Dapur sering kali menjadi pusat aktivitas di rumah, mulai dari menyiapkan sarapan hingga memasak hidangan favorit keluarga. Namun, rutinitas memasak yang berlangsung setiap hari tidak jarang meninggalkan udara panas, asap, dan aroma yang menempel di ruangan. Jika dibiarkan, kondisi ini membuat dapur terasa tidak nyaman dan mengurangi kualitas udara di dalam rumah.
Selain itu, bau dari sisa makanan, minyak yang menempel, hingga sampah dapur dapat bertahan lebih lama daripada yang kita bayangkan. Kombinasi antara hawa yang tidak bergerak dan aroma menyengat inilah yang membuat dapur terasa pengap dan kurang sedap. Untungnya, ada banyak langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membuat dapur kembali segar dan nyaman digunakan.

Tips Mengatasi Dapur Pengap dan Bau Tidak Sedap.
1. Maksimalkan Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara adalah kunci utama. Pastikan ada jalur keluar masuk udara yang baik.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Buka jendela ketika memasak.
- Jika memungkinkan, tambahkan jendela baru di area dapur.
- Gunakan pintu dapur yang memiliki ventilasi jalusi.
Sirkulasi udara yang lancar membantu asap dan uap masakan keluar lebih cepat.
2. Gunakan Exhaust Fan atau Cooker Hood
Exhaust fan adalah kipas penyedot udara yang berfungsi mengeluarkan udara panas, bau, asap, serta kelembapan dari dalam ruangan ke luar. Cooker hood adalah alat penyedot asap yang dipasang tepat di atas kompor. Alat ini khusus dirancang untuk menarik asap, uap, dan bau masakan secara langsung dari sumbernya.
Cooker hood cocok untuk dapur modern karena bisa langsung menarik asap di atas kompor. Dan Exhaust fan bisa dipasang pada dinding atau plafon untuk mempercepat pergantian udara.
Keduanya membantu dapur tetap segar meskipun sering memasak makanan berbau kuat seperti ikan, sambal, atau gorengan. Dan silahkan lihat Exhaust fan di Shopee.
3. Rajin Membersihkan Area Kompor dan Dinding
Bau tidak sedap biasanya muncul dari minyak atau sisa makanan yang menempel di sekitar area memasak.
Tipsnya:
- Lap area kompor setelah selesai memasak.
- Bersihkan backsplash setidaknya 2—3 kali seminggu.
- Gunakan campuran air hangat + sabun cuci piring untuk melarutkan minyak.
Semakin bersih, semakin kecil kemungkinan muncul bau yang mengendap.
4. Bersihkan Saluran Pembuangan Secara Berkala
Saluran pembuangan sering menjadi sumber bau tak sedap tanpa kita sadari.
Untuk mencegahnya:
- Tuang air panas ke dalam selokan dapur setiap minggu.
- Gunakan campuran baking soda dan cuka untuk membersihkan kerak serta bau.
- Hindari membuang minyak goreng ke wastafel.
Dengan saluran yang bersih, udara dapur akan terasa lebih fresh.
5. Gunakan Bahan Alami Penghilang Bau
Beberapa bahan alami bisa menyerap bau tak sedap secara efektif:
- Arang aktif
- Kopi bubuk
- Irisan lemon
- Baking soda
- Cuka putih
Letakkan di sudut-sudut dapur atau dekat area memasak agar bau cepat terserap.
6. Jangan Menumpuk Sampah Terlalu Lama
Sampah dapur biasanya mengandung sisa makanan yang mudah membusuk.
Solusinya:
- Gunakan tempat sampah tertutup.
- Buang sampah setiap hari, terutama setelah memasak ikan atau daging.
- Bersihkan wadah sampah minimal seminggu sekali.
Kebiasaan kecil ini sangat membantu mengurangi bau dan membuat dapur lebih bersih. Silahkan baca juga tentang rekomendasi tempat sampah.
