Ruang tamu sering menjadi pusat aktivitas saat menerima tamu sekaligus tempat berkumpul bersama keluarga. Karena fungsinya yang cukup penting, penataan ruang tamu perlu dilakukan dengan cermat agar tetap nyaman dipandang dan mudah digunakan. Salah satu elemen yang berperan besar dalam menjaga kerapian ruang tamu adalah keberadaan lemari yang tepat sesuai kebutuhan.
Lemari ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dekorasi interior. Bentuk, ukuran, dan tampilannya mampu memengaruhi kesan pertama sebuah ruangan. Jika penempatannya tepat, tentu ruang tamu akan terlihat lebih tertata, luas, dan memiliki karakter yang kuat.

7 Cara Memilih Lemari Ruang Tamu yang Tepat dan Fungsional.
1. Sesuaikan dengan Ukuran Ruang Tamu.
Ukuran ruang tamu menjadi hal paling dasar yang perlu diperhatikan sebelum memilih lemari. Lemari yang terlalu besar bisa membuat ruangan terasa sempit dan tidak nyaman, sementara lemari yang terlalu kecil justru terlihat tidak seimbang dan kurang maksimal fungsinya.
1. Ruang Tamu Kecil.
Untuk ruang tamu berukuran kecil, sebaiknya pilih lemari dengan desain ramping dan dimensi yang tidak memakan banyak ruang. Lemari yang menempel ke dinding atau memiliki bentuk vertikal lebih disarankan karena dapat memanfaatkan ruang ke atas tanpa mengganggu area gerak. Model lemari tinggi dan tipis atau lemari dinding bisa menjadi pilihan yang efektif agar ruang tamu tetap terasa lega.
2. Ruang Tamu Sedang.
Pada ruang tamu berukuran sedang, Anda memiliki lebih banyak fleksibilitas. Lemari dengan ukuran sedang dan kedalaman yang proporsional dapat ditempatkan di sudut ruangan atau di salah satu sisi dinding. Pastikan jarak antara lemari dan furnitur lain, seperti sofa atau meja tamu, tetap cukup luas agar aktivitas di ruang tamu tidak terganggu.
3. Ruang Tamu yang Luas.
Sementara itu, untuk ruang tamu yang luas, lemari berukuran besar atau lemari multifungsi bisa dimanfaatkan untuk mengisi ruang agar tidak terlihat kosong. Lemari panjang, lemari pajangan besar, atau kombinasi lemari dan rak terbuka dapat menjadi elemen yang memperkuat tampilan ruang tamu. Meski begitu, tetap perhatikan keseimbangan agar lemari tidak mendominasi ruangan secara berlebihan.
Selain ukuran keseluruhan, perhatikan juga proporsi lemari terhadap tinggi plafon dan luas dinding. Lemari yang terlalu tinggi di ruang tamu dengan plafon rendah dapat memberi kesan menekan, sedangkan lemari yang terlalu rendah di ruang dengan plafon tinggi bisa terlihat tenggelam. Pemilihan ukuran yang proporsional akan membuat ruang tamu terlihat lebih rapi, nyaman, dan enak dipandang.
Dengan menyesuaikan ukuran lemari dengan kondisi ruang tamu, Anda tidak hanya mendapatkan fungsi penyimpanan yang optimal, tetapi juga menciptakan suasana ruangan yang lebih seimbang dan harmonis.
2. Tentukan Fungsi Lemari Ruang Tamu.
Menentukan fungsi lemari merupakan langkah penting sebelum membeli model dan ukurannya. Fungsi lemari akan sangat memengaruhi desain, jumlah rak, jenis pintu, hingga material yang paling cocok digunakan. Dengan fungsi yang jelas, lemari tidak hanya menjadi hiasan, tetapi benar-benar membantu menjaga ruang tamu tetap rapi dan nyaman.
1. Tempat Penyimpanan Barang.
Jika lemari digunakan sebagai tempat penyimpanan barang, seperti dokumen, perlengkapan rumah tangga, mainan anak, atau stok barang kecil, sebaiknya pilih lemari dengan pintu tertutup. Lemari jenis ini membantu menyembunyikan barang agar ruang tamu tidak terlihat berantakan. Rak di bagian dalam juga sebaiknya bisa diatur ulang agar lebih fleksibel sesuai kebutuhan.
