Ciri-Ciri Gorden Berkualitas yang Tidak Mudah Rusak

Gorden bukan hanya berfungsi sebagai penutup jendela, tapi juga berperan besar dalam mempercantik tampilan ruangan dan mengatur cahaya yang masuk. Karena sering dibuka-tutup setiap hari, gorden perlu memiliki kualitas yang baik agar tidak cepat rusak. Sayangnya, masih banyak orang yang memilih gorden hanya dari tampilan atau harga, tanpa memperhatikan kualitasnya.

Padahal, gorden yang berkualitas bisa lebih awet, warnanya tahan lama, dan tetap terlihat bagus meski sudah dipakai bertahun-tahun. Lalu, bagaimana cara mengenali gorden yang seperti itu?

Mari kita bahas..

Gorden berkualitas

Ciri-Ciri Gorden Berkualitas yang Tidak Mudah Rusak yang Harus diketahui.

1. Bahan Kain Tebal dan Kuat. 

Bahan kain adalah faktor utama yang menentukan apakah gorden bisa awet atau justru cepat rusak. Gorden berkualitas biasanya dibuat dari kain yang terasa tebal, padat, dan kuat saat disentuh, namun tetap lentur. Ketebalan ini bukan berarti kaku, tapi menunjukkan bahwa serat kainnya rapat dan tidak mudah sobek.

Kain yang seratnya rapat lebih tahan terhadap tarikan saat gorden sering dibuka dan ditutup setiap hari. Selain itu, kain tebal juga tidak gampang melar di bagian atas, sehingga bentuk gorden tetap rapi meski sudah lama digunakan.

Beberapa jenis bahan yang umum digunakan untuk gorden berkualitas antara lain:

  • Polyester premium, yang kuat, tidak mudah kusut, dan relatif tahan terhadap sinar matahari.
  • Katun tebal, yang nyaman, tampak alami, dan cukup awet jika dirawat dengan benar.
  • Linen tebal atau campuran linen, yang memberi kesan elegan dan memiliki daya tahan lebih baik dibanding linen tipis.
  • Beludru (velvet), yang sangat tebal dan cocok untuk gorden dekoratif atau ruangan yang ingin lebih gelap dan mewah.

Ciri kain yang baik bisa kamu lihat dari cara kain tersebut jatuh. Jika digantung atau dipegang, kain akan terasa beratnya pas dan jatuhnya rapi, tidak melayang terlalu ringan. Kain yang terlalu tipis biasanya terlihat menerawang saat diterawang ke arah cahaya dan lebih mudah robek di bagian lipatan.

Selain itu, kain yang kuat juga lebih tahan terhadap proses pencucian. Gorden pasti akan dicuci berkali-kali, dan bahan yang bagus tidak akan mudah menyusut, berbulu, atau berubah bentuk setelah dicuci. Inilah yang membuat gorden tetap terlihat bagus meski sudah dipakai lama.

Saat membeli, kamu bisa melakukan tes sederhana:

  • Raba dan remas kainnya, lalu lepaskan. Jika cepat kembali rapi, biasanya kualitasnya baik.
  • Tarik perlahan, untuk melihat apakah kain mudah melar atau terasa kokoh.
  • Terawang ke cahaya, untuk mengecek kerapatan seratnya.

Dengan memilih gorden yang bahannya tebal dan kuat, kamu bukan hanya mendapatkan tampilan yang lebih elegan, tapi juga investasi jangka panjang karena gorden tidak mudah rusak, robek, atau berubah bentuk meski digunakan setiap hari.


2. Jahitan Rapi dan Kuat. 

Selain bahan kain, kualitas gorden juga sangat ditentukan oleh jahitannya. Gorden dengan kain bagus sekalipun bisa cepat rusak kalau jahitannya asal-asalan. Jahitan yang rapi dan kuat membuat gorden lebih tahan lama, terutama karena gorden sering mengalami tarikan saat dibuka dan ditutup setiap hari.

Ciri jahitan yang baik bisa dilihat dari:

  • Garis jahitan lurus dan tidak bergelombang,
  • Jarak antar jahitan rapat dan konsisten,
  • Tidak ada benang yang terurai atau menjuntai,
  • Tepi kain terlipat dan dijahit dengan rapi, bukan dibiarkan terbuka.

