Wallpaper dinding kini menjadi salah satu solusi favorit untuk mempercantik tampilan rumah tanpa perlu renovasi besar. Dengan beragam warna, motif, dan tekstur yang tersedia, wallpaper mampu menghadirkan suasana baru pada setiap ruangan, mulai dari yang terasa lebih hangat, elegan, hingga modern. Tak heran jika banyak orang menjadikannya sebagai elemen dekorasi utama untuk memperkuat karakter interior rumah.
Namun, penggunaan wallpaper tidak bisa dilakukan secara asal. Jika kurang tepat, hasilnya justru dapat membuat ruangan terasa sempit, terlalu ramai, atau kurang nyaman dipandang. Karena itu, diperlukan pemahaman dasar agar wallpaper yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi ruangan dan konsep rumah secara keseluruhan.

10 Cara Memilih Wallpaper Dinding yang Tepat untuk Rumah.
1. Kenali Fungsi dan Karakter Ruangan.
Sebelum memilih wallpaper, hal paling dasar yang perlu dilakukan adalah memahami fungsi dan karakter dari ruangan yang akan dipasangi. Setiap ruangan di rumah digunakan untuk aktivitas yang berbeda, sehingga membutuhkan suasana dan perlakuan yang berbeda pula.
Misalnya, ruang tamu adalah area pertama yang dilihat tamu. Ruangan ini biasanya menjadi representasi karakter rumah dan pemiliknya, sehingga cocok menggunakan wallpaper dengan motif yang menarik, elegan, atau berkesan hangat. Motif bisa sedikit lebih berani, asalkan tetap selaras dengan konsep interior keseluruhan.
Untuk kamar tidur, kenyamanan menjadi prioritas utama. Karena digunakan untuk beristirahat, sebaiknya pilih wallpaper dengan warna lembut dan motif yang tidak terlalu ramai, seperti warna pastel, motif sederhana, atau tekstur halus. Hal ini membantu menciptakan suasana tenang dan rileks, sehingga kualitas tidur pun lebih baik.
Sementara itu, ruang keluarga biasanya menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas bersama. Wallpaper di area ini idealnya memberi kesan hangat dan akrab. Warna netral yang dipadukan dengan motif ringan sering menjadi pilihan karena mudah menyatu dengan berbagai gaya furnitur dan dekorasi.
Untuk dapur dan ruang makan, faktor kebersihan dan ketahanan sangat penting. Pilih wallpaper yang berbahan kuat, tahan lembap, dan mudah dibersihkan, seperti wallpaper vinyl. Dari sisi tampilan, warna cerah atau motif yang segar bisa membantu menciptakan suasana yang bersih dan menggugah selera.
Sedangkan pada kamar mandi atau area yang lembap, sebaiknya lebih berhati-hati. Tidak semua wallpaper cocok untuk area ini. Jika ingin tetap menggunakan wallpaper, pastikan memilih jenis yang benar-benar tahan air dan memiliki daya rekat kuat agar tidak mudah mengelupas.
Selain fungsi, karakter ruangan juga perlu diperhatikan, seperti apakah ruangan tersebut sering dilalui orang, terkena cahaya matahari langsung, atau berada di area yang mudah kotor. Ruangan dengan aktivitas tinggi membutuhkan wallpaper yang lebih kuat dan mudah dirawat dibandingkan ruangan yang jarang digunakan.
Dengan mengenali fungsi dan karakter setiap ruangan sejak awal, Anda bisa lebih tepat dalam memilih jenis, motif, dan bahannya. Alhasil, wallpaper tidak hanya indah dipandang, tetapi juga awet dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari di rumah.
2. Sesuaikan dengan Ukuran Ruangan.
Ukuran ruangan punya peran besar dalam menentukan pilihan wallpaper yang tepat. Motif dan warna yang terlihat bagus di katalog belum tentu cocok saat diterapkan di ruangan dengan ukuran tertentu. Karena itu, penting menyesuaikan wallpaper dengan luas dan tinggi ruangan agar hasilnya proporsional dan nyaman dipandang.