7. Gunakan Tanaman Penyegar Udara
Jika area dapur cukup mendapatkan cahaya, kamu bisa menambah tanaman kecil seperti:
- Lidah mertua (Sansevieria)
- Pothos
- Mint
- Rosemary
Tanaman ini bukan hanya mempercantik dapur, tapi juga membantu menyerap udara kotor.
8. Perhatikan Penataan Peralatan Dapur
Dapur yang berantakan membuat aliran udara terhambat dan terasa pengap.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Jangan menempatkan peralatan terlalu dekat dengan kompor.
- Simpan barang yang jarang dipakai di lemari tertutup.
- Pastikan area sink dan kompor tetap lapang.
Penataan yang rapi membuat ruangan terasa lebih luas dan udara lebih mudah bergerak.
Penutup
Mengatasi dapur pengap dan bau tidak sedap sebenarnya tidak sulit. Dengan mengatur sirkulasi udara, menjaga kebersihan, dan menggunakan alat bantu seperti cooker hood, dapur bisa kembali nyaman dan segar.
Dan silahkan baca juga tentang menata dapur kecil supaya terasa lebih luas.
Pembahasan Penting Lainnya.
Penyebab Dapur Cepat Bau dan Cara Mencegahnya.
Dapur adalah area yang paling sering menghasilkan bau, terutama karena proses memasak yang melibatkan minyak, uap, asap, hingga sisa makanan. Namun, jika bau menetap terlalu lama atau muncul hampir setiap hari, itu tandanya ada masalah yang perlu segera diatasi.
Agar dapur tetap segar dan nyaman, penting untuk mengetahui penyebabnya dan cara mencegahnya.
1. Sisa Makanan yang Tidak Langsung Dibersihkan
Sisa makanan yang menempel di meja dapur, kompor, atau lantai dapat menghasilkan bau tidak sedap jika dibiarkan terlalu lama.
Pencegahan:
- Bersihkan meja dapur setiap selesai memasak.
- Lap area kompor setelah menggoreng atau menumis.
- Jangan biarkan tumpahan makanan mengering.
Kebiasaan kecil ini sangat membantu mencegah bau mengendap.
2. Tempat Sampah Menumpuk dan Tidak Tertutup
Sampah dapur biasanya berisi sisa bahan makanan, kulit bawang, potongan daging, atau tulang ikan yang mudah membusuk.
Pencegahan:
- Gunakan tempat sampah yang memiliki tutup rapat.
- Buang sampah setiap hari, terutama setelah memasak bahan berbau kuat.
- Cuci tempat sampah minimal seminggu sekali.
Sampah adalah salah satu sumber bau paling umum yang sering diabaikan.
3. Saluran Wastafel Kotor atau Mampet
Sisa minyak dan makanan yang mengendap di pipa bisa menimbulkan bau busuk yang merembes ke seluruh dapur.
Pencegahan:
- Tuang air panas ke saluran pembuangan seminggu sekali.
- Bersihkan menggunakan campuran baking soda + cuka.
- Hindari membuang minyak goreng ke wastafel.
Saluran pembuangan yang bersih membuat dapur tetap segar.
4. Ventilasi Udara Buruk
Dapur yang tertutup rapat tanpa ventilasi membuat asap dan uap masakan mengendap di dalam ruangan, menyebabkan bau bertahan lebih lama.
Pencegahan:
- Pastikan ada jendela atau ventilasi di dapur.
- Gunakan exhaust fan atau cooker hood untuk memperlancar sirkulasi udara.
- Buka pintu atau jendela selama proses memasak.
Ventilasi yang baik adalah kunci dapur bebas bau.
5. Filter Cooker Hood Kotor
Jika kamu menggunakan cooker hood, filter yang penuh minyak akan membuat sedotan melemah sehingga bau tidak terangkat.
Pencegahan:
- Bersihkan filter minimal sebulan sekali.
- Rendam filter dalam air panas dan sabun agar minyak cepat larut.
- Ganti filter karbon jika sudah melemah.
Cooker hood yang bersih sangat efektif mengurangi bau masakan.