Pada gorden, bagian-bagian penting seperti atas gorden (tempat ring atau rel), sisi samping, dan bagian bawah biasanya dijahit lebih kuat atau bahkan menggunakan jahitan ganda. Ini penting karena area tersebut menahan beban kain dan paling sering terkena tarikan.

Dan benang yang digunakan juga berpengaruh. Benang yang tebal dan kuat akan membuat jahitan tidak mudah putus meski menahan kain gorden yang berat. Jahitan yang baik tidak hanya kuat, tapi juga membuat tampilan gorden terlihat lebih rapi dan profesional saat dipasang.

Kalau jahitannya kurang bagus, biasanya masalah yang muncul antara lain:

  • Jahitan mudah lepas di bagian atas,
  • Sisi gorden mulai robek,
  • Bentuk gorden jadi tidak simetris,
  • Ring atau pengait mudah copot.

Saat membeli gorden, kamu bisa mengecek jahitannya dengan cara:

  • Perhatikan bagian tepi dan lipatan, pastikan tidak ada benang keluar.
  • Tarik kain di dekat jahitan secara perlahan, jika terasa kokoh berarti jahitannya kuat.
  • Lihat bagian atas gorden, pastikan jahitannya lebih tebal dan rapi karena ini bagian paling sering tertarik.

Jahitan yang rapi dan kuat menunjukkan bahwa gorden dibuat dengan proses yang baik dan perhatian pada detail. Dengan jahitan yang bagus, gorden akan lebih awet, tidak mudah sobek di sambungan kain, dan tetap terlihat rapi meski sudah digunakan dalam waktu lama.


3. Warna Tidak Mudah Pudar. 

Warna gorden sangat memengaruhi tampilan ruangan. Gorden yang warnanya tetap cerah dan merata akan membuat ruangan terlihat bersih dan enak dipandang. Karena itu, salah satu ciri gorden yang bagus adalah warnanya tidak mudah pudar, meskipun sering terkena sinar matahari atau dicuci berkali-kali.

Gorden yang dipasang di dekat jendela pasti terpapar cahaya matahari setiap hari. Jika kualitas pewarna kainnya kurang baik, warna gorden bisa cepat berubah, terlihat kusam, bahkan belang di beberapa bagian. Ini membuat gorden tampak tua padahal baru digunakan dalam waktu singkat.

Biasanya, gorden berkualitas menggunakan proses pewarnaan yang lebih baik, sehingga warna:

  • Tampak lebih hidup dan merata, tidak ada bagian yang lebih terang atau gelap.
  • Menyerap ke serat kain, bukan hanya di permukaannya.
  • Tidak mudah luntur saat dicuci.

Ciri gorden dengan warna yang awet bisa kamu perhatikan dari:

  • Tampilan warna yang solid dan tidak tampak pudar sejak awal.
  • Saat digosok dengan tangan atau tisu kering, tidak meninggalkan bekas warna.
  • Setelah dicuci, warna tetap sama dan tidak banyak berubah.

Warna yang tahan lama juga menandakan bahwa bahan dan proses produksinya dilakukan dengan standar yang baik. Selain lebih enak dipandang, ini juga berarti kamu tidak perlu sering mengganti gorden hanya karena warnanya sudah kusam.

Untuk menjaga warna gorden tetap awet, sebaiknya:

  • Cuci dengan air dingin atau suam-suam kuku.
  • Gunakan deterjen lembut dan hindari pemutih.
  • Jemur di tempat yang tidak langsung terkena matahari terik, terutama untuk warna gelap atau cerah.

Dengan memilih gorden yang warnanya tidak mudah pudar, ruangan akan tetap terlihat segar lebih lama, dan gorden pun bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa kehilangan keindahannya.

Silahkan baca juga tips memadukan gorden dengan warna dinding.


4. Tekstur Kain Nyaman dan Tidak Kasar. 

Tekstur kain sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kualitas dan keawetan gorden. Gorden yang bagus biasanya memiliki tekstur yang halus, lembut saat disentuh, dan tidak terasa kasar di tangan. Ini menandakan bahwa serat kainnya tersusun rapi dan diproses dengan baik.

Kain yang terasa kasar umumnya berasal dari serat yang kaku atau kualitas benang yang rendah. Jika dipakai dalam jangka panjang, kain seperti ini lebih mudah mengalami masalah, seperti:

  • cepat berbulu di permukaan,
  • terasa kaku setelah dicuci,
  • dan lebih rentan robek di bagian lipatan.

