Wallpaper Dinding Mengelupas: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Wallpaper dinding sering dipilih sebagai solusi praktis untuk mempercantik interior rumah. Motifnya beragam, pemasangannya relatif cepat, dan hasilnya bisa langsung mengubah suasana ruangan. Namun, salah satu masalah yang cukup sering terjadi adalah wallpaper dinding mengelupas, baik di bagian sambungan maupun di seluruh permukaan dinding. Jika dibiarkan, tentu akan mengganggu estetika dan kenyamanan ruangan.

Agar masalah ini tidak terulang, penting untuk memahami apa saja penyebabnya dan cara mengatasinya dengan tepat.

Penyebab wallpaper rusak

9 Penyebab Wallpaper Dinding Mengelupas yang Perlu Diketahui.

1. Dinding dalam Kondisi Lembap.

Kelembapan dinding merupakan faktor paling umum yang menyebabkan wallpaper tidak menempel dengan sempurna. Saat dinding menyimpan kadar air yang tinggi, lem wallpaper akan kehilangan daya rekatnya karena permukaan tidak mampu mengikat lem secara maksimal. Akibatnya, wallpaper mudah terangkat, terutama di bagian sudut, sambungan, atau area bawah dinding.

Sumber kelembapan bisa berasal dari berbagai hal. Rembesan air hujan melalui retakan tembok, kebocoran pipa air, hingga sirkulasi udara yang buruk sering kali menjadi penyebab utama. Pada rumah yang minim ventilasi, udara lembap akan terperangkap di dalam ruangan dan diserap oleh dinding secara perlahan.

Selain itu, dinding yang baru diplester atau baru dicat juga masih mengandung kadar air cukup tinggi meskipun terlihat kering di permukaan. Jika wallpaper dipasang terlalu cepat, uap air dari dalam tembok akan terus keluar dan melemahkan daya rekat lem. Kondisi inilah yang akhirnya membuat wallpaper tampak bergelombang dan terangkat dari dinding.

Ciri dinding lembap biasanya mudah dikenali, seperti terasa dingin saat disentuh, muncul bercak kehitaman, atau cat yang tampak kusam dan tidak merata. Jika kondisi ini tidak ditangani lebih dulu, pemasangan wallpaper hanya bersifat sementara dan berisiko mengelupas dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, memastikan dinding benar-benar kering sebelum pemasangan menjadi langkah yang sangat penting. Mengatasi sumber kelembapan sejak awal akan membantu wallpaper menempel lebih kuat dan bertahan lebih lama, sekaligus menjaga tampilan ruangan tetap rapi dan nyaman dipandang.

Silahkan baca juga tentang mengatasi kamar tidur lembap.


2. Permukaan Dinding Tidak Bersih atau Tidak Rata.

Wallpaper membutuhkan permukaan dinding yang bersih dan halus agar dapat menempel dengan kuat. Jika dinding masih dipenuhi debu, sisa plamir, minyak, atau kotoran lain, lem tidak akan bekerja secara maksimal. Kotoran tersebut menjadi penghalang antara lem dan dinding, sehingga daya rekatnya menjadi lemah.

Selain kebersihan, kondisi permukaan dinding juga sangat berpengaruh. Dinding yang bergelombang, retak halus, atau berlubang membuat wallpaper tidak menempel secara merata. Pada area yang tidak rata, akan muncul rongga udara di balik wallpaper yang lama-kelamaan menyebabkan bagian tertentu terangkat dan terlihat tidak rapi.

Masalah ini sering terjadi pada dinding lama yang catnya sudah mengapur atau mengelupas di beberapa titik. Jika lapisan lama tidak dibersihkan atau diratakan terlebih dahulu, lem wallpaper hanya menempel pada lapisan cat yang rapuh, bukan pada struktur dinding yang kuat.

Persiapan dinding yang kurang maksimal biasanya terjadi karena ingin proses pemasangan berjalan cepat. Padahal, tahap pembersihan dan perataan dinding merupakan kunci utama agar wallpaper dapat bertahan lama. Tanpa permukaan yang siap, hasil pemasangan akan terlihat kurang rapi dan berisiko mengelupas dalam waktu singkat.

