Lantai keramik menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah rumah karena bisa memengaruhi kesan pertama ketika seseorang masuk ke dalamnya. Permukaannya yang halus dan warnanya yang beragam membuat keramik banyak dipilih untuk berbagai ruangan, mulai dari ruang tamu hingga dapur. Namun, seiring berjalannya waktu, kilau keramik dapat memudar akibat debu, noda, dan aktivitas harian yang tidak terhindarkan.
Agar tampilan lantai tetap segar dan enak dipandang, diperlukan perawatan yang tepat dan konsisten. Cara yang digunakan pun perlu menyesuaikan jenis kotoran yang menempel serta seberapa sering lantai digunakan. Dengan langkah yang benar, kilau alami keramik dapat kembali muncul dan membuat suasana rumah terasa jauh lebih nyaman.

Cara Membersihkan Lantai Keramik Agar Tetap Mengkilap.
1. Sapu atau Vakum Secara Rutin
Langkah pertama untuk menjaga lantai keramik tetap mengkilap adalah membersihkan debu dan kotoran kecil. Debu yang menumpuk bisa membuat permukaan keramik tampak kusam dan menyebabkan goresan halus saat dipel.
- Gunakan sapu berbahan lembut atau vacuum cleaner.
- Lakukan setidaknya sekali sehari untuk area yang sering dilewati.
2. Pel dengan Air Hangat
Air hangat cukup efektif untuk mengangkat kotoran yang menempel tanpa merusak permukaan keramik.
- Siapkan ember berisi air hangat.
- Gunakan kain pel microfiber karena lebih cepat menyerap dan tidak meninggalkan bekas.
- Peras kain pel hingga tidak terlalu basah agar tidak meninggalkan garis air.
3. Gunakan Cairan Pembersih yang Tepat
Tidak semua jenis cairan pembersih cocok untuk keramik. Hindari bahan yang terlalu keras seperti pemutih berlebihan atau deterjen pekat yang bisa meninggalkan residu.
Pilihan yang aman:
- Cairan pembersih khusus lantai keramik.
- Campuran air + sedikit sabun cair lembut.
- Campuran air + cuka putih (1:10) — efektif untuk noda membandel.
Setelah dipel memakai cairan pembersih, pel lagi dengan air bersih agar tidak ada sisa sabun yang membuat lantai kusam.
4. Atasi Noda Membandel dengan Baking Soda
Baking soda terkenal ampuh untuk mengangkat noda tanpa merusak permukaan.
Cara pakai:
- Campurkan baking soda dengan sedikit air hingga menjadi pasta.
- Oleskan pada bagian keramik yang bernoda.
- Gosok dengan spons lembut.
- Bilas dan lap hingga kering.
Cocok untuk noda teh, kopi, minyak, atau bekas makanan.
5. Keringkan Lantai Setelah Mengepel
Banyak yang melewatkan langkah ini padahal sangat penting. Air yang menggenang bisa meninggalkan bercak atau garis ketika mengering sendiri.
Gunakan kain microfiber kering atau lap khusus lantai untuk menghilangkan sisa air. Hasil akhirnya lebih mengkilap.
6. Bersihkan Nat Keramik Secara Berkala
Nat keramik yang kotor bisa membuat lantai terlihat kusam meskipun permukaannya bersih.
Cara membersihkan nat:
- Campuran baking soda + cuka
- Oleskan pada nat
- Sikat dengan sikat gigi bekas
- Bilas hingga bersih
Jika nat sudah terlalu gelap, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengecat ulang dengan grout sealer.
7. Hindari Penggunaan Wax
Meskipun terdengar menarik, penggunaan wax (lapisan lilin) tidak disarankan untuk keramik karena bisa membuat permukaan licin dan berbahaya. Selain itu, wax dapat membuat lantai terlihat kusam jika tidak dibersihkan dengan benar.
8. Gunakan Karpet pada Area yang Sering Dilalui
Area tertentu seperti dekat pintu masuk, dapur, atau area keluarga biasanya lebih cepat kotor. Meletakkan karpet atau keset bisa membantu mengurangi debu dan menjaga lantai tetap bersih lebih lama.
9. Lakukan Deep Cleaning Minimal Sebulan Sekali
Untuk hasil yang maksimal, lakukan pembersihan mendalam secara rutin:
- Sikat perlahan permukaan keramik dengan campuran air + cairan pembersih.
