Perbandingan Kompor Gas vs Kompor Listrik: Mana yang Lebih Efisien?

Memilih kompor untuk kebutuhan memasak sehari-hari memang tidak bisa sembarangan. Saat ini, dua jenis kompor yang paling banyak digunakan adalah kompor gas dan kompor listrik. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga banyak orang bingung: sebenarnya mana yang lebih efisien dan cocok untuk dapur rumah?

Dalam artikel ini, kita akan membahas lengkap dari berbagai aspek seperti penggunaan energi, biaya, kenyamanan, keamanan, hingga perawatannya.

Kompor gas dan kompor listrik

Perbandingan Kompor Gas vs Kompor Listrik: Mana yang Lebih Efisien?

1. Perbandingan Efisiensi Energi. 

Efisiensi energi adalah seberapa efektif kompor mengubah sumber energinya (gas atau listrik) menjadi panas yang benar-benar digunakan untuk memasak. Semakin sedikit energi yang terbuang, semakin efisien kompor tersebut.

Berikut perbandingan detailnya:


1. Efisiensi Energi Kompor Gas

Kompor gas menghasilkan panas melalui pembakaran LPG. Api yang muncul langsung mengenai dasar panci atau wajan.

Kelebihannya:
  • Pemanasan cepat karena api langsung.
  • Mudah mengatur besar-kecil api.
  • Bisa digunakan untuk semua jenis peralatan masak.
Kekurangannya:
  • Kehilangan panas cukup besar karena nyala api menyebar ke samping.
  • Efisiensi panas hanya sekitar 40–60%.
  • Jika burner kotor, efisiensinya turun karena api tidak biru dan panas tidak tersalurkan dengan baik.
Faktor yang mempengaruhi efisiensi kompor gas:
  • Warna api (biru = paling efisien)
  • Jarak antara api dan panci
  • Kebersihan tungku / burner
  • Bahan panci (aluminium dan stainless lebih cepat panas)

2. Efisiensi Energi Kompor Listrik

Kompor listrik menggunakan elemen pemanas atau teknologi induksi untuk menghasilkan panas.

Kelebihannya:
  • Panas lebih stabil dan merata.
  • Tidak ada api terbuka sehingga panas lebih fokus ke panci.
  • Kompor induksi memiliki efisiensi paling tinggi.
Efisiensi berdasarkan jenisnya:
  • Kompor listrik biasa (coil / ceramic): 60–80%
  • Kompor induksi: 80–90%
    (Panas langsung dipindahkan ke panci melalui medan magnet, sangat minim energi terbuang.)
Kekurangannya:
  • Membutuhkan panci tertentu (khusus induksi).
  • Konsumsi listrik bisa terasa besar jika memasak berat.

Faktor yang mempengaruhi efisiensi kompor listrik:

  • Jenis kompor (ceramic vs induksi)
  • Ketepatan ukuran panci dengan area pemanas
  • Bahan panci (ferromagnetik untuk induksi)
  • Suhu dan daya yang digunakan

Jadi, Mana yang Paling Efisien?

Jika berbicara murni efisiensi energi, maka kompor induksi adalah pemenangnya. Panas yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan hampir tidak ada yang terbuang ke udara.

Kompor gas tetap populer karena fleksibel, mudah digunakan, dan lebih hemat biaya dalam banyak kondisi. Namun, dari sisi penggunaan energi, kompor listrik, terutama induksi maka jauh lebih unggul.


2. Perbandingan dalam Efisiensi Biaya Penggunaan. 

Selain efisiensi energi, faktor yang paling dipertimbangkan banyak orang saat memilih kompor adalah biaya pemakaian sehari-hari. Perbedaan harga energi (LPG dan listrik), jenis kompor, serta pola memasak sangat memengaruhi mana yang lebih hemat.

Berikut perbandingan lengkapnya.


