Cara Terlengkap Merawat Wallpaper Dinding agar Tahan Lama

Wallpaper dinding sering dipilih sebagai solusi praktis untuk memperindah tampilan ruangan tanpa perlu banyak perubahan. Dengan berbagai pilihan motif, warna, dan tekstur, wallpaper mampu menciptakan suasana yang lebih hidup dan sesuai dengan karakter penghuni rumah. Tidak heran jika penggunaannya semakin populer, baik untuk ruang tamu, kamar tidur, maupun ruang kerja.

Namun, seiring waktu, tampilan wallpaper bisa berubah jika tidak diperhatikan dengan baik. Debu, noda, kelembapan, hingga paparan sinar matahari dapat memengaruhi keindahan dan ketahanannya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat agar tampilan dinding tetap rapi, bersih, dan nyaman dipandang dalam jangka waktu lama.

Merawat wallpaper dinding

10 Cara Terlengkap Merawat Wallpaper Dinding agar Tahan Lama.

1. Rutin Membersihkan Debu yang Menempel

Debu merupakan penyebab utama wallpaper dinding terlihat kusam lebih cepat. Partikel debu yang menempel setiap hari, jika dibiarkan, akan membentuk lapisan tipis yang membuat warna dan motif wallpaper tampak pudar. Selain mengurangi keindahan, debu juga bisa membuat permukaan wallpaper terasa kotor saat disentuh.

Pembersihan sebaiknya dilakukan secara ringan dan rutin, tanpa harus menggunakan air. Cukup gunakan kemoceng berbahan lembut, kain microfiber kering, atau lap bersih yang tidak kasar. Usap perlahan mengikuti arah motif wallpaper agar debu terangkat dengan baik tanpa merusak permukaannya.

Untuk wallpaper yang memiliki tekstur atau motif timbul, debu biasanya lebih mudah terselip di sela-sela permukaan. Pada kondisi ini, sikat kecil berbulu halus bisa menjadi pilihan yang aman. Lakukan dengan tekanan ringan agar tidak menggores atau mengelupas lapisan wallpaper.

Membersihkan debu secara teratur juga membantu menjaga kualitas bahan wallpaper dalam jangka panjang. Permukaan yang bersih akan lebih tahan terhadap perubahan warna dan tidak mudah mengalami penurunan kualitas. Kebiasaan sederhana ini menjadi langkah awal yang penting dalam perawatan wallpaper dinding agar tetap rapi, bersih, dan tahan lama.


2. Hindari Penggunaan Air Berlebihan.

Wallpaper dinding pada dasarnya tidak dirancang untuk sering terkena air, terutama jenis berbahan kertas atau kain. Penggunaan air yang berlebihan saat membersihkan justru dapat merusak lapisan permukaan dan melemahkan daya rekat lem di bagian belakangnya. Akibatnya, wallpaper bisa menggelembung, bergelombang, atau mulai mengelupas dari dinding.

Jika terdapat noda ringan atau bekas sentuhan tangan, cukup gunakan lap yang sedikit lembap dan sudah diperas hingga hampir kering. Usap perlahan pada area yang kotor tanpa menekan terlalu keras. Setelah itu, biarkan permukaan mengering secara alami tanpa perlu diseka kembali dengan air.

Untuk wallpaper berbahan vinyl yang relatif lebih tahan lembap, penggunaan lap lembap masih diperbolehkan, namun tetap perlu dibatasi. Hindari menyiram, menyemprot langsung dengan air, atau membersihkan dengan kain yang terlalu basah karena air dapat meresap ke bagian sambungan wallpaper.

Dengan membatasi penggunaan air, struktur wallpaper akan tetap terjaga dan risiko kerusakan bisa diminimalkan. Kebiasaan ini menjadi bagian penting dalam perawatan wallpaper dinding agar tampilannya tetap rapi, tidak mudah rusak, dan lebih awet digunakan dalam jangka panjang.


3. Gunakan Cairan Pembersih yang Aman.

Tidak semua cairan pembersih cocok digunakan pada wallpaper dinding. Pemilihan bahan pembersih yang tidak tepat justru bisa membuat warna memudar, permukaan menjadi kasar, atau lapisan pelindung wallpaper rusak. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan cairan pembersih yang aman dan lembut.

