Cara Mengatasi Air Kamar Mandi yang Menggenang di Lantai

Air kamar mandi yang menggenang di lantai sering dianggap sepele, padahal jika dibiarkan bisa menimbulkan banyak masalah. Selain membuat lantai licin dan berisiko terpeleset, genangan air juga bisa memicu bau tidak sedap, jamur, hingga merusak lantai dan dinding kamar mandi. Kondisi ini tentu mengurangi kenyamanan saat digunakan sehari-hari.

Masalah air menggenang sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari saluran pembuangan yang tersumbat hingga kemiringan lantai yang kurang tepat. Kabar baiknya, sebagian besar masalah ini bisa diatasi dengan cara sederhana tanpa harus langsung melakukan renovasi besar.

7 Cara Mengatasi Air Kamar Mandi yang Menggenang di Lantai.

Air menggenang di lantai

1. Periksa dan Bersihkan Saluran Pembuangan Air.

Saluran pembuangan menjadi jalur utama keluarnya air dari lantai kamar mandi. Jika bagian ini bermasalah, air akan tertahan dan akhirnya menggenang. Banyak orang tidak menyadari bahwa penyumbatan kecil yang terjadi setiap hari bisa menumpuk dan menimbulkan masalah besar.

Sisa sabun, rambut rontok, pasir halus, hingga kotoran dari air sering kali masuk ke dalam floor drain. Dalam jangka waktu tertentu, kotoran tersebut akan menempel di dinding saluran dan mempersempit aliran air. Akibatnya, air tidak bisa langsung mengalir dengan lancar dan mulai berkumpul di lantai.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuka penutup saluran pembuangan. Bersihkan rambut dan kotoran yang terlihat menggunakan tangan, kawat kecil, atau alat khusus pembersih saluran. Setelah itu, siram saluran dengan air panas untuk membantu melarutkan sisa sabun dan lemak yang menempel di dalam pipa.

Jika aliran air masih terasa lambat, gunakan cairan pembersih saluran pembuangan sesuai petunjuk penggunaan. Pilih produk yang aman untuk pipa agar tidak merusak instalasi dalam jangka panjang. Penggunaan bahan alami seperti campuran soda kue dan cuka juga bisa menjadi alternatif untuk membersihkan saluran secara ringan.

Dan membersihkan saluran pembuangan secara rutin, misalnya seminggu sekali, sangat efektif untuk mencegah air tertahan di lantai. Selain membuat aliran air lebih lancar, cara ini juga membantu mengurangi bau tidak sedap dan menjaga kamar mandi tetap bersih serta nyaman digunakan setiap hari.


2. Cek Kemiringan Lantai Kamar Mandi.

Kemiringan lantai memiliki peran penting dalam kelancaran aliran air di kamar mandi. Idealnya, lantai dibuat sedikit miring ke arah saluran pembuangan agar air bisa langsung mengalir dan tidak tertahan di satu titik. Jika kemiringan kurang tepat, air akan cenderung menyebar atau berkumpul di area tertentu.

Ciri paling mudah dikenali adalah genangan yang selalu muncul di tempat yang sama, meskipun saluran pembuangan dalam kondisi bersih. Saat lantai disiram, perhatikan arah aliran air. Jika air tidak bergerak menuju floor drain atau justru menjauh, kemungkinan besar kemiringan lantai terlalu datar atau salah arah.

Masalah ini sering terjadi pada kamar mandi lama atau hasil renovasi yang kurang memperhatikan detail kemiringan. Standar kemiringan lantai kamar mandi biasanya sekitar 1–2 cm per meter menuju saluran pembuangan. Kemiringan sekecil ini sudah cukup untuk membantu air mengalir tanpa membuat lantai terasa tidak nyaman saat dipijak.

Untuk solusi sementara, genangan kecil bisa dibantu dengan mendorong air menggunakan alat pel atau karet pembersih lantai. Namun, jika genangan sering terjadi dan cukup parah, perbaikan permanen perlu dilakukan. Cara terbaik adalah membongkar sebagian lantai dan mengatur ulang kemiringannya dengan bantuan tukang yang berpengalaman.

