Kasur dan bed cover yang rapi bisa membuat kamar terasa lebih nyaman dan menyenangkan untuk beristirahat. Tapi setiap hari, bed cover bisa terkena debu, keringat, dan kotoran ringan yang bisa membuat tampilannya cepat kusam jika tidak dirawat dengan baik.
Selain itu, tekstur kain bed cover yang lembut juga bisa berubah menjadi kasar jika tidak diperhatikan perawatannya. Menjaga kain tetap lembut dan warnanya tetap cerah akan membuat suasana kamar lebih segar dan nyaman setiap kali digunakan.

7 Cara Mencuci Bed Cover agar Tidak Luntur dan Tetap Lembut.
1. Pisahkan Bed Cover Berdasarkan Warna.
Salah satu langkah paling penting sebelum mencuci bed cover adalah memisahkan bed cover berdasarkan warnanya. Bed cover biasanya memiliki warna yang berbeda-beda, mulai dari warna terang seperti putih, krem, atau pastel, hingga warna gelap seperti biru tua, cokelat, atau hitam. Jika dicuci bersama-sama, warna gelap atau baru bisa luntur dan menempel ke kain berwarna terang. Hal ini akan membuat bed cover terlihat kusam atau bahkan belang di beberapa bagian.
Selain warna, bed cover baru juga sebaiknya dicuci terpisah untuk pertama kalinya. Kalau yang baru, baru biasanya masih memiliki sisa pewarna yang bisa luntur. Dengan mencucinya terpisah, Anda bisa mencegah lunturannya merusak bed cover lama atau pakaian lain.
Untuk memudahkan, Anda bisa membuat tiga kelompok:
- Warna terang – misalnya putih, krem, atau pastel.
- Warna gelap – misalnya biru tua, merah marun, hitam, atau cokelat.
- Bed cover baru – khusus untuk bed cover yang baru dibeli agar pewarnanya tidak menempel ke bed cover lama.
Dengan memisahkan bed cover berdasarkan warna, proses pencucian menjadi lebih aman. Selain itu, warna bed cover akan lebih awet dan tetap cerah setelah dicuci berkali-kali.
2. Periksa Label Perawatan.
Sebelum mulai mencuci bed cover, hal penting yang sering terlupakan adalah memeriksa label perawatan yang biasanya terletak di sisi atau sudut bed cover. Label ini berisi informasi penting tentang cara merawat kain agar tetap awet, lembut, dan warnanya tidak cepat pudar.
Beberapa informasi yang biasa tertera di label antara lain:
- Suhu air yang dianjurkan: Ada bed cover yang hanya boleh dicuci dengan air dingin atau hangat untuk menjaga serat kain dan warnanya. Mencuci dengan air panas bisa membuat kain menyusut atau warna luntur.
- Jenis deterjen yang aman digunakan: Beberapa kain sensitif sebaiknya dicuci dengan deterjen lembut atau deterjen khusus untuk kain berwarna. Hindari pemutih atau deterjen yang terlalu keras, karena bisa merusak serat kain dan membuat warna memudar.
- Cara pencucian: Ada bed cover yang boleh dicuci mesin, ada juga yang dianjurkan dicuci tangan agar lebih aman. Label ini biasanya memberi simbol khusus untuk menandai metode yang direkomendasikan.
- Petunjuk pengeringan dan setrika: Label juga memberi informasi apakah bed cover boleh dijemur langsung di bawah matahari, dikeringkan dengan mesin, atau disetrika dengan suhu tertentu.
Dengan memeriksa label perawatan sebelum mencuci, Anda bisa:
- Menghindari kerusakan serat kain.
- Mencegah warna bed cover cepat pudar.
- Memastikan bed cover tetap lembut dan nyaman digunakan.
Label perawatan mungkin terlihat kecil dan sederhana, tapi mengikuti petunjuknya bisa membuat bed cover awet bertahun-tahun. Jadi jangan diabaikan!
3. Gunakan Deterjen yang Lembut.
Pemilihan deterjen yang tepat sangat berpengaruh pada keawetan dan kelembutan bed cover. Deterjen yang terlalu keras atau mengandung bahan kimia pemutih dapat merusak serat kain dan membuat warnanya cepat pudar. Hal ini terutama berlaku untuk bed cover yang berwarna cerah atau motif yang banyak warna.
