Cara Cerdas Memasang Wallpaper Dinding Sendiri Tanpa Tukang

Mengganti tampilan dinding dengan wallpaper bisa menjadi solusi praktis untuk membuat ruangan terlihat lebih menarik dan hidup. Tanpa perlu renovasi besar, suasana rumah dapat langsung berubah hanya dengan sentuhan motif dan warna yang sesuai selera.

Menariknya, pemasangan wallpaper sangatlah mudah, karena banyak produk yang dirancang agar mudah dipasang sendiri di rumah.

Dan bagi kamu yang ingin berhemat sekaligus mencoba pengalaman baru, memasangnya secara mandiri bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Dengan persiapan yang tepat dan langkah yang rapi, hasilnya pun bisa terlihat profesional.

Memasang Wallpaper dinding

10 Cara Cerdas Memasang Wallpaper Dinding Sendiri Tanpa Tukang.

1. Siapkan Alat dan Bahannya.

Langkah awal yang sangat penting sebelum mulai adalah menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan. Persiapan yang matang akan membuat proses pemasangan berjalan lebih cepat, rapi, dan minim kesalahan. Banyak orang gagal di tengah jalan bukan karena sulit, tapi karena alatnya kurang lengkap.

Berikut beberapa perlengkapan yang sebaiknya kamu siapkan:

Wallpaper dinding

Pilih motif dan jenis sesuai kebutuhan ruangan. Pastikan jumlahnya cukup dengan menyesuaikan ukuran dinding. Lebih baik membeli sedikit lebih banyak sebagai cadangan jika terjadi kesalahan potong.

Cutter atau gunting tajam. 

Digunakan untuk memotong wallpaper agar hasilnya rapi. Cutter biasanya lebih disarankan karena bisa menghasilkan potongan lurus, terutama di bagian tepi dan sudut.

Penggaris panjang atau meteran. 

Alat ini penting untuk mengukur tinggi dan lebar dinding, sekaligus membantu saat memotong agar ukuran presisi. Pengukuran yang tepat akan menghindarkan dari wallpaper yang kependekan atau berlebih.

Pensil. 

Berfungsi untuk memberi tanda ringan di dinding sebagai panduan posisi awal. Tanda ini membantu supaya tempelan tidak miring sejak lembar pertama.

Kape, scraper plastik, atau kartu bekas. 

Dipakai untuk meratakan wallpaper setelah ditempel. Alat ini membantu mengeluarkan gelembung udara dan membuat permukaan terlihat halus tanpa merusak bahan.

Lap kain bersih. 

Berguna untuk membersihkan sisa lem yang keluar di pinggir wallpaper serta menjaga permukaan tetap bersih selama proses berlangsung.

Lem wallpaper. 

Jika menggunakan wallpaper non-stiker, siapkan lem khusus wallpaper. Lem ini dirancang agar daya rekat kuat namun tetap aman untuk dinding.

Ember kecil dan kuas atau roller. 

Dipakai untuk menampung lem dan mengoleskannya secara merata, baik ke dinding maupun ke bagian belakang wallpaper sesuai petunjuk produk.


Dengan semua alat dan bahan sudah tersedia di satu tempat, kamu tidak perlu bolak-balik mencari perlengkapan saat proses berlangsung. Hal ini membuat pekerjaan lebih fokus, hasil lebih rapi, dan waktu pemasangan jadi lebih efisien.


2. Ukur Dinding dengan Teliti.

Sebelum wallpaper dipotong dan ditempel, pengukuran dinding harus dilakukan dengan cermat. Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan hasil akhir. Ukuran yang kurang tepat bisa membuat wallpaper tidak pas, sambungan terlihat aneh, atau bahkan kekurangan bahan di bagian tertentu.

Mulailah dengan mengukur tinggi dinding dari lantai hingga ke bagian atas. Lakukan pengukuran di beberapa titik, karena tidak semua dinding memiliki tinggi yang benar-benar sama. Setelah itu, ukur lebar dinding untuk mengetahui berapa banyak lembar wallpaper yang dibutuhkan.

Saat mencatat hasil ukuran, tambahkan cadangan sekitar 5–10 cm pada bagian atas dan bawah. Cadangan ini berguna untuk:

  • Menyesuaikan posisi saat pemasangan
  • Mengantisipasi dinding yang tidak rata
  • Memudahkan pemotongan akhir agar lebih rapi

Jika wallpaper memiliki motif atau pola, perhatikan jarak pengulangan motifnya. Pengukuran harus disesuaikan supaya sambungan antar lembar terlihat menyatu dan tidak terpotong di tengah pola.