Untuk ruangan berukuran kecil, sebaiknya pilih wallpaper dengan warna terang seperti putih, krem, abu muda, atau pastel. Warna-warna ini memantulkan cahaya dengan baik sehingga ruangan terasa lebih lapang dan tidak sumpek. Motif kecil atau polos juga lebih aman karena tidak “memenuhi” pandangan. Hindari motif besar dan ramai karena bisa membuat ruangan terlihat semakin sempit.
Selain itu, pola garis vertikal bisa membantu memberi kesan plafon lebih tinggi, cocok untuk ruangan dengan langit-langit rendah. Sementara garis horizontal bisa memberi efek ruangan terasa lebih lebar, meski penggunaannya perlu hati-hati agar tidak membuat ruangan terasa pendek.
Untuk ruangan yang luas, Anda punya lebih banyak kebebasan. Wallpaper dengan motif besar, tekstur kuat, atau warna yang lebih gelap bisa digunakan untuk menciptakan kesan hangat dan tidak kosong. Ruangan besar yang terlalu polos kadang terasa dingin, sehingga wallpaper bermotif justru membantu membuat suasana lebih hidup dan berkarakter.
Jika ruangan sangat besar, Anda juga bisa mengombinasikan beberapa dinding. Misalnya, satu dinding menggunakan wallpaper bermotif sebagai aksen, sementara dinding lainnya polos agar tetap seimbang dan tidak berlebihan.
Tinggi plafon juga perlu diperhatikan. Pada ruangan dengan plafon tinggi, hampir semua motif bisa masuk, tetapi untuk plafon rendah, sebaiknya hindari motif besar dengan arah horizontal yang bisa membuat ruangan terasa makin pendek.
Intinya, wallpaper yang tepat adalah yang bisa “memikat mata” secara positif: ruangan kecil terasa lebih luas, ruangan besar terasa lebih hangat, dan semuanya tetap terlihat seimbang. Dengan menyesuaikan pilihan wallpaper pada ukuran ruangan, tampilan interior rumah akan terlihat lebih proporsional dan nyaman untuk ditempati.
Silahkan baca juga tentang tips memilih gorden supaya ruangan tidak gelap.
3. Pilih Warna yang Tepat.
Warna wallpaper punya peran besar dalam membentuk suasana sebuah ruangan. Warna yang tepat bisa membuat ruangan terasa lebih luas, terang, hangat, atau bahkan lebih tenang. Karena itu, memilih warna tidak boleh asal suka, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ruangan.
Untuk ruangan yang ingin terasa terang dan lapang, seperti ruang tamu kecil atau lorong, warna-warna cerah seperti putih, krem, beige, atau abu-abu muda sangat cocok. Warna ini memantulkan cahaya dengan baik sehingga ruangan tidak terasa sempit atau pengap.
Jika ingin menghadirkan suasana tenang dan nyaman, terutama di kamar tidur, Anda bisa memilih warna lembut seperti biru muda, hijau pastel, lavender, atau peach. Warna-warna ini memberi efek menenangkan yang cocok untuk area istirahat.
Sementara itu, warna yang lebih tegas atau gelap seperti navy, hijau tua, cokelat, atau maroon bisa menciptakan kesan elegan dan mewah. Namun, sebaiknya warna ini digunakan di ruangan yang cukup luas atau hanya pada satu sisi dinding sebagai aksen, agar tidak membuat ruangan terasa gelap dan sempit.
Selain suasana, perhatikan juga pencahayaan ruangan. Ruangan dengan cahaya alami yang melimpah lebih fleksibel dalam pemilihan warna, karena warna akan tetap terlihat hidup. Sebaliknya, jika ruangan minim cahaya matahari, sebaiknya hindari warna terlalu gelap dan pilih warna cerah agar ruangan tetap terlihat terang.
Warna wallpaper juga perlu disesuaikan dengan warna furnitur dan dekorasi yang sudah ada. Jika furnitur Anda berwarna kuat atau mencolok, wallpaper netral akan membantu menyeimbangkan tampilan. Namun jika furnitur cenderung polos, wallpaper berwarna atau bermotif bisa menjadi fokus yang mempercantik ruangan.
