Tips Memilih Taplak Meja yang Bagus untuk Rumah Minimalis

Taplak meja sering dianggap sebagai pelengkap, padahal perannya cukup besar dalam membentuk suasana ruangan. Di rumah minimalis, taplak meja bisa menjadi sentuhan sederhana yang membuat meja tampak lebih rapi, bersih, dan selaras dengan konsep interior. Dengan desain yang tepat, taplak tidak hanya melindungi permukaan meja, tetapi juga menambah nilai estetika tanpa membuat ruangan terasa ramai.

Konsep minimalis sendiri menekankan kesederhanaan dan keseimbangan antara fungsi dan tampilan. Karena itu, taplak yang digunakan perlu serasi dengan warna, bentuk, dan gaya furnitur di rumah. Saat taplak yang digunakan sudah pas, suasana ruang makan atau ruang tamu akan terasa lebih nyaman dan enak dipandang oleh penghuni maupun tamu yang datang.

Taplak meja

11 Tips Memilih Taplak Meja yang Bagus untuk Rumah Minimalis.

1. Pilih Warna Netral dan Lembut.

Dalam rumah minimalis, warna memegang peranan sangat penting karena menentukan kesan pertama sebuah ruangan. Taplak meja dengan warna netral dan lembut mampu memperkuat karakter minimalis yang bersih, tenang, dan tidak berlebihan. Warna-warna seperti putih, krem, beige, abu-abu muda, hingga pastel lembut sering menjadi pilihan utama karena mudah menyatu dengan berbagai elemen interior.

Warna netral membuat meja terlihat lebih rapi dan tidak “mencuri perhatian” dari keseluruhan ruangan. Ini sejalan dengan konsep minimalis yang menekankan kesederhanaan dan keseimbangan visual. Dengan taplak berwarna lembut, ruangan terasa lebih lapang, terang, dan nyaman dipandang, terutama untuk rumah dengan ukuran terbatas.

Selain itu, warna netral bersifat fleksibel. Taplak meja dengan warna ini mudah dipadukan dengan berbagai warna furnitur, dinding, atau dekorasi lain tanpa terlihat bertabrakan. Misalnya, taplak putih atau abu-abu akan tetap serasi baik dengan meja kayu natural, meja putih, maupun meja berwarna gelap. Hal ini memudahkan pemilik rumah saat ingin mengganti dekorasi tanpa harus sering mengganti taplak meja.

Warna lembut juga memberikan kesan bersih dan higienis, terutama untuk meja makan. Taplak dengan warna terang seperti putih gading atau krem bisa membuat area makan terasa lebih segar dan nyaman. Meski demikian, bukan berarti harus selalu putih polos. Nuansa pastel seperti dusty pink, sage green, atau biru muda juga bisa menjadi pilihan asalkan tetap lembut dan tidak mencolok.

Dari sisi suasana, warna netral cenderung menenangkan. Rumah minimalis sering dijadikan tempat beristirahat dari aktivitas sehari-hari, sehingga pilihan warna taplak yang lembut membantu menciptakan atmosfer yang lebih rileks dan hangat. Warna-warna ini tidak cepat membuat mata lelah, sehingga cocok digunakan dalam jangka panjang.

Penting juga untuk menyesuaikan warna taplak dengan pencahayaan ruangan. Di ruangan yang kurang cahaya alami, taplak berwarna terang dapat membantu memantulkan cahaya sehingga ruangan terasa lebih hidup. Sementara di ruangan yang sudah terang, warna netral tetap menjaga tampilan agar tidak terlalu ramai.

Dengan mempertimbangkan taplak meja berwarna netral dan lembut, tampilan rumah minimalis akan terasa lebih menyatu, elegan, dan timeless. Warna seperti ini tidak mudah ketinggalan tren, sehingga taplak tetap terlihat relevan meski gaya interior berubah seiring waktu.

Silahkan baca juga tentang pilihan warna dinding ruang tamu yang bagus.