Untuk membersihkan noda ringan, Anda bisa menggunakan campuran air hangat dengan sedikit sabun cair yang lembut. Aplikasikan menggunakan spons atau kain halus, lalu usap secara perlahan pada bagian yang bernoda. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat merusak motif dan tekstur wallpaper.

Jika menggunakan produk pembersih khusus wallpaper, pastikan membaca petunjuk pemakaian terlebih dahulu. Setiap produk memiliki formula dan cara penggunaan yang berbeda. Sebelum digunakan secara menyeluruh, sebaiknya lakukan uji coba pada area kecil yang tidak terlalu terlihat untuk memastikan tidak terjadi perubahan warna atau kerusakan permukaan.

Perlu dihindari penggunaan cairan pembersih berbahan kimia keras, seperti pemutih, alkohol, atau cairan pembersih lantai. Bahan-bahan tersebut dapat mengikis lapisan wallpaper dan membuatnya lebih cepat rusak. Dengan memilih pembersih yang tepat, kebersihan tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas dan daya tahan wallpaper.


4. Segera Bersihkan Noda yang Muncul.

Noda yang menempel pada wallpaper sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Semakin cepat dibersihkan, semakin kecil kemungkinan noda tersebut meninggalkan bekas permanen. Noda yang sudah mengering biasanya akan lebih sulit dihilangkan dan berisiko merusak permukaan wallpaper.

Beberapa noda ringan seperti cipratan minuman, minyak, atau bekas tangan bisa dibersihkan dengan lap lembap yang diperas hingga hampir kering. Usap secara perlahan dari bagian luar noda ke arah tengah agar kotoran tidak menyebar ke area yang lebih luas.

Untuk noda yang sedikit membandel, gunakan cairan pembersih lembut dan aplikasikan dengan hati-hati. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat membuat wallpaper mengelupas atau merusak motifnya. Jika noda tidak kunjung hilang, lebih baik berhenti membersihkan daripada memaksakan, karena tekanan berlebih justru bisa memperparah kerusakan.

Kebiasaan membersihkan noda sejak awal akan membantu menjaga tampilan wallpaper tetap rapi dan bersih. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, dinding tidak hanya terlihat lebih terawat, tetapi juga lebih tahan lama digunakan dalam jangka panjang.

Silahkan baca juga tips menghilangkan noda karpet.


5. Jaga Kelembapan Ruangan.

Kelembapan ruangan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi wallpaper dinding. Ruangan yang terlalu lembap dapat membuat lem wallpaper melemah sehingga permukaannya mudah menggelembung atau mengelupas. Selain itu, kelembapan berlebih juga berisiko memicu pertumbuhan jamur yang meninggalkan noda dan bau tidak sedap.

Untuk menjaga kondisi ruangan tetap ideal, pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Membuka jendela secara rutin dapat membantu mengurangi udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan. Pada area tertentu seperti ruang tamu yang jarang terkena sinar matahari, aliran udara yang lancar sangat membantu menjaga wallpaper tetap kering.

Jika ruangan cenderung lembap, penggunaan exhaust fan atau dehumidifier bisa menjadi solusi tambahan. Alat ini membantu mengontrol kadar kelembapan sehingga dinding tidak mudah basah. Hindari juga menempelkan wallpaper pada dinding yang masih lembap atau belum benar-benar kering setelah pengecatan.

Dengan kelembapan ruangan yang terjaga, wallpaper akan lebih tahan lama dan terhindar dari kerusakan dini. Lingkungan yang kering dan seimbang membuat tampilan dinding tetap rapi, bersih, serta nyaman dipandang dalam jangka panjang.

Silahkan baca juga mengatasi kamar tidur yang lembap.


6. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung.

Paparan sinar matahari secara langsung dan terus-menerus dapat menyebabkan warna wallpaper memudar. Sinar ultraviolet dari matahari bekerja perlahan mengikis pigmen warna, sehingga motif yang awalnya cerah lama-kelamaan terlihat kusam dan tidak merata, terutama pada bagian dinding yang paling sering terkena cahaya.

Kondisi ini sering terjadi pada ruangan yang memiliki jendela besar atau menghadap langsung ke arah matahari. Tanpa perlindungan, wallpaper di area tersebut akan mengalami perubahan warna lebih cepat dibandingkan bagian dinding lainnya. Selain itu, panas berlebih juga dapat memengaruhi daya rekat lem wallpaper sehingga berisiko mengelupas.