2. Tempat Pajangan.
Untuk lemari yang berfungsi sebagai tempat pajangan, seperti menaruh vas bunga, pigura foto, koleksi keramik, atau hiasan dekoratif, model lemari dengan rak terbuka atau pintu kaca sangat cocok. Rak terbuka membuat dekorasi mudah terlihat dan memberikan kesan ruang tamu yang lebih hidup. Sementara pintu kaca tetap melindungi barang dari debu tanpa mengurangi nilai estetikanya.
3. Tempat Penyimpanan Elektronik.
Bila lemari digunakan sebagai penyimpanan peralatan elektronik, seperti speaker, modem, DVD player, atau konsol permainan, pastikan desain lemari memiliki sirkulasi udara yang baik. Lemari dengan lubang kabel di bagian belakang atau rak terbuka sebagian akan membantu menjaga perangkat tetap aman dan tidak cepat panas.
4. Tempat Multifungsi.
Untuk ruang tamu yang juga berfungsi sebagai area multifungsi, misalnya sekaligus ruang keluarga, lemari bisa berperan sebagai penyimpanan serbaguna. Lemari jenis ini biasanya memiliki kombinasi rak terbuka dan tertutup, sehingga bisa digunakan untuk menyimpan barang sekaligus memajang dekorasi. Model ini cocok untuk rumah dengan ruang terbatas karena lebih efisien.
5. Penyekat atau Pembatas Ruangan.
Selain itu, ada juga lemari yang berfungsi sebagai penyekat ruangan. Lemari tinggi atau rak besar dapat digunakan untuk membatasi ruang tamu dengan area lain tanpa membuat ruangan terasa tertutup sepenuhnya. Fungsi ini sering diterapkan pada rumah dengan konsep open space.
Dengan memahami fungsi utama lemari ruang tamu sejak awal, Anda dapat memilih model yang tepat, tidak salah ukuran, dan lebih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Lemari pun akan terasa lebih berguna, tidak sekadar memenuhi ruang, tetapi benar-benar menunjang kenyamanan dan kerapian ruang tamu.
3. Pilih Desain yang Selaras dengan Konsep Ruangan.
Desain lemari ruang tamu sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan konsep interior yang sudah diterapkan di ruangan tersebut. Lemari yang selaras dengan konsep ruangan akan membuat tampilan ruang tamu terlihat menyatu, rapi, dan nyaman dipandang. Jika desain lemari tidak sesuai, ruang tamu bisa terkesan berantakan atau kurang harmonis meskipun lemarinya bagus secara tampilan.
1. Ruang Tamu Minimalis.
Untuk ruang tamu bergaya minimalis, pilih lemari dengan desain sederhana tanpa banyak ornamen. Ciri utamanya adalah bentuk yang tegas, permukaan polos, serta warna-warna netral seperti putih, abu-abu, atau warna kayu terang. Lemari minimalis membantu menciptakan kesan ruang yang lebih lega dan bersih, sangat cocok untuk rumah dengan ukuran terbatas.
2. Ruang Tamu Modern.
Pada ruang tamu dengan konsep modern, lemari biasanya memiliki tampilan yang lebih berani dan stylish. Anda bisa memilih lemari dengan kombinasi material seperti kayu dan kaca, finishing glossy, atau sentuhan logam pada handle dan kaki lemari. Desain ini memberikan kesan elegan dan kekinian, sekaligus membuat ruang tamu terlihat lebih hidup.
3. Ruang Tamu Klasik.
Jika ruang tamu mengusung gaya klasik, lemari dengan detail ukiran, profil tebal, dan warna kayu gelap atau cokelat tua akan lebih serasi. Desain klasik menonjolkan kesan mewah dan hangat, sehingga lemari tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi elemen dekoratif utama di ruang tamu.
4. Ruang Tamu Skandinavia.
Sementara itu, untuk konsep Skandinavia, pilih lemari dengan desain simpel, warna cerah, dan material kayu alami. Lemari bergaya Skandinavia biasanya mengutamakan fungsi tanpa mengorbankan estetika, sehingga ruang tamu terasa hangat, terang, dan nyaman.
