Mencuci piring sering dianggap sebagai pekerjaan dapur yang sederhana, padahal banyak orang mengalaminya sebagai tugas yang paling melelahkan. Piring yang tampak bersih belum tentu bebas minyak atau bau, terutama setelah digunakan untuk menyajikan makanan berlemak, berbumbu kuat, atau mengandung santan. Kondisi ini sering membuat kegiatan mencuci terasa lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.
Dan kebiasaan mencuci yang kurang tepat juga bisa membuat piring terlihat kusam, licin, atau tidak higienis meskipun sudah dibersihkan. Selain itu, bau tak sedap yang tertinggal pada piring plastik atau piring yang digunakan untuk lauk amis dapat mengganggu kenyamanan saat makan. Karena itu, memahami teknik yang tepat dapat menghasilkan cucian lebih maksimal sekaligus menjaga peralatan makan tetap awet.

Cara Mencuci Piring yang Benar agar Bebas Minyak dan Bau.
1. Bersihkan Sisa Makanan Sebelum Dicuci
Sebelum piring terkena air, pastikan Anda membuang sisa makanan ke tempat sampah. Cara ini mencegah minyak dan kotoran menyebar ke piring lain saat dicuci.
Tips:
- Gunakan spatula kecil atau bagian belakang sendok untuk mengeruk sisa makanan.
- Bilas cepat dengan air mengalir agar noda tidak mengering.
2. Pisahkan Piring Sangat Berminyak dari yang Tidak Berminyak
Jangan langsung menumpuk semuanya di bak. Piring bekas lauk berminyak, gorengan, atau santan sebaiknya dicuci terakhir.
Dengan memisahkan, busa tidak cepat hilang dan sabun tidak cepat habis.
3. Gunakan Air Hangat untuk Mengurangi Minyak
Air hangat membantu melarutkan lemak lebih cepat dibanding air dingin.
Manfaat air hangat:
- Mengurangi minyak lebih efektif
- Memperkuat daya kerja sabun
- Membuat piring terasa lebih higienis
Jika tidak ada pemanas air, gunakan air biasa—namun usahakan sabun cuci piring lebih banyak pada bagian yang berminyak.
4. Gunakan Sabun Cuci Piring Secukupnya
Teteskan sabun di spons, bukan langsung di piring. Gunakan busa tebal agar minyak cepat terangkat.
Pilih sabun dengan karakteristik:
- Wangi segar (lemon/pandan/ocean)
- Aman untuk kulit
- Formulanya kuat mengangkat minyak
Adapun yang kami rekomendasikan adalah sabun SEBERSIH di Shopee.
5. Gunakan Spons Sesuai Jenis Piring
Tidak semua piring cocok dengan semua jenis spons.
- Piring keramik/kaca → spons busa lembut
- Piring melamin → spons lembut agar tidak menggores
- Piring plastik → spons biasa
- Piring kayu → hindari spons kasar
Spons yang tepat bisa mencegah goresan dan membuat piring lebih awet. Dan silahkan coba spons Olaif di Shopee.
6. Cuci dengan Gerakan Melingkar
Gerakan melingkar membantu sabun bekerja lebih merata.
Urutan mencuci yang paling efektif:
- Gelas
- Sendok-garpu
- Piring tidak berminyak
- Piring berminyak
- Panci/wajan
Ini mencegah minyak dari piring atau wajan mengotori peralatan lain.
7. Bilas dengan Air Mengalir agar Lebih Bersih
Hindari merendam piring terlalu lama. Sisa sabun yang tertinggal dapat membuat bau tidak sedap.
Bilas hingga licin dan tidak ada busa tersisa.
8. Tiriskan Piring Sampai Kering Alami
Letakkan piring di rak pengering. Hindari langsung mengelap dengan kain, karena kain lembap bisa membawa bakteri dan bau.
Jika harus mengelap, pastikan kain benar-benar kering dan bersih.
Kesimpulan
Membersihkan piring tidak hanya soal menggunakan sabun, tetapi juga memperhatikan urutan, air bilasan, dan cara pengeringannya. Piring yang bersih, tidak licin, dan bebas bau akan membuat kegiatan memasak dan makan menjadi lebih nyaman.
Silahkan baca juga tentang Kelebihan Piring Melamin.
Pembahasan Penting Lainnya.
Cara Menyimpan Piring yang Baik agar Tidak Mudah Retak.
Piring termasuk perlengkapan dapur yang sering digunakan setiap hari. Karena itu, penyimpanannya harus benar agar tidak mudah retak, pecah, atau terkena goresan. Banyak orang menyimpan piring secara asal menumpuk, padahal cara ini bisa membuat piring cepat rusak, terutama jika bahannya kaca, keramik, atau porselen.
Agar piring Anda lebih awet dan tetap aman saat disimpan, berikut beberapa cara penyimpanan yang tepat.
1. Bersihkan dan Keringkan Piring Sebelum Disimpan
Piring yang masih lembap berisiko menimbulkan jamur, bau apek, dan membuat permukaan piring saling menempel.
Pastikan:
- Piring 100% kering
- Rak piring tidak lembap
- Tidak ada sisa sabun tertinggal
Piring yang kering juga lebih aman saat ditumpuk karena tidak licin.
2. Pisahkan Piring Berdasarkan Material
Setiap bahan memiliki tingkat kekuatan berbeda. Menumpuk bahan yang berbeda dapat membuat piring cepat tergores atau retak.
Pisahkan piring berdasarkan:
- Piring kaca
- Piring keramik
- Piring melamin
- Piring plastik
- Piring kayu
- Piring porselen
Dengan cara ini, gesekan antar-material keras bisa dihindari.
3. Susun Piring Berdasarkan Ukuran
Urutkan dari yang paling besar di bawah sampai yang paling kecil di atas.
Manfaatnya:
- Tumpukan lebih stabil
- Mencegah piring kecil tertimpa piring besar yang berat
- Menghemat ruang rak
Hindari mencampur piring makan dengan piring dessert atau piring salad dalam satu tumpukan.
4. Gunakan Rak Piring yang Kuat dan Tidak Licin
Rak piring harus mampu menahan beban tumpukan tanpa goyang.
Kriteria rak piring yang ideal:
- Bahan kuat (stainless steel/metal tebal)
- Permukaan tidak licin
- Memiliki drainase untuk piring basah
- Ukurannya sesuai diameter piring Anda
Jika piring disimpan dalam lemari tertutup, pastikan ventilasinya cukup agar tidak lembap.
5. Beri Alas Lembut di Antara Piring Jika Perlu
Untuk piring mahal, porselen, atau koleksi, gunakan alas tipis seperti:
- Tisu dapur
- Kain lembut
- Lap tipis
- Non-slip mat (alas anti-selip)
Tujuannya untuk mengurangi gesekan dan mencegah goresan saat piring ditumpuk.
6. Jangan Menumpuk Piring Terlalu Tinggi
Tumpukan terlalu tinggi membuat piring bawah menahan beban berlebih.
Rekomendasi maksimum tumpukan:
- Piring besar: 8–10 buah
- Piring medium: 10–12 buah
- Piring kecil: 12–15 buah
Jika koleksi piring Anda banyak, pisahkan menjadi beberapa tumpukan.
7. Gunakan Rak Khusus Penyimpanan Piring Berdiri
Jika tidak ingin menumpuk sama sekali, Anda bisa menggunakan piring organizer vertikal.
Keuntungannya:
- Piring tidak saling menekan
- Mengurangi risiko retak
- Mudah diambil satu per satu
- Lebih rapi
Tempat penyimpanan vertikal sangat cocok untuk piring kaca atau piring premium. Dan silahkan belanja Rak Piring Berkualitas.
