Cara Cerdas Mengurangi Kebisingan dari Luar di Ruang Tamu

Ruang tamu adalah area penting di rumah. Selain menjadi tempat berkumpul keluarga, ruang tamu juga sering digunakan untuk bersantai setelah seharian beraktivitas. Namun, kebisingan dari luar, seperti suara kendaraan, tetangga, atau aktivitas konstruksi, bisa mengganggu kenyamanan.

Suara-suara inilah yang sering masuk melalui jendela, pintu, atau bahkan dinding yang tipis. Untungnya, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini dan menciptakan ruang tamu yang lebih tenang.

Mengurangi kebisingan

7 Cara Cerdas Mengurangi Kebisingan dari Luar di Ruang Tamu.

1. Gunakan Pintu dan Jendela Kedap Suara.

Pintu dan jendela merupakan jalur utama masuknya suara dari luar ke dalam rumah. Suara kendaraan, orang berbicara, atau aktivitas di sekitar rumah sering menembus melalui celah kecil di pintu dan jendela, sehingga ruang tamu menjadi kurang nyaman. Untuk mengatasinya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

a. Pilih Pintu yang Solid

Pintu dari bahan solid, seperti kayu tebal atau pintu komposit, jauh lebih efektif meredam suara dibandingkan pintu hollow atau tipis. Pintu solid memiliki massa yang lebih besar, sehingga gelombang suara sulit menembusnya. Jika ingin perlindungan ekstra, bisa menambahkan pintu tambahan di sisi dalam sebagai lapisan isolasi kedua, mirip konsep pintu ganda di hotel atau gedung perkantoran.

b. Pasang Jendela Double Glazing

Jendela double glazing terdiri dari dua lapisan kaca dengan ruang udara di tengahnya. Ruang udara ini berfungsi sebagai peredam suara, mencegah gelombang suara masuk dengan mudah. Double glazing efektif meredam kebisingan jalan, klakson kendaraan, atau suara tetangga. Alternatifnya, acoustic window yang memang dirancang khusus untuk isolasi suara juga bisa digunakan jika tingkat kebisingan sangat tinggi.

c. Tutup Celah dan Sambungan

Bahkan pintu atau jendela tebal sekalipun akan tetap membiarkan suara masuk jika ada celah di sekitarnya. Untuk itu, weather stripping atau seal karet bisa dipasang di tepi pintu dan jendela. Cara ini cukup sederhana, murah, tetapi sangat efektif menahan masuknya suara. Selain suara, weather stripping juga membantu mengurangi debu dan angin yang masuk, sehingga ruang tamu menjadi lebih nyaman.

Silahkan lihat harganya Weather Stripping di Shopee.

d. Gunakan Kaca Laminasi atau Film Peredam Suara

Jika mengganti jendela terlalu mahal, bisa menggunakan kaca laminasi atau menempelkan acoustic film pada kaca yang ada. Kaca laminasi memiliki lapisan film khusus di tengahnya yang membantu meredam getaran suara. Ini cara yang lebih ekonomis tapi tetap cukup efektif untuk mengurangi kebisingan dari luar.


Dengan memperhatikan bahan, desain, dan celah pada pintu serta jendela, suara dari luar bisa dikurangi secara signifikan. Langkah ini merupakan fondasi utama untuk menciptakan ruang tamu yang lebih tenang sebelum menggunakan metode tambahan seperti tirai tebal atau panel akustik.


2. Tambahkan Tirai Tebal atau Gorden Akustik.

Tirai atau gorden tidak hanya berfungsi sebagai penutup jendela atau elemen dekoratif, tetapi juga bisa menjadi solusi sederhana untuk mengurangi kebisingan dari luar. Tirai tebal dapat menyerap sebagian gelombang suara sehingga suara dari jalan, tetangga, atau aktivitas luar rumah tidak langsung masuk ke ruang tamu.