Selain menyesuaikan dengan gaya, perhatikan juga proporsi desain lemari terhadap ruangan. Lemari yang terlalu besar dengan desain berat akan membuat ruang tamu terasa penuh, sedangkan lemari yang terlalu kecil bisa terlihat kurang seimbang. Pastikan desain lemari mendukung alur visual ruang tamu dan tidak mengganggu aktivitas di dalamnya.
Dengan memilih desain lemari yang selaras dengan konsep ruangan, ruang tamu akan terlihat lebih tertata, estetis, dan memiliki karakter yang jelas. Hal ini membuat ruang tamu tidak hanya nyaman untuk keluarga, tetapi juga memberikan kesan positif bagi tamu yang berkunjung.
4. Perhatikan Material Lemari.
Material lemari menjadi salah satu faktor paling penting karena sangat memengaruhi kekuatan, tampilan, serta keawetan lemari dalam jangka panjang. Lemari ruang tamu digunakan setiap hari dan sering terlihat oleh tamu, sehingga pemilihan bahan tidak boleh asal.
a. Kayu Solid.
Kayu solid seperti jati, mahoni, atau sungkai dikenal sangat kuat dan tahan lama. Lemari dari kayu solid memiliki tampilan yang mewah dengan serat alami yang cantik. Selain itu, material ini tidak mudah rusak dan mampu menahan beban berat. Kekurangannya, harga kayu solid cenderung lebih mahal dan bobotnya cukup berat. Lemari jenis ini cocok untuk Anda yang mengutamakan kualitas dan penggunaan jangka panjang.
Silahkan baca juga tentang kelebihan dan kekurangan lemari kayu.
b. Kayu Olahan (MDF, Plywood, Particle Board).
Kayu olahan menjadi pilihan yang cukup populer karena harganya lebih terjangkau.
- MDF memiliki permukaan yang halus dan cocok untuk finishing cat atau laminasi, sehingga tampilannya terlihat rapi dan modern.
- Plywood lebih kuat dibanding MDF dan particle board karena terdiri dari lapisan kayu yang direkatkan, sehingga relatif tahan terhadap beban.
- Particle board biasanya paling ekonomis, namun daya tahannya lebih rendah dan kurang cocok untuk beban berat.
Lemari dari kayu olahan cocok untuk ruang tamu dengan konsep minimalis dan penggunaan yang tidak terlalu berat.
c. Kaca sebagai Kombinasi.
Lemari ruang tamu sering dikombinasikan dengan kaca, terutama pada bagian pintu atau rak. Kaca memberikan kesan ringan, luas, dan modern. Lemari berkaca sangat cocok untuk menampilkan koleksi hiasan, buku, atau pajangan agar terlihat lebih menarik. Namun, pastikan menggunakan kaca tebal atau tempered glass agar lebih aman dan tidak mudah pecah.
d. Besi atau Logam.
Material besi atau logam biasanya digunakan pada rangka lemari atau rak terbuka. Bahan ini kuat dan memberikan kesan industrial atau modern. Lemari dengan rangka besi cocok untuk ruang tamu bergaya kontemporer. Meski kuat, material ini perlu dilapisi cat anti karat agar tidak mudah berkarat, terutama di area yang lembap.
e. Finishing dan Lapisan Akhir.
Selain bahan utama, finishing lemari juga perlu diperhatikan. Lapisan seperti HPL, veneer, atau cat duco tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga melindungi permukaan lemari dari goresan, noda, dan kelembapan. Finishing yang baik akan membuat lemari lebih mudah dibersihkan dan tampak awet meskipun digunakan dalam waktu lama.
f. Sesuaikan dengan Kondisi Ruang Tamu.
Jika ruang tamu cenderung lembap, pilih material yang lebih tahan terhadap perubahan suhu dan kelembapan, seperti plywood atau kayu solid dengan lapisan pelindung. Hindari material yang mudah mengembang jika terkena udara lembap agar lemari tidak cepat rusak.
Dengan memahami jenis-jenis material lemari beserta kelebihan dan kekurangannya, Anda bisa memiliki lemari yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat, tahan lama, dan sesuai dengan kebutuhan rumah Anda.