Sebaliknya, tekstur yang halus membuat gorden lebih nyaman saat disentuh, tidak mengiritasi kulit, dan terlihat lebih elegan ketika terpasang. Kain yang lembut juga biasanya punya jatuh yang lebih bagus, sehingga lipatan gorden tampak rapi dan alami.

Tekstur yang baik juga berpengaruh pada perawatan. Gorden dengan permukaan halus cenderung:

  • tidak mudah menangkap debu,
  • lebih gampang dibersihkan,
  • dan tidak cepat kusut setelah dicuci.

Untuk mengeceknya, kamu bisa melakukan beberapa cara sederhana:

  • Raba permukaan kain dengan telapak tangan. Jika terasa halus dan rata, itu pertanda kualitasnya baik.
  • Gosok perlahan antara jari. Kain berkualitas tidak akan terasa “seret” atau berbunyi kasar.
  • Perhatikan permukaannya, apakah terlihat rata atau banyak serat yang mencuat.

Selain itu, kain yang teksturnya nyaman biasanya lebih tahan terhadap pemakaian harian. Saat gorden sering dibuka dan ditutup, permukaan kain tidak cepat aus atau rusak. Inilah yang membuat gorden tetap terlihat bagus meski sudah lama digunakan.

Singkatnya, tekstur kain yang halus dan tidak kasar bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menjadi tanda bahwa gorden dibuat dari bahan yang baik dan punya daya tahan lebih lama.

Silahkan baca juga tentang Keunggulan Gorden Blackout.


5. Tidak Mudah Kusut dan Tetap Rapi. 

Salah satu ciri gorden yang oke yang sering terasa manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari adalah tidak mudah kusut. Gorden yang bagus akan tetap terlihat rapi meskipun sering dibuka-tutup, tersentuh tangan, atau setelah dicuci. Ini tentu membuat ruangan selalu tampak bersih dan enak dipandang tanpa perlu sering menyetrika.

Kain yang tidak mudah kusut biasanya memiliki serat yang kuat dan elastis, seperti polyester premium atau campuran polyester dengan katun. Serat jenis ini mampu kembali ke bentuk semula setelah dilipat atau diremas, sehingga lipatan gorden tetap jatuh dengan rapi saat digantung.

Sebaliknya, gorden dengan kualitas rendah cenderung cepat berkerut. Baru dicuci atau bahkan hanya terlipat sedikit saja, bekas kusutnya sudah terlihat jelas. Jika dibiarkan, gorden jadi tampak lecek dan kurang menarik, meskipun motifnya sebenarnya bagus.

Keunggulan gorden yang tidak mudah kusut antara lain:

  • Tampilan selalu rapi, tanpa perlu perawatan ekstra.
  • Hemat waktu, karena jarang perlu disetrika.
  • Lebih awet, karena kain tidak cepat rusak akibat panas setrika yang terlalu sering.

Ciri gorden yang tidak mudah kusut bisa kamu cek dengan cara sederhana. Coba remas sedikit bagian kain, lalu lepaskan. Jika kain cepat kembali halus dan kerutannya minim, itu tanda bahan tersebut cukup berkualitas. Selain itu, saat digantung, lipatan gorden akan terlihat jatuh alami dan tidak kaku.

Selain bahan, proses finishing juga berpengaruh. Gorden yang diproses dengan baik biasanya sudah melalui tahap anti-kusut atau heat setting, sehingga bentuk kain lebih stabil dan tidak gampang berkerut meski sering digunakan.

Dengan memilih gorden yang tidak mudah kusut dan tetap rapi, kamu akan mendapatkan gorden yang selalu terlihat bagus setiap hari, perawatannya lebih praktis, dan tentunya lebih tahan lama untuk penggunaan jangka panjang.


6. Dilengkapi Aksesori yang Kokoh. 

Saat memilih gorden, banyak orang hanya fokus pada kainnya, padahal aksesori gorden seperti ring, mata ayam, pengait, atau rel juga sangat menentukan keawetan gorden. Aksesori inilah yang menahan beban kain dan menjadi tumpuan utama saat gorden dibuka dan ditutup setiap hari.