Tips memilih tirai yang efektif:

  1. Pilih bahan yang padat dan tebal
    Bahan seperti beludru, kanvas tebal, atau gorden khusus akustik memiliki kemampuan menyerap suara lebih baik dibandingkan kain tipis. Semakin padat dan tebal bahan, semakin banyak suara yang bisa ditahan.
  2. Gunakan gorden yang menutupi seluruh jendela
    Pastikan tirai cukup lebar sehingga menutupi seluruh permukaan jendela, termasuk sisi kiri, kanan, dan bawah. Celah kecil di samping jendela bisa membuat suara tetap masuk, jadi gorden harus menjuntai hingga menutupi sebagian dinding sekitar jendela.
  3. Tambahkan lapisan ganda
    Jika suara luar sangat bising, pertimbangkan menggunakan double layer curtain. Misalnya, lapisan pertama tirai tipis untuk dekorasi atau cahaya, dan lapisan kedua tirai tebal untuk meredam suara. Cara ini juga memungkinkan Anda menyesuaikan pencahayaan tanpa mengurangi efektivitas peredaman suara.
  4. Perhatikan panjang tirai
    Tirai yang terlalu pendek tidak akan maksimal meredam suara. Idealnya, tirai menjuntai sampai lantai agar dapat menahan sebagian getaran suara yang masuk melalui jendela dan lantai.
  5. Pemasangan yang rapat
    Gunakan rel tirai yang memungkinkan tirai menempel rapat ke dinding saat ditutup. Tirai yang menggantung longgar akan meninggalkan celah, sehingga suara masih bisa masuk.

Selain membantu meredam kebisingan, tirai tebal atau gorden akustik juga menambah kehangatan visual dan privasi di ruang tamu. Efeknya akan lebih terasa jika dikombinasikan dengan karpet tebal dan furnitur empuk, menciptakan ruang tamu yang nyaman dan tenang.

Penjelasan lebih lengkap silahkan baca tips memilih gorden.


3. Gunakan Karpet dan Permadani.

Lantai keras seperti keramik, granit, marmer, atau parket cenderung memantulkan suara. Hal ini membuat kebisingan dari luar atau suara dalam ruangan terasa lebih keras dan menyebar ke seluruh ruang tamu. Salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk meredam suara adalah dengan menambahkan karpet atau permadani.

Cara Karpet dan Permadani Meredam Suara

  1. Menyerap Getaran Suara
    Karpet yang tebal dan padat mampu menyerap gelombang suara, sehingga pantulan suara dari lantai berkurang. Ini berarti suara kendaraan, tetangga, atau langkah kaki di atas lantai akan terdengar lebih lembut.
  2. Mengurangi Resonansi Ruangan
    Ruangan kosong atau dengan lantai keras sering kali menimbulkan gema ketika ada suara. Karpet dan permadani membantu menyerap sebagian gelombang suara ini, sehingga ruang tamu terdengar lebih “hangat” dan nyaman.
  3. Menambah Lapisan Peredam Suara
    Untuk hasil maksimal, bisa menambahkan lapisan busa atau underlay di bawah karpet. Lapisan ini bekerja sebagai bantalan tambahan yang memecah gelombang suara sebelum mencapai lantai keras.

Tips Memilih Karpet dan Permadani

  • Pilih karpet dengan ketebalan minimal 1–2 cm untuk daya serap suara yang optimal.
  • Material berbulu padat, seperti wol atau microfiber, biasanya lebih efektif meredam suara dibandingkan bahan tipis seperti sutra.
  • Ukur ruang tamu dan pilih ukuran karpet yang cukup menutupi area utama, terutama di dekat jendela atau pintu yang menjadi sumber kebisingan.
  • Kombinasikan dengan dekorasi seperti sofa, meja, atau tirai untuk menciptakan “zona peredam” yang lebih efektif.

Dengan menambahkan karpet atau permadani, bukan hanya kebisingan yang berkurang, tetapi suasana ruang tamu juga terasa lebih hangat dan nyaman. Ini merupakan solusi yang praktis, estetis, dan relatif murah dibandingkan renovasi besar.