1. Biaya Penggunaan Kompor Gas

Kompor gas menggunakan LPG 3 kg, 5,5 kg, atau 12 kg. Setiap tabung memiliki konsumsi dan durasi pemakaian yang berbeda tergantung kebutuhan rumah.

Kelebihan biaya:
  • Lebih hemat untuk pemakaian rutin.
  • Harga LPG relatif stabil.
  • Konsumsi energi tidak dipengaruhi tarif listrik naik/turun.
  • Cocok untuk keluarga yang sering memasak berat.
Contoh perhitungan sederhana:

Misalnya penggunaan normal keluarga 3–4 orang:

  • 1 tabung LPG 12 kg → bisa bertahan 25–40 hari.
  • Harga rata-rata (misal): Rp 160.000 / tabung.

Rata-rata biaya per hari:
→ Rp 160.000 / 30 hari ≈ Rp 5.300 per hari

Cukup hemat, terutama jika memasak 2–3 kali sehari.

Hal yang memengaruhi hemat/borosnya kompor gas:
  • Api tidak biru = pemborosan.
  • Burner kotor = gas lebih cepat habis.
  • Panci terlalu kecil/terlalu besar = panas tidak maksimal.
  • Kebocoran kecil yang tidak disadari.

2. Biaya Penggunaan Kompor Listrik

Kompor listrik (termasuk induksi) menggunakan daya mulai 800–2000 watt. Biayanya tergantung lama memasak dan tarif listrik rumah.

Kelebihan biaya:
  • Pemanasan cepat (terutama induksi), jadi waktu memasak lebih singkat.
  • Efisiensi tinggi sehingga panas tidak banyak terbuang.
  • Tidak ada biaya selang, regulator, atau tabung gas.
Kekurangan biaya:
  • Tagihan listrik bisa naik cukup terasa.
  • Jika sering memasak lama, biaya bisa lebih mahal dibanding LPG.
  • Pemakaian malam + alat rumah lain bisa bikin beban listrik berat.
Contoh perhitungan sederhana:

Misalnya memakai kompor induksi 1200 watt selama 1 jam per hari.

Perhitungan:

  • 1200 watt = 1,2 kWh
  • Tarif listrik rumahan misal sekitar = Rp 1.700/kWh

Biaya per hari:
→ 1,2 kWh × 1.700 = Rp 2.040

Jika memasak 1 jam per hari: Rp 2.000-an per hari → terlihat murah
Namun, rata-rata memasak butuh 1,5–2 jam (memasak, memanaskan, merebus, dll).

Jika 2 jam per hari:
→ 2 × Rp 2.040 = Rp 4.080 per hari

Hampir setara atau sedikit lebih murah dari LPG, tergantung pola memasak.

Faktor yang membuat kompor listrik boros/hemat:
  • Durasi memasak.
  • Level panas yang digunakan.
  • Jenis kompor (induksi lebih hemat dari ceramic).
  • Tarif listrik rumah.
  • Jenis panci (yang tidak cocok membuat pemanasan lebih lama).

3. Kompor Mana yang Lebih Hemat Biaya?
Umumnya, kompor gas lebih hemat, terutama bila:
  • Memasak 2–3 kali sehari.
  • Banyak kegiatan masak yang lama seperti merebus dan menggoreng.
  • Rumah tangga beranggotakan 3 orang atau lebih.
Kompor listrik bisa lebih hemat jika:
  • Jarang memasak lama.
  • Memakai kompor induksi yang efisiensinya tinggi.
  • Menggunakan tarif listrik hemat (misalnya prabayar + pola penggunaan tertentu).
  • Memasak sederhana (rebus cepat, tumis, panaskan makanan).

Ringkasannya:
  • Keluarga yang sering memasak: kompor gas lebih hemat.
  • Pengguna yang jarang memasak: kompor listrik bisa lebih efisien.
  • Jika ingin hemat listrik dan modern: pilih kompor induksi.
  • Jika ingin hemat total dan fleksibel: pilih kompor gas.