- Fokus pada sudut ruangan dan area yang jarang terjangkau.
- Bilas dan keringkan seperti biasa.
Kesimpulan
Merawat lantai keramik agar tetap mengkilap sebenarnya tidak sulit. Kuncinya adalah konsisten membersihkan dan menggunakan bahan yang tepat. Sapu setiap hari, pel secara rutin, dan sesekali lakukan deep cleaning untuk mengembalikan kilau lantai seperti baru. Dengan langkah sederhana ini, rumah akan terasa lebih nyaman, bersih, dan sedap dipandang.
Pembahasan Penting Lainnya.
Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap dari Lantai Keramik.
Lantai keramik biasanya identik dengan kesan bersih dan segar. Namun, terkadang muncul bau tak sedap yang membuat rumah terasa kurang nyaman. Bau ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti tumpahan makanan, minyak, sisa sabun, jamur, hingga kotoran hewan peliharaan. Kalau tidak segera dibersihkan, aromanya bisa menempel lebih kuat dan menyebar ke seluruh ruangan.
Kabar baiknya, cara menghilangkan bau tersebut sebenarnya tidak sulit. Dengan bahan yang tepat dan teknik pembersihan yang benar, lantai keramik bisa kembali wigenang, bersih, dan bebas bau.
Berikut panduan lengkap yang bisa Anda coba di rumah.
1. Bersihkan Kotoran atau Tumpahan Terlebih Dahulu
Sebelum memakai cairan apa pun, pastikan sumber bau sudah dibersihkan.
- Lap tumpahan makanan atau minuman.
- Angkat sisa kotoran hewan peliharaan.
- Seka area basah hingga kering.
Membersihkan sumbernya dulu akan membuat proses selanjutnya lebih efektif.
2. Pel Menggunakan Air Hangat
Air hangat mampu melunturkan sisa minyak, keringat, atau kotoran yang mungkin menjadi penyebab bau.
Cara:
- Siapkan air hangat dalam ember.
- Gunakan kain pel microfiber.
- Pel seluruh permukaan lantai secara merata.
Air hangat juga membantu membuka pori-pori keramik sehingga bau bisa lebih mudah hilang.
3. Gunakan Campuran Cuka untuk Menghilangkan Bau
Cuka putih adalah bahan pembersih alami yang efektif menghilangkan bau dan membunuh bakteri.
Campuran:
- 1 bagian cuka + 9 bagian air.
Cara:
- Pel area yang bau dengan campuran tersebut.
- Diamkan 5–10 menit.
- Pel kembali dengan air bersih agar tidak meninggalkan aroma cuka.
Cuka aman untuk keramik dan tidak akan merusak permukaan.
4. Taburkan Baking Soda di Area Tertentu
Jika bau sudah cukup kuat, baking soda bisa jadi penyelamat. Bahan ini mampu menyerap bau dan menghilangkan zat organik penyebab aroma tidak sedap.
Cara:
- Taburkan baking soda di area yang bermasalah.
- Diamkan 15–20 menit.
- Sikat dengan spons lembut.
- Bersihkan dengan air bersih dan lap.
Metode ini sangat efektif untuk bau dari hewan peliharaan atau tumpahan minyak.
5. Gunakan Cairan Pembersih Lantai Beraroma Segar
Setelah bau hilang, Anda bisa memperkuat kesegaran ruangan dengan cairan pembersih lantai yang memiliki aroma lembut.
- Pilih aroma lemon, lavender, atau pine.
- Hindari produk dengan aroma terlalu menyengat karena bisa menimbulkan bau pengap saat bercampur dengan udara lembab.
Pel seluruh ruangan seperti biasa untuk menciptakan aroma bersih yang tahan lama.
6. Atasi Nat Keramik yang Menjadi Penyebab Bau
Kadang baunya bukan dari permukaan keramik, tetapi dari nat yang lembab dan kotor. Nat yang hitam atau berjamur bisa memunculkan aroma tidak enak.
Cara membersihkan nat:
- Campur baking soda + cuka hingga menjadi pasta.
- Oleskan pada nat.
- Sikat menggunakan sikat gigi bekas.
- Bilas dan keringkan.
Jika nat sangat kusam, Anda bisa menggunakan grout sealer agar nat lebih tahan air dan tidak mudah bau.