Dan memastikan kemiringan lantai sudah sesuai tidak hanya mencegah air menggenang, tetapi juga membantu menjaga lantai lebih cepat kering, mengurangi risiko licin, serta membuat kamar mandi terasa lebih bersih dan nyaman digunakan.


3. Pastikan Ukuran dan Posisi Floor Drain Sudah Tepat.

Floor drain berperan penting dalam menyalurkan air dari lantai kamar mandi ke saluran pembuangan. Jika ukurannya terlalu kecil atau posisinya tidak berada di titik yang tepat, air akan sulit masuk dan akhirnya menyebar ke area lain sebelum sempat terbuang.

Ukuran floor drain yang kecil membuat kapasitas tampungan air terbatas, terutama saat mandi atau ketika lantai disiram dengan air cukup banyak. Kondisi ini sering menyebabkan air meluap dan menggenang, meskipun saluran pembuangan sebenarnya tidak tersumbat.

Selain ukuran, posisi floor drain juga sangat menentukan. Idealnya, floor drain berada di titik terendah lantai kamar mandi sehingga air dapat mengalir secara alami ke arah tersebut. Jika letaknya terlalu jauh dari area basah atau tidak sejajar dengan kemiringan lantai, air akan cenderung tertahan di beberapa sudut.

Solusi yang bisa dilakukan adalah mengganti floor drain dengan model yang lebih besar dan memiliki banyak lubang agar aliran air lebih cepat masuk. Pilih juga desain yang mudah dibuka sehingga pembersihan bisa dilakukan secara rutin. Untuk hasil maksimal, pastikan pemasangan floor drain benar-benar sejajar dengan kemiringan lantai agar air tidak tertahan di permukaan.

Dengan ukuran dan posisi floor drain yang tepat, aliran air akan lebih lancar, lantai cepat kering, dan kamar mandi terasa lebih nyaman serta aman digunakan setiap hari. Silahkan lihat harganya Floor drain yang kami rekomendasikan.


4. Bersihkan Kerak dan Lumut di Lantai.

Kerak sabun dan lumut yang menempel di lantai kamar mandi sering kali menjadi penyebab aliran air tidak lancar. Lapisan tipis ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan menumpuk, permukaan lantai menjadi kurang licin untuk dialiri air. Akibatnya, air lebih mudah tertahan dan membentuk genangan.

Kerak biasanya berasal dari sisa sabun, sampo, dan mineral air yang mengering di permukaan lantai. Sementara itu, lumut tumbuh karena kondisi kamar mandi yang lembap dan jarang dibersihkan. Kombinasi keduanya membuat lantai terasa kesat dan air sulit mengalir menuju saluran pembuangan.

Untuk mengatasinya, lakukan pembersihan lantai secara rutin dengan menyikat seluruh permukaan, terutama di area yang sering terkena air. Gunakan pembersih lantai khusus kamar mandi agar kerak dan lumut lebih mudah terangkat. Perhatikan juga bagian sudut dan area sekitar floor drain karena di sanalah kotoran sering menumpuk.

Jika kerak sudah cukup tebal, diamkan cairan pembersih beberapa menit sebelum disikat agar hasilnya lebih maksimal. Setelah itu, bilas dengan air bersih hingga tidak ada sisa sabun yang tertinggal. Lantai yang bersih akan membantu air mengalir lebih cepat dan mengurangi risiko genangan.

Selain menjaga aliran air, membersihkan kerak dan lumut juga membuat lantai kamar mandi lebih aman karena tidak licin. Dengan perawatan rutin, kamar mandi akan terasa lebih bersih, nyaman, dan bebas dari masalah air yang sering tertahan di lantai.

Silahkan lihat harganya cairan pembersih lantai yang kami rekomendasikan.


5. Periksa Saluran Pipa di Dalam.

Jika saluran pembuangan di permukaan terlihat bersih tetapi air tetap sulit surut, kemungkinan masalahnya berada di dalam pipa. Penyumbatan yang terjadi di bagian dalam sering kali tidak terlihat, namun dampaknya cukup terasa karena aliran air menjadi sangat lambat atau bahkan berbalik naik ke lantai.