3. Perbandingan Tingkat Keamanan. 

Keamanan adalah salah satu faktor terpenting saat memilih kompor untuk dapur rumah. Baik kompor gas maupun kompor listrik memiliki risiko masing-masing.

Berikut penjelasannya secara lengkap:


1. Keamanan Kompor Gas

Kompor gas adalah yang paling umum digunakan, tetapi memiliki potensi risiko yang perlu diperhatikan.

Potensi Risiko:
  1. Kebocoran Gas
    Ini adalah risiko terbesar. Kebocoran dari selang atau regulator bisa menimbulkan bau gas yang kuat dan berbahaya jika terhirup atau tersulut api.
  2. Ledakan Tabung Gas. 
    Jarang terjadi, tetapi bisa terjadi jika tekanan dalam tabung tidak stabil atau komponen tidak terpasang dengan baik.
  3. Api Terbuka. 
    • Mudah tersulut oleh benda-benda mudah terbakar.
    • Berbahaya bagi anak kecil yang tidak sengaja menyentuhnya.
  4. Burner Tersumbat
    Jika lubang burner kotor, api bisa tidak stabil, cenderung kuning, dan mudah “lompat”.
Cara Meningkatkan Keamanan Kompor Gas:
  • Gunakan selang dan regulator berstandar SNI.
  • Cek sambungan secara berkala.
  • Pastikan kompor ditempatkan di area dengan ventilasi baik.
  • Matikan regulator setelah selesai memasak.
  • Jauhkan dari benda mudah terbakar (tisu, plastik, minyak).

2. Keamanan Kompor Listrik

Kompor listrik (termasuk induksi) dikenal lebih aman karena tidak menggunakan api dan tidak ada tabung gas.

Kelebihan Keamanan:
  1. Tidak Ada Api Terbuka
    • Mengurangi risiko kebakaran akibat percikan minyak atau kain yang terlalu dekat.
    • Aman bagi anak-anak karena permukaan tertentu tidak sepanas kompor gas.
  2. Tidak Ada Risiko Kebocoran Gas
    Tidak perlu regulator, selang, dan tabung LPG, sehingga risiko ledakan jauh lebih kecil.
  3. Fitur Keamanan Modern
    Banyak kompor listrik dilengkapi:

    • Child Lock
    • Auto Shut-Off (akan mati otomatis jika lupa dimatikan)
    • Overheat Protection
    • Indikator Panas pada permukaan keramik
  4. Permukaan Lebih Stabil
    Tidak ada nyala api yang bisa “menyambar” atau membesar tiba-tiba.
Potensi Risiko Kompor Listrik:
  • Ketergantungan Listrik
    Ketika listrik padam, kompor tidak bisa dipakai sama sekali.
  • Permukaan Masih Panas Setelah Dipakai
    Pada kompor ceramic/infrared, permukaan tetap panas beberapa menit setelah dimatikan.
  • Kerusakan Kabel
    Jika kabel rusak atau korsleting, bisa berbahaya.
Kesimpulan:

Kompor listrik lebih unggul dari sisi keamanan, terutama untuk rumah dengan anak-anak atau dapur kecil. Namun, kompor gas tetap aman asalkan pemasangan benar dan perawatan dilakukan secara berkala.


4. Perbandingan dalam Kemudahan Penggunaan. 

Ketika memilih kompor, salah satu pertimbangan terpenting adalah seberapa mudah kompor tersebut digunakan untuk aktivitas memasak sehari-hari. Setiap orang punya kebiasaan memasak yang berbeda, sehingga tingkat kenyamanan dan kemudahan bisa sangat berpengaruh.

Berikut perbandingan lengkapnya:


1. Kemudahan Penggunaan Kompor Gas

Kompor gas adalah jenis kompor yang paling umum digunakan di rumah-rumah di Indonesia. Banyak orang merasa lebih nyaman karena sudah terbiasa dengan sistemnya.