Untuk mengurangi dampak tersebut, gunakan tirai, gorden, atau blind sebagai penahan cahaya matahari. Pengaturan cahaya alami yang tepat tidak hanya membantu menjaga warna wallpaper tetap awet, tetapi juga membuat suhu ruangan lebih nyaman. Alternatif lainnya, Anda bisa memasang kaca film pada jendela untuk mengurangi intensitas sinar UV yang masuk ke dalam ruangan.

Dengan membatasi paparan sinar matahari secara langsung, tampilan wallpaper akan lebih tahan lama dan warna tetap terjaga. Langkah ini menjadi bagian penting dalam perawatan wallpaper agar keindahannya tidak cepat memudar.

Silahkan baca juga gorden yang cocok untuk ruangan yang terkena sinar matahari langsung.


7. Perhatikan Area Sekitar Wallpaper.

Kondisi area di sekitar dinding sangat berpengaruh terhadap keawetan wallpaper. Aktivitas sehari-hari seperti memindahkan furnitur, menyandarkan barang, atau menempelkan benda berat ke dinding sering kali menjadi penyebab wallpaper sobek atau terkelupas tanpa disadari.

Saat mengatur ulang furnitur, usahakan memberi jarak antara perabot dan dinding yang dilapisi wallpaper. Gesekan yang terjadi secara terus-menerus dapat merusak permukaan dan membuat bagian tertentu terlihat aus. Untuk furnitur yang harus diletakkan dekat dinding, sebaiknya gunakan pelindung di bagian belakang agar tidak langsung bergesekan dengan wallpaper.

Selain furnitur, perhatikan juga benda-benda yang sering menempel di dinding, seperti jam, rak tempel, atau hiasan. Pemasangan yang kurang tepat bisa meninggalkan bekas atau merusak lapisan wallpaper saat dilepas. Gunakan perekat yang aman dan mudah dilepas agar permukaan dinding tetap terjaga.

Dengan menjaga area sekitar tetap aman dan tertata, wallpaper akan lebih terlindungi dari risiko kerusakan fisik. Perhatian sederhana ini membantu mempertahankan tampilan dinding tetap rapi dan memperpanjang usia pakainya.


8. Perbaiki Bagian yang Mulai Mengelupas.

Wallpaper yang mulai mengelupas, terutama di bagian sudut atau sambungan, sebaiknya segera ditangani. Jika dibiarkan terlalu lama, bagian yang terlepas bisa semakin melebar dan membuat tampilan dinding terlihat tidak rapi. Selain itu, debu dan udara yang masuk ke balik wallpaper dapat mempercepat kerusakan pada area sekitarnya.

Untuk memperbaikinya, gunakan lem khusus wallpaper agar daya rekatnya kuat dan sesuai dengan jenis bahan wallpaper. Oleskan lem secukupnya pada bagian belakang wallpaper yang terlepas, lalu tempelkan kembali dengan rapi. Tekan perlahan menggunakan kain bersih atau rol kecil agar tidak ada gelembung udara yang terjebak di dalamnya.

Saat proses perbaikan, pastikan permukaan dinding dalam kondisi kering dan bersih. Dinding yang lembap dapat membuat lem tidak menempel dengan sempurna dan menyebabkan wallpaper kembali mengelupas. Jika perlu, diamkan beberapa saat setelah ditempel agar lem benar-benar mengering sebelum area tersebut terkena sentuhan atau gesekan.

Perbaikan kecil yang dilakukan lebih awal akan membantu menjaga tampilan wallpaper tetap rapi dan memperpanjang usia pemakaiannya. Langkah sederhana ini sangatlah penting agar kerusakan tidak menyebar dan dinding tetap terlihat menarik dalam jangka panjang.

Penjelasan lebih lengkap silahkan baca penyebab wallpaper dinding mengelupas dan cara mengatasinya.


9. Sesuaikan Perawatan dengan Jenis Wallpaper.

Setiap jenis wallpaper memiliki bahan dan karakteristik yang berbeda, sehingga perlakuannya pun tidak bisa disamakan. Kesalahan dalam menyesuaikan perawatan sering kali menjadi penyebab wallpaper cepat rusak, meskipun terlihat masih baru.

