Cara Memilih Gorden agar Ruangan Tidak Terlihat Gelap

Gorden sering kali dianggap sebagai elemen pelengkap interior, padahal perannya sangat besar dalam membentuk suasana ruangan. Penataan dan jenis gorden yang digunakan dapat memengaruhi pencahayaan, kesan luas, hingga tingkat kenyamanan sebuah ruang. Ruangan dengan pencahayaan alami yang baik tentu akan terasa lebih segar dan menyenangkan untuk ditempati sepanjang hari.

Namun, tidak sedikit ruangan yang justru tampak redup meskipun memiliki jendela. Hal ini kerap terjadi karena penggunaan gorden yang kurang tepat, baik dari segi warna, bahan, maupun modelnya. Jika dibiarkan, ruangan bisa terasa sempit dan kurang hidup. Oleh karena itu, penting memahami bagaimana peran gorden dalam membantu ruangan tetap terlihat terang dan nyaman.

Gorden terang

7 Cara Memilih Gorden agar Ruangan Tidak Terlihat Gelap.

1. Pilih Warna Gorden yang Terang.

Warna gorden merupakan faktor paling berpengaruh dalam menentukan apakah sebuah ruangan terlihat terang atau justru terasa gelap. Warna yang tepat mampu memantulkan cahaya alami dari luar, sehingga ruangan tampak lebih cerah, luas, dan nyaman.

Gorden dengan warna terang seperti putih, krem, ivory, beige, abu-abu muda, atau warna pastel sangat direkomendasikan, terutama untuk ruangan dengan pencahayaan alami yang terbatas. Warna-warna ini memiliki kemampuan memantulkan cahaya dengan baik, sehingga sinar matahari yang masuk tidak “terserap” oleh kain gorden, melainkan menyebar ke seluruh ruangan.

Sebaliknya, warna gorden yang terlalu gelap seperti hitam, cokelat tua, abu-abu gelap, navy, atau hijau tua cenderung menyerap cahaya. Akibatnya, meskipun jendela berukuran besar, ruangan tetap terlihat redup dan kurang hidup. Warna gelap juga dapat memberikan kesan sempit, terutama pada ruangan kecil.

Jika Anda ingin tetap menggunakan gorden berwarna agak gelap karena alasan gaya atau konsep interior, sebaiknya kombinasikan dengan warna terang pada dinding, plafon, dan lantai. Alternatif lainnya adalah memilih gorden dua lapis, di mana lapisan dalam menggunakan warna terang atau sheer, sedangkan lapisan luar berwarna lebih gelap dan hanya digunakan saat dibutuhkan.

Selain mempertimbangkan terang atau gelap, pilih warna gorden yang senada dengan elemen interior lainnya. Warna yang harmonis akan menciptakan kesan ruangan yang lebih rapi, bersih, dan terang secara visual. Hindari kontras warna yang terlalu tajam karena dapat membuat ruangan terasa berat dan kurang nyaman.

Singkatnya, semakin terang warna gorden yang dipilih, semakin besar peluang ruangan terlihat cerah dan lapang. Pemilihan warna yang tepat tidak hanya meningkatkan pencahayaan, tetapi juga memperindah tampilan ruangan secara keseluruhan.

Silahkan baca juga Perpaduan Gorden dengan Warna dinding Agar Serasi.


2. Gunakan Bahan yang Tidak Terlalu Tebal.

Selain warna, jenis bahan gorden sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerahan ruangan. Bahan yang terlalu tebal dapat menghalangi masuknya cahaya alami, sehingga ruangan terlihat lebih gelap meskipun gorden berwarna terang.

Untuk menjaga ruangan tetap cerah, sebaiknya pilih bahan gorden yang ringan dan tidak terlalu padat, seperti voile, sheer, linen tipis, atau katun ringan. Bahan-bahan ini memungkinkan cahaya matahari masuk secara lembut dan menyebar ke seluruh ruangan, tanpa membuat ruangan silau atau terasa panas.

