Cara Membersihkan Dapur yang Berminyak dengan Cepat

Dapur adalah area yang paling sering digunakan setiap hari, mulai dari menyiapkan sarapan hingga memasak hidangan untuk keluarga. Aktivitas yang terus-menerus ini membuat suasana dapur cepat berubah, terutama ketika sering digunakan untuk menggoreng atau memasak dengan api besar. Tidak jarang, percikan minyak dan uap panas meninggalkan jejak yang membuat dapur terlihat kurang nyaman dipandang.

Jika dibiarkan terlalu lama, noda dan lengketnya minyak bisa semakin sulit diatasi, sehingga perlu ditangani dengan cara yang tepat agar tampilan dapur tetap rapi. Dengan penanganan yang benar dan langkah-langkah yang sederhana, kamu bisa menjaga area ini tetap nyaman digunakan tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Dapur Berminyak

Cara Membersihkan Dapur yang Berminyak dengan Cepat.

1. Siapkan Peralatan dan Bahan Pembersih yang Tepat

Sebelum mulai, pastikan kamu menyiapkan bahan-bahan berikut agar proses lebih efisien:

  • Air hangat
  • Sabun cuci piring
  • Baking soda
  • Cuka putih
  • Lap microfiber
  • Sikat kecil atau spons
  • Semprotan pembersih serbaguna (opsional)

Menggunakan bahan yang tepat akan membuat minyak lebih mudah larut dan dibersihkan.


2. Bersihkan Area Kompor Terlebih Dahulu

Kompor adalah area paling berminyak, terutama setelah memasak gorengan. Cara cepat membersihkannya:

  1. Pastikan kompor dingin.
  2. Lap bagian permukaan dengan air hangat agar minyak melunak.
  3. Campurkan sabun cuci piring + air hangat.
  4. Gosok menggunakan spons atau lap microfiber.
  5. Bilas dengan lap bersih dan keringkan.

Untuk noda membandel, taburkan sedikit baking soda lalu semprot dengan cuka. Diamkan 2–3 menit dan lap bersih.


3. Lap Dinding dan Backsplash

Cipratan minyak biasanya menempel di dinding belakang kompor. Gunakan langkah berikut:

  • Larutkan sabun cuci piring dalam air hangat.
  • Lap area dinding menggunakan kain microfiber.
  • Untuk keramik, kamu bisa gunakan sikat kecil pada sela-sela nat.
  • Untuk noda lama, semprot dengan campuran cuka + air (1:1), lalu lap bersih.

4. Usap Kabinet dan Rak Penyimpanan

Kabinet dapur sering terasa lengket karena minyak menempel pada uap saat memasak.

Cara membersihkannya:

  1. Celupkan lap ke campuran air hangat + deterjen lembut.
  2. Peras lalu usap permukaan kabinet.
  3. Lap dengan kain kering agar permukaan tidak lembap.
  4. Untuk sudut sempit, gunakan cotton bud atau sikat kecil.

Hindari penggunaan bahan yang terlalu keras untuk kabinet kayu agar tidak merusak lapisannya.


5. Bersihkan Peralatan Masak Secara Terpisah

Panci, wajan, spatula, dan tutup panci juga sering berminyak.

  • Rendam peralatan selama 10 menit dalam air panas campur sabun.
  • Untuk wajan anti-lengket, gunakan spons yang lembut.
  • Untuk noda kerak, taburkan baking soda dan sedikit cuka, lalu gosok perlahan.

Rendam sebentar akan melunakkan minyak sehingga lebih mudah dibersihkan.


6. Pel Lantai agar Tidak Licin

Minyak yang jatuh ke lantai bisa membuat dapur licin dan berbahaya.

Cara cepat membersihkannya:

  1. Sapukan lantai terlebih dahulu.
  2. Pel menggunakan air hangat + sedikit sabun lantai.
  3. Jika masih terasa licin, campurkan sedikit cuka pada air pel.