Tak kalah penting, warna juga bisa memengaruhi emosi dan mood penghuni rumah. Warna hangat seperti kuning atau oranye memberi kesan ceria dan energik, sedangkan warna dingin seperti biru dan hijau memberi rasa sejuk dan rileks. Pilihlah warna yang sesuai dengan suasana yang ingin Anda ciptakan di ruangan tersebut.
Dengan memilih warna yang tepat, ruangan tidak hanya terlihat lebih indah, tetapi juga terasa lebih nyaman untuk digunakan sehari-hari. Warna yang selaras akan membuat tampilan rumah tampak harmonis dan enak dipandang dalam jangka panjang.
Silahkan baca juga pilihan warna cat ruang tamu yang perlu dicoba.
4. Tentukan Motif Sesuai Gaya Interior.
Motif wallpaper punya peran besar dalam membentuk karakter sebuah ruangan. Karena itu, memilih motif sebaiknya tidak asal menarik, tetapi disesuaikan dengan gaya interior rumah agar tampilannya terlihat serasi dan tidak bertabrakan.
Jika rumah Anda mengusung gaya minimalis, pilih wallpaper dengan motif sederhana atau polos. Warna netral, garis halus, atau tekstur lembut sangat cocok untuk menonjolkan kesan bersih, rapi, dan modern tanpa membuat ruangan terasa ramai.
Untuk gaya klasik atau elegan, wallpaper bermotif floral, damask, atau ornamen dengan detail lembut bisa menjadi pilihan. Motif seperti ini memberi kesan mewah dan anggun, apalagi jika dipadukan dengan warna-warna hangat seperti krem, emas, atau cokelat muda.
Pada rumah dengan konsep modern atau kontemporer, motif geometris, abstrak, atau pola unik bisa memberikan kesan dinamis dan stylish. Warna kontras atau kombinasi monokrom juga sering digunakan untuk menambah kesan tegas namun tetap modern.
Sementara itu, untuk gaya industrial, wallpaper dengan motif menyerupai beton, bata ekspos, atau tekstur kasar sangat cocok. Motif ini bisa menghadirkan nuansa urban tanpa harus benar-benar menggunakan material asli yang lebih mahal dan sulit dipasang.
Jika Anda menyukai suasana alami atau skandinavia, pilih wallpaper dengan motif kayu, daun, atau pola sederhana dengan warna terang seperti putih, abu-abu muda, dan beige. Motif ini membantu menciptakan ruangan yang terasa hangat, natural, dan nyaman.
Selain menyesuaikan dengan gaya, perhatikan juga kepadatan motif. Ruangan kecil lebih aman menggunakan motif kecil atau simpel agar tidak terasa sesak, sedangkan ruangan besar bisa menampung motif yang lebih besar dan berani.
Bila masih ragu, Anda bisa menerapkan wallpaper bermotif hanya pada satu sisi dinding sebagai dinding aksen. Cara ini cukup efektif untuk memberi fokus visual tanpa membuat ruangan terlihat terlalu ramai.
Dengan menentukan motif yang selaras dengan gaya interior, wallpaper tidak hanya menjadi pelapis dinding, tetapi juga elemen dekorasi yang memperkuat konsep dan keindahan ruangan secara keseluruhan.
Silahkan baca juga tentang wallpaper motif alam yang menjadikan ruangan lebih tenang.
5. Perhatikan Jenis dan Bahan Wallpaper.
Selain motif dan warna, jenis serta bahan wallpaper sangat menentukan kualitas, daya tahan, dan kemudahan perawatannya. Banyak orang tertarik pada tampilan saja, padahal bahan yang tidak sesuai bisa membuat wallpaper cepat rusak atau sulit dirawat.
Salah satu yang paling umum adalah wallpaper vinyl. Jenis ini dilapisi bahan plastik sehingga lebih tahan air, tidak mudah kotor, dan bisa dibersihkan dengan lap basah. Karena sifatnya yang kuat, wallpaper vinyl cocok digunakan di ruang keluarga, ruang tamu, dapur, atau area yang sering disentuh dan berisiko terkena noda.