7. Pastikan Area Lembab Cepat Kering
Bau sering muncul dari lantai yang basah terlalu lama, misalnya setelah mengepel, saat ventilasi kurang baik, atau di dekat kamar mandi.
Tips mengurangi kelembapan:
- Buka jendela agar sirkulasi udara lancar.
- Gunakan kipas angin atau exhaust fan.
- Keringkan lantai dengan kain microfiber kering.
Lantai yang cepat kering akan lebih sulit menimbulkan bau.
8. Pakai Essential Oil (Opsional)
Jika Anda ingin lantai terasa lebih wangi, tambahkan beberapa tetes essential oil ke air pel.
Aroma yang cocok:
- Lemon
- Tea tree
- Eucalyptus
- Lavender
Tea tree oil juga punya sifat antibakteri sehingga membantu menekan bau.
Kesimpulan
Menghilangkan bau tak sedap pada lantai keramik sebenarnya tidak sulit. Kuncinya adalah membersihkan sumber bau terlebih dahulu, menggunakan bahan penghilang bau alami seperti cuka dan baking soda, lalu memastikan lantai tidak lembab dalam waktu lama. Dengan perawatan yang rutin, rumah akan tampak bersih, harum, dan pastinya lebih nyaman untuk dihuni.
Rekomendasi Motif Keramik Dapur yang Modern dan Mudah Dibersihkan.
Dapur bukan hanya tempat memasak, tapi juga area yang sering menjadi pusat aktivitas keluarga. Karena itu, pemilihan keramik yang tepat akan sangat memengaruhi tampilan sekaligus kenyamanan saat beraktivitas di dapur. Salah satu hal terpenting adalah memilih motif keramik yang modern, estetik, namun tetap mudah dibersihkan—karena dapur rentan terkena minyak, cipratan bumbu, dan noda makanan.
Berikut beberapa motif keramik dapur yang bisa jadi inspirasi, lengkap dengan keunggulan masing-masing.
1. Motif Subway Tile Putih
Motif subway tile sudah lama menjadi favorit karena tampilannya yang bersih, minimalis, dan modern. Keramik ini biasanya berbentuk persegi panjang dan disusun seperti pola bata.
Kelebihan:
- Memberikan kesan dapur yang terang dan luas
- Mudah dibersihkan karena permukaannya halus
- Cocok untuk backsplash maupun dinding dapur
2. Motif Marble (Motif Marmer)
Keramik motif marmer memberikan nuansa mewah tanpa harus menggunakan marmer asli yang mahal dan sulit dirawat. Motifnya cocok untuk countertop, dinding, dan lantai dapur.
Kelebihan:
- Tampilan elegan dan modern
- Banyak pilihan warna (putih, abu, krem, hitam)
- Permukaan glossy mudah di-wipe dari noda minyak
3. Motif Hexagon Minimalis
Keramik hexagon menjadi tren beberapa tahun terakhir karena bentuknya yang unik. Banyak digunakan untuk backsplash atau sebagian area dinding.
Kelebihan:
- Memberikan aksen dekoratif tanpa terlihat berlebihan
- Mudah dibersihkan jika memilih permukaan gloss
- Cocok untuk dapur modern dan industrial
4. Motif Beton (Concrete Look)
Motif ini cocok untuk dapur bernuansa industrial, minimalis, atau modern. Biasanya berwarna abu-abu halus seperti semen.
Kelebihan:
- Tampil natural dan tidak mudah terlihat kotor
- Permukaan halus mudah dibersihkan
- Cocok untuk kitchen set minimalis
5. Motif Kayu (Wood Look Tile)
Keramik motif kayu memberikan kesan hangat dan natural pada dapur tanpa perawatan yang rumit seperti kayu asli.
Kelebihan:
- Tampilan elegan dan homey
- Tidak mudah menyerap noda
- Cocok untuk lantai dapur agar tidak monoton
6. Motif Terrazzo Modern
Terrazzo yang dulu terkesan jadul kini hadir dalam warna-warna modern. Motif bintik-bintik kecilnya terlihat estetik tanpa membuat dapur tampak berantakan.
Kelebihan:
- Motifnya menyamarkan noda ringan
- Tidak licin jika memilih tipe matte
- Cocok untuk dapur modern dan kontemporer
7. Motif Geometris Sederhana
Motif garis, kotak, atau pola-pola geometris minimalis banyak dipilih untuk memberi sentuhan unik pada dapur.
