Cara Menata Peralatan Dapur agar Lebih Rapi dan Mudah Dijangkau

Dapur yang rapi dan terorganisir dapat membuat aktivitas memasak terasa lebih mudah dan menyenangkan. Banyak orang sering merasa dapurnya cepat berantakan karena peralatan tidak berada di tempat yang semestinya atau ruang penyimpanan kurang dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal, dengan pengaturan yang tepat, dapur kecil sekalipun bisa terlihat lebih lega dan nyaman digunakan setiap hari.

Selain membuat dapur lebih luas, pengaturan peralatan yang baik juga membantu menghemat waktu saat memasak. Kamu tidak lagi perlu mencari spatula yang hilang, mengaduk tumpukan panci, atau kesulitan menemukan talenan. Semua peralatan bisa tersedia tepat saat dibutuhkan, sehingga kegiatan memasak menjadi lebih cepat, efisien, dan bebas stres.

Menata Peralatan dapur

9 Cara Menata Peralatan Dapur agar Lebih Rapi dan Mudah Dijangkau.

1. Kelompokkan Peralatan Berdasarkan Fungsi. 

Mengelompokkan peralatan dapur berdasarkan fungsi adalah langkah pertama yang membuat dapur terlihat rapi dan memudahkan aktivitas memasak. Saat semua alat disimpan sesuai kategori, kamu bisa menemukan apa yang dibutuhkan lebih cepat tanpa harus membongkar seluruh lemari atau laci.

Berikut kategori lengkap yang bisa kamu gunakan:


1. Peralatan Memasak (Cooking Tools)

Kategori utama yang paling sering digunakan di dapur.

Contoh peralatan:

  • Wajan (fry pan)
  • Panci (saucepan, stock pot)
  • Spatula
  • Sutil
  • Centong sayur
  • Skimmer
  • Penjepit makanan (tongs)
  • Tutup panci

Alasan dikelompokkan:

Agar semua alat yang digunakan saat memasak berada dekat kompor, sehingga aktivitas menggoreng, merebus, atau menumis lebih efisien.


2. Peralatan Memotong & Persiapan (Preparation Tools)

Digunakan sebelum proses memasak dimulai.

Contoh peralatan:

  • Pisau (chef knife, utility knife, paring knife)
  • Talenan kayu/plastik
  • Gunting dapur
  • Parutan
  • Peeler (pengupas)
  • Lesung dan ulekan
  • Bowl/wadah prep

Mengapa penting: Segala proses memotong, mengupas, dan memarut lebih cepat jika alat pendukung berada di satu area dekat meja kerja.


3. Peralatan Makan (Serving & Eating Tools)

Semua peralatan yang digunakan untuk menyajikan dan makan.

Contoh peralatan:

  • Piring
  • Mangkuk
  • Gelas
  • Sendok makan
  • Garpu
  • Pisau makan
  • Mug

Alasan dikelompokkan:

Lebih praktis diletakkan dekat wastafel atau area penyimpanan agar mudah dijangkau setelah dicuci.


4. Peralatan Penyimpanan (Storage Tools)

Digunakan setelah memasak atau saat menyimpan bahan makanan.

Contoh peralatan:

  • Wadah kedap udara (airtight container)
  • Toples
  • Ziplock
  • Food container plastik/kaca
  • Rak bumbu
  • Botol minyak

Mengapa penting: Mencegah dapur terlihat berantakan dan memudahkan penyimpanan bahan secara rapi dan higienis.


5. Peralatan untuk Baking (Baking Tools)

Kategori khusus bagi kamu yang suka membuat roti dan kue.

Contoh peralatan:

  • Loyang
  • Mixer
  • Whisk
  • Timbangan digital
  • Spatula karet (scraper)
  • Cetakan kue
  • Rolling pin

Alasan dikelompokkan:

Baking membutuhkan peralatan khusus yang sebaiknya disimpan bersama agar prosesnya lebih terstruktur.


6. Peralatan Masak Elektrik (Kitchen Appliances)

Alat elektronik yang membantu aktivitas masak.

Contoh peralatan:

  • Blender
  • Mixer
  • Rice cooker
  • Air fryer
  • Oven listrik
  • Coffee maker
  • Slow cooker

Alasan dikelompokkan:

Agar mudah menentukan lokasi penyimpanan yang aman dan dekat stop kontak.


7. Peralatan Pembersih Dapur (Cleaning Tools)

Digunakan untuk merawat dapur tetap bersih setelah digunakan.

