Cara Memilih Spatula yang Tepat untuk Kebutuhan Memasak

Spatula adalah salah satu alat dapur yang sering dianggap sepele, padahal perannya sangat penting dalam hampir setiap proses memasak. Dari mengaduk saus, membalik telur, hingga mengangkat makanan dari wajan, alat sederhana ini membantu setiap kegiatan di dapur terasa lebih mudah dan nyaman. Karena fungsinya yang beragam, spatula hadir dalam berbagai bentuk dan bahan yang masing-masing punya karakteristik berbeda.

Banyak orang mungkin baru menyadari pentingnya spatula saat alat yang digunakan ternyata kurang sesuai dengan kebutuhan. Hasil masakan bisa terganggu, wajan mudah tergores, atau bahkan spatula cepat rusak karena tidak tahan panas. Untuk itu, memahami perbedaan jenis dan kegunaannya menjadi langkah awal agar aktivitas memasak berjalan lebih efisien dan aman.

Memilih Spatula

6 Cara Memilih Spatula yang Tepat untuk Kebutuhan Memasak.

1. Tentukan Spatula Berdasarkan Bahan yang Paling Sesuai. 

Memilih bahan spatula adalah langkah paling penting karena setiap bahan punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Bahan yang tepat akan membuat aktivitas memasak lebih aman, nyaman, dan hasil masakan lebih optimal.

Berikut penjelasan detailnya:


a. Spatula Silikon

Spatula silikon adalah salah satu yang paling populer saat ini, terutama karena kelembutannya dan sifatnya yang tidak merusak wajan.

Kelebihan
  • Tidak menggores wajan anti-lengket
    Aman untuk teflon dan semua jenis permukaan non-stick.
  • Tahan panas tinggi
    Silikon berkualitas biasanya tahan hingga 200–250°C, sehingga tidak mudah meleleh.
  • Fleksibel namun tetap kuat
    Cocok untuk mengaduk adonan lembut, menyapu sisa makanan di mangkuk, hingga memasak saus.
  • Mudah dibersihkan
    Tidak menyerap bau dan noda, cukup dibilas dengan sabun.
Kekurangan
  • Harga lebih tinggi dibandingkan nylon atau plastik.
  • Silikon kualitas rendah bisa bau atau berubah warna
    Penting memilih yang berlabel food grade.
Cocok untuk
  • Baking (adonan kue, buttercream, cokelat)
  • Memasak saus atau makanan yang mudah lengket
  • Memasak dengan wajan anti-lengket

b. Spatula Kayu

Spatula kayu adalah pilihan klasik yang banyak digunakan di dapur tradisional maupun modern.

Kelebihan
  • Tidak menghantarkan panas
    Pegangannya tetap aman meski masakan sangat panas.
  • Aman untuk semua jenis wajan
    Tidak menggores permukaan apa pun.
  • Tampilan natural dan estetik
Kekurangan
  • Harus dirawat dengan benar
    Tidak boleh direndam lama, harus dikeringkan cepat untuk mencegah jamur.
  • Bisa berubah warna atau menyerap aroma
    Terutama jika sering dipakai untuk masakan beraroma kuat.
Cocok untuk
  • Masakan tumis, sop, sayuran
  • Memasak dalam waktu lama (aduk terus-menerus)
  • Dapur yang mengutamakan alat natural atau eco-friendly

c. Spatula Logam (Stainless Steel)

Jenis ini kuat, tajam pada bagian bawah, dan sangat ideal untuk pekerjaan berat.

Kelebihan
  • Sangat kuat dan tahan lama
    Tidak mudah patah atau berubah bentuk.
  • Memberikan kontrol lebih saat membalik makanan berat
    Contoh: steak, ikan, burger.
  • Tahan panas ekstrem
    Aman digunakan di grill pan atau wajan stainless.
Kekurangan
  • Tidak aman untuk wajan anti-lengket
    Bisa merusak lapisan teflon.
  • Bisa menghantarkan panas
    Tergantung jenis gagangnya.
Cocok untuk
  • Masakan daging atau ikan
  • Mengangkat makanan berat
  • Memasak di permukaan grill atau wajan baja

d. Spatula Nylon / Plastik Anti Panas (Opsional)

Jenis ini masih banyak dijual, meski tidak sepopuler silikon.