Kelebihan:
- Membuat dapur terlihat stylish
- Mudah dibersihkan selama tidak memilih tekstur kasar
- Cocok untuk backsplash anti-monoton
8. Motif Keramik Glossy Polos
Kadang yang paling simpel adalah yang paling praktis. Keramik polos glossy bisa menjadi pilihan aman untuk dapur minimalis modern.
Kelebihan:
- Sangat mudah dibersihkan—cukup lap dengan kain basah
- Tampilan rapi dan bersih
- Banyak pilihan warna: putih, krem, navy, abu-abu
Tips Memilih Keramik Dapur agar Lebih Awet dan Mudah Dirawat
Agar tidak salah pilih, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Pilih permukaan halus (glossy atau semi-gloss)
Keramik matte memang cantik, tapi beberapa jenis matte menyerap noda lebih cepat. Glossy jauh lebih mudah dibersihkan setelah terkena minyak atau bumbu masak.
2. Hindari keramik dengan pori besar
Keramik berpori akan lebih mudah menyerap noda minyak dan saus.
3. Gunakan ukuran kecil atau medium untuk backsplash
Agar lebih mudah dipasang dan motif terlihat lebih rapi.
4. Sesuaikan motif dengan tema dapur
Industrial → motif beton
Minimalis → subway tile putih
Mewah → motif marmer
Natural → motif kayu
Kesimpulan
Memilih motif keramik dapur yang modern dan mudah dibersihkan adalah investasi yang sangat penting untuk kenyamanan memasak. Motif subway tile, marmer, hexagon, hingga terrazzo semuanya menawarkan gaya yang berbeda tetapi tetap praktis dan mudah dirawat. Sesuaikan dengan konsep dapur dan rutinitas harian Anda supaya hasil akhirnya maksimal dan tahan lama.
Cara Membersihkan Keramik Kamar Mandi yang Licin dan Berlumut.
Keramik kamar mandi adalah area yang paling cepat kotor karena selalu terkena air, sabun, dan kelembapan. Jika tidak dibersihkan secara rutin, permukaannya bisa menjadi licin, berlumut, dan terlihat kusam. Selain membuat kamar mandi tampak tidak rapi, keramik yang licin juga berbahaya karena meningkatkan risiko terpeleset.
Kabar baiknya, membersihkan keramik kamar mandi yang licin dan berlumut tidak membutuhkan alat yang rumit. Dengan bahan sederhana dan cara yang tepat, kamar mandi bisa kembali bersih, bebas lumut, dan aman digunakan. Berikut panduan lengkapnya:
1. Sikat Keramik Terlebih Dahulu
Sebelum menggunakan bahan pembersih, bersihkan dulu kotoran yang menempel.
- Gunakan sikat lantai dengan bulu agak keras.
- Sikat seluruh permukaan, terutama sudut-sudut yang sering ditumbuhi lumut.
- Tujuannya agar bahan pembersih bekerja lebih efektif.
2. Gunakan Campuran Cuka dan Baking Soda
Perpaduan cuka dan baking soda sangat ampuh untuk melunakkan lumut dan kotoran sabun yang menumpuk.
Cara menggunakannya:
- Taburkan baking soda di atas permukaan keramik.
- Siram atau semprot dengan cuka putih.
- Diamkan 10–15 menit.
- Sikat hingga lumut terangkat.
- Bilas dengan air bersih.
Campuran ini aman dan tidak merusak permukaan keramik.
3. Gunakan Cairan Pembersih Kamar Mandi Komersial
Jika lumut sudah tebal, gunakan pembersih khusus kamar mandi yang dijual di pasaran. Pilih yang mengandung bahan antikuman dan anti jamur.
Tips penggunaan:
- Ikuti petunjuk di kemasan.
- Gunakan sarung tangan agar kulit tidak terkena bahan kimia.
- Hindari menghirup aroma pembersih terlalu lama.
4. Gunakan Karbol atau Cairan Disinfektan
Karbol atau disinfektan dapat membantu membunuh bakteri dan jamur penyebab bau tidak sedap.
Cara penggunaan:
- Campurkan dengan air secukupnya.
- Pel atau siram ke lantai kamar mandi.
- Diamkan beberapa menit, kemudian bilas.
Selain bersih, kamar mandi juga jadi lebih harum.
