersih dan wangi saat digunakan kembali. Penyimpanan yang kurang tepat bisa membuat sarung bantal cepat bau apek, berdebu, bahkan berjamur, meskipun sebelumnya sudah bersih.
Mengapa Penyimpanan Itu Penting?
Sarung bantal terbuat dari kain yang mudah menyerap kelembapan dan bau dari lingkungan sekitarnya. Jika disimpan di tempat yang lembap atau kotor, kain bisa:
- Menyerap bau apek.
- Menjadi sarang jamur dan bakteri.
- Terkena debu dan kotoran.
- Terasa tidak segar saat dipakai.
Karena itu, tempat penyimpanan yang bersih dan kering sangat penting untuk menjaga kualitasnya.
Pilih Lokasi Penyimpanan yang Tepat
Simpan sarung bantal di:
- Lemari atau laci tertutup agar terlindung dari debu.
- Tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
- Area yang tidak lembap dan jauh dari dinding yang sering basah.
- Hindari menyimpan dekat kamar mandi atau dapur.
Pastikan juga lemari dalam kondisi bersih dan tidak berbau.
Pastikan Sarung Bantal Benar-Benar Kering
Sebelum disimpan, pastikan sarung bantal:
- Sudah kering sempurna, tidak ada bagian yang masih lembap.
- Tidak terasa dingin saat disentuh (tanda masih ada sisa air). Sarung bantal yang disimpan dalam kondisi lembap sangat mudah menimbulkan jamur dan bau apek.
Cara Melipat dan Menata
Agar tetap rapi dan tidak mudah kusut:
- Lipat sarung bantal dengan rapi sebelum disimpan.
- Jangan menumpuk terlalu padat agar udara masih bisa bersirkulasi.
- Bisa dipisahkan berdasarkan jenis atau set sprei supaya mudah diambil.
Penataan yang baik juga membantu menjaga bentuk kain.
Gunakan Pengharum dan Penyerap Lembap
Untuk menjaga aroma tetap segar, kamu bisa:
- Menambahkan sachet lavender, melati, atau daun pandan kering di lemari.
- Menggunakan arang aktif atau silica gel sebagai penyerap lembap.
- Memakai kapur barus alami secukupnya (hindari kontak langsung dengan kain).
Pilih pewangi yang lembut agar tidak menyengat saat dipakai.
Rutin Membersihkan Lemari
Jangan lupa, lemari penyimpanan juga perlu dibersihkan secara berkala:
- Lap bagian dalam lemari minimal sebulan sekali.
- Keluarkan isi lemari sesekali untuk diangin-anginkan.
- Pastikan tidak ada jamur atau serangga.
Lemari yang bersih akan menjaga sarung bantal tetap higienis.
Hindari Kesalahan Ini
Beberapa hal yang sebaiknya dihindari:
- Menyimpan sarung bantal yang masih lembap.
- Menaruh di kantong plastik tertutup rapat tanpa sirkulasi.
- Menyimpan di tempat yang mudah terkena air.
- Mencampur dengan barang yang berbau tajam.
Intinya
Menyimpan sarung bantal di tempat yang bersih dan kering adalah langkah penting agar hasil cucian tidak sia-sia. Dengan penyimpanan yang tepat, sarung bantal akan tetap segar, bebas bau apek, dan siap digunakan kapan saja.
9. Ganti Sarung Bantal Secara Berkala.
Meski sarung bantal sudah dicuci dan dirawat dengan baik, tetap ada batas usia pakainya. Seiring waktu, serat kain akan menipis, daya serap menurun, dan kebersihannya tidak lagi optimal. Karena itu, mengganti sarung bantal secara berkala penting untuk menjaga kenyamanan tidur dan kebersihan tempat istirahat.
Mengapa Sarung Bantal Perlu Diganti?
Setelah dipakai berulang kali dan sering dicuci, sarung bantal bisa:
- Menjadi lebih tipis dan kasar, sehingga kurang nyaman di kulit.
- Menyimpan kotoran dan bakteri yang sulit hilang meski sudah dicuci.
- Kehilangan daya serap, membuat keringat lebih mudah menumpuk.
- Tampak kusam atau berbulu, sehingga terlihat kurang bersih.
Jika terus digunakan, sarung bantal yang sudah “lelah” ini bisa memicu iritasi kulit dan membuat tidur terasa kurang nyaman.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti?
Tidak ada aturan baku, tapi secara umum:
- Sarung bantal sebaiknya diganti setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali.