5. Pilih Warna yang Tepat.
Warna lemari memiliki peran besar dalam membentuk suasana ruang tamu. Pilihan warna yang tepat tidak hanya membuat lemari terlihat menarik, tetapi juga membantu menciptakan kesan ruangan yang lebih nyaman, luas, dan selaras dengan elemen interior lainnya.
1. Ruang Tamu Kecil.
Untuk ruang tamu berukuran kecil, warna-warna cerah dan netral seperti putih, krem, beige, atau abu-abu muda sangat disarankan. Warna-warna ini memantulkan cahaya dengan baik sehingga ruang tamu terasa lebih terang dan lapang. Lemari dengan warna terang juga lebih mudah dipadukan dengan berbagai warna dinding dan furnitur.
2. Ruang tamu Nuansa Hangat.
Jika ingin menghadirkan kesan hangat dan natural, warna kayu alami bisa menjadi pilihan yang aman. Warna ini cocok untuk berbagai konsep ruang tamu, mulai dari minimalis, skandinavia, hingga klasik. Selain itu, warna kayu memberi nuansa rumah yang lebih nyaman dan tidak mudah terlihat ketinggalan zaman.
Silakan baca juga ide pencahayaan supaya ruang tamu terasa hangat.
3. Ruang tamu yang Besar.
Untuk ruang tamu yang luas, pilihan warna bisa lebih fleksibel. Lemari dengan warna gelap seperti cokelat tua, hitam, atau abu-abu gelap dapat memberikan kesan elegan dan mewah. Namun, warna gelap sebaiknya diimbangi dengan pencahayaan yang cukup agar ruangan tidak terasa suram atau sempit.
4. Sebagai Aksen Ruang Tamu.
Anda juga bisa menggunakan lemari sebagai aksen dengan memilih warna yang sedikit kontras dari warna dinding. Misalnya, dinding berwarna netral dipadukan dengan lemari berwarna hijau tua, biru navy, atau abu-abu charcoal. Cara ini dapat membuat lemari menjadi titik fokus tanpa mengganggu keselarasan ruangan.
5. Memperhatikan Finishing Lemari.
Selain warna utama, perhatikan juga finishing lemari. Finishing matte memberikan kesan lembut dan tenang, cocok untuk ruang tamu yang ingin terlihat sederhana dan modern. Sementara finishing glossy mampu memantulkan cahaya dan memberi kesan bersih serta mewah, meski perlu perawatan ekstra karena lebih mudah terlihat noda dan sidik jari.
Dengan mempertimbangkan warna lemari secara matang, ruang tamu tidak hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga terasa lebih hidup dan menyatu. Warna yang tepat akan membantu menciptakan suasana ruang tamu yang nyaman bagi penghuni rumah maupun tamu yang berkunjung.
Silahkan baca juga tentang Pilihan Warna Dinding yang Cocok untuk Ruang tamu.
6. Perhatikan Kualitas dan Detail Lemari.
Kualitas dan detail lemari sering kali menjadi faktor yang menentukan apakah lemari tersebut nyaman digunakan dan tahan lama atau justru cepat rusak. Karena lemari ruang tamu biasanya digunakan dalam jangka panjang dan terlihat langsung oleh tamu, memilih lemari dengan kualitas baik adalah investasi yang tepat.
1. Periksa kekokohan rangka lemari.
Rangka merupakan bagian utama yang menopang seluruh struktur lemari. Pastikan rangka terasa kokoh saat disentuh atau digoyangkan ringan. Lemari yang baik tidak mudah bergeser, miring, atau mengeluarkan bunyi ketika dibuka dan ditutup. Rangka yang kuat juga mampu menahan beban barang tanpa mudah melengkung atau retak.
2. Perhatikan kualitas pintu dan engsel.
Pintu lemari sebaiknya dapat dibuka dan ditutup dengan mulus. Engsel yang berkualitas biasanya terasa solid, tidak longgar, dan tidak berbunyi berisik. Engsel yang baik akan menjaga pintu tetap sejajar meskipun sering digunakan. Jika memungkinkan, pilih engsel soft closing agar pintu menutup perlahan dan lebih awet.
