Jenis-Jenis Wajan dan Fungsinya yang Perlu kita Ketahui

Memilih wajan yang tepat sering kali terasa membingungkan, terutama karena setiap rumah tangga memiliki kebutuhan memasak yang berbeda-beda. Ada yang lebih sering menumis, ada yang hobi menggoreng, dan ada juga yang suka bereksperimen dengan berbagai teknik masak.

Di pasaran, wajan hadir dengan berbagai bahan, bentuk, dan karakteristik yang masing-masing menawarkan keunggulan tersendiri. Karena itu, memahami perbedaan di antara pilihan-pilihan tersebut sangat penting agar wajan yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan dapur.

Selain mempengaruhi kenyamanan saat memasak, wajan yang tepat juga berperan besar dalam menentukan hasil masakan. Beberapa wajan mampu menghantarkan panas lebih merata, sementara yang lain dirancang untuk meminimalkan penggunaan minyak atau lebih tahan terhadap panas tinggi. Dengan mengetahui fungsi dan kelebihan setiap tipe, kamu bisa mendapatkan wajan yang tidak hanya awet, tetapi juga mampu mendukung gaya memasak sehari-hari.

Jenis-Jenis Wajan dan Fungsinya yang Harus kita Ketahui.

Jenis wajan

1. Wajan Teflon.

Wajan teflon termasuk jenis wajan yang paling populer di dapur rumah. Alasannya sederhana: masak jadi lebih mudah, tidak lengket, dan perawatannya pun tidak merepotkan. Meski terlihat sederhana, wajan teflon punya karakteristik khusus yang penting untuk dipahami supaya bisa digunakan dengan aman dan tahan lama.

Wajan teflon adalah wajan yang permukaannya dilapisi dengan bahan polytetrafluoroethylene (PTFE), yaitu material anti lengket yang membuat makanan tidak mudah menempel saat dimasak. Karena sifat anti lengket inilah, teflon menjadi pilihan favorit untuk memasak makanan yang lembut, mudah gosong, atau butuh minyak sedikit.


Kelebihan Wajan Teflon:

1. Anti lengket yang sangat baik

Ini adalah alasan utama banyak orang memilih teflon. Telur ceplok, pancake, dan ikan tidak mudah hancur saat dibalik.

2. Memasak jadi lebih sehat

Karena permukaannya licin, kamu bisa memasak dengan sedikit minyak atau bahkan tanpa minyak.

3. Pembersihan sangat mudah

Kotoran tidak menempel kuat sehingga cukup dibersihkan dengan spons lembut dan sabun ringan.

4. Ringan dan nyaman digunakan

Sebagian besar wajan teflon terbuat dari aluminium, membuatnya ringan dan mudah diangkat saat memasak.


Kekurangan Wajan Teflon

1. Tidak cocok untuk panas tinggi

Teflon tidak dirancang untuk suhu ekstrem. Panas terlalu tinggi bisa merusak lapisannya dan membuatnya cepat mengelupas.

2. Mudah tergores

Spatula dari logam dapat menggores permukaan. Jika lapisan tergores parah, efek anti lengket akan hilang.

3. Kurang cocok untuk teknik memasak tertentu

Misalnya untuk membuat steak atau caramelization yang membutuhkan suhu sangat tinggi. Wajan besi atau stainless lebih cocok untuk itu.


Apa Saja yang Cocok Dimasak di Wajan Teflon?

Wajan teflon ideal untuk masakan yang sifatnya lembut atau sering lengket:

  • Telur dadar, telur ceplok
  • Pancake, crepes
  • Roti canai
  • Tumisan ringan
  • Ikan filet
  • Sayuran yang tidak membutuhkan panas tinggi
  • Makanan anak-anak

Tips Memilih Wajan Teflon yang Bagus

1. Pilih yang lapisannya tebal

Lapisan tebal cenderung lebih awet dan tidak cepat terkelupas.