Sebaiknya buat catatan sederhana berisi:

  • Tinggi dinding
  • Lebar dinding
  • Jumlah lembar wallpaper yang dibutuhkan

Dengan pengukuran yang teliti sejak awal, proses pemasangan akan terasa lebih ringan, minim kesalahan, dan hasil akhirnya terlihat rapi serta proporsional.

Silahkan baca juga tentang Warna yang tepat untuk Dinding ruang tamu.


3. Potong Wallpaper Sesuai Ukuran.

Setelah ukuran dinding diketahui, langkah selanjutnya adalah memotong wallpaper dengan ukuran yang sudah disesuaikan. Tahap ini terlihat sederhana, tetapi sangat menentukan kerapian hasil akhir. Potongan yang presisi akan memudahkan proses penempelan dan membuat sambungan antar lembar terlihat menyatu.

Mulailah dengan mengukur tinggi dinding, lalu tambahkan sekitar 5–10 cm sebagai cadangan di bagian atas dan bawah. Cadangan ini berguna untuk penyesuaian jika posisi sedikit bergeser saat ditempel atau jika dinding tidak benar-benar rata.

Saat memotong, gunakan cutter atau gunting yang tajam agar hasil potongan lurus dan tidak bergerigi. Jika menggunakan cutter, sebaiknya lakukan pemotongan di atas permukaan datar seperti meja atau lantai yang sudah dialasi alas potong.

Untuk wallpaper bermotif, perhatikan arah dan sambungan pola. Pastikan setiap lembar dipotong dengan urutan motif yang sama agar saat dipasang tidak terlihat loncat atau terputus. Langkah ini sangat penting terutama untuk motif garis, bunga, atau pola geometris.

Agar lebih efisien, potong beberapa lembar sekaligus sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk satu sisi dinding. Susun potongan secara berurutan supaya tidak tertukar saat pemasangan. Dengan cara ini, proses penempelan akan terasa lebih cepat dan hasilnya pun terlihat lebih rapi dan profesional.


4. Bersihkan dan Ratakan Permukaan Dinding.

Sebelum wallpaper ditempel, pastikan kondisi dinding benar-benar siap. Permukaan yang bersih dan rata akan membuat wallpaper menempel lebih kuat serta tahan lama. Jika tahap ini diabaikan, wallpaper berisiko mudah mengelupas atau terlihat tidak rapi meskipun sudah dipasang dengan benar.

Langkah pertama, bersihkan dinding dari debu, kotoran, dan noda yang menempel. Kamu bisa menggunakan lap kering atau sedikit lembap, lalu biarkan dinding mengering sempurna. Hindari menempel wallpaper pada dinding yang masih basah atau lembap karena daya rekatnya akan berkurang.

Periksa juga kondisi cat dinding. Jika ada cat yang mengelupas, sebaiknya dikerok terlebih dahulu sampai permukaannya halus. Cat yang tidak menempel kuat bisa membuat wallpaper ikut terangkat seiring waktu.

Apabila terdapat lubang kecil, retakan halus, atau permukaan yang bergelombang, lakukan perbaikan sederhana dengan dempul atau plamir. Setelah kering, amplas ringan agar dinding terasa rata saat disentuh. Dinding yang halus akan membuat hasil akhir wallpaper terlihat lebih menyatu dan tidak berbayang.

Pastikan juga dinding bebas dari jamur atau bekas lembap. Jika ada, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Dengan kondisi dinding yang bersih, kering, dan rata, proses pemasangan akan jauh lebih mudah dan hasilnya terlihat lebih rapi serta awet.


5. Oleskan Lem atau Buka Perekatnya.

Pada tahap ini, jenis wallpaper yang digunakan sangat menentukan langkah yang dilakukan. Ada wallpaper yang membutuhkan lem tambahan, dan ada juga yang sudah dilengkapi perekat sendiri. Memahami perbedaannya akan membantu hasil tempelan lebih kuat dan tahan lama.

Jika menggunakan wallpaper biasa (non-stiker), oleskan lem secara merata menggunakan kuas atau roller. Lem bisa diaplikasikan ke bagian belakang wallpaper atau langsung ke dinding, tergantung petunjuk dari produk yang digunakan. Pastikan seluruh permukaan terkena lem, terutama di bagian tepi, karena area ini paling sering mengelupas jika kurang perekat.

Gunakan lem secukupnya, jangan terlalu tebal. Lem yang berlebihan bisa keluar dari sisi wallpaper saat ditempel dan membuat permukaan terlihat kotor. Sebaliknya, jika terlalu tipis, daya rekatnya kurang maksimal.

Untuk wallpaper stiker, buka lapisan belakangnya sedikit demi sedikit, jangan langsung dilepas seluruhnya. Cara ini memudahkan pengaturan posisi saat menempel dan mengurangi risiko wallpaper menempel miring atau salah posisi. Lepaskan perekat secara bertahap sambil menekan bagian yang sudah menempel.

Pastikan tangan dan permukaan wallpaper bersih saat proses ini dilakukan. Kotoran kecil saja bisa membuat permukaan terlihat tidak rata dan mengganggu tampilan akhir.

Dengan pengaplikasian lem atau perekat yang tepat, wallpaper akan menempel lebih kuat, tidak mudah mengelupas, dan hasil akhirnya terlihat lebih rapi.


6. Tempel Wallpaper dari Atas ke Bawah.

Proses penempelan sebaiknya dimulai dari bagian atas dinding lalu diturunkan perlahan ke bawah. Teknik ini memudahkan pengaturan posisi dan membantu wallpaper jatuh lurus mengikuti dinding. Jika langsung menempel dari tengah atau bawah, risiko miring akan lebih besar.

Tempelkan bagian atas wallpaper terlebih dahulu sambil menyesuaikan dengan garis atau tanda pensil yang sudah dibuat sebelumnya. Pastikan posisinya lurus sebelum menekan lebih jauh. Setelah bagian atas sudah pas, lanjutkan menempel ke arah bawah sedikit demi sedikit.

Gunakan kape, scraper plastik, atau kartu untuk meratakan wallpaper. Gerakkan alat dari tengah ke arah samping secara perlahan. Cara ini membantu mengeluarkan udara yang terjebak di balik wallpaper sehingga permukaannya terlihat halus dan tidak bergelombang.

Lakukan penekanan dengan tekanan yang cukup, tidak perlu terlalu kuat agar bahan wallpaper tidak rusak atau robek. Jika muncul gelembung kecil, segera ratakan sebelum lem mulai mengering.

Kerjakan tahap ini dengan tenang dan sabar. Semakin rapi pemasangan lembar pertama, semakin mudah proses pemasangan lembar berikutnya, dan hasil akhirnya pun akan terlihat lebih maksimal.


7. Ratakan Permukaan dan Hilangkan Gelembung Udara.

Setelah satu lembar wallpaper berhasil ditempel, langkah berikutnya adalah memastikan permukaannya benar-benar rata. Tahap ini penting agar hasil akhir terlihat halus dan tidak bergelombang.

Gunakan kape, scraper plastik, atau kartu untuk menekan wallpaper secara perlahan. Mulailah dari bagian tengah, lalu dorong ke arah samping dan ke bawah. Gerakan ini membantu mengeluarkan udara yang terperangkap di balik wallpaper sehingga tidak menimbulkan gelembung.

Perhatikan bagian tepi dan sudut dinding, karena area ini sering kali menjadi tempat udara tertahan. Tekan dengan lebih teliti agar wallpaper menempel sempurna hingga ke pinggir.

Jika lem keluar dari sisi wallpaper saat diratakan, segera bersihkan menggunakan lap kain bersih yang sedikit lembap. Jangan menunggu sampai lem mengering karena bisa meninggalkan bekas dan mengganggu tampilan.

Bila masih muncul gelembung kecil, ratakan kembali sebelum perekat benar-benar kering. Penanganan sejak awal akan membuat wallpaper menempel lebih kuat dan tampak rapi dalam jangka panjang.


8. Sambung Lembar Berikutnya dengan Rapi.

Setelah lembar pertama terpasang dengan baik, langkah selanjutnya adalah menyambung lembar berikutnya. Tahap ini membutuhkan ketelitian agar hasil akhirnya terlihat menyatu dan profesional.

Tempelkan lembar wallpaper baru tepat di samping lembar sebelumnya. Pastikan posisi atasnya sejajar agar sambungan tidak naik atau turun. Jika wallpaper bermotif, sesuaikan pola terlebih dahulu sebelum menekan seluruh permukaan.

Usahakan sambungan antar lembar rapat, tetapi jangan sampai saling menumpuk. Tumpukan berlebihan bisa membuat garis sambungan terlihat jelas dan mudah mengelupas di kemudian hari.

Setelah posisinya pas, ratakan wallpaper dengan alat perata dari tengah ke arah samping, sama seperti lembar sebelumnya. Perhatikan area sambungan, tekan perlahan agar kedua sisi menempel dengan kuat dan tidak membentuk celah.

Ulangi langkah ini hingga seluruh dinding tertutup. Dengan penyambungan yang rapi dan konsisten, tampilan dinding akan terlihat lebih bersih, menyatu, dan enak dipandang.


9. Potong Sisa Wallpaper di Bagian Tepi.

Setelah seluruh wallpaper terpasang dengan rapi, biasanya masih ada sisa di bagian atas, bawah, atau sisi dinding. Sisa ini perlu dipotong agar tampilan akhir terlihat bersih dan proporsional.

Gunakan cutter yang tajam supaya hasil potongan lurus dan tidak merobek wallpaper. Arahkan cutter mengikuti garis pertemuan antara dinding dan plafon, lantai, atau sudut tembok. Agar lebih rapi, gunakan penggaris atau kape sebagai penahan saat memotong.

Lakukan pemotongan secara perlahan dan hati-hati. Jangan menarik wallpaper terlalu kuat karena bisa membuat posisi yang sudah rapi menjadi bergeser. Lebih baik memotong sedikit demi sedikit daripada langsung menekan terlalu keras.

Periksa kembali seluruh tepi dinding setelah pemotongan selesai. Jika masih ada bagian yang kurang rapi, rapikan ulang dengan potongan kecil. Tahap ini membuat wallpaper tampak menyatu dengan dinding dan memberikan hasil akhir yang lebih profesional.


10. Diamkan Hingga Kering Sempurna.

Setelah seluruh wallpaper terpasang dan dirapikan, tahap terakhir adalah membiarkannya mengering dengan sempurna. Langkah ini sering dianggap sepele, padahal sangat penting untuk memastikan wallpaper menempel kuat dan tidak mudah bergeser atau mengelupas.

Selama proses pengeringan, hindari menyentuh, menekan ulang, atau menggeser wallpaper. Perekat yang belum kering sepenuhnya masih bisa berubah posisi dan membuat sambungan menjadi kurang rapi.

Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik agar proses pengeringan berjalan optimal. Namun, sebaiknya hindari angin yang terlalu kencang atau kipas yang diarahkan langsung ke dinding karena bisa membuat wallpaper mengering tidak merata.

Waktu pengeringan bisa berbeda-beda tergantung jenis wallpaper dan lem yang digunakan, biasanya membutuhkan beberapa jam hingga benar-benar kering. Setelah kering sempurna, wallpaper akan terlihat lebih menyatu dengan dinding dan hasil pemasangannya pun tahan lama.

Dengan tahap akhir ini, proses pemasangan wallpaper selesai dan dinding siap memberikan tampilan baru yang lebih menarik.


Tips Agar Hasil Lebih Rapi
  • Pasang di ruangan dengan sirkulasi udara baik, tapi hindari angin kencang.
  • Kerjakan satu dinding penuh sebelum pindah ke dinding lain.
  • Jika baru pertama kali, pilih wallpaper polos atau motif sederhana.
  • Ajak satu orang membantu agar lebih mudah mengatur posisi.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menempelkan wallpaper dinding tanpa tukang dengan hasil yang rapi dan memuaskan. Selain lebih hemat biaya, kamu juga bisa menyesuaikan tempo kerja sesuai kenyamanan.

Silahkan baca juga tips terlengkap saat memilih wallpaper dinding.


Pembahasan Penting Lainnya.


Cara Mengatasi Wallpaper Dinding yang Menggelembung Setelah Dipasang.

Wallpaper dinding yang menggelembung setelah dipasang memang cukup mengganggu tampilan. Padahal, pemasangannya mungkin sudah terlihat rapi di awal. Gelembung ini biasanya muncul beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah wallpaper menempel.