Gorden berkualitas biasanya menggunakan aksesori yang terbuat dari bahan kuat dan tebal, seperti:

  • Logam anti karat, yang tidak mudah berkarat meski terkena udara lembap.
  • Plastik keras berkualitas tinggi, yang tidak mudah retak atau patah.

Aksesori yang kokoh membuat gorden bisa digeser dengan lancar tanpa macet, sekaligus mengurangi risiko kain robek di bagian atas akibat tarikan yang tidak merata.

Ciri aksesori gorden yang baik bisa dilihat dari:

  • Ring atau mata ayam terpasang rapi dan kuat, tidak goyang atau longgar.
  • Permukaannya halus, sehingga tidak menggesek kain dan menyebabkan serat cepat rusak.
  • Ukurannya proporsional dengan ketebalan kain, jadi mampu menopang beban gorden dengan baik.

Sebaliknya, aksesori yang tipis dan kualitas rendah biasanya cepat menunjukkan masalah. Ring bisa berubah bentuk, retak, atau bahkan copot setelah beberapa bulan pemakaian. Jika ini terjadi, gorden jadi sulit digeser dan kain di sekitarnya bisa cepat sobek, meskipun bahan kainnya sendiri masih bagus.

Selain bahan, desain aksesori juga berpengaruh. Aksesori yang baik dirancang agar beban gorden tersebar merata, sehingga tidak menumpuk di satu titik. Ini membantu menjaga bagian atas gorden tetap rapi dan tidak melar.

Sebelum membeli, ada baiknya kamu:

  • Mencoba menggeser gorden untuk memastikan ring bergerak mulus.
  • Mengetuk atau menekan ring/pengaitnya untuk mengecek kekokohannya.
  • Melihat sambungan ring dengan kain, pastikan tidak ada jahitan yang tertarik atau terlihat rapuh.

Dengan aksesori yang kokoh, gorden tidak hanya lebih nyaman digunakan, tapi juga jauh lebih awet. Kain tidak cepat rusak di bagian atas, dan kamu pun tidak perlu sering mengganti ring atau memperbaiki gorden yang copot. Ini jadi salah satu tanda penting bahwa gorden tersebut memang dibuat dengan kualitas yang baik.


7. Ukuran Presisi dan Finishing Rapi. 

Gorden berkualitas tidak hanya bagus dari bahannya, tapi juga dari cara pembuatannya. Salah satu ciri pentingnya adalah ukuran yang presisi dan finishing yang rapi. Artinya, panjang dan lebarnya sesuai standar, potongan kain lurus, serta setiap sisi diselesaikan dengan baik tanpa benang yang menjuntai.

Ukuran yang presisi membuat gorden terlihat pas saat dipasang. Bagian bawah tidak miring, sisi kanan dan kiri seimbang, dan lipatannya jatuh dengan rapi. Jika ukuran tidak tepat, gorden bisa terlihat “miring” atau menggantung tidak rata, sehingga mengurangi keindahan ruangan meski kainnya sebenarnya bagus.

Finishing rapi bisa dilihat dari:

  • Tepi kain yang dijahit atau di-hem dengan baik, tidak ada serat yang terurai.
  • Benang tidak keluar-keluar, dan jahitannya lurus serta konsisten.
  • Lipatan bagian atas rapi dan simetris, terutama pada gorden model pleat atau smoke ring.
  • Bagian bawah lurus, tidak bergelombang karena potongan yang tidak rata.

Finishing yang baik juga berpengaruh pada daya tahan gorden. Tepi kain yang dijahit rapi akan mencegah kain mudah berbulu atau sobek dari pinggir. Begitu juga dengan lipatan yang dijahit kuat, membuat gorden tidak gampang berubah bentuk meski sering ditarik atau dicuci.

Selain itu, produsen gorden biasanya melakukan pengecekan akhir sebelum produk dijual. Hasilnya, gorden tampak lebih “siap pakai” dan terlihat profesional saat langsung dipasang, tanpa perlu diperbaiki lagi.

Sebaliknya, pada gorden dengan finishing kurang baik, sering ditemukan:

  • Ujung kain miring atau tidak sama panjang.
  • Banyak sisa benang.
  • Jahitan tepi tipis dan mudah lepas.
  • Lipatan tidak sejajar satu sama lain.

Hal-hal kecil ini mungkin terlihat sepele, tapi dalam pemakaian jangka panjang bisa membuat gorden cepat rusak dan tampak kusam.