2. Pegangan (handle) harus kuat dan tidak panas

Handle silikon atau plastik berkualitas biasanya lebih nyaman.

3. Pastikan dasarnya rata

Agar panas merata dan wajan tidak goyang di atas kompor.

4. Pilih ukuran sesuai kebutuhan
  • 18–20 cm untuk masak telur atau porsi kecil
  • 24–26 cm untuk kebutuhan sehari-hari
  • 28–30 cm jika sering memasak banyak

Cara Merawat Wajan Teflon Supaya Awet Bertahun-Tahun

1. Gunakan spatula kayu, silikon, atau plastik

Ini mencegah goresan pada permukaan wajan.

2. Jangan panaskan wajan dalam keadaan kosong

Panas ekstrem tanpa minyak atau bahan masakan dapat merusak lapisan teflon.

3. Hindari suhu terlalu tinggi

Gunakan api kecil hingga sedang.

4. Cuci setelah dingin

Air dingin pada wajan panas bisa membuat permukaan cepat rusak.

5. Jangan menggosok dengan kawat atau spons kasar

Gunakan spons halus agar lapisan tetap terjaga.

6. Simpan tanpa menumpuknya langsung

Jika ingin menumpuk, beri lapisan kain di antara wajan agar tidak tergores.

Silahkan belanja wajan teflon di Shopee.


2. Wajan Stainless Steel. 

Wajan stainless steel termasuk peralatan masak yang dikenal paling awet dan tahan banting. Banyak dapur profesional menggunakan wajan jenis ini karena performanya stabil, aman untuk berbagai jenis masakan, dan tidak mudah rusak meski dipakai bertahun-tahun.

Meskipun begitu, banyak orang merasa wajan stainless “sering lengket”. Padahal, jika dipahami cara kerjanya, wajan ini bisa menjadi salah satu investasi terbaik di dapur.

Wajan stainless steel adalah wajan yang terbuat dari campuran logam seperti besi, krom, dan nikel. Kombinasi tersebut membuat wajan:

  • Tahan karat
  • Tidak bereaksi dengan makanan
  • Tahan panas tinggi
  • Kuat digunakan dalam jangka panjang

Wajan stainless tidak memiliki lapisan anti lengket, sehingga teknik memasaknya sedikit berbeda dibanding wajan teflon.


Kelebihan Wajan Stainless Steel

1. Sangat Awet dan Tahan Lama

Material stainless steel terkenal kuat. Tidak mudah penyok, tidak mengelupas, dan bisa bertahan puluhan tahun jika dirawat dengan benar.

2. Tahan Panas Tinggi

Stainless steel cocok untuk teknik memasak yang perlu suhu tinggi, seperti menumis, menggoreng daging, atau membuat caramelization.

3. Tidak Bereaksi dengan Makanan

Bahan ini aman untuk memasak makanan asam seperti tomat atau lemon. Tidak memberi rasa atau aroma logam pada masakan.

4. Perawatan Mudah

Tidak ada lapisan anti lengket yang perlu dijaga. Wajan boleh digosok dengan spons kasar atau steel wool tanpa takut merusak permukaan.

5. Tampilan Elegan

Wajan stainless punya tampilan mengkilap dan modern, membuat dapur terlihat lebih profesional.


Kekurangan Wajan Stainless Steel

1. Makanan Bisa Lengket

Karena tidak ada lapisan anti lengket, makanan mudah menempel jika teknik pemanasan tidak tepat.

2. Butuh Teknik Memasak Lebih Presisi

Suhu wajan harus diatur dengan benar agar hasil masakan maksimal.

3. Biasanya Lebih Berat dan Mahal

Harga lebih tinggi dibanding alumunium atau teflon, terutama untuk stainless premium dengan lapisan “clad” (multi-ply).


Fungsi dan Kegunaan Wajan Stainless Steel

Wajan stainless steel ideal untuk:

  • Menumis sayur dan daging
  • Menggoreng dengan sedikit minyak
  • Membuat saus
  • Memasak makanan berkuah
  • Memasak makanan asam
  • Searing daging (menghasilkan kerak coklat yang enak)

Wajan ini cocok digunakan sehari-hari untuk berbagai jenis masakan, terutama yang membutuhkan panas stabil.


Cara Menggunakan Wajan Stainless Agar Tidak Lengket

Banyak orang mengeluh wajan stainless mudah lengket. Padahal ada teknik sederhana:

1. Panaskan wajan terlebih dahulu

Panaskan wajan dengan api sedang selama 1–2 menit.

2. Tes panas dengan “water drop test”

Teteskan sedikit air:

  • Jika air menyebar → wajan belum panas
  • Jika air membentuk bola kecil dan menari-nari → suhu sudah tepat
3. Baru masukkan minyak

Minyak akan membentuk lapisan tipis yang mencegah makanan menempel.

4. Jangan buru-buru membalik makanan

Biarkan hingga bagian bawah matang dan terlepas sendiri. Jika dipaksa dibalik saat belum siap, pasti akan lengket.


Cara Merawat Wajan Stainless

  • Cuci menggunakan sabun dan air hangat
  • Jika kerak menempel, rendam sebentar atau gosok menggunakan steel wool
  • Gunakan baking soda atau cuka untuk menghilangkan noda bandel
  • Simpan di tempat kering agar tetap mengkilap

Wajan ini sangat mudah dirawat karena tidak ada lapisan yang bisa terkelupas. Dan silahkan belanja wajan stainless di Shopee.


3. Wajan Cast Iron (Besi Cor). 

Wajan cast iron atau wajan besi cor salah satu jenis wajan yang dikenal sangat kuat dan tahan lama. Banyak chef profesional maupun pecinta memasak di rumah memilih wajan jenis ini karena sifatnya yang unik: semakin sering dipakai, justru semakin bagus performanya.

Wajan cast iron terbuat dari besi cor padat yang sangat kuat dan berat. Berbeda dari wajan biasa, cast iron memiliki kemampuan menahan panas tinggi sekaligus mendistribusikannya secara merata. Wajan ini sering digunakan untuk teknik memasak yang butuh suhu stabil, seperti memanggang, menggoreng dengan panas tinggi, atau menumis berat.

Wajan cast iron juga bisa digunakan di berbagai sumber panas:

  • Kompor gas
  • Kompor listrik
  • Kompor induksi
  • Oven
  • Grill
  • Bahkan api arang/barbeque

Inilah yang membuatnya sangat versatile.


Kelebihan Wajan Cast Iron

1. Tahan panas sangat tinggi

Cast iron bisa mencapai suhu tinggi dan tetap stabil. Ini ideal untuk memasak daging agar mendapatkan hasil sear yang sempurna.

2. Panas merata

Karena bahannya padat, panas tersebar secara konsisten ke seluruh permukaan wajan. Masakan matang lebih merata.

3. Sangat awet dan tahan lama

Wajan cast iron bisa bertahan puluhan tahun, bahkan diwariskan. Tidak seperti anti-lengket yang cepat aus.

4. Bisa menjadi “natural non-stick”

Jika dirawat dengan benar (melalui proses seasoning), permukaannya menjadi semakin anti lengket secara alami.

5. Cocok untuk masakan indoor maupun outdoor

Mau dipakai di dapur atau untuk BBQ di luar ruangan—semua bisa.


Kekurangan Wajan Cast Iron

1. Berat

Wajan ini jauh lebih berat dibandingkan wajan aluminium atau teflon. Beberapa orang perlu waktu untuk terbiasa.