Ada juga wallpaper berbahan kertas. Harganya biasanya lebih terjangkau dan motifnya beragam. Namun, wallpaper kertas cenderung lebih tipis dan kurang tahan terhadap air serta kelembapan. Jenis ini lebih cocok untuk ruangan kering seperti kamar tidur atau ruang kerja, dengan catatan tidak sering terkena kotoran.
Untuk tampilan yang lebih mewah, tersedia wallpaper kain atau tekstil. Teksturnya memberikan kesan elegan dan hangat pada ruangan. Meski begitu, perawatannya lebih sulit karena mudah menyerap debu dan noda, serta tidak tahan air. Wallpaper ini lebih pas digunakan di ruangan yang jarang terkena kotoran dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Jenis lain yang cukup populer adalah wallpaper non-woven. Terbuat dari campuran serat alami dan sintetis, wallpaper ini kuat, tidak mudah sobek, dan relatif mudah dipasang maupun dilepas. Selain itu, bahan ini juga memungkinkan dinding “bernapas” sehingga mengurangi risiko lembap dan jamur. Cocok untuk hampir semua ruangan di rumah.
Ada pula wallpaper foam atau 3D, yang memiliki lapisan empuk dan tekstur timbul. Selain menambah efek dekoratif, jenis ini juga bisa membantu meredam suara ringan dan menutup ketidaksempurnaan dinding. Namun, ketahanannya terhadap panas dan air perlu diperhatikan, sehingga lebih cocok untuk area kering.
Dalam memilih bahan, perhatikan kondisi ruangan seperti tingkat kelembapan, intensitas cahaya matahari, dan aktivitas di dalamnya. Semakin tinggi aktivitas dan risiko kotor, semakin dibutuhkan wallpaper yang kuat dan mudah dibersihkan.
Dengan memahami jenis dan bahan wallpaper, Anda tidak hanya mendapatkan tampilan yang indah, tetapi juga wallpaper yang awet, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan ruangan di rumah.
6. Sesuaikan dengan Furnitur dan Dekorasi.
Wallpaper yang bagus bukan hanya yang motifnya menarik, tetapi juga yang bisa menyatu dengan furnitur dan dekorasi di dalam ruangan. Jika tidak selaras, ruangan bisa terlihat “ramai”, bertabrakan, atau justru terasa kurang nyaman dipandang.
Langkah awal, perhatikan warna dominan furnitur yang sudah ada, seperti sofa, lemari, meja, gorden, atau karpet. Jika furnitur Anda didominasi warna gelap, wallpaper dengan warna lebih terang bisa membantu menyeimbangkan tampilan ruangan. Sebaliknya, jika furnitur cenderung cerah atau netral, wallpaper dengan warna sedikit lebih tegas bisa menjadi aksen yang menarik.
Selain warna, gaya furnitur juga perlu diperhatikan. Furnitur bergaya minimalis dan modern akan lebih cocok dengan wallpaper polos, motif garis, atau geometris sederhana. Untuk furnitur klasik atau vintage, wallpaper bermotif floral, ornamen, atau tekstur elegan bisa memperkuat kesan mewah dan hangat. Jika konsep ruangan industrial, wallpaper bermotif beton, bata, atau tekstur kasar bisa menjadi pilihan yang pas.
Perhatikan juga jumlah dan bentuk dekorasi di ruangan, seperti lukisan, rak dinding, cermin, atau pajangan. Jika dekorasi sudah cukup banyak dan mencolok, sebaiknya pilih wallpaper yang lebih tenang agar ruangan tidak terasa penuh. Namun jika dinding relatif kosong, wallpaper bermotif bisa menjadi fokus utama yang membuat ruangan lebih hidup.
Tips aman yang sering digunakan adalah membuat satu dinding sebagai aksen (accent wall). Misalnya, hanya dinding belakang sofa atau tempat tidur yang diberi wallpaper bermotif, sementara dinding lainnya tetap polos. Cara ini membuat ruangan tetap menarik tanpa terlihat berlebihan.
