Spatula adalah salah satu alat dapur yang paling sering kita gunakan, tetapi justru paling jarang diperhatikan. Padahal, peralatan sederhana ini memegang peran besar dalam kelancaran aktivitas memasak sehari-hari. Mulai dari menumis sayuran, membalik telur, hingga menyajikan makanan, spatula membantu membuat proses memasak lebih mudah dan hasil masakan lebih rapi.
Menariknya, tidak semua spatula bekerja dengan cara yang sama. Setiap bentuk, bahan, dan desain ternyata dirancang dengan tujuan tertentu, sehingga memilih yang tepat bisa membuat pengalaman memasak jauh lebih nyaman. Dengan memahami fungsinya masing-masing, kita bisa mengetahui spatula mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dapur di rumah.
6 Jenis Spatula dan Fungsinya yang Perlu kita Ketahui.
1. Spatula Silikon — Fleksibel, Tahan Panas, dan Aman untuk Semua Jenis Wajan.
Spatula silikon adalah salah satu jenis spatula yang paling banyak dipakai di dapur modern. Bahannya terbuat dari silikon food grade yang lembut namun kuat, sehingga aman digunakan untuk berbagai teknik memasak tanpa merusak peralatan dapur.

Kenapa Spatula Silikon Banyak Disukai?
1. Tidak Merusak Wajan Anti-Lengket
Salah satu keunggulan terbesar spatula silikon adalah sifatnya yang lembut. Ketika digunakan pada wajan teflon atau keramik, spatula ini tidak meninggalkan goresan sehingga lebih aman untuk peralatan anti-lengket. Ini sangat penting karena goresan pada wajan bisa membuat lapisan anti-lengket cepat rusak.
2. Tahan Panas
Silikon berkualitas biasanya mampu menahan panas hingga 200–300°C. Itu berarti spatula ini tidak mudah meleleh meski dipakai mengaduk masakan panas seperti saus, tumisan, atau sup yang sedang mendidih.
3. Fleksibel dan Nyaman Dipakai
Sifat fleksibelnya membantu kamu mengaduk makanan dengan mudah, bahkan di sudut panci yang sulit dijangkau. Banyak chef menyukainya karena spatula silikon terasa ringan, tidak kaku, dan membuat proses memasak lebih nyaman.
4. Tidak Menyerap Bau dan Warna
Berbeda dengan spatula kayu, silikon tidak menyerap aroma bawang, bumbu kari, atau cabai. Warnanya juga tidak mudah berubah meski dipakai untuk memasak masakan berbumbu pekat.
5. Sangat Ideal untuk Baking
Spatula silikon sering dipakai dalam dunia baking karena bisa “menggosok” adonan dari mangkuk sampai benar-benar bersih. Teksturnya lembut sehingga adonan tidak rusak dan volume udara dalam adonan tetap terjaga.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Spatula Silikon?
Spatula silikon sangat cocok untuk:
- Mengaduk saus, krim, atau cokelat leleh
- Membersihkan adonan dari mangkuk
- Mengaduk tumisan ringan
- Memasak di wajan anti-lengket
- Melipat adonan (folding) dalam baking
- Mengaduk makanan yang mudah hancur, seperti tofu atau telur orak-arik
Kelebihan Spatula Silikon
- Tahan panas tinggi
- Aman untuk semua jenis wajan
- Fleksibel dan mudah dikendalikan
- Tidak menyerap bau, warna, atau minyak
- Mudah dibersihkan
Kekurangannya
Meskipun banyak kelebihannya, spatula silikon memiliki beberapa catatan:
- Kalau kualitasnya rendah, bisa meleleh saat kena panas ekstrem
- Beberapa spatula silikon memiliki gagang plastik yang tidak tahan panas
- Harus dipastikan silikon benar-benar food grade, bukan silikon campuran.
Silahkan lihat harganya Spatula Silikon lengkap di Shopee.
Dan monggo baca juga tentang Jenis-jenis Wajan.
