Lantai kamar mandi yang selalu licin sering kali menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan dan keamanan. Kondisi ini tidak hanya membuat aktivitas di kamar mandi terasa kurang nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko terpeleset, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia. Banyak orang baru menyadari bahayanya setelah kejadian yang tidak diinginkan terjadi.
Selain faktor keselamatan, lantai yang licin juga mencerminkan kondisi kamar mandi yang kurang terawat. Jika dibiarkan terlalu lama, permukaan lantai bisa semakin sulit dibersihkan dan membuat kamar mandi terasa tidak higienis. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana cara menjaga lantai kamar mandi agar tetap aman, bersih, dan nyaman digunakan setiap hari.
7 Penyebab Lantai Kamar Mandi Selalu Licin yang Perlu diketahui.

1. Sisa Sabun, Sampo, dan Cairan Pembersih.
Banyak orang tidak menyadari bahwa sabun, sampo, dan cairan pembersih yang digunakan setiap hari bisa meninggalkan lapisan tipis di permukaan lantai kamar mandi. Lapisan ini biasanya tidak terlihat oleh mata, tetapi sangat terasa ketika lantai terkena air dan diinjak.
Saat sabun atau sampo bercampur dengan air, sebagian residunya tidak langsung terbuang ke saluran pembuangan. Zat inilah yang menempel di lantai, terutama pada keramik yang permukaannya halus. Semakin sering kamar mandi digunakan, semakin banyak sisa sabun yang menumpuk dan membuat permukaan lantai terasa licin.
Masalah ini sering terjadi di area yang paling sering terkena air, seperti dekat shower, bawah kran, dan sekitar kloset. Di area tersebut, sabun dan sampo mudah jatuh ke lantai lalu mengering tanpa dibersihkan secara menyeluruh.
Selain sabun mandi dan sampo, cairan pembersih lantai juga bisa menimbulkan efek yang sama jika tidak dibilas dengan baik. Beberapa produk pembersih mengandung bahan yang membuat lantai terlihat mengkilap, tetapi justru meninggalkan residu licin jika digunakan terlalu sering atau tanpa dibilas.
Yang membuat kondisi ini semakin berbahaya adalah sifat lapisan sabun yang sulit terdeteksi. Lantai bisa terlihat bersih, wangi, dan mengkilap, tetapi tetap berisiko menyebabkan terpeleset. Karena itu, banyak kejadian jatuh di kamar mandi terjadi meskipun lantainya tampak tidak kotor.
Jika dibiarkan terus-menerus, sisa sabun yang menumpuk juga dapat memicu munculnya jamur dan lumut, sehingga permukaan lantai menjadi semakin licin dan sulit dibersihkan.
2. Pertumbuhan Lumut dan Jamur.
Lingkungan kamar mandi yang lembap dan jarang terkena sinar matahari menjadi tempat yang sangat ideal bagi lumut dan jamur untuk tumbuh. Keduanya sering muncul tanpa disadari, terutama di area lantai yang jarang diperhatikan saat membersihkan kamar mandi.
Lumut biasanya mulai tumbuh di sudut lantai, sela-sela keramik, serta area yang sering terkena cipratan air. Awalnya hanya terlihat seperti noda kehijauan atau kehitaman. Namun seiring waktu, lapisan ini akan semakin tebal dan membuat permukaan lantai terasa licin saat diinjak.
Berbeda dengan kotoran biasa, lumut memiliki tekstur alami yang licin karena menyimpan air di permukaannya. Inilah yang membuat lantai kamar mandi terasa berbahaya, terutama ketika basah. Bahkan lantai yang awalnya tidak terlalu licin bisa berubah menjadi sangat licin jika lumut dibiarkan tumbuh.
Jamur juga sering berkembang di kamar mandi dengan sirkulasi udara yang buruk. Jamur tumbuh di permukaan yang lembap dan hangat, termasuk nat keramik dan bagian lantai yang sulit kering. Keberadaan jamur bukan hanya mengganggu tampilan, tetapi juga menandakan bahwa kelembapan di kamar mandi terlalu tinggi.