Kabar baiknya, masalah ini masih bisa diatasi tanpa harus membongkar semuanya.

1. Kenali Penyebab Wallpaper Menggelembung

Sebelum memperbaiki, penting untuk tahu penyebabnya. Beberapa penyebab yang paling sering terjadi antara lain:

  • Lem tidak diratakan dengan baik
  • Udara terperangkap saat proses penempelan
  • Dinding masih lembap atau berdebu
  • Tekanan saat meratakan wallpaper kurang maksimal
  • Wallpaper ditarik terlalu kuat saat dipasang

Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa memilih cara perbaikan yang paling tepat.

2. Tekan dan Ratakan Saat Lem Belum Kering

Jika wallpaper baru dipasang dan lemnya masih basah:

  • Gunakan kape plastik, kartu, atau kain bersih
  • Ratakan dari tengah gelembung ke arah tepi
  • Lakukan secara perlahan agar wallpaper tidak bergeser

Cara ini cukup efektif untuk gelembung kecil yang baru muncul.

3. Tusuk Gelembung Kecil dengan Jarum

Untuk gelembung kecil yang sudah terlanjur muncul:

  • Gunakan jarum halus atau ujung cutter
  • Tusuk perlahan di bagian tengah gelembung
  • Tekan perlahan agar udara keluar
  • Ratakan kembali permukaan wallpaper

Lubang kecil ini biasanya tidak terlihat setelah wallpaper kembali menempel sempurna.

4. Suntikkan Lem Tambahan Jika Diperlukan

Jika gelembung cukup besar atau terasa kosong:

  • Siapkan lem wallpaper yang agak encer
  • Masukkan lem menggunakan kuas kecil atau spuit
  • Tekan dan ratakan sampai menempel kembali

Lap sisa lem yang keluar agar tidak meninggalkan noda.

5. Lepas Sebagian dan Tempel Ulang

Jika gelembung tidak bisa diatasi dengan cara di atas:

  • Lepas wallpaper di area yang bermasalah secara perlahan
  • Oleskan lem secara merata pada dinding
  • Tempel ulang dan ratakan dari atas ke bawah

Cara ini cocok untuk gelembung besar atau area yang tidak menempel sama sekali.

6. Pastikan Dinding Benar-Benar Kering

Gelembung sering muncul karena dinding lembap. Jika ini penyebabnya:

  • Keringkan dinding terlebih dahulu
  • Buka jendela agar sirkulasi udara lancar
  • Gunakan kipas jika perlu

Wallpaper yang dipasang di dinding lembap akan sulit menempel sempurna.

7. Gunakan Alat Perata dengan Tekanan yang Cukup

Meratakan wallpaper tidak cukup hanya dengan tangan:

  • Gunakan kape plastik atau roller khusus
  • Tekan dengan tekanan sedang dan merata
  • Lakukan secara bertahap dari atas ke bawah

Tekanan yang tepat membantu lem menempel sempurna ke dinding.

8. Biarkan Mengering Tanpa Gangguan

Setelah diperbaiki:

  • Jangan menyentuh wallpaper selama proses pengeringan
  • Hindari kipas angin langsung ke dinding
  • Tunggu hingga lem benar-benar kering

Gangguan saat pengeringan bisa membuat gelembung muncul kembali.

9. Cegah Gelembung Muncul Kembali

Agar masalah tidak terulang:

  • Bersihkan dinding sebelum pemasangan
  • Gunakan lem sesuai anjuran
  • Ratakan wallpaper secara menyeluruh sejak awal
  • Pasang secara perlahan dan tidak terburu-buru

Pencegahan yang baik jauh lebih mudah daripada memperbaiki.


Dengan langkah-langkah di atas, wallpaper dinding yang menggelembung bisa diatasi tanpa harus membongkar seluruh bagian. Hasilnya, dinding kembali rapi dan tampilan ruangan tetap enak dipandang.

Silahkan baca juga Beberapa jenis wallpaper dinding yang perlu diketahui.


Tips Menyambung Motif Wallpaper Agar Terlihat Rapi dan Presisi.

Sambungan motif wallpaper sering menjadi bagian paling sulit saat pemasangan. Jika kurang teliti, motif bisa terlihat loncat, miring, atau tidak menyatu. Padahal, sambungan yang rapi akan membuat dinding terlihat lebih mahal dan profesional, meskipun dipasang sendiri tanpa tukang.