Pastikan lantai benar-benar kering sebelum digunakan kembali.


7. Gunakan Exhaust Fan atau Range Hood Secara Rutin

Agar dapur tidak cepat berminyak, selalu nyalakan exhaust fan saat memasak. Alat ini membantu menarik asap dan uap minyak sehingga tidak menempel di dinding dan kabinet.

Jika tidak punya, buka jendela agar sirkulasi udara lebih lancar.


8. Lakukan Pembersihan Cepat Setelah Memasak

Pembersihan kecil setiap hari jauh lebih efektif daripada membiarkan kotoran menumpuk. Kamu cukup:

  • Lap kompor setelah dipakai
  • Buang sampah dapur setiap hari
  • Bersihkan meja dan area sekitar wastafel
  • Simpan kembali peralatan yang sudah digunakan

Rutinitas sederhana ini membuat dapur tetap bersih tanpa perlu tenaga ekstra.


Penutup

Membersihkan dapur yang berminyak sebenarnya tidak sulit jika dilakukan dengan cara yang tepat. Kuncinya adalah menggunakan bahan pembersih yang benar, melakukan pembersihan rutin, dan tidak membiarkan minyak menumpuk terlalu lama.

Dengan langkah-langkah di atas, kamu bisa membuat dapur kembali bersih, rapi, dan harum dalam waktu singkat. Silahkan baca juga tentang tips memilih meja dapur.


Pembahasan Penting Lainnya.


Tips Membersihkan Wajan dan Panci yang Berkerak dan Lengket. 

Wajan dan panci adalah peralatan dapur yang paling sering digunakan, sehingga wajar jika lama-kelamaan muncul kerak, noda gosong, atau permukaan yang terasa lengket. Jika tidak dibersihkan dengan cara yang tepat, kerak akan semakin menumpuk dan membuat proses memasak kurang nyaman. Bahkan, kualitas makanan bisa ikut terpengaruh.

Untuk membantu kamu merawatnya, berikut tips ampuh membersihkan wajan dan panci yang berkerak dan lengket:

1. Rendam dengan Air Panas dan Sabun

Cara paling dasar tapi sangat efektif:

  1. Isi wajan atau panci dengan air panas.
  2. Tambahkan sedikit sabun cuci piring.
  3. Rendam selama 10–20 menit.
  4. Gosok menggunakan spons lembut.

Air panas membantu melunakkan sisa makanan dan lapisan minyak tebal, sehingga noda lebih mudah terangkat.


2. Gunakan Baking Soda untuk Kerak Membandel

Baking soda adalah bahan rumah tangga yang ampuh untuk mengatasi kerak yang tebal.

Cara penggunaannya:

  • Taburkan baking soda pada bagian yang berkerak.
  • Tambahkan sedikit air hingga menjadi pasta.
  • Diamkan 15 menit.
  • Gosok perlahan dengan spons atau sikat.

Jika kerak sangat tebal, taburkan baking soda, lalu tuang air panas dan biarkan meresap.


3. Cuka Putih untuk Mengangkat Noda Gosong

Cuka putih sangat efektif untuk noda gosong di bagian dasar wajan atau panci.

Caranya:

  1. Isi sedikit cuka ke dalam wajan.
  2. Panaskan hingga mendidih beberapa menit.
  3. Matikan api dan biarkan hangat.
  4. Gosok seperti biasa.

Reaksi panas dan asam dari cuka membantu meluruhkan noda gosong lebih cepat.


4. Kombinasi Baking Soda + Cuka untuk Hasil Maksimal

Jika kerak benar-benar membandel, gunakan kombinasi dua bahan ini:

  • Taburkan baking soda di area berkerak.
  • Semprot atau tuang cuka.
  • Biarkan berbusa.
  • Gosok perlahan.

Metode ini cocok untuk noda tebal yang sudah menempel lama.


5. Garam Kasar untuk Menghilangkan Noda di Wajan Besi

Untuk wajan besi (cast iron), jangan gunakan sabun berlebihan karena bisa merusak seasoning-nya.