Kelebihan:
  • Mudah mengatur besar-kecil api hanya dengan memutar knob.
  • Respons panas cepat, begitu dinyalakan langsung keluar api.
  • Bisa dipakai dengan semua jenis panci dan wajan, termasuk aluminium, stainless, teflon, hingga cast iron.
  • Tetap bisa digunakan meskipun listrik mati, sehingga tidak mengganggu aktivitas memasak.
  • Cocok untuk berbagai teknik memasak seperti menggoreng, menumis, merebus, hingga membakar.
Kekurangan:
  • Membutuhkan pemantik, baik manual maupun otomatis.
  • Pengaturan api kadang tidak sepresisi kompor listrik (tergantung kualitas produk).
  • Api terbuka membuat dapur terasa lebih panas.
  • Perlu memperhatikan posisi panci agar panas terarah.
Bagi pengguna pemula:

Secara umum, kompor gas lebih mudah dipahami karena cara penggunaannya sangat sederhana dan langsung terlihat melalui api.


2. Kemudahan Penggunaan Kompor Listrik

Kompor listrik, termasuk kompor induksi, menawarkan pengalaman memasak modern dengan kontrol yang lebih halus.

Kelebihan:
  • Tidak ada api terbuka, membuat dapur terasa lebih nyaman dan bersih.
  • Pengaturan suhu lebih presisi, biasanya dengan tombol digital atau level daya.
  • Panas merata dan stabil, sehingga makanan matang lebih konsisten.
  • Sangat mudah dibersihkan karena permukaannya datar.
  • Beberapa model memiliki fitur pintar seperti timer, auto-off, dan child lock.
Kekurangan:
  • Untuk kompor induksi, panci harus khusus (harus bisa ditempel magnet).
  • Jika listrik padam, kompor tidak bisa digunakan sama sekali.
  • Respons panas sedikit berbeda dengan kompor gas (lebih cepat pada induksi, lebih lambat pada kompor listrik keramik).
  • Butuh adaptasi bagi pengguna yang terbiasa dengan api.
Bagi pengguna pemula:

Setelah terbiasa, kompor listrik sebenarnya sangat mudah dipakai. Namun pada awalnya, sebagian orang butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem kontrol digital dan tidak adanya api.

Kesimpulan:
  • Kompor gas lebih mudah digunakan secara umum, terutama karena fleksibel dan sudah familiar.
  • Kompor listrik menawarkan kenyamanan lebih, kontrol suhu yang presisi, dan pengalaman memasak yang modern—setelah pengguna terbiasa.

5. Perbandingan dalam Segi Perawatan dan Kebersihan. 

Merawat kompor adalah hal yang wajib dilakukan agar tetap aman, awet, dan nyaman digunakan. Setiap jenis kompor memiliki cara perawatan yang berbeda karena mekanisme kerjanya juga tidak sama.

Berikut perbandingannya:


1. Perawatan dan Kebersihan Kompor Gas

Kompor gas memiliki beberapa bagian penting seperti burner, tatakan, selang, hingga regulator. Karena menggunakan api terbuka, kompor jenis ini sering terkena cipratan minyak, kuah masakan, dan sisa makanan.

Cara Membersihkan Kompor Gas:
  • Bersihkan burner secara rutin, minimal seminggu sekali. Kotoran yang menumpuk membuat api jadi merah dan kurang panas.
  • Lepas dan rendam tungku / burner dalam air hangat sabun untuk menghilangkan kerak.
  • Lap permukaan kompor setelah memasak untuk mencegah noda minyak mengeras.
  • Gunakan cairan pembersih khusus untuk noda membandel atau kerak gosong.
  • Cek lubang udara burner, bersihkan dengan tusuk gigi jika tersumbat.
Perawatan Keamanan:
  • Periksa selang gas setiap 3–6 bulan untuk melihat apakah ada retakan.
  • Pastikan regulator terpasang kuat dan tidak longgar.
  • Jangan menyalakan kompor jika mencium bau gas. Matikan sumber gas dan buka jendela.
  • Ganti selang dan regulator setiap 2–3 tahun agar lebih aman.
Kesimpulan perawatan kompor gas:

Butuh perawatan rutin dan sedikit lebih banyak langkah, karena banyak komponennya yang harus dijaga kebersihannya agar api tetap biru dan penggunaan tetap aman.


