Jam dinding sering kali dianggap sebagai pelengkap ruangan, padahal perannya jauh lebih besar dari sekadar penunjuk waktu. Keberadaannya dapat membantu menciptakan suasana, memperkuat karakter interior, sekaligus menjadi pusat perhatian di dalam ruangan. Karena itu, ukuran dan penempatannya perlu diperhatikan agar jam dinding dapat menyatu dengan konsep ruangan secara harmonis.
Dan kesalahan dalam menentukan ukurannya juga bisa membuat ruangan terasa kurang seimbang, entah karena terlihat terlalu penuh atau justru tenggelam di antara elemen dekorasi lainnya. Setiap ruangan memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung pada luas area, tinggi dinding, serta fungsi ruang tersebut. Dengan memahami hal-hal dasar terkait ukuran dan penempatan, jam dinding dapat tampil lebih proporsional dan nyaman dipandang.

6 Cara Memilih Jam Dinding yang Tepat dan Sesuai dengan Ukuran Ruangan.
1. Sesuaikan Ukuran Jam dengan Luas Ruangan.
Menyesuaikan ukuran jam dinding dengan luas ruangan adalah langkah paling penting yang tidak boleh diabaikan. Ukuran yang tepat akan membuat jam terlihat proporsional, nyaman dipandang, dan menyatu dengan keseluruhan ruangan. Sebaliknya, jam yang terlalu besar atau terlalu kecil bisa mengganggu keseimbangan visual ruangan.
a. Ruangan Kecil
Ruangan kecil seperti kamar tidur, dapur, ruang kerja pribadi, atau kamar kos memiliki area dinding yang terbatas. Untuk jenis ruangan ini, sebaiknya memilih jam dinding berdiameter sekitar 20–30 cm.
Jam dengan ukuran ini sudah cukup jelas untuk dibaca tanpa membuat dinding terasa penuh. Jam dinding yang terlalu besar di ruangan kecil akan menarik perhatian secara berlebihan dan membuat ruangan terlihat lebih sempit serta tidak rapi. Model jam minimalis dengan angka sederhana atau tanpa angka sangat cocok untuk jenis ruangan ini.
b. Ruangan Berukuran Sedang
Ruangan berukuran sedang, seperti ruang keluarga, ruang makan, atau ruang tamu standar, memiliki fleksibilitas lebih dalam pemilihan ukuran jam. Jam dinding dengan diameter 30–45 cm merupakan pilihan yang paling ideal.
Ukuran ini memungkinkan jam terlihat jelas dari berbagai sudut ruangan tanpa mendominasi dekorasi lainnya. Jam dinding berukuran sedang juga mudah dipadukan dengan elemen interior lain seperti sofa, meja, atau hiasan dinding, sehingga tampilan ruangan tetap seimbang dan harmonis.
c. Ruangan Besar
Untuk ruangan besar seperti ruang tamu luas, aula, ruang pertemuan, atau area komersial, jam dinding berdiameter 50 cm atau lebih sangat disarankan.
Pada ruangan besar, jam berukuran kecil akan terlihat “tenggelam” dan kurang fungsional karena sulit dibaca dari jarak jauh. Jam dinding besar tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga dapat menjadi focal point atau pusat perhatian ruangan. Model jam dinding dekoratif dengan desain unik atau bingkai besar akan tampil maksimal di ruangan luas.
Tips Praktis Menentukan Ukuran
Sebagai panduan sederhana, Anda bisa menggunakan rumus berikut:
- Ukuran jam (cm) ≈ luas dinding utama (m²) × 10
Meskipun tidak mutlak, rumus ini dapat membantu memperkirakan ukuran jam yang terlihat proporsional pada dinding tertentu.
Kesimpulan
Menyesuaikan ukuran jam dinding dengan luas ruangan bertujuan untuk menciptakan keseimbangan visual dan kenyamanan. Ruangan kecil membutuhkan jam berukuran kecil hingga sedang, sementara ruangan besar akan terlihat lebih hidup dengan jam dinding berukuran besar. Dengan memperhatikan hal ini sejak awal, jam dinding tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memperindah tampilan ruangan secara keseluruhan.
Silahkan baca juga tentang jenis-jenis jam dinding.
2. Perhatikan Jarak Pandang.
Selain ukuran ruangan, jarak pandang juga menjadi faktor penting dalam membeli jam dinding yang tepat. Jarak pandang adalah seberapa jauh posisi orang melihat jam dinding dari tempat mereka beraktivitas. Semakin jauh jaraknya, semakin besar ukuran jam yang dibutuhkan agar waktu dapat terbaca dengan jelas.
Hubungan Jarak Pandang dan Ukuran Jam
Jam dinding yang terlalu kecil akan sulit dibaca jika dipasang di ruangan dengan jarak pandang yang jauh, misalnya ruang tamu yang luas atau ruang dengan plafon tinggi. Sebaliknya, jam yang terlalu besar di ruangan dengan jarak pandang dekat bisa terasa berlebihan dan mengganggu kenyamanan visual.
Sebagai gambaran:
- Jarak pandang dekat (1–2 meter): Jam berukuran kecil hingga sedang sudah cukup.
- Jarak pandang menengah (2–4 meter): Jam berukuran sedang hingga besar lebih ideal.
- Jarak pandang jauh (di atas 4 meter): Jam dinding besar sangat disarankan agar mudah terbaca.
Keterbacaan Angka dan Jarum
Jarak pandang juga memengaruhi pilihan desain jam. Untuk jarak yang jauh, pilih jam dengan:
- Angka besar dan jelas
- Kontras warna yang kuat antara angka, jarum, dan latar belakang
- Jarum jam yang tebal dan tidak terlalu tipis
Jam dengan desain terlalu detail atau warna yang mirip antara angka dan latar akan sulit dibaca dari kejauhan, meskipun ukurannya besar.
Penempatan Jam dalam Ruangan
Perhatikan posisi jam dinding terhadap area aktivitas utama, seperti sofa, meja makan, atau area kerja. Idealnya, jam dinding bisa dibaca dengan jelas tanpa harus mendekat atau memiringkan kepala. Jika jam dipasang di atas lemari tinggi atau dinding yang jauh dari area duduk, ukuran jam sebaiknya lebih besar.
Ruangan dengan Plafon Tinggi
Untuk ruangan dengan plafon tinggi atau konsep terbuka (open space), jarak pandang biasanya lebih jauh dan sudut pandang lebih luas. Dalam kondisi ini, jam dinding berukuran besar dengan desain sederhana akan jauh lebih efektif dan terlihat proporsional.
Kesimpulan
Memperhatikan jarak pandang membantu memastikan jam dinding tetap fungsional dan nyaman digunakan. Ukuran jam, desain angka, dan penempatannya harus disesuaikan dengan seberapa jauh jam tersebut akan dilihat. Dengan mempertimbangkan jarak pandang sejak awal, Anda bisa memiliki jam dinding yang tidak hanya indah, tetapi juga mudah dibaca dalam berbagai kondisi ruangan.
3. Perhatikan Ukuran Jam dan Area Dinding yang Tersedia.
Ukuran dinding tempat jam akan dipasang memiliki peran penting dalam menciptakan tampilan ruangan yang seimbang. Dinding yang luas membutuhkan elemen visual yang cukup kuat agar tidak terlihat kosong, sementara dinding yang sempit perlu dekorasi yang proporsional agar tidak terasa penuh.
Jika jam dinding dipasang pada dinding besar dan kosong, penggunaan jam berukuran kecil sering kali membuat tampilannya “tenggelam” dan kurang menonjol. Dalam kondisi seperti ini, jam dengan diameter besar atau desain yang mencolok akan membantu mengisi ruang secara visual dan memberikan fokus pada area tersebut.
Sebaliknya, untuk dinding dengan area terbatas, misalnya di antara pintu, jendela, atau rak, jam berukuran terlalu besar justru akan membuat ruangan terasa sesak. Ukuran sedang hingga kecil lebih ideal agar tetap nyaman dipandang dan tidak mengganggu elemen lain di sekitarnya.
Selain itu, perhatikan juga komposisi dekorasi dinding. Jika jam ditempatkan bersama hiasan lain seperti foto, lukisan, atau wall decor, ukurannya sebaiknya menyesuaikan agar tercipta harmoni. Jam bisa berfungsi sebagai pelengkap, bukan elemen yang saling bertabrakan dengan dekorasi lain.
Dengan mempertimbangkan luas dinding dan tata letak sekitarnya, jam dinding akan terlihat menyatu dengan ruangan, tampil rapi, serta memberikan kesan visual yang lebih seimbang dan enak dipandang.
4. Perhatikan Proporsi Desain Jam Dinding.
Selain ukuran, desain jam dinding juga memengaruhi kesan visual dalam ruangan. Jam dengan ukuran yang sama bisa terlihat sangat berbeda tergantung pada bentuk, warna, dan detail desainnya. Oleh karena itu, proporsi antara desain jam dan ruangan perlu diperhatikan agar tampilannya tetap seimbang.
Jam dengan desain sederhana dan tipis cenderung terlihat lebih ringan secara visual. Model seperti ini cocok ditempatkan di ruangan kecil atau ruangan dengan konsep minimalis karena tidak membuat dinding terasa penuh. Meskipun ukurannya sedang, desain yang ringkas tetap memberikan kesan rapi dan modern.
Sebaliknya, jam dengan bingkai tebal, ornamen detail, atau warna kontras memiliki daya tarik visual yang lebih kuat. Desain seperti ini akan terlihat lebih proporsional jika ditempatkan di ruangan yang cukup luas, sehingga detailnya dapat dinikmati tanpa membuat ruangan terasa berat.
Bentuk jam juga berpengaruh. Jam berbentuk bulat biasanya memberikan kesan lembut dan fleksibel untuk berbagai jenis ruangan, sedangkan jam berbentuk kotak atau desain unik cenderung tampil lebih tegas dan membutuhkan ruang visual yang cukup agar tidak terlihat mendominasi.
Dengan memperhatikan keseimbangan antara desain jam dan karakter ruangan, jam dinding tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga menjadi elemen dekoratif yang memperkuat tampilan interior secara keseluruhan.
5. Sesuaikan dengan Gaya Interior Ruangan.
Gaya interior ruangan sangat memengaruhi tampilan akhir jam dinding ketika sudah terpasang. Jam yang selaras dengan konsep ruangan akan terlihat menyatu, sementara yang tidak sesuai bisa tampak mencolok dan mengganggu estetika.
Pada ruangan bergaya minimalis, elemen yang sederhana lebih diutamakan. Jam dengan desain bersih, warna netral, dan bentuk simpel akan memperkuat kesan rapi serta modern tanpa membuat ruangan terasa penuh. Ukuran sedang biasanya sudah cukup untuk memberikan fungsi sekaligus nilai visual.
Untuk interior klasik atau tradisional, jam dinding dengan detail lebih kaya bisa menjadi aksen yang menarik. Bingkai kayu, sentuhan ornamen, atau desain vintage akan menambah karakter dan kesan elegan pada ruangan. Model seperti ini umumnya lebih cocok ditempatkan di area yang cukup luas agar detailnya terlihat jelas.
Sementara itu, gaya modern dan kontemporer memberikan ruang untuk eksplorasi desain. Jam dinding dengan bentuk unik, tanpa angka, atau menggunakan material metal dan kaca dapat menjadi statement visual. Pada konsep ini, jam tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga sebagai elemen dekoratif utama.
Menyesuaikan jam dinding dengan gaya interior akan membuat ruangan terasa lebih harmonis, tertata, dan memiliki identitas visual yang kuat tanpa terlihat dipaksakan.
6. Cermati Ketinggian Pemasangan Jam Dinding.
Ketinggian pemasangan sangat berpengaruh pada kenyamanan visual dan fungsi jam dinding. Posisi yang tepat membuat jam mudah dilihat tanpa perlu mendongak atau menunduk, sehingga tetap nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Secara umum, posisi ideal berada sejajar dengan pandangan mata orang dewasa, yaitu sekitar 150–170 cm dari lantai. Ketinggian ini dianggap paling ergonomis karena memudahkan pembacaan waktu dari berbagai sudut ruangan.
Namun, penyesuaian tetap diperlukan berdasarkan kondisi ruangan. Untuk area dengan plafon tinggi, jam bisa dipasang sedikit lebih tinggi agar terlihat seimbang dengan proporsi dinding. Sementara itu, pada ruangan dengan langit-langit rendah, pemasangan terlalu tinggi justru membuat jam sulit dilihat dan tampak tidak proporsional.
Jika jam dipasang di atas furnitur seperti sofa, meja, atau lemari, beri jarak sekitar 20–30 cm dari bagian atas furnitur tersebut. Jarak ini membantu menciptakan ruang visual yang rapi dan mencegah kesan bertumpuk.
Dengan memperhatikan posisi pemasangan yang tepat, jam dinding tidak hanya berfungsi secara maksimal, tetapi juga mendukung estetika ruangan agar terlihat lebih seimbang, nyaman, dan tertata dengan baik.
Silahkan baca juga tentang tips membeli jam alarm.
Pembahasan Penting Lainnya.
Pengaruh Warna Jam terhadap Kesan Luas Ruangan.
Saat membeli jam dinding, kebanyakan orang lebih fokus pada ukuran dan desain. Padahal, warna jam dinding juga memiliki peran besar dalam membentuk kesan luas atau sempit sebuah ruangan. Pemilihan warna yang tepat dapat membuat ruangan terasa lebih lega, terang, dan nyaman dipandang. Sebaliknya, warna yang kurang sesuai bisa membuat ruangan terasa penuh dan sesak.
Agar tidak salah beli, berikut penjelasan lengkap mengenai pengaruh warna jam dinding terhadap kesan luas ruangan.
1. Warna Terang Membuat Ruangan Terlihat Lebih Luas
Jam dinding dengan warna terang seperti putih, krem, beige, atau pastel sangat efektif untuk menciptakan kesan ruangan yang lebih luas. Warna-warna ini memantulkan cahaya dengan baik sehingga ruangan terasa lebih terang dan lapang.
Jam dinding berwarna terang sangat cocok untuk:
- Ruangan kecil
- Ruangan dengan pencahayaan terbatas
- Interior minimalis atau skandinavia
Selain itu, jam dinding terang juga mudah dipadukan dengan berbagai warna dinding dan furnitur.
2. Warna Gelap Memberi Kesan Tegas namun Lebih “Penuh”
Warna gelap seperti hitam, cokelat tua, abu-abu gelap, atau navy memberikan kesan elegan dan tegas. Namun, pada ruangan kecil, warna ini bisa membuat ruangan terasa lebih sempit jika tidak diimbangi dengan pencahayaan yang baik.
Jam dinding berwarna gelap lebih ideal untuk:
- Ruangan yang luas
- Dinding berwarna terang sebagai kontras
- Interior modern atau industrial
Jika ingin menggunakan jam dinding gelap di ruangan kecil, sebaiknya pilih desain yang simpel dan tidak terlalu besar.
3. Warna Senada dengan Dinding untuk Kesan Rapi dan Luas
Jam dinding dengan warna yang senada atau satu tone dengan warna dinding dapat menciptakan kesan visual yang menyatu. Efeknya, dinding terlihat lebih bersih dan ruangan terasa lebih luas karena tidak terlalu banyak elemen yang “menonjol”.
Contohnya:
- Dinding putih dengan jam dinding putih atau abu-abu muda
- Dinding krem dengan jam dinding cokelat muda atau beige
Pendekatan ini cocok untuk Anda yang menyukai tampilan rapi, tenang, dan tidak ramai.
4. Warna Kontras sebagai Fokus Ruangan
Jam dinding dengan warna kontras bisa menjadi focal point yang menarik perhatian. Namun, jika digunakan di ruangan kecil, warna kontras sebaiknya tidak terlalu mencolok agar tidak membuat ruangan terasa sempit.
Tips menggunakan warna kontras:
- Gunakan jam dinding kontras berukuran sedang
- Pilih desain minimalis tanpa banyak ornamen
- Pastikan dinding di sekitarnya tidak terlalu ramai
Pada ruangan besar, jam dinding kontras justru dapat memperkuat karakter ruangan dan membuat tampilan lebih hidup.
5. Pengaruh Finishing: Matte vs Glossy
Selain warna, finishing jam dinding juga memengaruhi kesan luas ruangan:
- Finishing matte memberikan kesan lembut, tenang, dan tidak memantulkan cahaya berlebihan. Cocok untuk ruangan kecil agar terlihat nyaman.
- Finishing glossy memantulkan cahaya dan dapat membantu ruangan terlihat lebih terang, terutama jika pencahayaan cukup.
Pemilihan finishing yang tepat akan memperkuat efek warna jam dinding pada ruangan.
6. Kombinasi Warna Jam dan Angka
Warna angka dan jarum jam juga perlu diperhatikan. Kontras yang cukup antara latar jam dan angka membuat jam mudah dibaca tanpa harus menggunakan warna yang terlalu gelap atau mencolok. Jam yang mudah dibaca akan terasa lebih nyaman secara visual dan tidak “membebani” tampilan ruangan.
Kesimpulan
Warna jam dinding memiliki pengaruh besar terhadap kesan luas sebuah ruangan. Warna terang dan senada dengan dinding membantu ruangan terlihat lebih lega dan rapi, sementara warna gelap dan kontras cocok untuk ruangan yang lebih luas atau sebagai aksen dekoratif. Dengan mempertimbangkan warna, ukuran, dan pencahayaan, jam dinding dapat menjadi elemen fungsional sekaligus mempercantik ruangan tanpa mengurangi kesan luas.
Memilih warna yang tepat adalah langkah sederhana namun efektif untuk menciptakan ruangan yang nyaman dan enak dipandang.
Silahkan baca juga rekomendasi warna dinding ruang tamu.
Cara Memadukan Jam dengan Dekorasi Dinding Lain.
Jam dinding tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga bisa menjadi bagian penting dari dekorasi ruangan. Jika dipadukan dengan dekorasi dinding lain seperti lukisan, foto, atau rak, jam dinding dapat mempercantik tampilan ruangan secara keseluruhan. Namun, penempatan dan perpaduannya perlu diperhatikan agar tidak terlihat berantakan.
Berikut panduan lengkap cara memadukan jam dinding dengan dekorasi lainnya.
1. Tentukan Jam sebagai Fokus atau Pelengkap
Langkah pertama adalah menentukan peran jam dinding dalam dekorasi:
- Sebagai fokus utama, pilih jam dinding berukuran cukup besar dengan desain menarik, lalu letakkan dekorasi lain sebagai pelengkap.
- Sebagai pelengkap, gunakan jam dinding berukuran sedang atau kecil dengan desain sederhana agar tidak bersaing dengan dekorasi utama seperti lukisan besar atau galeri foto.
Menentukan peran ini akan memudahkan Anda menata elemen dekorasi lain di sekitarnya.
2. Perhatikan Keseimbangan Tata Letak
Keseimbangan sangat penting agar dinding tidak terlihat berat di satu sisi. Jika jam dinding diletakkan di tengah, dekorasi lain sebaiknya disusun simetris. Namun, jika ingin tampilan lebih santai dan modern, Anda bisa menggunakan tata letak asimetris dengan tetap menjaga jarak antar elemen agar terlihat rapi.
3. Sesuaikan Gaya dan Tema Dekorasi
Pastikan jam dinding memiliki gaya yang selaras dengan dekorasi lain:
- Minimalis: Padukan jam polos dengan bingkai foto sederhana.
- Klasik: Jam dinding berornamen cocok dipadukan dengan lukisan atau cermin berbingkai.
- Modern: Jam unik tanpa angka bisa dikombinasikan dengan wall art atau hiasan geometris.
Keselarasan gaya akan membuat dinding terlihat menyatu dan tidak saling bertabrakan.
4. Perhatikan Warna dan Material
Agar dekorasi dinding terlihat harmonis, perhatikan kesamaan warna atau material. Misalnya, jam dinding kayu akan terlihat serasi dengan rak kayu atau bingkai foto bernuansa natural. Jika dinding sudah ramai warna, pilih jam dengan warna netral agar tidak terlalu mencolok.
5. Atur Jarak Antar Dekorasi
Jarak antar dekorasi sebaiknya tidak terlalu rapat. Beri ruang kosong agar setiap elemen dapat “bernapas” dan mudah dinikmati. Jarak ideal antar dekorasi biasanya sekitar 5–10 cm, tergantung ukuran masing-masing elemen.
6. Kombinasikan dengan Rak atau Ambalan
Jam dinding bisa dipadukan dengan rak kecil untuk menciptakan tampilan yang fungsional dan estetik. Letakkan jam sedikit di atas atau di samping rak, lalu isi rak dengan tanaman kecil, buku, atau pajangan ringan agar dinding terlihat hidup.
7. Manfaatkan Galeri Dinding
Jika Anda memiliki galeri dinding berisi foto atau ilustrasi, jam dinding bisa menjadi bagian dari susunan tersebut. Pilih jam dengan bentuk sederhana dan samakan warna bingkainya dengan bingkai foto agar tampilan galeri tetap rapi dan menyatu.
Kesimpulan
Memadukan jam dinding dengan dekorasi dinding lain membutuhkan perencanaan agar tampil seimbang dan harmonis. Dengan memperhatikan peran jam, keseimbangan tata letak, keselarasan gaya, serta jarak antar dekorasi, dinding ruangan akan terlihat lebih menarik tanpa terasa penuh. Jam dinding pun tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga menjadi elemen dekoratif yang mempercantik ruangan.
Pembahasan yang satu ini dapat membantu Anda menciptakan tampilan dinding yang rapi, estetik, dan sesuai dengan karakter ruangan.
Silahkan baca juga tentang Rekomendasi Dekorasi Dinding Minimalis yang Patut dicoba.
Material Jam Dinding dan Pengaruhnya terhadap Tampilan Ruangan.
Saat membeli jam, banyak orang lebih fokus pada desain dan ukuran. Padahal, material jam dinding juga memiliki peran penting dalam menentukan suasana dan tampilan ruangan secara keseluruhan. Setiap material memberikan kesan yang berbeda, mulai dari elegan, hangat, hingga modern.
Agar tidak salah beli, mari kenali berbagai material jam dinding dan pengaruhnya terhadap tampilan ruangan.
1. Jam Dinding Kayu: Hangat dan Natural
Jam dinding berbahan kayu memberikan kesan hangat, alami, dan nyaman. Material ini sangat cocok untuk ruangan dengan konsep minimalis, skandinavia, rustic, atau klasik.
Pengaruh terhadap ruangan:
- Membuat ruangan terasa lebih homey dan tenang
- Cocok untuk ruang tamu, kamar tidur, dan ruang keluarga
- Memberikan kesan elegan tanpa terlihat berlebihan
Jam dinding kayu juga mudah dipadukan dengan furnitur berbahan alami lainnya, seperti meja atau rak kayu.
2. Jam Dinding Plastik: Praktis dan Fleksibel
Jam dinding berbahan plastik merupakan pilihan yang paling umum. Material ini ringan, terjangkau, dan tersedia dalam berbagai warna serta desain.
Pengaruh terhadap ruangan:
- Memberikan kesan santai dan fungsional
- Cocok untuk dapur, kamar anak, atau ruang kerja
- Mudah disesuaikan dengan berbagai gaya interior
Meskipun terlihat sederhana, jam dinding plastik dengan desain modern tetap bisa menjadi pemanis ruangan.
3. Jam Dinding Logam: Modern dan Elegan
Material logam seperti besi, aluminium, atau stainless steel sering digunakan pada jam dinding bergaya industrial dan modern.
Pengaruh terhadap ruangan:
- Memberikan kesan tegas, kuat, dan elegan
- Cocok untuk ruang tamu modern, kantor, atau kafe
- Membuat ruangan terlihat lebih berkarakter
Jam dinding logam biasanya cocok dipadukan dengan warna netral seperti hitam, abu-abu, atau putih.
4. Jam Dinding Kaca: Bersih dan Mewah
Jam dinding berbahan kaca memberikan kesan bersih, ringan, dan modern. Ada yang menggunakan kaca bening, buram, atau kombinasi dengan material lain.
Pengaruh terhadap ruangan:
- Membuat ruangan terlihat lebih luas dan terang
- Cocok untuk interior modern dan minimalis
- Memberikan sentuhan mewah tanpa membuat ruangan terasa berat
Namun, material kaca membutuhkan perawatan ekstra karena mudah meninggalkan noda dan sidik jari.
5. Jam Dinding Akrilik: Modern dan Unik
Akrilik sering menjadi alternatif kaca karena tampilannya mirip namun lebih ringan dan tahan benturan.
Pengaruh terhadap ruangan:
- Memberikan kesan modern dan futuristik
- Cocok untuk ruangan bergaya kontemporer
- Sering digunakan pada jam dinding tanpa angka atau desain unik
Jam dinding akrilik sangat pas untuk Anda yang ingin tampilan ruangan lebih trendi.
6. Jam Dinding Keramik atau Batu: Artistik dan Berkelas
Jam dinding dari keramik atau batu alam biasanya hadir dengan desain artistik dan unik.
Pengaruh terhadap ruangan:
- Memberikan kesan mewah dan eksklusif
- Cocok untuk ruangan besar atau dinding aksen
- Menjadi fokus utama dekorasi ruangan
Karena bobotnya cukup berat, pastikan pemasangan dilakukan dengan kuat dan aman.
Tips Memilih Material yang Tepat
Agar jam dinding menyatu dengan ruangan, perhatikan beberapa hal berikut:
- Sesuaikan material dengan gaya interior ruangan
- Pertimbangkan fungsi ruangan (formal atau santai)
- Perhatikan perawatan dan daya tahan material
- Pastikan material tidak membuat ruangan terasa terlalu penuh atau berat
Kesimpulan
Material jam dinding memiliki pengaruh besar terhadap tampilan dan suasana ruangan. Kayu memberi kesan hangat, logam terlihat modern, kaca dan akrilik terasa ringan, sementara keramik dan batu tampil artistik. Dengan mempertimbangkan material yang tepat, jam dinding tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga menjadi elemen dekorasi yang memperindah ruangan.
Semoga pembahasan ini membantu Anda menentukan jam yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya ruangan Anda. Dan silahkan baca juga tentang penyebab dan solusinya jam cepat rusak.
Rekomendasi Toko Shopee yang Menyediakan Berbagai Jenis Jam Dinding.
Alhamdulillah, dan sekarang saatnya Rumevo memberi rekomendasi jam yang perlu ada di ruangan. Silahkan lihat di bawah ini:
Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Terimakasih.