Berikut tips yang bisa kamu terapkan agar sambungan motif wallpaper terlihat presisi.

1. Pahami Pola Motif Sebelum Memasang

Sebelum menempelkan wallpaper ke dinding, perhatikan dulu pola motifnya. Ada wallpaper dengan:

  • Motif berulang kecil
  • Motif besar dengan jarak tertentu
  • Motif yang harus disambung sejajar dari atas ke bawah

Dengan memahami pola, kamu bisa menentukan titik awal sambungan dan menghindari kesalahan saat menempel.

2. Potong Wallpaper dengan Pola yang Sama

Saat memotong wallpaper, jangan hanya mengandalkan ukuran panjang. Pastikan setiap potongan memiliki awal motif yang sama.
Cara mudahnya:

  • Gelar wallpaper di lantai atau meja
  • Samakan motif antar lembar
  • Tandai titik potong menggunakan pensil

Langkah ini sangat penting agar motif antar lembar bisa bertemu dengan pas.

3. Mulai dari Titik Paling Terlihat

Pasang wallpaper pertama di area dinding yang paling mudah terlihat, misalnya bagian tengah dinding atau area yang langsung terlihat saat masuk ruangan.
Dengan begitu, sambungan motif akan terlihat simetris dan kesalahan kecil bisa disamarkan di sudut atau bagian yang tertutup furnitur.

4. Tempel Lembar Pertama dengan Posisi Benar

Lembar pertama menjadi patokan untuk lembar-lembar berikutnya. Pastikan:

  • Posisi benar-benar lurus (tidak miring)
  • Motif tegak dan sejajar
  • Tidak ada lipatan atau gelembung

Jika lembar pertama sudah miring, sambungan motif berikutnya akan ikut bermasalah.

5. Sambung Tanpa Tumpang Tindih

Saat menempel lembar berikutnya:

  • Tempel tepat di samping lembar sebelumnya
  • Jangan ditumpuk dan jangan diberi jarak
  • Pastikan garis motif bertemu dengan sempurna

Gunakan jari atau kape plastik untuk menekan sambungan secara perlahan agar menyatu rapi.

6. Ratakan dari Tengah ke Samping

Setelah posisi motif pas, ratakan wallpaper dari bagian tengah ke arah samping.
Cara ini membantu:

  • Mengeluarkan udara
  • Mencegah motif bergeser
  • Membuat sambungan terlihat halus

Lakukan dengan tekanan ringan agar wallpaper tidak sobek atau bergeser.

7. Jangan Terburu-buru Mengeringkan

Biarkan wallpaper menempel secara alami. Hindari langsung menyalakan kipas atau membuka jendela terlalu lebar.
Wallpaper yang kering terlalu cepat bisa menyusut dan membuat sambungan motif terbuka.

8. Periksa Ulang Sebelum Lem Mengering

Sebelum lem benar-benar kering:

  • Cek kembali kesesuaian motif
  • Geser sedikit jika perlu
  • Rapikan bagian sambungan

Jika sudah kering, wallpaper akan lebih sulit diperbaiki.

9. Samarkan Sambungan di Area Sulit

Jika ada sambungan yang kurang sempurna, letakkan di:

  • Sudut ruangan
  • Belakang gorden
  • Area yang tertutup rak atau lemari

Trik ini membantu menjaga tampilan dinding tetap rapi secara keseluruhan.

10. Pilih Motif yang Ramah Pemula

Jika baru pertama kali memasang wallpaper, pilih motif:

  • Polos
  • Garis halus
  • Motif kecil berulang

Motif besar dan kompleks membutuhkan ketelitian ekstra saat penyambungan.


Kesimpulan

Menyambung motif wallpaper agar terlihat rapi dan presisi membutuhkan ketelitian, bukan keahlian khusus. Dengan memahami pola, memotong dengan benar, dan memasang secara perlahan, hasil akhir bisa terlihat profesional meskipun dikerjakan sendiri.

Silahkan baca juga motif batu untuk wallpaper yang patut dicoba.


Perbedaan Wallpaper Stiker dan Wallpaper Lem: Mana yang Lebih Mudah Dipasang?

Saat ingin memasang wallpaper dinding sendiri tanpa tukang, salah satu hal yang sering membuat bingung adalah memilih antara wallpaper stiker dan wallpaper lem. Keduanya sama-sama berfungsi untuk mempercantik dinding, namun memiliki perbedaan dari segi cara pemasangan, tingkat kesulitan, hingga hasil akhirnya.