Gorden berbahan ringan sangat cocok digunakan di ruang tamu, ruang keluarga, atau ruang kerja yang membutuhkan pencahayaan alami di siang hari. Selain membuat ruangan terlihat lebih terang, bahan yang tipis juga memberi kesan lapang dan tidak berat secara visual.

Sebaliknya, gorden berbahan tebal seperti blackout atau dimout memang efektif untuk menahan panas dan menjaga privasi, tetapi jika digunakan sebagai satu-satunya lapisan, ruangan bisa terasa gelap dan tertutup. Oleh karena itu, penggunaan bahan tebal sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.

Solusi terbaik adalah menggunakan gorden dua lapis. Lapisan pertama menggunakan bahan tipis atau sheer yang tetap membiarkan cahaya masuk, sementara lapisan kedua menggunakan bahan yang lebih tebal untuk digunakan saat malam hari atau ketika ingin mengurangi cahaya secara maksimal.

Dengan memilih bahan yang tepat, ruangan tidak hanya terlihat lebih terang, tetapi juga terasa lebih nyaman dan seimbang antara fungsi dan estetika.

Silahkan baca juga tentang beberapa bahan Gorden yang Bagus dan Awet.


3. Manfaatkan Gorden Model Sheer.

Gorden model sheer merupakan solusi ideal jika Anda ingin ruangan tetap terang tanpa mengorbankan privasi. Jenis gorden ini terbuat dari bahan tipis dan transparan yang memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal, namun tetap memberikan batas visual dari luar.

Dengan menggunakan gorden sheer, sinar matahari akan masuk secara lembut dan menyebar ke seluruh ruangan. Hal ini membuat ruangan terlihat lebih cerah, hangat, dan tidak terasa pengap, terutama pada siang hari. Berbeda dengan gorden tebal yang menahan cahaya, sheer justru membantu memaksimalkan pencahayaan alami.

Gorden sheer sangat cocok digunakan pada ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, hingga kamar tidur yang membutuhkan suasana terang dan nyaman. Selain itu, sheer juga efektif untuk ruangan berukuran kecil karena memberikan kesan lebih luas dan ringan secara visual.

Untuk hasil terbaik, gorden sheer sering dikombinasikan dengan gorden tebal atau blackout sebagai lapisan luar. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas: pada siang hari Anda bisa menutup sheer saja agar ruangan tetap terang, sementara pada malam hari atau saat membutuhkan privasi penuh, gorden tebal dapat ditutup.

Dan kalau memakai gorden sheer, sebaiknya gunakan warna-warna terang seperti putih, krem, atau abu-abu muda. Warna tersebut membantu memantulkan cahaya dan menjaga ruangan tetap terlihat bersih dan elegan.

Secara keseluruhan, penggunaan jenis gorden yang satu ini adalah cara sederhana namun efektif untuk mencegah ruangan terlihat gelap. Selain fungsional, sheer juga mampu menambah kesan estetik dan membuat ruangan terasa lebih hidup.

Coba lihat sendiri ini Gorden Sheer yang kami rekomendasikan. Barangkali cocok.


4. Sesuaikan Panjang dan Model Gorden.

Panjang dan model gorden sering kali dianggap sepele, padahal keduanya sangat berpengaruh terhadap kesan terang atau gelap pada ruangan. Gorden yang tidak proporsional dapat membuat cahaya sulit masuk dan membuat ruangan terasa sempit.

Untuk hasil terbaik, pilih gorden dengan panjang dari atas jendela hingga mendekati lantai. Model ini memberikan kesan ruangan yang lebih tinggi dan terbuka, sehingga cahaya yang masuk dapat menyebar dengan lebih merata. Gorden yang terlalu pendek justru membuat tampilan jendela terkesan terpotong dan mengurangi kesan luas.