4. Pasang Panel Peredam Suara.

Jika kebisingan dari luar cukup tinggi dan metode sederhana seperti tirai atau karpet belum cukup, memasang panel peredam suara bisa menjadi solusi yang efektif. Panel ini bekerja dengan menyerap gelombang suara sehingga suara bising dari luar tidak sepenuhnya masuk ke dalam ruang tamu. Selain itu, panel peredam suara juga mengurangi gema di dalam ruangan, membuat suara lebih jernih dan nyaman di telinga.

Jenis Panel Peredam Suara:

  1. Busa akustik (acoustic foam):
    Busa ini memiliki permukaan bergerigi atau bertekstur yang mampu menyerap suara. Biasanya dipasang di dinding atau langit-langit. Selain fungsional, tersedia dalam berbagai warna dan bentuk sehingga bisa menambah estetika ruang tamu.
  2. Panel kain (fabric-wrapped panels):
    Panel ini terdiri dari material penyerap suara yang dibungkus kain tebal. Kelebihannya, tampilannya lebih rapi dan bisa menyesuaikan desain interior ruang tamu. Panel kain efektif meredam suara rendah dan menengah.
  3. Panel kayu berlubang atau perforated wood:
    Panel kayu ini memiliki lubang-lubang kecil yang membantu meredam suara. Biasanya dipadukan dengan lapisan penyerap suara di belakangnya. Selain fungsional, panel kayu memberikan kesan elegan dan natural di ruang tamu.

Tips Pemasangan:

  • Fokuskan pemasangan di dinding yang langsung menghadap sumber kebisingan, seperti jendela atau pintu yang menghadap jalan raya.
  • Jika ruang tamu cukup besar, pertimbangkan memasang panel juga di langit-langit untuk menahan suara yang datang dari atas.
  • Kombinasikan panel dengan tirai tebal atau karpet agar efek peredaman lebih maksimal.

Dengan pemasangan yang tepat, panel peredam suara tidak hanya membuat ruang tamu lebih tenang, tetapi juga meningkatkan kenyamanan untuk menonton film, membaca, atau sekadar bersantai.

Silahkan lihat harganya panel busa peredam suara.


5. Perbanyak Furnitur dan Tanaman Indoor.

Selain dinding, jendela, dan pintu, benda-benda di dalam ruang tamu juga bisa berperan penting dalam meredam suara. Furnitur besar dan padat seperti sofa, rak buku, lemari, atau meja yang tebal dapat menyerap sebagian energi suara sehingga gelombang suara dari luar tidak langsung memantul ke seluruh ruangan.

Semakin banyak permukaan padat dan tebal yang ada, semakin efektif ruangan dalam meredam kebisingan. Misalnya, sofa besar dengan busa tebal dan bantal yang banyak bisa menjadi “peredam suara alami” karena bahan-bahannya menyerap getaran suara.

Silahkan baca juga tentang tips memilih sofa yang nyaman.

Selain furnitur, tanaman indoor juga berfungsi sebagai penghalang suara alami. Tanaman dengan daun lebat atau batang yang tebal bisa memecah gelombang suara dan mengurangi pantulan suara di dalam ruangan. Beberapa jenis tanaman yang cocok untuk ini antara lain:

  • Monstera: Memiliki daun besar dan padat yang bisa meredam suara.
  • Areca Palm atau Palm Indoor lainnya: Batang dan daun yang rapat membantu memecah suara.
  • Kaktus atau tanaman berduri tinggi: Bisa ditempatkan di sudut ruang tamu untuk mengurangi kebisingan dari satu sisi ruangan.

Selain fungsi peredaman suara, furnitur dan tanaman juga meningkatkan estetika ruang tamu, membuat suasana lebih nyaman dan segar. Dengan memanfaatkan kedua elemen ini, Anda bisa mengurangi kebisingan secara alami tanpa harus melakukan renovasi besar atau memasang panel akustik tambahan.