2. Perawatan dan Kebersihan Kompor Listrik

Kompor listrik, baik ceramic maupun induksi, memiliki permukaan yang datar sehingga jauh lebih mudah dibersihkan. Karena tidak ada api dan tidak ada burner, perawatannya juga lebih sederhana.

Cara Membersihkan Kompor Listrik:
  • Lap permukaan kompor dengan kain lembut setelah setiap memasak.
  • Untuk noda membandel, gunakan scraper khusus (terutama pada kompor kaca atau ceramic).
  • Gunakan cairan pembersih kaca untuk hasil yang lebih mengilap.
  • Pastikan kompor sudah dingin sebelum dibersihkan.
Perawatan Keamanan:
  • Pastikan ventilasi bagian bawah kompor tidak tersumbat.
  • Gunakan panci yang sesuai agar tidak menggores permukaan kaca.
  • Hindari menumpahkan gula ke permukaan kompor, karena bisa merusak lapisan kaca.
  • Jangan menyalakan kompor tanpa panci (terutama induksi), agar tidak terjadi overheating.
Kesimpulan perawatan kompor listrik:

Perawatannya sangat mudah, cepat, dan praktis. Permukaan datar membuatnya tidak cepat kotor dan mudah dibersihkan setiap hari.


Mana yang Lebih Mudah Dirawat?

Secara umum:

  • Kompor listrik jauh lebih mudah dirawat karena tidak memiliki burner atau tungku yang harus dibersihkan.
  • Kompor gas memerlukan perawatan lebih rutin, terutama pada burner, selang, dan regulator untuk menjaga keamanan serta kualitas api.

Mana yang Lebih Efisien Secara Keseluruhan?

Jawaban akhirnya tergantung kebutuhan Anda:

Pilih Kompor Gas Jika:
  • Anda ingin biaya harian yang lebih hemat.
  • Anda sering memasak dalam waktu lama.
  • Anda butuh fleksibilitas alat masak apa pun.
Pilih Kompor Listrik Jika:
  • Anda ingin keamanan maksimal (tanpa api dan tanpa gas).
  • Anda menginginkan dapur yang modern dan bersih.
  • Anda jarang memasak berat dan ingin kontrol suhu presisi.

Kesimpulan umum:

  • Efisiensi energi: Kompor listrik lebih unggul.
  • Efisiensi biaya: Kompor gas lebih hemat.
  • Keamanan: Kompor listrik lebih aman.
  • Kenyamanan & perawatan: Kompor listrik lebih mudah.

Silahkan baca juga Rekomendasi Kompor Gas Terbaik.


Pembahasan Penting Lainnya.


Berapa Watt Kompor Listrik yang Ideal untuk Kebutuhan Rumah Tangga?

Kompor listrik semakin populer karena lebih praktis, aman, dan terlihat modern. Namun, banyak orang bingung memilih berapa watt kompor listrik yang ideal untuk kebutuhan rumah tangga. Jika watt terlalu besar, listrik sering turun. Jika watt terlalu kecil, proses memasak jadi lama dan tidak maksimal.

Supaya tidak salah pilih, berikut penjelasan lengkapnya.


1. Apa Itu Daya (Watt) pada Kompor Listrik?

Watt menunjukkan seberapa besar energi listrik yang digunakan kompor saat memanaskan.
Semakin besar watt-nya, semakin cepat panasnya — tetapi konsumsi listriknya juga lebih tinggi.