Kotoran seperti endapan sabun, rambut yang lolos dari saringan, serta lumpur halus bisa menumpuk di dalam pipa dalam waktu lama. Penumpukan ini membuat diameter pipa semakin sempit, sehingga air membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalir keluar. Pada kondisi tertentu, air bahkan bisa kembali naik disertai bau tidak sedap dari saluran.

Beberapa tanda yang menunjukkan adanya masalah di dalam pipa antara lain air surut sangat pelan, muncul gelembung udara saat air mengalir, atau terdengar suara seperti tersedot dari saluran pembuangan. Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera ditangani agar tidak semakin parah.

Untuk penanganan awal, Anda bisa menggunakan alat penyedot saluran atau kawat fleksibel untuk mendorong dan menarik kotoran yang menyumbat. Jika penyumbatan cukup berat, penggunaan cairan pembersih pipa bisa membantu melarutkan endapan di dalamnya. Namun, hindari penggunaan bahan kimia terlalu sering karena dapat merusak pipa dalam jangka panjang.

Apabila semua cara sederhana tidak membuahkan hasil, memanggil tukang atau teknisi profesional adalah pilihan terbaik. Mereka memiliki peralatan khusus untuk membersihkan pipa hingga ke bagian terdalam, sehingga aliran air kembali lancar dan masalah genangan tidak terus berulang.

Tapi jangan dulu menggunakan jasa profesional, kalau bisa dilakukan sendiri. Silahkan lihat harganya cairan pembersih pipa.


6. Kurangi Penggunaan Air Berlebihan.

Air yang menggenang di lantai kamar mandi tidak selalu disebabkan oleh saluran yang tersumbat. Dalam beberapa kasus, volume air yang digunakan terlalu banyak dalam waktu singkat sehingga saluran pembuangan tidak mampu menampung alirannya sekaligus. Akibatnya, air meluap dan menyebar ke seluruh lantai sebelum sempat masuk ke floor drain.

Hal ini sering terjadi saat menggunakan shower dengan tekanan tinggi atau saat menyiram lantai kamar mandi secara berlebihan. Aliran air yang deras membuat air menumpuk lebih cepat dibandingkan kemampuan saluran dalam mengalirkannya. Jika kondisi ini terus terjadi, genangan akan menjadi masalah rutin meskipun saluran pembuangan terlihat bersih.

Untuk mengatasinya, gunakan air secukupnya saat mandi atau membersihkan kamar mandi. Atur posisi kran atau shower agar aliran air tidak terlalu deras. Jika memungkinkan, pilih shower dengan fitur pengatur tekanan air sehingga alirannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain itu, biasakan menyiram lantai secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Cara ini memberi waktu bagi air untuk mengalir ke saluran pembuangan dengan lancar. Dengan penggunaan air yang lebih terkontrol, lantai kamar mandi akan lebih cepat kering dan risiko genangan pun bisa diminimalkan.


7. Lakukan Perawatan Rutin.

Perawatan rutin sering kali dianggap sepele, padahal justru menjadi kunci utama agar lantai kamar mandi tetap kering dan nyaman digunakan. Tanpa perawatan yang konsisten, masalah kecil seperti aliran air yang mulai melambat bisa berkembang menjadi genangan yang mengganggu.

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah membersihkan floor drain secara berkala. Tidak perlu menunggu sampai air sulit mengalir, cukup angkat penutup saluran lalu bersihkan kotoran yang menempel. Kebiasaan ini membantu mencegah penumpukan rambut dan sisa sabun yang menjadi penyebab utama aliran air tersendat.

Selain saluran pembuangan, lantai kamar mandi juga perlu diperhatikan. Menyikat lantai secara rutin dapat menghilangkan kerak sabun, lumut, dan kotoran halus yang membuat permukaan lantai sulit mengalirkan air. Lantai yang bersih akan membantu air langsung menuju saluran tanpa tertahan di satu titik.