Contoh peralatan:

  • Spon
  • Sikat piring
  • Lap microfiber
  • Sabun cuci piring
  • Pengering piring
  • Ember kecil

Mengapa penting:

Semua alat kebersihan mudah diakses dan tidak bercampur dengan alat masak.


8. Peralatan Khusus (Specialty Tools)

Kategori tambahan untuk peralatan yang tidak selalu digunakan setiap hari.

Contoh peralatan:

  • Penggiling lada
  • Pembuka botol
  • Alat pemotong apel
  • Thermometer dapur
  • Alat pembentuk bakso
  • Saringan teh/kopi

Alasan dikelompokkan:
Agar tidak memenuhi area utama dan hanya diambil saat dibutuhkan.


Dengan mengelompokkan peralatan dapur berdasarkan fungsi, kamu tidak hanya membuat dapur lebih rapi, tetapi juga mempermudah alur kerja saat memasak. Setiap kategori bisa ditempatkan di area yang sesuai dengan aktivitasnya, sehingga proses memasak menjadi lebih cepat, efisien, dan menyenangkan.


2. Simpan Peralatan yang Sering Dipakai di Area Mudah Dijangkau. 

Agar aktivitas memasak lebih cepat dan efisien, pastikan peralatan yang paling sering digunakan berada di area yang paling mudah dijangkau. Prinsipnya sederhana: semakin sering digunakan, semakin dekat posisinya.

Misalnya:

  • Spatula, centong, dan penggorengan sebaiknya ditempatkan di dekat kompor. Kamu bisa menggantungnya atau menaruhnya di wadah khusus di samping kompor.
  • Pisau, talenan, dan gunting dapur letakkan di dekat area persiapan atau countertop tempat kamu biasanya memotong bahan.
  • Piring, mangkuk, dan gelas lebih nyaman disimpan di rak dekat wastafel atau dishwasher agar mudah diletakkan kembali setelah dicuci.
  • Bumbu harian seperti garam, gula, lada, dan minyak goreng bisa disimpan di rak dekat kompor agar mudah diambil ketika memasak.

Dengan pengaturan seperti ini, kamu tidak perlu berjalan ke sana-sini hanya untuk mengambil satu peralatan, sehingga proses memasak jadi lebih cepat, fokus, dan rapi. Selain itu, kebiasaan ini juga membuat dapur terlihat lebih terorganisir karena setiap barang memiliki tempat yang jelas.


3. Manfaatkan Rak Gantung untuk Hemat Tempat. 

Rak gantung adalah salah satu solusi penyimpanan paling praktis untuk dapur, terutama jika ruangnya terbatas. Banyak dapur terlihat berantakan karena terlalu banyak peralatan diletakkan di meja atau ditumpuk di dalam laci. Dengan menambahkan rak gantung, kamu bisa menciptakan ruang ekstra tanpa perlu memperbesar dapur.

1. Menghemat Ruang Meja Dapur

Meja dapur sering penuh dengan spatula, pisau, atau botol bumbu. Dengan menggunakan rak gantung:

  • Semua peralatan bisa dipindahkan ke area dinding.
  • Meja kerja jadi lebih lega.
  • Aktivitas memasak jadi lebih leluasa.

Ini sangat membantu untuk dapur kecil atau dapur minimalis. Silahkan baca juga tentang tips memilih meja dapur.

2. Peralatan Lebih Mudah Terlihat dan Dijangkau

Rak gantung membuat peralatan ditata secara terbuka (open storage). Keuntungannya:

  • Kamu bisa langsung melihat alat yang dibutuhkan tanpa membuka laci atau kabinet.
  • Mengambilnya pun lebih cepat.

Contohnya:

  • Mengambil spatula di gantungan dekat kompor.
  • Mengambil pisau di magnetic knife holder.

Ini mempercepat aktivitas memasak, terutama saat sedang buru-buru.

3. Membuat Dapur Lebih Rapi dan Terorganisir

Rak gantung membantu kamu mengelompokkan barang berdasarkan fungsi, misalnya:

  • Gantungan dekat kompor untuk spatula, sendok sayur, atau penjepit.
  • Rak gantung dekat wastafel untuk lap dan spons.
  • Rak gantung khusus bumbu di dinding agar mudah terlihat.

Dengan pembagian seperti ini, setiap peralatan punya tempat yang jelas.

4. Multifungsi dan Bisa Disesuaikan dengan Kebutuhan

Banyak jenis rak gantung yang bisa dipilih, seperti:

  • Hook bar untuk menggantung spatula dan peralatan kecil
  • Magnetic strip untuk pisau
  • Rak bumbu gantung
  • Hanging pot rack untuk panci dan wajan
  • Rak serbaguna dengan tambahan keranjang kecil

Semua ini bisa dipasang di dinding kosong, sisi kabinet, atau area backsplash.

