Cara Memilih Lemari Pakaian agar Lebih Rapi dan Fungsional

Lemari pakaian bukan sekadar tempat menyimpan baju, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kerapian dan kenyamanan ruang. Lemari yang tepat akan memudahkan kamu menemukan pakaian, menjaga kondisi baju tetap baik, serta membuat kamar terlihat lebih tertata. Karena itu, memilihnya tidak boleh asal-asalan.

Saat ini, pilihan lemari sangat beragam, mulai dari yang minimalis hingga multifungsi dengan banyak kompartemen. Agar tidak salah beli, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan supaya lemari benar-benar sesuai kebutuhan dan mampu mendukung aktivitas sehari-hari.

Lemari Pakaian

7 Cara Memilih Lemari Pakaian agar Lebih Rapi dan Fungsional.

1. Sesuaikan Ukuran Lemari dengan Luas Ruangan.

Menyesuaikan ukuran lemari dengan luas ruangan adalah langkah paling penting sebelum membeli lemari pakaian. Banyak orang tertarik pada lemari berukuran besar karena terlihat mampu menampung banyak pakaian, padahal belum tentu cocok dengan kondisi kamar. Lemari yang terlalu besar justru bisa membuat ruangan terasa sempit, sesak, dan tidak nyaman untuk beraktivitas.

1. Mengukur Tempat.

Sebelum menentukan ukuran lemari, sebaiknya ukur terlebih dahulu area tempat lemari akan diletakkan. Perhatikan panjang, lebar, dan tinggi ruangan, termasuk jarak dengan tempat tidur, meja, atau pintu kamar. Pastikan masih ada ruang yang cukup untuk berjalan dan membuka pintu lemari dengan leluasa. Idealnya, masih tersedia ruang kosong agar sirkulasi udara dan cahaya tetap baik.

2. Perhatikan Kedalaman Lemari.

Selain lebar dan tinggi, kedalaman lemari juga perlu diperhatikan. Lemari yang terlalu dalam memang bisa menampung banyak barang, tetapi dapat menyulitkan saat mengambil pakaian di bagian belakang. Untuk kamar yang tidak terlalu luas, lemari dengan kedalaman standar dan penyusunan rak yang rapi justru lebih praktis dan efisien.

3. Perhatikan ukuran Kamar.

Jika kamar berukuran kecil, pilih lemari dengan desain ramping atau tinggi menjulang ke atas agar penyimpanan tetap maksimal tanpa memakan banyak ruang lantai. Model pintu geser sangat direkomendasikan karena tidak membutuhkan area tambahan saat dibuka. Sementara itu, untuk kamar yang luas, kamu bisa memilih lemari berukuran besar dengan banyak kompartemen tanpa khawatir ruangan terasa penuh.

Dengan ukuran lemari yang proporsional terhadap luas ruangan, kamar akan terasa lebih rapi, lega, dan nyaman. Lemari pun dapat berfungsi secara optimal tanpa mengganggu tata letak dan keindahan ruang secara keseluruhan.

Silahkan baca juga tentang lemari untuk ruang tamu.


2. Pilih Desain Lemari Sesuai Gaya Interior.

Desain lemari memiliki pengaruh besar terhadap tampilan keseluruhan kamar tidur. Lemari yang sesuai dengan gaya interior akan membuat ruangan terasa lebih menyatu, rapi, dan nyaman untuk ditempati. Sebaliknya, desain lemari yang tidak selaras justru bisa membuat kamar terlihat berantakan meskipun ukurannya pas.

1. Kamar Tidur Minimalis.

Jika kamar tidur mengusung konsep minimalis, pilih lemari dengan desain sederhana tanpa banyak ornamen. Bentuk lurus, permukaan halus, serta warna netral seperti putih, abu-abu, krem, atau cokelat muda akan memberikan kesan bersih dan lapang. Lemari dengan finishing doff atau glossy polos juga cocok untuk gaya ini karena terlihat modern dan tidak berlebihan.

2. Kamar tidur Skandinavia.

Untuk kamar dengan gaya natural atau skandinavia, lemari berbahan kayu dengan serat yang terlihat alami bisa menjadi pilihan tepat. Warna kayu terang seperti oak atau maple memberikan kesan hangat dan menenangkan. Desainnya biasanya simpel, tetapi tetap fungsional, sehingga tidak menghilangkan karakter ruangan.

3. Kamar Tidur Klasik.

Jika interior kamar bergaya klasik, lemari dengan detail ukiran halus atau list pada bagian pintu dapat memperkuat nuansa elegan. Warna-warna seperti cokelat tua, krem, atau putih gading sering digunakan untuk menciptakan kesan mewah namun tetap nyaman. Meski begitu, pastikan detailnya tidak terlalu ramai agar ruangan tetap terasa rapi.

4. Kamar tidur Modern.

Sementara itu, untuk kamar bergaya modern, lemari dengan garis tegas, warna monokrom, serta material kombinasi seperti kayu dan kaca atau cermin bisa menjadi pilihan menarik. Lemari dengan pintu geser dan finishing mengkilap sering digunakan untuk menonjolkan kesan modern dan praktis.

Selain gaya, perhatikan juga proporsi dan visual lemari terhadap ruangan. Lemari yang terlalu besar dengan desain mencolok dapat mendominasi kamar, sedangkan lemari dengan warna senada dinding akan terlihat lebih menyatu. Gagang pintu yang simpel atau model push-open juga membantu tampilan lemari terlihat lebih bersih dan rapi.

Dengan mempertimbangkan desain lemari yang sesuai dengan gaya interior, kamar tidur tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, tetapi juga terasa lebih nyaman, tertata, dan enak dipandang setiap hari.


3. Perhatikan Kapasitas dan Tata Letak Bagian Dalam.

Bagian dalam lemari adalah kunci utama agar penyimpanan terasa rapi dan fungsional. Lemari yang terlihat besar belum tentu mampu menampung pakaian dengan baik jika tata letak di dalamnya tidak sesuai kebutuhan. Karena itu, penting untuk memperhatikan bagaimana pembagian ruang di dalam lemari sebelum memutuskan membeli.

1. Ruang Gantung.

Idealnya, lemari pakaian memiliki kombinasi antara ruang gantung, rak, dan laci. Ruang gantung sangat berguna untuk pakaian yang mudah kusut seperti kemeja, blazer, gaun, atau jaket. Dengan menggantung pakaian, kamu tidak perlu sering menyetrika dan baju tetap terlihat rapi saat akan digunakan.

2. Rak Lipat.

Rak lipat berfungsi untuk menyimpan pakaian kasual seperti kaus, celana, sweater, atau pakaian rumah. Rak yang jumlah dan jaraknya pas akan memudahkan kamu mengelompokkan pakaian berdasarkan jenis atau frekuensi pemakaian. Pakaian yang sering dipakai sebaiknya diletakkan di rak tengah agar mudah dijangkau, sementara pakaian musiman bisa disimpan di rak bagian atas.

Silahkan baca juga tentang Rak TV untuk ruang keluarga dan tamu.

3. Laci.

Laci menjadi pelengkap penting untuk menyimpan barang-barang kecil agar tidak tercecer. Kamu bisa menggunakan laci untuk pakaian dalam, kaus kaki, aksesori, jilbab, atau ikat pinggang. Dengan adanya laci, isi lemari akan terlihat lebih rapi karena barang-barang kecil tidak bercampur dengan pakaian utama.

Selain itu, perhatikan juga kedalaman dan tinggi lemari. Lemari yang terlalu dalam bisa membuat pakaian di bagian belakang sulit dijangkau dan akhirnya menumpuk tidak terpakai. Lemari dengan tinggi penuh hingga mendekati plafon biasanya lebih efisien karena bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan tambahan, seperti koper, selimut, atau bantal cadangan di bagian atas.

Jika memungkinkan, pilih lemari dengan rak yang bisa diatur atau dilepas. Fleksibilitas ini memudahkan kamu menyesuaikan ruang penyimpanan seiring bertambah atau berubahnya jenis pakaian. Dengan tata letak bagian dalam yang tepat, lemari ini tidak hanya mampu menampung lebih banyak barang, tetapi juga membuat aktivitas memilih dan menyimpan pakaian jadi lebih cepat dan nyaman.


4. Pilih Material yang Kuat dan Tahan Lama.

Material lemari sangat menentukan daya tahan, tampilan, serta kemampuan lemari dalam melindungi pakaian. Lemari yang terbuat dari bahan berkualitas akan lebih awet, tidak mudah rusak, dan mampu menahan beban pakaian dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis material yang umum digunakan sebelum memutuskan membeli lemari.