Kelebihan
  • Harga paling murah
  • Ringan dan mudah digunakan
Kekurangan
  • Tidak tahan panas tinggi
    Bisa meleleh jika terkena wajan yang sangat panas.
  • Tidak seaman silikon
    Ada risiko melepaskan zat berbahaya jika kualitas rendah.
Cocok untuk
  • Penggunaan ringan
  • Dapur kos atau pemula

Cara Menentukan Bahan yang Tepat

Untuk mempermudah, gunakan panduan cepat ini:

  • Untuk wajan anti-lengket: Silikon / Kayu
  • Untuk memasak daging berat: Logam
  • Untuk adonan kue: Silikon
  • Untuk masak sehari-hari yang aman dan serbaguna: Silikon
  • Untuk yang suka tampilan natural: Kayu

Silahkan baca juga tentang Jenis-jenis atau bahan Spatula.


2. Pilih Bentuk Spatula yang Sesuai dengan Fungsinya. 

Bentuk spatula tidak dibuat sembarangan. Setiap desain punya fungsi tertentu, sehingga memilih bentuk yang tepat bisa membuat proses memasak jauh lebih mudah.

Inilah penjelasan lengkap untuk setiap jenis bentuk spatula:


a. Spatula Datar (Flipper Spatula)

Spatula datar adalah jenis yang paling sering dipakai. Bagian kepalanya pipih dan lebar, kadang sedikit melengkung, dan ujungnya lebih tipis.

Fungsi utama:

  • Membalik makanan seperti telur, pancake, roti, burger, atau ikan.
  • Mengangkat makanan yang teksturnya rapuh atau mudah hancur.

Kenapa penting memilih bentuk ini:

  • Ujungnya yang tipis memudahkan masuk ke bawah makanan tanpa merusak bentuknya.
  • Permukaannya yang lebar membantu mengangkat makanan lebih stabil.

Tips memilih:

  • Untuk makanan lembut (telur, pancake), pilih spatula silikon datar.
  • Untuk makanan berat (burger, steak), pilih yang logam agar tidak melengkung.

b. Spatula Sendok / Spatula Cembung

Jenis ini bentuknya pipih tetapi memiliki sedikit cekungan seperti sendok. Biasanya digunakan untuk memasak tumisan atau masakan dengan saus.

Fungsi utama:

  • Mengaduk tumisan atau sayur.
  • Mengambil masakan dengan kuah atau saus karena cekungannya dapat menampung sedikit cairan.

Kelebihan bentuk ini:

  • Lebih fleksibel: bisa mengaduk, mengangkat, dan menyendok sedikit kuah.
  • Nyaman digunakan untuk masakan sehari-hari.

Ideal untuk:

  • Tumisan sayur
  • Sambal tumis
  • Masakan saus seperti creamy pasta atau saus mentai

c. Spatula Silikon Lembut (Rubber Spatula)

Spatula ini biasanya dipakai dalam dunia baking, meskipun bisa juga dipakai untuk memasak ringan. Bagian kepalanya lembut, fleksibel, dan seringkali menyatu dengan gagangnya.

Fungsi utama:

  • Mengaduk adonan kue atau krim.
  • Mengambil adonan dari mangkuk agar tidak tersisa.
  • Meratakan selai, mentega, atau frosting.

Kelebihan bentuk ini:

  • Sangat fleksibel, sehingga dapat menjangkau sudut mangkuk.
  • Tidak merusak tekstur adonan.
  • Tidak menggores wadah atau wajan anti-lengket.

Kapan dipilih:

  • Saat membuat kue, roti, dessert, atau memasak saus kental.

d. Spatula Lubang (Slotted Spatula)

Spatula ini memiliki lubang atau celah di kepalanya. Bentuknya bisa datar atau menyerupai sutil biasa, tetapi dengan ventilasi.

Fungsi utama:

  • Mengangkat makanan dari minyak atau cairan.
  • Membalik makanan yang digoreng tanpa membawa terlalu banyak minyak.

Kelebihan bentuk ini:

  • Lubang membantu meniriskan minyak dengan cepat.
  • Cocok untuk makanan yang renyah atau masih panas.

Cocok untuk:

  • Nugget, kentang goreng, ayam goreng tepung
  • Ikan goreng
  • Gorengan ringan seperti bakwan atau tempe mendoan

e. Spatula Offset (Tangga / Condong ke Bawah)

Jenis ini punya bentuk kepala tipis dengan gagang yang menekuk naik ke atas.

Fungsi utama:

  • Meratakan adonan atau frosting kue.
  • Mengangkat kue tanpa merusaknya.

Kelebihan:

  • Bentuk “tangga” membuat jari tidak menyentuh permukaan makanan.
  • Sangat presisi untuk pekerjaan detail.

Cocok untuk:

  • Kue tart, brownies, cheesecake, atau pastry.

f. Spatula Panjang atau Grill Spatula

Kepalanya lebih panjang daripada spatula biasa, biasanya dari logam.