2. Pilih Motif Sederhana atau Polos agar Ruangan Tetap Lega.

Dalam konsep rumah minimalis, tampilan yang bersih dan tidak berlebihan jadi kunci utama. Karena itu, motif taplak meja sebaiknya dipilih yang sederhana atau bahkan polos. Motif yang terlalu ramai, penuh warna, atau berpola besar bisa membuat meja terlihat “berat” dan ruangan terasa lebih sempit dari ukuran aslinya.

Desain polos memberikan kesan rapi dan tenang. Warna tunggal seperti putih, krem, abu-abu, atau pastel lembut mampu menyatu dengan furnitur di sekitarnya tanpa mencuri perhatian. Meja tetap terlihat menarik, tetapi tidak mendominasi tampilan ruangan. Inilah yang membuat gaya minimalis terasa nyaman dipandang.

Jika ingin sedikit variasi, kamu bisa memilih motif kecil dan halus, misalnya garis tipis, kotak sederhana, atau bentuk geometris ringan. Motif seperti ini tetap memberi karakter, namun tidak menghilangkan kesan simpel. Hindari motif bunga besar, gambar ramai, atau kombinasi warna kontras yang terlalu kuat karena bisa membuat suasana jadi terlihat penuh.

Motif yang sederhana juga lebih fleksibel. Mudah dipadukan dengan berbagai dekorasi lain seperti vas bunga, piring, atau centerpiece di atas meja. Saat kamu ingin mengganti tema ruangan, kain dengan desain netral biasanya tetap cocok tanpa perlu sering-sering diganti.

Selain itu, desain polos atau minimalis cenderung tidak cepat terasa “ketinggalan zaman”. Berbeda dengan motif tertentu yang mungkin mengikuti tren, tampilan simpel akan selalu relevan dan aman digunakan dalam jangka panjang.

Singkatnya, dengan memilih desain yang bersih dan tidak ramai, meja bisa tampil elegan tanpa mengorbankan ciri utama rumah minimalis: rapi, lapang, dan nyaman dipandang.


3. Sesuaikan Ukuran agar Tampilan Meja Lebih Proporsional.

Ukuran taplak meja sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada tampilan keseluruhan ruangan. Di rumah minimalis yang mengutamakan kerapian, ukuran yang pas akan membuat meja terlihat lebih seimbang dan tidak berantakan.

Idealnya, kain menjuntai sekitar 20–30 cm di setiap sisi meja. Panjang seperti ini sudah cukup untuk memberi kesan rapi dan elegan tanpa mengganggu aktivitas. Jika terlalu panjang, ujungnya bisa mudah tersenggol, terinjak, atau membuat orang merasa tidak nyaman saat duduk. Sebaliknya, jika terlalu pendek, meja akan terlihat seperti “kurang baju” dan tampak kurang menarik.

Sebelum membeli, sebaiknya ukur dulu panjang, lebar, atau diameter meja dengan meteran. Dari ukuran tersebut, tambahkan dua kali panjang juntai yang diinginkan. Cara sederhana ini membantu kamu mendapatkan ukuran yang benar-benar pas, bukan sekadar kira-kira.

Untuk meja kecil atau meja sudut, pilih ukuran yang tidak terlalu lebar agar tidak menutupi bagian kaki meja. Sementara untuk meja makan besar, ukuran yang sedikit lebih lebar justru bisa memberi kesan lebih hangat dan formal, apalagi saat digunakan untuk menjamu tamu.

Kalau ingin tampilan yang lebih simpel dan modern, kamu juga bisa memilih model yang hanya menutup bagian atas meja tanpa banyak menjuntai. Gaya ini cocok untuk konsep minimalis karena terlihat ringkas dan tidak membuat ruangan terasa penuh.

Dengan ukuran yang tepat, meja akan terlihat lebih proporsional, rapi, dan nyaman digunakan, sekaligus tetap mendukung kesan bersih khas rumah minimalis.

Silahkan baca juga tentang tips membeli meja ruang tamu yang minimalis.


4. Perhatikan Bahan agar Nyaman Dipakai dan Tahan Lama.

Selain tampilan, bahan taplak meja punya peran besar dalam kenyamanan dan kepraktisan sehari-hari. Di rumah minimalis yang identik dengan fungsionalitas, pilihan material sebaiknya tidak hanya bagus dilihat, tapi juga nyaman dipakai dan mudah dirawat.