Wallpaper berbahan vinyl umumnya lebih kuat dan mudah dibersihkan karena memiliki lapisan pelindung. Jenis ini relatif aman dibersihkan menggunakan lap lembap untuk mengangkat noda ringan. Namun, tetap disarankan untuk tidak menggunakan cairan pembersih keras agar lapisan permukaannya tidak cepat aus.

Berbeda dengan wallpaper berbahan kertas, jenis ini lebih sensitif terhadap air dan kelembapan. Pembersihan sebaiknya hanya dilakukan dengan cara kering, seperti menggunakan kemoceng atau lap lembut. Kontak dengan air berlebihan dapat menyebabkan permukaan menggelembung dan mudah sobek.

Sementara itu, wallpaper berbahan kain atau tekstil memerlukan perhatian ekstra. Debu sebaiknya dibersihkan menggunakan vacuum cleaner dengan daya rendah atau sikat halus. Jika terkena noda, penanganan harus sangat hati-hati agar tidak meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.

Dengan memahami jenis wallpaper yang digunakan, perawatan dapat dilakukan dengan cara yang tepat. Penyesuaian ini membantu menjaga tampilan tetap indah, mencegah kerusakan dini, dan membuat wallpaper bertahan lebih lama sesuai dengan kualitas bahannya.


10. Lakukan Pengecekan Secara Berkala.

Pengecekan kondisi wallpaper dinding secara berkala sering kali dianggap sepele, padahal langkah ini sangat penting untuk menjaga tampilannya tetap rapi dan tahan lama. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, Anda bisa mengetahui perubahan kecil yang terjadi sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Perhatikan bagian tepi wallpaper, sambungan antar lembar, serta area yang sering terkena sentuhan, seperti dekat saklar lampu atau di belakang furnitur. Pada area tersebut, biasanya kerusakan seperti mengelupas, menggelembung, atau noda akan lebih cepat muncul. Jika ditemukan masalah sejak awal, penanganannya pun bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Pengecekan juga membantu mendeteksi kondisi ruangan yang kurang ideal, misalnya kelembapan berlebih atau sirkulasi udara yang buruk. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat segera melakukan penyesuaian agar wallpaper tidak terus-menerus berada dalam kondisi yang merugikan.

Melalui kebiasaan pengecekan rutin, perawatan dapat dilakukan secara lebih terarah dan efisien. Wallpaper pun akan tetap terjaga kualitasnya, terlihat bersih, serta mampu mempercantik ruangan dalam jangka waktu yang lama.


Pembahasan Penting Lainnya.


Pengaruh Sinar Matahari terhadap Warna Wallpaper dan Cara Mencegahnya.

Wallpaper dinding mampu memberikan kesan indah dan karakter pada sebuah ruangan. Namun, salah satu masalah yang sering muncul adalah warna wallpaper yang memudar seiring waktu. Tanpa disadari, paparan sinar matahari menjadi penyebab utama perubahan warna tersebut. Untuk menjaga tampilan ruangan tetap menarik, penting memahami bagaimana sinar matahari memengaruhi wallpaper serta cara mencegah kerusakan warnanya.

Mengapa Sinar Matahari Bisa Memudarkan Wallpaper?

Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) yang bersifat merusak pigmen warna. Ketika wallpaper terpapar sinar matahari secara terus-menerus, pigmen warna perlahan akan mengalami degradasi. Akibatnya, warna wallpaper terlihat pudar, tidak merata, dan kehilangan daya tarik visualnya.

Selain itu, panas dari sinar matahari juga dapat memengaruhi struktur material wallpaper. Pada beberapa jenis wallpaper, panas berlebih bisa membuat permukaan menjadi kering, rapuh, bahkan menyebabkan lem perekat melemah.

Dampak Paparan Sinar Matahari pada Wallpaper

Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat menimbulkan beberapa masalah, antara lain:

  • Warna memudar dan berubah sehingga tidak lagi sesuai dengan tampilan awal
  • Perbedaan warna antar bagian dinding, terutama pada area yang sering terkena matahari
  • Permukaan wallpaper menjadi kering dan mudah sobek
  • Tepi wallpaper mengelupas akibat panas yang berlebihan

Masalah-masalah tersebut tentu dapat mengurangi estetika ruangan dan memperpendek usia wallpaper.