- Jika kualitas masih bagus, bisa dipakai hingga 1,5–2 tahun, dengan perawatan rutin.
- Namun, segera ganti jika sudah terlihat:
- Kain menipis atau sobek
- Permukaan kasar atau berbulu
- Bau tidak hilang meski sudah dicuci
- Warna kusam dan tampak kotor
Untuk sarung bantal berbahan halus seperti satin atau sutra, biasanya usia pakainya lebih pendek karena seratnya lebih sensitif.
Dampak Jika Terlalu Lama Tidak Diganti
Sarung bantal yang terlalu lama dipakai bisa menyebabkan:
- Jerawat dan komedo karena bakteri dan minyak menumpuk.
- Alergi akibat tungau debu.
- Tidur kurang nyaman karena kain tidak lagi lembut.
- Kesan kamar tidur jadi kurang bersih.
Sering kali kita fokus mencuci, tapi lupa bahwa kain juga bisa “aus”.
Tips Agar Sarung Bantal Lebih Awet
Supaya tidak terlalu cepat rusak:
- Miliki lebih dari satu set, lalu gunakan secara bergantian.
- Cuci dengan deterjen lembut dan hindari air terlalu panas.
- Jangan memeras terlalu kuat.
- Jemur hingga benar-benar kering dan simpan dengan baik.
Dengan rotasi, setiap sarung bantal tidak terlalu sering dipakai sehingga lebih tahan lama.
Pilih Pengganti yang Tepat
Saat membeli sarung bantal baru, perhatikan:
- Bahan yang nyaman dan mudah dirawat, seperti katun atau katun bambu.
- Jahitan rapi dan ukuran sesuai bantal.
- Warna yang tidak mudah luntur.
- Jika punya kulit sensitif, pilih bahan yang hipoalergenik.
Intinya
Mengganti sarung bantal secara berkala adalah bagian dari perawatan yang sering terlupakan, padahal sangat penting. Sarung bantal yang masih layak pakai akan membantu menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan kulit wajah. Jadi, jangan ragu untuk mengganti jika kondisinya sudah tidak ideal lagi.
Silahkan baca tips memilih sarung bantal yang nyaman dan bagus.
10. Rawat Sesuai dengan Bahannya.
Bahan sarung bantal punya peran besar dalam kenyamanan tidur sekaligus kemudahan perawatan. Setiap jenis kain memiliki karakter yang berbeda, mulai dari daya serap, kelembutan, hingga ketahanan saat dicuci. Kalau salah cara merawat sesuai bahannya, sarung bantal bisa cepat rusak, kusam, atau malah jadi tidak nyaman dipakai.
Dengan memahami jenis bahan, kamu bisa menentukan cara mencuci, mengeringkan, dan menyetrika yang tepat agar sarung bantal tetap awet dan higienis.
Jenis Bahan Sarung Bantal dan Cara Merawatnya
1. Katun
Katun adalah bahan yang paling umum digunakan karena adem, menyerap keringat, dan nyaman di kulit.
- Bisa dicuci dengan mesin atau tangan.
- Gunakan air dingin atau hangat.
- Hindari pemutih agar warna tidak cepat pudar.
- Setrika dengan suhu sedang.
2. Katun Jepang / Katun Premium
Teksturnya lebih halus dan motifnya biasanya lebih tahan lama.
- Cuci terpisah saat pertama kali.
- Gunakan deterjen lembut.
- Jemur di tempat teduh agar warna awet.
3. Satin
Satin terasa licin dan halus, memberi kesan mewah.
- Sebaiknya dicuci dengan tangan atau mode lembut.
- Gunakan air dingin.
- Jangan diperas terlalu kuat.
- Jemur tanpa terkena matahari langsung.
- Setrika suhu rendah atau gunakan uap.
4. Sutra (Silk)
Sutra sangat lembut tapi juga paling sensitif.
- Dianjurkan cuci tangan atau dry clean.
- Pakai deterjen khusus kain halus.
- Jangan direndam terlalu lama.
- Keringkan dengan cara diangin-anginkan.
- Hindari setrika panas langsung.
5. Microfiber / Polyester
Bahan sintetis yang kuat dan tidak mudah kusut.
- Bisa dicuci mesin.
- Gunakan air dingin.
- Tidak perlu pelembut karena bisa mengurangi daya serap.
- Cepat kering, cukup dijemur sebentar.
6. Linen
Terbuat dari serat alami, adem, tapi mudah kusut.
- Cuci dengan air dingin dan mode lembut.
- Jangan diperas kuat.
- Jemur rata agar tidak berubah bentuk.