2. Spatula Kayu — Klasik, Aman, dan Tahan Lama.
Spatula kayu adalah salah satu alat masak tertua yang masih digunakan sampai sekarang. Walaupun bentuknya sederhana, spatula kayu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki bahan lain. Karena itu, banyak orang tetap memilih spatula kayu untuk aktivitas memasak sehari-hari.

Apa yang Membuat Spatula Kayu Istimewa?
1. idak Menghantarkan Panas
Berbeda dengan logam, kayu tidak menyerap atau menghantarkan panas. Saat kamu mengaduk masakan panas dalam waktu lama, pegangan spatula tetap nyaman dipegang dan tidak membuat tangan terasa panas.
2. Aman untuk Semua Jenis Wajan
Spatula kayu tidak akan merusak permukaan wajan, termasuk wajan anti-lengket (teflon), keramik, atau enamel. Karena bahannya lembut, permukaan wajan tetap terjaga dan tidak cepat tergores.
3. Kuat dan Tahan Lama
Asal dirawat dengan benar, spatula kayu bisa bertahan bertahun-tahun. Kayu tidak mudah meleleh, bengkok, atau retak karena panas, sehingga ideal untuk memasak dengan intensitas tinggi.
Kapan Spatula Kayu Digunakan?
Spatula kayu cocok untuk berbagai jenis masakan:
- Mengaduk tumisan seperti sayur, sambal, atau bumbu halus
- Menggoreng makanan yang lembut, misalnya telur orak-arik
- Mengaduk masakan kental seperti rendang, opor, atau kari
- Memasak di panci anti-lengket, agar lapisan tidak rusak
Penggunaannya sangat fleksibel, sehingga banyak orang hanya mengandalkan spatula kayu sebagai alat utama di dapur.
Kelebihan Spatula Kayu
- Nyaman digenggam dan tidak licin
- Tidak membuat bising saat bersentuhan dengan wajan
- Ramah lingkungan karena terbuat dari bahan alami
- Tidak bereaksi dengan makanan asam atau panas
- Cocok digunakan untuk memasak dalam waktu lama
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski memiliki banyak kelebihan, ada beberapa hal penting saat menggunakan spatula kayu:
⚠ Menyerap Aroma dan Warna
Kayu adalah bahan berpori sehingga mudah menyerap aroma, terutama dari masakan berbumbu kuat seperti bawang, kunyit, atau terasi. Warna makanan pekat juga bisa meninggalkan noda.
⚠ Tidak Boleh Direndam Terlalu Lama
Kayu yang direndam lama dalam air bisa retak, mengembang, atau berjamur. Sebaiknya langsung dicuci dan dikeringkan setelah dipakai.
⚠ Perawatan Khusus
Supaya awet, spatula kayu sebaiknya diolesi minyak mineral atau minyak kelapa sesekali agar permukaannya tetap halus dan tidak pecah-pecah.
Kesimpulan
Spatula kayu adalah alat masak klasik yang tetap relevan hingga sekarang. Nyaman digunakan, aman untuk semua jenis wajan, dan sangat awet. Cocok untuk kamu yang sering memasak tumisan atau masakan yang membutuhkan pengadukan lama.
Silahkan lihat harganya Spatula kayu Lengkap.
3. Spatula Logam — Kuat dan Stabil untuk Memasak di Wajan Baja.
Spatula logam adalah jenis spatula yang biasanya digunakan oleh chef profesional. Bahannya terbuat dari stainless steel atau logam kuat lainnya, sehingga terasa kokoh saat dipakai. Bentuknya pipih, agak lebar, dan ujungnya dibuat tipis agar mudah menyelip ke bawah makanan.

Kapan Spatula Logam Cocok Digunakan?
Spatula ini ideal untuk pekerjaan memasak yang membutuhkan kekuatan dan akurasi, misalnya:
- Membalik daging tebal seperti steak atau ayam fillet
- Mengangkat ikan utuh atau filet dari wajan baja
- Mengambil makanan renyah dari permukaan panggangan atau loyang
- Membersihkan bagian bawah wajan dari sisa makanan yang menempel saat memasak
Karena ujungnya tipis dan keras, spatula logam bisa “mencongkel” makanan yang mulai lengket tanpa merusak bentuknya.