Jenis Wallpaper yang Rentan Terhadap Sinar Matahari

Tidak semua wallpaper memiliki tingkat ketahanan yang sama. Wallpaper berbahan kertas umumnya lebih cepat memudar dibandingkan wallpaper vinyl. Wallpaper dengan warna cerah dan motif kontras juga cenderung lebih cepat terlihat pudar saat sering terkena sinar matahari langsung.

Sebaliknya, wallpaper vinyl atau wallpaper dengan lapisan pelindung khusus biasanya lebih tahan terhadap paparan sinar UV, meskipun tetap membutuhkan perlindungan tambahan.

Cara Mencegah Warna Wallpaper Cepat Pudar

Agar warna wallpaper tetap awet dan tahan lama, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

1. Gunakan Tirai atau Gorden

Memasang tirai, gorden, atau roller blind dapat membantu mengurangi intensitas sinar matahari yang masuk ke ruangan. Pilih bahan tirai yang cukup tebal atau memiliki lapisan anti-UV untuk perlindungan maksimal.

2. Pasang Kaca Film Penahan UV

Kaca film khusus dapat memfilter sinar UV tanpa mengurangi cahaya alami secara drastis. Cara ini cukup efektif untuk ruangan yang memiliki jendela besar dan terkena sinar matahari sepanjang hari.

3. Atur Tata Letak Furnitur

Menempatkan furnitur seperti lemari atau rak di area tertentu dapat membantu melindungi sebagian dinding dari paparan langsung sinar matahari. Namun, pastikan furnitur tidak menempel terlalu rapat agar sirkulasi udara tetap baik.

4. Pilih Wallpaper dengan Ketahanan Warna Tinggi

Saat memilih wallpaper, perhatikan informasi mengenai ketahanan warna atau UV resistance. Wallpaper berkualitas baik umumnya dirancang agar warna tidak mudah pudar meski terpapar cahaya.

5. Gunakan Wallpaper Warna dan Motif yang Tepat

Warna-warna netral atau motif lembut biasanya lebih tahan secara visual dibandingkan warna yang sangat cerah. Jika ruangan mendapat banyak cahaya matahari, pertimbangkan memilih wallpaper dengan tone yang lebih kalem.

Perawatan Tambahan untuk Menjaga Warna Wallpaper

Selain mencegah paparan sinar matahari langsung, lakukan perawatan rutin seperti membersihkan debu secara berkala dan menjaga suhu ruangan tetap stabil. Lingkungan yang terlalu panas dapat mempercepat kerusakan warna dan material wallpaper.

Kesimpulan

Sinar matahari memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan warna wallpaper dinding. Paparan sinar UV yang terus-menerus dapat membuat warna cepat pudar dan mengurangi keindahan ruangan. Dengan langkah pencegahan yang tepat, seperti menggunakan tirai, kaca film, serta memilih wallpaper yang berkualitas, warna wallpaper dapat bertahan lebih lama dan ruangan tetap terlihat menarik dari waktu ke waktu.


Berapa Lama Umur Wallpaper Dinding? Ini Faktor yang Mempengaruhinya.

Wallpaper dinding sering dipilih sebagai solusi praktis untuk mempercantik interior rumah. Selain motifnya yang beragam, pemasangannya juga relatif cepat. Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya, sebenarnya berapa lama umur wallpaper dinding bisa bertahan? Jawabannya tidak selalu sama, karena ada beberapa faktor penting yang memengaruhi daya tahannya.

Umur Rata-Rata Wallpaper Dinding

Secara umum, wallpaper dinding dapat bertahan antara 5 hingga 15 tahun. Wallpaper berbahan kertas biasanya memiliki usia pakai sekitar 5–7 tahun. Sementara itu, wallpaper berbahan vinyl atau non-woven bisa bertahan lebih lama, bahkan mencapai 10–15 tahun jika dirawat dengan baik dan dipasang dengan benar.

Faktor yang Mempengaruhi Umur Wallpaper Dinding

1. Jenis Bahan Wallpaper

Bahan wallpaper sangat menentukan daya tahannya. Wallpaper kertas cenderung lebih mudah rusak jika terkena kelembapan atau noda. Sebaliknya, wallpaper vinyl lebih kuat, tahan air, dan lebih mudah dibersihkan. Wallpaper non-woven juga terkenal lebih awet dan tidak mudah sobek.