6. Wajan atau Peralatan Masak yang Lama Tidak Dibersihkan dengan Benar
Minyak dan bumbu yang menempel di bagian bawah alat masak bisa menghasilkan bau saat dipanaskan kembali.
Pencegahan:
- Cuci alat masak sesegera mungkin setelah selesai digunakan.
- Pastikan tidak ada bumbu atau minyak yang tertinggal di sela-sela.
- Gunakan air panas untuk membersihkan wajan berminyak.
Peralatan masak yang bersih = dapur yang bebas bau.
7. Kain Lap atau Spons yang Sudah Bau
Kain lap yang lembap dan kotor bisa jadi sumber bau yang tidak terlihat.
Pencegahan:
- Ganti spons setiap 1–2 minggu.
- Cuci kain lap setiap hari.
- Hindari menyimpan kain dalam keadaan basah.
Meskipun kecil, kain lap sangat berpengaruh pada aroma dapur.
8. Minyak Mengendap di Dinding, Lemari, atau Plafon
Saat memasak, partikel minyak akan menempel di permukaan dapur. Lama-kelamaan, minyak yang menumpuk bisa menghasilkan bau apek.
Pencegahan:
- Lap dinding dekat kompor secara rutin.
- Gunakan backsplash agar mudah dibersihkan.
- Bersihkan permukaan lemari dapur secara berkala.
Minyak yang menumpuk sering jadi penyebab bau “nggak jelas” di dapur.
Penutup
Dapur yang cepat bau bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa menjadi tanda bahwa kebersihan atau sirkulasi udara tidak maksimal. Dengan mengetahui penyebabnya dan melakukan pencegahan sejak awal, dapur bisa tetap segar meskipun sering digunakan untuk memasak.
Cara Membersihkan Minyak di Dapur yang Menempel di Dinding dan Plafon.
Saat memasak, terutama menggoreng, minyak biasanya akan ikut menguap dan menempel pada dinding atau bahkan plafon dapur. Jika dibiarkan terlalu lama, permukaannya akan menjadi lengket, kusam, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Selain mengganggu penampilan dapur, lapisan minyak yang menumpuk juga bisa menarik debu dan membuat dapur terasa pengap.
Supaya dapur kembali bersih dan nyaman, berikut cara efektif membersihkan minyak yang menempel di dinding dan plafon.
1. Bersihkan Menggunakan Air Hangat + Sabun Cuci Piring
Ini adalah cara paling sederhana dan efektif untuk mengangkat minyak.
Caranya:
- Siapkan air hangat dalam ember kecil.
- Tambahkan sabun cuci piring secukupnya.
- Aduk hingga berbusa.
- Celupkan kain microfiber atau spons lembut ke dalam campuran.
- Gosok perlahan area dinding atau plafon yang berminyak.
Air hangat akan membantu melarutkan minyak sehingga lebih mudah dibersihkan.
2. Gunakan Campuran Baking Soda untuk Noda yang Membandel
Jika minyak sudah menumpuk cukup lama, hanya sabun saja biasanya kurang efektif.
Langkah-langkahnya:
- Campurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta.
- Oleskan pasta ke bagian dinding yang berminyak.
- Diamkan 5–10 menit.
- Gosok perlahan menggunakan spons.
- Bilas dengan kain basah.
Baking soda aman untuk kebanyakan jenis dinding dan efektif mengangkat minyak keras.
3. Cuka Putih sebagai Penghilang Minyak Alami
Cuka putih memiliki sifat asam yang dapat memecah minyak dengan cepat.
Caranya:
- Campur cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1.
- Masukkan ke dalam botol semprot.
- Semprotkan ke area yang kotor.
- Diamkan sekitar 3–5 menit.
- Lap dengan kain bersih.
Cuka juga membantu menghilangkan bau minyak yang menempel di dapur.
4. Gunakan Sabun Krim Khusus Pengangkat Lemak
Jika permukaan dinding atau plafon sangat berminyak, kamu bisa menggunakan sabun krim (cream cleanser) yang memang diformulasikan untuk lemak bandel.
Keunggulannya:
- Lebih kuat mengangkat minyak lama.
- Bisa digunakan untuk keramik, backsplash, hingga permukaan logam.
Pastikan setelah menggosok, permukaan dibilas dengan air bersih agar tidak meninggalkan residu.
5. Untuk Plafon, Gunakan Alat Bertangkai Panjang
Membersihkan plafon tidak sama dengan membersihkan dinding—kamu perlu alat bantu.
Tips aman dan efektif:
- Gunakan stick pembersih atau mop microfiber dengan gagang panjang.
- Basahi mop dengan campuran sabun dan air hangat.
- Lap secara perlahan agar air tidak menetes terlalu banyak.
- Hindari tekanan terlalu keras, terutama jika plafon menggunakan gypsum atau finishing cat tertentu.
Jika plafon terbuat dari PVC, prosesnya lebih mudah karena permukaannya tidak menyerap minyak.
6. Gunakan Air Panas dan Kain Tebal untuk Area yang Sangat Berminyak
Untuk bagian yang penuh dengan minyak mengeras, misalnya tepat di atas kompor:
- Rendam kain tebal di air panas.
- Peras sedikit.
- Tempelkan pada area berminyak selama 1 menit.
- Lap selanjutnya dengan sabun.
Uap panas dari kain membantu melembutkan minyak sehingga lebih mudah dibersihkan.
7. Jangan Gunakan Bahan yang Terlalu Kasar
Hindari:
- Sikat kawat
- Amplas
- Spons kasar bertekstur logam
Bahan-bahan tersebut bisa merusak cat dinding, menggores permukaan keramik, bahkan membuat noda minyak semakin terlihat.
8. Bersihkan Secara Rutin untuk Mencegah Penumpukan
Agar tidak perlu melakukan pembersihan berat, lakukan perawatan ringan secara rutin:
- Lap backsplash setiap selesai memasak.
- Bersihkan area dekat kompor 2–3 kali seminggu.
- Gunakan cooker hood atau exhaust fan untuk mengurangi uap minyak.
Semakin rutin dibersihkan, semakin mudah menghilangkan noda minyak.
Penutup
Minyak yang menempel pada dinding dan plafon dapur memang bisa mengganggu, tapi dengan bahan sederhana seperti air hangat, baking soda, dan cuka, masalah ini sebenarnya mudah diatasi. Kuncinya adalah rutin membersihkan area yang sering terkena uap masakan, serta menggunakan teknik yang tepat sesuai jenis permukaannya.
Rekomendasi Bahan Pengharum Alami untuk Dapur agar Tetap Segar.
Dapur adalah area yang paling mudah menghasilkan bau tidak sedap, mulai dari bau asap, minyak, sisa makanan, hingga sampah organik. Walaupun sudah dibersihkan, kadang aroma tidak enak tetap terasa. Salah satu cara yang aman dan efektif untuk mengatasinya adalah menggunakan pengharum alami.
Bahan pengharum alami tidak hanya lebih aman karena bebas bahan kimia, tapi juga mudah didapat, murah, dan bisa digunakan kapan saja.
Berikut beberapa rekomendasi bahan alami yang bisa membuat dapur tetap segar sepanjang hari.
1. Lemon Segar
Lemon adalah bahan paling populer untuk menghilangkan bau.
Manfaat:
- Aromanya menyegarkan.
- Ampuh menyerap bau makanan dan minyak.
- Bisa dipakai untuk membersihkan permukaan dapur.
Cara pakai:
- Iris lemon dan letakkan di mangkuk kecil.
- Rebus air + irisan lemon agar aromanya menyebar ke seluruh dapur.
- Gosokkan irisan lemon ke talenan atau wastafel untuk menghilangkan bau.
2. Baking Soda
Bahan ini terkenal sebagai penyerap bau alami yang sangat efektif.
Manfaat:
- Menetralkan bau tidak sedap.
- Bisa menyerap bau dari sampah, kulkas, atau area lembap.
Cara pakai:
- Masukkan baking soda ke wadah kecil dan letakkan di dekat tempat sampah.
- Taburkan sedikit di wastafel lalu siram air panas.
- Taruh dalam lemari penyimpanan untuk menghilangkan bau apek.
3. Kopi Bubuk
Aroma kopi ampuh mengusir bau masakan seperti ikan atau bawang.
Manfaat:
- Aromanya kuat dan cepat menyerap bau.
- Mudah ditemukan di dapur.
Cara pakai:
- Letakkan bubuk kopi dalam mangkuk kecil.
- Bisa juga menggunakan ampas kopi yang sudah dikeringkan.
4. Arang Aktif
Arang aktif adalah penyerap bau paling efektif di ruang tertutup.
Manfaat:
- Menyerap bau kuat dalam waktu singkat.
- Bisa dipakai di area panas maupun lembap.
Cara pakai:
- Tempatkan beberapa potong arang dalam wadah kecil.
- Ganti setiap 2–4 minggu.
5. Cuka Putih
Cuka terkenal ampuh menghilangkan bau membandel, terutama dari minyak dan lemak.
Manfaat:
- Menghilangkan bau sekaligus membunuh bakteri.
- Efektif untuk bau ikan dan bawang.
Cara pakai:
- Rebus campuran air dan cuka agar aromanya menyebar.
- Letakkan segelas cuka di sudut dapur selama beberapa jam.
6. Daun Pandan
Aroma pandan harum lembut dan sangat cocok untuk dapur rumahan.
Manfaat:
- Menghilangkan bau apek.
- Memberikan aroma manis dan khas.
Cara pakai:
- Iris dan letakkan dalam mangkuk kecil.
- Rebus daun pandan agar aromanya lebih kuat.
7. Tanaman Herbal (Mint, Rosemary, Basil)
Selain mempercantik dapur, tanaman herbal memberikan aroma segar alami.
Manfaat:
- Aroma menenangkan.
- Bisa dimanfaatkan untuk memasak juga.
Cara pakai:
- Letakkan pot kecil di dekat jendela dapur.
- Remas daun sedikit saat ingin menguatkan aromanya.
8. Kulit Jeruk
Daripada dibuang, kulit jeruk bisa jadi pengharum alami yang efektif.
Manfaat:
- Wangi segar dan manis.
- Bisa dipadukan dengan rempah seperti kayu manis.
Cara pakai:
- Keringkan kulit jeruk, lalu taruh di mangkuk.
- Rebus kulit jeruk + cengkeh untuk hasil terbaik.
9. Kayu Manis (Cinnamon)
Bau masakan tajam bisa hilang dengan aroma kayu manis yang hangat.
Manfaat:
- Aromanya tahan lama.
- Cocok untuk dapur tertutup.
Cara pakai:
- Rebus batang kayu manis.
- Letakkan bubuk kayu manis dalam wadah kecil.
10. Lilin Aromaterapi dari Bahan Alami
Jika ingin aroma lebih tahan lama, lilin aromaterapi berbahan soy wax atau beeswax adalah pilihan aman.
Pilih aroma seperti:
- Vanilla
- Lavender
- Lemon
- Sandalwood
Pastikan memilih lilin tanpa bahan kimia tambahan agar aman di dapur.
Penutup
Menjaga dapur tetap harum dan segar ternyata tidak harus menggunakan pengharum ruangan berbahan kimia. Dengan bahan alami seperti lemon, baking soda, kopi, hingga tanaman herbal, dapur bisa tetap nyaman dan enak dipakai setiap hari.
Rekomendasi Merk Pengharum Ruangan yang Patut dicoba.
1. Organic Treasure.
Organic Treasure merupakan brand aromaterapi lokal yang berfokus pada produk natural dengan bahan dasar essential oil murni. Banyak digunakan di kamar tidur, ruang tamu, ruang kerja, hingga ruang relaksasi karena aromanya cenderung menenangkan.
Kelebihan:
- Menggunakan essential oil alami tanpa bahan kimia keras.
- Aromanya lembut, elegan, dan tidak membuat pusing.