Fungsi utama:

  • Mengangkat makanan panjang seperti ikan utuh, fillet salmon, atau daging panggang.
  • Digunakan di atas grill atau panci besar.

Kelebihan:

  • Lebar dan panjang sehingga makanan tidak mudah patah.
  • Kuat dan tahan suhu tinggi.

Ringkasannya:
Bentuk Spatula Kegunaan Utama Cocok untuk
Datar (Flipper) Membalik & mengangkat Telur, pancake, burger
Cembung / Sendok Mengaduk, menyendok kuah Tumisan, saus
Silikon lembut Mengaduk adonan, meratakan Baking, dessert
Berlubang (Slotted) Meniriskan minyak Gorengan, ayam, ikan
Offset Meratakan, mengangkat kue Kue & pastry
Grill Mengangkat makanan besar Ikan, daging panggang

3. Pilihlah Pegangan (Handle) yang Nyaman. 

Ketika membeli spatula, banyak orang hanya fokus pada bentuk atau bahannya saja, padahal kenyamanan pegangan sangat menentukan pengalaman saat memasak. Pegangan yang nyaman membuat gerakan tangan lebih stabil, tidak mudah lelah, dan lebih aman ketika mengangkat makanan panas atau berat.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:


a. Bahan Pegangan yang Tidak Licin

Pilih spatula dengan gagang yang:

  • Tidak licin meski tangan basah atau berminyak
  • Tidak terasa “tajam” di tangan
  • Memberikan grip (cengkeraman) yang baik

Beberapa bahan pegangan yang nyaman:

  • Silikon bertekstur → lembut dan anti slip
  • Kayu atau bambu → natural, hangat di tangan
  • Nylon atau plastik kualitas baik → ringan dan tidak licin

Hindari pegangan logam polos karena terasa licin dan bisa terasa panas.


b. Pegangan yang Tidak Menghantarkan Panas

Saat memasak di wajan panas, pegangan yang menghantarkan panas bisa membuat tangan tidak nyaman atau bahkan terbakar.

Gagang terbaik adalah yang memiliki peredam panas, seperti:

  • Kayu
  • Bambu
  • Silikon
  • Plastik tahan panas

Jika spatula berbahan logam, pastikan ada lapisan pelindung (coating) atau penutup silikon pada bagian pegangannya.


c. Panjang Pegangan yang Sesuai

Panjang pegangan mempengaruhi keamanan dan kenyamanan:

  • Untuk wajan besar atau saat menggoreng → pilih pegangan lebih panjang agar tangan jauh dari minyak panas.
  • Untuk baking atau mengaduk adonan → pegangan lebih pendek terasa lebih stabil.

Panjang ideal spatula untuk memasak sehari-hari adalah sekitar 28–33 cm.


d. Bentuk Pegangan yang Ergonomis

Pegangan yang ergonomis memudahkan tangan menggenggam tanpa cepat lelah, terutama saat memasak dalam waktu lama.

Ciri-cirinya:

  • Sedikit melengkung mengikuti bentuk tangan
  • Tidak terlalu besar atau terlalu kecil
  • Ada bagian yang memudahkan jari “mengunci” pegangan

Pegangan yang terlalu lurus dan tipis biasanya kurang nyaman dan mudah terputar saat digunakan.


e. Struktur Pegangan yang Kokoh

Pegangan harus kuat dan tidak goyang. Spatula dengan sambungan longgar akan cepat rusak dan berisiko patah.

Pilih spatula dengan:

  • Sambungan kepala dan gagang yang rapat
  • Lebih bagus lagi: tanpa sambungan (one-piece silicone) karena lebih higienis dan awet

Untuk spatula kayu, pastikan tidak ada retakan yang bisa menyebabkan gagang patah saat digunakan.


Kesimpulan. 

Pegangan spatula menentukan kenyamanan dan keamanan saat memasak. Pilih gagang yang:

  1. Tidak licin
  2. Tidak menghantarkan panas
  3. Panjangnya sesuai kebutuhan memasak
  4. Ergonomis dan nyaman digenggam
  5. Kokoh dan tidak mudah goyang

Dengan handle yang tepat, spatula terasa lebih enak digunakan dan membuat proses memasak jauh lebih aman dan menyenangkan.


4. Pastikan Tahan Panas (Heat Resistance). 

Ketahanan panas adalah salah satu hal paling penting saat menggunakan spatula, terutama jika kamu sering memasak langsung di atas wajan panas, oven, atau grill. Spatula yang tidak tahan panas bisa meleleh, berubah bentuk, bahkan berpotensi mengeluarkan zat berbahaya saat terkena suhu tinggi.

Karena itu, memahami tingkat ketahanan panas setiap bahan sangat membantu agar pilihanmu aman dan awet.


Kenapa Ketahanan Panas Itu Penting?

  1. Mencegah spatula meleleh atau rusak
    Bahan seperti plastik atau nylon rentan melunak saat terkena panas tinggi. Jika digunakan untuk mengaduk tumisan atau masakan yang suhunya tinggi, spatula bisa bengkok atau meleleh.
  2. Agar tidak merusak makanan
    Spatula yang meleleh bisa meninggalkan serpihan kecil pada makanan, yang tentu saja tidak aman untuk dikonsumsi.
  3. Menghindari risiko bahan kimia berbahaya
    Spatula berkualitas rendah dapat mengeluarkan zat kimia saat terkena panas tinggi, terutama jika bahan dasarnya tidak food-grade.
  4. Lebih awet dan ekonomis
    Spatula tahan panas tidak mudah rusak, sehingga kamu tidak perlu sering mengganti alat dapur.

Ketahanan Panas Berdasarkan Jenis Bahan

Setiap jenis spatula memiliki batas suhu yang berbeda.

Berikut panduan mudahnya:

1. Spatula Silikon
  • Tahan panas: sekitar 200–250°C
  • Kelebihan:
    • Cocok untuk wajan anti-lengket
    • Tidak meleleh
    • Tidak menggores permukaan wajan
  • Catatan: Beli yang “food grade silicone” dan bukan silikon campuran plastik.
2. Spatula Nylon / Plastik
  • Tahan panas: rata-rata hanya 150–180°C
  • Kelemahan:
    • Rentan meleleh saat dipakai pada suhu terlalu tinggi
    • Lebih mudah rusak
  • Saran: Hindari untuk menumis atau memasak makanan yang membutuhkan suhu tinggi.
3. Spatula Kayu
  • Tahan panas: sangat baik untuk penggunaan sehari-hari
  • Kelebihan:
    • Tidak menghantarkan panas
    • Aman dipakai pada suhu berapa pun selama tidak terkena api langsung
  • Catatan: Tidak cocok untuk oven karena bisa terbakar.
4. Spatula Logam (Stainless Steel)
  • Tahan panas: paling tinggi, aman untuk suhu apa pun
  • Kelebihan:
    • Tidak meleleh
    • Sangat aman untuk memasak suhu tinggi, grill, atau wajan besi
  • Catatan: Jangan gunakan pada wajan anti-lengket karena bisa merusak lapisan.

Tips Memastikan Spatula Benar-benar Tahan Panas

  1. Cek label produk
    Biasanya tertulis “heat-resistant up to 230°C” atau angka suhu lain.
  2. Pilih yang berkualitas
    Spatula silikon murah sering mengandung campuran plastik yang mudah meleleh.
  3. Uji secara perlahan
    Gunakan spatula pertama kali pada suhu sedang untuk memastikan tidak berubah bentuk atau bau.
  4. Hindari paparan api langsung
    Bahkan spatula tahan panas sekalipun bisa rusak jika terkena api kompor secara langsung.

Ringkasnya
  • Silikon = paling aman untuk wajan anti-lengket dan tahan panas tinggi.
  • Kayu = aman untuk semua wajan, tidak panas, tapi jangan terkena api langsung.
  • Logam = terbaik untuk suhu ekstrem, tapi tidak cocok untuk non-stick.
  • Nylon/plastik = pakai hanya untuk suhu rendah–sedang.

5. Utamakan Spatula yang Mudah Dibersihkan. 

Saat membeli spatula, salah satu hal yang sering dilupakan adalah seberapa mudah alat itu dibersihkan. Padahal, spatula yang sulit dibersihkan bisa menyimpan sisa makanan, minyak, bahkan bakteri — terutama jika dipakai setiap hari.

Agar spatula tetap higienis dan tidak cepat rusak, pertimbangkan hal-hal berikut:


a. Pilih Material yang Tidak Menyerap Bau atau Minyak

Setiap bahan spatula punya karakter berbeda:

Silikon
  • Tidak menyerap minyak atau air.
  • Sisa masakan mudah lepas.
  • Cocok untuk orang yang ingin alat dapur yang higienis dan cepat dibersihkan.
Logam (Stainless Steel)
  • Tidak menyimpan minyak.
  • Sangat mudah dibersihkan.
  • Namun, permukaannya bisa tergores jika dicuci dengan spons kasar.
Kayu
  • Lebih rentan menyerap bau, minyak, dan warna makanan.
  • Perlu dicuci cepat dan tidak boleh direndam lama.
  • Setelah dicuci, harus dikeringkan segera untuk mencegah jamur.

b. Hindari Spatula yang Memiliki Banyak Sambungan

Ini adalah kesalahan yang banyak orang tidak sadari.

Spatula yang terdiri dari beberapa bagian — misalnya kepala spatula silikon + gagang logam — biasanya memiliki celah kecil di tempat sambungannya.

Masalahnya:

  • Sisa makanan bisa masuk ke celah tersebut.
  • Bagian dalam sulit dibersihkan dan bisa menjadi sarang bakteri.
  • Dalam jangka panjang, spatula jadi cepat rusak atau mengeluarkan bau tidak sedap.

Pilihan terbaik:

  • Spatula silikon satu bagian (one-piece).
  • Spatula kayu utuh.
  • Spatula logam yang tanpa sambungan.

c. Pilih Bentuk yang Permukaannya Tidak Rumit

Spatula dengan:

  • Ukiran,
  • Lubang kecil terlalu banyak,
  • Tekstur kasar,

— biasanya lebih menyulitkan saat dicuci.

Untuk penggunaan sehari-hari, bentuk yang halus dan sederhana jauh lebih mudah dirawat.


d. Pertimbangkan Keamanan untuk Dishwasher (Jika Kamu Menggunakan Mesin Cuci Piring)

  • Silikon dan stainless steel umumnya aman dimasukkan ke dishwasher.
  • Kayu tidak dianjurkan karena dapat:
    • Retak,
    • Mengembang,
    • Menjadi cepat rusak atau berjamur.

Jika memiliki dishwasher dan ingin hal praktis, pilih spatula yang memang aman untuk mesin pencuci.


e. Perhatikan Ketahanan terhadap Noda

Beberapa bahan mudah menyerap warna dari makanan tertentu seperti:

  • Kunyit,
  • Saus tomat,
  • Sambal,
  • Minyak pedas.

Silikon berkualitas tinggi biasanya tidak mudah ternoda. Tapi silikon murah bisa berubah warna. Kayu juga bisa menyerap warna.

Kalau ingin spatula yang selalu terlihat bersih dan cerah, pilih bahan yang secara alami anti-noda.


f. Pastikan Mudah Dikeringkan

Setelah dicuci, spatula yang tidak bisa mengering dengan cepat berisiko:

  • Berjamur,
  • Berbau apek,
  • Muncul noda hitam terutama pada spatula kayu.

Silikon dan logam kering lebih cepat, sementara kayu harus dikeringkan manual dengan baik.


Kesimpulan. 

Spatula yang mudah dibersihkan akan:

  • Lebih higienis,
  • Lebih awet,
  • Tidak mengeluarkan bau,
  • Aman untuk makanan harian.

Untuk yang paling praktis:

  • Silikon one-piece adalah pilihan terbaik.
    Untuk kesan natural atau tradisional:
  • Kayu tetap aman, asal dirawat dengan benar.
    Untuk kekuatan dan durabilitas:
  • Logam paling unggul, asal tidak dipakai di wajan anti-lengket.

6. Sesuaikan dengan Jenis Masakan yang Paling Sering Dibuat. 

Setiap jenis masakan membutuhkan cara pengolahan yang berbeda, sehingga jenis spatula yang digunakan juga sebaiknya berbeda. Dengan memilih spatula yang tepat untuk jenis masakan tertentu, proses memasak menjadi lebih nyaman, cepat, dan hasilnya juga lebih rapi.

Berikut penjelasan detailnya:


a. Jika Anda Sering Membuat Tumisan atau Masakan Harian

Contoh masakan: tumis sayuran, oseng tempe, capcay, mie goreng, saus sambal, bumbu halus yang ditumis.

Spatula yang cocok:

  • Spatula kayu
  • Spatula silikon (kepala lebar)

Alasannya:

  • Keduanya lembut sehingga tidak merusak wajan anti-lengket.
  • Bentuknya biasanya agak melengkung sehingga nyaman untuk mengaduk bumbu di pinggiran wajan.
  • Tidak berisik dan aman meski digunakan untuk mengaduk lama.

b. Jika Anda Sering Menggoreng

Contoh masakan: ayam goreng, ikan goreng, nugget, tempe goreng, bakwan, dan makanan renyah lainnya.

Spatula yang cocok:

  • Spatula berlubang (slotted spatula)
  • Spatula logam tipis (jika wajan bukan anti-lengket)

Alasannya:

  • Lubang pada spatula membantu minyak turun, sehingga makanan tidak terlalu berminyak.
  • Untuk makanan besar seperti ikan atau ayam, spatula logam lebih stabil dan kuat saat mengangkat.

c. Jika Anda Sering Membuat Kue atau Baking

Contoh: adonan bolu, buttercream, cokelat cair, whipped cream, cookies, brownies.

