Gorden bukan sekadar penutup jendela, tetapi juga elemen penting yang memengaruhi kenyamanan dan tampilan ruangan. Salah satu jenis gorden yang semakin populer digunakan di rumah maupun apartemen adalah gorden blackout. Sesuai namanya, gorden ini dikenal mampu menghalangi cahaya dengan sangat baik.
Tapi, apakah gorden yang satu ini selalu jadi pilihan terbaik untuk semua ruangan? Yuk, kita bahas lebih lengkap.

Gorden blackout adalah jenis gorden yang dibuat dari kain tebal dengan lapisan khusus sehingga mampu menahan masuknya cahaya dari luar hingga sekitar 90–100%. Berbeda dengan gorden biasa yang masih meneruskan cahaya, gorden blackout membuat ruangan jadi jauh lebih gelap, bahkan di siang hari.
Biasanya, gorden ini memiliki beberapa lapisan kain, atau satu kain tebal dengan coating di bagian belakang. Karena itu, tampilannya terlihat lebih kokoh dan jatuh saat dipasang.
10 Kelebihan Gorden Blackout yang Perlu Kamu Ketahui.
Gorden blackout semakin banyak digunakan di berbagai hunian modern, mulai dari rumah minimalis sampai apartemen. Bukan tanpa alasan, jenis gorden ini menawarkan banyak keunggulan dibanding gorden biasa. Dengan bahan yang lebih tebal dan desain khusus untuk menahan cahaya, gorden blackout mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus tampilan ruangan.
Berikut ini berbagai kelebihan gorden blackout yang perlu kamu ketahui.
1. Menghalangi Cahaya Matahari Secara Maksimal
Kelebihan utama gorden blackout adalah kemampuannya menghalangi masuknya cahaya hingga hampir 100%. Saat gorden ditutup, ruangan bisa tetap gelap meskipun di luar sedang terik matahari. Hal ini sangat bermanfaat untuk kamar tidur, ruang TV, atau ruangan yang membutuhkan kondisi minim cahaya.
Dengan cahaya yang terkontrol, aktivitas seperti tidur, menonton, atau bekerja di depan layar menjadi jauh lebih nyaman tanpa silau.
2. Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
Bagi banyak orang, cahaya adalah salah satu faktor utama yang mengganggu tidur. Gorden blackout membantu menciptakan suasana gelap seperti malam hari, sehingga tubuh lebih mudah beristirahat. Ini sangat cocok untuk kamu yang sering tidur siang, bekerja shift malam, atau tinggal di lingkungan yang lampunya cukup terang.
Tidur yang lebih nyenyak tentu berdampak baik bagi kesehatan dan produktivitas sehari-hari.
3. Menjaga Privasi dengan Lebih Baik
Karena terbuat dari kain tebal, gorden blackout mampu menutup pandangan dari luar secara maksimal. Aktivitas di dalam rumah tidak akan terlihat, baik pada siang maupun malam hari saat lampu menyala. Ini membuat penghuni rumah merasa lebih aman dan nyaman, terutama jika jendela menghadap ke jalan atau rumah tetangga.
4. Membantu Menjaga Suhu Ruangan Tetap Stabil
Gorden blackout juga berfungsi sebagai penghalang panas dan dingin. Di siang hari, gorden ini bisa menahan panas matahari agar tidak langsung masuk ke ruangan. Sementara di malam hari, gorden membantu menjaga agar udara sejuk dari AC tidak cepat keluar.
Dengan suhu ruangan yang lebih stabil, penggunaan AC atau kipas angin bisa lebih efisien dan membantu menghemat energi listrik.
5. Mengurangi Kebisingan dari Luar
Walau tidak sepenuhnya kedap suara, bahan tebal pada gorden blackout mampu membantu meredam suara dari luar, seperti suara kendaraan, hujan, atau aktivitas lingkungan sekitar. Efek ini membuat suasana di dalam ruangan terasa lebih tenang, cocok untuk kamar tidur, ruang kerja, atau ruang belajar.
6. Memberi Kesan Lebih Rapi dan Elegan
Gorden blackout biasanya memiliki jatuhan kain yang bagus dan terlihat kokoh saat terpasang. Hal ini membuat tampilan jendela dan ruangan jadi lebih rapi dan elegan. Banyak pilihan warna dan motif yang bisa disesuaikan dengan konsep interior, baik minimalis, modern, klasik, maupun mewah.