Perhatikan pula perubahan kecil pada aliran air. Jika air mulai surut lebih lambat dari biasanya atau muncul bau tidak sedap, segera lakukan pembersihan sebelum masalah bertambah parah. Dengan perawatan sederhana namun rutin, risiko air menggenang di lantai bisa dicegah, sekaligus menjaga kamar mandi tetap bersih, aman, dan nyaman untuk digunakan setiap hari.


Penutup

Air menggenang di lantai memang mengganggu, tetapi bukan masalah yang tidak bisa diatasi. Dengan mengetahui penyebabnya dan melakukan langkah yang tepat, kamar mandi bisa kembali nyaman, aman, dan bersih. Perawatan sederhana secara rutin juga sangat membantu mencegah masalah ini muncul kembali di kemudian hari.


Pembahasan Penting Lainnya.


Jenis Floor Drain yang Baik untuk Mencegah Genangan.

Floor drain memegang peran penting dalam menjaga lantai kamar mandi tetap kering. Meskipun terlihat sederhana, pemilihan floor drain yang kurang tepat bisa menyebabkan air mengalir lambat, menumpuk, bahkan menimbulkan genangan. Oleh karena itu, memilih jenis floor drain yang sesuai sangat berpengaruh pada kenyamanan dan kebersihan kamar mandi.

Saat ini tersedia berbagai jenis floor drain dengan desain dan fungsi yang berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri untuk membantu aliran air lebih lancar dan mencegah masalah genangan.

Berikut penjelasan jenis-jenis floor drain yang baik untuk mencegah genangan di kamar mandi.


1. Floor Drain Standar dengan Lubang Besar

Jenis ini paling umum digunakan di rumah. Ciri utamanya adalah lubang-lubang pembuangan yang cukup besar sehingga air bisa langsung masuk tanpa hambatan.

Kelebihan:

  • Aliran air cepat dan lancar
  • Mudah dibersihkan
  • Harga relatif terjangkau

Jenis ini cocok untuk kamar mandi dengan penggunaan air yang cukup sering, asalkan rutin dibersihkan agar tidak tersumbat rambut dan kotoran.


2. Floor Drain Anti Bau (Anti-Odor)

Floor drain ini dilengkapi sistem penahan bau yang mencegah aroma tidak sedap dari saluran pipa naik ke kamar mandi. Selain menjaga kebersihan udara, aliran airnya juga dirancang tetap lancar.

Kelebihan:

  • Mencegah bau tidak sedap
  • Tetap mendukung aliran air yang baik
  • Cocok untuk kamar mandi tertutup atau minim ventilasi

Jenis ini sangat direkomendasikan untuk kamar mandi dalam atau kamar mandi tanpa jendela.


3. Floor Drain Stainless Steel

Floor drain berbahan stainless steel terkenal kuat dan tahan karat. Permukaannya halus sehingga kotoran tidak mudah menempel, membuat air lebih mudah mengalir.

Kelebihan:

  • Tahan lama dan tidak mudah berkarat
  • Tampilan modern dan rapi
  • Perawatan mudah

Selain fungsional, floor drain ini juga mempercantik tampilan kamar mandi, terutama dengan konsep minimalis atau modern.


4. Floor Drain dengan Saringan Rambut

Jenis ini dilengkapi saringan khusus yang berfungsi menahan rambut dan kotoran agar tidak masuk ke pipa. Dengan begitu, risiko penyumbatan yang menyebabkan genangan bisa dikurangi.

Kelebihan:

  • Mencegah saluran cepat tersumbat
  • Mudah dilepas dan dibersihkan
  • Cocok untuk kamar mandi keluarga

Jenis ini sangat membantu pada kamar mandi yang sering digunakan oleh banyak orang.


5. Floor Drain Model Linear (Memanjang)

Floor drain linear berbentuk memanjang dan biasanya dipasang di tepi atau sudut kamar mandi. Desain ini memungkinkan air mengalir dari area yang lebih luas ke satu jalur pembuangan.