Dengan menyesuaikan wallpaper dengan furnitur dan dekorasi, tampilan ruangan akan terlihat lebih serasi dan menyatu. Hasil akhirnya, ruangan terasa lebih rapi, enak dipandang, dan mencerminkan selera serta karakter penghuni rumah.
Silahkan baca juga dekorasi dinding Ruang tamu minimalis.
7. Pertimbangkan Daya Tahan dan Perawatannya.
Saat membeli wallpaper dinding, jangan hanya terpaku pada motif dan warna. Daya tahan serta kemudahan perawatan juga sangat penting, terutama jika akan digunakan dalam jangka panjang. Wallpaper yang terlihat bagus tetapi mudah rusak justru bisa membuat Anda harus sering mengganti, yang tentu memakan biaya dan waktu.
Untuk ruangan yang sering digunakan, seperti ruang keluarga, ruang tamu, atau kamar anak, pilih wallpaper yang kuat dan tidak mudah sobek. Wallpaper berbahan vinyl atau non-woven biasanya lebih tahan terhadap gesekan dan lebih awet dibandingkan wallpaper kertas biasa.
Kemudahan perawatan juga perlu diperhatikan. Di rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan, dinding lebih rentan terkena noda, coretan, atau cipratan. Karena itu, pilih wallpaper yang bisa dibersihkan dengan kain lembap tanpa merusak permukaannya. Wallpaper washable atau scrubable akan jauh lebih praktis untuk kondisi seperti ini.
Selain itu, perhatikan juga ketahanan terhadap kelembapan. Untuk area yang cenderung lembap, seperti dapur atau dekat kamar mandi, wallpaper yang tahan air dan tidak mudah mengelupas akan lebih aman digunakan. Wallpaper yang tidak cocok di area lembap biasanya cepat berjamur atau menggelembung.
Daya tahan warna juga tak kalah penting. Wallpaper yang berkualitas baik umumnya memiliki warna yang tidak mudah pudar meskipun terkena cahaya matahari. Jika ruangan mendapatkan banyak sinar matahari langsung, pilih wallpaper dengan label fade resistant agar tampilannya tetap bagus dalam waktu lama.
Terakhir, pertimbangkan juga perawatan jangka panjangnya. Apakah wallpaper mudah diganti jika rusak? Apakah lemnya meninggalkan bekas di dinding? Wallpaper jenis peel and stick, misalnya, lebih mudah dilepas tanpa merusak cat dinding, sehingga cocok untuk Anda yang suka mengganti suasana ruangan secara berkala.
Dengan mempertimbangkan daya tahan dan kemudahan perawatan sejak awal, Anda bisa mendapatkan wallpaper yang tidak hanya indah, tetapi juga praktis, awet, dan sesuai dengan gaya hidup di rumah.
8. Hitung Kebutuhan dan Anggaran.
Setelah menentukan jenis dan motif wallpaper yang diinginkan, langkah penting berikutnya adalah menghitung kebutuhan wallpaper sekaligus menyesuaikannya dengan anggaran yang tersedia. Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh agar pemasangan berjalan lancar tanpa kekurangan bahan atau biaya membengkak.
Pertama, ukur luas dinding dengan teliti. Ukur tinggi dan lebar setiap sisi dinding yang akan dipasangi wallpaper, lalu jumlahkan semuanya untuk mendapatkan total luas. Jangan lupa kurangi area pintu dan jendela. Dari ukuran ini, Anda bisa memperkirakan berapa gulungan wallpaper yang dibutuhkan sesuai dengan spesifikasi ukuran per roll dari produk yang dipilih.
Selain luas dinding, perhatikan juga pola atau motif wallpaper. Wallpaper bermotif besar atau berulang biasanya membutuhkan tambahan bahan untuk menyamakan sambungan antar lembar agar terlihat rapi. Karena itu, sebaiknya siapkan cadangan sekitar 10–15% dari total kebutuhan untuk mengantisipasi salah potong atau perbaikan di kemudian hari.
Kedua, tentukan anggaran sejak awal. Harga wallpaper sangat bervariasi, mulai dari yang terjangkau hingga yang premium, tergantung bahan, merek, dan desain. Dengan menentukan budget, Anda bisa lebih fokus memilih wallpaper yang sesuai tanpa tergoda pilihan di luar kemampuan. Ingat, wallpaper yang sedikit lebih mahal tetapi berkualitas baik sering kali lebih awet dan justru lebih hemat dalam jangka panjang.