Salah satu alasan lumut dan jamur cepat berkembang adalah lantai yang jarang benar-benar kering. Air yang menggenang, ventilasi yang kurang baik, serta kebiasaan menutup pintu kamar mandi setelah digunakan membuat udara lembap terperangkap di dalam ruangan.
Selain itu, pembersihan lantai yang kurang menyeluruh juga berperan besar. Membersihkan kamar mandi hanya dengan menyiram air tidak cukup untuk menghilangkan lumut dan jamur yang sudah menempel. Jika tidak disikat, lapisan ini akan terus berkembang dan membuat lantai semakin licin dari waktu ke waktu.
3. Jenis Keramik yang Terlalu Halus atau Mengkilap.
Pemilihan keramik sangat berpengaruh terhadap tingkat keamanan lantai kamar mandi. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan keramik dengan permukaan terlalu halus atau mengkilap. Keramik jenis ini memang terlihat bersih, mewah, dan mudah dibersihkan, tetapi kurang ideal untuk area yang sering terkena air.
Permukaan keramik yang licin tidak memiliki cukup tekstur untuk mencengkeram telapak kaki. Saat lantai kering, kondisi ini biasanya tidak terasa. Namun begitu terkena air, lapisan air akan bertindak seperti pelumas yang membuat kaki mudah tergelincir, terutama ketika berpindah posisi atau berjalan cepat.
Masalah ini semakin terasa pada keramik berukuran besar dan polos. Karena minim sambungan dan tekstur, air lebih mudah menyebar merata di permukaan lantai, sehingga daya cengkeram semakin berkurang. Akibatnya, lantai terasa jauh lebih licin dibandingkan keramik bertekstur kasar.
Selain itu, keramik mengkilap cenderung menyamarkan keberadaan air. Lantai terlihat kering dari kejauhan, padahal sebenarnya masih basah. Kondisi ini sering mengecoh pengguna kamar mandi dan meningkatkan risiko terpeleset tanpa disadari.
Keramik jenis ini juga lebih mudah licin ketika terkena sisa sabun atau sampo. Residu tersebut akan menyatu dengan permukaan halus dan membuat lantai semakin sulit mencengkeram kaki, meskipun lantai sudah terlihat bersih.
Karena alasan inilah, keramik yang terlalu licin lebih cocok digunakan di area kering seperti ruang tamu atau kamar tidur, bukan di kamar mandi. Untuk area basah, permukaan lantai seharusnya memiliki tekstur atau lapisan khusus agar tetap aman saat terkena air.
4. Air yang Sering Menggenang di Lantai.
Air yang sering tertinggal di lantai kamar mandi bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi faktor utama yang membuat permukaan lantai terasa licin. Idealnya, air langsung mengalir menuju saluran pembuangan setelah kamar mandi digunakan. Namun, pada kondisi tertentu, air justru menetap dan membentuk genangan.
Salah satu penyebab paling umum adalah kemiringan lantai yang kurang tepat. Lantai kamar mandi seharusnya dibuat sedikit miring ke arah floor drain agar air dapat mengalir dengan lancar. Jika kemiringannya terlalu landai atau bahkan tidak mengarah ke drainase, air akan menyebar dan sulit kering.
Selain itu, floor drain yang tersumbat juga sering menjadi biang masalah. Kotoran seperti rambut, sisa sabun, dan debu dapat menumpuk di dalam saluran, sehingga aliran air menjadi lambat. Akibatnya, air tidak segera masuk ke pembuangan dan terus berada di permukaan lantai.
Posisi saluran pembuangan yang kurang strategis juga berpengaruh. Floor drain yang terlalu jauh dari area basah, seperti shower atau kran, membuat air harus mengalir lebih lama sebelum mencapai saluran. Selama proses ini, lantai tetap basah dan berisiko licin saat diinjak.
Genangan air yang terjadi terus-menerus akan membuat lantai selalu dalam kondisi lembap, bahkan ketika kamar mandi tidak sedang digunakan. Kondisi ini mempercepat munculnya lapisan licin akibat sisa sabun dan memicu pertumbuhan lumut serta jamur di lantai dan nat keramik.