Kelebihan:

  • Menampung aliran air lebih banyak
  • Mengurangi risiko genangan di area luas
  • Tampilan modern dan elegan

Floor drain ini sering digunakan pada kamar mandi modern atau area shower tanpa sekat.


6. Floor Drain dengan Penutup Lebar

Jenis ini memiliki permukaan penutup yang lebih luas dibanding floor drain biasa. Air lebih mudah masuk dari berbagai arah, sehingga tidak terkumpul di satu titik saja.

Kelebihan:

  • Aliran air lebih merata
  • Cocok untuk kamar mandi dengan lantai lebar
  • Mengurangi genangan di sekitar drain

Jenis ini efektif untuk kamar mandi yang sering disiram dengan air dalam jumlah banyak.


7. Floor Drain dengan Sistem Katup Otomatis

Floor drain ini dilengkapi katup yang akan terbuka saat ada aliran air dan menutup kembali setelahnya. Selain mencegah bau dan serangga, aliran air tetap terkontrol.

Kelebihan:

  • Mencegah bau dan serangga masuk
  • Aliran air tetap lancar
  • Cocok untuk kamar mandi modern

Meskipun harganya lebih tinggi, jenis ini memberikan kenyamanan dan kebersihan ekstra.


Tips Memilihnya

Agar tidak salah pilih, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih ukuran floor drain yang sesuai dengan luas kamar mandi
  • Pastikan lubang pembuangan cukup besar
  • Sesuaikan jenis floor drain dengan intensitas penggunaan
  • Utamakan model yang mudah dibersihkan

Penutup

Floor drain yang baik bukan hanya soal desain, tetapi juga fungsi. Dengan memilih jenis floor drain yang tepat, aliran air di kamar mandi akan lebih lancar dan risiko genangan bisa diminimalkan. Kombinasikan pemilihan floor drain yang tepat dengan kemiringan lantai dan perawatan rutin agar kamar mandi selalu nyaman digunakan.


Kesalahan Umum Saat Membangun atau Merenovasi Kamar Mandi.

Membangun atau merenovasi kamar mandi tidak bisa dilakukan sembarangan. Meski terlihat sederhana, ada banyak detail teknis yang sering diabaikan. Akibatnya, kamar mandi justru menimbulkan masalah baru seperti air menggenang, lantai licin, bau tidak sedap, hingga dinding yang cepat lembap dan berjamur.

Agar kamar mandi nyaman, aman, dan awet digunakan dalam jangka panjang, penting untuk mengetahui kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi saat proses pembangunan atau renovasi. Dengan begitu, Anda bisa menghindarinya sejak awal.


1. Kemiringan Lantai Tidak Mengarah ke Saluran Air

Kesalahan paling sering terjadi adalah kemiringan lantai yang tidak tepat. Lantai kamar mandi seharusnya dibuat sedikit miring ke arah saluran pembuangan agar air dapat mengalir dengan lancar.

Jika kemiringan salah:

  • Air akan menggenang di beberapa titik.
  • Lantai menjadi licin dan berbahaya.
  • Kamar mandi terasa selalu basah.

Idealnya, kemiringan lantai sekitar 1–2 cm per meter menuju floor drain.


2. Posisi Floor Drain Tidak di Titik Terendah

Floor drain sering dipasang tanpa perhitungan yang matang. Jika posisinya bukan di titik terendah lantai, air akan sulit masuk ke saluran pembuangan.

Akibatnya:

  • Air menyebar ke seluruh lantai.
  • Proses pengeringan menjadi lebih lama.
  • Muncul bau tidak sedap karena air tertahan.

Penempatan floor drain yang tepat sangat menentukan kelancaran aliran air.


3. Memilih Floor Drain Berkualitas Rendah

Banyak orang tergoda memilih floor drain murah tanpa mempertimbangkan kualitasnya. Floor drain berkualitas rendah biasanya memiliki lubang kecil dan mudah tersumbat.

Masalah yang sering muncul:

  • Air mengalir lambat.
  • Rambut dan kotoran mudah menumpuk.
  • Bau dari saluran pembuangan mudah naik ke atas.

Floor drain yang baik biasanya terbuat dari bahan kuat seperti stainless steel dan memiliki desain anti bau.


4. Salah Memilih Keramik Lantai

Keramik lantai kamar mandi tidak boleh hanya dipilih karena motifnya saja. Keramik yang terlalu licin atau permukaannya tidak mendukung aliran air bisa menimbulkan masalah.

Kesalahan umum:

  • Menggunakan keramik glossy yang licin saat basah.
  • Memilih tekstur yang membuat air tertahan.
  • Ukuran keramik terlalu besar sehingga sulit membentuk kemiringan.

Keramik dengan tekstur kasar ringan (anti-slip) lebih aman dan fungsional.


5. Mengabaikan Sistem Waterproofing

Waterproofing sering dianggap tidak terlalu penting, padahal fungsinya sangat vital. Tanpa lapisan waterproofing yang baik, air bisa merembes ke lantai bawah atau dinding samping.

Dampaknya:

  • Dinding cepat lembap dan berjamur.
  • Cat mengelupas.
  • Kerusakan struktur bangunan dalam jangka panjang.

Waterproofing sebaiknya diaplikasikan pada lantai dan bagian bawah dinding kamar mandi.


6. Saluran Pipa Tidak Dipasang dengan Benar

Pemasangan pipa yang kurang tepat bisa menyebabkan aliran air tersendat. Sudut pipa yang terlalu banyak atau sambungan yang kurang rapi sering menjadi sumber masalah.

Akibatnya:

  • Air tidak mengalir lancar.
  • Sering terjadi penyumbatan.
  • Sulit diperbaiki karena pipa tertanam di dalam lantai.

Desain jalur pipa sebaiknya dibuat sederhana dan efisien sejak awal.


7. Ventilasi Kamar Mandi Kurang Maksimal

Ventilasi yang buruk membuat kamar mandi selalu lembap. Air yang seharusnya cepat kering justru bertahan lebih lama di lantai dan dinding.

Masalah yang ditimbulkan:

  • Bau tidak sedap.
  • Jamur dan lumut mudah tumbuh.
  • Kamar mandi terasa pengap dan tidak nyaman.

Ventilasi alami atau exhaust fan sangat membantu menjaga sirkulasi udara.


8. Tidak Memperhitungkan Kebutuhan Jangka Panjang

Banyak orang hanya fokus pada kondisi saat ini tanpa memikirkan penggunaan jangka panjang. Padahal kebutuhan bisa berubah seiring waktu.

Contoh kesalahan:

  • Tidak menyediakan ruang untuk tambahan water heater.
  • Saluran air tidak cukup besar untuk penggunaan intens.
  • Desain sulit dibersihkan.

Perencanaan matang akan menghindarkan renovasi ulang di kemudian hari.


9. Mengabaikan Detail Nat Keramik

Nat keramik sering dianggap sepele, padahal berpengaruh besar terhadap kebersihan dan ketahanan kamar mandi.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Nat terlalu lebar dan mudah kotor.
  • Tidak menggunakan nat anti air.
  • Pengerjaan nat tidak rapi.

Nat yang buruk membuat air mudah meresap dan lantai cepat terlihat kusam.


10. Terlalu Mengutamakan Estetika daripada Fungsi

Kamar mandi yang cantik belum tentu nyaman digunakan. Jika desain hanya fokus pada tampilan tanpa memperhatikan fungsi, masalah akan muncul seiring waktu.

Contohnya:

  • Desain minimalis tanpa saluran air yang memadai.
  • Aksen dekoratif yang sulit dibersihkan.
  • Perlengkapan yang menghambat aliran air.

Keseimbangan antara estetika dan fungsi adalah kunci kamar mandi yang ideal.


Penutup

Kesalahan saat membangun atau merenovasi kamar mandi sering baru terasa setelah digunakan. Dengan memahami kesalahan umum di atas, Anda bisa merencanakan kamar mandi yang tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga nyaman, aman, dan tahan lama. Perencanaan yang matang sejak awal akan menghemat biaya dan tenaga di masa depan.


Perbedaan Keramik Kamar Mandi yang Mudah Mengalirkan Air dan Tidak.