Kelebihan Spatula Logam
- Sangat kuat dan tahan panas – tidak meleleh atau berubah bentuk meski dipakai pada suhu tinggi.
- Ujung tipis membantu mengangkat makanan lebih presisi, terutama ketika memasak daging.
- Stabil saat mengangkat makanan berat, sehingga tidak mudah goyah.
- Awet dan tahan lama, cocok untuk penggunaan intensif.
Catatan Penting
Spatula logam tidak dianjurkan digunakan pada wajan anti-lengket (teflon). Ujung logamnya bisa menggores lapisan wajan, membuatnya cepat rusak dan tidak aman digunakan dalam jangka panjang.
Cocok Untuk Siapa?
- Kamu yang sering memasak daging, memanggang, atau menggunakan cast iron
- Pengguna wajan baja (stainless-steel pans)
- Mereka yang ingin hasil masakan matang merata dan tampak profesional
Monggo lihat harganya Spatula Logam Stainless di Shopee.
4. Spatula Lubang (Slotted Spatula) — Pilihan Terbaik untuk Makanan Berminyak dan Berair.
Spatula lubang atau slotted spatula adalah jenis spatula yang permukaannya memiliki beberapa celah memanjang. Celah inilah yang membuat spatula jenis ini sangat efisien untuk mengangkat makanan yang basah, berminyak, atau bertekstur rapuh.

Meskipun bentuknya sederhana, spatula lubang punya peran penting dalam memasak sehari-hari, terutama jika kamu sering menggoreng atau memasak makanan berkuah.
Kenapa Spatula Ini Berlubang?
Lubang-lubang pada permukaan spatula bukan hanya hiasan. Ia punya fungsi khusus:
- Membantu meniriskan minyak
Saat mengangkat makanan dari minyak panas, minyak akan langsung turun lewat celahnya. Hasil makanan jadi lebih kering dan tidak terlalu berminyak. - Membuang kelebihan air atau kuah
Kalau kamu mengambil makanan dari rebusan atau tumisan berair, cairannya tidak ikut terangkat. - Lebih ringan saat digunakan
Karena ada banyak celah, spatula jadi lebih ringan dan mudah dikendalikan.
Kapan Spatula Lubang Digunakan?
Jenis spatula ini sangat serbaguna, terutama dalam kondisi berikut:
1. Menggoreng makanan berlapis tepung
Misalnya: ayam goreng krispi, tempura, nugget, kentang goreng.
Lubangnya membantu meniriskan minyak sehingga hasilnya lebih renyah.
2. Mengangkat makanan yang mudah hancur
Seperti ikan fillet, telur ceplok, atau pancake.
Celahnya memberi sedikit fleksibilitas tanpa membuat makanan terpecah.
3. Mengambil makanan dari wajan berisi cairan
Saat menggoreng telur di banyak mentega, atau menumis sayur yang mengeluarkan air, spatula ini membantu memisahkan cairan berlebih.
4. Untuk memanggang (grilling)
Slotted spatula dari logam sering digunakan di grill untuk mengangkat daging atau sayuran panggang agar bumbu atau minyaknya turun dulu.
Bahan yang Umum Dipakai
Spatula lubang tersedia dalam beberapa jenis bahan, masing-masing dengan keunggulannya:
- Silikon: aman untuk wajan anti-lengket, fleksibel, dan tahan panas.
- Nilon: ringan tapi tidak tahan panas setinggi silikon.
- Kayu: alami dan aman untuk semua wajan, tapi kurang cocok untuk makanan sangat berminyak.
- Logam (stainless steel): kuat dan ideal untuk grill atau wajan baja, tapi tidak boleh dipakai di wajan anti-lengket.
Kelebihan Utama Spatula Lubang
- Meminimalkan minyak dan air saat mengangkat makanan
- Menjaga makanan goreng tetap renyah
- Mempermudah mengangkat makanan rapuh
- Lebih ringan dan mudah digunakan
- Cocok untuk berbagai teknik memasak
Silahkan lihat harganya Spatula Lubang.