6. Pertimbangkan Penempatan Ruang Tamu.

Penempatan ruang tamu dalam rumah ternyata memiliki pengaruh besar terhadap tingkat kebisingan yang masuk. Jika ruang tamu terletak di sisi rumah yang langsung berhadapan dengan jalan raya, area parkir, atau lokasi konstruksi, kemungkinan besar suara bising akan lebih sering terdengar di dalam. Sebaliknya, menempatkan ruang tamu di sisi rumah yang lebih jauh dari sumber kebisingan dapat secara alami mengurangi gangguan suara.

Beberapa tips penempatan ruang tamu yang efektif:

  1. Jauh dari Sumber Kebisingan Utama
    Pilih sisi rumah yang menghadap halaman belakang, taman, atau area yang relatif sepi. Dengan demikian, suara kendaraan atau aktivitas luar rumah tidak langsung masuk ke ruang tamu.
  2. Gunakan Ruang Transisi
    Jika posisi ruang tamu tidak bisa jauh dari sumber suara, manfaatkan ruang lain sebagai “buffer” atau zona penahan suara. Misalnya, letakkan dapur, kamar mandi, atau lorong antara ruang tamu dan area luar yang bising. Ruang transisi ini membantu memblok sebagian kebisingan sebelum mencapai ruang tamu.
  3. Pertimbangkan Orientasi Bangunan
    Selain jarak, arah dan orientasi rumah juga penting. Misalnya, di daerah yang ramai di pagi hari, menempatkan ruang tamu di sisi timur mungkin kurang ideal karena suara kendaraan dan aktivitas tetangga lebih terdengar. Memilih sisi yang lebih terlindungi bisa mengurangi paparan suara.
  4. Manfaatkan Landscape atau Taman
    Penempatan ruang tamu di dekat taman atau halaman dengan pepohonan dapat membantu meredam suara dari luar. Vegetasi bertindak sebagai penghalang alami, menyerap sebagian gelombang suara dan memberikan efek peredaman tambahan.

Dengan mempertimbangkan penempatan ruang tamu sejak awal desain atau renovasi, Anda bisa menciptakan ruang yang lebih tenang tanpa harus mengandalkan peredam tambahan atau perubahan struktur yang mahal. Strategi ini juga membantu menjaga kenyamanan ruang tamu untuk aktivitas sehari-hari seperti bersantai, membaca, atau berkumpul bersama keluarga.


7. Periksa dan Perbaiki Struktur Bangunan.

Seringkali kebisingan dari luar bisa masuk melalui celah-celah atau retakan di dinding, plafon, lantai, atau sambungan pintu dan jendela. Bahkan rumah yang terlihat kokoh pun bisa memiliki celah kecil yang menjadi jalur suara.

Untuk itu, pemeriksaan struktur bangunan secara menyeluruh sangat penting.

1. Cek Dinding dan Plafon.

Dinding tipis atau berlubang kecil bisa membuat suara luar terdengar lebih jelas. Periksa apakah ada retakan, sambungan yang longgar, atau lubang kecil. Retakan ini bisa diperbaiki dengan dempul atau sealant khusus untuk menutup celah suara. Jika dinding rumah menggunakan bahan ringan seperti gypsum, pertimbangkan menambahkan lapisan tambahan, seperti panel gypsum kedap suara atau material isolasi suara di balik dinding.

2. Periksa Sambungan Pintu dan Jendela

Pintu dan jendela yang tidak rapat bisa menjadi sumber utama masuknya suara. Periksa apakah ada celah di sekeliling frame. Gunakan weather stripping atau seal karet untuk menutup celah tersebut. Pemasangan pintu atau jendela tambahan, seperti double door atau double glazing, juga dapat sangat membantu meredam kebisingan.

3. Perhatikan Lantai dan Plafon

Jika lantai rumah terbuat dari keramik atau parket tipis, suara dari luar atau dari lantai atas bisa lebih terdengar. Menambahkan karpet tebal, permadani, atau lantai karet bisa menyerap sebagian suara. Untuk plafon, pemasangan plafon akustik atau busa peredam suara dapat mengurangi suara yang menembus dari lantai atas atau atap rumah.