3. Cek laci dan rel geser.
Jika lemari dilengkapi laci, pastikan rel gesernya berfungsi dengan baik. Laci yang berkualitas akan mudah ditarik keluar dan didorong masuk tanpa macet. Rel yang kuat juga membuat laci tidak mudah miring atau jatuh meskipun diisi barang.
4. Perhatikan finishing dan permukaan lemari.
Finishing yang rapi menunjukkan kualitas pengerjaan yang baik. Sentuh permukaan lemari untuk memastikan tidak ada bagian yang kasar, bergelombang, atau cat yang tidak merata. Finishing yang baik tidak hanya membuat lemari terlihat lebih menarik, tetapi juga melindungi material dari kelembapan, goresan, dan kotoran.
5. Cek sambungan dan detail kecil lainnya.
Perhatikan bagian sambungan antar panel, sudut lemari, serta sekrup atau paku yang digunakan. Sambungan yang rapi dan kuat akan membuat lemari lebih stabil. Detail kecil seperti pegangan pintu atau laci juga perlu diperhatikan agar nyaman digenggam dan tidak mudah lepas.
6. Pastikan lemari sesuai untuk penggunaan jangka panjang.
Lemari ruang tamu yang berkualitas biasanya tetap terlihat baik meskipun digunakan bertahun-tahun. Dengan memperhatikan detail sejak awal, Anda bisa menghindari biaya perbaikan atau penggantian dalam waktu dekat.
Dengan memperhatikan kualitas dan detail secara menyeluruh, Anda akan mendapatkan lemari ruang tamu yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat, awet, dan nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
7. Sesuaikan dengan Anggaran.
Menyesuaikan pilihan lemari ruang tamu dengan anggaran adalah langkah penting agar kebutuhan terpenuhi tanpa mengganggu keuangan. Banyak orang tergoda membeli lemari karena tampilannya menarik, padahal harganya tidak sesuai dengan budget yang sudah direncanakan. Dengan anggaran yang jelas sejak awal, proses membeli lemari akan terasa lebih terarah dan realistis.
1. Menentukan Batasan Biaya.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan batas maksimal dana yang siap dikeluarkan. Setelah itu, prioritaskan aspek yang paling penting, seperti kekuatan material dan fungsi penyimpanan. Jika anggaran terbatas, tidak masalah memilih desain yang sederhana asalkan kualitasnya tetap baik dan tahan lama untuk digunakan dalam jangka panjang.
Perlu dipahami bahwa harga lemari biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis material, ukuran, desain, serta merek. Lemari dari kayu solid tentu memiliki harga lebih tinggi dibandingkan kayu olahan, namun daya tahannya juga lebih baik. Sementara itu, lemari berbahan MDF atau particle board bisa menjadi alternatif ekonomis dengan tampilan yang tetap rapi dan modern.
2. Perhatikan Manfaat Jangka Panjang.
Selain itu, pertimbangkan juga kebutuhan jangka panjang. Membeli lemari yang sedikit lebih mahal tetapi awet sering kali lebih hemat dibandingkan membeli lemari murah yang cepat rusak dan perlu diganti. Perhatikan juga detail seperti kualitas engsel, rel laci, dan finishing karena bagian-bagian ini sangat memengaruhi umur pemakaian lemari.
3. Membandingkan Harga.
Untuk menghemat pengeluaran, Anda bisa membandingkan harga dari beberapa toko, baik online maupun offline. Manfaatkan promo, diskon, atau penawaran khusus tanpa mengorbankan kualitas. Dengan perencanaan anggaran yang matang, Anda tetap bisa mendapatkan lemari ruang tamu yang fungsional, nyaman digunakan, dan sesuai dengan gaya ruangan tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.
Kesimpulan.