5. Spatula Offset — Ahli dalam Dunia Baking.
Spatula offset adalah alat yang sangat populer di kalangan baker karena bentuknya yang unik. Bagian bilahnya pipih, panjang, dan sedikit menekuk di bagian tengah—atau biasa disebut offset. Lekukan inilah yang membuat tangan tidak menyentuh permukaan kue saat bekerja, sehingga hasilnya lebih rapi.

Fungsi Utama Spatula Offset
- Meratakan frosting dan krim
Saat menghias kue tart atau sponge cake, spatula offset membantu menyebarkan buttercream atau whipped cream secara halus dan merata. Ujungnya yang tipis membuat permukaan kue terlihat lebih mulus. - Membantu proses dekorasi kue
Untuk membuat pola, garis, atau tekstur tertentu pada frosting, spatula offset sangat mudah dikendalikan. Baker menggunakan alat ini untuk finishing yang rapi. - Mengangkat kue kecil dari loyang
Berkat bilahnya yang tipis, spatula offset bisa menyelip di bawah kue kecil seperti brownies bite, cookies, atau cupcake tanpa merusak bentuknya. - Mengisi atau meratakan adonan dalam cetakan
Ketika menuang adonan ke loyang atau cetakan yang sempit, spatula offset membantu mendorong dan meratakan permukaan adonan sehingga sama tinggi.
Kenapa Spatula Ini Disebut “Offset”?
Karena bagian bilahnya dibuat menurun dari gagangnya, tidak lurus sejajar. Bentuk ini memberikan keuntungan:
- Tangan tidak menyentuh kue saat mengoles
- Memberikan sudut kerja yang lebih nyaman
- Mudah membuat permukaan kue lebih rata
Kelebihan Spatula Offset
- Memberikan hasil frosting yang profesional
- Nyaman digunakan untuk waktu yang lama
- Bisa dipakai untuk berbagai detail dekorasi
Kesimpulan
Jika kamu sering membuat kue, terutama kue ulang tahun, dessert, atau cupcakes, spatula offset adalah alat yang wajib dimiliki. Fungsinya tidak bisa digantikan oleh spatula biasa karena presisi dan kenyamanan saat menggunakannya jauh lebih baik.
6. Rubber Spatula (Scraper) — Sahabat Setia Dunia Baking.
Rubber spatula, atau sering juga disebut scraper, adalah spatula yang terkenal paling fleksibel dan lembut dibandingkan jenis lainnya. Bentuknya biasanya berupa pegangan panjang dengan ujung silikon atau karet yang lentur. Alat ini sangat umum dipakai dalam dunia baking karena kemampuannya “membersihkan” mangkuk hingga benar-benar bersih.

Fungsi Utama Rubber Spatula:
- Mengaduk adonan kue
Karena ujungnya lembut, rubber spatula tidak merusak tekstur adonan, terutama adonan yang butuh perlakuan lembut. - Melipat (folding) adonan
Teknik folding penting untuk menjaga adonan tetap airy, misalnya saat mencampur putih telur ke adonan kue. Rubber spatula sangat cocok untuk tugas ini. - Mengambil adonan dari mangkuk tanpa sisa
Ujungnya yang lentur bisa menyesuaikan bentuk mangkuk, sehingga adonan bisa diambil sampai bersih—tidak banyak yang terbuang. - Mengaduk bahan cair atau semi-cair
Misalnya mengaduk puding, krim, saus, atau adonan pancake.
Kelebihan Rubber Spatula:
- Sangat fleksibel → bisa menggaruk sisi wadah dengan mudah.
- Tidak merusak wadah → aman untuk wajan anti-lengket, mangkuk kaca, atau stainless steel.
- Tahan panas (jika berbahan silikon berkualitas) → aman untuk memasak saus di atas kompor.
- Mudah dibersihkan → tidak menyerap aroma atau warna jika materialnya silikon berkualitas.
Siapa yang Cocok Menggunakan Spatula Ini?