Dengan memilih gorden blackout yang tepat, kamu bisa menjadikannya sebagai elemen dekorasi yang mempercantik ruangan.
7. Melindungi Perabot dari Paparan Sinar Matahari
Paparan sinar matahari langsung dalam jangka panjang bisa membuat warna sofa, karpet, lantai, atau furnitur cepat pudar. Gorden blackout membantu mengurangi efek tersebut dengan menahan sinar UV masuk ke ruangan. Dengan begitu, perabot rumah bisa lebih awet dan tetap terlihat bagus lebih lama.
8. Fleksibel untuk Berbagai Jenis Ruangan
Kelebihan lain dari gorden blackout adalah penggunaannya yang fleksibel. Gorden ini cocok dipasang di berbagai ruangan, seperti kamar tidur, ruang keluarga, ruang kerja, kamar anak, hingga ruang tamu tertentu. Bahkan, di apartemen atau rumah dengan jendela besar, gorden blackout sangat membantu mengontrol cahaya yang masuk.
9. Memberi Kontrol Cahaya yang Lebih Baik
Dengan gorden blackout, kamu bisa mengatur seberapa banyak cahaya yang ingin masuk ke ruangan hanya dengan membuka atau menutup gorden. Jika dipadukan dengan gorden tipis (sheer), kamu bisa mendapatkan cahaya lembut di siang hari dan menutup total saat dibutuhkan.
Kontrol ini membuat ruangan terasa lebih nyaman sepanjang hari.
10. Investasi Kenyamanan Jangka Panjang
Meski harganya cenderung lebih tinggi dibanding gorden biasa, gorden blackout bisa dianggap sebagai investasi jangka panjang. Manfaatnya dalam meningkatkan kualitas tidur, kenyamanan ruangan, menjaga privasi, dan melindungi perabot membuat nilainya sepadan untuk penggunaan jangka lama.
Penutup
Gorden blackout memiliki banyak kelebihan yang menjadikannya pilihan favorit untuk hunian modern. Mulai dari menghalangi cahaya secara maksimal, meningkatkan kualitas tidur, menjaga privasi, membantu mengatur suhu, hingga mempercantik tampilan ruangan. Dengan semua manfaat tersebut, tak heran jika gorden blackout semakin diminati oleh banyak orang.
Jika kamu menginginkan ruangan yang lebih nyaman, tenang, dan terlihat rapi, gorden blackout bisa menjadi solusi yang tepat untuk rumahmu.
Silahkan baca juga tentang tips membeli gorden berkualitas.
4 Kekurangan Gorden Blackout yang Patut dipertimbangkan.
Di balik kelebihannya, gorden ini juga punya beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:
1. Harga Relatif Lebih Mahal.
Dibandingkan gorden tipis atau gorden biasa, harga gorden blackout umumnya lebih tinggi karena bahan dan proses pembuatannya lebih kompleks.
2. Ruangan Bisa Terasa Lebih Gelap.
Karena sangat efektif menahan cahaya, ruangan bisa menjadi terlalu gelap jika gorden selalu tertutup. Untuk beberapa orang, kondisi ini kurang nyaman di siang hari.
3. Bobot Lebih Berat.
Bahannya yang tebal membuat gorden blackout lebih berat, sehingga membutuhkan rel gorden dan penyangga yang kuat agar tidak mudah melengkung atau rusak.
4. Perawatan Sedikit Lebih Rumit.
Kain tebal cenderung menyerap debu. Selain itu, beberapa jenis blackout tidak disarankan sering dicuci dengan mesin karena lapisan coating bisa rusak, sehingga perlu perawatan lebih hati-hati.
Silahkan baca juga tentang mengatasi gorden yang sudah berjamur.
7 Kegunaan Gorden Blackout di Berbagai Ruangan.
Gorden blackout dikenal karena kemampuannya menghalangi cahaya secara maksimal. Namun, kegunaannya tidak hanya soal membuat ruangan gelap, tapi juga berkaitan dengan kenyamanan, privasi, hingga suasana ruang. Setiap ruangan di rumah memiliki kebutuhan berbeda, dan gorden blackout bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya.
Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Kamar Tidur: Tidur Lebih Nyenyak dan Berkualitas
Di kamar tidur, gorden blackout sangat berguna untuk menciptakan suasana gelap yang mendukung kualitas tidur. Cahaya matahari pagi atau lampu dari luar rumah sering kali mengganggu, terutama bagi orang yang sensitif terhadap cahaya atau bekerja dengan jadwal malam.
Dengan gorden blackout, kamar tetap gelap meski di siang hari, sehingga tidur lebih nyenyak. Selain itu, gorden ini juga membantu menjaga suhu kamar agar tetap sejuk dan nyaman.
2. Ruang Keluarga atau Ruang TV: Nonton Lebih Nyaman
Pantulan cahaya di layar TV sering membuat mata cepat lelah dan mengurangi kenyamanan saat menonton. Gorden blackout membantu mengurangi silau dari sinar matahari, sehingga gambar di layar terlihat lebih jelas.
Ruangan juga terasa lebih fokus dan hangat untuk berkumpul bersama keluarga, terutama saat menonton film atau acara favorit di siang hari.
3. Ruang Kerja atau Home Office: Fokus Tanpa Silau
Untuk ruang kerja di rumah, pencahayaan yang terlalu terang bisa menimbulkan pantulan di layar komputer dan mengganggu konsentrasi. Gorden blackout memungkinkan kamu mengatur intensitas cahaya sesuai kebutuhan.
Dengan cahaya yang lebih terkendali, mata tidak cepat lelah dan suasana kerja jadi lebih nyaman, sehingga produktivitas pun meningkat.
4. Kamar Bayi dan Anak: Membantu Pola Tidur Lebih Teratur
Bayi dan anak-anak membutuhkan waktu tidur yang cukup, termasuk di siang hari. Gorden blackout sangat membantu menciptakan suasana tenang dan gelap, menyerupai kondisi malam, sehingga anak lebih mudah tertidur.
Selain itu, gorden ini juga menjaga privasi dan membuat kamar terasa lebih nyaman untuk aktivitas bermain maupun istirahat.
5. Ruang Tamu: Privasi dan Kenyamanan Tamu
Di ruang tamu, gorden blackout berguna untuk menjaga privasi, terutama jika jendela menghadap jalan atau rumah tetangga. Saat sore hari, cahaya matahari yang masuk berlebihan juga bisa membuat ruangan terasa panas dan silau.
Dengan gorden blackout, ruang tamu jadi lebih sejuk, nyaman, dan tamu pun merasa lebih betah.
6. Apartemen atau Rumah di Area Ramai: Mengurangi Gangguan dari Luar
Untuk hunian di pinggir jalan, dekat pusat keramaian, atau di lantai tinggi apartemen, gorden blackout membantu menahan cahaya lampu dari luar pada malam hari dan sedikit meredam suara bising.
Hasilnya, suasana dalam ruangan terasa lebih tenang dan privat, meski lingkungan di luar cukup ramai.
7. Ruang Serbaguna: Fleksibel untuk Berbagai Aktivitas
Ruang serbaguna seperti ruang belajar, ruang ibadah, atau ruang hobi juga bisa memanfaatkan gorden blackout. Saat dibutuhkan suasana lebih tenang dan fokus, gorden bisa ditutup. Saat ingin cahaya alami masuk, gorden bisa dibuka kembali.
Fleksibilitas ini membuat satu ruangan bisa digunakan untuk berbagai aktivitas dengan nyaman.
Penutup
Gorden blackout bukan hanya cocok untuk kamar tidur, tetapi juga bermanfaat di banyak ruangan lain seperti ruang keluarga, ruang kerja, kamar anak, hingga ruang tamu. Fungsi utamanya adalah mengontrol cahaya, menjaga privasi, dan meningkatkan kenyamanan sesuai kebutuhan tiap ruangan.
Dengan menempatkan gorden blackout di ruangan yang tepat, kamu bisa menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman, tenang, dan fungsional untuk seluruh anggota keluarga.
Silahkan baca juga tips memadukan gorden dengan warna dinding.
Pembahasan Penting Lainnya.
Tips Memilih Gorden Blackout yang Tepat untuk Rumah.
Memilih gorden blackout tidak bisa asal pilih warna atau motif saja. Karena fungsinya cukup penting untuk menghalangi cahaya dan menjaga kenyamanan ruangan, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar gorden yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan.
1. Tentukan Tingkat Blackout Sesuai Kebutuhan
Gorden blackout punya tingkat kemampuan menahan cahaya yang berbeda, biasanya di kisaran 80%, 90%, hingga 100%.
- 80–90%: masih ada sedikit cahaya masuk, cocok untuk ruang keluarga atau ruang kerja.
- 100%: hampir tidak ada cahaya yang tembus, ideal untuk kamar tidur atau ruang home theater.
Sesuaikan dengan aktivitas di ruangan tersebut agar tidak terlalu gelap atau justru kurang maksimal.
2. Pilih Bahan yang Tebal dan Berkualitas
Perhatikan tekstur kainnya. Gorden blackout yang bagus terasa tebal, jatuh, dan tidak mudah kusut. Biasanya terbuat dari polyester tebal dengan lapisan khusus di bagian belakang.
Bahan yang berkualitas akan lebih awet, tidak mudah pudar, dan tetap efektif menghalangi cahaya meski dipakai lama.
3. Sesuaikan Warna dengan Interior Ruangan
Warna gorden sangat memengaruhi suasana ruangan.
- Warna gelap (hitam, navy, cokelat tua) lebih maksimal menahan cahaya.
- Warna terang (abu muda, krem, pastel) memberi kesan ruangan lebih luas dan bersih, meski daya tahan cahayanya sedikit berkurang.
Pilih warna yang selaras dengan cat dinding dan furnitur agar ruangan terlihat serasi.
4. Ukur Jendela dengan Tepat
Sebelum membeli, ukur lebar dan tinggi jendela dengan teliti. Idealnya, lebar gorden dibuat 1,5–2 kali lebar jendela agar lipatannya terlihat rapi dan bisa menutup rapat tanpa celah.
Untuk panjang, gorden bisa dibuat menyentuh lantai agar terlihat lebih elegan dan menutup cahaya dari bawah.
5. Perhatikan Jenis Rel dan Gantungan
Karena bobot gorden blackout cukup berat, pastikan rel dan gantungannya kuat. Rel dari besi atau aluminium tebal biasanya lebih tahan lama dibanding plastik.
Selain itu, pilih model rel yang mudah digeser agar gorden tidak seret saat dibuka dan ditutup.
6. Cek Kemudahan Perawatan
Tidak semua gorden blackout aman dicuci dengan mesin. Ada yang perlu dry clean agar lapisan belakangnya tidak rusak.
Sebelum membeli, sebaiknya tanyakan:
- Apakah bisa dicuci sendiri di rumah?
- Seberapa sering perlu dibersihkan?
Memilih yang mudah dirawat akan menghemat waktu dan biaya ke depannya.
7. Sesuaikan dengan Anggaran
Harga gorden blackout cukup bervariasi tergantung bahan, ukuran, dan merek. Tentukan budget dari awal, lalu pilih produk dengan kualitas terbaik di rentang harga tersebut.
Ingat, gorden adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan ruangan, jadi tidak selalu harus yang paling murah.
8. Pertimbangkan Model dan Motif
Selain polos, gorden blackout juga tersedia dalam berbagai motif dan tekstur. Untuk ruangan minimalis, warna polos lebih aman. Sementara untuk ruangan bergaya klasik atau dekoratif, motif bisa jadi aksen menarik.
Pilih model yang tidak mudah membuat ruangan terlihat “ramai”.
9. Pastikan Menutup Rapat Tanpa Celah
Agar fungsi blackout maksimal, pastikan gorden bisa menutup seluruh area jendela tanpa menyisakan celah di samping atau atas. Jika perlu, pilih ukuran sedikit lebih lebar atau gunakan rel yang menjorok keluar dari sisi jendela.
10. Cek Review atau Contoh Produk
Jika membeli online, jangan lupa melihat ulasan pembeli dan foto asli produk. Ini membantu memastikan warna, ketebalan, dan kualitas sesuai dengan yang dijanjikan penjual.
Penutup
Dengan memperhatikan tips di atas, kamu bisa memilih gorden blackout yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga benar-benar fungsional. Gorden yang tepat akan membuat ruangan lebih nyaman, privasi terjaga, dan tampilan rumah jadi lebih rapi serta elegan.
Kesalahan Umum Saat Memasang Gorden Blackout dan Cara Menghindarinya.
Gorden jenis ini sering dipilih karena kemampuannya menghalangi cahaya dan menjaga privasi ruangan. Namun, meski bahannya sudah bagus, hasil akhirnya bisa kurang maksimal jika pemasangannya tidak tepat. Banyak orang melakukan kesalahan kecil saat memasang gorden blackout, yang akhirnya membuat gorden tidak berfungsi optimal atau tampilan ruangan jadi kurang rapi.
Supaya hal ini tidak terjadi, yuk kenali kesalahan umum berikut beserta cara menghindarinya.
1. Salah Mengukur Ukuran Jendela
Mengukur jendela terlalu pas dengan lebar dan tinggi kusen, tanpa memberi tambahan ukuran untuk lipatan dan penutupan samping. Akibatnya, gorden tidak menutup rapat dan cahaya masih masuk dari celah.
Cara Menghindarinya:
Ukur lebar jendela lalu tambahkan sekitar 20–30 cm di setiap sisi agar gorden bisa menutup lebih rapat. Untuk tinggi, ukur dari posisi rel sampai ke panjang yang diinginkan (menyentuh lantai atau sedikit menggantung).
2. Memilih Rel atau Batang yang Tidak Kuat
Menggunakan rel tipis atau batang gorden biasa untuk menahan gorden blackout yang berat. Ini bisa membuat rel melengkung, longgar, atau bahkan jatuh.
Cara Menghindarinya:
Pilih rel atau batang gorden yang kokoh dan khusus untuk gorden berat, seperti rel aluminium tebal atau besi. Pastikan juga bracket terpasang kuat di dinding atau plafon.
3. Posisi Rel Terlalu Rendah
Memasang rel tepat di atas kusen jendela. Selain membuat gorden terlihat pendek, cara ini juga membuka peluang cahaya masuk dari bagian atas.
Cara Menghindarinya:
Pasang rel 10–20 cm di atas kusen atau mendekati plafon. Selain lebih efektif menutup cahaya, ruangan juga terlihat lebih tinggi dan lega.
4. Lebar Gorden Terlalu Pas
Memilih lebar gorden sama persis dengan lebar jendela, tanpa mempertimbangkan lipatan. Saat ditutup, gorden jadi ketarik dan tidak jatuh dengan indah.
Cara Menghindarinya:
Gunakan gorden dengan lebar 1,5–2 kali lebar jendela agar lipatannya terlihat penuh dan cahaya bisa tertutup maksimal.
5. Mengabaikan Celah Samping dan Bawah
Membiarkan celah di sisi kanan-kiri atau bagian bawah gorden, sehingga cahaya masih bisa masuk dan fungsi blackout jadi kurang optimal.
Cara Menghindarinya:
Pastikan gorden lebih lebar dari jendela dan panjangnya mendekati lantai. Jika perlu, gunakan model floor-length atau tambahkan overlap di tengah.
6. Salah Memilih Model Gantungan
Menggunakan ring atau kait yang kurang sesuai, sehingga gorden sulit digeser atau tidak menutup rapat.
Cara Menghindarinya:
Pilih gantungan yang halus saat digeser dan sesuai dengan rel atau batang. Untuk blackout, sistem rel dengan roller biasanya lebih rapi dan mudah digunakan.
7. Tidak Memperhatikan Arah Bukaan
Memasang gorden tanpa memikirkan arah buka-tutup, sehingga saat dibuka malah menutupi jendela atau mengganggu akses.
Cara Menghindarinya:
Tentukan sejak awal apakah gorden akan dibuka ke kiri, kanan, atau tengah, lalu sesuaikan posisi sambungan dan penahan gorden.
8. Mengabaikan Kondisi Dinding atau Plafon
Memasang bracket di dinding yang rapuh atau tanpa fisher yang tepat, sehingga seiring waktu gorden bisa turun atau copot.
Cara Menghindarinya:
Gunakan fisher dan sekrup sesuai jenis dinding (beton, bata, atau gypsum). Jika ragu, lebih baik minta bantuan tukang.
9. Tidak Mengombinasikan dengan Gorden Tipis
Hanya memasang gorden blackout tanpa lapisan gorden tipis (sheer), sehingga saat ingin cahaya masuk, gorden harus dibuka penuh dan privasi berkurang.
Cara Menghindarinya:
Gunakan kombinasi blackout + sheer. Siang hari bisa pakai sheer untuk cahaya lembut, malam hari tutup blackout untuk privasi dan gelap maksimal.
10. Memasang Tanpa Mengecek Ulang Hasil Akhir
Setelah terpasang, tidak mengecek apakah gorden sudah lurus, rel sejajar, dan penutupan benar-benar rapat.
Cara Menghindarinya:
Setelah pemasangan, coba buka-tutup gorden, periksa celah cahaya, dan pastikan semua sekrup kencang. Perbaiki langsung jika ada yang kurang pas.
Kesimpulan
Gorden blackout bisa berfungsi maksimal jika dipasang dengan cara yang tepat. Kesalahan seperti salah ukur, rel yang tidak kuat, posisi pemasangan yang kurang tinggi, hingga mengabaikan celah cahaya sering terjadi dan membuat hasilnya kurang optimal. Dengan memahami kesalahan umum di atas dan cara menghindarinya, kamu bisa mendapatkan gorden blackout yang tidak hanya rapi secara tampilan, tetapi juga efektif dalam menghalangi cahaya dan menjaga kenyamanan ruangan.
Apakah Gorden Blackout Bisa Menghemat Listrik? Ini Penjelasannya.
Banyak orang memilih gorden blackout karena kemampuannya menghalangi cahaya dan menjaga privasi. Tapi, tahukah kamu kalau gorden jenis ini juga sering disebut bisa membantu menghemat listrik? Apakah benar demikian, atau hanya sekadar mitos? Artikel ini akan membahasnya secara sederhana agar mudah dipahami.
Cara Gorden Blackout Mempengaruhi Penggunaan Listrik
Penghematan listrik di rumah biasanya berkaitan dengan penggunaan AC, kipas angin, dan lampu. Nah, gorden blackout punya peran tidak langsung dalam hal ini karena mampu mengontrol masuknya panas dan cahaya dari luar.
Gorden blackout terbuat dari kain tebal dengan lapisan khusus yang bisa menahan sinar matahari. Ketika sinar matahari terhalang, panas yang masuk ke dalam ruangan juga berkurang. Inilah yang menjadi kunci potensi penghematan listrik.
Membantu Mengurangi Beban Kerja AC
Salah satu konsumsi listrik terbesar di rumah berasal dari AC. Saat sinar matahari masuk melalui jendela, suhu ruangan akan naik, sehingga AC harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan.
Dengan gorden blackout:
- Panas matahari bisa tertahan sebelum masuk ke ruangan.
- Suhu ruangan lebih stabil.
- AC tidak perlu sering menyala atau bekerja terlalu berat.
Akibatnya, penggunaan listrik dari AC bisa lebih efisien, terutama di siang hari yang terik.
Menjaga Suhu Ruangan di Malam Hari
Tidak hanya siang hari, di malam hari gorden blackout juga membantu menahan udara dingin di dalam ruangan agar tidak cepat keluar melalui jendela. Kain tebalnya berfungsi seperti lapisan tambahan yang mengurangi pertukaran suhu.
Hasilnya, ruangan tetap sejuk lebih lama, dan AC tidak perlu sering menyala kembali. Ini juga berkontribusi pada penghematan listrik.
Mengurangi Penggunaan Lampu? Tergantung Situasi
Di sisi lain, karena gorden blackout menghalangi cahaya masuk, ruangan bisa menjadi lebih gelap di siang hari. Jika gorden terus tertutup, kamu mungkin justru perlu menyalakan lampu lebih awal.
Artinya, dari sisi pencahayaan:
- Jika gorden dibuka saat tidak diperlukan, cahaya alami tetap bisa dimanfaatkan.
- Jika selalu tertutup, bisa menambah penggunaan lampu.
Jadi, kuncinya ada pada cara penggunaan, bukan hanya jenis gordennya.
Lebih Efektif Jika Dipadukan dengan Penggunaan yang Tepat
Agar benar-benar membantu menghemat listrik, gorden blackout sebaiknya digunakan secara cerdas, misalnya:
- Menutup gorden di siang hari saat matahari terik, terutama di jendela yang menghadap barat atau timur.
- Membuka gorden saat cuaca tidak terlalu panas untuk memanfaatkan cahaya alami.
- Menutup gorden di malam hari untuk menjaga suhu ruangan tetap stabil.
Dengan pola ini, kamu bisa menekan kerja AC tanpa harus mengorbankan pencahayaan alami.
Apakah Penghematannya Terasa?
Secara praktik, gorden blackout memang tidak langsung menurunkan tagihan listrik secara drastis. Namun, jika digunakan secara konsisten, terutama di ruangan ber-AC dan jendela besar, efeknya bisa terasa dalam jangka panjang.
Beberapa faktor yang memengaruhi besarnya penghematan antara lain:
- Luas dan arah jendela.
- Intensitas sinar matahari yang masuk.
- Seberapa sering AC digunakan.
- Kualitas dan tingkat blackout gordennya (80%, 90%, hingga 100%).
Semakin besar paparan panas yang bisa ditahan, semakin besar pula potensi penghematannya.
Perbandingan dengan Gorden Biasa
Dibandingkan gorden tipis atau gorden biasa, gorden blackout jauh lebih efektif dalam menahan panas. Gorden biasa hanya mengurangi silau, tapi panas tetap bisa menembus dan membuat ruangan cepat hangat.
Karena itu, dari sisi efisiensi energi, gorden blackout punya nilai lebih.
Kesimpulan
Jadi, apakah gorden blackout bisa menghemat listrik?
Jawabannya: bisa, tapi secara tidak langsung.
Gorden blackout membantu menahan panas matahari dan menjaga suhu ruangan lebih stabil, sehingga AC tidak perlu bekerja terlalu keras. Dengan penggunaan yang tepat, hal ini dapat berkontribusi pada penghematan listrik, meskipun bukan satu-satunya faktor penentu.
Jika rumahmu sering terasa panas di siang hari dan penggunaan AC cukup tinggi, gorden blackout bisa menjadi solusi sederhana untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus membantu efisiensi energi.
Pengaruh Warna Gorden Blackout terhadap Suasana dan Pencahayaan Ruangan.
Saat memilih gorden blackout, banyak orang hanya fokus pada ketebalan dan kemampuannya menahan cahaya. Padahal, warna juga punya peran besar dalam menentukan suasana ruangan dan bagaimana cahaya terasa di dalamnya. Warna yang tepat bisa membuat ruangan terasa lebih nyaman, luas, hangat, atau justru lebih tenang.
Bagian ini akan membahas bagaimana warna gorden blackout memengaruhi suasana dan pencahayaan ruangan, serta tips memilihnya sesuai kebutuhan.
Mengapa Warna Itu Penting?
Meski sama-sama berfungsi menghalangi cahaya, tiap warna memiliki karakter berbeda dalam menyerap atau memantulkan cahaya. Selain itu, warna juga memengaruhi psikologis penghuni ruangan. Karena gorden biasanya menutup area cukup besar di dinding, warnanya akan sangat terasa dampaknya pada keseluruhan tampilan interior.
Dengan memilih warna yang tepat, kamu bisa:
- Mengontrol terang–gelap ruangan.
- Menciptakan suasana tertentu (hangat, sejuk, tenang, atau elegan).
- Menyelaraskan gorden dengan konsep desain interior.
Pengaruh Warna Gelap pada Gorden Blackout
Warna gelap seperti hitam, abu tua, navy, cokelat tua, atau maroon sering dipilih untuk gorden blackout.
Dampaknya terhadap ruangan:
- Menahan cahaya lebih maksimal. Warna gelap menyerap cahaya lebih baik, sehingga ruangan bisa jadi sangat gelap saat gorden tertutup.
- Memberi kesan tenang dan dramatis. Cocok untuk kamar tidur atau ruang home theater.
- Terasa lebih hangat dan intim. Ruangan terasa lebih “tertutup” dan cozy.
Perlu diperhatikan:
Di ruangan kecil, warna gelap bisa membuat ruangan terasa lebih sempit jika tidak diimbangi pencahayaan dan warna dinding yang terang.
Pengaruh Warna Terang pada Gorden Blackout
Warna terang seperti putih, krem, beige, abu muda, atau pastel juga banyak digunakan.
Dampaknya terhadap ruangan:
- Ruangan terasa lebih terang dan lapang. Meski blackout, warna terang tetap memantulkan sedikit cahaya sehingga ruangan tidak terasa terlalu gelap.
- Memberi kesan bersih dan luas. Cocok untuk ruang tamu, ruang keluarga, atau apartemen kecil.
- Mudah dipadukan dengan interior. Warna netral cenderung aman untuk berbagai konsep desain.
Perlu diperhatikan:
Efek menahan cahaya bisa sedikit berkurang dibanding warna gelap, terutama jika kualitas kainnya standar. Pilih yang punya lapisan blackout bagus agar tetap optimal.
Warna Hangat dan Warna Dingin: Bedanya Apa?
Selain terang dan gelap, warna juga bisa dibagi menjadi warna hangat dan dingin.
Warna Hangat
Contohnya: cokelat, krem, mustard, terracotta, oranye lembut.
Efeknya:
- Menciptakan suasana hangat dan nyaman.
- Cocok untuk ruang keluarga dan kamar tidur.
- Membuat ruangan terasa lebih ramah dan akrab.
Warna Dingin
Contohnya: biru, hijau, abu-abu, ungu lembut.
Efeknya:
- Memberi kesan sejuk, tenang, dan rileks.
- Cocok untuk kamar tidur, ruang kerja, atau ruang meditasi.
- Membantu menciptakan suasana yang lebih fokus dan damai.
Pengaruh Warna terhadap Konsep Interior
Warna gorden blackout sebaiknya selaras dengan gaya ruangan:
- Minimalis & Skandinavia: putih, abu muda, beige, pastel.
- Modern & elegan: abu tua, hitam, navy, charcoal.
- Klasik: cokelat, krem, maroon, emas lembut.
- Natural: hijau zaitun, cokelat kayu, linen.
- Anak-anak: pastel cerah atau warna lembut yang menenangkan.
Dengan warna yang selaras, gorden tidak hanya berfungsi, tapi juga mempercantik ruangan.
Pengaruh Warna terhadap Pencahayaan Alami
Saat gorden terbuka sebagian atau tertutup tipis:
- Warna terang memantulkan cahaya sehingga ruangan masih terasa terang.
- Warna gelap menyerap cahaya, membuat ruangan lebih redup.
Jika ruangan minim jendela atau cahaya alami, sebaiknya hindari warna terlalu gelap agar tidak terasa suram di siang hari.
Tips Memilih Warna yang Tepat
Agar tidak salah pilih, perhatikan hal berikut:
- Sesuaikan dengan fungsi ruangan. Kamar tidur butuh warna yang menenangkan, ruang tamu bisa lebih netral atau cerah.
- Perhatikan ukuran ruangan. Ruangan kecil lebih aman pakai warna terang.
- Cocokkan dengan warna dinding dan furnitur. Hindari warna yang terlalu bertabrakan.
- Tentukan suasana yang diinginkan. Cozy, elegan, cerah, atau tenang.
- Cek contoh kain langsung. Warna bisa terlihat berbeda tergantung pencahayaan ruangan.
Kombinasi Warna untuk Hasil Lebih Fleksibel
Jika ingin ruangan tetap terang di siang hari tapi gelap saat dibutuhkan, kamu bisa mengombinasikan:
- Gorden blackout + sheer curtain (tirai tipis).
Sheer memberi cahaya lembut saat siang, blackout dipakai saat malam atau tidur.
Dengan kombinasi ini, suasana dan pencahayaan ruangan jadi lebih fleksibel.
Kesimpulan
Warna bukan sekadar soal selera, tapi sangat memengaruhi suasana dan pencahayaan ruangan. Warna gelap cocok untuk menciptakan ruangan yang benar-benar gelap dan tenang, sementara warna terang membuat ruangan terasa lebih luas dan cerah. Warna hangat memberi kesan cozy, sedangkan warna dingin menghadirkan suasana sejuk dan rileks.
Dengan memilih warna yang tepat sesuai fungsi ruangan, ukuran ruang, dan konsep interior, gorden blackout bisa menjadi elemen penting yang meningkatkan kenyamanan sekaligus keindahan rumah.
Rekomendasi Toko Shopee yang Menyediakan Gorden Blackout.
Silahkan lihat beberapa pilihan gorden Blackout yang patut dimiliki. Meskipun harganya relatif terjangkau, tapi penilaian produknya sangat bagus.
Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Terimakasih.