Dalam jangka panjang, lantai yang sering tergenang juga bisa menyebabkan kerusakan kecil yang tidak disadari, seperti nat yang mulai rapuh atau permukaan keramik yang terasa lebih halus. Hal ini membuat lantai semakin sulit kering dan terasa makin licin dari waktu ke waktu. Silahkan baca mengatasi air menggenang di lantai.
5. Nat Keramik yang Kotor dan Menghitam.
Nat keramik adalah bagian sela di antara keramik lantai yang sering kali luput dari perhatian. Banyak orang fokus membersihkan permukaan keramik, tetapi jarang memperhatikan kondisi nat. Padahal, area inilah yang paling mudah menyimpan kotoran dan kelembapan.
Seiring waktu, sisa sabun, kotoran, dan air akan masuk ke dalam pori-pori nat. Karena nat memiliki tekstur lebih kasar dibanding keramik, kotoran tersebut mudah menempel dan sulit dibersihkan hanya dengan menyiram air. Akibatnya, warna nat berubah menjadi gelap atau menghitam.
Nat yang menghitam biasanya menandakan adanya penumpukan kotoran dan pertumbuhan jamur. Jamur menyukai area yang lembap dan jarang dibersihkan, sehingga nat menjadi tempat yang ideal untuk berkembang. Ketika jamur mulai tumbuh, permukaan lantai di sekitarnya ikut terasa licin, terutama saat terkena air.
Masalah ini sering terjadi di kamar mandi yang:
- Sering digunakan tetapi jarang disikat secara menyeluruh
- Memiliki ventilasi yang kurang baik
- Selalu basah karena air tidak cepat mengering
Selain membuat lantai terasa licin, nat yang kotor juga membuat kamar mandi terlihat kusam dan kurang higienis. Bahkan, dalam kondisi tertentu, jamur yang tumbuh di nat dapat menyebar ke area lantai lainnya jika dibiarkan terlalu lama.
Dan nat keramik yang tidak terawat juga dapat menyerap air lebih banyak. Ketika nat terus-menerus lembap, daya cengkeram lantai berkurang dan risiko terpeleset pun meningkat, meskipun permukaan keramik terlihat masih baik.
6. Kelembapan Udara yang Terlalu Tinggi.
Kamar mandi merupakan ruangan dengan tingkat kelembapan paling tinggi. Setiap kali digunakan, uap air dari shower, bak mandi, dan air panas akan memenuhi ruangan. Jika uap ini tidak bisa keluar dengan baik, kelembapan akan terus terperangkap dan membuat kondisi kamar mandi selalu basah.
Udara yang terlalu lembap membuat lantai sulit mengering meskipun air sudah tidak menggenang. Permukaan lantai yang tampak kering pun sebenarnya masih menyimpan kelembapan, sehingga terasa licin saat diinjak. Kondisi ini sering terjadi pada kamar mandi yang tidak memiliki ventilasi alami atau jarang dibuka.
Selain memengaruhi lantai, kelembapan tinggi juga mempercepat tumbuhnya jamur dan lumut. Mikroorganisme ini mudah berkembang di lingkungan yang basah dan hangat, terutama di sela-sela keramik dan sudut lantai. Kehadirannya membuat permukaan lantai semakin berisiko dan tidak aman digunakan.
Kamar mandi yang jarang terkena sinar matahari juga cenderung memiliki masalah serupa. Tanpa bantuan cahaya alami, kelembapan akan bertahan lebih lama dan membuat ruangan terasa pengap. Dalam jangka panjang, kondisi ini bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga pada kebersihan dan keamanan.
Masalah kelembapan sering tidak disadari karena tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, tanda-tandanya bisa dirasakan dari lantai yang selalu terasa lembap, bau apek yang muncul, serta dinding atau plafon yang mudah berjamur. Jika kondisi ini terus dibiarkan, risiko terpeleset di kamar mandi akan semakin tinggi.