5. Bersihkan Nat Keramik yang Menghitam
Lumut sering tumbuh di nat karena bagian ini cenderung lebih lembap.
Gunakan:
- Campuran air + pemutih (bleaching)
- Sikat gigi bekas untuk bagian nat yang sempit
- Bilas hingga benar-benar bersih
Jika tidak ingin memakai pemutih, gunakan campuran baking soda + sedikit air sebagai alternatif yang lebih aman.
6. Gunakan Air Panas untuk Membunuh Jamur
Air panas dapat membantu melunakkan lumut dan mengangkat minyak sabun.
Caranya:
- Siram keramik dengan air panas (tidak mendidih agar tidak merusak keramik).
- Sikat setelah beberapa menit.
- Bilas sampai bersih.
Metode ini juga membantu menghilangkan aroma tidak sedap.
7. Keringkan Area yang Sudah Dibersihkan
Setelah selesai membersihkan, jangan biarkan kamar mandi tetap basah. Kelembapan tinggi adalah penyebab utama lumut tumbuh kembali.
Gunakan:
- Kain pel microfiber
- Karet penarik air (floor wiper)
Keringkan hingga tidak ada genangan air.
8. Lakukan Perawatan Rutin Agar Tidak Licin dan Berlumut Lagi
Agar keramik kamar mandi tetap bersih dalam jangka panjang, lakukan langkah-langkah sederhana ini:
- Sikat lantai kamar mandi 2–3 kali seminggu.
- Siram dengan air bersih setelah mandi.
- Gunakan exhaust fan atau buka jendela agar kamar mandi tidak lembap.
- Hindari menumpuk sabun, shampo, atau botol perawatan di lantai.
Kesimpulan
Dengan kombinasi bahan alami seperti cuka dan baking soda, ditambah bahan pembersih komersial bila diperlukan, kamar mandi bisa kembali bersih dan aman. Kuncinya ada pada konsistensi — semakin rutin membersihkan, semakin sedikit lumut yang menumpuk.
Perbandingan Pembersih Alami vs. Pembersih Kimia untuk Lantai Keramik.
Membersihkan lantai bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan bahan alami maupun pembersih kimia yang banyak dijual di pasaran. Keduanya sama-sama efektif, namun memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Untuk memilih mana yang cocok, ada baiknya memahami perbandingan keduanya secara lebih mendalam.
Artikel ini membahas secara lengkap perbedaan pembersih alami dan pembersih kimia untuk lantai keramik, mulai dari efektivitas, keamanan, biaya, hingga situasi terbaik untuk menggunakannya.
1. Apa Itu Pembersih Alami?
Pembersih alami adalah bahan pembersih yang menggunakan komposisi sederhana dan umumnya berasal dari bahan rumah tangga, seperti:
- Cuka putih
- Baking soda
- Lemon
- Sabun cair lembut
- Air hangat
Bahan-bahan ini dikenal lebih aman untuk pernapasan, kulit, dan lingkungan.
2. Apa Itu Pembersih Kimia?
Pembersih kimia adalah produk pembersih yang diformulasikan secara khusus untuk membersihkan berbagai noda, kuman, dan kotoran berat. Biasanya mengandung:
- surfaktan
- pemutih ringan
- antibakteri
- pewangi
- detergen sintetis
Merek-merek pembersih lantai di pasaran termasuk dalam kategori ini.
3. Perbandingan Lengkap Pembersih Alami vs. Pembersih Kimia.
A. Efektivitas dalam Menghilangkan Noda
Pembersih Alami:
- Efektif untuk kotoran ringan hingga sedang.
- Cuka dan lemon dapat melarutkan noda minyak atau sabun.
- Baking soda bagus untuk noda membandel di nat.
- Kurang efektif untuk kerak yang sangat keras atau noda lama.
Pembersih Kimia:
- Lebih kuat mengatasi noda berat, kerak, lumut, atau minyak tebal.
- Mengandung bahan aktif yang bekerja cepat.
- Cocok untuk area dapur dan kamar mandi yang tingkat kotornya tinggi.
Kesimpulan:
Jika nodanya ringan, pembersih alami cukup. Untuk kerak berat, pembersih kimia lebih efektif.
B. Keamanan untuk Pengguna dan Anak-Anak
Pembersih Alami:
- Umumnya aman dan tidak mengeluarkan aroma menyengat.