Jangan lupa masukkan juga biaya tambahan, seperti lem wallpaper, alat pemasangan, atau jasa tukang jika Anda tidak memasang sendiri. Biaya ini sering terlupakan, padahal bisa cukup memengaruhi total pengeluaran.
Jika memungkinkan, bandingkan harga di beberapa toko atau penjual, baik offline maupun online. Namun, jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan kualitas bahan, ketebalan, dan ulasan pembeli juga menjadi pertimbangan agar hasilnya sesuai harapan.
Dengan menghitung kebutuhan secara tepat dan merencanakan anggaran dengan matang, Anda bisa menghindari pemborosan dan memastikan proses pemasangan wallpaper berjalan lebih efisien. Hasil akhirnya pun akan lebih memuaskan, baik dari segi tampilan maupun biaya yang dikeluarkan.
9. Coba Sampel dulu Sebelum Membelinya.
Salah satu langkah yang sering dianggap sepele, padahal sangat penting, adalah mencoba sampel wallpaper sebelum membelinya dalam jumlah banyak. Wallpaper yang terlihat bagus di katalog atau layar ponsel belum tentu akan memberikan kesan yang sama saat dipasang di dinding rumah Anda.
Dengan mencoba sampel, Anda bisa melihat warna asli wallpaper secara langsung. Pencahayaan di toko, kamera, atau layar bisa membuat warna tampak berbeda. Saat ditempel di dinding rumah, warna bisa terlihat lebih terang, lebih gelap, atau bahkan berubah nuansanya. Inilah mengapa melihat langsung di lokasi pemasangan jauh lebih akurat.
Selain warna, Anda juga bisa menilai motif dan skala pola. Kadang motif terlihat pas di contoh kecil, tetapi saat diaplikasikan di bidang dinding yang luas justru terasa terlalu ramai atau terlalu besar. Sampel membantu Anda membayangkan bagaimana tampilan wallpaper saat menutupi seluruh dinding.
Cobalah menempelkan sampel di beberapa titik dinding, lalu amati pada waktu yang berbeda, seperti pagi, siang, dan malam hari. Cahaya alami dan lampu ruangan akan memengaruhi tampilan wallpaper. Dari sini, Anda bisa menilai apakah suasana yang tercipta sudah sesuai dengan yang diinginkan.
Sampel juga berguna untuk merasakan tekstur dan kualitas bahan. Anda bisa menyentuh langsung apakah permukaannya halus, sedikit timbul, atau memiliki lapisan tertentu. Ini membantu memastikan wallpaper nyaman dipandang dan sesuai dengan ekspektasi kualitas.
Dengan mencoba sampel terlebih dahulu, risiko salah pilih bisa ditekan. Anda jadi lebih yakin bahwa wallpaper yang dibeli benar-benar cocok dengan ruangan, furnitur, dan suasana rumah. Langkah kecil ini bisa menghemat waktu, biaya, dan menghindarkan dari rasa kecewa setelah wallpaper terpasang.
10. Gunakan Jasa Pasang yang Tepat.
Membeli wallpaper yang bagus saja belum cukup jika pemasangannya tidak dilakukan dengan benar. Hasil akhir sangat dipengaruhi oleh cara pemasangannya. Dan wallpaper dengan motif mahal sekalipun bisa terlihat kurang rapi jika sambungannya tidak pas, muncul gelembung udara, atau permukaannya bergelombang.
Ingat….!
Pemasangan wallpaper membutuhkan ketelitian, mulai dari menyiapkan dinding, mengukur dan memotong wallpaper, hingga menyamakan pola antar lembar. Dinding harus bersih, kering, dan rata agar wallpaper bisa menempel sempurna. Jika masih ada retakan, lubang kecil, atau cat yang mengelupas, sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu sebelum wallpaper dipasang.