Kompor listrik umumnya memiliki daya antara:

  • 500–700 watt (low watt)
  • 800–1500 watt (rumah tangga umum)
  • 1800–2200 watt (kompor induksi premium)
  • 3000+ watt (tipe profesional)

2. Berapa Watt Kompor Listrik yang Ideal untuk Rumah Tangga?

Idealnya tergantung pada daya listrik rumah, frekuensi memasak, dan jenis masakan.

a. Rumah dengan Daya 900–1300 VA

Pilihan ideal:
➡️ 600–1000 watt
Kompor jenis ini cukup untuk memasak harian ringan seperti menumis, merebus, atau menggoreng tipis.

b. Rumah dengan Daya 1300–2200 VA

Pilihan ideal:
➡️ 1000–1500 watt
Cocok untuk memasak lebih cepat, menggoreng banyak minyak, atau memasak menu yang butuh panas besar.

c. Rumah dengan Daya 2200–3500 VA

Pilihan ideal:
➡️ 1500–2000 watt
Memasak jauh lebih cepat dan stabil, cocok untuk kebutuhan keluarga lebih besar.

d. Jika Menggunakan Kompor Induksi

Induksi biasanya butuh daya lebih besar:
➡️ 1800–2200 watt
Namun, panasnya lebih efisien sehingga waktu memasak menjadi lebih cepat.


3. Sesuaikan dengan Kebiasaan Memasak Anda

Jika sering memasak cepat (gorengan, tumis, rebus besar): Pilih 1200–2000 watt

Jika jarang memasak atau hanya masak menu ringan: Pilih 600–1000 watt

Jika butuh kekuatan maksimal: Pilih 1800–2200 watt (induksi)


4. Apakah Watt Besar Pasti Boros?

Tidak selalu.

Kompor watt besar memang memakai daya lebih tinggi per menit, tetapi waktu memasaknya jauh lebih cepat.
Kadang justru lebih hemat karena:

  • Panas lebih cepat.
  • Panas lebih stabil.
  • Tidak perlu menunggu lama.

Sedangkan kompor watt kecil lebih lama memanaskan makanan, sehingga total konsumsi listrik bisa sama atau bahkan lebih besar.


Kesimpulan: Watt Kompor Listrik Ideal

Secara umum, kompor listrik untuk rumah tangga ideal berada di kisaran:

  • 1000–1500 watt untuk kompor listrik biasa.
  • 1500–2000 watt untuk kompor induksi. 

Jika daya listrik rumah kecil, gunakan kompor 600–900 watt.

Yang penting adalah menyesuaikan dengan daya listrik rumah dan kebiasaan memasak agar penggunaan tetap aman, nyaman, dan tidak membuat tagihan listrik melonjak.


Cara Memilih Kompor Listrik yang Tepat untuk Kebutuhan Rumah. 

Kompor listrik kini menjadi pilihan banyak keluarga modern karena tampilannya yang rapi, mudah dibersihkan, dan aman digunakan tanpa api terbuka. Namun, memilih kompor listrik yang tepat tidak bisa asal membeli. Ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan agar kompor yang dibeli sesuai kebutuhan, jenis masakan, dan kondisi dapur.

Berikut panduan lengkap memilih kompor listrik terbaik untuk rumah Anda.


1. Tentukan Jenis Kompor Listrik yang Sesuai

Secara umum, kompor listrik terbagi menjadi tiga jenis:

a. Kompor Listrik Coil (Pemanas Koil)
  • Menggunakan elemen pemanas yang membentuk koil.
  • Harga paling murah.
  • Pemanasan agak lambat.
  • Permukaan tidak rata, agak sulit dibersihkan.
b. Kompor Listrik Infrared (Halogen)
  • Menggunakan cahaya inframerah untuk menghasilkan panas.
  • Bisa digunakan dengan semua jenis panci.
  • Panas cukup cepat, tapi konsumsi listrik lebih tinggi.
c. Kompor Induksi (Induction)
  • Paling modern dan efisien.
  • Menggunakan magnet untuk memanaskan panci secara langsung.
  • Memasak sangat cepat.
  • Permukaan tidak panas, lebih aman.
  • Hanya cocok untuk panci berbahan logam magnetis (stainless/iron).