1. Kayu Solid (Kayu Alami)

Kayu solid dikenal sebagai material paling kuat dan tahan lama. Lemari dari kayu jati, mahoni, atau sungkai memiliki struktur yang kokoh dan tidak mudah melengkung. Selain itu, tampilannya memberi kesan alami dan mewah. Kekurangannya, harga lemari kayu solid cenderung lebih mahal dan bobotnya cukup berat. Namun, jika dirawat dengan baik, lemari dari kayu solid bisa digunakan hingga bertahun-tahun.

2. Kayu Olahan (MDF dan Plywood)

Kayu olahan seperti MDF dan plywood menjadi pilihan populer karena harganya lebih terjangkau. MDF memiliki permukaan yang halus sehingga cocok untuk lemari dengan finishing cat duco atau laminasi. Sementara itu, plywood lebih kuat dan tahan lembap dibanding MDF, sehingga lebih aman untuk menahan beban pakaian yang cukup banyak. Pastikan ketebalan material cukup agar lemari tidak mudah goyah.

3. Partikel Board

Partikel board sering digunakan pada lemari pakaian dengan harga ekonomis. Material ini dibuat dari serbuk kayu yang dipadatkan. Kelebihannya adalah ringan dan murah, namun daya tahannya lebih rendah dibanding MDF atau plywood. Lemari dari partikel board sebaiknya digunakan untuk beban ringan dan ditempatkan di ruangan yang kering agar tidak cepat rusak.

4. Finishing dan Lapisan Pelindung

Selain bahan utama, perhatikan juga finishing lemari. Finishing yang baik akan melindungi lemari dari goresan, kelembapan, dan serangan jamur. Laminasi, HPL, atau veneer dapat meningkatkan ketahanan permukaan lemari sekaligus mempercantik tampilannya. Finishing yang rapi juga membuat lemari lebih mudah dibersihkan dan dirawat.

5. Ketahanan Terhadap Kelembapan dan Rayap

Untuk iklim yang cenderung lembap, penting memilih material yang tidak mudah menyerap air. Lemari yang terlalu lembap dapat menyebabkan pakaian berjamur dan berbau apek. Pastikan lemari memiliki perlindungan anti-rayap, terutama untuk bahan kayu, agar struktur lemari tetap kuat dalam jangka panjang.

6. Rangka dan Aksesori Pendukung.

Kekuatan lemari tidak hanya bergantung pada material papan, tetapi juga rangka dan aksesorinya. Engsel, rel laci, dan gantungan baju sebaiknya terbuat dari bahan logam berkualitas agar tidak cepat rusak. Aksesori yang kuat akan membuat lemari lebih nyaman digunakan setiap hari tanpa khawatir cepat aus.


Dengan memilih material yang kuat dan tahan lama, kamu tidak hanya mendapatkan tempat penyimpanan yang rapi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan kerapian kamar tidur.

Silahkan baca juga tentang tips memilih lemari plastik.


5. Pertimbangkan Model Pintu Lemari.

Model pintu lemari sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kenyamanan penggunaan dan kerapian kamar. Pemilihan pintu yang tepat bisa membuat ruang terasa lebih lega, aktivitas mengambil pakaian lebih praktis, serta tampilan kamar menjadi lebih enak dilihat.

1. Pintu Engsel (Bukaan ke Depan)

Pintu engsel adalah model yang paling umum digunakan. Pintu ini dibuka ke arah luar sehingga seluruh isi lemari bisa terlihat dengan jelas. Model ini cocok untuk kamar dengan ruang yang cukup luas karena membutuhkan area kosong di depan lemari agar pintu bisa terbuka maksimal.

Kelebihan pintu engsel adalah akses ke seluruh bagian lemari lebih mudah dan fleksibel. Jika kamu sering mengatur ulang isi lemari atau memiliki banyak rak dan laci, pintu engsel akan memudahkan aktivitas tersebut. Namun, pastikan engselnya kuat dan berkualitas agar pintu tidak cepat kendur atau berbunyi saat dibuka.

2. Pintu Geser (Sliding Door)

Pintu geser menjadi solusi ideal untuk kamar berukuran kecil atau minimalis. Karena pintu digeser ke samping, model ini tidak memakan ruang tambahan di depan lemari. Hal ini membuat kamar tetap terasa lapang meskipun ukuran lemari cukup besar.

Selain praktis, pintu geser juga memberikan kesan modern dan rapi. Namun, perlu diperhatikan bahwa pintu geser biasanya hanya bisa membuka sebagian lemari dalam satu waktu. Oleh karena itu, pastikan desain bagian dalam lemari tertata dengan baik agar tetap mudah dijangkau.

3. Pintu dengan Cermin

Lemari dengan pintu cermin memiliki fungsi ganda. Selain sebagai penutup lemari, cermin bisa digunakan untuk bercermin saat berpakaian. Model ini sangat cocok untuk kamar yang tidak memiliki cermin besar terpisah.

Keunggulan lainnya, cermin dapat memantulkan cahaya sehingga ruangan terlihat lebih terang dan terasa lebih luas. Namun, pintu cermin membutuhkan perawatan ekstra karena mudah meninggalkan bekas sidik jari dan noda, sehingga perlu dibersihkan secara rutin agar tetap terlihat bersih.

4. Pintu Lipat (Folding Door)

Pintu lipat menggabungkan kelebihan pintu engsel dan pintu geser. Saat dibuka, pintu akan terlipat ke satu sisi sehingga tidak membutuhkan ruang terlalu besar. Model ini cocok untuk kamu yang ingin akses lemari lebih luas tetapi memiliki keterbatasan ruang.

Pintu lipat juga memberikan tampilan yang unik dan modern. Namun, pastikan rel dan sambungan pintunya berkualitas agar tidak mudah macet atau rusak akibat sering digunakan.

5. Menyesuaikan Model Pintu dengan Kebutuhan

Saat memilih model pintu, pertimbangkan luas kamar, kebiasaan penggunaan, dan gaya interior. Jika mengutamakan akses penuh dan kemudahan, pintu engsel bisa menjadi pilihan. Jika ingin lebih hemat ruang dan tampilan modern, pintu geser lebih disarankan. Sementara itu, pintu cermin dan pintu lipat cocok untuk kamu yang ingin fungsi tambahan atau desain yang lebih fleksibel.

Dengan mengutamakan model pintu yang tepat, aktivitas sehari-hari akan terasa lebih nyaman dan kamar pun terlihat lebih rapi serta fungsional.


6. Sesuaikan Lemari dengan Kebutuhan Pribadi.

Memilih lemari sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan dan gaya hidup penggunanya. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menyimpan pakaian, sehingga isi dan desain lemari ideal pun tidak bisa disamakan. Lemari yang sesuai kebutuhan pribadi akan membuat aktivitas berpakaian menjadi lebih praktis dan menjaga kerapian dalam jangka panjang.

1. Pakaian Formal.

Jika kamu lebih sering mengenakan pakaian formal seperti kemeja, blazer, atau gaun, maka lemari dengan ruang gantung yang luas sangat dibutuhkan. Ruang gantung membantu pakaian tetap rapi, tidak mudah kusut, dan siap dipakai kapan saja. Sebaliknya, bagi yang lebih banyak memiliki kaus, celana santai, atau pakaian rumahan, lemari dengan banyak rak lipat akan terasa jauh lebih fungsional.

2. Banyak Aksesoris.

Bagi pengguna yang memiliki banyak aksesori seperti tas, sepatu, jilbab, topi, atau ikat pinggang, pilih lemari yang dilengkapi laci dan kompartemen tambahan. Laci kecil memudahkan penyimpanan barang-barang tersebut agar tidak tercampur dengan pakaian dan mudah ditemukan saat dibutuhkan. Lemari dengan rak khusus sepatu atau tas juga bisa menjadi nilai tambah.

3. Pasangan Suami istri.

Untuk pasangan atau keluarga, lemari dengan pembagian ruang yang jelas sangat disarankan. Adanya pemisahan area antara pakaian pria, wanita, dan anak akan membantu menjaga kerapian serta menghindari pakaian tercampur. Beberapa lemari bahkan menyediakan pembagian simetris atau modul yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

4. Tempat Terbatas.

Jika kamu tinggal di ruang terbatas seperti kamar kos atau apartemen studio, pertimbangkan lemari multifungsi. Lemari jenis ini biasanya dilengkapi dengan rak terbuka, cermin, atau bahkan meja rias yang menyatu. Dengan satu furnitur, kamu bisa mendapatkan beberapa fungsi sekaligus tanpa membuat ruangan terasa penuh.