Bahan katun banyak disukai karena teksturnya lembut dan terlihat natural. Kain ini cocok untuk penggunaan harian karena nyaman disentuh dan tidak licin. Selain itu, katun relatif mudah dicuci dan tidak cepat rusak, sehingga pas untuk rumah yang sering dipakai berkumpul bersama keluarga.

Linen juga jadi pilihan menarik jika ingin kesan lebih elegan dan hangat. Seratnya memberi tampilan alami yang cocok dengan konsep minimalis modern atau skandinavia. Meski terlihat cantik, linen biasanya lebih mudah kusut, jadi perlu sedikit perhatian ekstra agar tetap tampak rapi.

Sementara itu, bahan polyester atau campuran sintetis lebih unggul dalam hal kepraktisan. Kain jenis ini cenderung lebih tahan noda, tidak mudah kusut, dan cepat kering setelah dicuci. Untuk kamu yang ingin solusi praktis tanpa ribet perawatan, material ini bisa jadi opsi yang tepat.

Kalau meja sering digunakan untuk makan atau aktivitas anak-anak, bahan dengan lapisan anti air atau anti noda patut dipertimbangkan. Tumpahan minuman atau saus bisa langsung dilap tanpa meninggalkan bekas, sehingga meja tetap terlindungi dan terlihat bersih.

Intinya, pilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup di rumah. Jika mengutamakan kenyamanan dan kesan alami, katun atau linen bisa jadi pilihan. Jika ingin yang lebih praktis dan awet, bahan sintetis berkualitas akan sangat membantu. Dengan bahan yang tepat, penggunaan sehari-hari jadi lebih nyaman tanpa mengorbankan tampilan minimalis yang diinginkan.


5. Pilih Taplak yang Mudah Dibersihkan untuk Penggunaan Sehari-hari.

Penutup meja adalah salah satu elemen yang paling sering terkena noda, mulai dari tumpahan minuman, sisa makanan, sampai debu yang menempel setiap hari. Karena itu, kemudahan dalam membersihkannya jadi hal penting, terutama untuk rumah minimalis yang identik dengan tampilan rapi dan bersih.

Bahan seperti katun campuran atau polyester biasanya lebih praktis karena tidak menyerap noda terlalu cepat dan bisa langsung dicuci tanpa perlakuan khusus. Jika dibandingkan dengan bahan yang terlalu tebal atau bertekstur kasar, jenis ini jauh lebih mudah dirawat dan cepat kering setelah dicuci.

Untuk aktivitas harian, akan lebih nyaman jika kainnya aman dimasukkan ke mesin cuci. Jadi, saat terkena noda, kamu tidak perlu repot mencuci manual atau membawanya ke laundry. Cukup masukkan ke mesin, keringkan, lalu siap dipakai kembali.

Selain itu, pilih yang tidak mudah kusut. Bahan yang terlalu gampang lecek akan membuat meja terlihat kurang rapi, meskipun sebenarnya bersih. Sementara kain yang lebih tahan kusut cukup dirapikan sedikit sudah tampak bagus, cocok untuk kamu yang ingin praktis tanpa mengurangi estetika.

Ada juga pilihan dengan lapisan anti air atau anti noda. Jenis ini sangat membantu jika di rumah ada anak kecil atau sering digunakan untuk makan bersama. Saat terjadi tumpahan, cukup dilap dengan kain basah, meja pun kembali bersih tanpa perlu langsung dicuci.

Intinya, memilih bahan yang mudah dibersihkan akan menghemat waktu dan tenaga, sekaligus menjaga tampilan meja tetap rapi setiap hari. Dengan begitu, suasana rumah minimalis bisa terus terjaga: bersih, simpel, dan nyaman dipandang.


6. Sesuaikan dengan Fungsi Meja agar Lebih Tepat.

Setiap meja di rumah punya peran yang berbeda, dan ini sebaiknya jadi pertimbangan utama saat membeli taplak meja. Meja makan, misalnya, sering digunakan untuk aktivitas harian seperti makan bersama, menyiapkan makanan, atau bahkan tempat anak belajar. Karena itu, bahan yang dipilih perlu cukup tebal, tidak mudah tembus cairan, dan tahan terhadap noda. Tujuannya supaya permukaan meja tetap terlindungi dan tampil rapi meski sering dipakai.

Berbeda dengan meja tamu atau meja di ruang keluarga yang lebih berfungsi sebagai elemen dekorasi. Untuk area ini, kamu bisa memilih bahan yang lebih tipis dengan tampilan halus agar memberi kesan elegan. Fokusnya bukan hanya perlindungan, tapi juga mempercantik ruangan saat ada tamu datang.

Sementara itu, untuk meja sudut atau meja kecil di dekat sofa, perannya biasanya hanya sebagai pelengkap interior. Di sini, kamu bisa bermain dengan ukuran yang lebih kecil atau bahkan memilih model runner saja. Selain terlihat ringan, pilihan ini juga tidak membuat sudut ruangan terasa penuh.

Jika meja sering dipindah atau digunakan untuk berbagai aktivitas, pilih bahan yang fleksibel dan tidak mudah kusut. Dengan begitu, tampilannya tetap rapi meski sering dibuka-pasang. Untuk rumah minimalis, kepraktisan seperti ini sangat penting agar ruangan tetap terlihat bersih tanpa banyak usaha.

Intinya, dengan menyesuaikan pilihan kain penutup meja dengan fungsi masing-masing meja, kamu tidak hanya mendapatkan tampilan yang serasi, tapi juga kenyamanan dan keawetan dalam penggunaan sehari-hari.


7. Perhatikan Tekstur untuk Memberi Kesan Elegan.

Selain warna dan motif, tekstur kain juga punya peran besar dalam membentuk suasana ruangan. Pada rumah minimalis yang cenderung sederhana, permainan tekstur justru bisa menjadi detail kecil yang membuat tampilan meja terlihat lebih hidup dan tidak monoton.

Tekstur halus seperti katun lembut atau polyester rapi memberi kesan bersih dan modern. Permukaannya terlihat simpel, mudah dipadukan dengan berbagai perabot, dan cocok untuk penggunaan sehari-hari. Sementara itu, bahan seperti linen atau kain beranyaman ringan menghadirkan nuansa natural yang hangat, sangat pas untuk konsep minimalis yang ingin terasa lebih cozy.

Yang perlu dihindari adalah tekstur yang terlalu tebal, berbulu, atau berlapis-lapis. Jenis seperti ini bisa membuat meja terlihat “berat” dan kurang sejalan dengan karakter minimalis yang mengutamakan kesederhanaan. Tekstur yang terlalu mencolok juga berisiko membuat ruangan tampak penuh, meski warnanya netral.

Dan tekstur yang tepat bisa memberi kesan elegan tanpa harus menambahkan motif atau warna berlebihan. Misalnya, kain polos dengan serat alami akan terlihat lebih berkelas meski desainnya sangat sederhana. Detail kecil seperti ini sering kali justru membuat tampilan ruangan terasa lebih mahal dan tertata.

Selain soal tampilan, tekstur juga berpengaruh pada kenyamanan. Kain yang lembut di tangan tentu lebih enak saat digunakan, baik untuk meja makan maupun meja tamu. Permukaan yang tidak terlalu licin juga membantu peralatan di atas meja tetap stabil.

Intinya, memilih kain dengan tekstur yang sederhana, halus, dan nyaman bisa memperkuat kesan minimalis sekaligus menambah sentuhan elegan pada ruangan tanpa perlu dekorasi berlebihan.


8. Sesuaikan dengan Tema Interior Rumah agar Tampilan Menyatu.

Setiap rumah minimalis biasanya punya sentuhan tema tertentu, meski sama-sama mengusung konsep sederhana. Ada yang bergaya skandinavia, modern, natural, atau bahkan japandi. Karena itu, taplak meja yang digunakan sebaiknya mengikuti arah desain interior agar tampilannya terasa menyatu, bukan seperti elemen yang “berdiri sendiri”.