- Tersedia dalam beberapa pilihan: reed diffuser, room spray, dan essential oil.
- Kemasan estetik cocok sebagai dekorasi ruangan.
Aroma yang Populer:
- White Tea
- Lavender
- Green Tea
- Fresh Cotton
- Ocean Breeze
Aromanya cenderung “clean”, cocok bagi yang tidak suka wangi terlalu kuat.
Cocok Untuk:
- Kamar tidur
- Dapur juga bisa
- Ruang kerja
- Ruang santai
- Ruangan kecil yang butuh wangi lembut
Silahkan coba organic treasure di Shopee.
2. Rumah Wangi Ara.
Rumah Wangi Ara adalah salah satu brand lokal yang sedang naik daun dalam kategori pengharum ruangan alami. Banyak digunakan karena aromanya lembut, elegan, dan tidak terlalu menyengat—cocok untuk rumah modern yang ingin wangi tetapi tetap terasa natural.
Brand ini dikenal dengan produk-produk aromaterapi yang memakai essential oil dan bahan-bahan alami. Brand ini menawarkan wangi yang menenangkan dan premium, mirip aroma hotel atau spa namun dengan harga yang masih ramah.
Kelebihan:
- Menggunakan essential oil berkualitas, bukan fragrance murahan.
- Wanginya lembut, tidak menusuk, dan tidak bikin pusing.
- Produk berupa reed diffuser, room spray, dan essential oil blend.
- Tahan lama, terutama reed diffuser yang bisa bertahan berminggu-minggu.
- Kemasan minimalis dan aesthetic—bagus sebagai dekorasi ruangan.
Aroma Populer:
Beberapa wangi yang banyak dicari pengguna:
- Aromatherapy Fresh Linen – aroma bersih seperti hotel modern.
- Ocean Breeze – wangi segar dan menenangkan.
- Morning Dew – nuansa alami dan lembut.
- Aroma Floral Soft – cocok untuk kamar tidur.
Cocok Untuk Ruangan:
- Kamar tidur
- Ruang tamu
- Ruangan kecil
- Ruang kerja
- Cocok juga untuk Dapur
- Lemari pakaian (untuk room spray)
Silahkan coba pengharum ruangan rumah wangi ara di Shopee.
3. Summer Spring.
Summer Spring adalah merek pengharum ruangan yang dikenal karena aromanya yang lembut, menyegarkan, dan tidak terlalu menusuk. Produk ini mudah ditemukan di minimarket, supermarket, dan marketplace, sehingga banyak dipilih untuk penggunaan sehari-hari di rumah.
Ciri khas Summer Spring adalah aromanya yang ringan serta pilihan varian yang cukup banyak—cocok untuk pengguna yang tidak suka pengharum yang terlalu kuat atau membuat pusing.
Kelebihan Summer Spring
- Aroma lembut dan natural — tidak terlalu kuat, cocok untuk ruang tertutup.
- Harga terjangkau — mudah ditemukan dan ekonomis untuk penggunaan rutin.
- Varian lengkap — tersedia gel, aerosol spray, hingga pengharum gantung.
- Tahan lama — khusus varian gel bisa bertahan hingga beberapa minggu.
- Tidak menyengat — aman untuk kamar tidur, kamar mandi, atau ruang kecil.
Varian Aroma yang Populer
Beberapa aroma Summer Spring yang paling banyak dicari pengguna:
- Lavender – menenangkan, cocok untuk kamar tidur.
- Vanilla – wangi hangat yang lembut.
- Fresh Lemon – segar, cocok untuk dapur dan kamar mandi.
- Ocean Breeze – aroma bersih dan modern.
- Green Tea – lembut dan cocok untuk ruang tamu.
Cocok Digunakan di Area Berikut:
- Kamar tidur
- Kamar mandi
- Ruang tamu
- Dapur (terutama varian lemon atau ocean)
- Lemari atau ruang kecil
Coba sendiri Summer Spring untuk mengetahui kualitasnya.
Cukup sekian semoga bermanfaat. Silahkan baca juga tentang:





