Jenis Material Backsplash Dapur Terbaik: Kelebihan dan Kekurangan

Memilih backsplash untuk dapur sering kali menjadi hal yang dianggap sepele, padahal bagian ini memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan sekaligus tampilan ruang memasak. Area di belakang kompor dan wastafel adalah tempat yang paling sering terkena cipratan minyak, air, dan bumbu, sehingga membutuhkan permukaan yang mudah dirawat. Selain fungsinya, backsplash juga dapat menjadi elemen dekoratif yang mempercantik suasana dapur dan membuat aktivitas memasak terasa lebih nyaman.

Dengan semakin banyaknya pilihan yang tersedia, setiap orang bisa menyesuaikan desain yang mereka inginkan, mulai dari gaya minimalis, modern, hingga klasik. Namun setiap pilihan tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dapur dan kebiasaan memasak di rumah. Dan memahami hal tersebut akan membantu kamu menentukan opsi yang paling sesuai untuk jangka panjang, baik dari segi keindahan maupun kepraktisan.

8 Jenis Material Backsplash Dapur Terbaik: Kelebihan dan Kekurangannya.

1. Keramik. 

Keramik adalah material backsplash yang paling banyak digunakan di dapur rumah. Alasannya sederhana: harganya terjangkau, pilihan motif sangat banyak, dan perawatannya mudah. Keramik juga fleksibel untuk berbagai gaya dapur, mulai dari minimalis, klasik, hingga dapur gaya modern.

Backsplash keramik

Kelebihan Keramik. 

1. Mudah Dibersihkan

Keramik memiliki permukaan yang licin sehingga noda minyak, cipratan kuah, atau bumbu cepat dibersihkan hanya dengan lap basah atau sabun ringan. Ini membuat area dapur tetap terlihat bersih setiap hari tanpa usaha besar.

2. Pilihan Motif Sangat Banyak

Keramik tersedia dalam berbagai warna, ukuran, tekstur, dan motif—dari polos, glossy, matte, hingga yang menyerupai batu alam atau kayu. Kamu bisa menyamakan backsplash dengan konsep dapur apa pun tanpa kesulitan.

3. Harga Terjangkau

Dibanding material seperti granit atau kaca tempered, keramik adalah opsi yang paling ramah di kantong. Kamu bisa mendapatkan tampilan menarik tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

4. Tahan Panas dan Lembap

Keramik tidak mudah rusak meski terkena panas kompor atau cipratan air setiap hari. Ini membuatnya lebih awet untuk penggunaan jangka panjang.


Kekurangan Keramik

1. Nat Keramik Bisa Menghitam

Area nat sering menjadi tempat menumpuknya minyak dan debu. Jika tidak dibersihkan secara rutin, warnanya bisa berubah menjadi gelap dan membuat tampilan backsplash jadi kurang menarik.

2. Instalasi Membutuhkan Kerapian

Pemasangan keramik harus dilakukan dengan presisi. Jika nat terlalu lebar atau pemasangan tidak sejajar, hasil akhirnya bisa terlihat kurang rapi.


Kesimpulan. 

Keramik cocok untuk kamu yang ingin backsplash yang murah, tahan lama, mudah dibersihkan, dan punya pilihan motif banyak. Perawatannya juga sederhana, meski bagian nat perlu perhatian khusus agar tetap bersih dan tidak mudah menghitam.

Silahkan baca juga motif lantai keramik dapur terbaru.


2. Mozaik Kaca. 

Mozaik kaca adalah material backsplash yang tersusun dari potongan-potongan kaca kecil yang biasanya dipasang dalam bentuk lembaran. Material ini sangat populer pada dapur modern karena tampilannya yang estetik, glossy, dan mampu memberikan efek visual lebih hidup pada ruangan.

Mozaik kaca bisa berupa warna polos, kombinasi beberapa warna, motif abstrak, atau finishing metalik yang memantulkan cahaya. Karena itu, material ini banyak digunakan untuk mempercantik dapur tanpa perlu renovasi besar.

Backsplash Mozaik Kaca


Kelebihan Mozaik Kaca

1. Membuat Dapur Terlihat Lebih Terang

Mozaik kaca memiliki permukaan mengilap yang memantulkan cahaya. Jika dapur sempit atau kurang cahaya, material ini bisa membuat ruangan terasa lebih terang dan luas.

2. Tampilan Modern dan Elegan

Kaca memberi kesan bersih dan premium. Banyak kitchen set modern menggunakan mozaik kaca agar tampil lebih stylish.

3. Tahan Air dan Noda

Kaca bersifat non-porous (tidak menyerap cairan), sehingga cipratan minyak atau saus tidak akan meresap. Membersihkannya pun mudah, cukup dengan lap lembap.

4. Banyak Pilihan Motif dan Warna

Mulai dari warna solid, gradasi, hingga metalik—semua tersedia. Cocok untuk menyesuaikan desain dapur apa pun, baik minimalis, modern, hingga glam.

5. Awet dan Tidak Mudah Kusam

Kaca tidak mudah memudar, tidak berkarat, dan tidak terpengaruh oleh panas atau uap dari proses memasak.


Kekurangan Mozaik Kaca

1. Harga Lebih Mahal

Dibandingkan keramik biasa, mozaik kaca memiliki harga yang lebih tinggi karena proses produksi dan tampilannya yang premium.

2. Pemasangan Lebih Sulit

Diperlukan tukang berpengalaman agar hasil pemasangan rapi. Jika salah pasang, garis nat bisa terlihat tidak rata dan mengurangi estetika.

3. Nat Lebih Banyak

Karena berbentuk potongan kecil, jumlah nat lebih banyak dari keramik besar. Artinya, pembersihan nat akan lebih sering dilakukan agar tidak cepat menghitam.

4. Bisa Menampilkan Noda Jari

Walaupun mudah dibersihkan, sebagian jenis mozaik kaca tampak jelas jika terkena sidik jari, terutama yang berwarna gelap atau sangat glossy.


Kapan Mozaik Kaca Cocok Digunakan?

Mozaik kaca sangat cocok untuk kamu yang:

  • Inginkan tampilan dapur yang lebih modern dan mewah
  • Punya dapur yang kurang cahaya dan ingin terlihat lebih terang
  • Mengutamakan estetika dan detail
  • Tidak keberatan dengan perawatan nat secara berkala

Material ini juga sering dipakai sebagai aksen, misalnya hanya di bagian area kompor atau wastafel, bukan seluruh dinding dapur.


3. Stainless Steel. 

Stainless steel adalah salah satu material backsplash yang sering digunakan di dapur profesional, seperti restoran atau kafe. Namun sekarang, banyak rumah modern juga menggunakannya karena tampilannya yang rapi, bersih, dan sangat fungsional.

Material ini dibuat dari logam anti karat yang memiliki permukaan halus, sehingga mampu menahan panas tinggi sekaligus sangat mudah dibersihkan. Karena sifatnya yang kuat dan higienis, stainless steel cocok untuk dapur yang sering digunakan untuk memasak sehari-hari maupun memasak berat.

Backsplash Stainless Steel


Kelebihan Stainless Steel

1. Sangat Mudah Dibersihkan

Stainless steel memiliki permukaan yang tidak berpori, sehingga minyak dan noda masakan tidak meresap. Cukup lap menggunakan kain basah atau sedikit sabun, noda langsung hilang.

2. Tahan Panas dan Tahan Air

Lokasinya yang dekat dengan kompor membuat stainless steel sangat ideal. Material ini tidak terbakar, tidak menggelembung, dan tidak rusak meski terkena panas tinggi setiap hari.

3. Tahan Karat

Sesuai namanya, stainless steel dirancang untuk tidak berkarat meskipun sering terkena uap panas atau cipratan air.

4. Tampilan Modern dan Profesional

Material ini memberi kesan dapur ala restoran—bersih, rapi, dan modern. Sangat cocok untuk dapur minimalis atau industrial.

5. Sangat Awet

Stainless steel bisa bertahan bertahun-tahun tanpa warna memudar atau rusak, sehingga investasi yang bagus untuk jangka panjang.


Kekurangan Stainless Steel

1. Mudah Meninggalkan Sidik Jari

Bekas tangan dan noda air mudah terlihat pada permukaannya. Namun, hal ini bisa diatasi dengan cairan pembersih khusus stainless steel.

2. Tampilan Kurang Hangat

Jika konsep dapur kamu lebih ke arah natural, kayu, atau rustic, stainless steel bisa tampak terlalu “dingin” dan kurang menyatu dengan desain.

3. Bising Saat Dipasang atau Dipukul

Meski kecil kemungkinannya, suara dentingan bisa muncul jika material tidak dipasang dengan benar atau ada benda yang menabraknya.

4. Harga Cenderung Lebih Tinggi

Dibanding keramik biasa atau HPL, stainless steel berada di kisaran harga menengah ke atas.


Kapan Stainless Steel Menjadi Pilihan Terbaik?

Material ini sangat cocok jika:

  • Kamu sering memasak dan butuh area yang cepat dibersihkan
  • Kamu ingin dapur terlihat modern dan profesional
  • Kamu membutuhkan material yang tahan panas dan tahan lama
  • Kamu tidak keberatan dengan tampilan yang lebih industrial

4. Granit. 

Granit adalah batu alam yang sangat populer untuk countertop, tetapi juga sering digunakan sebagai material backsplash. Karakteristiknya yang kuat dan tampilannya yang mewah membuat granit cocok untuk dapur modern maupun klasik. Backsplash granit biasanya dibuat dari lembaran (slab) sehingga tampilannya menyatu, rapi, dan minim sambungan.

Backsplash granit

Kelebihan Granit

1. Sangat Tahan Lama dan Kuat

Granit terkenal dengan daya tahannya. Material ini tahan gores, tidak mudah retak, dan bisa bertahan puluhan tahun. Karena kekuatannya yang tinggi, granit cocok untuk dapur yang sering digunakan untuk memasak berat.

2. Mudah Dibersihkan dan Tidak Menyerap Noda (Jika Diseal)

Permukaan granit cenderung halus dan tidak mudah menyerap noda minyak atau cipratan masakan, terutama jika sudah diberi lapisan sealer. Membersihkannya cukup dengan lap basah dan sabun ringan.

3. Motif Alami yang Elegan dan Eksklusif

Setiap lembar granit punya pola alami yang unik, tidak akan ada dua motif yang sama. Hal ini membuat backsplash granit memberikan kesan mewah, premium, dan punya nilai estetika tinggi.

4. Tahan Panas Tinggi

Granit bisa menahan suhu tinggi dari aktivitas memasak di area kompor. Jadi, aman meskipun sering terkena uap panas atau cipratan minyak yang panas.


Kekurangan Granit

1. Harga Lebih Mahal Dibanding Keramik

Granit termasuk material kelas menengah ke atas. Harganya bisa berkali-kali lipat dari keramik biasa. Selain materialnya yang mahal, pemasangannya juga butuh tenaga profesional.

2. Perlu Perawatan Tambahan (Sealer)

Beberapa jenis granit memiliki pori-pori alami yang bisa menyerap cairan jika tidak dilapisi sealer. Biasanya perawatan ini perlu dilakukan 1–2 kali per tahun agar granit tetap awet dan tidak mudah kusam.

3. Bobotnya Berat

Karena materialnya solid dan padat, granit cukup berat. Artinya struktur dinding dan kabinet harus kuat, dan proses pemasangan membutuhkan tenaga ahli.


Apakah Granit Cocok untuk Anda?

Granit sangat cocok jika:

  • Anda ingin dapur terlihat mewah, rapi, dan modern
  • Aktivitas memasak di dapur cukup sering
  • Ingin material yang awet bertahun-tahun tanpa perlu banyak diganti
  • Budget tidak terlalu terbatas

Jika budget terbatas, granit mungkin terasa mahal, tetapi untuk nilai keawetan dan keindahan, material ini termasuk yang paling berkualitas.


5. Marmer. 

Marmer adalah salah satu material backsplash yang sering digunakan pada dapur-dapur premium. Batu alam ini dikenal karena pola seratnya yang indah dan mewah. Setiap lempengan marmer memiliki motif unik, sehingga tampilan backsplash tidak akan ada yang benar-benar sama. Hal ini menjadi alasan utama mengapa marmer disukai untuk mempercantik tampilan dapur.

Backsplash marmer

Selain tampilannya yang elegan, marmer juga sangat cocok digunakan pada dapur yang mengutamakan estetika dan kesan bersih. Namun, karena sifat batu alam yang cukup sensitif, marmer juga membutuhkan perawatan tertentu agar tetap terlihat cantik dan tidak mudah bernoda.


Kelebihan Marmer

1. Motif alami yang sangat cantik dan eksklusif

Tidak ada dua potongan marmer yang memiliki motif persis sama. Serat-serat alaminya membuat tampilan dapur terlihat lebih estetis, mewah, dan berkelas.

2. Memberikan nilai premium pada dapur

Marmer sering dianggap sebagai simbol kemewahan. Penggunaannya bisa meningkatkan nilai estetika dapur dan bahkan nilai properti secara keseluruhan.

3. Tahan terhadap panas

Karena berasal dari batu alam, marmer cukup tahan panas sehingga aman digunakan sebagai backsplash di dekat kompor. Namun tetap perlu hati-hati terhadap panas ekstrem yang bisa merusak lapisan sealernya.

4. Permukaan halus dan nyaman dibersihkan

Jika dilapisi dengan sealer yang tepat, noda minyak atau cipratan makanan dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan kain lembap.


Kekurangan Marmer

1. Mudah menyerap noda

Marmer memiliki pori-pori alami. Jika tidak diberi lapisan sealer, material ini dapat menyerap minyak, saus, kopi, hingga pewarna makanan yang bisa meninggalkan noda permanen.

2. Harga relatif mahal

Marmer termasuk material premium. Harga per meter perseginya bisa jauh lebih tinggi dibanding keramik atau HPL.

3. Perawatan harus rutin

Untuk menjaga tampilan tetap cantik, marmer harus diberi sealer ulang secara berkala. Tanpa perawatan, warnanya bisa kusam dan noda lebih mudah meresap.

4. Rentan terhadap goresan dan zat asam

Zat asam seperti lemon, cuka, atau tomat dapat merusak permukaan marmer (etching). Selain itu, goresan juga lebih mudah terlihat pada marmer dibanding bahan keras lainnya seperti granit.


Kesimpulan. 

Marmer adalah material backsplash yang sangat cocok untuk kamu yang mengutamakan estetika, kemewahan, dan tampilan dapur yang elegan. Namun, kamu perlu mempertimbangkan aspek harga dan perawatan karena marmer membutuhkan perlakuan khusus agar tidak cepat rusak.


6. HPL (High Pressure Laminate). 

HPL adalah material pelapis yang terbuat dari resin, kertas dekoratif, dan lapisan kraft yang dipres dengan tekanan tinggi. Material ini sangat populer untuk kitchen set modern, termasuk untuk bagian backsplash karena tampilannya rapi dan pilihan motifnya sangat beragam.

Backsplash HPL

Kelebihan HPL:

1. Banyak Pilihan Motif dan Warna

HPL hadir dalam ratusan motif berbeda, seperti motif kayu, batu, marmer, metal, hingga warna-warna solid. Ini membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai gaya dapur, baik minimalis, modern, maupun industrial.

2. Harga Relatif Terjangkau

Jika dibandingkan dengan material seperti granit, marmer, atau tempered glass, HPL jauh lebih ekonomis. Cocok untuk yang ingin dapur terlihat mewah tanpa biaya besar.

3. Pemasangan Mudah dan Cepat

HPL cukup ditempelkan pada papan seperti multiplek atau MDF menggunakan lem khusus. Prosesnya cepat dan tidak menimbulkan banyak debu, berbeda dengan pemasangan keramik atau batu alam.

4. Tahan Gores Ringan dan Cukup Kuat

Untuk kebutuhan backsplash yang tidak terlalu sering terkena benturan keras, HPL sudah sangat memadai. Permukaannya juga tidak mudah terkelupas jika dirawat dengan benar.

5. Mudah Dibersihkan

Noda minyak atau cipratan masakan bisa dibersihkan hanya dengan lap basah dan sabun ringan. Permukaannya halus sehingga tidak menyerap noda.


Kekurangan HPL:

1. Tidak Tahan Panas Tinggi

Ini adalah kelemahan paling penting. HPL tidak cocok dijadikan backsplash di area yang sangat dekat dengan kompor. Panas tinggi dapat membuat permukaannya menggelembung atau berubah warna.

2. Kurang Tahan Lama Dibanding Keramik atau Batu Alam

Dalam penggunaan jangka panjang, HPL bisa terkelupas atau pinggirannya mengangkat jika kualitas lem kurang baik atau sering terkena kelembapan tinggi.

3. Tidak Terlihat Semewah Batu Alam atau Kaca

Walau motifnya beragam, tampilan HPL tetap tidak dapat menyamai keaslian tekstur alami seperti marmer atau granit.


Kesimpulan

HPL cocok untuk kamu yang ingin backsplash dapur tampil modern, rapi, murah, dan cepat dipasang, terutama di area yang tidak terlalu dekat kompor. Namun jika dapur sering digunakan untuk memasak berat, sebaiknya pilih material yang tahan panas seperti keramik atau tempered glass.


7. Tempered Glass. 

Backsplash dari tempered glass semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada dapur minimalis modern. Material ini adalah kaca yang telah melalui proses pemanasan tinggi sehingga jauh lebih kuat dibanding kaca biasa. Karena tampilannya bersih, mengilap, dan elegan, banyak orang memilih tempered glass untuk menyempurnakan area dapur mereka.

Backsplash Tempered Glass

Kelebihan Tempered Glass:

1. Sangat Mudah Dibersihkan

Permukaannya yang halus membuat minyak, cipratan kuah, dan noda bumbu tidak meresap sama sekali.
Cukup diseka dengan lap basah atau cairan pembersih kaca, maka noda langsung hilang—praktis untuk orang yang sering memasak.

2. Tampilan Modern dan Rapi

Tempered glass memberikan kesan dapur yang lebih terang dan mewah.
Pilihan warnanya bisa polos (putih, hitam, abu), glossy, atau bahkan warna custom sesuai tema dapur.

3. Tahan Panas dan Benturan

Ini salah satu alasan material ini aman ditempatkan di dekat kompor.
Karena melalui proses tempering, kaca menjadi:

  • 4–5 kali lebih kuat dari kaca biasa
  • lebih tahan panas
  • tidak mudah pecah
    Jika pun sampai pecah, retakannya berbentuk butiran kecil yang tidak terlalu tajam.
4. Minim Nat

Berbeda dengan keramik yang punya garis nat, tempered glass tampil sebagai satu panel utuh.
Hasilnya:

  • lebih rapi
  • tidak ada nat yang bisa menghitam
  • lebih higienis
5. Bisa Custom Ukuran dan Motif

Tempered glass dapat dibuat sesuai ukuran dapur, bahkan bisa ditambahkan motif seperti:

  • garis
  • abstrak
  • granit imitasi
  • motif 3D
    Beberapa produsen bahkan menyediakan tempered glass dengan printed design.

Kekurangan Tempered Glass:

1. Harga Lebih Tinggi

Dibandingkan keramik atau HPL, harganya jauh lebih mahal.
Harga biasanya dihitung per meter dan tergantung ketebalan serta finishing warnanya.

2. Tidak Bisa Dipotong Setelah Jadi

Jika salah ukur sedikit saja, tempered glass tidak bisa dipotong ulang.
Solusinya harus membuat panel baru dari awal. Karena itu, pengukuran dan pemasangan harus benar-benar presisi, terutama di area stop kontak.

3. Bisa Retak Jika Ada Tekanan Titik

Walaupun kuat, tempered glass sensitif pada tekanan titik di sisi atau pinggirnya.
Misalnya jika baut terlalu menekan satu sisi, kaca bisa terjadi retak rambut.


Apakah Tempered Glass Cocok untuk Dapur?

Sangat cocok, terutama jika:

  • ingin tampilan dapur modern dan rapi
  • ingin backsplash yang sangat mudah dibersihkan
  • ingin material yang tahan panas di area kompor

Namun, pastikan pemasangan dilakukan oleh teknisi profesional agar ukuran presisi dan tidak terjadi retakan.


8. PVC atau Panel Plastik. 

Material PVC (Polyvinyl Chloride) atau panel plastik adalah salah satu pilihan backsplash yang sangat populer untuk pengguna yang memiliki anggaran terbatas. Material ini hadir dalam bentuk lembaran tipis yang ringan dan mudah dipasang, bahkan tanpa bantuan tukang profesional.

Backsplash PVC

Backsplash dari PVC biasanya memiliki beragam motif—seperti motif batu, kayu, keramik, hingga motif 3D—yang membuat tampilannya tetap menarik meski harganya murah.


Kelebihan PVC

1. Harga Sangat Terjangkau

PVC merupakan material yang paling murah dibandingkan keramik, kaca tempered, atau batu alam. Ini cocok untuk renovasi dapur ringan atau untuk yang ingin mempercantik dapur tanpa mengeluarkan biaya besar.

2. Pemasangan Praktis

Panel PVC sangat ringan dan dapat dipasang dengan mudah menggunakan lem khusus, double tape kuat, atau paku kecil. Untuk pengguna rumahan, pemasangan DIY pun sangat memungkinkan.

3. Banyak Pilihan Motif

Motifnya beragam dan mengikuti tren desain, misalnya:

  • motif marmer
  • batu bata
  • kayu
  • granit
  • mozaik
  • 3D pattern

Sehingga PVC dapat menyesuaikan hampir semua konsep dapur, dari modern sampai natural.

4. Tahan Air

PVC tidak menyerap air sehingga cocok digunakan di area dekat wastafel atau tempat yang sering terkena cipratan.


Kekurangan PVC

1. Tidak Tahan Panas Tinggi

PVC adalah material plastik, sehingga tidak disarankan dipasang terlalu dekat dengan kompor gas atau area yang sering terkena api langsung. Material bisa melengkung, memudar, atau bahkan meleleh jika terkena panas berlebih.

2. Kurang Awet Dibanding Material Lain

Jika dibandingkan dengan keramik, granit, atau tempered glass, PVC memiliki ketahanan yang paling rendah. Umurnya relatif lebih pendek dan bisa rusak jika terkena benda tajam.

3. Mudah Menguning Jika Kualitasnya Rendah

PVC berwarna terang, terutama putih atau krem, bisa menguning bila terkena minyak atau panas dalam jangka panjang, terutama untuk produk kualitas rendah.

4. Kurang Cocok untuk Dapur Profesional

Untuk dapur yang sering memasak berat, memerlukan material yang lebih kuat dan tahan panas. PVC lebih cocok untuk dapur ringan, pantry, atau ruang masak minimalis yang jarang digunakan.


Kapan PVC Merupakan Pilihan yang Tepat?

PVC cocok dipilih jika:

  • Anda ingin budget hemat
  • Dapur jarang memasak berat
  • Ingin renovasi cepat dan mudah
  • Fokus pada tampilan dekoratif, bukan ketahanan tinggi

Namun, jika area backsplash berada sangat dekat dengan kompor, lebih aman memilih keramik, stainless steel, atau tempered glass. Tapi silahkan lihat sendiri koleksi Backsplash PVC di Shopee.


Pembahasan Penting Lainnya.


Tips Memilih Tukang Pasang Backsplash agar Hasilnya Rapi. 

Memasang backsplash bukan hanya soal memilih material yang bagus. Sebagus apa pun keramik, kaca tempered, atau granit yang kamu pilih, hasil akhirnya sangat bergantung pada kualitas tukang yang memasangnya. Pemasangan yang tidak rapi bisa membuat backsplash miring, nat tidak sejajar, ada celah, atau bahkan mudah lepas.