Dengan memastikan dinding bersih, kering, dan rata sebelum pemasangan, daya rekat lem dapat bekerja optimal dan tampilan wallpaper pun menjadi lebih halus serta tahan lama.


3. Dinding Belum Kering Sempurna.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memasang wallpaper pada dinding yang sebenarnya belum benar-benar kering. Kondisi ini umum ditemui pada dinding yang baru selesai diplester, diaci, atau baru saja dicat. Meskipun permukaan terlihat kering, bagian dalam tembok masih menyimpan kadar air yang cukup tinggi.

Air yang terperangkap di dalam dinding akan keluar secara perlahan dalam bentuk uap. Saat wallpaper sudah terpasang, uap air tersebut terhalang dan akhirnya mendorong lapisan lem dari belakang. Akibatnya, daya rekat menjadi lemah dan wallpaper bisa terangkat dari permukaan dinding dalam waktu relatif singkat.

Masalah ini sering tidak langsung terlihat. Pada awal pemasangan, wallpaper tampak menempel dengan baik. Namun setelah beberapa minggu, mulai muncul gelembung udara, permukaan terlihat bergelombang, atau bagian tepi perlahan terangkat hingga akhirnya mengelupas.

Proses pengeringan dinding sebenarnya membutuhkan waktu yang cukup lama, tergantung pada ketebalan plester, jenis cat, dan kondisi lingkungan. Pada ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau tingkat kelembapan tinggi, dinding akan membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menunggu hingga dinding benar-benar siap sebelum memasang wallpaper. Memberi waktu pengeringan yang cukup akan membantu lem bekerja optimal dan membuat wallpaper lebih tahan lama serta rapi dalam jangka panjang.


4. Tidak Menggunakan Cat Dasar (Primer).

Cat dasar atau primer memiliki peran penting dalam proses pemasangan wallpaper, namun sering kali dianggap sepele. Padahal, primer berfungsi menutup pori-pori dinding agar permukaannya menjadi lebih stabil dan siap menerima lem. Tanpa lapisan ini, dinding akan menyerap lem terlalu cepat sehingga daya rekatnya tidak bekerja secara optimal.

Pada dinding beton, plester, atau tembok lama, pori-pori biasanya cukup besar dan tidak merata. Ketika lem wallpaper langsung diaplikasikan tanpa primer, lem akan “hilang” ke dalam dinding dan tidak membentuk lapisan perekat yang kuat. Akibatnya, wallpaper mudah terangkat terutama di bagian tepi dan sambungan.

Selain meningkatkan daya rekat, primer juga membantu menyamakan tekstur dan warna permukaan dinding. Dinding yang tidak dilapisi cat dasar sering memiliki perbedaan tingkat penyerapan di beberapa area, sehingga hasil tempelan wallpaper menjadi tidak merata dan kurang rapi.

Penggunaan primer juga berperan sebagai lapisan pelindung antara dinding dan wallpaper. Lapisan ini mencegah reaksi kimia antara material dinding dan lem, serta mengurangi risiko kerusakan saat wallpaper dilepas di kemudian hari.

Dengan menggunakan cat dasar yang sesuai, permukaan dinding menjadi lebih padat, lem bekerja lebih efektif, dan wallpaper dapat menempel dengan kuat dalam jangka waktu yang lebih lama. Langkah sederhana ini sering kali menjadi penentu utama kualitas dan ketahanan hasil akhir pemasangan.


5. Kualitas Lem Wallpaper Kurang Baik.

Lem memiliki peran penting dalam menentukan seberapa kuat wallpaper dapat menempel pada dinding. Jika lem yang digunakan berkualitas rendah, daya rekatnya tidak akan bertahan lama meskipun kondisi dinding sudah cukup baik. Akibatnya, wallpaper mudah terlepas, terutama di bagian tepi dan sambungan.

Salah satu masalah yang sering terjadi adalah penggunaan lem yang tidak sesuai dengan jenis wallpaper. Setiap bahan wallpaper, seperti vinyl, non-woven, atau kertas, membutuhkan jenis lem dengan karakteristik berbeda. Ketidaksesuaian ini membuat lem tidak bekerja secara optimal dan cepat kehilangan kekuatannya.