Gunakan garam kasar:

  1. Taburkan garam ke permukaan wajan.
  2. Tambahkan sedikit minyak.
  3. Gosok menggunakan kain atau spons kuat.
  4. Bilas dan keringkan.

Garam berfungsi sebagai scrub alami tanpa merusak lapisan wajan.


6. Rebusan Air dengan Irisan Lemon

Metode ini cocok untuk wajan atau panci yang mengalami noda minyak dan bau menyengat.

Caranya:

  • Isi panci dengan air.
  • Tambahkan beberapa irisan lemon.
  • Rebus selama 5–10 menit.
  • Setelah hangat, gosok dan bilas.

Asam alami lemon bisa melarutkan minyak sekaligus menghilangkan aroma tidak sedap.


7. Gunakan Sikat yang Tepat, Jangan Asal Gosok

Setiap jenis wajan/panci perlu alat pembersih yang berbeda:

  • Anti-lengket (teflon): spons lembut
  • Stainless steel: spons sedang
  • Cast iron: sikat kasar, tanpa sabun
  • Keramik: spons lembut

Menggosok terlalu keras bisa membuat permukaan cepat rusak.


8. Hindari Membiarkan Noda Mengering

Kerak akan muncul ketika wajan atau panci dibiarkan terlalu lama dengan sisa makanan menempel.

Tipsnya:

  • Bilas dengan air hangat segera setelah digunakan.
  • Jika tidak bisa mencuci langsung, rendam saja dengan air.

Langkah sederhana ini bisa mencegah kerak terbentuk.


9. Keringkan dengan Baik untuk Menghindari Karat

Setelah dicuci, segera keringkan:

  • Lap dengan kain bersih.
  • Untuk wajan besi, panaskan sebentar di kompor agar air benar-benar hilang.

Karat bukan hanya merusak tampilan, tapi juga mengurangi umur pakai peralatan masak.


10. Lakukan Perawatan Rutin

Agar wajan dan panci tidak cepat berkerak, lakukan langkah kecil ini setiap selesai menggunakan:

  • Lap minyak yang masih menempel.
  • Cuci segera sebelum minyak mengeras.
  • Simpan di tempat yang kering dan tidak lembap.

Perawatan rutin jauh lebih mudah daripada membersihkan kerak tebal.


Penutup

Membersihkan wajan dan panci yang berkerak sebenarnya tidak sulit jika menggunakan metode yang tepat. Kombinasi air panas, baking soda, cuka, lemon, dan sedikit ketelatenan bisa membuat peralatan masak kembali bersih seperti baru.

Dengan perawatan yang benar, wajan dan panci akan lebih awet, bebas lengket, dan nyaman digunakan setiap hari. Silahkan baca juga rekomendasi merk wajan terbaik yang perlu dicoba.


Cara Membersihkan Minyak di Kabinet Dapur Tanpa Merusak Finishing. 

Kabinet dapur adalah salah satu area yang paling mudah terkena cipratan minyak, terutama jika letaknya dekat dengan kompor. Uap memasak, asap, dan minyak yang terbang saat menggoreng dapat membuat permukaannya terasa lengket. Masalahnya, tidak semua kabinet memiliki finishing yang kuat terhadap bahan kimia. Salah pilih pembersih justru bisa membuat warna memudar, permukaan terkelupas, atau terlihat kusam.

Supaya kabinet tetap bersih tanpa merusak finishing, berikut adalah cara yang aman dan efektif yang bisa kamu lakukan:

1. Kenali Jenis Finishing Kabinet Dapur Kamu

Setiap jenis permukaan kabinet membutuhkan perlakuan berbeda. Secara umum ada beberapa jenis finishing:

  • HPL (High Pressure Laminate)
    Tahan air dan panas, cukup mudah dibersihkan.
  • Cat duco / cat kayu
    Lebih sensitif terhadap bahan kimia keras.
  • Vinyl / PVC sheet
    Cukup lembut, tidak boleh digosok terlalu keras.
  • Kayu natural coating (melamine / clear coat)
    Perlu pembersih lembut agar lapisan tidak rusak.

Mengetahui jenis finishing kabin akan membantu menentukan bahan pembersih yang aman.


2. Mulai dengan Lap Hangat untuk Melunakkan Minyak

Sebelum menggunakan bahan pembersih apa pun, lakukan langkah simpel:

  1. Siapkan air hangat (bukan panas mendidih).
  2. Celupkan lap microfiber, peras hingga lembap.
  3. Lap seluruh permukaan kabinet secara merata.

Air hangat membantu melunakkan lapisan minyak sehingga lebih mudah dibersihkan tanpa perlu menggosok kuat-kuat.


3. Gunakan Sabun Cuci Piring yang Dilarutkan

Sabun cuci piring adalah pembersih minyak paling aman untuk berbagai jenis finishing.

Cara menggunakannya:

  • Campur dua tetes sabun cuci piring dengan satu mangkuk air hangat.
  • Aduk hingga berbuih ringan.
  • Celupkan lap microfiber, peras sedikit.
  • Usap kabinet perlahan dari arah atas ke bawah.

Sabun cuci piring mengandung surfaktan yang efektif mengangkat minyak, tetapi tetap cukup lembut untuk finishing.


4. Untuk Noda Minyak Lebih Tebal, Gunakan Baking Soda + Air

Campuran ini aman untuk kebanyakan finishing seperti HPL, kayu berlapis coating, dan PVC.

Cara membuatnya:

  • Campur 1 sdt baking soda + sedikit air hingga menjadi pasta lembut.
  • Oleskan sedikit pada noda minyak.
  • Gosok perlahan menggunakan kain lembut.
  • Lap bersih dengan air hangat.

Catatan:
Hindari penggunaan baking soda pada kabinet cat duco karena teksturnya sedikit abrasif.


5. Gunakan Cuka Hanya Jika Finishing Aman

Cuka ampuh melarutkan minyak, tetapi agak keras untuk beberapa jenis permukaan.

• Aman untuk:
✔ HPL
✔ Keramik
✔ Kabinet stainless

• Harus hati-hati untuk:
✘ Kayu natural coating
✘ Cat duco

Cara penggunaan yang aman:

  • Campur cuka putih + air hangat dengan perbandingan 1:3.
  • Semprotkan ke kain (jangan langsung ke kabinet).
  • Usap perlahan.
  • Bilas dengan kain basah.

6. Bersihkan Gagang dan Area Sudut Kabinet

Area ini paling cepat lengket karena sering disentuh.

Gunakan:

  • Cotton bud
  • Sikat gigi lembut
  • Lap microfiber kecil

Celupkan ke larutan sabun ringan, gosok perlahan, kemudian keringkan.


7. Keringkan Kabinet dengan Lap Lembut

Setelah semua proses pembersihan:

  • Lap permukaan hingga benar-benar kering.
  • Jangan biarkan air menggenang di sudut atau celah kabinet.

Finishing kabinet bisa cepat rusak jika sering lembap.


8. Lakukan Perawatan Rutin agar Minyak Tidak Menumpuk

Membersihkan kabinet akan jauh lebih mudah jika tidak menunggu sampai minyak menebal.

Bisa dilakukan:

  • Lap kabinet 2–3 kali seminggu dengan sabun larut air.
  • Nyalakan exhaust fan saat memasak.
  • Gunakan tutup panci untuk mengurangi uap minyak.
  • Jaga sirkulasi udara tetap baik.

Penutup

Membersihkan minyak di kabinet dapur tidak membutuhkan bahan yang mahal atau kuat. Yang penting adalah memilih pembersih yang lembut dan sesuai dengan jenis finishing. Dengan langkah-langkah di atas, kabinet dapur kamu bisa kembali bersih tanpa khawatir warnanya pudar atau lapisannya rusak.


Pembersih Minyak Terbaik untuk Dapur: Alami vs Kimia. 

Noda minyak di dapur memang jadi masalah yang hampir dialami semua orang. Cipratan minyak saat menggoreng, uap saat memasak, hingga asap dari kompor bisa menempel di dinding, kabinet, kompor, dan peralatan dapur. Jika dibiarkan terlalu lama, noda minyak akan mengeras dan makin sulit dibersihkan.

Untuk mengatasinya, banyak orang menggunakan pembersih dapur, baik yang berbahan alami maupun kimia. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Supaya kamu bisa memilih yang paling efektif, berikut pembahasan lengkap tentang pembersih minyak terbaik untuk dapur: alami vs kimia.


1. Pembersih Alami

Pembersih alami dipilih karena lebih aman, ramah lingkungan, dan cenderung tidak merusak material dapur. Berikut beberapa yang paling efektif:


a. Cuka Putih

Cuka punya sifat asam yang mampu memecah lapisan minyak dengan cepat.

Cara pakai:

  • Campurkan cuka + air dengan perbandingan 1:1
  • Semprot ke permukaan berminyak
  • Diamkan 1–2 menit
  • Lap bersih

Cocok untuk: kompor, backsplash, keramik, meja stainless, kabinet HPL.


b. Baking Soda

Baking soda ampuh untuk noda minyak yang tebal dan sudah lama menempel.

Cara pakai:

  • Taburkan baking soda ke area berminyak
  • Semprot sedikit air atau cuka
  • Gosok perlahan
  • Lap hingga bersih

Cocok untuk: kompor gas, wajan, panci, lantai dapur yang kusam.


c. Sabun Cuci Piring

Meski sederhana, sabun cuci piring adalah pembersih lemak paling praktis.

Kelebihan: aman, mudah ditemukan, cepat mengangkat minyak.

Cocok untuk: hampir semua permukaan dapur.


d. Lemon

Lemon mengandung asam sitrat yang membantu memecah minyak sekaligus memberi aroma segar.

Cara pakai:

Oleskan potongan lemon langsung ke area berminyak atau campurkan perasannya ke air hangat.

Cocok untuk: area kecil atau noda ringan.


Kelebihan Pembersih Alami

  • Lebih aman untuk kulit
  • Tidak membuat material cepat rusak
  • Ramah lingkungan
  • Murah dan mudah ditemukan

Kekurangannya

  • Kurang efektif untuk minyak yang sudah mengeras
  • Membutuhkan tenaga lebih saat menggosok
  • Tidak cocok untuk noda sangat membandel

2. Pembersih Jenis Kimia

Pembersih kimia dibuat khusus untuk melarutkan minyak lebih cepat dan efisien. Biasanya dipakai untuk dapur dengan intensitas memasak tinggi.


a. Degreaser

Produk degreaser memang dirancang untuk mengangkat minyak berat dan kerak tebal.

Kelebihan:

  • Sangat cepat melarutkan minyak
  • Tidak perlu menggosok terlalu keras
  • Efektif untuk noda lama

Biasanya dipakai untuk: kompor tanam, oven, bagian bawah kabinet, dan area dapur yang kotor berat.


b. Pembersih Serbaguna (All-Purpose Cleaner)

Produk ini lebih ringan dari degreaser tapi tetap kuat mengatasi minyak.

Cocok untuk: meja dapur, backsplash, kabinet, dan barang yang sering digunakan sehari-hari.


c. Pembersih Gel Khusus Minyak

Beberapa produk berbentuk gel supaya bisa menempel lebih lama pada permukaan berminyak.

Kelebihannya:

  • Tidak mudah menetes
  • Baik untuk permukaan vertikal seperti dinding dapur

Kelebihan Pembersih Kimia

  • Sangat efektif untuk noda lama
  • Efisien dan cepat bekerja
  • Tidak butuh tenaga banyak

Kekurangannya

  • Beberapa jenis mengeluarkan aroma kuat
  • Perlu hati-hati untuk kulit sensitif
  • Bisa merusak material jika dipakai terlalu sering

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Jawabannya tergantung kondisi dapur:

Gunakan pembersih alami jika:

  • Noda minyak tidak terlalu tebal
  • Kamu ingin cara yang aman dan ramah lingkungan
  • Dipakai untuk membersihkan harian

Gunakan pembersih kimia jika:

  • Noda minyak sudah lama menumpuk
  • Bagian dapur sangat lengket dan kotor parah
  • Kamu butuh pembersihan cepat tanpa banyak tenaga

Banyak orang juga menggabungkan keduanya. Misalnya, pembersih alami untuk pemakaian harian, sedangkan pembersih kimia dipakai seminggu sekali untuk deep cleaning.


Tips Memilih Pembersih Minyak untuk Dapur

Agar tidak salah pilih, perhatikan hal berikut:

  • Sesuaikan pembersih dengan jenis material dapur (kayu, granit, stainless)
  • Pilih produk dengan aroma tidak terlalu menyengat
  • Gunakan sarung tangan jika memakai pembersih kimia
  • Selalu baca petunjuk penggunaan pada kemasan
  • Lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu

Penutup

Baik pembersih alami maupun kimia memiliki peran masing-masing dalam menjaga kebersihan dapur. Dengan memahami karakter dan fungsinya, kamu bisa memilih pembersih yang paling sesuai dengan kondisi dapur di rumah. Kombinasikan keduanya untuk hasil yang optimal: alami untuk harian, kimia untuk noda berat.

Silahkan coba Loxus Cleaner Pembersih Perabotan Dapur.


Tips Mencegah Dapur Cepat Berminyak Saat Memasak.

Dapur yang bersih tentu membuat aktivitas memasak jadi lebih nyaman. Namun masalah yang paling sering muncul adalah minyak yang menempel di dinding, kompor, kabinet, dan perabotan. Bahkan meski dapur sudah dibersihkan, beberapa hari kemudian permukaan bisa kembali terasa lengket.

Supaya dapur tidak cepat berminyak, ada beberapa kebiasaan dan trik sederhana yang bisa kamu lakukan setiap hari. Berikut tips lengkap yang bisa langsung kamu terapkan di rumah.


1. Selalu Nyalakan Exhaust Fan atau Range Hood

Minyak biasanya berasal dari uap saat menggoreng atau menumis. Jika dapur tidak memiliki ventilasi yang baik, uap tersebut akan menempel ke seluruh permukaan.

Gunakan exhaust fan atau range hood untuk:

  • Menyedot uap minyak
  • Mengurangi bau masakan
  • Mencegah kelembapan berlebih

Jika tidak punya range hood, buka jendela selebar mungkin agar asap keluar.


2. Gunakan Penutup Wajan Saat Menggoreng

Cipratan minyak saat menggoreng adalah penyebab utama dinding dan kompor cepat kotor.

Gunakan:

  • Splash guard
  • Saringan penutup penggorengan
  • Tutup kaca

Dengan cara ini, cipratan minyak akan tertahan di dalam wajan dan tidak menyebar ke seluruh area dapur.


3. Atur Api Kompor agar Tidak Terlalu Besar

Api yang terlalu besar membuat minyak dan kuah lebih mudah meletup dan menyemprot.

Cobalah:

  • Menggunakan api sedang saat menumis
  • Menurunkan api setelah minyak panas
  • Menghindari menggoreng dengan wajan terlalu penuh

Cara ini juga membuat bahan makanan matang lebih merata.


4. Letakkan Peralatan Memasak Tidak Terlalu Dekat dengan Kompor

Peralatan seperti spatula, sendok kayu, atau botol kecap yang diletakkan dekat kompor akan mudah terkena percikan minyak.

Gunakan rak kecil atau wadah khusus dan letakkan agak menjauh dari area memasak.


5. Gunakan Minyak dengan Titik Asap Tinggi

Beberapa minyak mudah berasap saat panas, sehingga cepat menempel pada dinding dan rak.

Rekomendasi minyak dengan titik asap tinggi:

  • Minyak kanola
  • Minyak kelapa
  • Minyak wijen (untuk menumis)
  • Minyak bunga matahari

Minyak jenis ini tidak cepat gosong dan lebih stabil saat dipanaskan.


6. Gunakan Alas Anti Minyak untuk Dinding dan Kompor

Agar pembersihan lebih mudah, pasang:

  • Aluminium foil anti minyak
  • Stiker backsplash PVC
  • Pelindung lipat anti cipratan

Material ini mudah dilepas dan diganti, tanpa harus menggosok noda minyak setiap hari.


7. Pisahkan Area Dapur Basah dan Dapur Kering

Dengan membatasi area memasak, uap minyak tidak akan menyebar ke seluruh dapur.

Dapur basah biasanya untuk:

  • Menggoreng
  • Merebus
  • Memasak intens

Sedangkan dapur kering untuk:

  • Meracik bumbu
  • Penyajian
  • Mesin kopi atau toaster

Pembagian ini membuat dapur lebih minimalis dan mudah dibersihkan. Pembahasan lebih lengkapnya silahkan baca Perbedaan Dapur Basah dan Kering.


8. Bersihkan Kompor Setiap Kali Selesai Dipakai

Tidak perlu bersih-bersih besar—cukup lap cepat dengan:

  • Air hangat
  • Sabun cair
  • Lap microfiber

Membersihkan saat noda masih baru akan jauh lebih mudah daripada membiarkan minyak mengeras dan menempel.


9. Rutin Membersihkan Filter Range Hood

Jika range hood kotor, daya hisapnya melemah dan uap minyak tidak tertarik keluar. Bersihkan filternya minimal setiap 1–2 bulan sekali.

Caranya:

  1. Rendam filter dengan air panas + sabun.
  2. Tambahkan sedikit baking soda.
  3. Gosok sampai minyak terangkat.
  4. Bilas dan keringkan.

10. Tata Ulang Dapur agar Aliran Udara Lebih Baik

Dapur yang minim ventilasi lebih cepat berminyak.

Jika memungkinkan:

  • Tambah jendela atau bukaan
  • Pasang exhaust fan di tembok
  • Geser kompor ke posisi dengan sirkulasi lebih baik

Aliran udara yang lancar sangat membantu mengurangi minyak yang mengendap.


Penutup

Mencegah dapur cepat berminyak sebenarnya lebih mudah daripada harus membersihkan setiap hari. Dengan langkah-langkah sederhana seperti menutup wajan, mengatur api, hingga rajin menyalakan exhaust fan, kondisi dapur akan tetap rapi dan bersih lebih lama.


Kesalahan Saat Membersihkan Dapur yang Membuat Noda Makin Membandel.

Membersihkan dapur terlihat seperti pekerjaan sederhana, tapi kenyataannya ada banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan. Alih-alih membuat dapur lebih bersih, cara yang salah justru membuat noda minyak makin menempel, kerak makin keras, dan dapur semakin sulit dibersihkan keesokan harinya.

Agar kamu tidak mengalami hal yang sama, berikut beberapa kesalahan umum saat membersihkan dapur yang justru membuat noda makin membandel—beserta solusinya agar dapur tetap bersih dan mudah dirawat.


1. Menunda Membersihkan Dapur Setelah Memasak

Inilah kesalahan paling umum.

Ketika minyak atau bumbu terciprat dan dibiarkan terlalu lama, noda akan mengering dan lengket sehingga butuh usaha lebih besar untuk membersihkannya.

Solusi:
Biasakan melakukan quick cleaning setelah memasak: lap kompor, bersihkan meja, dan buang sampah kecil.


2. Menggunakan Lap Kotor atau Spons Lama

Lap atau spons yang sudah lama dipakai biasanya menyimpan minyak, sisa makanan, dan kuman. Akibatnya, saat kamu membersihkan dapur, minyak justru tersebar ke tempat lain sehingga permukaan tampak kusam.