5. Membantu Menciptakan Dapur yang Lebih Estetik

Rak gantung bukan hanya fungsional, tapi juga menambah nilai estetika. Dapur terlihat lebih modern dan tertata rapi jika:

  • Peralatan disusun rapi dalam satu garis.
  • Warna rak disesuaikan dengan tema dapur (hitam, putih, silver).
  • Peralatan yang digantung memiliki warna seragam.

Hasilnya, dapur tidak hanya praktis, tetapi juga enak dipandang.

6. Solusi Tepat untuk Dapur dengan Banyak Peralatan

Jika kamu memiliki banyak alat kecil yang sering hilang di laci, rak gantung bisa jadi solusi ideal. Kamu bisa:

  • Menggantung pengupas, parutan kecil, atau gunting.
  • Menyimpan talenan tipis di rak gantung dengan slot.
  • Meletakkan gelas ukur atau whisk dalam keranjang gantung.

Semua jadi lebih mudah ditemukan dan tidak menumpuk di meja.


Rak dinding gantung terbuka adalah penyelamat bagi dapur kecil maupun besar. Selain membuat aktivitas memasak lebih praktis, rak gantung juga membantu menciptakan dapur yang rapi, fungsional, dan sedap dipandang. Dengan memanfaatkan area dinding, kamu bisa menambah banyak ruang tanpa harus membeli kitchen set baru.

Silahkan lihat Rak Dinding Gantung di Shopee.


4. Gunakan Drawer Organizer di Laci. 

Laci dapur adalah salah satu tempat yang paling mudah berantakan. Semua barang kecil seperti sendok, garpu, gunting, pengupas, hingga klip makanan sering bercampur jadi satu. Akibatnya, mencari barang kecil saat memasak justru menyita waktu.

Solusi paling efektif? Menggunakan drawer organizer.

Drawer organizer membantu membagi ruang laci menjadi beberapa bagian sehingga setiap peralatan mempunyai tempatnya sendiri. Berikut penjelasan lengkap mengapa dan bagaimana menggunakannya.


1. Menghindari Laci Berantakan dan Berisi Campuran Peralatan

Tanpa organizer, laci dapur akan cepat penuh dengan:

  • Sendok dan garpu bercampur jadi satu
  • Gunting dapur terselip di antara spatula kecil
  • Pengupas, sutil kecil, opener, semua menumpuk tanpa aturan

Drawer organizer menciptakan sekat-sekat sehingga tidak ada lagi peralatan yang “mengembara” di dalam laci.


2. Membuat Aktivitas Memasak Lebih Cepat

Dengan pembagian ruang yang jelas:

  • Kamu tidak perlu mengaduk-aduk laci untuk mencari pisau kecil
  • Sendok ukur langsung terlihat
  • Gunting dapur mudah dijangkau
  • Sumpit atau sendok teh tidak terselip di belakang

Dapur menjadi jauh lebih efisien dan minim stres.


3. Mempermudah Menyimpan Peralatan Setelah Dicuci

Organizer membuat kamu otomatis lebih rapi karena:

  • Setiap kategori punya tempat tetap
  • Peralatan kecil tidak bertumpuk
  • Barang yang mirip dijajar dengan rapi

Kamu tidak akan lagi bingung menaruh alat kecil setelah mencuci.


4. Sesuaikan Jenis Organizer dengan Isi Laci

Ada beberapa jenis drawer organizer yang bisa kamu pilih:

a. Organizer kayu atau bambu

Kokoh, tampak elegan, cocok untuk dapur minimalis.

b. Organizer plastik

Ringan, murah, mudah dibersihkan.

c. Organizer adjustable (sekatan yang bisa diubah)

Bisa diatur sesuai ukuran laci dan jenis peralatan.

d. Tray modular kecil-kecil

Cocok untuk kategorikan barang seperti baterai korek, klip makanan, pita, dll.

Pilih organizer berdasarkan kebutuhan isi laci, bukan sekadar tampilannya.


5. Buat Kategori Khusus di Dalam Laci

Agar lebih rapi, pisahkan berdasarkan fungsi:

  • Sendok & garpu
  • Sendok teh & sumpit
  • Pisau kecil
  • Peralatan baking kecil
  • Gunting, opener, dan alat bantu lainnya
  • Peralatan kecil jarang dipakai

Kategori yang jelas membuat laci tetap rapi dalam jangka panjang.