Selain panjang, model lipatan gorden juga perlu diperhatikan. Lipatan yang terlalu rapat dan tebal bisa menghalangi cahaya meskipun gorden berwarna terang. Oleh karena itu, sebaiknya pilih model gorden dengan lipatan sederhana dan tidak terlalu padat agar cahaya tetap dapat masuk dengan maksimal saat gorden dibuka.

Model gorden lurus, ripple fold, atau wave curtain sangat cocok untuk menciptakan kesan ruangan yang lebih terang dan modern. Model ini membantu cahaya menyebar secara alami dan membuat tampilan jendela terlihat rapi tanpa kesan berat.

Lebar gorden juga perlu disesuaikan. Gorden yang terlalu lebar dan menumpuk di sisi jendela dapat membuat area sekitar jendela terlihat penuh dan gelap. Idealnya, lebar gorden cukup untuk menutup jendela dengan rapi tanpa terlalu banyak tumpukan kain.

Dengan memilih panjang dan model yang tepat, ruangan tidak hanya terlihat lebih terang, tetapi juga terasa lebih luas, nyaman, dan estetik.


5. Perhatikan Warna Dinding dan Interior.

Agar ruangan tidak terlihat gelap, pemilihan gorden harus selaras dengan warna dinding dan elemen interior lainnya. Kombinasi warna yang tepat akan menciptakan kesan ruangan yang terang, seimbang, dan nyaman dipandang.

Jika dinding ruangan menggunakan warna terang seperti putih, krem, atau pastel, sebaiknya pilih gorden dengan warna yang senada atau satu tingkat lebih gelap. Cara ini membantu cahaya menyebar secara merata dan membuat ruangan terlihat lebih luas. Gorden yang terlalu kontras dengan dinding justru dapat memecah fokus visual dan membuat ruangan terasa lebih sempit.

Untuk ruangan dengan dinding berwarna gelap, gorden berwarna terang sangat disarankan sebagai penyeimbang. Warna gorden yang cerah dapat membantu mengurangi kesan suram dan memberikan titik terang pada ruangan. Selain itu, cahaya yang masuk akan lebih mudah dipantulkan oleh gorden sehingga ruangan tidak terasa redup.

Selain warna dinding, perhatikan juga warna furnitur, lantai, dan dekorasi. Jika sebagian besar perabot berwarna gelap, penggunaan gorden terang akan membantu menetralkan suasana ruangan. Sebaliknya, jika interior sudah didominasi warna terang, gorden dengan warna netral lembut akan menjaga tampilan tetap harmonis tanpa terlihat monoton.

Keselarasan warna antara gorden, dinding, dan interior tidak harus sama persis, namun sebaiknya masih dalam satu palet warna. Dengan begitu, ruangan akan terasa lebih menyatu, terang, dan enak dipandang, tanpa terlihat berat atau gelap.


6. Gunakan Rel Gorden yang Lebih Tinggi.

Banyak orang tidak menyadari bahwa posisi pemasangan rel gorden sangat berpengaruh terhadap tampilan dan pencahayaan ruangan. Memasang rel gorden lebih tinggi dari kusen jendela, bahkan mendekati plafon, dapat memberikan efek visual yang membuat ruangan terlihat lebih tinggi, luas, dan terang.

Ketika rel gorden dipasang tinggi, kain gorden akan jatuh memanjang ke bawah. Efek vertikal ini menciptakan ilusi langit-langit yang lebih tinggi, sehingga ruangan tidak terasa sempit atau tertutup. Ruangan yang terlihat lebih terbuka secara visual akan terasa lebih cerah meskipun cahaya alami yang masuk tidak terlalu banyak.

Selain itu, rel yang dipasang lebih tinggi juga memungkinkan gorden terbuka lebih maksimal ke samping. Dengan posisi ini, area jendela tidak tertutup kain saat gorden dibuka, sehingga cahaya matahari dapat masuk sepenuhnya ke dalam ruangan. Berbeda dengan rel yang dipasang tepat di atas kusen jendela, yang sering kali masih menutupi sebagian kaca saat gorden dibuka.