Dan menggunakan jasa pasang profesional bisa menjadi solusi, terutama jika Anda belum berpengalaman. Tukang yang sudah terbiasa biasanya lebih paham cara menangani berbagai jenis wallpaper, baik yang polos maupun bermotif besar, serta tahu teknik agar hasilnya rapi dan tahan lama. Mereka juga memiliki alat yang tepat untuk meminimalkan kesalahan saat pemasangan.
Jika Anda ingin memasang sendiri, pastikan mengikuti petunjuk dari produsen dengan teliti. Gunakan lem yang sesuai dengan jenis wallpaper, ratakan dari tengah ke pinggir untuk menghindari gelembung udara, dan potong sisa bagian dengan pisau tajam agar hasilnya bersih. Kerjakan secara perlahan dan sabar, karena tergesa-gesa justru bisa membuat hasil kurang maksimal.
Selain kerapian, pemasangan yang tepat juga berpengaruh pada daya tahan wallpaper. Wallpaper yang terpasang dengan baik tidak mudah mengelupas, tidak cepat rusak, dan warnanya bisa bertahan lebih lama. Ini tentu membuat investasi Anda jadi lebih sepadan.
Dengan jasa pasang yang tepat atau teknik pemasangan yang benar, wallpaper dinding akan terlihat menyatu dengan ruangan, mempercantik interior, dan memberi kepuasan jangka panjang bagi penghuni rumah.
Pembahasan Penting Lainnya.
Cara Mengecek Kualitas Wallpaper Sebelum Membeli di Toko atau Online.
Wallpaper dinding bisa langsung mengubah tampilan ruangan jadi lebih menarik. Tapi agar hasilnya memuaskan dan tahan lama, kualitas wallpaper perlu benar-benar diperhatikan sebelum membeli. Apalagi kalau beli online, kita tidak bisa menyentuh langsung produknya.
Supaya tidak salah pilih, berikut panduan praktis cara mengecek kualitas wallpaper, baik saat belanja di toko maupun secara online.
1. Perhatikan Jenis dan Bahan Wallpaper
Langkah pertama adalah mengetahui bahan wallpaper. Umumnya ada beberapa jenis, seperti vinyl, kertas, non-woven, dan kain. Wallpaper vinyl dikenal lebih tebal, tahan air, dan mudah dibersihkan, cocok untuk ruang keluarga atau dapur. Wallpaper kertas biasanya lebih murah, tapi kurang tahan lembap. Non-woven lebih kuat dan mudah dipasang, sedangkan wallpaper kain memberi kesan mewah namun butuh perawatan ekstra.
Dengan tahu bahannya, Anda bisa menilai apakah wallpaper tersebut sesuai dengan kebutuhan ruangan di rumah.
2. Cek Ketebalan dan Tekstur
Wallpaper yang berkualitas biasanya terasa cukup tebal dan tidak mudah sobek. Di toko, Anda bisa meraba langsung permukaannya. Wallpaper yang terlalu tipis umumnya lebih rentan rusak saat dipasang dan kurang mampu menutupi ketidaksempurnaan dinding.
Untuk pembelian online, perhatikan keterangan ketebalan atau gramasi produk, serta foto close-up teksturnya.
3. Amati Kualitas Cetakan Motif
Motif dan warna pada wallpaper harus terlihat tajam dan rapi. Garis tidak blur, warna tidak belang, dan tidak ada noda cetak. Wallpaper berkualitas rendah sering kali memiliki warna yang tampak pudar atau motif yang kurang presisi.
Jika beli online, zoom foto produk dan lihat hasil unggahan pembeli lain untuk memastikan hasil cetaknya sesuai dengan yang ditampilkan penjual.
4. Pastikan Warna Tidak Mudah Pudar
Warna wallpaper yang bagus seharusnya tidak mudah pudar meski terkena cahaya. Di toko, Anda bisa menanyakan apakah wallpaper tersebut memiliki lapisan pelindung UV. Sementara saat belanja online, cek deskripsi produk dan ulasan apakah warnanya awet setelah dipasang.
Wallpaper yang cepat pudar akan membuat dinding terlihat kusam dalam waktu singkat.