- Tidak menyebabkan iritasi kulit jika digunakan sesuai takaran.
- Tingkat risiko sangat rendah untuk hewan peliharaan.
Pembersih Kimia:
- Beberapa produk memiliki aroma kuat dan bisa mengganggu pernapasan.
- Jika terkena kulit bisa menyebabkan iritasi.
- Tidak cocok untuk digunakan terlalu sering oleh penderita alergi atau asma.
Kesimpulan:
Pembersih alami lebih unggul dalam aspek keamanan.
C. Dampak pada Lingkungan
Pembersih Alami:
- Ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu berbahaya.
- Mudah terurai secara alami.
Pembersih Kimia:
- Mengandung bahan sintetis yang lebih lama terurai.
- Jika dibuang berlebihan, bisa berdampak pada lingkungan.
Kesimpulan:
Pembersih alami jauh lebih ramah lingkungan.
D. Biaya dan Kemudahan Didapat
Pembersih Alami:
- Murah, karena banyak bahan sudah tersedia di rumah.
- Tidak perlu membeli produk khusus.
Pembersih Kimia:
- Lebih banyak pilihan di pasaran, dari harga murah hingga premium.
- Praktis tinggal pakai, tanpa perlu racikan sendiri.
Kesimpulan:
Pembersih kimia lebih praktis, tetapi pembersih alami lebih hemat.
E. Penggunaan Jangka Panjang
Pembersih Alami:
- Aman untuk digunakan setiap hari.
- Tidak merusak permukaan keramik.
Pembersih Kimia:
- Jika digunakan terlalu sering, beberapa produk bisa meninggalkan residu yang membuat keramik kusam.
- Perlu dibilas bersih setelah digunakan.
4. Kapan Anda Sebaiknya Menggunakan Pembersih Alami?
Gunakan pembersih alami ketika:
- Lantai tidak terlalu kotor.
- Membersihkan area ruang tamu atau kamar tidur.
- Ada anak kecil atau hewan peliharaan.
- Membersihkan lantai setiap hari.
- Ingin solusi yang hemat dan aman.
5. Kapan Sebaiknya Menggunakan Pembersih Kimia?
Pembersih kimia cocok ketika:
- Menghadapi noda yang sangat membandel.
- Membersihkan kamar mandi berkerak.
- Menghilangkan lumut atau jamur.
- Membersihkan dapur dengan minyak menempel.
- Ingin hasil cepat tanpa meracik sendiri.
6. Kombinasi Dua Metode
Banyak orang menggunakan pendekatan campuran, yaitu:
- Untuk pembersihan harian → pembersih alami.
- Untuk pembersihan mingguan/bulanan → pembersih kimia.
Cara ini menjaga lantai tetap bersih, higienis, tapi tetap aman untuk keluarga.
Kesimpulan
Baik pembersih alami maupun pembersih kimia punya fungsi dan keunggulannya masing-masing. Pembersih alami lebih aman, ramah lingkungan, dan murah, sedangkan pembersih kimia lebih kuat dan cepat mengatasi noda berat.
Pilihlah sesuai kebutuhan area yang dibersihkan dan tingkat kekotorannya. Dengan pemakaian yang tepat, lantai keramik akan tetap bersih, mengkilap, dan awet sepanjang waktu.
Penyebab Lantai Keramik Cepat Kusam dan Cara Mencegahnya.
Lantai keramik dikenal sebagai salah satu jenis lantai yang paling mudah dirawat. Permukaannya yang halus, kuat, dan tahan terhadap noda membuatnya menjadi pilihan favorit untuk rumah modern. Namun, seiring waktu, banyak orang mengeluhkan lantai keramik yang mulai terlihat kusam dan kehilangan kilaunya. Padahal, ketika baru dipasang, keramik bisa tampak berkilau dan mewah.
Masalahnya, keramik bisa terlihat kusam bukan hanya karena usia, tetapi juga karena kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar merusaknya. Supaya tidak terjadi lagi, penting untuk memahami apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya.
1. Jarang Menyapu dan Mengepel
Debu yang menumpuk setiap hari bisa membuat permukaan keramik terlihat buram. Saat dipijak, debu yang halus bisa menggosok permukaan keramik dan meninggalkan goresan mikro yang membuat lantai kehilangan kilau alaminya.
Cara mencegah:
- Sapu area rumah setiap hari.