8. Hindari Menyimpan Barang Berat di Atas Tumpukan Piring
Sering kali dapur disusun asal, wadah besar atau mangkuk justru diletakkan di atas tumpukan piring.
Ini sangat berbahaya karena:
- Tekanan tambahan bisa membuat piring retak
- Stabilitas tumpukan berkurang
- Retakan kecil bisa muncul dan membesar saat digunakan
9. Jauhkan Piring dari Area yang Mudah Terkena Guncangan
Piring mudah retak jika sering terkena getaran, misalnya dari:
- Mesin cuci
- Lemari goyang
- Rak yang tidak stabil
- Tempat yang sering dibuka-tutup dengan keras
Simpan piring di area yang stabil dan jarang bergeser.
10. Untuk Piring Koleksi atau Mahal, Gunakan Lemari Kaca
Jika Anda memiliki piring antik, porselen mahal, atau piring dekorasi:
Gunakan lemari kaca tertutup karena:
- Bebas debu
- Mengurangi risiko benturan
- Tampil lebih estetis
- Lingkungan stabil (tidak lembap, tidak bergetar)
Kesimpulan
Menyimpan piring memang terlihat sepele, tetapi teknik yang benar sangat berpengaruh pada umur piring. Dengan memisahkan material, mengatur tumpukan, memakai rak yang tepat, hingga menjaga piring tetap kering, Anda bisa membuat piring lebih awet, tidak mudah retak, dan tetap terlihat baru meski dipakai setiap hari.
Tips Mencegah Jamur pada Piring yang Jarang Dipakai.
Piring yang jarang digunakan sering kali lebih rentan terkena jamur, terutama jika disimpan di tempat lembap atau tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Jamur biasanya muncul sebagai bercak putih, abu-abu, atau bahkan hitam di permukaan piring, terutama pada bagian dasar atau pinggirannya. Selain mengganggu penampilan, jamur juga dapat mengeluarkan bau apek dan membuat piring tidak higienis untuk dipakai.
Agar piring koleksi, piring cadangan, atau piring khusus acara tetap bersih, berikut beberapa tips efektif untuk mencegah jamur.
1. Pastikan Piring Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan
Penyebab utama piring berjamur adalah kelembapan. Setelah dicuci, biarkan piring mengering sempurna di rak pengering.
Pastikan:
- Tidak ada air menetes di bagian bawah piring
- Kain lap yang digunakan tidak lembap
- Piring tidak langsung dimasukkan ke lemari setelah dibilas
Piring lembap + ruang tertutup = kondisi ideal untuk jamur tumbuh.
2. Simpan Piring di Tempat yang Tidak Lembap
Lemari dapur seringkali menjadi tempat paling lembap di rumah, apalagi jika letaknya dekat dengan sink atau kompor.
Solusinya:
- Pilih lemari dengan ventilasi udara
- Pastikan rak tidak berada dekat pipa air yang sering lembap
- Gunakan rak yang sedikit terbuka agar aliran udara lebih baik
Udara yang mengalir mencegah penumpukan uap air dan jamur.
3. Gunakan Silica Gel atau Penyerap Kelembapan
Silica gel sangat efektif menjaga kelembapan di lemari penyimpanan.
Anda bisa menaruh:
- Silica gel kemasan kecil
- Kapur barus khusus lemari (tanpa bau menyengat)
- Penyerap kelembapan (moisture absorber)
Letakkan di sudut lemari atau rak piring.
4. Lap Rak Piring Secara Rutin
Bahkan jika piring tidak dipakai, rak tempat penyimpanan bisa lembap atau berdebu.
Lakukan pembersihan:
- Setiap 1–2 minggu
- Gunakan kain kering
- Jika berjamur, lap dengan campuran air + cuka
Rak yang bersih menjaga piring ikut terjaga.
5. Beri Alas Anti Lembap pada Rak Piring
Alas rak seperti alas anti-slip atau mat rak dapur dapat menyerap sedikit kelembapan dan mencegah piring bersentuhan langsung dengan permukaan lembap.
Pilih bahan:
- Karet
- Plastik berlubang
- Busa anti-slip
Hindari alas dari kain tebal karena bisa menahan air dan menyebabkan jamur lebih cepat muncul.
6. Jangan Menumpuk Piring Terlalu Banyak
Piring yang ditumpuk terlalu rapat akan sulit mendapatkan aliran udara, dan bagian bawahnya bisa menjadi lembap tanpa disadari.
Rekomendasi:
- Maksimal 8–10 piring per tumpukan
- Sisakan sedikit celah di antara tumpukan
- Untuk piring mahal, beri alas tipis di antaranya
Semakin rapat, semakin besar risiko jamur.
7. Keluarkan dan Angin-Anginkan Piring Secara Berkala
Meski jarang dipakai, piring tetap perlu “bernapas”.
Setiap 2–4 minggu, lakukan:
- Keluarkan piring dari lemari
- Angin-anginkan 10–20 menit
- Pastikan tidak ada tanda lembap
Cara sederhana ini sangat efektif mencegah jamur tumbuh.
8. Gunakan Lemari Kaca untuk Piring Koleksi
Jika Anda punya piring mahal, piring motif, atau koleksi khusus, lemari kaca adalah pilihan terbaik karena:
- Sirkulasi udara lebih baik dibanding lemari tertutup rapat
- Cahaya masuk membantu mencegah kelembapan berlebih
- Debu lebih sedikit
- Tampilan lebih rapi dan bersih
Jamur sulit tumbuh di ruang terang yang tidak lembap.
9. Hindari Menyimpan Piring Dekat Area Basah
Jauhkan piring dari lokasi seperti:
- Dekat wastafel
- Area yang sering terkena percikan air
- Kabinet bawah yang dekat pipa
- Lemari yang menempel pada dinding lembap
Area ini biasanya menyimpan udara lembap yang memicu jamur.
Kesimpulan
Mencegah jamur pada piring bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga cara penyimpanan, ventilasi, dan perhatian pada kelembapan. Dengan memastikan piring benar-benar kering, menyimpannya di tempat yang tidak lembap, dan merawat rak secara rutin, piring yang jarang dipakai pun akan tetap bersih dan bebas jamur.
Cara Menata Rak Piring agar Lebih Rapi dan Higienis.
Rak piring adalah salah satu bagian penting di dapur. Fungsinya bukan hanya untuk menyimpan piring, tetapi juga menjaga kebersihan dan memudahkan Anda saat mengambil atau menatanya kembali. Sayangnya, banyak orang menata rak piring hanya dengan menumpuk begitu saja, sehingga dapur terlihat berantakan dan piring lebih mudah kotor atau rusak.
Agar rak piring terlihat rapi, bersih, dan lebih higienis, berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan.
1. Pisahkan Piring Berdasarkan Jenis dan Ukuran
Menumpuk seluruh piring tanpa memisahkannya dapat membuat dapur tampak kacau. Selain itu, piring besar bisa merusak piring kecil jika diletakkan sembarangan.
Cara yang benar:
- Piring makan besar → satu kelompok
- Piring dessert atau roti → kelompok tersendiri
- Piring kecil atau tatakan gelas → pisahkan
- Piring khusus tamu → simpan terpisah
Dengan memisahkan ukuran, rak terlihat lebih rapi dan piring lebih aman.
2. Letakkan Piring yang Paling Sering Dipakai di Bagian Depan
Agar lebih praktis, tata piring harian di bagian depan atau bagian atas rak yang mudah dijangkau. Piring yang jarang digunakan, seperti piring besar untuk acara keluarga, bisa disimpan di bagian belakang atau rak yang lebih tinggi.
Ini membuat aktivitas memasak jadi lebih efisien dan mengurangi risiko piring jatuh.
3. Pastikan Piring Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan
Piring yang masih lembap akan memicu pertumbuhan bakteri dan jamur di rak. Selain itu, kelembapan dapat membuat rak besi lebih cepat berkarat.
Tips:
- Biarkan piring mengering di rak pengering sebelum dipindahkan.
- Jika ingin mengelap, pastikan kain lap benar-benar kering dan bersih.
4. Gunakan Rak Khusus dengan Lubang Drainase
Jika Anda menggunakan rak bagian luar, pilih model yang memiliki lubang untuk mengalirkan air. Dengan begitu, air tidak menggenang dan rak tetap kering.
Rak kayu tanpa ventilasi tidak disarankan untuk piring yang masih basah karena dapat memicu jamur.
5. Tambahkan Alas Rak agar Piring Tidak Gores
Beberapa rak besi atau aluminium memiliki permukaan kasar yang berisiko menggores bagian bawah piring.
Gunakan:
- Alas silikon
- Alas plastik food-grade
- Karpet anti-slip tipis
Selain mencegah goresan, alas rak juga membuat rak lebih mudah dibersihkan.
6. Jaga Jarak Antar Piring
Jangan menumpuk piring terlalu rapat. Beri sedikit ruang agar piring tidak saling bergesekan saat diambil. Ini juga membantu piring tetap kering dan bebas bau lembap.
Jika rak terlalu penuh, itu tandanya Anda butuh merapikan atau mengurangi barang di dalamnya.
7. Bersihkan Rak Piring Secara Rutin
Rak piring, meskipun jarang terlihat kotor, tetap dapat menjadi tempat menumpuknya debu, minyak dapur, dan sisa air.
Lakukan pembersihan rutin:
- Bersihkan minimal seminggu sekali
- Lap dengan campuran air hangat dan sedikit cuka untuk membunuh bakteri
- Keringkan sebelum menata piring kembali
Rak yang bersih akan menjaga piring tetap higienis.
8. Gunakan Pembagi atau Organizer Jika Rak Terlihat Sesak
Jika Anda memiliki banyak jenis piring, pembagi rak akan sangat membantu. Organizer akan memisahkan jenis piring sesuai ukuran sehingga lebih mudah diambil dan disimpan.
Anda bisa menggunakan:
- Divider plastik
- Rak bertingkat
- Penyimpanan vertical plate holder
Dengan bantuan organizer, rak tidak cepat berantakan.
Kesimpulan
Menata rak piring yang rapi dan higienis bukan hanya membuat dapur terlihat lebih enak dipandang, tetapi juga menjaga piring tetap bersih dan tahan lama. Pisahkan piring berdasarkan jenis, pastikan semuanya benar-benar kering, gunakan alas rak, dan bersihkan rak secara rutin. Cara-cara sederhana ini membuat dapur lebih terorganisasi dan nyaman digunakan setiap hari.
Cara Memisahkan Piring Harian dan Piring Tamu agar Lebih Awet.
Piring adalah salah satu perlengkapan dapur yang digunakan setiap hari. Namun, tidak semua piring dibuat untuk penggunaan yang sama. Ada piring harian yang dipakai untuk kebutuhan rutin, dan ada piring tamu yang biasanya memiliki desain lebih cantik, kualitas lebih baik, dan digunakan hanya pada momen tertentu.
Agar kedua jenis piring ini tetap awet, pemisahan dan pengelolaannya perlu dilakukan dengan benar. Berikut panduan lengkapnya.
1. Kenapa Piring Harus Dipisah Antara Harian dan Tamu?
Memisahkan piring memiliki beberapa manfaat penting:
• Menghindari kerusakan pada piring tamu yang biasanya lebih mahal
Piring tamu umumnya terbuat dari material premium seperti keramik tebal, porcelain, atau kaca dekoratif.
• Menjaga tampilan piring tamu tetap baru
Karena pemakaian harian bisa menyebabkan goresan, noda, hingga warna kusam.
• Memudahkan pengaturan dapur
Anda bisa langsung tahu mana piring yang sering dipakai dan mana yang harus tetap tersimpan rapi.
• Membuat piring harian lebih higienis
Karena jumlah piring yang dipakai sehari-hari lebih terkontrol.
2. Tentukan Piring Mana yang Masuk Kategori Harian dan Tamu
Sebelum memisahkan penyimpanannya, tentukan dulu kategorinya:
Piring Harian
Biasanya:
- Piring plastik, melamin, atau keramik sederhana
- Piring yang kuat dan tidak mudah retak
- Motif tidak terlalu dekoratif
- Mudah dicuci dan cepat kering
Piring Tamu
Biasanya:
- Piring keramik premium, porcelain, atau kaca tebal
- Memiliki motif cantik, timbul, atau warna emas
- Lebih mahal
- Tidak cocok untuk penggunaan harian
Dengan membedakan keduanya sejak awal, penyimpanan berikutnya akan lebih mudah.
3. Gunakan Rak atau Lemari Terpisah
Ini langkah paling efektif untuk menjaga keawetannya.
Untuk Piring Harian:
- Letakkan di rak terbuka dekat area cuci
- Susun pada posisi yang mudah dijangkau
- Gunakan rak dengan ventilasi agar cepat kering
Untuk Piring Tamu:
- Simpan di dalam lemari tertutup
- Hindari tempat yang terlalu lembap
- Beri alas kain lembut atau tatakan agar tidak saling bergesekan
- Jika memiliki motif emas atau hiasan, jauhkan dari tempat yang terkena sinar matahari langsung
4. Jangan Mencampur Saat Mencuci
Piring tamu sebaiknya dicuci secara terpisah.
Alasannya:
- Spons kasar yang dipakai untuk piring berminyak bisa membuat goresan
- Piring tamu biasanya tidak tahan gesekan berlebihan
- Menjaga motif dan permukaan agar tetap mulus
Jika perlu, gunakan spons lembut khusus untuk piring tamu.
5. Simpan Piring Tamu Menggunakan Sekat atau Pelindung
Agar lebih awet, Anda bisa menggunakan:
- Sekat piring (plate separator)
- Lap kain tipis di antara satu piring dan lainnya
- Busa tipis sebagai pelindung
- Tray penyimpanan khusus untuk piring mahal
Cara ini sangat efektif menghindari kerusakan saat piring ditumpuk.
6. Gunakan Piring Tamu Hanya untuk Acara Tertentu
Piring tamu idealnya digunakan pada momen:
- Kunjungan keluarga
- Arisan
- Acara formal di rumah
- Perayaan hari besar
Hindari pemakaian sehari-hari agar tidak cepat rusak atau kusam.
7. Rutin Periksa Kondisi Piring Tamu
Walaupun jarang dipakai, piring tamu tetap bisa terkena debu atau lembap dalam lemari.
Setiap 1–2 bulan:
- Lap dengan kain microfiber
- Periksa apakah ada jamur atau noda lembap
- Pastikan lemari penyimpanan tetap kering
Kesimpulan
Memisahkan piring harian dan piring tamu bukan hanya membuat dapur lebih rapi, tetapi juga menjaga keawetan piring yang bernilai lebih tinggi. Dengan penyimpanan, pencucian, dan penggunaan yang tepat, piring tamu dapat bertahan bertahun-tahun tanpa kehilangan keindahannya.
Cara Mengeringkan Piring tanpa Kain Lap agar Tetap Higienis.
Mengeringkan piring terlihat seperti hal sederhana, tetapi sebenarnya ada cara yang lebih higienis dibanding sekadar mengelap dengan kain. Banyak orang tidak menyadari bahwa kain lap dapur sering menjadi sumber bakteri, bau, bahkan jamur, apalagi jika lembap atau jarang diganti. Inilah alasan mengapa teknik mengeringkan piring tanpa kain lap semakin banyak digunakan.