Pemilihan keramik kamar mandi sering dianggap hanya soal warna dan motif, padahal jenis permukaan keramik sangat berpengaruh terhadap aliran air. Keramik yang tepat akan membantu air cepat mengalir ke saluran pembuangan, sehingga lantai tidak mudah tergenang dan kamar mandi tetap aman digunakan.

Sebaliknya, keramik yang kurang tepat justru membuat air tertahan di permukaan lantai, meninggalkan genangan, dan meningkatkan risiko terpeleset. Untuk menghindari kesalahan dalam memilih, berikut perbedaan keramik kamar mandi yang mudah mengalirkan air dan yang tidak.


1. Tekstur Permukaan Keramik

Keramik yang mudah mengalirkan air. Biasanya memiliki tekstur agak kasar atau berpori halus. Tekstur ini membantu memecah lapisan air sehingga tidak mengumpul di satu titik dan lebih cepat mengalir ke floor drain.

Keramik yang sulit mengalirkan air. Memiliki permukaan sangat halus dan licin, terutama keramik mengkilap (glossy). Air cenderung menyebar dan menggenang karena tidak ada tekstur yang membantu alirannya.


2. Tingkat Kilap Keramik

Keramik doff atau matte. Lebih direkomendasikan untuk kamar mandi karena tidak terlalu licin dan membantu aliran air lebih stabil. Selain itu, keramik doff juga lebih aman saat lantai basah.

Keramik glossy. Memang terlihat bersih dan mewah, tetapi kurang cocok untuk area basah. Air lebih mudah menggenang dan lantai menjadi sangat licin saat terkena sabun atau shampoo.


3. Daya Serap Air (Porositas)

Keramik dengan daya serap rendah dan stabil. Mampu mengontrol air di permukaan sehingga tidak cepat menggenang. Biasanya digunakan khusus untuk area basah seperti kamar mandi dan kolam renang.

Keramik dengan daya serap tidak merata. Air bisa tertahan di beberapa bagian lantai, membuat permukaan terlihat selalu basah dan sulit kering.


4. Ukuran dan Bentuk Keramik

Keramik ukuran kecil hingga sedang Lebih mudah mengikuti kemiringan lantai kamar mandi. Nat yang lebih banyak membantu mengarahkan air ke saluran pembuangan.

Keramik ukuran besar Sering menyulitkan pembentukan kemiringan lantai. Jika pemasangan kurang presisi, air akan mudah menggenang di tengah permukaan keramik.


5. Ketebalan dan Kualitas Keramik

Keramik berkualitas baik Memiliki ketebalan dan kepadatan yang konsisten, sehingga pemasangan lebih rapi dan kemiringan lantai bisa dibuat lebih akurat.

Keramik kualitas rendah Sering tidak rata dan mudah melengkung, menyebabkan air tertahan di beberapa titik.


6. Pola dan Motif Permukaan

Motif sederhana atau tekstur alami
Cenderung membantu aliran air karena tidak memiliki lapisan licin berlebihan.

Motif dengan lapisan coating tebal Sering membuat permukaan terlalu licin sehingga air sulit mengalir dan cepat menggenang.


7. Kemudahan Perawatan

Keramik yang mudah mengalirkan air Biasanya tidak mudah meninggalkan bekas air dan sabun, sehingga lantai lebih cepat kering dan bersih.

Keramik yang sulit mengalirkan air sering meninggalkan noda air, kerak sabun, dan lumut karena air terlalu lama berada di permukaan.


Kesimpulan

Keramik kamar mandi yang mudah mengalirkan air umumnya memiliki permukaan doff atau sedikit kasar, ukuran yang tidak terlalu besar, dan kualitas yang baik. Sementara itu, keramik yang terlalu halus, mengkilap, dan berukuran besar cenderung membuat air sulit mengalir dan mudah menggenang.

Dengan memilih keramik yang tepat sejak awal, Anda tidak hanya mendapatkan kamar mandi yang lebih nyaman, tetapi juga lebih aman dan mudah dirawat dalam jangka panjang.


Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top