- Gunakan vacuum cleaner untuk area yang sering dilewati.
- Pel dengan air hangat minimal 2–3 kali seminggu.
2. Menggunakan Pembersih yang Tidak Tepat
Banyak yang beranggapan semakin kuat pembersihnya, semakin bersih keramiknya. Padahal, pembersih yang terlalu keras—misalnya pemutih yang berlebihan atau deterjen pekat—justru dapat meninggalkan residu dan membuat lantai tampak kusam.
Cara mencegah:
- Gunakan cairan pembersih khusus lantai keramik.
- Hindari pemakaian sabun berlebihan karena meninggalkan lapisan tipis yang membuat keramik buram.
- Setelah memakai pembersih, bilas ulang dengan air bersih.
3. Lantai Tidak Dikeringkan Setelah Dipel
Banyak orang mengepel dan membiarkan lantai mengering sendiri. Padahal, air yang mengendap bisa meninggalkan bercak dan garis-garis kering yang membuat lantai kurang mengkilap.
Cara mencegah:
- Gunakan kain microfiber kering setelah selesai mengepel.
- Pastikan ventilasi cukup agar proses pengeringan lebih cepat.
4. Noda Tidak Dibersihkan Segera
Tumpahan kopi, teh, saus, atau minyak yang dibiarkan menempel terlalu lama akan membuat noda menyerap ke nat dan meninggalkan bayangan kusam di sekitar keramik.
Cara mencegah:
- Bersihkan tumpahan secepat mungkin.
- Gunakan campuran air hangat dan sabun lembut untuk noda ringan.
- Gunakan baking soda untuk noda yang lebih membandel.
5. Nat Keramik Menghitam
Sering kali lantai terlihat kusam bukan karena keramiknya, tetapi karena nat di antaranya mulai menghitam. Nat yang kotor membuat lantai terlihat tidak terawat meskipun permukaan keramiknya bersih.
Cara mencegah:
- Bersihkan nat secara rutin dengan baking soda atau sikat khusus.
- Gunakan grout sealer untuk melindungi nat dari kotoran.
6. Bekas Minyak dan Lemak (Khusus Area Dapur)
Dapur adalah area yang paling cepat membuat keramik kusam. Cipratan minyak yang tidak terlihat bisa membentuk lapisan berminyak dan lengket, membuat lantai tampak buram.
Cara mencegah:
- Pel area dapur lebih sering dibanding ruangan lain.
- Gunakan pembersih khusus minyak (degreaser) yang aman untuk keramik.
7. Pemakaian Wax atau Pelapis yang Salah
Beberapa orang mencoba membuat lantai lebih berkilau dengan memberikan lapisan wax. Masalahnya, tidak semua keramik cocok dengan wax. Salah penggunaan bisa membuat lantai licin dan tampak kusam setelah beberapa hari.
Cara mencegah:
- Hindari penggunaan wax pada keramik glossy.
- Jika ingin memakai pelapis, pilih produk yang memang diformulasikan untuk keramik.
8. Goresan dari Furniture atau Benda Kasar
Geseran meja, kursi, atau benda keras dapat membuat goresan halus yang mengurangi kilau permukaan keramik. Makin sering terjadi, makin kusam terlihatnya.
Cara mencegah:
- Gunakan alas kaki furniture seperti felt pads.
- Hindari menyeret barang berat di atas keramik.
9. Kurangnya Deep Cleaning
Pembersihan ringan tidak selalu cukup. Kadang lantai membutuhkan pembersihan mendalam untuk menghilangkan kerak, sisa sabun, atau kotoran halus yang menumpuk.
Cara mencegah:
- Lakukan deep cleaning minimal 1–2 bulan sekali.
- Gunakan sikat lembut dan air hangat, lalu bilas sampai benar-benar bersih.
Kesimpulan
Lantai keramik bisa tetap mengkilap bertahun-tahun jika dirawat dengan cara yang benar. Penyebab utama kusam biasanya berasal dari kebiasaan kecil sehari-hari, seperti memakai pembersih yang tidak tepat, tidak mengeringkan lantai, atau membiarkan noda terlalu lama.
Dengan merawat secara rutin, memilih pembersih yang sesuai, dan melakukan deep cleaning berkala, lantai keramik rumah Anda akan selalu terlihat bersih, rapi, dan berkilau seperti baru.
Cukup sekian dan semoga bermanfaat.