Spatula yang cocok:

  • Spatula silikon lembut (rubber spatula)
  • Spatula offset kecil untuk meratakan topping

Alasannya:

  • Spatula silikon lembut bisa mengambil adonan sampai bersih tanpa tersisa di mangkuk.
  • Fleksibel dan aman untuk bahan panas seperti cokelat cair.
  • Offset spatula membantu meratakan icing atau frosting dengan halus.

d. Jika Anda Sering Memasak Daging, Steak, atau Makanan Berat

Contoh: steak, burger, ikan besar, ayam fillet.

Spatula yang cocok:

  • Spatula logam (metal spatula)
  • Spatula lebar dan kuat (wide turner)

Alasannya:

  • Logam lebih kuat dan kokoh untuk mengangkat makanan berat yang bisa membuat spatula silikon melengkung.
  • Pinggirannya biasanya lebih tipis sehingga mudah menyelip di bawah makanan yang melekat pada wajan.

Catatan: Hindari spatula logam pada wajan anti-lengket karena bisa merusak lapisan.


e. Jika Sering Mengolah Saus atau Masakan Cair

Contoh: saus pasta, karamel, saus tiram, semur, sup kental.

Spatula yang cocok:

  • Spatula silikon tahan panas
  • Spatula sendok / spatula cembung

Alasannya:

  • Bentuknya memungkinkan mengaduk sampai ke pinggir wajan agar saus tidak gosong.
  • Silikon tahan panas sehingga aman digunakan untuk memasak saus dengan api kecil-menengah.

f. Jika Sering Memasak dengan Wajan Anti-Lengket

Hampir semua rumah memakai wajan anti-lengket, dan ini memengaruhi pemilihan spatula.

Spatula yang cocok:

  • Silikon
  • Kayu
  • Nylon (untuk suhu sedang)

Alasannya:

  • Tidak menggores permukaan wajan, sehingga wajan lebih awet.
  • Lebih kecil risiko makanan menempel atau rusak.

g. Untuk Masakan Rumahan Serba Ada

Jika Anda memasak berbagai macam jenis masakan dan tidak ingin terlalu banyak spatula, ada kombinasi yang paling aman:

Kombinasi ideal:

  1. Spatula silikon → serbaguna, aman untuk semua wajan
  2. Spatula kayu → nyaman untuk tumisan
  3. Spatula berlubang → ideal untuk menggoreng

Dengan tiga jenis ini, hampir semua jenis masakan bisa dilakukan dengan aman dan nyaman.


Kesimpulan. 

Intinya, pilihlah spatula sesuai dengan kebiasaan memasak Anda. Gunakan spatula kuat untuk makanan berat, spatula lembut untuk baking dan wajan anti-lengket, serta spatula berlubang untuk menggoreng. Dengan begitu, pekerjaan memasak jadi lebih efisien dan hasil masakan lebih maksimal.

Silahkan baca juga tentang Jenis-jenis Wajan dan Fungsinya.


Pembahasan Penting Lainnya.


Perbedaan Spatula Murah dan Premium yang Perlu diketahui. 

Saat ingin membeli spatula, banyak orang sering bingung:

“Apa bedanya spatula murah dan yang premium? Apakah benar yang mahal jauh lebih bagus?”

Jawabannya: tidak selalu, tetapi memang ada beberapa perbedaan penting yang perlu dipahami supaya tidak salah pilih.

Berikut penjelasan lengkapnya.


1. Perbedaan Bahan yang Digunakan

Inilah faktor paling jelas yang membedakan spatula murah dan premium.

Spatula Murah

Biasanya menggunakan:

  • Silikon campuran (tidak murni)
  • Nylon plastik
  • Kayu kualitas rendah
  • Logam tipis

Ciri-cirinya:

  • Lebih ringan
  • Mudah melengkung atau meleleh jika terkena panas tinggi
  • Silikon terasa lebih keras dan kurang lentur
Spatula Premium

Biasanya menggunakan:

  • Silikon food-grade 100%
  • Kayu berkualitas seperti akasia, bambu, atau oak
  • Stainless steel tebal dengan finishing halus
  • Nylon tahan panas (untuk versi tertentu)

Ciri-cirinya:

  • Tahan panas lebih stabil
  • Lebih kuat dan kokoh
  • Tidak mudah berubah bentuk

Kesimpulan: bahan memengaruhi keamanan, ketahanan, dan kenyamanan pemakaian.


2. Ketahanan Panas (Heat Resistance)

Ini sangat penting karena spatula digunakan langsung di atas wajan panas.

Spatula Murah
  • Banyak yang hanya tahan panas di bawah 150°C
  • Nylon murah cenderung meleleh jika lupa diletakkan di dekat kompor
  • Silikon campuran bisa mengeluarkan bau saat dipanaskan
Spatula Premium
  • Tahan panas bisa mencapai 200–250°C
  • Tidak mengubah warna atau meleleh
  • Lebih aman untuk digunakan dalam berbagai jenis masakan

3. Kenyamanan Pegangan (Handle)

Sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan kenyamanan saat memasak.

Spatula Murah
  • Pegangan terasa licin jika tangan basah
  • Kualitas sambungan antara gagang dan kepala spatula kurang kuat
  • Gagang plastik mudah patah atau longgar
Spatula Premium
  • Pegangan ergonomis dan lebih mantap digenggam
  • Material handle lebih baik (kayu premium atau anti-slip)
  • Sambungan kokoh atau bahkan tidak ada sambungan sama sekali (lebih higienis)

4. Daya Tahan dan Keawetan

Spatula Murah
  • Lebih cepat rusak atau melengkung
  • Kepala silikon bisa terpisah dari gagang
  • Kayu bisa pecah atau berjamur jika kualitasnya rendah
Spatula Premium
  • Bisa digunakan bertahun-tahun
  • Tidak mudah retak atau berubah bentuk
  • Cocok untuk penggunaan intensif di dapur

Kalau sering memasak, spatula premium lebih ekonomis dalam jangka panjang.


5. Keamanan Makanan (Food Safety)

Faktor ini paling sering luput diperhatikan saat membeli spatula murah.

Spatula Murah
  • Silikon campuran bisa mengandung bahan yang tidak food-grade
  • Ada risiko meleleh dan mencemari makanan
  • Finishing kayu tidak halus sehingga bisa menyimpan bakteri
Spatula Premium
  • Terbuat dari bahan food-grade
  • Tidak mengeluarkan zat kimia berbahaya saat dipanaskan
  • Permukaan halus dan lebih higienis

6. Estetika dan Kualitas Finishing

Spatula Murah
  • Tampak standar
  • Warna mudah pudar
  • Permukaan kadang kasar atau tidak rapi
Spatula Premium
  • Finishing rapi, halus, dan elegan
  • Cocok untuk dapur modern
  • Warna tidak mudah berubah

Estetika memang tidak wajib, tapi terasa menyenangkan saat peralatan dapur terlihat rapi dan enak dipandang.


7. Harga vs Nilai Penggunaan

Spatula Murah
  • Cocok untuk pemula atau penggunaan sesekali
    − Mudah rusak, sehingga jangka panjang lebih boros
Spatula Premium
  • Tahan lama dan lebih aman
  • Lebih nyaman digunakan
    − Harga awal lebih tinggi

Kalau kamu sering memasak, spatula premium biasanya lebih “worth it”.


Kesimpulan: Haruskah Selalu Beli yang Premium?

Tidak harus. Tapi pilihan tergantung kebutuhan:

  • Untuk penggunaan cepat, jarang masak, atau anak kos: spatula murah pun cukup.
  • Untuk penggunaan rutin atau masakan panas tinggi: spatula premium jauh lebih aman dan awet.
  • Untuk wajan anti-lengket: silikon food-grade premium lebih aman agar wajan tidak tergores.

Yang paling penting adalah memastikan spatula aman, nyaman digunakan, dan sesuai dengan jenis masakan yang sering kamu buat.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membeli Spatula. 

Membeli spatula terlihat seperti hal sederhana, tetapi banyak orang justru salah pilih karena tidak tahu apa saja yang perlu diperhatikan. Akibatnya, spatula cepat rusak, tidak nyaman dipakai, atau malah merusak wajan.

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan pembeli, lengkap dengan penjelasan supaya Anda tidak melakukannya.


1. Hanya Memilih Berdasarkan Harga Murah

Banyak orang membeli spatula karena harganya paling murah, padahal kualitasnya bisa sangat berbeda.

Masalahnya:

  • Spatula silikon murahan sering bukan 100% silikon, melainkan campuran plastik yang mudah meleleh.
  • Pegangan mudah patah.
  • Tidak tahan panas, bisa berubah bentuk saat terkena suhu tinggi.

Tips:
Lebih baik pilih spatula dengan bahan yang jelas tertulis “food grade” atau “heat resistant”.


2. Tidak Memperhatikan Tipe Bahan Spatula

Setiap bahan punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Kesalahan umum:

  • Membeli spatula logam untuk wajan anti lengket → menyebabkan goresan.
  • Membeli spatula kayu tapi tidak tahu cara merawatnya → mudah berjamur jika tidak dikeringkan dengan benar.
  • Membeli spatula nylon padahal nylon cepat meleleh di suhu tinggi.

Solusi:
Sesuaikan spatula dengan jenis masakan dan jenis wajan di rumah.


3. Tidak Mengecek Ketahanan Panas

Ini salah satu kesalahan paling fatal.

Banyak orang tidak sadar bahwa tidak semua spatula tahan panas tinggi. Akibatnya:

  • Spatula meleleh saat dipakai memasak di wajan panas.
  • Bahan kimia berbahaya bisa ikut tercampur ke makanan.
  • Warna spatula berubah, tekstur jadi kasar.

Perhatikan hal ini:

  • Silikon yang aman sebaiknya tahan 200–250°C
  • Nylon hanya aman untuk suhu rendah–sedang
  • Logam aman untuk suhu apa pun, tapi tidak cocok untuk wajan anti-lengket

4. Tidak Memperhatikan Bentuk Sesuai Fungsi

Spatula bukan hanya “satu jenis untuk semua”. Banyak pembeli mengambil apa saja yang terlihat bagus tanpa memikirkan bentuknya.

Contoh kesalahan:

  • Pakai spatula terlalu tebal untuk membalik telur → telur mudah pecah.
  • Pakai spatula lembek untuk menggoreng ikan → ikan hancur saat diangkat.
  • Pakai spatula datar untuk memasak tumisan → kurang nyaman mengaduk.

Solusi:
Sesuaikan bentuk dengan aktivitas memasak:

  • Flipper: membalik makanan
  • Slotted: menggoreng
  • Silikon lembut: baking/adonan
  • Spatula sendok: tumisan dan saus

5. Mengabaikan Kenyamanan Pegangan (Handle)

Banyak orang hanya fokus pada “kepala spatula”, padahal pegangan sangat menentukan kenyamanan.

Kesalahan umum:

  • Pegangan licin saat tangan basah → berisiko jatuh
  • Pegangan terlalu pendek → tangan mudah terkena panas
  • Pegangan terlalu berat → tidak seimbang

Tips:
Pilih pegangan yang ergonomis, anti slip, dan tidak menghantarkan panas.


6. Tidak Cek Apakah Ada Sambungan yang Mudah Kendor

Spatula yang punya sambungan antara kepala dan gagang seringkali:

  • Menyimpan air
  • Menyimpan sisa makanan
  • Jadi tempat berkembangnya bakteri
  • Mudah copot setelah beberapa kali pemakaian

Saran:
Jika memungkinkan, pilih spatula tanpa sambungan (solid one-piece) karena lebih higienis dan awet.


7. Membeli Hanya Karena Warnanya Menarik

Ini kesalahan yang sangat umum di era peralatan dapur estetik. Tidak salah memilih warna yang cantik, tapi jangan sampai kualitasnya diabaikan.

Kadang spatula yang terlihat bagus:

  • Tidak tahan panas
  • Bahannya campuran plastik
  • Hanya fokus estetika, bukan fungsi
  • Gagangnya tidak nyaman

Ingat:
Tampilan boleh jadi pertimbangan, tapi fungsi tetap nomor satu.


8. Tidak Membaca Review atau Pengalaman Pengguna Lain

Banyak orang langsung membeli tanpa melihat ulasan sebelumnya.

Padahal review bisa memberi tahu:

  • Apakah spatula benar-benar tahan panas
  • Apakah cepat rusak
  • Apakah cocok untuk wajan anti-lengket
  • Kualitas real dibandingkan foto

Tips:
Selalu cek review pengguna, terutama yang menyertakan foto atau video pemakaian.


Kesimpulan

Kesalahan utama saat membeli spatula biasanya karena kurangnya informasi mengenai bahan, ketahanan panas, dan fungsi. Dengan memahami berbagai kesalahan umum di atas, Anda bisa memilih spatula yang lebih awet, aman, dan sesuai kebutuhan memasak di rumah.


Rekomendasi Spatula Berkualitas dan Tetap Terjangkau.

Kami harap, Anda sudah membaca panduan di atas sampai selesai supaya lebih mudah menentukan spatula mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tapi tenang, karena kami akan merekomendasikan satu produk yang ada di Shopee. Silahkan lihat Harganya Spatula berkualitas.

Cukup sekian dan silahkan baca juga tentang:

  1. tips memilih pisau dapur.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top