Selain itu, lem yang sudah lama disimpan atau melewati masa kedaluwarsa biasanya mengalami penurunan kualitas. Teksturnya bisa menjadi terlalu encer atau justru terlalu kental, sehingga sulit diaplikasikan secara merata. Lem yang tidak merata akan menciptakan titik-titik lemah pada permukaan dinding dan memicu wallpaper mengelupas lebih cepat.

Kesalahan dalam proses pencampuran lem juga sering menjadi penyebab. Takaran air yang tidak sesuai dapat mengurangi daya rekat dan membuat lem tidak mampu menahan beban wallpaper dalam jangka panjang. Hal ini sering terjadi saat pemasangan dilakukan secara terburu-buru tanpa mengikuti petunjuk penggunaan.

Oleh karena itu, pemilihan lem wallpaper tidak boleh dianggap sepele. Menggunakan lem berkualitas, sesuai jenis wallpaper, dan diaplikasikan dengan cara yang benar akan membantu wallpaper menempel lebih kuat, rapi, dan tahan lama.


6. Kualitas Wallpaper Rendah.

Kualitas wallpaper sangat berpengaruh terhadap daya tahannya setelah dipasang di dinding. Wallpaper dengan bahan yang terlalu tipis atau dibuat dari material berkualitas rendah cenderung tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan tekanan, kelembapan, dan perubahan suhu ruangan. Akibatnya, wallpaper mudah bergeser, berkerut, hingga akhirnya mengelupas meskipun pemasangan sudah dilakukan dengan benar.

Wallpaper berkualitas rendah biasanya memiliki lapisan belakang yang tidak mampu mengikat lem secara optimal. Lem memang terlihat menempel di awal, tetapi seiring waktu daya rekatnya melemah karena material wallpaper tidak cukup kuat menahan tarikan dan beratnya sendiri. Kondisi ini sering terlihat pada bagian sambungan atau area yang sering terkena sentuhan.

Selain itu, wallpaper murah umumnya tidak memiliki lapisan pelindung tambahan. Saat terkena uap air, panas, atau perubahan suhu, materialnya mudah memuai dan menyusut. Proses ini membuat permukaan wallpaper tampak tidak rata dan daya rekat lem semakin berkurang.

Perbedaan kualitas juga dapat dilihat dari tekstur dan ketebalan wallpaper. Produk yang lebih baik biasanya terasa lebih padat, tidak mudah robek, dan memiliki lapisan belakang yang rapi. Meskipun harganya lebih tinggi, wallpaper berkualitas justru lebih awet dan mampu menjaga tampilan dinding dalam jangka panjang.

Memilih wallpaper yang tepat sejak awal merupakan investasi penting. Dengan material yang baik dan sesuai dengan kondisi ruangan, risiko kerusakan dapat diminimalkan dan hasil akhir terlihat lebih rapi serta tahan lama.

Silahkan baca juga tentang Jenis-jenis Wallpaper dinding.


7. Kesalahan Saat Proses Pemasangan.

Proses pemasangan memiliki peran besar dalam menentukan seberapa kuat wallpaper menempel pada dinding. Meskipun bahan dan lem yang digunakan sudah berkualitas, hasilnya tetap tidak akan maksimal jika teknik pemasangan dilakukan secara kurang tepat.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah pengaplikasian lem yang tidak merata. Bagian tertentu mendapat terlalu sedikit lem, sementara bagian lain justru berlebihan. Kondisi ini membuat daya rekat tidak seimbang dan menyebabkan wallpaper mudah terangkat, terutama di bagian tepi dan sambungan.

Kesalahan lain adalah kurangnya tekanan saat menempelkan wallpaper ke dinding. Jika wallpaper tidak ditekan dan diratakan dengan benar, udara akan terperangkap di balik permukaan. Dalam jangka waktu tertentu, kantong udara ini dapat melemahkan lem dan membuat wallpaper kehilangan daya rekatnya.

Pemasangan yang terburu-buru juga kerap menjadi penyebab masalah. Tidak memberi waktu yang cukup bagi lem untuk bereaksi sebelum wallpaper ditempelkan dapat mengurangi kekuatannya. Selain itu, penyambungan antar lembar yang tidak presisi membuat bagian sambungan lebih rentan terlepas dibanding area lainnya.