2. Perlu perawatan khusus

Tidak seperti teflon yang tinggal cuci, cast iron perlu:

  • Menghindari deterjen kuat
  • Dijaga agar tidak berkarat
  • Disseasoning secara berkala
3. Lama panas awalnya

Karena bahannya padat, wajan akan butuh waktu lebih lama untuk panas di awal—tapi setelah panas, suhunya stabil.

4. Bisa berkarat jika salah merawat

Jika dicuci lalu tidak dikeringkan dengan benar, permukaan besi bisa berkarat.


Makanan yang Cocok Dimasak dengan Cast Iron

Wajan ini cocok untuk makanan yang butuh panas tinggi atau butuh permukaan anti lengket alami.

  • Steak, ayam panggang, daging merah
  • Sosis, burger
  • Kentang goreng
  • Tumisan berat
  • Frittata, telur dadar (setelah seasoning baik)
  • Pizza pan style
  • Roti atau dessert yang dipanggang di oven

Cast iron bisa merangkap sebagai wajan dan loyang sekaligus.


Cara Seasoning Wajan Cast Iron

Seasoning adalah proses melapisi wajan dengan minyak tipis lalu memanaskannya agar terbentuk lapisan anti lengket alami.

Cara sederhana:
  1. Cuci cast iron lalu keringkan benar-benar.
  2. Oles tipis minyak (misalnya canola, vegetable, atau minyak khusus seasoning).
  3. Panaskan di dalam oven atau kompor hingga minyak terserap.
  4. Biarkan dingin.
  5. Ulangi jika perlu.

Semakin sering digunakan, lapisan seasoning ini akan semakin tebal dan semakin anti lengket.


Cara Merawat Cast Iron Agar Awet Bertahun-Tahun

  • Jangan rendam lama-lama dalam air.
  • Setelah dicuci, langsung panaskan sebentar agar air menguap.
  • Hindari sabun/deterjen keras (sabun biasa masih aman).
  • Simpan di tempat kering untuk mencegah karat.
  • Oles sedikit minyak setelah digunakan jika ingin lebih awet.
  • Hindari memasak makanan asam terlalu lama (seperti tomat), terutama jika seasoning belum kuat.

Apakah Wajan Cast Iron Aman?

Ya, cast iron aman digunakan. Bahkan beberapa jenis bisa menambah sedikit mineral besi ke makanan—yang umumnya dianggap bermanfaat.


Siapa yang Cocok Pakai Wajan Cast Iron?

  • Pecinta masakan daging panggang
  • Penyuka masakan dengan panas tinggi
  • Pengguna yang ingin wajan tahan lama puluhan tahun
  • Mereka yang suka masak di dalam maupun luar rumah
  • Pengguna yang ingin beralih dari anti lengket kimia ke anti lengket alami

Silahkan belanja di Shopee.


Berikut penjelasan lengkap tentang Wajan Aluminium dengan bahasa yang natural, jelas, dan mudah dipahami:


4. Wajan Aluminium. 

Wajan aluminium harganya terjangkau, ringan, dan mudah digunakan, sehingga banyak dipilih sebagai wajan serbaguna untuk kebutuhan sehari-hari. Meski sederhana, wajan aluminium punya karakteristik yang perlu dipahami agar kamu bisa menggunakannya dengan optimal.

Wajan aluminium adalah wajan yang terbuat dari bahan dasar aluminium—logam yang terkenal ringan, cepat menghantarkan panas, dan mudah dibentuk. Banyak wajan tradisional maupun modern memakai bahan ini karena mudah digunakan oleh siapa saja.

Ada 2 jenis utama:

  1. Aluminium biasa
  2. Aluminium anodized (yang lebih kuat, tahan gores, dan lebih aman)

Kelebihan Wajan Aluminium

1. Menghantarkan panas dengan cepat

Aluminium adalah salah satu penghantar panas terbaik. Wajan menjadi cepat panas sehingga memasak jadi lebih efisien dan hemat gas.

2. Beratnya sangat ringan

Ini memudahkan saat mengangkat atau menggoyang wajan, terutama ketika membuat tumisan.