Bila ingin yang paling hemat listrik dan aman, kompor induksi adalah pilihan terbaik.


2. Perhatikan Daya Listrik (Watt) Kompor

Setiap kompor listrik memiliki kebutuhan daya berbeda, biasanya antara 600–2000 watt per tungku.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Sesuaikan dengan daya listrik rumah (450 VA, 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, dst).
  • Semakin besar watt, semakin cepat panas.
  • Pilih kompor dengan daya yang bisa diatur (misal 300–1200W).

Jika daya rumah kecil (900 VA), pilih kompor dengan watt rendah atau yang dilengkapi fitur power limit.


3. Tentukan Jumlah Tungku

Jumlah tungku mempengaruhi kenyamanan masak.

a. 1 Tungku
  • Cocok untuk apartemen kecil, anak kos, atau keluarga kecil.
  • Hemat listrik.
b. 2 Tungku
  • Pilihan paling ideal untuk keluarga.
  • Bisa memasak dua menu sekaligus.
c. 3 Tungku atau lebih
  • Cocok untuk dapur luas atau usaha kuliner kecil.

Untuk keluarga 2–5 orang, kompor listrik 2 tungku sudah sangat memadai.


4. Pilih Material Permukaan yang Kuat

Material yang umum digunakan pada kompor listrik:

  • Kaca Tempered
    Tahan panas, tampil mewah, mudah dibersihkan.
  • Keramik
    Lebih kuat dari kaca, tahan gores.
  • Stainless Steel
    Lebih murah, tapi kurang estetis dan gampang meninggalkan noda.

Kompor dengan tempered glass sangat direkomendasikan karena estetika dan kemudahannya dalam perawatan.


5. Perhatikan Fitur Keamanan yang Wajib Ada

Karena bekerja menggunakan panas tinggi, kompor listrik harus memiliki fitur keamanan berikut:

  • Auto-off (otomatis mati saat tidak ada panci)
  • Child Lock (aman untuk rumah dengan anak)
  • Overheat Protection
  • Timer Otomatis
  • Indicator Sisa Panas (hot surface indicator)

Jangan pilih kompor tanpa fitur keamanan, terutama jika digunakan setiap hari.


6. Pertimbangkan Konsumsi Energi

  • Kompor infrared cenderung boros listrik.
  • Kompor induksi lebih hemat hingga 30–50% karena panas langsung ke panci.
  • Pilih kompor dengan mode eco atau level watt bisa diatur.

Jika prioritas Anda adalah tagihan listrik hemat, pilih kompor induksi dengan fitur power-saving.


7. Perhatikan Ukuran dan Desain Dapur

  • Sesuaikan ukuran kompor dengan meja dapur.
  • Untuk dapur minimalis, kompor tanam (built-in hob) sangat cocok karena tampil rapi.
  • Untuk penggunaan fleksibel, pilih kompor portable.

Jangan membeli kompor besar jika area dapur terbatas.


8. Sesuaikan dengan Anggaran

Harga kompor listrik bervariasi:

  • Coil: Rp150.000 – Rp300.000
  • Infrared: Rp250.000 – Rp800.000
  • Induksi: Rp700.000 – Rp5.000.000+

Tentukan kebutuhan sebelum menetapkan budget, bukan sebaliknya.


Kesimpulan

Untuk memilih kompor listrik yang tepat, Anda perlu mempertimbangkan:

  • Jenis kompor (induksi/infrared/coil)
  • Daya listrik
  • Jumlah tungku
  • Material permukaan
  • Fitur keamanan
  • Kompatibilitas panci
  • Konsumsi energi
  • Ukuran dapur
  • Merek & anggaran

Jika ingin efisiensi, keamanan, dan memasak yang cepat, kompor induksi adalah pilihan terbaik. Namun jika ingin fleksibilitas panci, kompor infrared bisa jadi alternatif.