Agar hasil pemasangan backsplash maksimal, berikut beberapa tips memilih tukang yang tepat.


1. Cari Tukang yang Punya Pengalaman Khusus di Area Dapur

Tidak semua tukang memiliki pengalaman memasang backsplash, terutama untuk material tertentu seperti kaca tempered atau mozaik. Lebih baik pilih tukang yang memang sering mengerjakan area dapur.

Tanda tukang berpengalaman:

  • Punya portofolio pekerjaan sebelumnya
  • Bisa menjelaskan proses pemasangan dengan detail
  • Paham karakter material

2. Lihat Portofolio atau Hasil Kerja Nyata

Jangan langsung percaya omongan saja. Mintalah foto hasil pekerjaan mereka.

Hal yang perlu diperhatikan dari hasil kerjanya:

  • Kerapian nat
  • Kerataan permukaan
  • Tidak ada celah antara backsplash dan meja dapur
  • Potongan keramik/kaca rapi dan presisi
  • Tidak ada bagian yang menonjol atau bergelombang

Jika memungkinkan, cek langsung lokasi pekerjaan sebelumnya.


3. Pastikan Tukang Menggunakan Alat yang Tepat

Setiap material membutuhkan alat yang berbeda.

Contoh:

  • Keramik / mozaik → butuh tile cutter dan waterpass presisi
  • Kaca tempered → butuh alat pengukur yang akurat agar tidak salah ukuran
  • Granit / marmer → butuh mesin pemotong khusus

Tukang yang benar-benar profesional biasanya membawa peralatan lengkap.


4. Tanyakan Detail Proses Pengerjaan

Tukang yang kompeten akan menjelaskan langkah-langkah pemasangan tanpa ragu.

Beberapa hal yang bisa kamu tanyakan:

  • Apakah dinding perlu diratakan dulu?
  • Berapa lama waktu pemasangan?
  • Jenis lem atau perekat yang digunakan?
  • Bagaimana proses finishing nat?

Jika jawabannya meyakinkan, itu tanda mereka memahami pekerjaan secara teknis.


5. Hindari Tukang yang Terlalu Murah

Harga murah memang menggoda, tapi pemasangan yang salah bisa membuatmu perlu membongkar ulang—dan biayanya jauh lebih mahal.

Lebih baik pilih tukang:

  • Dengan harga wajar
  • Punya reputasi baik
  • Memberikan hasil rapi sesuai standar

Ingat: murah tapi berantakan = rugi dua kali.


6. Minta Garansi Pekerjaan

Tukang profesional biasanya berani memberikan garansi minimal 1–3 bulan.

Garansi penting untuk mengantisipasi:

  • Keramik lepas
  • Nat retak
  • Backsplash menggelembung (HPL)
  • Lem kaca tempered tidak menempel sempurna

Jika mereka enggan memberi garansi, sebaiknya pikir dua kali.


7. Pastikan Komunikasi Lancar

Tukang yang baik harus mudah diajak diskusi mengenai:

  • Penempatan motif
  • Tinggi backsplash
  • Warna nat
  • Titik potongan

Komunikasi yang buruk bisa membuat hasil akhir tidak sesuai ekspektasi.


8. Cek Review atau Rekomendasi dari Orang Terdekat

Jika memungkinkan, cari tukang yang:

  • Direkomendasikan teman atau tetangga
  • Punya review online
  • Bagus reputasinya di lingkungan sekitar

Tukang yang sudah terbukti hasil kerjanya biasanya lebih aman dipilih.


Kesimpulan

Memilih tukang untuk pemasangan backsplash tidak boleh asal. Prioritaskan tukang yang berpengalaman, memiliki portofolio, menggunakan alat yang tepat, dan berani memberi garansi. Dengan begitu, backsplash yang kamu pilih—baik itu keramik, kaca, granit, atau HPL—akan terpasang rapi dan tahan lama.

Cukup sekian, dan silahkan baca juga tentang

  1. Rekomendasi model rak dapur terbuka.
  2. Model Backsplash terbaru yang patut dijadikan inspirasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top