Untuk rumah bergaya skandinavia, cirinya adalah warna cerah, bersih, dan kesan hangat. Pilihan warna putih, abu muda, atau krem dengan bahan bertekstur natural seperti linen akan sangat cocok. Tampilan ini membuat ruang terasa terang dan nyaman tanpa terlihat kaku.

Jika rumah mengusung gaya modern minimalis, biasanya didominasi warna monokrom seperti hitam, putih, dan abu-abu. Desain polos dengan warna tegas atau kontras lembut bisa memperkuat kesan modern dan rapi. Hindari motif ramai agar karakter modernnya tetap terasa.

Pada rumah dengan tema natural, yang banyak menggunakan unsur kayu dan warna bumi, pilihan warna seperti cokelat muda, hijau zaitun, atau krem hangat akan terlihat serasi. Kesan alami dari warna-warna ini bisa menambah rasa hangat dan homey di dalam ruangan.

Sementara untuk gaya japandi (perpaduan Jepang dan Skandinavia), pilih warna netral yang lembut dengan desain sangat sederhana. Fokusnya ada pada ketenangan dan keseimbangan, jadi tampilan yang bersih tanpa banyak detail akan paling pas.

Dengan menyesuaikan taplak meja dengan tema interior, tampilan meja akan terasa menjadi bagian dari keseluruhan desain ruangan. Hasilnya, rumah minimalis terlihat lebih harmonis, rapi, dan enak dipandang tanpa perlu banyak dekorasi tambahan.


9. Utamakan Kualitas Jahitan untuk Ketahanan dan Tampilan Rapi.

Kualitas jahitan sering kali menjadi hal yang terlupakan, padahal ini menentukan daya tahan dan penampilan taplak meja. Jahitan yang rapi dan kuat membuat bahan lebih awet, tidak mudah sobek, dan tetap terlihat rapi meski digunakan setiap hari.

Perhatikan pinggiran kain; jahitan yang rapih dan tidak mudah terurai akan menjaga bentuk tetap rapi, terutama saat sering dicuci. Kain yang dijahit asal-asalan bisa cepat berbulu atau mengembang, sehingga tampilan meja menjadi kurang menarik.

Selain daya tahan, jahitan yang baik juga memberi kesan elegan dan mahal. Bahkan kain dengan desain sederhana sekalipun akan terlihat lebih berkualitas jika finishing-nya rapi. Jadi, sebelum membeli, sebaiknya periksa detail jahitan dengan seksama: apakah lurus, kuat, dan tidak mudah terlepas.

Dengan memperhatikan kualitas jahitan, kamu tidak hanya mendapatkan bahan yang awet, tapi juga suasana meja yang selalu rapi dan enak dipandang. Ini sangat penting untuk rumah minimalis, di mana setiap detail kecil ikut menentukan kesan keseluruhan ruangan.


10. Pertimbangkan Taplak Anti Air atau Anti Noda.

Jika meja sering digunakan untuk makan bersama keluarga atau di rumah ada anak kecil, memilih bahan yang tahan tumpahan dan noda bisa sangat membantu. Taplak meja anti air atau anti noda membuat cairan seperti air, jus, atau saus tidak langsung meresap, sehingga permukaan tetap bersih dan mudah dibersihkan.

Kelebihan lain dari bahan seperti ini adalah perawatan yang lebih praktis. Hanya dengan lap basah, noda ringan sudah bisa hilang tanpa harus mencuci seluruh kain. Ini tentu menghemat waktu dan menjaga tampilan meja tetap rapi setiap hari.

Selain itu, lapisan pelindung ini juga memperpanjang umur kain karena permukaan tidak mudah rusak akibat tumpahan atau percikan makanan. Meski terlihat seperti tambahan kecil, fitur anti noda atau anti air membuat penggunaan sehari-hari lebih nyaman dan meja selalu terlihat terawat.

Intinya, membeli taplak dengan perlindungan ekstra bukan hanya soal menjaga kebersihan, tapi juga membuat meja lebih awet dan penggunaan sehari-hari lebih praktis, tanpa mengorbankan tampilan elegan rumah minimalis.


11. Sesuaikan dengan Anggaran Tanpa Mengorbankan Kualitas.

Membeli taplak meja yang tepat bukan berarti harus mahal. Kunci utamanya adalah menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki sambil tetap memperhatikan kualitas. Banyak pilihan tersedia di pasaran, dari yang terjangkau hingga premium, jadi penting untuk menentukan batas harga terlebih dahulu agar tidak kebingungan saat memilih.

Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya harga, tetapi juga bahan dan daya tahan. Taplak dengan harga terjangkau bisa tetap terlihat rapi dan nyaman jika bahannya baik dan jahitannya rapi. Sebaliknya, yang mahal belum tentu selalu cocok jika warnanya atau teksturnya tidak sesuai dengan konsep rumah.

Tips praktis: fokus pada kebutuhan dan fungsi. Jika ingin penggunaan sehari-hari, pilih bahan yang kuat, mudah dibersihkan, dan tidak mudah kusut. Untuk penggunaan dekoratif atau acara khusus, bisa memilih bahan lebih mewah yang memberi kesan elegan.

Dengan menyesuaikan pilihan berdasarkan anggaran, kamu tetap bisa mendapatkan produk yang awet, enak dipandang, dan selaras dengan gaya minimalis rumah, tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.

Silahkan baca juga tips yang perlu dipertimbangkan saat membeli jam dinding.


Pembahasan Penting Lainnya.


Table Runner vs Taplak Meja Penuh: Mana yang Lebih Sesuai untuk Rumah Minimalis?

Dalam rumah minimalis, setiap elemen dekorasi punya peran penting untuk menciptakan kesan rapi, simpel, dan elegan. Meja, sebagai salah satu pusat aktivitas di rumah, tidak hanya berfungsi praktis tapi juga bisa menjadi titik fokus dekorasi. Salah satu cara mempercantik meja adalah dengan menggunakan taplak meja. Tapi, ada dua opsi populer: table runner dan taplak meja penuh.

Lalu, mana yang lebih sesuai untuk rumah minimalis? Mari kita bahas.

Apa Itu Table Runner?

Table runner adalah kain panjang yang biasanya diletakkan di tengah meja, membentang dari ujung ke ujung, namun tidak menutupi seluruh permukaan meja. Table runner sering digunakan untuk menambahkan aksen dekoratif tanpa mengubah keseluruhan tampilan meja.

Kelebihan table runner:

  • Memberikan sentuhan dekoratif yang elegan.
  • Meja tetap terlihat luas dan bersih.
  • Mudah diganti sesuai tema atau musim.
  • Cocok untuk rumah minimalis karena tidak membuat meja terlihat penuh atau ramai.

Apa Itu Taplak Meja Penuh?

Taplak meja penuh adalah kain yang menutupi seluruh permukaan meja, biasanya menjuntai di tiap sisi meja. Taplak jenis ini lebih klasik dan memberikan perlindungan maksimal pada meja dari noda atau goresan.

Kelebihan taplak meja penuh:

  • Melindungi seluruh permukaan meja dari noda, air, atau panas.
  • Memberikan kesan rapi dan formal pada meja.
  • Bisa menutupi meja yang warnanya kurang menarik atau sudah ada goresan.

Mana yang Lebih Sesuai untuk Rumah Minimalis?

Rumah minimalis menekankan simpel, rapi, dan fungsional. Dari segi estetika, table runner sering lebih cocok karena:

  • Tidak menutupi seluruh permukaan meja, sehingga meja tetap terlihat lega dan ringan.
  • Memudahkan tampilan dekorasi yang sederhana tapi elegan.
  • Bisa dipadukan dengan dekorasi lain seperti vas bunga kecil, piring hias, atau lilin tanpa terlihat berlebihan.

Namun, taplak meja penuh bisa dipilih jika:

  • Meja sering digunakan untuk makan atau aktivitas yang berpotensi membuat noda.
  • Meja memiliki permukaan yang perlu ditutupi karena warnanya kurang serasi dengan konsep minimalis.
  • Menginginkan tampilan formal untuk acara tertentu.