7. Jarang Dilakukan Pembersihan Menyeluruh.
Membersihkan kamar mandi sering kali hanya sebatas menyiram lantai dengan air atau menyikat bagian yang terlihat kotor saja. Padahal, cara ini belum cukup untuk menjaga permukaan lantai tetap aman. Tanpa pembersihan menyeluruh, kotoran dan sisa-sisa yang menempel akan terus menumpuk dari waktu ke waktu.
Sisa sabun, minyak tubuh, debu, dan kotoran halus yang terbawa air akan membentuk lapisan tipis di lantai. Lapisan ini biasanya tidak langsung terasa pada awalnya, tetapi lama-kelamaan membuat permukaan menjadi licin, terutama saat lantai basah. Karena tidak terlihat jelas, banyak orang mengira lantai sudah bersih dan aman digunakan.
Masalah ini semakin sering terjadi pada sudut lantai, sela keramik, dan area yang jarang terjangkau saat membersihkan. Bagian-bagian tersebut menjadi tempat favorit bagi jamur dan bakteri untuk berkembang, sehingga lantai terasa semakin licin meskipun sudah disiram air.
Selain itu, pembersihan yang tidak rutin juga membuat lantai sulit kering. Kelembapan yang terus-menerus bertahan di permukaan lantai mempercepat munculnya lumut dan membuat tekstur keramik berubah menjadi lebih licin dari sebelumnya.
Kondisi ini biasanya tidak langsung disadari karena perubahan terjadi secara bertahap. Namun seiring waktu, lantai kamar mandi akan terasa semakin berbahaya, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia.
Kesimpulan
Lantai yang selalu licin bukan hanya disebabkan oleh air semata. Faktor seperti sisa sabun, lumut, jenis keramik, air yang menggenang, nat yang kotor, serta kelembapan tinggi memiliki peran besar dalam membuat lantai menjadi berbahaya. Dengan memahami penyebabnya, pemilik rumah bisa lebih waspada dan tidak menganggap masalah ini sebagai hal yang sepele.
8 Cara sederhana Mengatasi Lantai Kamar Mandi yang Selalu Licin.

1. Membersihkan Lantai Secara Rutin dan Menyeluruh.
Langkah paling penting untuk membuat lantai kamar mandi tidak licin adalah menjaga kebersihannya secara rutin. Banyak orang hanya menyiram lantai dengan air, padahal sisa sabun, sampo, dan cairan pembersih bisa menempel dan membentuk lapisan tipis yang membuat permukaan lantai menjadi sangat licin.
Agar hasilnya maksimal, pembersihan sebaiknya tidak dilakukan secara asal. Gunakan sikat lantai dengan bulu yang cukup keras untuk menggosok permukaan keramik. Fokuskan pembersihan pada area yang sering terkena air, seperti bagian bawah shower, sekitar kloset, dan dekat wastafel. Area inilah yang paling cepat menumpuk residu sabun.
Selain permukaan lantai, perhatikan juga nat keramik. Nat yang kotor sering menjadi tempat menempelnya lumut halus yang tidak selalu terlihat, tetapi sangat memengaruhi tingkat kelicinan. Gunakan sikat kecil atau sikat gigi bekas agar kotoran di sela-sela keramik bisa terangkat dengan sempurna.
Untuk hasil terbaik, lakukan pembersihan menyeluruh dua hingga tiga kali dalam seminggu. Jika kamar mandi digunakan setiap hari oleh banyak orang, frekuensi ini bisa ditingkatkan. Setelah digosok, bilas lantai dengan air bersih hingga tidak ada sisa sabun yang tertinggal.
Sebagai langkah akhir, biarkan lantai sedikit mengering atau bantu dengan membuka ventilasi. Lantai yang bersih dan bebas residu akan terasa lebih kesat, aman, dan nyaman saat digunakan.
2. Menggunakan Bahan Alami agar Lantai Tidak Licin.
Bahan alami bisa menjadi solusi yang aman dan praktis untuk membuat permukaan lantai kamar mandi terasa lebih kesat. Selain mudah didapat, bahan-bahan ini juga tidak merusak keramik jika digunakan dengan benar. Metode ini cocok untuk perawatan rutin, terutama jika lantai mulai terasa licin akibat sisa sabun dan kelembapan.
1. Air Panas untuk Meluruhkan Sisa Sabun
Air panas sangat efektif untuk melunakkan dan mengangkat lapisan sabun yang menempel di lantai. Lapisan inilah yang sering membuat permukaan terasa licin meski terlihat bersih.
Caranya cukup sederhana:
- Siram lantai dengan air panas secukupnya
- Diamkan beberapa menit agar residu sabun melunak
- Gosok menggunakan sikat lantai
- Bilas hingga bersih
Langkah ini bisa dilakukan seminggu sekali agar lantai tetap terasa kesat.
2. Baking Soda untuk Mengurangi Licin dan Bau
Baking soda dikenal mampu menyerap kotoran sekaligus mengurangi bau lembap. Teksturnya yang halus membantu membersihkan permukaan lantai tanpa menggores keramik.
Cara penggunaannya:
- Taburkan baking soda pada lantai yang basah
- Gosok perlahan dengan sikat
- Diamkan sekitar 5–10 menit
- Bilas sampai bersih
Selain membuat lantai lebih aman, baking soda juga membantu menjaga kamar mandi tetap segar. Kalau belum punya, silahkan liat harganya baking soda.
3. Cuka Dapur untuk Mengangkat Lapisan Licin
Cuka dapur sangat efektif untuk membersihkan sisa sabun dan kerak air yang membuat lantai terasa licin. Kandungan asam alaminya membantu meluruhkan lapisan licin tanpa bahan kimia keras.
Langkah penggunaannya:
- Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1
- Siramkan ke permukaan lantai
- Gosok area yang sering diinjak
- Bilas hingga tidak ada sisa bau
Gunakan cuka secukupnya dan tidak terlalu sering agar nat keramik tetap awet.
Kombinasi Bahan Alami untuk Hasil Maksimal
Untuk lantai yang sudah cukup licin, kombinasi air panas, baking soda, dan cuka bisa memberikan hasil lebih maksimal. Gunakan air panas terlebih dahulu, lanjutkan dengan baking soda, lalu bilas dengan larutan cuka.
Metode ini efektif membersihkan lantai sekaligus membuat permukaannya lebih kesat dan nyaman diinjak.
Tips Agar Hasilnya Lebih Tahan Lama
- Lakukan pembersihan secara rutin, tidak menunggu lantai sangat licin
- Fokuskan pembersihan di area dekat shower dan kloset
- Pastikan lantai dibilas bersih agar tidak meninggalkan residu
3. Membersihkan Lumut dan Jamur Hingga ke Nat Keramik.
Lumut dan jamur sering menjadi penyebab utama permukaan lantai terasa licin, terutama di area yang jarang kering. Masalahnya, lumut tidak hanya tumbuh di permukaan keramik, tetapi juga masuk ke sela-sela nat yang sering luput dari perhatian.
Untuk membersihkannya, jangan hanya menyiram lantai dengan air. Gunakan sikat berbulu kasar agar lumut yang menempel benar-benar terangkat. Fokuskan pembersihan pada sudut kamar mandi, area dekat shower, dan sekitar floor drain karena bagian ini paling sering lembap.
Agar hasilnya maksimal, taburkan baking soda pada area yang berlumut, lalu siram dengan sedikit air hangat. Diamkan beberapa menit agar lumut melunak, kemudian sikat hingga bersih. Jika menggunakan cairan pembersih, pastikan digosok sampai ke nat keramik, bukan hanya bagian atas lantai.
Setelah dibersihkan, bilas lantai hingga tidak ada sisa sabun atau cairan pembersih yang tertinggal. Sisa pembersih justru bisa membuat permukaan kembali licin jika tidak dibilas dengan benar.
Membersihkan lumut secara rutin, terutama di nat keramik, membantu lantai terasa lebih kesat, terlihat bersih, dan jauh lebih aman digunakan. Jika dilakukan secara berkala, pertumbuhan lumut juga bisa dicegah sebelum membuat lantai kembali licin.