3. Harga ekonomis

Dibandingkan wajan stainless, granite, atau cast iron, wajan aluminium cenderung paling terjangkau.

4. Panas lebih merata

Kualitas ini bagus untuk memasak makanan yang membutuhkan suhu stabil, seperti menggoreng atau menumis.


Kekurangan Wajan Aluminium

1. Dapat menyerap aroma dan rasa tertentu

Aluminium biasa dapat bereaksi dengan makanan asam, seperti tomat atau lemon, sehingga bisa memengaruhi rasa.

2. Tidak sekuat wajan jenis lain

Aluminium tipis mudah penyok jika terbentur atau jatuh.

3. Bisa berubah warna

Seiring waktu, warna dasar aluminium bisa menghitam di bagian tertentu. Ini normal, tapi membuat wajan tampak kurang menarik.

4. Tidak cocok untuk panas ekstrem

Meski cepat panas, wajan aluminium tidak ideal digunakan pada panas sangat tinggi dalam waktu lama.


Apa yang Cocok Dimasak Menggunakan Wajan Aluminium?

Wajan aluminium cocok untuk masakan sehari-hari seperti:

  • Tumisan sayur
  • Telur dadar atau telur ceplok
  • Menumis bumbu dasar
  • Menggoreng ringan
  • Omelet, sosis, nugget, dan makanan cepat masak
  • Masakan dengan kebutuhan panas stabil namun tidak ekstrem

Untuk memasak makanan sangat asam atau yang butuh panas sangat tinggi, wajan stainless atau cast iron lebih baik.


Jenis-Jenis Wajan Aluminium di Pasaran

1. Wajan Aluminium Biasa

Umumnya lebih ringan dan murah. Cocok untuk penggunaan standar di rumah.

2. Wajan Aluminium Anodized

Melalui proses anodizing sehingga:

  • Lebih keras
  • Tidak mudah bereaksi dengan makanan
  • Lebih tahan gores
  • Lebih aman untuk memasak makanan asam

Jenis ini sering dipilih untuk kualitas jangka panjang.

3. Wajan Aluminium dengan Lapisan Anti Lengket

Kombinasi aluminium + coating teflon/granite, sehingga lebih praktis dan mudah dibersihkan.


Cara Merawat Wajan Aluminium Agar Awet

1. Hindari memasak makanan terlalu asam

Ini untuk menjaga rasa dan mencegah reaksi kimia pada permukaan wajan.

2. Gunakan api sedang

Api terlalu besar bisa membuat wajan cepat panas dan warnanya berubah.

3. Cuci dengan spons lembut

Jangan gunakan kawat gosok karena dapat membuat goresan dan mempercepat kerusakan.

4. Keringkan setelah dicuci

Mencegah noda air dan menjaga wajan tetap bersih.

5. Jangan membenturkan wajan

Karena aluminium fleksibel, benturan keras bisa membuat wajan penyok.


Apakah Wajan Aluminium Aman untuk Memasak?

Secara umum, aman, terutama jika kamu menggunakan wajan aluminium anodized atau aluminium yang sudah berlapis. Jika menggunakan aluminium biasa, hindari memasak makanan sangat asam dalam waktu lama untuk mencegah reaksi dan perubahan rasa.


5. Wajan Granite / Marble Coating. 

Kalau yang ini salah satu jenis wajan anti lengket yang semakin populer beberapa tahun terakhir. Banyak orang memilihnya karena tampilannya yang elegan dan klaim bahwa wajan ini lebih kuat daripada teflon biasa.

Tapi sebenarnya, apa sih wajan granite itu? Bagaimana kualitasnya? Apakah benar lebih awet?

Mari kita bahas lengkap:

Wajan granite bukan berarti terbuat dari batu granit asli. Istilah granite atau marble merujuk pada lapisan coating yang menyerupai pola bintik-bintik seperti batu granit.