Jadi, sebelum membeli gorden, sempatkan untuk mengecek bagian tepi, bawah, dan lipatan atasnya. Jika semuanya terlihat rapi dan ukurannya terasa pas, itu menandakan gorden tersebut dibuat dengan perhatian pada detail dan layak dipilih untuk penggunaan jangka panjang.


8. Tidak Berbau Menyengat. 

Gorden yang bagus biasanya tidak memiliki bau kimia yang tajam atau menyengat saat pertama kali dibeli. Kalau pun ada aroma khas kain baru, baunya ringan dan akan cepat hilang setelah digantung atau diangin-anginkan.

Bau menyengat pada gorden umumnya berasal dari:

  • Pewarna tekstil berkualitas rendah,
  • Bahan finishing atau pelapis yang kurang aman, seperti pada beberapa gorden blackout murah,
  • Atau proses produksi dan penyimpanan yang tidak baik.

Gorden dengan bau kimia yang kuat bukan hanya tidak nyaman, tapi juga bisa jadi tanda bahwa bahan yang digunakan kurang berkualitas. Dalam jangka panjang, bau ini sulit hilang meski sudah dicuci, dan kadang menandakan kain lebih mudah rusak, mengeras, atau lapisannya cepat mengelupas.

Selain itu, bau menyengat juga bisa mengganggu kenyamanan di dalam ruangan. Ruang tamu atau kamar jadi terasa pengap, bahkan bisa membuat pusing atau tidak nyaman, terutama bagi anak-anak atau orang yang sensitif terhadap aroma kimia.

Gorden yang tidak berbau menyengat menunjukkan bahwa:

  • Proses pewarnaan kainnya lebih baik,
  • Bahan yang digunakan relatif aman,
  • Dan kualitas finishing-nya lebih terkontrol.

Saat membeli langsung di toko, kamu bisa mencium aromanya secara singkat. Jika baunya tajam dan menusuk hidung, sebaiknya pertimbangkan ulang. Untuk pembelian online, kamu bisa melihat ulasan pembeli—biasanya akan ada komentar jika produk memiliki bau yang kuat.

Jika gorden yang sudah terlanjur dibeli ternyata berbau agak kuat, kamu bisa:

  • Mengangin-anginkannya di tempat terbuka,
  • Mencucinya dengan deterjen lembut,
  • Atau menjemurnya tanpa terkena sinar matahari langsung.

Namun, pada gorden berkualitas, bau seperti ini jarang terjadi atau cepat hilang. Jadi, ciri “tidak berbau menyengat” bisa menjadi tanda sederhana tapi penting bahwa gorden tersebut dibuat dengan bahan dan proses yang lebih baik, sehingga lebih nyaman digunakan dan tidak mudah rusak.


9. Memiliki Lapisan Tambahan (Jika Dibutuhkan). 

Pada jenis gorden tertentu, terutama gorden blackout dan semi blackout, lapisan tambahan menjadi salah satu penentu utama kualitas. Lapisan ini berfungsi untuk menahan cahaya matahari, mengurangi panas, serta membantu menjaga privasi di dalam ruangan. Jika lapisannya bagus, gorden akan lebih awet dan fungsinya tetap maksimal dalam jangka panjang.

Gorden yang semacam ini biasanya memiliki lapisan yang:

  • Menyatu rapi dengan kain utama, tidak mudah terkelupas atau mengelupas di bagian pinggir.
  • Tetap lentur, tidak kaku saat dilipat atau digeser.
  • Tidak mudah retak atau pecah, meskipun sering terkena panas matahari.

Lapisan tambahan yang buruk sering kali terasa sangat kaku seperti plastik. Dalam pemakaian sehari-hari, lapisan seperti ini bisa cepat retak, mengelupas, lalu akhirnya rusak, apalagi jika sering dicuci atau dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Pada gorden blackout berkualitas, lapisan biasanya terbuat dari bahan khusus yang mampu:

  • Menghalangi cahaya hingga 80–100%.
  • Membantu menahan panas dari luar ruangan.
  • Meredam suara ringan dari luar.

Sementara pada semi blackout, lapisannya lebih tipis, sehingga cahaya masih bisa masuk sedikit, tapi tetap memberi kenyamanan dan privasi.