4. Memasang Keset Anti Slip di Area Rawan.
Keset anti slip merupakan solusi praktis untuk meningkatkan keamanan kamar mandi, terutama di area yang sering basah. Bagian bawah keset biasanya dilengkapi lapisan karet atau silikon yang membantu menempel kuat di lantai sehingga tidak mudah bergeser saat diinjak.
Tapi penempatan keset perlu diperhatikan agar fungsinya maksimal. Letakkan di titik-titik yang paling sering dilewati, seperti di depan shower, dekat kloset, atau area pintu masuk kamar mandi. Dengan begitu, kaki akan langsung berpijak pada permukaan yang lebih kesat setelah terkena air.
Dan pilih keset dengan bahan yang mampu menyerap air dengan baik namun tetap cepat kering. Keset yang terlalu tebal dan lama kering justru bisa menjadi lembap dan berpotensi berjamur. Oleh karena itu, keset perlu dicuci dan dijemur secara rutin agar tetap bersih dan tidak licin saat digunakan.
Selain meningkatkan keamanan, keset juga membantu menjaga lantai tetap kering dan mengurangi genangan air. Dengan perawatan yang tepat dan penempatan yang benar, penggunaan keset anti slip bisa menjadi langkah sederhana namun efektif untuk membuat kamar mandi lebih aman dan nyaman digunakan sehari-hari.
Silahkan liat harganya keset kamar mandi anti slip.
5. Menggunakan Pelapis atau Cairan Anti Slip.
Salah satu solusi praktis untuk membuat lantai kamar mandi lebih aman adalah menggunakan cairan pelapis anti slip khusus lantai keramik. Produk ini dirancang untuk menambah daya cengkeram tanpa merusak atau mengubah tampilan keramik.
Beberapa jenis produk anti slip yang umum digunakan antara lain:
- Cairan anti slip lantai keramik
- Pelapis anti slip untuk area basah
- Coating lantai kamar mandi anti licin
Produk-produk tersebut biasanya tersedia dalam bentuk cairan siap pakai dan bisa digunakan pada lantai keramik, granit, maupun porselen.
Sebelum diaplikasikan, lantai harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan pembersih lantai kamar mandi agar bebas dari sisa sabun dan minyak. Setelah itu, cairan anti slip diaplikasikan secara merata menggunakan kain atau spons sesuai petunjuk produk. Proses ini membantu membentuk lapisan pelindung yang membuat pijakan terasa lebih kesat saat lantai basah.
Keunggulan dari metode ini adalah tidak perlu mengganti keramik dan hasilnya bisa langsung dirasakan. Selain itu, produk ini cocok digunakan di area rawan terpeleset seperti dekat shower, wastafel, dan pintu kamar mandi.
Agar hasilnya tahan lama, gunakan pembersih lantai yang lembut dan hindari cairan dengan bahan terlalu keras. Dengan perawatan yang tepat, lapisan anti slip bisa bertahan cukup lama dan menjaga lantai tetap aman digunakan.
6. Memastikan Air Tidak Menggenang di Lantai.
Air yang menggenang di lantai kamar mandi membuat permukaan selalu basah dan berisiko licin. Karena itu, penting memastikan air bisa mengalir dengan lancar setiap kali kamar mandi digunakan.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa floor drain. Bersihkan penutupnya secara rutin dari rambut, sisa sabun, dan kotoran lain yang sering menyumbat aliran air. Floor drain yang bersih membantu air cepat turun dan tidak tertahan di lantai.
Selanjutnya, perhatikan kemiringan lantai. Idealnya, lantai kamar mandi sedikit miring ke arah saluran pembuangan. Jika air selalu tertinggal meski saluran sudah bersih, kemungkinan kemiringannya kurang tepat. Dalam kondisi seperti ini, perbaikan ringan pada lantai bisa menjadi solusi jangka panjang.
Selain itu, biasakan untuk mengeringkan genangan air setelah mandi, terutama jika kamar mandi digunakan oleh banyak orang. Menggunakan alat pel lantai atau wiper sederhana sudah cukup membantu mengurangi sisa air yang tertinggal.
Ventilasi juga berperan penting. Bukaan udara atau exhaust fan membantu kelembapan cepat keluar sehingga lantai lebih cepat kering. Semakin cepat lantai kering, semakin kecil kemungkinan permukaannya terasa licin.
Dengan memastikan air tidak menggenang, lantai kamar mandi akan lebih cepat kering, terasa lebih kesat, dan jauh lebih aman digunakan setiap hari.
7. Mengganti Keramik dengan Jenis Anti Slip (Jika Diperlukan).
Jika berbagai langkah perawatan sudah dilakukan tetapi lantai masih terasa licin, mengganti keramik bisa menjadi solusi jangka panjang yang paling efektif. Tapi tidak semua jenis keramik cocok untuk area basah, terutama keramik dengan permukaan terlalu halus atau mengkilap.
Dan solusinya pakai keramik anti slip yang dirancang khusus agar memiliki tekstur yang lebih kesat sehingga kaki tidak mudah tergelincir meskipun lantai dalam kondisi basah. Tekstur ini bisa berupa permukaan sedikit kasar, motif bertekstur, atau lapisan khusus yang meningkatkan daya cengkeram.
Saat memilih keramik, perhatikan tingkat kekasaran permukaan. Untuk kamar mandi, sebaiknya pilih keramik dengan permukaan matte atau bertekstur halus. Hindari keramik polos yang licin karena lebih berisiko, terutama jika kamar mandi sering digunakan oleh anak-anak atau lansia.
Selain jenis keramik, pemasangan yang tepat juga sangat berpengaruh. Keramik harus dipasang dengan kemiringan yang cukup menuju floor drain agar air tidak menggenang. Genangan air pada keramik baru sekalipun tetap bisa membuat lantai berbahaya.
Mengganti keramik memang membutuhkan biaya dan waktu lebih, tetapi hasilnya sebanding dengan tingkat keamanan dan kenyamanan yang didapat. Jika ingin lebih hemat, penggantian bisa difokuskan pada area paling sering terkena air, seperti dekat shower atau kloset.
Dengan memilih keramik yang tepat dan pemasangan yang benar, lantai kamar mandi akan terasa lebih aman, awet, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
8. Menjaga Lantai Tetap Kering Setelah Digunakan.
Lantai yang sering dibiarkan basah akan lebih mudah terasa licin, meskipun sudah dibersihkan. Karena itu, kebiasaan menjaga lantai tetap kering setelah digunakan sangat berpengaruh terhadap tingkat keamanannya.
Setelah mandi, usahakan air tidak dibiarkan menggenang terlalu lama. Jika memungkinkan, dorong sisa air ke arah floor drain menggunakan wiper atau alat pembersih lantai. Cara sederhana ini membantu lantai lebih cepat kering dan mengurangi risiko terpeleset.
Ventilasi juga memegang peranan penting. Bukalah jendela kamar mandi atau nyalakan exhaust fan agar sirkulasi udara berjalan dengan baik. Udara yang mengalir akan mempercepat proses pengeringan dan mengurangi kelembapan yang memicu pertumbuhan lumut.
Selain itu, biasakan menggantung handuk dan keset setelah digunakan. Handuk atau keset yang basah dapat menambah kelembapan di dalam ruangan dan membuat lantai kembali basah tanpa disadari.
Dengan menjaga lantai tetap kering setiap selesai digunakan, permukaan lantai akan terasa lebih kesat, kamar mandi tidak mudah lembap, dan risiko terpeleset bisa diminimalkan. Kebiasaan kecil ini sangat efektif jika dilakukan secara konsisten.
Kesimpulan
Mengatasi lantai yang licin bisa dilakukan dengan langkah sederhana seperti pembersihan rutin, penggunaan keset anti slip, hingga penambahan pelapis khusus. Dengan perawatan yang konsisten dan kebiasaan menjaga lantai tetap kering, kamar mandi akan menjadi lebih aman dan nyaman untuk seluruh anggota keluarga.
Cukup sekian dan semoga bermanfaat.