Rekomendasi Merek Kompor Listrik Terbaik yang Berkualitas. 

Kompor listrik kini semakin populer karena lebih modern, bersih, dan praktis digunakan. Namun, memilih kompor listrik yang benar-benar bagus tidak boleh asal. Pilihlah merek yang memang fokus memproduksi peralatan dapur, terutama kategori kompor.

In Sya Alloh.. Berikut beberapa merek terbaik yang dikenal kuat dalam kualitas, kestabilan panas, serta ketahanan jangka panjang.


1. Rinnai

Rinnai adalah salah satu produsen peralatan dapur paling populer di Indonesia. Selain kompor gas, Rinnai juga mengeluarkan kompor listrik tipe infrared dan induksi.

Kelebihan:
  • Kualitas material kuat
  • Panas stabil dan efisien
  • Spare part mudah dicari
  • Tersedia pilihan 1–2 tungku
Cocok untuk: penggunaan harian keluarga.

Dan silahkan pilih sendiri koleksi kompor Rinnai di Shopee.


2. Maspion

Maspion adalah produsen alat rumah tangga lokal yang punya lini kompor listrik cukup lengkap.

Kelebihan:
  • Kualitas cukup kokoh
  • Banyak pilihan desain dan ukuran
  • Layanan service center luas
Cocok untuk: pengguna yang ingin produk lokal berkualitas.

Monggo pilih sendiri kompor maspion original.


3. Oxone

Oxone terkenal sebagai brand peralatan dapur modern. Produk kompor induksi mereka dikenal stylish dan cepat panas.

Kelebihan:
  • Desain premium
  • Pengaturan suhu presisi
  • Pemanasan cepat (induksi)
Cocok untuk: dapur modern dan pemakaian intensif.

Dan koleksi kompor Oxone juga perlu dicoba.


4. Cosmos

Cosmos cukup lama mengeluarkan kompor listrik infrared dan induksi dengan harga terjangkau namun berkualitas stabil.

Kelebihan:
  • Harga ramah kantong
  • Daya listrik relatif rendah
  • Panel kontrol mudah dipahami
Cocok untuk: pemakaian harian ringan–sedang.

Silahkan cobain sendiri produknya Cosmos di Shopee.


5. Kirin

Kirin adalah produsen peralatan dapur yang cukup dikenal karena produknya tahan lama.

Kelebihan:
  • Material kuat
  • Konsumsi daya stabil
  • Desain sederhana tapi fungsional
Cocok untuk: keluarga yang butuh kompor durable.

Silahkan kunjungi toko resminya Kirin.


6. Electrolux

Walaupun tergolong brand premium, Divisi kitchen appliance Electrolux termasuk salah satu yang paling kuat.

Kelebihan:
  • Teknologi modern
  • Kompor induksi sangat efisien
  • Tahan lama
Cocok untuk: pengguna yang mengutamakan kualitas tinggi.

Dan Electrolux juga punya toko resminya di Shopee.


7. DENPOO

Denpoo aktif memproduksi alat dapur termasuk kompor listrik infrared dan induksi.

Kelebihan:
  • Harga kompetitif
  • Daya beragam (300W–2000W)
  • Perawatan mudah
Cocok untuk: penggunaan rumahan dan usaha kecil.

Kunjungi langsung toko Denpoo di Shopee.


8. Idealife

Brand yang fokus pada peralatan dapur modern, termasuk kompor induksi portable.

Kelebihan:
  • Ringan dan portable
  • Pemanasan cepat
  • Kontrol suhu presisi
Cocok untuk: apartemen, dapur kecil, dan pengguna yang mobile.

Dan tidak perlu pikir panjang. Langsung saja miliki koleksi produk idealife.


Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Ingatlah Rumevo kalau Anda sedang mencari peralatan rumah, dan tips bermanfaat lainnya.

Silahkan baca juga tentang:

  1. Kelebihan Kompor Gas Tanam.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top