Sebaiknya gunakan deterjen yang lembut atau yang khusus dibuat untuk kain berwarna. Deterjen ini biasanya diformulasikan agar membersihkan kotoran dengan efektif tanpa merusak serat kain dan menjaga warna tetap cerah.
Selain itu, perhatikan jumlah deterjen yang digunakan. Jangan terlalu banyak, karena residu deterjen yang menempel pada kain bisa membuat bed cover terasa kaku atau kasar. Jika ingin lebih aman, larutkan deterjen terlebih dahulu dalam air sebelum mencampurnya dengan bed cover.
Beberapa tips tambahan:
- Hindari menggunakan pemutih, terutama untuk bed cover berwarna.
- Jika ingin bed cover tetap lembut, bisa menambahkan pelembut kain sesuai petunjuk pada label.
- Untuk noda membandel, gunakan deterjen khusus noda dan aplikasikan hanya pada area noda, bukan seluruh bed cover.
Dengan menggunakan deterjen yang lembut dan sesuai jenis kain, bed cover akan tetap lembut, nyaman, dan warnanya tetap cerah meskipun dicuci berkali-kali.
Kalau belum punya, silahkan lihat harganya deterjen cair di Shopee.
4. Jangan Mengucek Terlalu Keras.
Saat mencuci bed cover, seringkali noda membandel membuat kita ingin mengucek kain dengan kuat. Padahal, mengucek terlalu keras bisa merusak serat kain bed cover, terutama pada bahan yang lembut seperti katun atau satin. Jika seratnya rusak, bed cover akan terasa kasar, mudah sobek, dan warnanya pun bisa cepat pudar.
Untuk noda ringan, cukup rendam bed cover dalam air dengan deterjen lembut selama beberapa menit. Biarkan deterjen bekerja melonggarkan kotoran secara alami. Setelah itu, gosok perlahan menggunakan tangan atau spons lembut pada bagian yang kotor, jangan digosok dengan keras.
Jika ada noda yang lebih membandel, hindari mengucek dengan sikat kasar. Sebagai gantinya, gunakan metode merendam lebih lama atau mengoleskan deterjen sedikit demi sedikit pada bagian noda. Cara ini tetap membersihkan noda, tapi serat kain tetap terjaga.
Intinya, perlakukan bed cover dengan lembut saat mencuci. Cara ini membantu bed cover tetap lembut, awet, dan warnanya terjaga lebih lama.
5. Gunakan Air Dingin atau Suhu Rendah.
Suhu air saat mencuci bed cover sangat memengaruhi kualitas kain dan ketahanan warnanya. Menggunakan air panas memang bisa membuat noda lebih mudah hilang, tapi sayangnya air panas juga bisa merusak serat kain. Bed cover bisa menyusut, menjadi kasar, atau bahkan warnanya cepat pudar jika sering dicuci dengan air panas.
Untuk menjaga kelembutan dan warna bed cover, sebaiknya gunakan air dingin atau air hangat dengan suhu rendah. Air dingin membantu serat kain tetap lentur, warna tidak luntur, dan bed cover lebih awet.
Jika Anda menggunakan mesin cuci, pilih setting “cold wash” atau “delicate” agar proses pencucian lebih lembut. Sedangkan jika mencuci manual, gunakan air dari keran tanpa memanaskannya terlalu tinggi.
Tips tambahan: untuk noda membandel, sebaiknya rendam bed cover terlebih dahulu selama 15–30 menit dengan deterjen lembut sebelum dicuci. Dengan begitu, noda bisa hilang tanpa perlu mengandalkan air panas yang berisiko merusak kain.
6. Jangan Mengeringkan di Bawah Sinar Matahari Terik.
Setelah dicuci, proses pengeringan bed cover juga perlu diperhatikan. Banyak orang cenderung menjemur bed cover langsung di bawah sinar matahari penuh agar cepat kering. Namun, sinar matahari yang terik bisa merusak serat kain dan membuat warna bed cover cepat memudar. Bed cover yang dijemur terlalu lama di bawah matahari langsung biasanya warnanya menjadi pudar, terutama untuk bed cover dengan warna cerah atau motif.
Cara yang lebih aman adalah menjemur bed cover di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Misalnya, di balkon yang terkena angin tetapi tidak langsung terkena sinar matahari, atau di dalam ruangan dekat jendela yang terbuka. Selain menjaga warna, menjemur di tempat teduh juga membuat kain tidak cepat kaku, sehingga bed cover tetap lembut.
Jika menggunakan mesin pengering, pastikan suhu yang digunakan rendah atau sesuai petunjuk pada label perawatan bed cover. Hindari suhu tinggi karena panas berlebihan juga bisa merusak serat kain dan memudarkan warna.
Dengan memperhatikan cara pengeringan ini, bed cover akan tetap lembut, warnanya cerah, dan lebih awet digunakan dalam jangka panjang.
7. Setrika dengan Suhu Rendah (Jika Perlu).
Setelah bed cover dicuci dan dikeringkan, beberapa jenis bed cover mungkin terlihat kusut atau kurang rapi. Jika ingin tampilan bed cover tetap mulus, Anda bisa menyetrikanya. Namun, penting untuk menggunakan suhu rendah saat menyetrika.
Bed cover umumnya terbuat dari kain katun, poliester, atau campuran keduanya. Menyetrika dengan suhu tinggi bisa merusak serat kain, membuatnya mengerut, atau bahkan membuat warnanya memudar. Untuk aman, atur setrika pada suhu rendah hingga sedang, atau gunakan mode “synthetic” jika setrika Anda memiliki pengaturan jenis kain.
Tips tambahan:
- Pastikan bed cover sudah kering sepenuhnya sebelum disetrika. Menyetrika kain basah dapat merusak serat dan membuat kain meregang atau berbintik.
- Gunakan lapisan kain tipis (misalnya kain katun tipis) di atas bed cover saat menyetrika. Cara ini membantu melindungi kain dari panas langsung.
- Jangan menyetrika bagian dengan bordir, aplikasi, atau jahitan dekoratif secara langsung karena bisa rusak.
Dengan menyetrika pada suhu rendah dan hati-hati, bed cover akan tetap rapi tanpa mengurangi kelembutan atau merusak warnanya.
Silahkan baca juga tentang
Pembahasan Penting Lainnya.
Cara Menghilangkan Noda Membandel pada Bed Cover.
Bed cover yang bersih dan wangi membuat kamar tidur terasa nyaman. Namun, sering kali noda membandel seperti kopi, saus, tinta, atau minyak mengganggu penampilan bed cover. Jangan khawatir, noda membandel bisa diatasi dengan cara yang tepat tanpa merusak kain.
Berikut panduan lengkapnya.
1. Identifikasi Jenis Noda
Sebelum membersihkan, kenali dulu jenis noda yang menempel. Noda minyak, kopi, darah, atau tinta masing-masing membutuhkan perlakuan berbeda. Mengetahui jenis noda membantu memilih cara dan bahan pembersih yang tepat sehingga noda bisa hilang maksimal.
2. Tangani Noda Segera
Semakin cepat noda dibersihkan, semakin mudah hilangnya. Noda yang sudah mengering biasanya lebih sulit dihilangkan. Untuk noda basah, gunakan tisu atau kain bersih untuk menyerap cairan sebelum dicuci. Hindari menggosok terlalu keras karena bisa membuat noda menyebar atau merusak serat kain.
3. Gunakan Bahan Pembersih yang Tepat
- Noda Minyak: Taburkan sedikit bedak atau tepung maizena di atas noda, diamkan beberapa menit, lalu sikat perlahan sebelum dicuci.
- Noda Kopi atau Teh: Rendam bagian yang terkena noda dalam air dingin, kemudian cuci dengan deterjen lembut.
- Noda Darah: Gunakan air dingin, jangan air panas karena darah bisa menempel lebih kuat. Bisa juga gunakan sedikit sabun cuci tangan atau deterjen cair.
- Noda Tinta: Oleskan alkohol atau cairan penghapus noda khusus kain, diamkan sebentar, lalu bilas.
4. Rendam Sebelum Mencuci
Jika noda cukup membandel, rendam bed cover dalam air dingin atau hangat (sesuai bahan kain) selama 15–30 menit dengan tambahan deterjen lembut. Perendaman membantu noda terangkat lebih mudah saat dicuci.
5. Cuci dengan Lembut
Setelah direndam, cuci bed cover dengan gerakan lembut, baik menggunakan tangan atau mesin cuci dengan siklus lembut. Hindari mengucek terlalu keras karena bisa merusak serat kain dan membuat bed cover cepat kasar.