Kurangnya pengalaman atau tidak mengikuti petunjuk pemasangan dari produsen juga berpengaruh besar. Setiap jenis wallpaper memiliki karakteristik berbeda, sehingga teknik pemasangannya pun tidak selalu sama. Jika proses ini diabaikan, wallpaper berisiko mengelupas meskipun kondisi dinding sebenarnya sudah baik.


8. Perubahan Suhu Ruangan yang Ekstrem.

Perubahan suhu ruangan yang terlalu drastis dapat memengaruhi daya tahan wallpaper pada dinding. Saat suhu naik atau turun secara signifikan, material dinding dan wallpaper akan mengalami proses memuai dan menyusut secara alami. Pergerakan inilah yang membuat daya rekat lem perlahan melemah.

Kondisi ini sering terjadi pada ruangan yang terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama, seperti ruang tamu dengan jendela besar atau dinding yang menghadap ke arah matahari. Panas berlebih membuat permukaan dinding memuai, sementara saat suhu menurun, dinding kembali menyusut. Perubahan berulang ini memberi tekanan pada lem wallpaper.

Penggunaan pendingin ruangan juga dapat memperparah kondisi tersebut. Ruangan yang sering berganti dari suhu panas ke dingin, terutama jika AC digunakan hampir sepanjang hari, menciptakan perbedaan suhu yang cukup ekstrem. Dalam jangka panjang, lem tidak mampu mengikuti perubahan ini sehingga daya rekatnya menurun dan wallpaper mulai mengelupas di beberapa bagian.

Selain itu, ruangan dengan kelembapan yang ikut berubah seiring suhu juga berpengaruh terhadap kestabilan dinding. Kombinasi antara suhu ekstrem dan kelembapan yang tidak stabil membuat wallpaper lebih cepat kehilangan kekuatannya.

Untuk itu, penting memperhatikan kondisi ruangan sebelum memilih wallpaper. Penggunaan tirai, kaca film penahan panas, serta pengaturan suhu AC yang stabil dapat membantu mengurangi risiko kerusakan dan menjaga wallpaper tetap menempel dengan baik dalam jangka waktu yang lebih lama.


9. Ruangan Tidak Sesuai untuk Wallpaper.

Tidak semua jenis wallpaper dirancang untuk digunakan di setiap ruangan. Kesalahan dalam memilih lokasi pemasangan sering menjadi penyebab utama wallpaper tidak bertahan lama. Ruangan dengan tingkat kelembapan dan panas yang tinggi membutuhkan material khusus, sementara wallpaper standar umumnya hanya cocok untuk area kering.

Contohnya, dapur dan kamar mandi menghasilkan uap air setiap hari dari aktivitas memasak dan mandi. Uap panas ini akan menempel pada dinding dan perlahan meresap ke bagian belakang wallpaper. Jika material wallpaper tidak memiliki lapisan tahan air, daya rekat lem akan melemah dan akhirnya wallpaper bisa mengelupas, terutama di area yang sering terkena uap.

Selain itu, area dekat jendela yang sering terpapar sinar matahari langsung juga berisiko. Paparan panas berlebihan dapat membuat bahan wallpaper memuai dan menyusut secara berulang. Perubahan kondisi ini membuat sambungan wallpaper menjadi tidak stabil dan mudah terlepas dari dinding.

Ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk juga termasuk kurang ideal. Udara lembap yang terperangkap akan mempercepat penurunan kualitas lem dan material wallpaper. Dalam jangka panjang, tampilan dinding bisa terlihat bergelombang atau tidak rata.

Karena itu, penting untuk menyesuaikan jenis wallpaper dengan fungsi ruangan. Untuk area lembap, sebaiknya gunakan wallpaper vinyl atau wallpaper khusus yang memiliki lapisan pelindung. Dengan pemilihan yang tepat, wallpaper dapat bertahan lebih lama dan tetap menjaga estetika ruangan.


Kesimpulan

Wallpaper dinding mengelupas bukan terjadi tanpa sebab. Mulai dari kondisi dinding, kualitas bahan, hingga teknik pemasangan, semuanya berperan penting. Dengan memahami penyebabnya secara menyeluruh, Anda bisa menghindari kesalahan yang sama dan memastikan wallpaper terpasang lebih awet serta tahan lama.

Silahkan baca juga motif batu untuk wallpaper dinding.

Mengatasi masalah wallpaper dinding

7 Cara Mengatasi Wallpaper Dinding Mengelupas dengan Tepat.

1. Pastikan Dinding Dalam Kondisi Kering.

Langkah paling mendasar sebelum memperbaiki wallpaper adalah memastikan dinding benar-benar kering. Permukaan yang lembap membuat daya rekat lem tidak bekerja secara optimal, sehingga wallpaper sulit menempel dengan kuat dan mudah terlepas kembali meskipun sudah diperbaiki.

Kelembapan pada dinding bisa berasal dari berbagai sumber, seperti rembesan air hujan, kebocoran pipa, dinding yang berbatasan langsung dengan kamar mandi, atau sirkulasi udara ruangan yang kurang baik. Pada beberapa kasus, dinding terlihat kering di permukaan, tetapi sebenarnya masih menyimpan kadar air di bagian dalam. Kondisi inilah yang sering membuat perbaikan tidak bertahan lama.

Sebelum memasang ulang wallpaper, periksa area dinding secara menyeluruh. Jika terasa dingin, basah, atau muncul bercak jamur, sebaiknya tunda proses pemasangan. Atasi terlebih dahulu sumber masalahnya, misalnya dengan menutup retakan, memperbaiki kebocoran, atau meningkatkan ventilasi udara agar aliran udara lebih lancar.

Untuk membantu proses pengeringan, Anda bisa membuka jendela secara rutin, menggunakan kipas angin, atau menyalakan exhaust fan. Pada kondisi tertentu, dinding perlu didiamkan selama beberapa hari hingga benar-benar kering. Kesabaran pada tahap ini sangat penting karena menjadi kunci agar wallpaper dapat menempel lebih kuat dan tahan lama.

Dengan memastikan dinding dalam kondisi kering sejak awal, risiko wallpaper mengelupas kembali dapat diminimalkan dan hasil perbaikan akan terlihat lebih rapi serta awet.


2. Lepaskan Bagian Wallpaper yang Mengelupas.

Setelah kondisi dinding dipastikan kering, langkah selanjutnya adalah melepas bagian wallpaper yang sudah tidak menempel dengan baik. Proses ini perlu dilakukan secara perlahan dan hati-hati agar tidak merusak area lain yang masih dalam kondisi bagus.

Gunakan ujung jari atau bantuan spatula tipis untuk mengangkat bagian yang terlepas. Hindari menarik terlalu keras karena dapat menyebabkan sobekan atau membuat permukaan dinding ikut terkelupas. Jika wallpaper sulit dilepas, Anda bisa sedikit membasahinya dengan kain lembap agar lem lama menjadi lebih lunak dan mudah dibersihkan.

Setelah bagian tersebut dilepas, bersihkan sisa lem yang menempel pada dinding. Lem yang tertinggal dapat mengganggu daya rekat lem baru jika tidak dibersihkan dengan baik. Gunakan kain bersih atau scraper secara perlahan hingga permukaan terasa halus dan rata.

Pastikan juga tidak ada debu, kotoran, atau serpihan kecil yang tertinggal. Permukaan dinding yang bersih akan membantu wallpaper menempel lebih kuat dan rapi saat dipasang kembali. Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada hasil akhir perbaikan.

Dengan melepas bagian yang bermasalah secara benar dan membersihkan dinding dengan teliti, proses perbaikan akan lebih efektif dan wallpaper dapat bertahan lebih lama tanpa mudah terlepas kembali.


3. Gunakan Lem Wallpaper yang Sesuai.

Pemilihan lem wallpaper memiliki peran besar dalam menentukan seberapa kuat wallpaper menempel pada dinding. Lem yang tidak sesuai atau kualitasnya rendah sering kali membuat daya rekat cepat melemah, terutama di bagian pinggir dan sambungan.

Pastikan lem yang digunakan memang diformulasikan khusus untuk wallpaper, bukan lem serbaguna. Setiap jenis wallpaper, seperti vinyl, kertas, atau tekstur tebal, membutuhkan jenis lem yang berbeda agar hasilnya maksimal. Menggunakan lem yang tepat membantu wallpaper menempel lebih kuat dan tidak mudah terlepas dalam waktu singkat.

Saat mengaplikasikan lem, perhatikan cara dan jumlah penggunaannya. Lem sebaiknya dioleskan secara merata, tidak terlalu tipis namun juga tidak berlebihan. Fokuskan perhatian pada bagian tepi dan sudut, karena area inilah yang paling sering mengalami masalah. Lem yang terlalu sedikit membuat rekatannya lemah, sedangkan lem berlebihan justru bisa merembes keluar dan mengotori permukaan wallpaper.

Selain itu, perhatikan kondisi lem sebelum digunakan. Hindari memakai lem yang sudah menggumpal, berbau tidak sedap, atau melewati masa pakainya. Lem yang masih dalam kondisi baik akan memberikan hasil rekat yang lebih kuat dan tahan lama.

Dengan menggunakan lem wallpaper yang sesuai dan diaplikasikan dengan benar, hasil pemasangan akan terlihat lebih rapi dan risiko wallpaper mengelupas dapat diminimalkan secara signifikan.


4. Tekan dan Ratakan Wallpaper dengan Benar.

Setelah wallpaper ditempelkan, proses menekan dan meratakannya tidak boleh dilewatkan. Tahap ini berfungsi untuk memastikan seluruh permukaan menempel sempurna ke dinding serta tidak ada udara yang terjebak di baliknya. Jika masih terdapat rongga udara atau lipatan kecil, daya rekat lem akan berkurang dan hasil akhirnya terlihat kurang rapi.

Gunakan alat bantu seperti rol karet, spatula khusus wallpaper, atau kain bersih yang kering. Tekan secara perlahan namun merata, dimulai dari bagian tengah lalu diarahkan ke tepi. Cara ini membantu mendorong udara keluar sekaligus membuat permukaan terlihat lebih halus dan menyatu dengan dinding.

Perhatikan area pinggir dan sambungan antar lembar karena bagian ini paling sering bermasalah. Pastikan seluruh tepi benar-benar menempel dengan baik dan tidak terangkat. Jika perlu, tambahkan sedikit lem pada bagian tersebut sebelum ditekan kembali agar hasilnya lebih kuat.

Hindari menekan terlalu keras karena bisa merusak tekstur atau motif wallpaper, terutama untuk jenis yang berbahan tipis. Lakukan dengan sabar dan teliti hingga seluruh permukaan terlihat rata. Dengan teknik penekanan yang tepat, wallpaper akan tampak lebih rapi, tahan lama, dan risiko mengelupas dapat diminimalkan.


5. Perbaiki Dinding Sebelum Memasang Wallpaper Baru.

Jika wallpaper sering bermasalah di area yang sama, besar kemungkinan penyebabnya bukan pada bahan wallpaper, melainkan kondisi permukaan dinding. Dinding yang tidak rata, retak halus, atau masih berpori membuat lem sulit menempel secara maksimal, sehingga wallpaper mudah terlepas kembali meskipun sudah diperbaiki.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah meratakan permukaan dinding. Gunakan plamir atau dempul untuk menutup retakan, lubang kecil, serta bagian dinding yang bergelombang. Setelah itu, amplas secara perlahan hingga permukaan terasa halus dan rata. Proses ini penting agar wallpaper dapat menempel dengan sempurna tanpa ada rongga udara di baliknya.

Setelah dinding rata, aplikasikan cat dasar atau primer. Cat dasar berfungsi menutup pori-pori dinding dan meningkatkan daya rekat lem wallpaper. Selain itu, lapisan primer juga membantu mencegah dinding menyerap lem secara berlebihan, sehingga hasil pemasangan lebih kuat dan tahan lama.

Pastikan cat dasar benar-benar kering sebelum wallpaper dipasang. Jika proses ini dilewati atau dilakukan terburu-buru, hasilnya tidak akan optimal dan risiko wallpaper mengelupas kembali tetap tinggi. Dengan persiapan dinding yang tepat, wallpaper tidak hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga memiliki ketahanan yang jauh lebih baik dalam jangka panjang.


6. Pertimbangkan Penggantian Wallpaper.

Dalam beberapa kondisi, memperbaiki wallpaper lama bukan lagi solusi yang efektif. Jika permukaannya sudah rapuh, sobek, atau daya rekatnya menurun di banyak bagian, mengganti wallpaper dengan yang baru justru akan memberikan hasil yang lebih rapi dan tahan lama.

Wallpaper yang telah dipasang dalam waktu lama biasanya mengalami penurunan kualitas bahan. Lapisan belakangnya bisa mengeras atau rusak, sehingga lem tidak dapat menempel dengan sempurna meskipun sudah diaplikasikan ulang. Selain itu, jika wallpaper sering terlepas di area yang sama, hal ini menandakan bahwa perbaikannya hanya bersifat sementara.

Penggantian juga perlu dipertimbangkan apabila dinding telah mengalami perbaikan struktural, seperti penambalan retakan atau pelapisan ulang permukaan. Dalam kondisi tersebut, wallpaper lama biasanya sudah tidak sesuai dengan permukaan dinding yang baru dan akan sulit dipasang kembali secara rapi.

Saat memilih wallpaper pengganti, pastikan jenis dan bahannya sesuai dengan kondisi ruangan. Untuk area yang memiliki tingkat kelembapan tinggi, sebaiknya gunakan wallpaper berbahan vinyl atau wallpaper khusus yang lebih tahan terhadap perubahan suhu dan udara lembap. Dengan pemilihan material yang tepat serta persiapan dinding yang baik, hasil pemasangan akan terlihat lebih maksimal dan awet.

Mengganti wallpaper memang membutuhkan waktu dan biaya lebih, tetapi langkah ini sering kali menjadi solusi terbaik untuk mencegah masalah mengelupas muncul kembali dan menjaga tampilan ruangan tetap bersih serta nyaman.


7. Jaga Kondisi Ruangan Setelah Perbaikan.

Setelah wallpaper diperbaiki, kondisi ruangan perlu dijaga agar hasilnya bisa bertahan lebih lama. Banyak orang mengira pekerjaan selesai setelah wallpaper kembali menempel, padahal lingkungan ruangan sangat berpengaruh terhadap daya tahannya.

Sirkulasi udara yang baik menjadi faktor utama. Ruangan yang pengap cenderung menyimpan kelembapan, sehingga lem wallpaper lebih cepat melemah. Pastikan jendela dapat dibuka secara rutin atau gunakan exhaust fan untuk membantu pertukaran udara, terutama pada ruangan tertutup atau minim ventilasi.

Selain itu, perhatikan suhu ruangan. Perubahan suhu yang terlalu ekstrem, seperti ruangan yang sering panas di siang hari lalu sangat dingin karena AC, dapat memicu pemuaian dan penyusutan pada dinding serta wallpaper. Kondisi ini dalam jangka panjang bisa membuat daya rekat berkurang. Mengatur suhu ruangan agar tetap stabil akan membantu menjaga hasil perbaikan tetap rapi.

Paparan air dan uap juga sebaiknya diminimalkan. Untuk area seperti dapur atau kamar mandi, pastikan uap tidak langsung mengenai dinding berlapis wallpaper. Penggunaan alat penyedot uap atau ventilasi tambahan bisa menjadi solusi agar kelembapan tidak menumpuk.

Dengan menjaga kondisi ruangan tetap kering, memiliki aliran udara yang baik, serta suhu yang stabil, wallpaper akan lebih awet dan risiko mengelupas kembali dapat ditekan seminimal mungkin.


Penutup

Mengatasi masalah ini membutuhkan ketelitian dan persiapan yang tepat. Dengan memastikan dinding kering, menggunakan lem berkualitas, serta melakukan pemasangan dengan benar, wallpaper dapat kembali rapi dan bertahan lebih lama. Perawatan rutin juga penting agar masalah serupa tidak terulang di kemudian hari.

Silahkan baca juga tentang Jenis-jenis Wallpaper Dinding yang perlu diketahui.


Rekomendasi Toko Shopee yang Menjual wallpaper Dinding.

Barangkali Anda berencana mengganti wallpaper yang baru, silahkan lihat sendiri wallpaper yang direkomendasikan Rumevo.

Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top