2. Kualitas Lem dan Pemasangan

Wallpaper yang dipasang dengan lem berkualitas rendah atau teknik pemasangan yang kurang tepat akan lebih cepat mengelupas. Permukaan dinding yang tidak rata atau masih lembap juga dapat memperpendek usia wallpaper. Pemasangan yang rapi dan benar akan membuat wallpaper menempel sempurna dan tahan lama.

3. Kondisi Ruangan

Ruangan yang lembap, seperti dapur dan kamar mandi, cenderung membuat wallpaper lebih cepat rusak. Kelembapan berlebih dapat menyebabkan jamur, gelembung, dan bau apek. Sebaliknya, ruangan dengan sirkulasi udara yang baik akan membantu menjaga kondisi wallpaper tetap prima.

4. Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari langsung dapat membuat warna wallpaper memudar seiring waktu. Wallpaper yang terpasang di ruangan dengan intensitas cahaya tinggi membutuhkan perlindungan ekstra, seperti tirai atau gorden, agar warnanya tetap awet.

5. Intensitas Aktivitas di Ruangan

Wallpaper di area dengan aktivitas tinggi, seperti ruang tamu atau ruang keluarga, lebih rentan terkena gesekan, coretan, atau noda. Semakin sering dinding bersentuhan dengan furnitur atau tangan, semakin besar risiko wallpaper mengalami kerusakan.

6. Cara dan Frekuensi Perawatan

Wallpaper yang rutin dibersihkan dan dirawat dengan cara yang tepat akan bertahan lebih lama. Sebaliknya, penggunaan cairan pembersih yang salah atau perawatan yang jarang dapat membuat wallpaper cepat kusam dan rusak.

7. Kualitas Dinding Sebelum Dipasang

Dinding yang retak, berjamur, atau mengandung sisa cat lama dapat menghambat daya rekat wallpaper. Persiapan dinding yang baik sebelum pemasangan sangat berpengaruh terhadap umur wallpaper dalam jangka panjang.

Kapan Wallpaper Perlu Diganti?

Wallpaper sebaiknya diganti jika sudah menunjukkan tanda-tanda seperti mengelupas, warna memudar drastis, muncul jamur, atau permukaannya rusak dan sulit dibersihkan. Selain mengganggu tampilan ruangan, wallpaper yang rusak juga dapat memengaruhi kenyamanan dan kebersihan rumah.

Kesimpulan

Umur wallpaper dinding tidak hanya ditentukan oleh bahan, tetapi juga oleh cara pemasangan, kondisi ruangan, dan perawatan sehari-hari. Dengan memilih wallpaper berkualitas, memastikan pemasangan yang tepat, serta menjaga kebersihan dan kelembapan ruangan, wallpaper dapat bertahan lebih lama dan tetap mempercantik interior rumah selama bertahun-tahun.


Alat Pembersih yang Sebaiknya Dihindari karena Bisa Merusak Wallpaper.

Membersihkan wallpaper dinding tidak bisa disamakan dengan membersihkan dinding cat biasa. Salah memilih alat pembersih justru dapat membuat wallpaper rusak, warnanya pudar, bahkan mengelupas. Agar wallpaper tetap awet dan tampilannya terjaga, berikut beberapa alat pembersih yang sebaiknya dihindari karena berisiko merusak permukaannya.

1. Sikat Kawat atau Sikat Berbulu Kasar

Sikat kawat dan sikat dengan bulu yang keras dapat menggores permukaan wallpaper. Goresan ini tidak hanya merusak motif, tetapi juga membuat lapisan pelindung wallpaper terkikis. Untuk wallpaper bertekstur, penggunaan sikat kasar justru bisa membuat bagian timbulnya rusak dan sobek.

2. Spons Kasar untuk Pencuci Piring

Bagian hijau pada spons cuci piring sangat abrasif. Jika digunakan pada wallpaper, permukaannya bisa terkelupas atau meninggalkan bekas gosokan. Wallpaper berbahan kertas dan kain sangat rentan rusak jika terkena spons jenis ini.

3. Kain Lap yang Kotor atau Kasar

Lap yang sudah kotor mengandung debu dan pasir halus yang dapat bertindak seperti amplas saat digosokkan ke wallpaper. Selain itu, kain dengan serat kasar juga bisa merusak permukaan wallpaper, terutama pada motif yang halus.

4. Alat Pembersih Bertekanan Tinggi

Alat semprot bertekanan tinggi atau semprotan air yang terlalu kuat dapat membuat air meresap ke dalam lapisan wallpaper. Akibatnya, lem wallpaper bisa melemah dan menyebabkan bagian dinding menggelembung atau mengelupas.

5. Pengikis atau Pisau

Penggunaan pengikis, pisau, atau benda tajam lainnya sangat berisiko. Alat-alat ini dapat merobek wallpaper secara permanen. Sekalipun noda terlihat membandel, sebaiknya hindari cara ini karena kerusakan yang ditimbulkan tidak bisa diperbaiki dengan mudah.

6. Vacuum Cleaner Tanpa Pengaturan Daya

Vacuum cleaner dengan daya hisap yang terlalu kuat dapat menarik bagian wallpaper, terutama di area sambungan. Jika ingin menggunakan vacuum cleaner, pastikan menggunakan ujung sikat lembut dan daya hisap rendah.

7. Alat Pembersih Uap (Steam Cleaner)

Uap panas dari steam cleaner dapat merusak lapisan luar wallpaper dan melemahkan lem perekatnya. Suhu panas juga bisa membuat warna wallpaper memudar dan menyebabkan permukaannya mengelupas.

8. Lap yang Terlalu Basah

Meskipun terlihat sepele, penggunaan lap yang terlalu basah dapat membuat wallpaper menyerap air berlebih. Kelembapan ini berpotensi menimbulkan jamur serta membuat wallpaper cepat rusak, terutama pada area sambungan.

Kesimpulan

Menghindari alat pembersih yang tidak tepat adalah langkah penting dalam menjaga keawetan wallpaper dinding. Pilih alat yang lembut, bersih, dan sesuai dengan jenis wallpaper yang digunakan. Dengan peralatan yang tepat dan cara pembersihan yang benar, wallpaper dapat tetap terlihat bersih, rapi, dan bertahan lebih lama tanpa kerusakan.


Rekomendasi Peralatan untuk Membersihkan Wallpaper Dinding Tanpa Merusak Permukaannya.

Membersihkan wallpaper dinding tidak bisa dilakukan sembarangan. Berbeda dengan dinding yang dicat, wallpaper memiliki permukaan dan bahan yang lebih sensitif terhadap gesekan maupun cairan tertentu. Jika salah memilih peralatan, wallpaper bisa terkelupas, warnanya memudar, atau bahkan robek.

Oleh karena itu, penting untuk menggunakan peralatan yang tepat agar wallpaper tetap bersih tanpa merusak permukaannya.

1. Kemoceng Berbulu Halus

Kemoceng berbulu halus menjadi peralatan paling dasar untuk membersihkan wallpaper. Fungsinya untuk mengangkat debu yang menempel tanpa menggores permukaan. Pilih kemoceng dengan serat lembut agar aman digunakan, terutama pada wallpaper bermotif atau bertekstur.

Kalau belum punya, silahkan lihat harganya kemoceng Microfiber yang kami rekomendasikan.

2. Kain Mikrofiber

Kain mikrofiber sangat dianjurkan karena mampu menangkap debu dan kotoran dengan baik tanpa meninggalkan serat. Kain ini juga aman digunakan dalam kondisi kering maupun sedikit lembap. Pastikan kain dalam keadaan bersih agar tidak memindahkan kotoran ke area lain.

Silahkan lihat harganya kain microfiber yang bagus.

3. Spons Lembut

Untuk noda ringan, spons lembut bisa menjadi pilihan. Gunakan bagian spons yang paling halus dan hindari menggosok terlalu keras. Spons membantu membersihkan noda tanpa merusak permukaan wallpaper.

Silahkan lihat harganya Spons melamin ajaib.

4. Ember Kecil atau Wadah Air

Ember kecil berguna untuk mencampur air dengan cairan pembersih ringan. Ukuran kecil memudahkan kontrol jumlah air agar tidak berlebihan saat membersihkan wallpaper.

Kesimpulan

Menggunakan peralatan yang tepat adalah kunci utama dalam membersihkan wallpaper dinding tanpa merusak permukaannya. Dengan kemoceng halus, kain mikrofiber, spons lembut, dan lain-lain, maka wallpaper bisa tetap bersih dan awet. Perawatan yang dilakukan secara hati-hati dan rutin akan membuat wallpaper tetap terlihat rapi, bersih, dan memperindah ruangan dalam jangka waktu lama.


Cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top