Ciri lapisan yang baik bisa kamu cek dengan cara:

  • Melipat kain, lalu lihat apakah lapisan ikut lentur dan tidak meninggalkan bekas retak.
  • Menggosok perlahan dengan jari, untuk memastikan tidak ada serbuk atau bagian yang terkelupas.
  • Menerawang ke cahaya, untuk melihat seberapa merata lapisan menahan sinar.

Lapisan tambahan yang berkualitas juga tidak mengeluarkan bau menyengat dan tidak terasa lengket saat disentuh. Ini menandakan bahan yang digunakan lebih aman dan tahan lama.

Dengan memilih gorden yang memiliki lapisan tambahan, kamu akan mendapatkan gorden yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga optimal dalam fungsi—baik untuk menghalangi cahaya, menjaga suhu ruangan, maupun meningkatkan kenyamanan di dalam rumah.


10. Ada Informasi Perawatan yang Jelas. 

Salah satu ciri gorden yang bagus yang sering dianggap sepele adalah adanya label atau keterangan cara perawatan yang jelas. Padahal, poin ini sangat penting untuk menjaga gorden tetap awet dan tidak mudah rusak. Produsen yang serius dengan kualitas produknya biasanya selalu menyertakan petunjuk perawatan sesuai jenis bahan yang digunakan.

Informasi perawatan ini bisa berupa:

  • Anjuran cara mencuci (manual atau mesin).
  • Suhu air yang aman digunakan.
  • Boleh atau tidaknya menggunakan pemutih.
  • Cara mengeringkan (diangin-anginkan atau boleh pakai mesin).
  • Suhu setrika yang disarankan.
  • Keterangan dry clean only untuk bahan tertentu.

Dengan petunjuk ini, pengguna tidak asal mencuci gorden. Soalnya, setiap bahan punya karakter berbeda. Misalnya, katun tebal bisa menyusut jika dicuci air panas, sementara velvet atau blackout bisa rusak lapisannya jika diperas terlalu keras atau dikeringkan dengan mesin.

Gorden yang tidak memiliki informasi perawatan biasanya berisiko lebih cepat rusak karena:

  • Dicuci dengan cara yang salah.
  • Terkena panas berlebih saat disetrika.
  • Lapisan blackout mengelupas.
  • Warna jadi cepat pudar.

Selain itu, adanya label perawatan juga menunjukkan bahwa gorden tersebut dibuat dengan standar produksi yang baik. Artinya, bahan dan prosesnya sudah diperhitungkan sehingga produsen tahu betul bagaimana cara terbaik merawat produknya.

Bagi pembeli, informasi ini memberi rasa aman. Kamu jadi tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sehingga gorden bisa:

  • Lebih tahan lama.
  • Tidak mudah berubah bentuk.
  • Tetap rapi dan enak dipandang.
  • Menghemat biaya karena tidak perlu sering ganti gorden.

Tips saat membeli gorden:

  • Cek apakah ada label kain di bagian samping atau belakang gorden.
  • Jika beli online, perhatikan deskripsi produk yang mencantumkan cara perawatan.
  • Pilih gorden dengan petunjuk yang jelas dan mudah diikuti.

Singkatnya, gorden berkualitas bukan hanya bagus dari tampilan dan bahan, tapi juga memberikan panduan perawatan yang jelas agar pengguna bisa menjaga kualitasnya dalam jangka panjang. Dengan perawatan yang tepat, gorden bisa tetap awet dan tidak mudah rusak meski dipakai bertahun-tahun.


11. Tidak Mudah Berbulu atau Mengelupas. 

Salah satu tanda gorden berkualitas adalah permukaan kainnya tetap halus meski sudah sering dipakai dan dicuci. Gorden yang bagus tidak mudah berbulu (pilling) dan tidak mengelupas, sehingga tampilannya tetap rapi dan enak dipandang dalam jangka waktu lama.

Bulu-bulu halus biasanya muncul karena serat kain yang kurang kuat. Saat gorden sering bergesekan—baik dengan tangan saat dibuka-tutup, dengan dinding, atau ketika dicuci—serat yang lemah akan naik ke permukaan dan membentuk gumpalan kecil. Inilah yang membuat gorden terlihat cepat kusam dan terkesan murahan, meskipun awalnya tampak bagus.

Pada gorden yang bagus, serat kainnya lebih rapat dan kuat, sehingga:

  • Permukaan kain tetap halus.
  • Tidak muncul gumpalan serat meski sering digeser.
  • Tampilan warna dan motif tetap jelas.