Jika Anda ingin piring benar-benar kering, bebas bau, dan lebih higienis, berikut beberapa cara yang bisa diterapkan di rumah.
1. Gunakan Rak Pengering Piring (Dish Rack)
Menggunakan rak pengering adalah cara paling umum dan paling efektif.
Keuntungan:
- Piring kering secara alami
- Udara mengalir bebas
- Tidak menyisakan bau lembap
- Mengurangi risiko kontaminasi bakteri dari kain
Tips:
- Pastikan rak berada di tempat yang terkena sirkulasi udara
- Jangan menumpuk piring terlalu rapat
- Bersihkan rak minimal seminggu sekali
2. Letakkan di Area Dekat Jendela atau Ventilasi
Piring yang diletakkan di dekat jendela akan lebih cepat kering karena terkena sinar matahari dan angin.
Manfaat:
- Membantu proses penguapan air
- Sinar matahari membantu mengurangi bakteri
- Piring cepat kering tanpa perlu dilap
3. Gunakan Kipas Angin untuk Mempercepat Pengeringan
Cara ini cocok jika Anda ingin piring cepat kering tetapi tidak ingin mengelapnya.
Caranya:
- Susun piring di rak
- Nyalakan kipas dan arahkan ke rak
- Dalam beberapa menit, piring mengering sempurna
Ini sering dilakukan di dapur kecil atau di malam hari saat tidak ada cahaya matahari.
4. Gunakan Dish Rack dengan Penutup (Anti Debu)
Jika Anda khawatir debu masuk ke rak pengering, gunakan rak dengan penutup plastik transparan.
Keunggulan:
- Lebih higienis
- Bisa diletakkan di dapur mana saja
- Tidak mengganggu sirkulasi udara di dalam rak
Pastikan penutup memiliki ventilasi kecil agar udara tetap mengalir.
5. Letakkan Piring secara Tegak untuk Mempercepat Pengeringan
Cara menyusun piring sangat mempengaruhi kecepatan keringnya.
Posisi terbaik:
- Piring berdiri tegak
- Jarak antar piring tidak terlalu rapat
- Bagian bawah tidak terendam air
Susunan ini memudahkan air turun dan mengering lebih cepat.
6. Gunakan Alat Pengering Piring Berbasis Panas (Electric Dish Dryer)
Jika Anda ingin alat yang lebih modern dan higienis, electric dish dryer bisa jadi pilihan.
Kelebihan:
- Mengeringkan piring dalam hitungan menit
- Membunuh bakteri dengan panas
- Cocok untuk piring kaca, keramik, dan stainless
Namun alat ini biasanya lebih cocok untuk dapur yang cukup besar atau keluarga yang sering memasak. Silahkan cek harganya Dish Dryer.
7. Lapisan Alas Anti Air di Rak Pengering
Tambahkan alas anti air (tray) di bawah rak untuk menampung air, sehingga piring tetap terhindar dari genangan.
Manfaat:
- Air tidak menetes ke meja
- Mudah dibersihkan
- Tidak menyebabkan lembap atau bau
8. Biarkan Piring Kering Menghadap ke Bawah
Jika tidak menggunakan rak, letakkan piring menghadap ke bawah di atas talenan atau alas bersih.
Cara ini membantu air menetes keluar sepenuhnya dan piring kering lebih cepat.
Kesimpulan
Mengeringkan piring tanpa kain lap adalah cara yang jauh lebih higienis, praktis, dan aman. Cukup gunakan rak pengering, manfaatkan sirkulasi udara, atau gunakan alat pengering piring elektrik jika ingin proses lebih cepat. Dengan cara yang tepat, piring tetap bersih, tidak bau, dan bebas dari bakteri yang biasanya menempel dari kain lap lembap.
Cukup sekian dan silahkan berkunjung lagi ke Rumevo kalau Anda suka konten tentang peralatan rumah tangga.