- Orang yang suka baking
- Pemula yang ingin alat serbaguna untuk adonan
- Pengguna wajan anti-lengket
- Siapapun yang ingin mengurangi sisa adonan dan memasak lebih efisien
Silahkan lihat harganya Spatula Scrapper di Shopee.
Jadi, Mana Spatula yang Paling Tepat untuk Memasak?
Jawabannya tergantung apa yang ingin kamu masak:
-
Untuk wajan anti-lengket: pilih silikon atau kayu
-
Untuk memasak daging/steak: spatula logam
-
Untuk menggoreng banyak minyak: spatula berlubang
-
Untuk baking: offset spatula atau rubber spatula
-
Untuk tumisan serbaguna: silikon
Kalau punya beberapa jenis sekaligus, pengalaman memasakmu pasti jauh lebih nyaman dan hasil masakan lebih konsisten. Tidak heran banyak chef profesional menganggap spatula sebagai salah satu alat terpenting di dapur.
Perbandingan Bahan Spatula: Mana yang Paling Aman untuk Kesehatan?
Tidak semua spatula dibuat dengan kualitas dan bahan yang sama. Meski bentuknya terlihat mirip, keamanan setiap bahan bisa sangat berbeda ketika digunakan untuk memasak. Beberapa bahan aman dipakai setiap hari, sementara yang lain berpotensi melepaskan zat berbahaya saat terkena panas tinggi.
Agar tidak salah memilih, berikut penjelasan lengkap tentang bahan-bahan spatula yang umum digunakan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan.
1. Spatula Silikon — Paling Aman, Asal Food Grade
Silikon menjadi pilihan utama banyak orang karena fleksibel, tahan panas, dan tidak bereaksi dengan makanan.
Keamanan untuk kesehatan
- Silikon food grade sangat aman karena tidak mengandung BPA, ftalat, atau bahan kimia berbahaya.
- Tidak mudah meleleh pada suhu memasak biasa.
- Tidak mudah bereaksi dengan minyak atau asam makanan.
Yang perlu diperhatikan
- Pastikan ada label “100% food grade” atau “FDA approved”.
- Silikon palsu sering dicampur plastik sehingga berpotensi melepaskan zat berbahaya ketika terkena panas tinggi.
- Jika spatula silikon berubah lengket atau baunya kuat, sebaiknya diganti.
Kesimpulan: Silikon food grade adalah salah satu bahan paling aman untuk kesehatan.
2. Spatula Kayu — Alami dan Aman, Tapi Perlu Perawatan
Kayu adalah bahan tradisional yang banyak dipercaya aman karena tidak mengandung bahan kimia tambahan.
Keamanan untuk kesehatan
- Tidak melepaskan zat berbahaya saat dipanaskan.
- Tidak bereaksi dengan minyak atau makanan asam.
- Tidak merusak wajan sehingga tidak menggores lapisan yang mungkin berbahaya jika tertelan.
Yang perlu diperhatikan
- Kayu bisa menyerap air dan makanan, sehingga rentan menjadi tempat bakteri jika tidak dikeringkan dengan benar.
- Kayu yang retak atau berjamur tidak boleh digunakan.
- Gunakan spatula kayu yang mendapat finishing minyak makanan, bukan cat atau vernis berbahaya.
Kesimpulan: Aman, alami, dan sehat selama dirawat dengan benar.
3. Spatula Logam (Stainless Steel) — Sangat Tahan Panas, Asal Tidak Dipakai di Wajan Anti-Lengket
Spatula berbahan logam, terutama stainless steel, sangat kuat dan tahan suhu tinggi.
Keamanan untuk kesehatan
- Tidak melepaskan bahan kimia saat dipakai memasak.
- Sangat stabil pada panas tinggi.
- Aman untuk makanan dan tidak menyerap aroma atau bakteri.
Yang perlu diperhatikan
- Jangan digunakan di wajan anti-lengket (teflon).
Goresan pada wajan dapat melepaskan partikel lapisan teflon yang berpotensi terhirup atau tertelan. - Untuk pengidap alergi nikel, stainless steel tertentu bisa menyebabkan sensitivitas (meski jarang).