5. Cek Lapisan Permukaan (Coating)
Beberapa wallpaper memiliki lapisan pelindung di permukaannya. Lapisan ini berfungsi agar wallpaper lebih tahan air, tidak mudah kotor, dan gampang dibersihkan. Wallpaper vinyl biasanya punya coating yang cukup baik.
Di toko, Anda bisa coba teteskan sedikit air (jika diizinkan) atau mengusapnya dengan jari untuk melihat apakah permukaannya menyerap air atau tidak.
6. Perhatikan Bau Produk
Wallpaper berkualitas umumnya tidak berbau menyengat. Bau kimia yang terlalu kuat bisa menjadi tanda bahan kurang baik atau lem yang kualitasnya rendah. Selain kurang nyaman, bau menyengat juga bisa mengganggu kesehatan saat dipasang di dalam ruangan tertutup.
Untuk pembelian online, cek ulasan pembeli terkait bau produk.
7. Cek Fleksibilitas dan Kekuatan
Coba tekuk atau gulung sedikit wallpaper. Wallpaper yang baik biasanya cukup lentur dan tidak langsung retak atau meninggalkan bekas lipatan. Jika terlalu kaku atau mudah robek, bisa jadi kualitasnya kurang bagus dan akan menyulitkan saat pemasangan.
8. Lihat Kerapian Tepi dan Potongan
Perhatikan bagian tepi wallpaper. Produk berkualitas memiliki potongan yang rapi dan lurus. Tepi yang tidak rata bisa menyulitkan saat menyambung antar lembar dan membuat hasil akhir terlihat kurang rapi.
9. Periksa Informasi Produk dan Sertifikasi
Wallpaper yang bagus biasanya disertai informasi jelas, seperti jenis bahan, ukuran gulungan, cara pemasangan, cara perawatan, hingga asal produk. Beberapa produk juga mencantumkan sertifikasi ramah lingkungan atau aman untuk dalam ruangan.
Semakin lengkap informasinya, biasanya semakin bisa dipercaya kualitasnya.
10. Baca Ulasan dan Rating Pembeli
Khusus untuk belanja online, ulasan adalah kunci utama. Perhatikan komentar tentang ketebalan, warna asli, kemudahan pemasangan, dan daya tahan. Jangan hanya melihat rating tinggi, tapi baca juga isi ulasannya agar mendapat gambaran yang lebih realistis.
Foto dari pembeli juga sangat membantu melihat hasil nyata setelah dipasang.
11. Tanyakan Sampel Jika Memungkinkan
Beberapa toko, baik offline maupun online, menyediakan sampel wallpaper. Ini sangat membantu untuk mengecek langsung warna, tekstur, dan kualitas bahan sebelum membeli dalam jumlah besar. Dengan sampel, Anda juga bisa mencoba menempelkannya di dinding rumah untuk melihat kecocokannya.
12. Bandingkan Harga dengan Kualitas
Harga murah memang menarik, tapi jangan sampai mengorbankan kualitas. Bandingkan beberapa produk dengan bahan sejenis. Jika ada harga yang terlalu jauh lebih murah, sebaiknya lebih teliti karena bisa jadi kualitasnya di bawah standar.
Pilih wallpaper dengan kualitas terbaik yang masih sesuai dengan anggaran Anda.
Kesimpulan
Mengecek kualitas wallpaper sebelum membeli adalah langkah penting agar Anda tidak kecewa setelah dipasang. Mulai dari bahan, ketebalan, hasil cetak, hingga ulasan pembeli perlu diperhatikan dengan cermat, baik saat belanja di toko maupun online. Dengan sedikit ketelitian di awal, Anda bisa mendapatkan wallpaper yang tidak hanya indah, tetapi juga awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Silahkan baca juga tentang Wallpaper motif Batu yang perlu dicoba.
Rekomendasi Toko Shopee yang Menyediakan Wallpaper Dinding.
Daripada bingung pilih yang mana, tidak ada salahnya kalau langsung melihat beberapa koleksi wallpaper dinding yang direkomendasikan Rumevo. Silahkan pilih sesuai kebutuhan dan keinginan.
Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Terimakasih.