- Setrika saat masih sedikit lembap.
Kenapa Bahan Itu Penting?
Dengan memilih dan merawat sesuai bahan, kamu bisa:
- Menjaga kelembutan kain agar tetap nyaman di kulit wajah.
- Mencegah kerusakan serat seperti berbulu atau melar.
- Mempertahankan warna dan tampilan sarung bantal.
- Menghindari iritasi kulit akibat bahan yang tidak cocok.
Tips Tambahan Memilihnya
- Untuk kulit sensitif dan mudah berjerawat, pilih katun atau sutra karena lebih ramah di kulit.
- Jika sering berkeringat, pilih bahan yang menyerap seperti katun atau linen.
- Jika ingin praktis dan tahan lama, microfiber bisa jadi pilihan.
- Sesuaikan juga dengan iklim; di daerah panas, bahan adem lebih nyaman.
Intinya
Memperhatikan bahan sarung bantal membantu kamu menentukan cara perawatan yang tepat. Dengan begitu, sarung bantal tidak hanya awet lebih lama, tapi juga tetap nyaman, bersih, dan aman untuk kesehatan kulit setiap hari.
11. Gunakan Pewangi Alami.
Sarung bantal yang wangi memberi rasa nyaman dan membuat tidur jadi lebih rileks. Namun, pewangi kimia yang terlalu kuat kadang justru bisa menimbulkan iritasi kulit atau bikin pusing. Karena itu, menggunakan pewangi alami bisa jadi pilihan yang lebih aman dan sehat, apalagi untuk sarung bantal yang bersentuhan langsung dengan wajah.
Kenapa Memilih Pewangi Alami?
Pewangi alami punya beberapa keunggulan, di antaranya:
- Lebih aman untuk kulit sensitif.
- Tidak meninggalkan residu kimia berlebih di kain.
- Aromanya lebih lembut dan menenangkan.
- Mengurangi risiko alergi dan iritasi pernapasan.
- Ramah lingkungan.
Dengan pewangi alami, sarung bantal tetap segar tanpa efek samping yang mengganggu.
Pilihan Pewangi Alami yang Bisa Digunakan
Beberapa bahan alami yang mudah ditemukan dan efektif untuk memberi aroma segar:
- Minyak esensial: seperti lavender (menenangkan), lemon (segar), eucalyptus (menyegarkan), atau tea tree (membantu melawan bakteri).
- Bunga atau daun kering: misalnya lavender kering, daun pandan, atau serai.
- Kulit jeruk kering: memberi aroma segar alami.
- Baking soda: membantu menyerap bau tidak sedap.
- Cuka putih: efektif menghilangkan bau apek saat proses bilasan (baunya akan hilang setelah kering).
Cara Menggunakan Pewangi Alami pada Sarung Bantal
Ada beberapa cara praktis yang bisa kamu lakukan:
- Saat mencuci
Tambahkan 3–5 tetes minyak esensial ke air bilasan terakhir. Pastikan tercampur rata agar tidak langsung menempel di satu titik kain. - Saat menjemur
Semprotkan campuran air dan beberapa tetes minyak esensial ke sarung bantal sebelum dijemur. - Di lemari penyimpanan
Simpan sachet berisi bunga kering, kulit jeruk kering, atau kapas yang ditetesi minyak esensial di antara tumpukan sarung bantal. - Menghilangkan bau membandel
Taburkan baking soda pada sarung bantal kering, diamkan 30 menit, lalu kibaskan atau cuci seperti biasa.
Tips agar Wangi Tahan Lama
- Pastikan sarung bantal benar-benar kering sebelum disimpan.
- Jangan mencampur dengan kain yang masih lembap.
- Gunakan aroma yang lembut, tidak terlalu menyengat.
- Simpan di tempat yang kering dan bersih.
- Ganti sachet pewangi alami secara berkala.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Uji dulu minyak esensial pada sebagian kecil kain untuk memastikan tidak meninggalkan noda.
- Hindari penggunaan langsung minyak esensial tanpa dicampur air karena bisa merusak serat.
- Jika punya riwayat alergi, pilih aroma yang sangat ringan atau hindari sama sekali.
Intinya
Menggunakan pewangi alami adalah cara sederhana untuk menjaga sarung bantal tetap segar, wangi, dan aman bagi kulit. Selain membuat tidur lebih nyaman, aroma alami juga bisa membantu tubuh lebih rileks dan kualitas tidur meningkat.
Cukup sekian dan silahkan baca juga tentang cara merawat selimut.