Berikut kesimpulan dalam bentuk tabel agar lebih ringkas dan mudah dipahami:
| Aspek Utama | Hal yang Perlu Diperhatikan | Tujuan |
|---|---|---|
| Ukuran Lemari | Disesuaikan dengan luas ruang tamu agar tidak terasa sempit | Menjaga kenyamanan dan sirkulasi ruang |
| Fungsi Lemari | Menentukan barang yang akan disimpan atau dipajang | Lemari lebih efektif dan sesuai kebutuhan |
| Desain | Selaras dengan konsep interior ruang tamu | Tampilan ruangan terlihat serasi dan rapi |
| Material | Memilih bahan yang kuat dan mudah dirawat | Lemari lebih awet dan tahan lama |
| Warna | Menyesuaikan dengan warna dinding dan furnitur | Menciptakan suasana ruang tamu yang harmonis |
| Kualitas | Memeriksa detail seperti engsel, laci, dan finishing | Kenyamanan penggunaan jangka panjang |
| Anggaran | Menyesuaikan dengan budget yang dimiliki | Mendapatkan lemari terbaik tanpa berlebihan |
Pembahasan Penting Lainnya.
Kesalahan Umum saat Membeli Lemari yang Harus dihindari.
Lemari ruang tamu sering dianggap sebagai pelengkap saja, padahal perannya cukup besar dalam menciptakan kesan rapi dan nyaman. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan, lemari juga menjadi elemen visual yang langsung terlihat saat seseorang memasuki rumah. Karena itu, memilih lemari ruang tamu seharusnya dilakukan dengan pertimbangan matang, bukan sekadar mengikuti tren atau harga murah.
Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat membeli lemari ruang tamu. Akibatnya, lemari yang sudah dibeli justru membuat ruangan terasa sempit, tidak terpakai maksimal, atau cepat rusak. Agar hal ini tidak terjadi, penting untuk mengetahui kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan sebelum memutuskan membeli lemari.
1. Tidak Mengukur Ruang Tamu dengan Tepat
Kesalahan paling sering terjadi adalah tidak melakukan pengukuran ruang tamu secara detail. Banyak orang hanya memperkirakan ukuran lemari dengan melihat ruang yang tersedia tanpa mengukur panjang, lebar, dan tinggi area penempatan. Akibatnya, lemari yang dibeli terlalu besar atau terlalu kecil.
Lemari yang terlalu besar akan membuat ruang tamu terasa sempit dan sulit bergerak. Sebaliknya, lemari yang terlalu kecil bisa terlihat “tanggung” dan tidak seimbang dengan ukuran ruangan. Pengukuran yang tepat membantu memastikan lemari pas, proporsional, dan nyaman dilihat.
2. Mengabaikan Fungsi dan Kebutuhan
Kesalahan berikutnya adalah membeli lemari tanpa memikirkan fungsinya. Banyak orang tertarik pada desain yang menarik, tetapi lupa mempertimbangkan kebutuhan penyimpanan. Akibatnya, lemari hanya menjadi pajangan dan tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Sebelum membeli, sebaiknya tentukan terlebih dahulu barang apa saja yang akan disimpan di dalam lemari. Apakah untuk menyimpan dokumen, peralatan rumah tangga, koleksi buku, atau pajangan dekoratif? Dengan memahami kebutuhan, Anda bisa memilih lemari dengan jumlah rak, laci, dan ruang penyimpanan yang sesuai.
3. Salah Memilih Desain untuk Konsep Ruangan
Desain lemari yang tidak selaras dengan konsep ruang tamu juga menjadi kesalahan yang sering terjadi. Misalnya, lemari bergaya klasik dengan banyak ukiran ditempatkan di ruang tamu minimalis modern. Alih-alih mempercantik, lemari justru terlihat mencolok dan tidak menyatu dengan ruangan.
Setiap ruang tamu memiliki karakter tersendiri. Karena itu, desain lemari sebaiknya menyesuaikan gaya interior yang sudah ada, baik minimalis, modern, klasik, maupun skandinavia. Keselarasan desain akan membuat ruang tamu terlihat lebih harmonis dan enak dipandang.
4. Terlalu Mengutamakan Harga Murah
Harga murah sering menjadi daya tarik utama saat membeli furnitur, termasuk lemari ruang tamu. Namun, terlalu fokus pada harga murah tanpa memperhatikan kualitas bisa menjadi kesalahan besar. Lemari dengan harga sangat murah biasanya menggunakan material tipis dan komponen yang kurang kuat.
Dalam jangka panjang, lemari seperti ini cenderung mudah rusak, engsel cepat longgar, dan permukaan mudah terkelupas. Alih-alih hemat, justru bisa menambah pengeluaran karena harus mengganti lemari dalam waktu singkat. Memilih lemari dengan kualitas yang sepadan dengan harga adalah langkah yang lebih bijak.