4. Tinjau Struktur Eksterior Rumah.

Kebisingan juga bisa masuk melalui area luar rumah, seperti ventilasi, celah antara atap dan dinding, atau pagar yang terlalu tipis. Memperkuat area-area ini, misalnya dengan menutup ventilasi dengan kisi-kisi kedap suara atau menambahkan material penyekat di pagar, dapat membantu mengurangi suara dari lingkungan sekitar.

Dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memperbaiki celah-celah struktur bangunan, efek kebisingan dari luar dapat dikurangi secara signifikan. Cara ini memang memerlukan perhatian lebih, tetapi hasilnya membuat ruang tamu lebih tenang dan nyaman dalam jangka panjang.

Kesimpulannya. Silakan geser ke kirim. Penjelasan Singkat
Pintu dan Jendela Kedap Suara Gunakan pintu solid, jendela double-glass, dan tutup celah dengan weather stripping.
Tirai Tebal atau Gorden Akustik Pilih tirai tebal seperti beludru untuk menyerap suara dan menambah privasi.
Karpet dan Permadani Lantai yang keras dapat memantulkan suara; karpet tebal membantu meredam suara.
Panel Peredam Suara Pasang panel akustik di dinding atau langit-langit untuk menyerap gelombang suara.
Furnitur dan Tanaman Indoor Sofa besar, rak buku, dan tanaman padat dapat menyerap sebagian suara masuk.
Penempatan Ruang Tamu Letakkan ruang tamu jauh dari sumber kebisingan untuk mengurangi paparan suara.
Periksa dan Perbaiki Struktur Bangunan Tutup retakan dan periksa sambungan dinding, plafon, serta lantai untuk mencegah suara masuk.

Pembahasan Penting Lainnya.


Jenis-jenis Sumber Kebisingan dan Cara Menghadapinya.

Ruang tamu yang tenang adalah impian banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin bersantai setelah hari yang panjang. Sayangnya, kebisingan dari luar seringkali mengganggu kenyamanan ini. Agar bisa mengatasi masalah kebisingan dengan lebih tepat, penting untuk memahami jenis-jenis sumber kebisingan yang biasa masuk ke ruang tamu dan bagaimana karakteristiknya.

1. Suara Kendaraan

Salah satu sumber kebisingan paling umum adalah suara kendaraan di jalan raya atau gang dekat rumah. Mobil, motor, truk, dan kendaraan umum menghasilkan frekuensi suara yang cukup keras dan terus-menerus, terutama pada jam-jam sibuk.

Cara menghadapinya:

  • Gunakan jendela double-glazing atau kaca akustik untuk meredam suara.
  • Tambahkan tirai tebal atau gorden berlapis yang dapat menyerap sebagian gelombang suara.
  • Jika memungkinkan, gunakan tanaman atau pagar sebagai penghalang suara alami di sisi luar rumah.

2. Suara Tetangga

Kebisingan dari tetangga bisa berupa suara percakapan, televisi, musik, atau aktivitas harian lainnya. Suara ini biasanya lebih sporadis tetapi bisa terasa mengganggu karena datang dari arah yang dekat.

Cara menghadapinya:

  • Pasang panel akustik pada dinding yang berbatasan dengan tetangga.
  • Gunakan perabotan besar seperti rak buku atau lemari untuk menyerap suara.
  • Pertimbangkan penggunaan karpet atau permadani tebal untuk lantai agar pantulan suara berkurang.

3. Suara Konstruksi

Pekerjaan pembangunan atau renovasi di sekitar rumah biasanya menimbulkan suara bising yang keras dan tiba-tiba, seperti palu, bor, atau gergaji. Suara ini cenderung intens dan lebih sulit diredam.

Cara menghadapinya:

  • Tutup jendela dan pintu rapat-rapat saat aktivitas berlangsung.
  • Gunakan tirai tebal dan karpet untuk menambah peredaman suara.
  • Jika kebisingan sangat mengganggu, pertimbangkan untuk menggunakan white noise machine atau musik ambient untuk menutupi suara konstruksi.