Tips Memilih Table Runner untuk Rumah Minimalis

  1. Pilih warna netral atau pastel agar mudah dipadukan dengan interior.
  2. Gunakan motif sederhana, misalnya garis tipis atau geometris minimalis.
  3. Pastikan panjang table runner sesuai dengan meja — tidak terlalu pendek atau terlalu panjang.

Tips Taplak Meja Penuh untuk Rumah Minimalis

  1. Pilih bahan yang mudah dibersihkan, seperti katun atau polyester.
  2. Gunakan warna polos atau motif minimalis agar tetap terlihat simpel.
  3. Pastikan ukuran pas dengan meja agar tampilan rapi dan tidak berantakan.
Kesimpulan

Baik table runner maupun taplak meja penuh memiliki fungsi dan kelebihan masing-masing. Untuk rumah minimalis yang mengutamakan kesan lapang, rapi, dan elegan, table runner sering menjadi pilihan ideal. Namun, taplak meja penuh tetap relevan jika fokusnya lebih pada perlindungan meja atau kebutuhan formal.

Intinya, pilih sesuai fungsi, estetika, dan aktivitas sehari-hari di rumah. Dengan begitu, meja minimalis Anda tetap tampil cantik, rapi, dan fungsional.

Silahkan baca juga tips merawat taplak meja.


Tips Membeli Taplak Sesuai Bentuk Meja: Persegi, Bundar, dan Oval.

Taplak yang salah ukuran atau bentuknya bisa membuat meja terlihat berantakan atau kurang proporsional. Untuk rumah minimalis, pembelian taplak meja yang tepat akan menambah kesan rapi, elegan, dan selaras dengan desain interior.

Berikut tips memilihnya sesuai bentuk meja:

1. Taplak Meja untuk Meja Persegi atau Kotak

Meja persegi atau kotak biasanya paling mudah dipasangi taplak. Pilih taplak dengan bentuk persegi atau persegi panjang yang sesuai dengan ukuran meja. Pastikan taplak menjuntai 20–30 cm di setiap sisi untuk tampilan yang seimbang.

Tips tambahan:

  • Untuk meja kecil, pilih taplak polos atau motif minimalis agar ruangan tidak terlihat sempit.
  • Untuk meja besar, taplak bermotif geometris atau garis tipis bisa memberi aksen tanpa berlebihan.

2. Taplak Meja untuk Meja Bundar

Meja bundar memberikan kesan hangat dan ramah. Taplak meja yang ideal juga berbentuk bulat atau sedikit lebih besar dari diameter meja agar menjuntai rata di semua sisi.

Tips tambahan:

  • Taplak dengan warna netral seperti putih atau krem cocok untuk menjaga kesan minimalis.
  • Untuk suasana lebih hangat, pilih taplak dengan bahan linen atau katun yang memiliki tekstur lembut.
  • Hindari taplak kotak untuk meja bundar, karena akan terlihat tidak rapi di sudut-sudut meja.

3. Taplak Meja untuk Meja Oval

Meja oval memberi tampilan elegan dan dinamis. Taplak yang pas adalah taplak berbentuk oval dengan ukuran sedikit lebih besar dari meja, sehingga menjuntai merata.

Tips tambahan:

  • Taplak polos atau dengan motif sederhana seperti garis tipis atau pola geometris kecil akan menonjolkan bentuk meja tanpa membuat ruangan terlihat ramai.
  • Jika meja oval besar, table runner berbentuk panjang juga bisa jadi alternatif agar tetap minimalis namun tetap dekoratif.
Kesimpulan

Taplak meja yang sesuai bentuk meja tidak hanya soal ukuran, tapi juga soal keselarasan dengan desain rumah minimalis. Meja persegi cocok dengan taplak kotak atau persegi panjang, meja bundar lebih ideal dengan taplak bulat, dan meja oval cocok dengan taplak oval atau table runner panjang. Dengan memilih taplak yang tepat, meja akan terlihat rapi, elegan, dan membuat suasana ruangan lebih nyaman.


Rekomendasi Pilihan Taplak Meja yang Perlu dicoba.

Silahkan lihat sendiri di bawah dan pilihlah sesuai dengan kebutuhan:

  1. Taplak meja persegi.
  2. Taplak Persegi Panjang.
  3. Taplak Bundar.

Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top