Agar hasilnya optimal, pasang rel gorden sekitar 10–20 cm di atas kusen jendela, atau sejajarkan langsung dengan plafon jika memungkinkan. Pastikan juga lebar rel melebihi sisi kanan dan kiri jendela agar gorden bisa ditarik penuh tanpa menghalangi cahaya.

Dengan penempatan rel yang tepat, ruangan akan terlihat lebih lapang, pencahayaan alami menjadi maksimal, dan gorden pun tampak lebih elegan. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah ruangan terlihat gelap tanpa harus mengganti jendela atau menambah sumber cahaya buatan.


7. Pastikan Mudah Dibuka di Siang Hari.

Agar ruangan tidak terlihat gelap, penting untuk memastikan gorden dapat dibuka dengan mudah dan maksimal saat siang hari. Cahaya alami dari matahari adalah sumber pencahayaan terbaik yang mampu membuat ruangan terasa lebih hidup, segar, dan nyaman tanpa perlu menyalakan lampu.

Pilih model gorden yang mudah digeser ke samping, baik menggunakan rel maupun batang gorden yang berkualitas. Sistem rel yang halus memungkinkan gorden dibuka penuh tanpa hambatan, sehingga jendela tidak tertutup sebagian. Semakin lebar area jendela yang terbuka, semakin banyak cahaya alami yang bisa masuk ke dalam ruangan.

Selain itu, perhatikan cara penataan gorden saat dibuka. Mengikat gorden ke sisi kanan dan kiri jendela dapat membantu cahaya masuk secara maksimal sekaligus menjaga tampilan ruangan tetap rapi. Anda juga bisa menggunakan tieback atau pengait gorden dengan desain sederhana agar gorden tidak menutupi jendela saat siang hari.

Untuk ruangan yang sering digunakan di siang hari seperti ruang tamu, ruang keluarga, atau ruang kerja, disarankan menggunakan kombinasi gorden sheer dan gorden utama. Gorden sheer tetap dapat ditutup tanpa menghalangi cahaya, sementara gorden utama hanya digunakan saat malam hari atau ketika dibutuhkan privasi ekstra.

Dengan memastikan gorden mudah dibuka dan tidak menghalangi jendela, cahaya alami dapat dimanfaatkan secara optimal. Hasilnya, ruangan akan terlihat lebih terang, luas, dan nyaman sepanjang hari.


Berikut kesimpulannya dalam bentuk tabel yang ringkas dan mudah dipahami:

Aspek Pemilihan Rekomendasi Utama Manfaat untuk Ruangan
Warna Gorden Warna terang seperti putih, krem, atau pastel Memantulkan cahaya dan membuat ruangan terlihat lebih cerah
Bahan Gorden Bahan tipis atau semi-transparan Cahaya alami tetap masuk tanpa membuat ruangan silau
Model Gorden Sheer atau kombinasi dengan gorden tebal Ruangan tetap terang di siang hari dan nyaman di malam hari
Panjang & Model Menjuntai dari atas jendela hingga lantai Memberi kesan ruangan lebih tinggi dan lapang
Kesesuaian Interior Selaras dengan warna dinding dan furnitur Tampilan ruangan terlihat harmonis dan tidak suram
Posisi Rel Gorden Dipasang lebih tinggi dari jendela Membantu pencahayaan maksimal dan efek visual lebih luas
Kemudahan Penggunaan Mudah dibuka dan diikat ke samping Memaksimalkan masuknya cahaya alami

Silahkan baca juga tentang penyebabnya gorden cepat kotor.


Pembahasan Penting Lainnya.


Inspirasi Warna Gorden untuk Ruangan Minim Cahaya Alami.

Ruangan dengan cahaya alami yang terbatas sering kali terasa gelap, sempit, dan kurang nyaman. Salah satu cara paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan memilih warna gorden yang tepat. Warna gorden tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekorasi, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pantulan cahaya dan suasana ruangan.

Berikut beberapa inspirasi warna gorden yang cocok untuk ruangan minim cahaya alami agar tetap terlihat terang dan nyaman.

1. Putih dan Broken White

Putih adalah pilihan paling aman untuk ruangan yang kekurangan cahaya alami. Warna ini mampu memantulkan cahaya dengan sangat baik sehingga ruangan terasa lebih cerah dan bersih.

Jika putih polos terasa terlalu dingin, Anda bisa memilih broken white atau putih gading yang memberi kesan hangat tanpa mengurangi kecerahan ruangan.

2. Krem dan Beige

Warna krem dan beige sangat cocok untuk menciptakan suasana terang sekaligus hangat. Warna ini tidak menyerap cahaya sebanyak warna gelap dan mudah dipadukan dengan berbagai warna dinding maupun furnitur.

Gorden warna krem juga memberi kesan lembut dan nyaman, terutama untuk ruang keluarga atau kamar tidur.

3. Abu-Abu Muda

Abu-abu muda menjadi pilihan modern untuk ruangan minim cahaya. Warna ini tetap terlihat terang tanpa terlalu mencolok. Abu-abu muda cocok untuk konsep interior minimalis dan kontemporer, terutama jika dipadukan dengan dinding putih atau furnitur berwarna terang.

4. Pastel Lembut

Warna pastel seperti baby blue, soft pink, mint, atau lavender mampu memberikan sentuhan warna tanpa membuat ruangan terasa gelap. Pastel memantulkan cahaya dengan baik dan menciptakan suasana segar serta menenangkan. Warna ini sangat cocok untuk kamar tidur, ruang kerja, atau kamar anak.

5. Kuning Muda dan Cream Yellow

Kuning muda dapat memberikan efek cerah seperti cahaya matahari alami. Warna ini membantu ruangan terasa lebih hidup meskipun minim pencahayaan alami. Namun, pastikan memilih kuning dengan tone lembut agar tidak terlihat terlalu mencolok atau melelahkan mata.

6. Hijau Muda dan Sage

Hijau muda atau sage memberikan kesan segar dan natural. Warna ini tetap terang dan tidak membuat ruangan terasa berat.
Gorden dengan warna ini cocok untuk menciptakan suasana rileks dan sejuk, terutama pada ruang keluarga atau ruang kerja di rumah.

7. Motif Terang dengan Pola Sederhana

Jika ingin menggunakan gorden bermotif, pilih motif kecil dengan dasar warna terang. Pola sederhana tidak menghalangi pantulan cahaya dan tetap membuat ruangan terlihat lapang.

Hindari motif besar dengan warna kontras yang berlebihan karena dapat membuat ruangan terasa penuh dan gelap.

Tips Tambahan agar Ruangan Lebih Terang

Selain warna, perhatikan juga bahan gorden. Untuk ruangan minim cahaya, pilih bahan yang ringan dan semi-transparan seperti voile atau linen tipis. Kombinasi warna terang dan bahan ringan akan membantu cahaya yang ada menyebar lebih merata di dalam ruangan.

Kesimpulan

Memilih warna yang tepat sangat membantu mengatasi ruangan yang minim cahaya alami. Warna-warna terang, lembut, dan hangat mampu memantulkan cahaya dengan baik serta menciptakan kesan ruangan yang lebih luas dan nyaman. Dengan inspirasi warna di atas, Anda dapat menyesuaikan gorden dengan kebutuhan ruangan tanpa mengorbankan estetika.

Silahkan baca juga tentang rekomendasi warna cat untuk ruang tamu.


Pengaruh Ukuran Jendela dan Posisi Gorden terhadap Terangnya Ruangan.

Banyak orang mengira terang atau gelapnya ruangan hanya ditentukan oleh jenis lampu atau warna cat dinding. Padahal, ukuran jendela dan posisi pemasangan gorden memiliki pengaruh besar terhadap masuknya cahaya alami ke dalam ruangan. Jika dua hal ini tidak diperhatikan dengan baik, ruangan bisa terasa lebih gelap meskipun sudah menggunakan gorden berwarna terang.

1. Ukuran Jendela Menentukan Jumlah Cahaya Alami

Semakin besar ukuran jendela, semakin banyak cahaya matahari yang bisa masuk ke dalam ruangan. Jendela berukuran lebar atau tinggi memungkinkan cahaya menyebar lebih merata sehingga ruangan terlihat lebih terang dan segar.

Sebaliknya, jendela kecil atau sempit membuat cahaya yang masuk terbatas, sehingga ruangan membutuhkan pengaturan gorden yang lebih tepat agar tidak terasa gelap.

2. Jendela Tinggi Membantu Cahaya Menyebar Lebih Dalam

Jendela yang posisinya tinggi dari lantai dapat membantu cahaya masuk lebih jauh ke dalam ruangan. Cahaya tidak hanya berhenti di dekat jendela, tetapi juga menyinari area tengah ruangan.

Pada kondisi ini, gorden sebaiknya dipasang dengan model menjuntai dari atas jendela ke bawah agar tidak menghalangi jalur cahaya yang masuk.

3. Posisi Rel Gorden Sangat Berpengaruh

Banyak orang memasang rel gorden tepat di atas kusen jendela. Padahal, memasang rel sedikit lebih tinggi dari kusen dapat memberikan efek visual ruangan yang lebih tinggi dan terbuka.

Selain itu, posisi ini membuat gorden bisa ditarik sepenuhnya ke samping tanpa menutupi area kaca, sehingga cahaya matahari dapat masuk secara maksimal.

4. Lebar Bukaan Gorden Menentukan Intensitas Cahaya

Selain tinggi, lebar bukaan gorden juga perlu diperhatikan. Jika gorden terlalu sempit atau tidak bisa dibuka penuh, sebagian jendela akan tetap tertutup dan menghalangi cahaya. Pastikan lebar gorden mencukupi agar saat dibuka, seluruh kaca jendela terlihat bebas tanpa tertutup kain.

5. Posisi Gorden Saat Dibuka di Siang Hari

Cara membuka gorden di siang hari sering kali dianggap sepele, padahal sangat memengaruhi terang ruangan. Gorden yang hanya dibuka sebagian akan membatasi cahaya masuk.

Sebaiknya, ikat atau tarik gorden sepenuhnya ke samping pada siang hari agar ruangan mendapat pencahayaan alami yang maksimal dan terasa lebih hidup.

6. Kombinasi Ukuran Jendela dan Jenis Gorden

Untuk jendela besar, penggunaan gorden sheer atau bahan tipis sangat disarankan agar cahaya tetap masuk tanpa menghilangkan privasi. Sementara untuk jendela kecil, pemilihan gorden dengan warna terang dan bahan ringan menjadi kunci agar ruangan tidak terlihat semakin gelap.

Kesimpulan

Ukuran jendela dan posisi gorden memiliki peran penting dalam menentukan tingkat kecerahan ruangan. Dengan jendela yang dimaksimalkan dan posisi gorden yang tepat, cahaya alami dapat masuk dengan optimal. Hasilnya, ruangan akan terasa lebih terang, lapang, dan nyaman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pencahayaan buatan.


Kesalahan Umum Membeli Gorden yang Membuat Ruangan Justru Terlihat Gelap.

Gorden sering dianggap hanya sebagai pelengkap interior, padahal perannya sangat besar dalam menentukan terang atau gelapnya sebuah ruangan. Banyak orang merasa rumahnya sudah memiliki jendela besar, tetapi tetap terlihat suram karena kesalahan dalam memilih gorden.

Agar tidak salah langkah, berikut beberapa kesalahan umum dalam memilih gorden yang tanpa disadari bisa membuat ruangan terlihat gelap.