Agar tidak salah pilih, mari pahami perbedaannya berikut ini.

1. Pengertian Wallpaper Stiker

Wallpaper stiker adalah wallpaper yang bagian belakangnya sudah dilengkapi perekat. Untuk memasangnya, kamu cukup membuka lapisan pelindung lalu menempelkannya langsung ke dinding.

Jenis ini banyak dipilih karena praktis dan tidak memerlukan lem tambahan. Cocok untuk orang yang ingin hasil cepat tanpa ribet.

2. Pengertian Wallpaper Lem

Wallpaper lem adalah wallpaper yang membutuhkan lem khusus saat pemasangan. Lem bisa dioleskan ke bagian belakang wallpaper atau langsung ke dinding, tergantung jenis produknya.

Wallpaper ini umumnya digunakan untuk hasil yang lebih permanen dan sering dipasang pada ruangan utama seperti ruang tamu atau kamar tidur.

3. Perbedaan dari Segi Cara Pemasangan

Wallpaper stiker:

  • Tinggal kupas dan tempel
  • Tidak perlu alat tambahan untuk lem
  • Proses pemasangan lebih cepat

Wallpaper lem:

  • Perlu mencampur dan mengoleskan lem
  • Membutuhkan ketelitian ekstra
  • Waktu pemasangan cenderung lebih lama

Dari sisi kemudahan, wallpaper stiker jelas lebih unggul untuk pemula.

4. Perbedaan dari Segi Tingkat Kesulitan

Wallpaper stiker relatif mudah dipasang, tetapi posisi harus tepat sejak awal. Jika salah tempel, risiko kusut atau rusak cukup besar.

Wallpaper lem memang sedikit lebih rumit, namun masih bisa digeser saat masih basah, sehingga lebih fleksibel untuk merapikan posisi.

5. Perbedaan dari Segi Daya Rekat dan Ketahanan

Wallpaper stiker:

  • Daya rekat cukup baik untuk dinding halus
  • Kurang cocok untuk dinding lembap atau kasar
  • Umumnya lebih mudah terkelupas dalam jangka panjang

Wallpaper lem:

  • Daya rekat lebih kuat
  • Lebih tahan lama
  • Cocok untuk berbagai kondisi dinding

Jika mengutamakan keawetan, wallpaper lem lebih unggul.

6. Perbedaan dari Segi Hasil Akhir

Wallpaper lem biasanya memberikan hasil yang lebih rapi dan menyatu dengan dinding, sehingga tampak seperti finishing cat.

Wallpaper stiker tetap terlihat menarik, namun pada beberapa kondisi sambungan dan tepi wallpaper bisa lebih mudah terlihat.

7. Perbedaan dari Segi Harga

Wallpaper stiker umumnya:

  • Lebih murah
  • Cocok untuk dekorasi sementara

Wallpaper lem:

  • Harga sedikit lebih mahal
  • Lebih ekonomis untuk penggunaan jangka panjang
Mana yang Lebih Mudah Dipasang?

Jika ditanya mana yang paling mudah dipasang, jawabannya adalah wallpaper stiker. Jenis ini sangat cocok untuk:

  • Pemula
  • Pemasangan cepat
  • Dekorasi sementara atau sewa rumah

Namun, jika kamu menginginkan hasil yang lebih rapi dan tahan lama, serta siap meluangkan waktu lebih, wallpaper lem bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

Kesimpulan
  • Wallpaper stiker: mudah, cepat, praktis, tapi daya tahannya terbatas
  • Wallpaper lem: lebih kuat dan rapi, namun pemasangannya lebih rumit

Sesuaikan pilihan dengan kondisi dinding, tujuan penggunaan, dan pengalaman memasang wallpaper.

Silahkan baca juga tips memperbaiki wallpaper dinding yang mengelupas.


Kesalahan Umum Saat Memasang Wallpaper Dinding dan Cara Menghindarinya.

Memasang wallpaper dinding sendiri memang terlihat praktis dan hemat biaya. Namun, banyak orang merasa hasil akhirnya kurang rapi karena melakukan kesalahan kecil yang sering dianggap sepele. Padahal, kesalahan-kesalahan ini bisa membuat wallpaper cepat mengelupas, bergelombang, atau terlihat tidak sejajar.

Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi beserta cara menghindarinya.

1. Tidak Membersihkan Dinding Sebelum Memasang

Wallpaper langsung ditempel pada dinding yang masih berdebu, berminyak, atau lembap. Akibatnya, wallpaper tidak menempel sempurna dan mudah lepas.

Cara Menghindarinya: Bersihkan dinding terlebih dahulu menggunakan lap kering atau sedikit lembap. Pastikan dinding benar-benar kering sebelum pemasangan. Jika ada cat yang mengelupas, sebaiknya dikikis dulu.

2. Tidak Mengukur Dinding dengan Akurat

Mengira-ngira ukuran tanpa pengukuran yang jelas. Hasilnya, wallpaper bisa kurang, terlalu pendek, atau sambungan jadi tidak rapi.

Cara Menghindarinya: Gunakan meteran untuk mengukur tinggi dan lebar dinding secara teliti. Tambahkan cadangan sekitar 5–10 cm agar lebih aman saat pemotongan.

3. Mengabaikan Arah dan Pola Motif

Motif wallpaper dipasang tanpa memperhatikan arah atau kesesuaian pola, sehingga sambungan terlihat loncat dan tidak menyatu.

Cara Menghindarinya: Perhatikan pola sebelum memotong wallpaper. Susun dan sejajarkan motif terlebih dahulu di lantai agar hasil akhirnya terlihat rapi dan seragam.

4. Lem Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak

Lem dioleskan terlalu tipis sehingga wallpaper mudah lepas, atau terlalu tebal hingga lem keluar dari pinggir dan meninggalkan noda.

Cara Menghindarinya: Oleskan lem secara merata dan secukupnya. Ikuti petunjuk penggunaan lem wallpaper agar daya rekat maksimal tanpa berlebihan.

5. Menempel Wallpaper Terlalu Cepat Tanpa Perataan

Wallpaper langsung ditempel penuh tanpa diratakan bertahap, sehingga muncul gelembung udara dan lipatan.

Cara Menghindarinya: Tempel dari atas ke bawah secara perlahan. Ratakan dari tengah ke samping menggunakan kape atau kartu untuk mengeluarkan udara.

6. Memasang dalam Kondisi Dinding Lembap

Wallpaper dipasang saat dinding masih basah atau ruangan terlalu lembap. Ini membuat wallpaper cepat mengelupas dan berjamur.

Cara Menghindarinya: Pastikan dinding benar-benar kering. Jika perlu, buka jendela atau gunakan kipas agar sirkulasi udara lebih baik sebelum pemasangan.

7. Sambungan Antar Lembar Tidak Rapi

Wallpaper ditumpuk atau diberi jarak terlalu lebar di bagian sambungan, sehingga tampilan akhir terlihat kasar.

Cara Menghindarinya: Tempel lembar wallpaper saling berdampingan dengan rapat, tanpa saling menumpuk. Tekan sambungan secara perlahan agar menyatu dengan baik.

8. Memotong Wallpaper Sebelum Benar-Benar Menempel

Wallpaper langsung dipotong di bagian tepi sebelum posisi benar-benar rapi, sehingga hasil potongan miring.

Cara Menghindarinya: Pastikan wallpaper sudah menempel dan rata, baru lakukan pemotongan menggunakan cutter tajam dengan bantuan penggaris.

9. Terburu-Buru Saat Proses Pemasangan

Ingin cepat selesai sehingga tidak teliti dalam menempel dan meratakan wallpaper.

Cara Menghindarinya: Kerjakan secara bertahap dan santai. Fokus pada satu lembar wallpaper terlebih dahulu sebelum lanjut ke lembar berikutnya.

10. Tidak Mengecek Hasil Akhir

Setelah selesai, wallpaper dibiarkan begitu saja tanpa pengecekan ulang. Padahal masih ada gelembung kecil atau bagian yang kurang menempel.

Cara Menghindarinya: Periksa seluruh permukaan dinding setelah pemasangan. Jika ada gelembung kecil, ratakan kembali sebelum lem mengering sempurna.


Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, proses memasang wallpaper dinding akan terasa lebih mudah dan hasilnya pun lebih rapi serta tahan lama. Ketelitian dan kesabaran menjadi kunci utama agar wallpaper terlihat menyatu dengan dinding dan mempercantik ruangan.

Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top