Solusi:

  • Ganti spons atau lap setiap 1–2 minggu.
  • Cuci lap dengan air panas agar bebas minyak.

3. Memakai Pembersih yang Tidak Cocok untuk Noda Minyak

Sabun biasa tidak selalu bisa mengangkat minyak tebal. Jika salah memilih produk, noda justru makin menyebar, tidak hilang.

Solusi:
Gunakan:

  • Sabun cuci piring (paling efektif untuk lemak)
  • Campuran baking soda + cuka
  • Degreaser khusus dapur

Semua ini membantu melarutkan minyak dengan cepat.


4. Langsung Menggosok Noda Minyak Kering Tanpa Melunakkannya

Banyak orang langsung menggosok noda keras, padahal hal itu membuat permukaan tergores, terutama pada kabinet kayu, HPL, atau kompor kaca.

Solusi:

  • Kompres noda dengan air hangat dulu.
  • Diamkan 2–3 menit agar minyak melunak.
  • Baru gosok perlahan.

5. Menggunakan Air Dingin untuk Membersihkan Minyak

Air dingin cenderung membuat minyak menggumpal dan semakin sulit hilang. Akibatnya, permukaan tampak buram dan lengket.

Solusi:
Selalu gunakan air hangat saat membersihkan bagian berminyak seperti kompor, kabinet, meja, atau backsplash.


6. Tidak Membersihkan Area Tersembunyi

Area seperti bagian bawah kompor, sudut meja, belakang tempat bumbu, atau rel kabinet sering terlewat. Padahal area tersebut biasanya paling banyak menumpuk minyak.

Jika dibiarkan, minyak akan mengeras dan menimbulkan bau tak sedap.

Solusi:
Bersihkan area tersembunyi minimal 1 kali seminggu, terutama bagian yang dekat kompor.


7. Menggunakan Bahan yang Terlalu Kasar

Sikat kawat, spons kasar, atau bubuk pembersih keras bisa merusak permukaan dapur dan membuat goresan halus. Goresan tersebut justru menjadi tempat minyak dan kotoran menumpuk.

Solusi:
Pilih alat yang aman:

  • Lap microfiber
  • Spons lembut
  • Sikat plastik halus

8. Tidak Mengeringkan Permukaan Setelah Dibersihkan

Dapur yang dibiarkan basah akan menarik debu dan membuat permukaan cepat kotor lagi. Pada kabinet kayu, kelembapan berlebih bisa membuat lapisan menggelembung.

Solusi:
Selalu lap kering setelah pembersihan, terutama meja granit, kayu, kabinet, dan kompor.


9. Membersihkan dari Area Kotor ke Area Bersih

Ini adalah kesalahan urutan. Ketika kamu membersihkan area paling kotor lebih dulu, minyak menempel pada lap dan berpindah ke area yang sebenarnya sudah bersih.

Hasilnya, dapur justru tampak semakin kusam.

Solusi sederhana:
Ikuti urutan yang benar:

  1. Dinding dan kabinet atas
  2. Meja dan area kerja
  3. Kompor
  4. Wastafel
  5. Lantai

10. Lupa Membersihkan Peralatan Pemasak

Tutup panci, spatula, wajan, atau loyang sering dibiarkan di rak dalam keadaan berminyak tipis. Lama-lama, minyak kering ini akan menjadi kerak keras yang sulit dibersihkan.

Solusi:
Rendam peralatan berminyak dengan air panas + sabun selama 10 menit sebelum dicuci.


Penutup

Kesalahan kecil saat membersihkan dapur bisa membuat noda makin tebal dan sulit dihilangkan. Dengan menghindari kebiasaan di atas dan menggunakan cara yang tepat, proses membersihkan dapur akan jauh lebih cepat, mudah, dan hasilnya lebih maksimal.

Cukup sekian dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top