1. Memilih Warna Gorden Terlalu Gelap

Kesalahan paling sering adalah memilih warna gorden yang terlalu gelap, seperti hitam, cokelat tua, abu-abu gelap, atau biru navy. Warna-warna ini cenderung menyerap cahaya sehingga cahaya alami yang masuk menjadi berkurang.

Jika ruangan tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, penggunaan gorden gelap akan membuat suasana terasa semakin suram dan sempit.

2. Menggunakan Bahan Gorden yang Terlalu Tebal

Gorden dengan bahan tebal seperti blackout memang efektif untuk menahan panas dan cahaya, tetapi jika digunakan sebagai gorden utama sepanjang hari, ruangan akan terasa gelap meskipun matahari sedang terik.

Banyak orang tidak menyadari bahwa bahan gorden sama pentingnya dengan warnanya. Bahan yang terlalu tebal sebaiknya hanya digunakan saat malam hari atau sebagai lapisan tambahan.

3. Tidak Mengombinasikan dengan Gorden Sheer

Kesalahan berikutnya adalah hanya menggunakan satu lapis gorden tebal tanpa tambahan sheer. Padahal, gorden sheer sangat membantu menjaga ruangan tetap terang di siang hari sambil tetap memberikan privasi.

Tanpa sheer, pilihan yang ada hanya membuka gorden sepenuhnya atau menutupnya rapat, yang sering kali membuat ruangan jadi kurang nyaman.

4. Ukuran Gorden Tidak Proporsional

Gorden yang terlalu lebar, terlalu panjang, atau lipatannya terlalu rapat bisa menghalangi cahaya masuk ke dalam ruangan. Selain itu, gorden yang menutupi sebagian jendela meski sedang dibuka juga bisa mengurangi pencahayaan alami.

Ukuran dan model gorden yang tidak proporsional membuat ruangan terasa berat dan tertutup.

5. Memasang Rel Gorden Terlalu Rendah

Rel gorden yang dipasang sejajar atau bahkan lebih rendah dari jendela membuat ruangan terlihat pendek dan kurang terbuka. Hal ini juga membatasi masuknya cahaya dari bagian atas jendela.

Padahal, memasang rel sedikit lebih tinggi dari jendela dapat membantu cahaya masuk lebih maksimal dan membuat ruangan terlihat lebih lapang.

6. Tidak Menyesuaikan dengan Warna Dinding dan Interior

Banyak orang membeli gorden hanya berdasarkan motif atau tren tanpa mempertimbangkan warna dinding dan furnitur. Jika dinding dan perabot sudah berwarna gelap lalu dipadukan dengan gorden gelap, ruangan akan terasa semakin suram.

Kombinasi warna yang kurang tepat bisa membuat ruangan kehilangan kesan terang meskipun pencahayaan sebenarnya cukup.

7. Jarang Membuka Gorden di Siang Hari

Kesalahan ini mungkin terlihat sepele, tetapi cukup berpengaruh. Gorden yang jarang dibuka di siang hari akan membuat ruangan kekurangan cahaya alami. Pilih model gorden yang mudah digeser atau diikat ke samping agar cahaya matahari bisa masuk sepenuhnya saat dibutuhkan.

Kesimpulan

Ruangan yang terlihat gelap sering kali bukan disebabkan oleh ukuran jendela atau kurangnya cahaya alami, melainkan karena kesalahan dalam memilih dan menata gorden. Dengan menghindari warna terlalu gelap, bahan yang terlalu tebal, serta memperhatikan ukuran dan pemasangan gorden, ruangan dapat terlihat lebih terang, nyaman, dan menyenangkan.


Rekomendasi Gorden yang Menjadikan Ruangan tetap Terang.

Kalau masalah Anda adalah ruangan terasa gelap setelah memakai gorden, tentunya perlu mencoba gorden yang kami rekomendasikan. Silahkan dilihat sendiri, dan semoga bermanfaat.

Cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top