Bahan seperti polyester premium, katun dengan serat rapat, atau campuran kain berkualitas biasanya lebih tahan terhadap masalah berbulu dibandingkan kain yang seratnya longgar.

Selain berbulu, pada beberapa jenis gorden—terutama blackout atau yang memiliki lapisan tambahan—kualitas juga terlihat dari apakah lapisannya mudah mengelupas atau tidak. Gorden yang baik memiliki lapisan yang menempel kuat, lentur, dan tidak retak meski sering dilipat atau dicuci. Jika lapisan mudah pecah atau rontok, itu tanda kualitasnya kurang baik dan usia pakainya biasanya pendek.

Kamu bisa mengecek ciri ini sebelum membeli dengan cara sederhana:

  • Gosok perlahan permukaan kain dengan telapak tangan. Jika sudah terasa berbulu, sebaiknya dihindari.
  • Perhatikan bagian lipatan atau tepi, karena area ini biasanya paling cepat menunjukkan tanda pilling.
  • Untuk blackout, tekuk kainnya perlahan dan lihat apakah lapisannya retak.

Dengan memilih gorden yang tidak mudah berbulu atau mengelupas, kamu bisa menjaga tampilan ruangan tetap bersih, rapi, dan elegan. Gorden pun tidak cepat terlihat tua, meski sudah digunakan dalam waktu lama.


12. Jatuhnya Kain Terlihat Indah.

Gorden yang bagus bisa langsung terlihat kalau sudah digantung, yaitu jatuhnya kain tampak indah dan rapi. Maksudnya, kain gorden membentuk lipatan alami, tidak kaku, tidak menggelembung aneh, dan tidak terlihat “jatuh mati” tanpa bentuk. Tampilan ini membuat ruangan terlihat lebih elegan dan tertata.

Gorden yang semacam ini biasanya memiliki berat kain yang seimbang dengan jenis bahannya. Tidak terlalu ringan sehingga mudah melayang dan berantakan, tapi juga tidak terlalu berat sampai membuat rel cepat rusak. Keseimbangan ini membuat gorden jatuh mengikuti gravitasi dengan lembut dan membentuk gelombang yang enak dipandang.

Jatuhnya kain yang indah juga dipengaruhi oleh:

  • Kualitas serat kain, semakin baik seratnya, semakin halus dan rapi lipatannya.
  • Ketebalan yang pas, kain yang terlalu tipis terlihat lemas, sementara yang terlalu kaku sulit membentuk lipatan.
  • Proses finishing, seperti jahitan bagian atas dan lipatan yang dibuat presisi.

Ciri gorden dengan jatuh kain yang baik bisa kamu lihat dari:

  • Lipatan terlihat simetris dan konsisten dari atas sampai bawah.
  • Bagian bawah gorden tampak lurus, tidak miring atau bergelombang tidak beraturan.
  • Saat digeser, kain bergerak halus dan kembali rapi saat ditutup.

Selain soal keindahan, jatuhnya kain yang bagus juga menandakan bahwa gorden tersebut tidak mudah berubah bentuk. Gorden murah sering terlihat bagus di awal, tapi setelah beberapa minggu dipakai, lipatannya jadi berantakan karena kainnya mudah melar atau kaku setelah dicuci.

Untuk memastikan, kamu bisa mencoba:

  • Menggantung contoh gorden di toko atau melihat foto real pemasangan.
  • Memegang kain dan menjatuhkannya perlahan dari tangan untuk melihat bagaimana lipatannya terbentuk.
  • Memilih ukuran gorden yang cukup lebar (biasanya 1,5–2 kali lebar jendela) agar lipatannya terlihat penuh dan mewah.

Dengan gorden yang jatuhnya indah, ruangan akan tampak lebih hidup dan nyaman. Bukan hanya berfungsi menutup jendela, tapi juga menjadi elemen dekorasi yang mempercantik interior dalam jangka panjang.

Silahkan baca juga tips menghilangkan jamur di Gorden.


Rekomendasi dari Rumevo Gorden yang Patut dimiliki.

Kalau bingung pilih yang mana, silahkan lihat sendiri Gorden yang kami rekomendasikan di Shopee. Monggo pilih motif dan warna sesuai selera.

Cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top