6. Jangan Mengisi Laci Terlalu Penuh

Meskipun organizer membantu, hindari memaksakan terlalu banyak barang. Jika laci sesak:

  • Barang sulit ditarik
  • Organizer bergeser
  • Laci cepat berantakan kembali

Sisakan ruang sedikit agar laci mudah dibuka-tutup.


7. Bersihkan dan Rapikan Secara Rutin

Setidaknya 1–2 bulan sekali, keluarkan isi laci dan bersihkan organizer dari:

  • Debu
  • Remahan makanan
  • Minyak

Kembalikan barang yang memang masih digunakan dan singkirkan peralatan duplikat.


Menggunakan drawer organizer di laci dapur adalah cara sederhana namun sangat efektif untuk menjaga dapur tetap rapi. Selain membuat peralatan tersusun rapi, organizer membantu mempercepat aktivitas memasak dan mempermudah mencari alat kecil. Dengan pemilihan organizer yang tepat dan pengelompokan yang benar, laci dapur akan selalu tertata seperti baru dirapikan.


5. Simpan Peralatan Besar di Kabinet Bawah. 

Peralatan dapur berukuran besar seperti rice cooker, blender, food processor, mixer, hingga slow cooker sering membuat dapur terasa penuh dan sempit jika diletakkan sembarangan. Karena ukurannya yang cukup berat dan jarang digunakan setiap saat, cara terbaik menatanya adalah dengan menyimpannya di kabinet bawah.

Berikut penjelasan lengkapnya.


1. Mengurangi Risiko Jatuh dan Cedera

Peralatan besar biasanya lebih berat. Jika disimpan di rak tinggi:

  • Berisiko jatuh saat diambil
  • Bisa melukai tangan atau kepala
  • Sulit dijangkau, terutama untuk anak atau orang yang lebih pendek

Dengan meletakkannya di kabinet bawah, proses mengambil dan menyimpannya menjadi jauh lebih aman.


2. Meminimalkan Tampilan Dapur yang Berantakan

Peralatan besar yang diletakkan di atas meja dapur (countertop) akan membuat dapur terlihat sesak. Dengan menyimpannya di kabinet bawah, dapur akan:

  • Terlihat lebih lapang
  • Tidak mudah terlihat berantakan
  • Menjadi lebih estetik

Countertop pun bisa digunakan untuk kegiatan memasak, bukan tempat penyimpanan.


3. Lebih Mudah Diambil Tanpa Mengangkat Terlalu Tinggi

Karena posisinya rendah, kamu hanya perlu menarik pintu kabinet, lalu:

  • Menarik alat secara horizontal
  • Mengangkat sedikit
  • Tidak perlu menjangkau terlalu tinggi

Ini sangat membantu terutama jika alat cukup berat seperti oven kecil atau air fryer.


4. Memanfaatkan Ruang Kabinet yang Sering Terabaikan

Banyak orang fokus menggunakan rak atas, padahal bagian bawah justru punya:

  • Ruang lebih luas
  • Kapasitas lebih besar
  • Cocok untuk barang berbobot atau berpindah-pindah

Kabinet bawah ideal untuk alat seperti:

  • Wajan dan panci besar
  • Rice cooker
  • Blender
  • Slow cooker
  • Mixer
  • Chopper
  • Cetakan oven yang besar

5. Gunakan Rak Tambahan untuk Memudahkan Pengambilan

Agar lebih rapi dan mudah dijangkau, kamu bisa menambahkan:

Rak geser (pull-out tray)

Memudahkan mengambil alat tanpa perlu membongkar isi rak.

Lazy Susan

Cocok untuk banyak peralatan kecil dalam satu kabinet.

Rak susun

Supaya alat tidak bertumpuk langsung di lantai kabinet.

Dengan tambahan ini, peralatan besar tetap tertata dan tidak saling menimpa.


6. Simpan Sesuai Frekuensi Pemakaian

Atur letaknya dalam kabinet berdasarkan seberapa sering digunakan:

  • Paling sering dipakai → letakkan di bagian depan atau rak paling atas (masih di kabinet bawah).
  • Jarang digunakan → letakkan di bagian belakang atau rak paling dasar.

Contoh:
Rice cooker mungkin tetap di depan, sementara oven besar atau bread maker bisa di belakang.


7. Jaga Kebersihan Kabinet Bawah

Karena sering lembap, pastikan kabinet dalam kondisi:

  • Bersih dari sisa makanan
  • Tidak lembap
  • Dilengkapi silica gel atau kapur penyerap lembap

Ini mencegah jamur dan bau pada peralatan.


Menyimpan peralatan dapur besar di kabinet bawah adalah cara yang efektif untuk menjaga kerapian, keamanan, dan kenyamanan dapur. Dengan metode penyimpanan yang tepat—seperti rak geser, lazy susan, atau rak susun—alat besar akan tetap mudah dijangkau tanpa memenuhi area countertop.


6. Atur Wajan dan Panci Secara Vertikal. 

Menyimpan wajan dan panci secara vertikal berarti menempatkan peralatan tersebut berdiri tegak. Jika disimpan secara ditumpuk, kamu harus mengangkat beberapa barang hanya untuk mengambil satu wajan di bagian bawah. Selain memakan waktu, cara ini juga bisa merusak permukaan anti lengket dan membuat dapur terlihat berantakan.

Salah satu solusi terbaik adalah menyusun wajan dan panci secara vertikal. Metode ini membuat penyimpanan lebih rapi, mudah diakses, dan tidak merusak peralatan.

Berikut panduan lengkapnya.


1. Kenapa Harus Disusun Secara Vertikal?

Menyimpan secara vertikal memiliki banyak keuntungan:

✔ Lebih mudah diambil

Kamu cukup menarik satu wajan tanpa perlu membongkar tumpukan.

✔ Hemat ruang

Penyusunan vertikal memaksimalkan ruang kabinet atau rak.

✔ Tidak merusak lapisan

Lapisan anti lengket tidak saling bergesekan sehingga lebih awet.

✔ Tampilan dapur lebih rapi

Semua peralatan terlihat tersusun seperti di display toko.


2. Gunakan Pan Organizer / Rak Vertikal

Cara termudah adalah memakai pan organizer atau vertical rack, yang biasanya terbuat dari besi atau stainless steel.

Jenis-jenis yang bisa kamu pilih:

  • Rak vertikal bertingkat (slot 4–6 wajan)
  • Rak expandable yang bisa diatur lebarnya
  • Holder berbentuk huruf U untuk kabinet samping
  • Rak 2 sisi untuk panci dan tutupnya sekaligus

Rak seperti ini tidak mahal dan sangat efektif untuk dapur kecil.


3. Pilih Slot Sesuai Ukuran Wajan dan Panci

Agar tidak mudah jatuh atau tergesek, pastikan:

  • Wajan besar ditempatkan di slot bawah
  • Wajan kecil dan teflon tipis di bagian atas
  • Panci berlubang atau panci kukus ditempatkan di slot khusus agar stabil
  • Jangan memaksa wajan yang terlalu besar jika tidak muat

Penyusunan berdasar ukuran akan membuat rak lebih seimbang.


4. Manfaatkan Sisi Dalam Lemari untuk Penyimpanan Vertikal

Jika kabinet cukup dalam, kamu bisa memasang:

  • Divider akrilik
  • Pembatas besi tipis
  • Rak berdiri portable

Ini sangat cocok untuk kabinet bawah yang luas tapi sering berantakan.


5. Pisahkan Wajan dan Panci Berdasarkan Penggunaan

Agar lebih efisien:

  • Tempatkan wajan harian seperti teflon dan fry pan paling depan
  • Panci besar untuk rebusan atau sup simpan di bagian belakang
  • Panci kukus dan steamer cukup disimpan di slot paling bawah

Dengan cara ini, kamu menghemat waktu setiap kali memasak.


6. Simpan Tutup Panci Secara Vertikal Juga

Seringkali tutup panci menjadi biang berantakan. Kamu bisa mengatur tutup secara vertikal menggunakan:

  • Rak khusus tutup panci
  • Rak dinding
  • Holder pada pintu kabinet
  • Pocket organizer tahan panas

Tutup panci yang tertata rapi membuat ruang penyimpanan lebih maksimal.


7. Hindari Menumpuk Wajan Anti Lengket

Jika masih harus menumpuk beberapa wajan:

  • Gunakan lap karet atau lap kain sebagai pemisah
  • Pastikan bagian bawah tidak menyentuh langsung lapisan anti lengket

Namun, tetap paling aman dan awet jika wajan diposisikan secara berdiri/vertikal.


8. Tambahkan Label untuk Dapur yang Banyak Peralatannya

Jika kamu memiliki banyak ukuran wajan:

  • Tempelkan label ukuran (20 cm, 24 cm, 28 cm)
  • Pisahkan rak khusus wajan vs panci

Ini akan mempermudah penggunaan dan mempercepat proses memasak.


Mengatur wajan dan panci secara vertikal adalah cara sederhana namun sangat efektif membuat dapur lebih rapi, ringkas, dan nyaman dipakai. Dengan bantuan rak vertikal, divider, dan pengaturan yang tepat, peralatan memasak jadi lebih mudah diambil—tanpa harus mengangkat tumpukan yang berat.


7. Simpan Talenan dan Loyang di Rak Berdiri. 

Talenan, loyang, baking sheet, dan tray oven sering membuat dapur terlihat berantakan karena bentuknya yang lebar dan biasanya ditumpuk secara horizontal. Jika ditumpuk, kamu harus mengangkat semuanya dulu untuk mengambil salah satunya—merepotkan dan menghabiskan waktu. Solusi terbaiknya adalah menggunakan rak berdiri (vertical rack organizer).

Dengan rak berdiri, peralatan disusun secara vertikal sehingga lebih rapi, mudah diambil, dan tidak mudah lecet. Berikut penjelasan lengkapnya.


Mengapa Rak Berdiri Lebih Efektif?

✓ Lebih mudah diambil
Kamu tidak perlu mengangkat tumpukan loyang hanya untuk mengambil satu lembar. Tinggal geser dan ambil.

✓ Menghemat ruang kabinet
Menyimpan secara vertikal membuat kabinet lebih lega dan tertata.

✓ Peralatan tidak saling menggores
Loyang dan talenan yang bertumpuk sering tergores; penyimpanan vertikal mengurangi gesekan.

✓ Cocok untuk ruang sempit
Rak berdiri bisa ditempatkan di kabinet, meja, atau sudut dapur kecil.


Peralatan yang Cocok Disimpan di Rak Berdiri

Rak berdiri cocok untuk menyimpan:

  • Talenan kayu, plastik, atau bambu
  • Loyang kue berbagai ukuran
  • Baking sheet
  • Tray oven
  • Tutup panci lebar
  • Cooling rack
  • Ceperan (pan tipis)

Dengan menyimpannya vertikal, semuanya terlihat jelas dari depan.


Pilihan Rak Berdiri yang Bisa Kamu Gunakan

Rak Berdiri Kawat (Wire Rack)
Ringan, kuat, dan mudah dibersihkan.

Rak Adjustable (Bisa diatur)
Bisa memperbesar atau memperkecil jarak antar slot sesuai ukuran talenan atau loyang.

Rak Besi Anti Karat
Lebih tahan lama, cocok untuk loyang yang masih sedikit basah.

Rak Kayu atau Bambu
Lebih estetik, cocok untuk dapur dengan gaya natural.


Tips Mengatur Talenan dan Loyang di Rak Berdiri

• Urutkan berdasarkan ukuran
Tempatkan yang paling besar di belakang dan yang kecil di depan.

• Pisahkan bahan yang berbeda
Misalnya: talenan kayu di sisi kiri, baking sheet di sisi kanan.

• Pastikan benar-benar kering
Khusus talenan kayu, pastikan sudah kering sebelum dimasukkan agar tidak berjamur.

• Tempatkan dekat area memasak atau baking
Supaya mudah diambil saat diperlukan.


Lokasi Terbaik untuk Meletakkan Rak Berdiri

  • Di dalam kabinet bawah
  • Di rak pantry
  • Di dekat oven (untuk loyang)
  • Di dekat area memotong (untuk talenan)
  • Di bawah sink jika ada ruang
  • Di atas meja dapur untuk akses cepat (jika ukuran kecil)

Pilih lokasi sesuai aktivitas harian agar tidak bolak-balik terlalu jauh.


Kesalahan yang Sering Terjadi

❌ Menumpuk terlalu banyak dalam satu slot
Rak jadi tidak stabil.

❌ Memasukkan peralatan yang masih basah
Bisa menyebabkan karat atau jamur pada talenan.

❌ Menggunakan rak terlalu kecil
Loyang besar sering jatuh jika rak tidak proporsional.


Menyimpan talenan dan loyang di rak berdiri adalah cara sederhana untuk membuat dapur lebih rapi dan fungsional. Peralatan terlihat jelas, mudah dijangkau, dan lebih awet karena tidak saling menggores. Ide ini sangat cocok untuk dapur kecil maupun besar.

Silahkan lihat rak berdiri yang kami rekomendasikan di Shopee.


8. Manfaatkan Area Pintu Lemari. 

Di dapur, ruang penyimpanan sering kali terasa kurang. Tanpa disadari, salah satu area yang paling jarang dimanfaatkan adalah bagian dalam pintu lemari. Padahal, area ini bisa menjadi ruang tambahan yang sangat berguna untuk menyimpan peralatan kecil, bumbu, hingga tutup panci.

Mengoptimalkan bagian pintu lemari dapat membuat dapur lebih rapi, fungsional, dan mudah diakses tanpa harus menambah kabinet baru.

Berikut berbagai ide dan cara memanfaatkan area pintu lemari di dapur.


Rak Bumbu Gantung di Pintu Lemari

Pintu lemari sangat cocok untuk dipasang rak bumbu tipis (slim spice rack).
Kamu bisa menggunakannya untuk menyimpan:

  • Botol bumbu kecil
  • Minyak goreng mini
  • Saus-sausan
  • Tepung dan garam kemasan kecil

Simpan rak bumbu ini di pintu lemari dekat area memasak agar mudah dijangkau saat menumis atau menggoreng.


Tempat Tutup Panci agar Tidak Berserakan

Tutup panci sering menjadi salah satu barang yang paling sulit dirapikan karena bentuknya besar dan tidak bisa ditumpuk rapi.

Solusinya:

  • Pasang holder tutup panci di pintu bagian dalam kabinet.
  • Menggunakan rak kawat tipis atau holder adhesive.

Dengan cara ini, tutup panci akan tersimpan rapi tanpa memakan banyak ruang.


Gantungan Spatula dan Alat Masak Ringan

Jika pintu lemari cukup kokoh, kamu dapat menempelkan:

  • Hook gantung
  • Magnetic strip (untuk peralatan ringan)
  • Rail kecil seperti mini hanger

Letakkan peralatan yang sering dipakai seperti:

  • Spatula
  • Whisk
  • Cenong sayur
  • Pengupas
  • Gunting dapur

Akan lebih praktis dibanding menyimpannya di laci yang mudah berantakan.


Tempat Plastik, Kain Lap, dan Aksesoris Ringan

Pintu lemari dekat wastafel bisa digunakan untuk menyimpan:

  • Plastik sampah
  • Lap dapur
  • Sarung tangan oven
  • Spons cadangan
  • Tissue roll

Gunakan rak jaring tipis (mesh rack) yang tidak menambah beban terlalu berat.


Penyimpanan Wrap & Foil (Aluminium Foil, Plastik Wrap, Baking Paper)

Banyak dapur memiliki beberapa jenis lilitan:

  • Aluminium foil
  • Plastik wrap
  • Baking paper

Daripada ditumpuk di laci, pasang rak memanjang khusus di pintu lemari.
Selain lebih rapi, kamu bisa menarik dan memotongnya langsung dari tempatnya.


Tempat Cleaning Tools Mini

Untuk pintu lemari bawah wastafel, manfaatkan bagian dalam pintu untuk menyimpan:

  • Botol pembersih kecil
  • Sikat kecil
  • Sabun cadangan
  • Kain microfiber

Ini membuat area bawah wastafel lebih rapi dan memudahkan kamu menemukan barang yang sering dipakai untuk bersih-bersih.


Holder Tutup Talenan dan Baking Sheet Tipis

Talenan sangat cocok disimpan di pintu lemari agar tidak memakan ruang.

Gunakan rak berdiri tipis (vertical board rack) untuk menyimpan:

  • Talenan
  • Baking sheet
  • Loyang tipis
  • Tray oven tipis

Sangat efektif untuk dapur mungil.


Tempat Resep dan Catatan Masak

Untuk yang suka memasak dengan resep, manfaatkan pintu lemari dengan:

  • Klip magnet
  • Mini board
  • Clear pocket transparan

Kamu bisa menyimpan:

  • Catatan menu
  • Resep favorit
  • Jadwal belanja
  • List kebutuhan dapur

Area ini dekat dengan aktivitas memasak sehingga sangat praktis.


Tips Penting Saat Memanfaatkan Pintu Lemari

  • Jangan letakkan benda terlalu berat agar engsel pintu tidak cepat rusak.
  • Gunakan perekat kuat atau sekrup sesuai jenis kabinet.
  • Perhatikan ketebalan rak, jangan sampai menyenggol peralatan di dalam kabinet.
  • Pilih rak tipis agar pintu tetap menutup dengan sempurna.

Memanfaatkan area pintu lemari merupakan solusi cerdas untuk menambah tempat penyimpanan di dapur, terutama jika ruang terbatas. Dengan rak bumbu, gantungan alat masak, rak tutup panci, hingga organizer untuk plastik dan lap dapur, pintu lemari dapat berfungsi lebih maksimal dan membuat dapur jauh lebih rapi.


9. Buang atau Sumbangkan Peralatan yang Tidak Dipakai. 

Banyak orang merasa dapurnya selalu penuh dan berantakan, padahal sebenarnya masalah utamanya bukan pada ukuran dapur, melainkan terlalu banyak peralatan yang tidak pernah dipakai. Mulai dari wajan lama, blender rusak, hingga peralatan kecil yang numpuk di laci — semuanya membuat dapur terasa sesak dan sulit dirapikan.
Solusinya sederhana: buang atau sumbangkan peralatan yang tidak dipakai.

Berikut panduan lengkap bagaimana melakukannya dengan mudah dan tanpa rasa sayang berlebihan.


Lakukan Penyortiran Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

Pisahkan peralatan menjadi 3 kategori:

  • Sering digunakan: spatula, panci utama, talenan, sendok, mangkuk.
  • Kadang-kadang digunakan: loyang kue, mixer, cetakan tertentu.
  • Jarang/tidak pernah digunakan: wajan tua, alat rusak, peralatan dobel, alat yang dulunya “niat dipakai tapi tidak pernah”.

Kategori ketiga inilah yang biasanya memenuhi dapur tanpa alasan.


Buang Peralatan yang Sudah Rusak atau Tidak Layak Pakai

Peralatan yang sebaiknya langsung dibuang:

  • Wajan anti lengket yang terkelupas
  • Pisau berkarat
  • Blender rusak yang tidak bisa diperbaiki
  • Tutup panci pecah
  • Talenan yang sudah terlalu aus

Menyimpan peralatan seperti ini hanya membuat dapur berantakan dan bisa jadi risiko kesehatan.


Sumbangkan Peralatan yang Masih Bagus tapi Tidak Dipakai

Kalau alatnya masih berfungsi, sayang kalau hanya disimpan di kabinet. Kamu bisa menyumbangkannya:

  • Ke tetangga atau saudara yang baru menikah
  • Ke mahasiswa kos yang perlengkapannya minim
  • Ke yayasan atau komunitas sosial
  • Ke pemilik warung kecil yang mungkin membutuhkan

Manfaatkan prinsip: Jika dalam 6–12 bulan tidak pernah dipakai, berarti sudah waktunya dilepas.


Singkirkan Duplikasi yang Tidak Perlu

Sering terjadi tanpa sadar kita punya:

  • 3 spatula ukuran sama
  • 4 wajan dengan fungsi mirip
  • 2 blender
  • 5 talenan tapi hanya pakai 1–2
  • Banyak gelas souvenir yang tidak pernah dipakai

Pilih yang paling bagus dan nyaman digunakan. Sisanya bisa disumbangkan.


Tetapkan Batas Jumlah untuk Peralatan Tertentu

Untuk dapur lebih rapi, tetapkan batas jumlah:

  • 2–3 wajan sudah cukup untuk memasak harian
  • 1 set pisau berkualitas lebih baik daripada banyak pisau murahan
  • 1 blender berkualitas lebih berguna daripada dua blender jarang dipakai
  • 4–6 gelas sudah cukup untuk keluarga kecil

Batas seperti ini akan mencegah penumpukan barang ke depannya.


Simpan Peralatan Multifungsi, Lepas yang Fungsinya Sama

Contoh:

  • Gunakan pisau chef, tidak perlu punya 5 jenis pisau murah
  • Gunakan alat pengukus stainless, tidak perlu dua jenis kukusan
  • Gunakan wajan teflon berkualitas yang bisa menggoreng sekaligus menumis

Semakin banyak alat multifungsi, semakin sedikit barang di dapur.


Rapikan Setelah Declutter untuk Mencegah Penumpukan Lagi

Setelah peralatan tidak terpakai dibuang atau disumbangkan:

  • Atur kembali peralatan sesuai area kerja
  • Gunakan organizer supaya tidak berantakan
  • Biasakan hanya menyimpan alat yang benar-benar digunakan

Tujuannya: dapur tetap rapi dalam jangka panjang.


Membuang atau menyumbangkan peralatan yang tidak dipakai adalah langkah penting untuk membuat dapur lebih lega, bersih, dan mudah digunakan. Dengan declutter rutin, kamu akan lebih nyaman memasak karena setiap alat yang ada di dapur benar-benar terpakai dan fungsional.


Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Silahkan baca juga tentang

  1. Mengatasi Dapur Pengap.
  2. Membersihkan dapur dari Minyak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top