6. Bilas hingga Bersih
Pastikan deterjen dan sisa noda benar-benar hilang saat membilas. Sisa deterjen bisa membuat kain terasa kasar atau menimbulkan noda baru saat kering.
7. Keringkan dengan Cara Aman
Jangan menjemur bed cover langsung di bawah sinar matahari terik karena bisa memudarkan warna. Jemur di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik, atau gunakan pengering dengan suhu rendah jika menggunakan dryer.
Tips Tambahan Agar Bed Cover Tetap Awet
- Gunakan penutup bed cover saat makan atau minum di tempat tidur untuk mencegah noda.
- Pilih bed cover yang tahan noda atau mudah dicuci jika rumah sering digunakan anak-anak.
- Simpan bed cover yang sudah bersih di lemari kering agar tetap wangi dan terjaga serat kainnya.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, noda membandel pada bed cover bisa dihilangkan dengan efektif tanpa merusak kain. Perawatan yang tepat juga membuat bed cover tetap lembut, nyaman, dan terlihat baru lebih lama.
Tips Menyetrika Bed Cover agar Tetap Rapi dan Tidak Rusak.
Bed cover yang rapi dan halus membuat kamar tidur terlihat lebih nyaman dan menarik. Namun, menyetrika bed cover tidak bisa sembarangan karena jika salah cara, kain bisa rusak, warnanya memudar, atau bahkan terjadi sobekan.
Berikut tips lengkap agar bed cover tetap rapi dan awet saat disetrika.
1. Periksa Label Perawatan
Sebelum menyetrika, selalu cek label perawatan pada bed cover. Label ini biasanya memberikan informasi penting, seperti suhu setrika yang aman atau apakah bed cover boleh disetrika sama sekali. Dengan membaca label, Anda bisa menghindari kesalahan yang merusak kain.
2. Gunakan Suhu Setrika yang Tepat
Setiap jenis kain memiliki tingkat ketahanan terhadap panas yang berbeda.
- Katun atau poliester: bisa disetrika dengan suhu sedang hingga tinggi.
- Sutra atau satin: gunakan suhu rendah agar kain tidak mengilap atau terbakar.
- Microfiber: gunakan suhu rendah hingga sedang untuk menjaga kelembutan kain.
Jika ragu, selalu mulai dari suhu rendah, lalu tingkatkan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan.
3. Setrika Saat Bed Cover Masih Sedikit Lembap
Bed cover yang sedikit lembap lebih mudah dirapikan dan cepat halus. Jika bed cover sudah kering sepenuhnya, bisa disemprot sedikit air menggunakan semprotan kain agar lebih mudah disetrika.
4. Gunakan Kain Pelindung (Optional)
Untuk bahan yang sangat halus atau berwarna gelap, gunakan kain tipis sebagai lapisan antara setrika dan bed cover. Cara ini mencegah kain menjadi mengkilap, terbakar, atau warnanya memudar.
5. Setrika dengan Gerakan Lembut
Hindari menekan setrika terlalu keras atau menggeser dengan cepat. Gunakan gerakan lembut dan perlahan agar serat kain tidak rusak dan bed cover tetap halus.
6. Jangan Lupa Bagian Sudut dan Lipatan
Sering kali bagian sudut atau lipatan bed cover tetap kusut setelah dicuci. Pastikan Anda menyetrika bagian ini dengan hati-hati, dan sesuaikan suhu atau teknik agar kain tidak menebal atau robek.
7. Lipat atau Pasang Bed Cover Segera Setelah Disetrika
Setelah bed cover selesai disetrika, segera lipat rapi atau pasang di tempat tidur. Hal ini mencegah kerutan baru terbentuk dan menjaga penampilan bed cover tetap halus.
Dengan mengikuti tips di atas, menyetrika bed cover bukan lagi pekerjaan yang menakutkan. Bed cover tetap rapi, kain awet, dan warna tetap cerah, sehingga kamar tidur selalu terlihat nyaman dan segar.
Cara Menyimpan Bed Cover Agar Tetap Wangi dan Tidak Luntur.
Bed cover yang bersih dan rapi akan membuat kamar tidur terasa lebih nyaman. Tapi, sering kali bed cover yang sudah dicuci dan disimpan justru jadi apek, berbau tidak sedap, atau warnanya tampak memudar saat akan digunakan kembali. Hal ini biasanya terjadi karena cara penyimpanan yang kurang tepat.
Padahal, menyimpan bed cover dengan benar tidak sulit. Dengan beberapa langkah sederhana, bed cover bisa tetap wangi, warnanya terjaga, dan siap dipakai kapan saja.
Berikut panduan lengkapnya.
1. Pastikan Bed Cover Benar-Benar Kering
Hal paling penting sebelum menyimpan bed cover adalah memastikan kondisinya sudah kering sempurna. Bed cover yang masih sedikit lembap sangat mudah menimbulkan bau apek dan jamur saat disimpan di lemari.
Setelah dijemur atau dikeringkan dengan mesin, angin-anginkan sebentar di ruangan terbuka. Pastikan tidak ada bagian yang terasa dingin atau lembap, terutama pada lipatan yang tebal.
2. Simpan dalam Kondisi Bersih
Jangan menyimpan bed cover yang sudah dipakai tanpa dicuci, meskipun terlihat masih bersih. Keringat, debu, dan sel kulit mati bisa menempel dan lama-kelamaan menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang bakteri.
Biasakan mencuci bed cover terlebih dahulu sebelum disimpan dalam waktu lama, misalnya saat ingin mengganti dengan set yang lain.
3. Lipat dengan Rapi dan Tidak Terlalu Padat
Lipat bed cover dengan rapi agar tidak mudah kusut dan lebih hemat tempat. Namun, hindari melipat atau menumpuk terlalu padat karena bisa membuat kain tertekan dan seratnya cepat rusak.
Jika lemari penuh, sebaiknya simpan bed cover secara bergantian, jangan ditumpuk terlalu banyak dalam satu ruang sempit.
4. Gunakan Lemari atau Tempat yang Kering dan Sejuk
Pilih tempat penyimpanan yang kering, sejuk, dan tidak lembap. Lemari pakaian yang bersih dan memiliki sirkulasi udara cukup adalah pilihan terbaik.
Hindari menyimpan bed cover di area yang rawan lembap seperti dekat kamar mandi atau gudang tertutup tanpa ventilasi, karena bisa memicu jamur dan bau apek.
5. Tambahkan Pewangi atau Pengharum Alami
Agar bed cover tetap wangi, Anda bisa menambahkan pewangi lemari atau bahan alami seperti:
- Kapur barus khusus kain
- Sachet lavender atau melati kering
- Potongan sabun batang yang dibungkus kain
- Daun pandan kering
Letakkan di sudut lemari, bukan langsung menempel pada kain, agar aromanya menyebar lembut tanpa merusak serat bed cover.
6. Gunakan Kantong Penyimpanan atau Sarung Kain
Jika bed cover tidak sering dipakai, simpan dalam kantong penyimpanan berbahan kain atau tas khusus bed cover. Kantong kain lebih baik daripada plastik karena memungkinkan udara tetap masuk dan mencegah kelembapan terperangkap.
Jika harus memakai plastik, pastikan bed cover benar-benar kering dan beri sedikit lubang kecil agar ada sirkulasi udara.
7. Hindari Sinar Matahari Langsung
Jangan menyimpan bed cover di tempat yang terkena sinar matahari langsung, seperti rak terbuka dekat jendela. Paparan sinar matahari dalam waktu lama bisa membuat warna kain cepat pudar meskipun tidak sedang dipakai.
Simpan bed cover di dalam lemari tertutup agar warnanya lebih awet.
8. Pisahkan Berdasarkan Warna
Jika memungkinkan, pisahkan penyimpanan bed cover berwarna terang dan gelap. Ini membantu mencegah risiko luntur, terutama jika ada bed cover baru yang warnanya masih kuat.
Selain itu, penyimpanan terpisah juga memudahkan saat ingin mengambil dan mengganti bed cover.
9. Jangan Campur dengan Barang Berbau Menyengat
Hindari menyimpan bed cover bersama barang-barang yang memiliki bau kuat, seperti sepatu, jaket lembap, atau bahan kimia pembersih. Bau-bau tersebut mudah menempel pada kain dan sulit dihilangkan.
Pastikan lemari khusus untuk linen atau kain bersih agar aromanya tetap segar.
10. Keluarkan dan Angin-anginkan Secara Berkala
Untuk bed cover yang jarang dipakai, sebaiknya keluarkan dan angin-anginkan setiap beberapa minggu sekali. Hal ini membantu menjaga kesegaran kain dan mencegah bau apek akibat terlalu lama tersimpan.
Tidak perlu dijemur di bawah matahari terik, cukup diangin-anginkan di tempat teduh.
11. Gunakan Silica Gel atau Penyerap Lembap
Jika lemari Anda cenderung lembap, tambahkan silica gel atau penyerap lembap khusus lemari. Alat ini membantu menjaga kelembapan tetap rendah sehingga bed cover terhindar dari jamur dan bau tidak sedap.
Ganti secara berkala sesuai petunjuk agar fungsinya tetap maksimal.
12. Jangan Menyimpan Terlalu Lama Tanpa Digunakan
Meski disimpan dengan baik, sebaiknya bed cover tetap diputar pemakaiannya. Selain menjaga kebersihan, ini juga membuat kain tidak terlalu lama terlipat dalam posisi yang sama.
Mengganti dan menggunakan bed cover secara rutin membantu menjaga kualitas kain tetap baik.
Penutup
Menyimpan bed cover dengan cara yang tepat akan membuatnya tetap wangi, bersih, dan warnanya tidak mudah luntur. Kuncinya ada pada kondisi kering, tempat penyimpanan yang sesuai, serta kebiasaan menjaga kebersihan sebelum disimpan.
Dengan perawatan dan penyimpanan yang benar, bed cover tidak hanya lebih awet, tetapi juga selalu siap digunakan untuk membuat tidur Anda lebih nyaman setiap hari.
Bed Cover yang Bisa Dicuci Mesin vs Harus Dicuci Tangan: Jangan Sampai Salah!
Mencuci bed cover kelihatannya sepele, padahal cara yang salah bisa membuat kain cepat rusak, warna pudar, atau bed cover jadi tidak selembut dulu. Salah satu hal penting yang sering bikin bingung adalah: bed cover ini aman dicuci pakai mesin cuci atau sebaiknya dicuci tangan? Supaya tidak salah perawatan, yuk pahami perbedaannya lewat penjelasan berikut.
Kenapa Cara Mencuci Itu Penting?
Bed cover terbuat dari berbagai jenis bahan, mulai dari katun, microfiber, sampai bahan yang lebih halus seperti sutra. Setiap bahan punya kekuatan dan karakter yang berbeda. Kalau cara mencucinya tidak sesuai, serat kain bisa rusak, jahitan cepat lepas, dan bed cover jadi terlihat kusam. Itulah sebabnya memilih antara cuci mesin atau cuci tangan sangat berpengaruh pada keawetan bed cover.
Bed Cover yang Aman Dicuci dengan Mesin Cuci
Banyak bed cover modern dirancang agar praktis dan bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Biasanya, bed cover dengan ciri berikut relatif aman untuk cuci mesin:
1. Berbahan katun atau katun campuran
Katun cukup kuat dan tahan terhadap putaran mesin, apalagi jika kualitas kainnya bagus.
2. Microfiber atau poliester
Bahan ini ringan, cepat kering, dan umumnya tidak mudah rusak saat dicuci mesin.
3. Ukuran sesuai kapasitas mesin
Bed cover yang tidak terlalu tebal dan muat di mesin cuci akan tercuci lebih merata dan tidak membebani mesin.
Tips mencuci bed cover di mesin cuci:
- Gunakan mode gentle atau delicate.
- Pilih air dingin atau suhu rendah.
- Gunakan deterjen yang lembut dan tanpa pemutih.
- Jangan memeras dengan putaran terlalu kencang.
- Jika perlu, masukkan bed cover ke laundry bag besar agar tidak tertarik.
Bed Cover yang Sebaiknya Dicuci Tangan
Tidak semua bed cover cocok dicuci pakai mesin. Beberapa jenis lebih aman jika dicuci dengan tangan, seperti:
1. Bed cover berbahan halus
Misalnya sutra, satin, atau bahan dengan tekstur sangat lembut. Putaran mesin bisa merusak serat kainnya.
2. Bed cover dengan banyak hiasan
Bed cover yang punya bordir, renda, atau payet berisiko rusak atau tersangkut jika dicuci mesin.
3. Bed cover tebal dan berat
Bed cover berbahan tebal seperti quilt atau bed cover berisi dakron tebal lebih aman dicuci tangan agar isinya tidak menggumpal.
4. Bed cover lama atau mudah luntur
Untuk bed cover yang sudah lama dipakai atau warnanya mudah luntur, cuci tangan membantu mengontrol proses pencucian agar lebih aman.
Tips mencuci bed cover dengan tangan:
- Gunakan air dingin dan deterjen lembut.
- Rendam sebentar, lalu kucek perlahan tanpa dipelintir.
- Bilas sampai bersih dan peras dengan menekan perlahan, bukan diputar.
Cara Mengetahui yang Paling Aman: Cek Label
Cara paling pasti untuk menentukan apakah bed cover boleh dicuci mesin atau harus dicuci tangan adalah dengan melihat label perawatan. Di sana biasanya tertera simbol dan keterangan seperti “machine wash”, “hand wash only”, suhu air, hingga larangan penggunaan pengering. Mengikuti petunjuk ini akan membuat bed cover lebih awet.
Mana yang Lebih Baik?
Sebenarnya tidak ada yang benar atau salah, karena semuanya tergantung bahan dan kondisi bed cover:
- Cuci mesin cocok untuk bed cover yang kuat, praktis, dan tidak terlalu tebal.
- Cuci tangan lebih aman untuk bed cover halus, berat, atau penuh detail.
Jika ragu, mencuci dengan tangan atau menggunakan mode paling lembut di mesin cuci adalah pilihan yang lebih aman.
Penutup
Memilih antara mencuci bed cover dengan mesin atau tangan adalah langkah penting dalam perawatan. Dengan cara yang tepat, bed cover tidak hanya bersih, tapi juga tetap lembut, warnanya terjaga, dan bisa digunakan lebih lama. Luangkan sedikit waktu untuk mengenali bahan bed cover Anda, dan jangan lupa selalu cek label perawatannya sebelum mencuci.
Tips Memilih Deterjen dan Pelembut yang Aman untuk Bed Cover Berwarna.
Bed cover berwarna bisa membuat tampilan kamar tidur lebih hidup dan menarik. Namun, jika salah memilih deterjen atau pelembut, warna bed cover bisa cepat pudar, kusam, bahkan kainnya menjadi kasar. Karena itu, penting untuk lebih teliti dalam memilih produk pencuci agar bed cover tetap cerah dan lembut meski sudah sering dicuci.
Supaya tidak salah pilih, simak panduan lengkap berikut ini.
Mengapa Pemilihan Deterjen dan Pelembut Itu Penting?
Banyak orang mengira semua deterjen itu sama. Padahal, setiap produk punya kandungan berbeda yang bisa berpengaruh besar pada warna dan serat kain. Deterjen yang terlalu keras bisa mengikis warna, sementara pelembut yang tidak cocok bisa meninggalkan residu dan membuat kain terasa lengket atau justru tidak nyaman.
Dengan produk yang tepat, bed cover:
- Warnanya lebih tahan lama
- Tetap lembut dan nyaman dipakai
- Tidak mudah rusak atau berbulu
- Lebih awet meski sering dicuci
1. Pilih Deterjen Khusus untuk Pakaian Berwarna
Saat ini banyak deterjen yang diberi label “color care”, “untuk pakaian berwarna”, atau “color protection”. Deterjen jenis ini diformulasikan untuk membersihkan tanpa mengangkat zat warna dari kain.
Hindari deterjen yang ditujukan khusus untuk pakaian putih karena biasanya mengandung bahan pemutih optik yang bisa membuat warna bed cover cepat pudar.
Tips:
Perhatikan kemasan dan pilih deterjen yang secara jelas menyebut aman untuk warna.
2. Hindari Deterjen yang Mengandung Pemutih
Pemutih, baik klorin maupun oksigen aktif, memang ampuh menghilangkan noda, tetapi sangat berisiko untuk bed cover berwarna. Kandungan ini bisa:
- Membuat warna luntur
- Menyebabkan belang
- Melemahkan serat kain
Jika ada noda membandel, lebih baik gunakan penghilang noda khusus yang aman untuk kain berwarna, bukan pemutih.
3. Pilih Deterjen dengan Formula Lembut
Deterjen dengan formula lembut biasanya:
- pH-nya seimbang
- Tidak terlalu banyak bahan kimia keras
- Lebih aman untuk serat kain
Deterjen seperti ini cocok untuk bed cover berbahan katun, microfiber, atau kain halus lainnya, karena bisa membersihkan tanpa membuat kain terasa kasar.
4. Gunakan Deterjen Cair untuk Hasil Lebih Aman
Deterjen cair cenderung lebih mudah larut dalam air dibandingkan deterjen bubuk. Ini penting karena sisa deterjen yang tidak larut bisa:
- Menempel di kain
- Menyebabkan noda putih
- Membuat warna terlihat kusam
Untuk bed cover berwarna, deterjen cair sering jadi pilihan yang lebih aman dan praktis.
5. Perhatikan Takaran Deterjen
Semakin banyak deterjen bukan berarti semakin bersih. Justru, pemakaian berlebihan bisa meninggalkan residu di kain dan membuat bed cover terasa kaku.
Gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan pada kemasan, atau bahkan sedikit lebih sedikit jika bed cover tidak terlalu kotor.
Ingat:
Takaran pas = bersih maksimal + kain tetap awet.
6. Pilih Pelembut yang Tidak Terlalu Kuat Aromanya
Pelembut berfungsi membuat kain lebih lembut dan wangi. Namun, untuk bed cover berwarna, pilih pelembut yang:
- Aromanya tidak terlalu tajam
- Tidak mengandung pewarna tambahan
- Berlabel aman untuk kain berwarna
Pelembut yang terlalu kuat kadang meninggalkan lapisan di serat kain, yang lama-lama bisa membuat kain kurang menyerap dan terasa tidak nyaman.
7. Gunakan Pelembut Secukupnya
Sama seperti deterjen, pelembut juga tidak boleh digunakan berlebihan. Terlalu banyak pelembut bisa:
- Membuat kain terasa licin atau lengket
- Menyebabkan residu
- Mengurangi daya serap kain
Gunakan sesuai takaran, atau bahkan setengah dari dosis jika bed cover sudah cukup lembut.
8. Coba Terlebih Dahulu pada Bagian Kecil
Jika Anda menggunakan deterjen atau pelembut baru, tidak ada salahnya mencoba dulu pada bagian kecil bed cover yang tidak terlalu terlihat. Ini untuk memastikan:
- Warna tidak berubah
- Tidak muncul bercak
- Kain tetap nyaman
Langkah sederhana ini bisa mencegah kerusakan pada seluruh bed cover.
9. Pertimbangkan Produk Ramah Lingkungan
Deterjen dan pelembut ramah lingkungan biasanya mengandung lebih sedikit bahan kimia keras. Selain lebih baik untuk lingkungan, produk jenis ini juga cenderung lebih aman untuk:
- Warna kain
- Serat bed cover
- Kulit sensitif
Jika memungkinkan, pilih produk yang biodegradable atau berbahan dasar alami.
10. Sesuaikan dengan Jenis Bahan Bed Cover
Setiap bahan punya karakter berbeda:
- Katun: butuh deterjen lembut agar tetap halus
- Microfiber: hindari pelembut berlebihan karena bisa mengurangi kelembutan alaminya
- Sutra atau bahan halus: gunakan deterjen khusus kain halus
- Poliester: cukup dengan deterjen cair lembut tanpa pemutih
Membaca label perawatan pada bed cover akan sangat membantu dalam memilih produk yang tepat.
Kesimpulan
Memilih deterjen dan pelembut yang aman untuk bed cover berwarna adalah langkah penting agar warna tetap cerah dan kain tetap lembut meski sering dicuci. Dengan memperhatikan jenis deterjen, kandungannya, takaran pemakaian, serta kecocokannya dengan bahan bed cover, Anda bisa menjaga kualitas bed cover lebih lama.
Bed cover yang terawat bukan hanya membuat kamar terlihat lebih indah, tapi juga memberikan kenyamanan maksimal saat beristirahat.
Silahkan baca juga tips memilih bed cover yang berkualitas.
Rekomendasi Deterjen dan Pelembut yang Bagus.
Kalau Anda sudah punya aplikasi Shopee, silahkan lihat dua produk yang kami rekomendasikan berikut:
Cukup sekian dan semoga bermanfaat untuk kita semua.