Intinya, lemari pakaian yang ideal adalah lemari yang mengikuti kebutuhan penggunanya, bukan sebaliknya. Dengan memahami kebiasaan menyimpan pakaian dan barang pribadi, kamu bisa memilih lemari yang benar-benar membantu menjaga kerapian, menghemat waktu, dan membuat ruang terasa lebih nyaman setiap hari.


7. Perhatikan Kemudahan Perawatannya.

Kemudahan perawatan sering kali dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kenyamanan jangka panjang. Lemari pakaian yang mudah dirawat akan selalu terlihat bersih, awet, dan tidak menjadi sarang debu atau bau tidak sedap. Terlebih jika lemari digunakan setiap hari, perawatan yang praktis tentu akan menghemat waktu dan tenaga.

1. Pilih Permukaan yang Mudah Dibersihkan.

Permukaan lemari sebaiknya tidak terlalu bertekstur atau memiliki banyak ukiran. Lemari dengan finishing halus seperti laminasi, HPL, atau cat duco cenderung lebih mudah dibersihkan karena debu tidak mudah menempel. Cukup dilap dengan kain kering atau sedikit lembap, lemari sudah kembali bersih.

Untuk lemari berbahan kayu, pastikan lapisan pelindungnya baik agar tidak mudah menyerap noda atau lembap. Hindari penggunaan cairan pembersih yang terlalu keras karena bisa merusak lapisan permukaan.

2. Perhatikan Sirkulasi Udara di Dalam Lemari.

Lemari yang tertutup rapat tanpa sirkulasi udara berisiko membuat pakaian menjadi pengap dan berbau. Pilih lemari yang memiliki celah udara atau lubang ventilasi kecil di bagian belakang atau samping. Sirkulasi yang baik membantu menjaga kelembapan di dalam lemari tetap stabil.

Jika lemari tidak memiliki ventilasi, kamu bisa menyiasatinya dengan sesekali membuka pintu lemari atau menggunakan pengharum lemari dan silica gel untuk menyerap kelembapan berlebih.

Silahkan baca juga tentang pengaturan sirkulasi udara ruang tamu.

3. Mudah Dijangkau dan Dibongkar Pasang.

Lemari yang mudah dirawat biasanya juga mudah diakses. Rak yang bisa dilepas atau diatur ulang akan memudahkan saat membersihkan bagian dalam lemari. Kamu tidak perlu repot menjangkau sudut-sudut sempit yang sulit dibersihkan.

Selain itu, lemari dengan konstruksi yang rapi dan kokoh tidak mudah bergeser atau berbunyi saat dibuka-tutup, sehingga perawatannya lebih minim dalam jangka panjang.

4. Engsel dan Rel Pintu yang Berkualitas.

Bagian kecil seperti engsel dan rel pintu juga memengaruhi kemudahan perawatan. Engsel dan rel berkualitas baik tidak mudah berkarat dan tetap lancar meskipun sering digunakan. Jika komponen ini mudah macet, perawatan lemari justru akan terasa merepotkan.

Pilih lemari dengan sistem buka-tutup yang halus agar tidak perlu sering diperbaiki atau dilumasi.

5. Menjaga Lemari Tetap Segar dan Tahan Lama.

Perawatan rutin seperti membersihkan debu, mengecek kelembapan, dan menata ulang pakaian secara berkala akan membuat lemari lebih awet. Lemari yang terawat bukan hanya enak dilihat, tetapi juga menjaga kualitas pakaian agar tidak mudah rusak atau berjamur.

Dengan membeli lemari yang mudah dirawat, kamu tidak hanya mendapatkan tempat penyimpanan yang rapi dan fungsional, tetapi juga solusi praktis untuk penggunaan jangka panjang tanpa ribet.


Berikut kesimpulan dalam bentuk tabel agar mudah dipahami dan dirangkum dengan jelas:

Aspek yang Diperhatikan Ringkasan Kesimpulan
Ukuran Lemari Pilih ukuran lemari yang sesuai dengan luas ruangan agar kamar tetap nyaman dan tidak terasa sempit.
Desain dan Warna Sesuaikan desain lemari dengan gaya interior kamar supaya terlihat serasi dan rapi.
Tata Letak Bagian Dalam Lemari yang fungsional memiliki kombinasi ruang gantung, rak, dan laci sesuai jenis pakaian.
Material Lemari Gunakan material yang kuat dan tahan lama agar lemari awet serta melindungi pakaian dengan baik.
Model Pintu Pilih pintu engsel atau geser sesuai kondisi ruangan untuk kemudahan penggunaan sehari-hari.
Kebutuhan Pribadi Lemari harus disesuaikan dengan kebiasaan menyimpan pakaian agar lebih praktis dan terorganisir.
Kemudahan Perawatan Lemari yang mudah dibersihkan dan memiliki sirkulasi udara baik membantu menjaga pakaian tetap segar.

Pembahasan Penting Lainnya.


Lemari Pakaian Pintu Geser vs Pintu Engsel: Kelebihan dan Kekurangannya.

Saat membeli lemari, jenis pintu sering kali dianggap sepele. Padahal, model pintu sangat berpengaruh pada kenyamanan penggunaan, kerapian kamar, dan pemanfaatan ruang. Dua jenis pintu lemari yang paling umum digunakan adalah pintu geser dan pintu engsel.

Agar tidak salah pilih, penting untuk memahami karakter masing-masing jenis pintu, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu, lemari yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan.


Lemari Pintu Geser

Lemari pintu geser menggunakan sistem rel, di mana pintu dibuka dengan cara digeser ke samping. Model ini banyak digunakan pada hunian modern dan kamar dengan ukuran terbatas.

Kelebihan Lemari Pintu Geser

Beberapa kelebihan lemari pakaian pintu geser antara lain:

  • Hemat ruang, karena pintu tidak membutuhkan area bukaan ke depan
  • Cocok untuk kamar kecil atau sempit, seperti apartemen atau kamar minimalis
  • Tampilan lebih modern dan rapi, garis desain terlihat bersih
  • Bisa dilengkapi cermin, membuat ruangan terasa lebih luas dan terang
  • Penataan furnitur lebih fleksibel, karena tidak terganggu arah bukaan pintu
Kekurangan Lemari Pintu Geser

Selain kelebihan, ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Akses terbatas, karena hanya satu sisi lemari yang bisa dibuka dalam satu waktu
  • Rel pintu perlu perawatan rutin, agar tidak macet atau seret
  • Biaya perbaikan cenderung lebih mahal jika sistem rel rusak
  • Tidak semua model kuat untuk pemakaian jangka panjang, jika kualitas rel kurang baik

Lemari Pakaian Pintu Engsel

Lemari pintu engsel adalah model klasik yang pintunya dibuka ke luar menggunakan engsel. Jenis ini masih banyak digunakan karena praktis dan mudah diakses.

Kelebihan Lemari Pintu Engsel

Beberapa keunggulan lemari pintu engsel antara lain:

  • Akses penuh ke seluruh isi lemari, saat pintu dibuka
  • Mudah melihat dan mengambil pakaian, tanpa terhalang pintu lain
  • Perawatan lebih sederhana, engsel mudah diganti atau diperbaiki
  • Pilihan desain sangat beragam, dari klasik hingga modern
  • Lebih fleksibel untuk pengaturan bagian dalam, seperti rak dan gantungan
Kekurangan Lemari Pintu Engsel

Namun, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

  • Membutuhkan ruang tambahan di depan lemari untuk membuka pintu
  • Kurang cocok untuk kamar sempit, karena bisa mengganggu sirkulasi
  • Engsel bisa cepat longgar, jika sering dibuka terlalu lebar atau digunakan kasar
  • Risiko pintu membentur furnitur lain, jika penataan ruangan kurang tepat

Mana yang Lebih Cocok untuk Kamar Anda?

Untuk menentukan pilihan, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih pintu geser jika:
    • Kamar berukuran kecil atau terbatas
    • Ingin tampilan modern dan minimalis
    • Penataan furnitur berada dekat dengan lemari
  • Pilih pintu engsel jika:
    • Kamar cukup luas
    • Membutuhkan akses penuh ke seluruh isi lemari
    • Memiliki banyak pakaian dan sering berganti pakaian

Kesimpulan.

Lemari pakaian pintu geser dan pintu engsel sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Pintu geser unggul dalam efisiensi ruang dan tampilan modern, sementara pintu engsel menawarkan akses yang lebih luas dan perawatan yang lebih mudah. Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu bisa memilih lemari yang paling sesuai agar kamar tetap rapi, nyaman, dan fungsional.


Cukup sekian dan silahkan baca juga tentang:

  1. Kelebihan dan kekurangan lemari kayu.
  2. Tips memilih Meja Rias.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top