Pada dasarnya, wajan granite adalah wajan aluminium yang dilapisi beberapa lapis anti lengket, sehingga permukaan terlihat lebih kasar ala batu, namun tetap terasa halus saat disentuh.

Bahan utamanya:

  • Bagian dasar: aluminium (ringan, panas cepat merata)
  • Lapisan anti lengket: granite/marble coating, biasanya lebih tebal dari teflon biasa
  • Sering dilapisi diamond coating atau ceramic layer sebagai tambahan pada produk premium

Kelebihan Wajan Granite / Marble Coating

1. Anti Lengket Lebih Kuat

Lapisan granite biasanya lebih tebal dibanding teflon standar. Ini membuatnya:

  • Lebih tahan gores
  • Tidak gampang rusak
  • Lebih mudah melepaskan makanan saat memasak

Cocok banget untuk telur, pan-fry ikan, dan masakan tanpa minyak.

2. Tampilan Lebih Premium

Motif bintik-bintik ala batu membuat wajan terlihat modern dan estetik. Banyak toko menggunakan ini sebagai nilai jual karena memang terlihat lebih mahal.

3. Mudah Dibersihkan

Permukaan anti lengket membuat sisa makanan tidak menempel. Cukup cuci dengan sponge halus, tidak perlu disikat keras.

4. Lebih Aman untuk Masakan Rendah Minyak

Beberapa produk sudah bebas:

  • PFOA
  • PFOS
  • Bahan kimia berbahaya lain yang dulu sering dikaitkan dengan teflon generasi lama
5. Ringan & Nyaman Digunakan

Karena berbahan dasar aluminium, wajan ini jauh lebih ringan dibanding wajan besi atau cast iron.


Kekurangan Wajan Granite / Marble Coating

1. Tetap Tidak Tahan Panas Ekstrim

Meskipun lebih kuat dari teflon biasa, tetap tidak disarankan dipanaskan:

  • Pada suhu sangat tinggi
  • Dalam keadaan kosong terlalu lama

Ini bisa merusak lapisan anti lengket.

2. Tidak Cocok Dipakai untuk Memasak dengan Bumbu Tajam

Beberapa bumbu sangat asam (cuka banyak, tomat terlalu pekat) atau sangat pedas dapat memperpendek usia coating jika sering digunakan.

3. Harus Tetap Menggunakan Spatula Kayu / Silikon

Meskipun lebih tebal, lapisan granite tetap bisa tergores jika terkena:

  • Logam
  • Pisau
  • Garpu
4. Harga Lebih Mahal Dibanding Teflon Biasa

Karena jenis coating ini termasuk premium.


Tips Memilih Wajan Granite yang Bagus

  1. Periksa jumlah lapisan
    Semakin banyak lapisan coating, semakin kuat anti lengketnya.
  2. Pilih yang tutupnya kaca tebal (tempered glass)
    Membantu memantau makanan tanpa harus buka tutup berulang.
  3. Perhatikan beratnya
    Wajan granite yang terlalu ringan bisa menandakan bahan baku tipis.
  4. Cari yang sudah PFOA-free
    Lebih aman untuk kesehatan jangka panjang.
  5. Cek ulasan pembeli
    Kadang terlihat bagus, tapi kualitas sebenarnya baru ketahuan dari review pengguna.

Cara Merawat Wajan Granite Agar Awet Bertahun-Tahun

  • Hindari metal spatula
  • Gunakan api kecil–sedang
  • Jangan panaskan wajan dalam keadaan kosong
  • Cuci setelah dingin, jangan langsung disiram air dingin
  • Gunakan sponge lembut
  • Sesekali oles sedikit minyak untuk menjaga permukaan tetap optimal

Cukup sekian dan semoga perabotan rumah kita semakin lengkap, dan tambah berkah.

Silahkan baca juga rekomendasi wajan Anti Lengket.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top