Kesimpulan: Sangat aman untuk kesehatan, tetapi harus digunakan pada peralatan memasak yang tepat.
4. Spatula Plastik — Paling Berisiko untuk Kesehatan
Spatula plastik biasanya murah dan ringan, tapi risikonya lebih besar terutama untuk kesehatan jangka panjang.
Risiko kesehatan
- Banyak mengandung BPA, ftalat, atau zat kimia lain yang bisa berpindah ke makanan saat dipanaskan.
- Plastik dapat meleleh atau melunak pada suhu tinggi, terutama saat terkena minyak panas.
- Ada risiko mikroplastik masuk ke makanan.
Yang perlu diperhatikan
- Jika terpaksa menggunakan plastik, pilih yang berlabel BPA-free.
- Jangan dipakai untuk menggoreng atau memasak dengan suhu tinggi.
Kesimpulan: Termasuk bahan yang paling tidak direkomendasikan untuk memasak, terutama pada panas tinggi.
5. Spatula Bambu — Alternatif Alami yang Semakin Populer
Bambu mirip kayu, tetapi lebih ringan dan lebih cepat kering.
Keamanan untuk kesehatan
- Tidak menggunakan bahan kimia tambahan.
- Lebih tahan bakteri karena struktur serat bambu lebih padat.
- Tidak bereaksi dengan panas atau makanan.
Yang perlu diperhatikan
- Pastikan bambu tidak mendapat lapisan cat sintetis.
- Tetap harus dikeringkan dengan baik untuk menghindari jamur.
Kesimpulan: Bambu adalah bahan aman, ramah lingkungan, dan sehat, asalkan kualitasnya baik.
6. Spatula Nylon — Lebih Baik dari Plastik, tapi Tidak untuk Suhu Tinggi
Nylon adalah bahan sintetis yang lebih kuat dan lebih tahan panas dibanding plastik biasa.
Keamanan untuk kesehatan
- Lebih stabil dibanding plastik, sehingga tidak mudah meleleh.
- Jarang bereaksi dengan makanan.
Risiko
- Melunak pada suhu sekitar 200°C — suhu ini mudah tercapai saat menggoreng.
- Jika sudah rusak atau permukaannya tergores, potensi pelepasan zat berbahaya meningkat.
Kesimpulan: Aman untuk masakan suhu sedang, tetapi tidak ideal untuk menggoreng.
Kesimpulan Utama: Mana yang Paling Aman untuk Kesehatan?
Berikut peringkat keamanan bahan spatula dari yang paling aman ke yang paling berisiko:
- Silikon Food Grade — aman, tahan panas, tidak bereaksi dengan makanan
- Kayu — alami, aman, tapi perlu perawatan
- Bambu — mirip kayu tapi lebih higenis
- Stainless Steel — sangat aman, tapi tidak untuk wajan anti-lengket
- Nylon — aman pada suhu sedang
- Plastik — risiko tinggi pada panas, paling tidak direkomendasikan
Tips Merawat Spatula agar Tidak Cepat Rusak dan Tetap Higienis.
Karena sering digunakan dan terkena panas, minyak, serta sisa makanan, spatula jadi lebih cepat rusak jika tidak dirawat dengan benar.
Merawat spatula sebenarnya tidak sulit, asalkan kita tahu cara yang tepat sesuai dengan jenis bahan spatulanya. Berikut panduan lengkap yang bisa kamu ikuti agar spatula tetap awet, aman, dan higienis.
1. Cuci Spatula Setelah Dipakai, Jangan Dibiarkan Lama
Salah satu kebiasaan yang paling memicu bakteri adalah membiarkan spatula kotor terlalu lama. Minyak dan sisa makanan yang menempel bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, terutama pada spatula kayu atau silikon.
Langsung bilas dengan air mengalir, lalu cuci dengan sabun cuci piring agar kotoran tidak menempel dan mengeras.
2. Sesuaikan Teknik Pembersihan dengan Jenis Spatula
Setiap bahan butuh perawatan yang berbeda.
Spatula Silikon
- Cuci dengan air hangat agar minyak cepat hilang.
- Bisa dimasukkan ke dishwasher (jika kualitasnya baik).
- Pastikan bagian ujung silikon yang bisa dilepas dibersihkan bagian dalamnya.
Spatula Kayu
- Jangan direndam terlalu lama, karena kayu bisa lembap dan berjamur.
- Gosok lembut dengan sabun dan air mengalir.
- Keringkan segera dengan lap atau angin-anginkan sampai benar-benar kering.
Spatula Logam
- Bersihkan langsung setelah digunakan agar noda minyak tidak membandel.
- Hindari spons besi keras jika ingin menjaga permukaan tetap halus.
- Simpan di tempat kering untuk mencegah karat.
3. Keringkan dengan Sempurna untuk Menghindari Jamur
Spatula yang lembap adalah tempat favorit bagi jamur dan bakteri—terutama jenis kayu dan silikon.
Pastikan spatula benar-benar kering sebelum disimpan.
Kamu bisa:
- Menjemur sebentar di tempat teduh
- Menegakkan spatula di tempat rak yang berlubang
- Mengelap dengan handuk kering
Mengeringkan dengan benar juga memperpanjang usia spatula.
4. Hindari Suhu Ekstrem yang Bisa Merusak Bahan
Tidak semua spatula tahan panas tinggi.
Spatula Silikon
Biasanya tahan 200–300°C, tapi tetap bisa meleleh jika menyentuh langsung tepi wajan panas terlalu lama.
Spatula Kayu
Terpapar panas tinggi membuat kayu mudah retak atau gosong.
Spatula Logam
Aman untuk suhu tinggi, tapi pastikan tidak digunakan pada wajan anti-lengket.
Gunakan spatula sesuai bahan dan kebutuhan memasak agar tidak cepat rusak.
5. Lakukan “Deep Cleaning” Secara Berkala
Sesekali, spatula juga perlu dibersihkan lebih dalam, terutama kayu dan silikon.
Untuk Spatula Kayu
Campurkan:
- 1 sdt baking soda
- Air hangat
- (Opsional) sedikit cuka
Gosok perlahan untuk menghilangkan bau dan noda. Setelah itu bilas dan keringkan.
Untuk Spatula Silikon
Rendam 10–15 menit dalam air hangat bersabun untuk melonggarkan minyak yang tersembunyi di pori silikon.
Untuk Spatula Logam
Lap dengan kain lembut dan sedikit minyak mineral agar tidak cepat kusam.
6. Hindari Menggunakan Spatula pada Alat Dapur yang Tidak Cocok
Kesalahan kecil ini bisa merusak spatula maupun alat masak.
- Silikon + Wajan Anti-Lengket → Aman
- Kayu + Semua jenis wajan → Aman
- Logam + Wajan Anti-Lengket → Bahaya, bisa merusak lapisan teflon
- Silikon tipis + Mengangkat makanan berat → Bisa patah atau melengkung
Dengan memilih kombinasi yang tepat, spatula akan lebih tahan lama dan alat masakmu tetap aman.
7. Simpan Spatula dengan Baik
Cara menyimpan juga penting:
- Jangan menumpuk spatula basah dalam laci tertutup.
- Gunakan rak gantungan agar bagian ujung cepat kering.
- Pisahkan spatula logam dari alat masak lain agar tidak menggores.
Spatula yang tersimpan rapi tidak hanya lebih bersih, tapi juga lebih awet.
Kesimpulan: Dengan Perawatan yang Tepat, Spatula Bisa Bertahan Bertahun-Tahun
Merawat spatula bukan hanya soal menjaga bentuknya, tetapi juga soal menjaga kebersihan dan kesehatan makanan yang kita masak.
Dengan mencuci segera, mengeringkan dengan benar, memahami karakter bahan, serta melakukan pembersihan rutin, spatula akan tetap higienis dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Cukup sekian dan semoga bermanfaat.