4. Suara Alam

Meskipun sebagian orang menyukai suara alam, seperti angin kencang, hujan deras, atau petir, suara ini juga bisa masuk ke ruang tamu terutama melalui jendela atau ventilasi.

Cara menghadapinya:

  • Gunakan tirai dan jendela kedap suara.
  • Tambahkan weather stripping pada jendela dan pintu untuk menutup celah.
  • Untuk ventilasi, pilih ventilasi dengan lapisan peredam suara.

5. Suara Hewan Peliharaan atau Liar

Suara hewan seperti anjing menggonggong, kucing melompat, atau burung berkicau kadang masuk ke ruang tamu. Kebisingan ini biasanya sporadis dan cenderung tinggi frekuensinya.

Cara menghadapinya:

  • Pasang panel peredam suara atau busa akustik di dinding.
  • Gunakan tirai tebal dan karpet untuk mengurangi resonansi suara.
  • Untuk kebisingan hewan luar, pertimbangkan penanaman pagar hidup atau tanaman tebal di sekitar rumah.

Kesimpulan

Setiap sumber kebisingan memiliki karakteristiknya sendiri, sehingga strategi peredaman suara bisa berbeda-beda. Dengan memahami jenis-jenis sumber suara, Anda bisa menentukan kombinasi metode yang tepat untuk membuat ruang tamu lebih tenang dan nyaman. Mulai dari jendela kedap suara, tirai tebal, karpet, hingga panel akustik, setiap langkah kecil bisa berdampak besar pada kenyamanan rumah.


Efek Kebisingan terhadap Kesehatan dan Kenyamanan.

Kebisingan dari luar rumah sering dianggap hal sepele, padahal dampaknya terhadap kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah bisa cukup signifikan. Ruang tamu yang seharusnya menjadi tempat bersantai, berkumpul dengan keluarga, atau menikmati waktu luang bisa menjadi kurang nyaman jika terus-menerus terganggu oleh suara bising.

Dan memahami efek kebisingan ini penting agar kita lebih termotivasi untuk mencari solusi peredaman yang efektif.

1. Meningkatkan Tingkat Stres

Suara bising yang terus-menerus, seperti kendaraan, aktivitas tetangga, atau konstruksi, dapat memicu produksi hormon stres seperti kortisol. Dampaknya, penghuni rumah bisa merasa mudah marah, gelisah, atau cepat lelah. Dalam jangka panjang, stres akibat kebisingan juga bisa memengaruhi kualitas tidur dan sistem imun.

2. Mengganggu Konsentrasi

Ruang tamu sering digunakan untuk membaca, bekerja dari rumah, atau mengerjakan tugas anak. Kebisingan yang masuk dapat mengganggu fokus dan konsentrasi. Hal ini membuat pekerjaan menjadi lebih lambat, mudah salah, dan menyebabkan frustrasi. Anak-anak pun bisa kesulitan belajar jika ruang tamu berdekatan dengan sumber suara keras.

3. Mengurangi Kualitas Tidur

Meskipun ruang tamu bukan kamar tidur, kebisingan yang tinggi di siang atau malam hari dapat memengaruhi ritme tidur penghuni rumah. Tubuh cenderung tetap waspada terhadap suara luar, sehingga tidur menjadi kurang nyenyak, bahkan menyebabkan gangguan tidur jangka panjang.

4. Menurunkan Kenyamanan dan Relaksasi

Ruang tamu adalah tempat untuk bersantai, menonton TV, berbincang dengan keluarga, atau menikmati waktu sendiri. Kebisingan yang terus-menerus membuat suasana menjadi tidak nyaman. Akibatnya, kegiatan santai menjadi terganggu, dan penghuni rumah merasa ingin menghindari ruang tamu.

5. Dampak Jangka Panjang terhadap Kesehatan

Paparan kebisingan yang berkepanjangan dapat berdampak pada kesehatan jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah pendengaran. Selain itu, stres kronis akibat kebisingan juga bisa memicu masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi ringan.


Dengan memahami efek kebisingan terhadap kesehatan dan kenyamanan, kita bisa lebih sadar pentingnya menciptakan ruang tamu yang tenang. Investasi dalam peredaman suara bukan hanya soal kenyamanan estetika, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup penghuni rumah.


Perbedaan Bahan Bangunan dalam Meredam Suara.

Kebisingan dari luar bisa sangat mengganggu kenyamanan ruang tamu. Salah satu faktor utama yang memengaruhi tingkat kebisingan adalah bahan bangunan yang digunakan pada dinding, lantai, plafon, dan jendela. Setiap bahan memiliki kemampuan meredam suara yang berbeda, sehingga penting untuk memahami karakteristiknya agar bisa memilih solusi yang tepat.

1. Dinding Beton

Dinding beton padat merupakan salah satu bahan terbaik untuk meredam suara. Beton memiliki massa yang berat, sehingga suara dari luar sulit menembusnya. Dinding beton juga cenderung mengurangi pantulan suara di dalam ruang tamu.

Kelebihan:

  • Redam suara sangat baik, terutama suara kendaraan dan aktivitas luar rumah.
  • Tahan lama dan kokoh.

Kekurangan:

  • Biaya pembangunan atau renovasi bisa lebih tinggi.
  • Kurang fleksibel untuk penataan interior karena sulit untuk mengebor atau memodifikasi.

2. Dinding Bata atau Batako

Bata atau batako memiliki kemampuan meredam suara yang cukup baik, terutama jika menggunakan bata padat. Namun, jika menggunakan batako berongga, kemampuan peredaman suara lebih rendah karena rongga memungkinkan suara menembus.

Tips:

  • Gunakan bata padat atau tambahkan lapisan gypsum/drywall dengan isolasi suara di antara kedua lapisan.
  • Tambahkan cat atau panel akustik untuk menambah kemampuan redam suara.

3. Dinding Kayu

Kayu memiliki karakteristik menyerap sebagian suara, namun tidak seefektif beton atau bata padat. Dinding kayu tipis cenderung memantulkan suara dari luar.

Kelebihan:

  • Estetika hangat dan natural.
  • Lebih mudah dipasang dan dimodifikasi.

Kekurangan:

  • Redam suara terbatas, terutama suara kendaraan yang keras.
  • Rentan terhadap getaran yang bisa memperkuat resonansi suara.

Tips: Tambahkan panel akustik atau lapisan isolasi di balik dinding kayu untuk meningkatkan peredaman suara.

4. Plafon dan Lantai

Plafon dan lantai juga berperan penting dalam meredam kebisingan.

  • Plafon: Plafon gypsum tipis cenderung memantulkan suara. Pemasangan plafon akustik atau panel busa bisa membantu menyerap suara.
  • Lantai: Lantai keramik atau marmer mudah memantulkan suara. Menambahkan karpet tebal atau permadani dapat mengurangi pantulan suara dan menciptakan ruang tamu yang lebih nyaman.

5. Jendela dan Pintu

Jendela dan pintu merupakan jalur utama suara masuk.

  • Kaca tunggal: Redam suara rendah, suara kendaraan dan aktivitas luar tetap terdengar jelas.
  • Double glazing atau kaca akustik: Sangat efektif meredam suara dari luar.
  • Pintu solid: Lebih baik daripada pintu tipis atau hollow. Pintu tambahan atau weather stripping di sekitar pintu dapat meningkatkan peredaman suara.

Kesimpulan

Pemilihan bahan bangunan sangat menentukan kenyamanan ruang tamu dari kebisingan luar. Beton dan bata padat lebih unggul untuk meredam suara, sedangkan kayu dan kaca tunggal membutuhkan tambahan peredam suara seperti panel akustik, tirai tebal, atau karpet. Dengan memahami karakteristik bahan, Anda bisa merancang atau merenovasi ruang tamu agar lebih tenang dan nyaman, sekaligus estetis.

Cukup sekian dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top