5. Tidak Memperhatikan Material Lemari
Material lemari sangat berpengaruh terhadap daya tahan dan tampilan. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah tidak memahami perbedaan material, seperti kayu solid, MDF, particle board, atau kombinasi kaca dan besi.
Setiap material memiliki kelebihan dan kekurangan. Kayu solid kuat dan awet, tetapi harganya lebih mahal. MDF dan particle board lebih terjangkau, namun perlu perawatan ekstra agar tidak mudah rusak. Tanpa memahami material, pembeli bisa salah memilih lemari yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruang tamu.
6. Mengabaikan Kualitas Detail dan Finishing
Banyak orang hanya melihat lemari dari tampilan luar tanpa memeriksa detailnya. Padahal, kualitas detail seperti engsel pintu, rel laci, sambungan, dan finishing permukaan sangat menentukan kenyamanan dan keawetan lemari.
Lemari dengan finishing yang kurang rapi biasanya mudah terkelupas atau berubah warna. Engsel dan rel laci yang berkualitas rendah juga cepat rusak. Memeriksa detail sebelum membeli dapat membantu menghindari kekecewaan di kemudian hari.
7. Salah Memilih Warna
Warna lemari yang tidak sesuai dengan warna ruang tamu bisa merusak keseluruhan tampilan. Kesalahan ini sering terjadi ketika memilih warna yang terlalu gelap untuk ruang tamu kecil atau warna yang terlalu mencolok tanpa mempertimbangkan warna dinding dan furnitur lainnya.
Warna yang tepat dapat membuat ruang tamu terasa lebih luas, terang, dan nyaman. Sebaliknya, warna yang salah bisa membuat ruangan terlihat sumpek dan tidak seimbang. Memilih warna netral atau warna yang senada dengan interior lain adalah pilihan yang lebih aman.
8. Mengabaikan Pencahayaan Ruang Tamu
Pencahayaan sering kali luput dari perhatian saat memilih lemari ruang tamu. Padahal, pencahayaan sangat memengaruhi bagaimana lemari terlihat di dalam ruangan. Lemari berwarna gelap di ruang tamu dengan pencahayaan minim akan terlihat suram dan berat.
Sebaliknya, lemari dengan permukaan mengilap bisa memantulkan cahaya dan membuat ruangan terasa lebih terang. Mempertimbangkan kondisi pencahayaan alami dan lampu di ruang tamu akan membantu memilih lemari yang tampil maksimal.
9. Membeli Tanpa Memikirkan Perawatan
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak memikirkan perawatan jangka panjang. Beberapa jenis lemari membutuhkan perawatan khusus agar tetap awet dan terlihat bagus. Jika hal ini diabaikan, lemari bisa cepat kusam atau rusak.
Misalnya, lemari berbahan kayu memerlukan perawatan rutin agar tidak lembap dan berjamur. Lemari dengan pintu kaca perlu sering dibersihkan agar tidak terlihat kotor. Memilih lemari yang sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan perawatan sangat penting.
10. Terburu-Buru dalam Mengambil Keputusan
Membeli lemari secara terburu-buru tanpa membandingkan beberapa pilihan juga menjadi kesalahan umum. Banyak orang langsung membeli karena tergiur diskon atau desain menarik, tanpa mempertimbangkan kecocokan dengan ruang tamu.
Meluangkan waktu untuk membandingkan model, ukuran, material, dan harga dari beberapa toko akan membantu mendapatkan lemari terbaik. Keputusan yang matang akan menghasilkan lemari yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional dan tahan lama.
Kesimpulan.
Kesalahan saat membeli lemari sering kali terjadi karena kurangnya perencanaan dan pertimbangan. Mulai dari salah ukuran, desain yang tidak selaras, hingga mengabaikan kualitas dan perawatan, semua dapat berdampak pada kenyamanan dan tampilan ruang tamu.
Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum ini, Anda bisa lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih lemari. Lemari yang tepat akan membantu menciptakan ruang tamu yang rapi, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi siapa pun yang berkunjung ke rumah Anda.
Cukup sekian dan silahkan baca juga tentang:








