Cara Cerdas Mengatasi Gorden Berjamur dan Bau Apek

Gorden bukan hanya berfungsi sebagai penutup jendela, tapi juga menjadi elemen penting yang mempercantik ruangan. Sayangnya, gorden sering menjadi tempat menumpuknya debu dan lembap, sehingga mudah berjamur dan menimbulkan bau apek. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan penghuni rumah.

Karena itu, penting untuk mengatasi masalah tersebut secepat mungkin.

10 Penyebab umum Mengapa Gorden Berjamur dan Bau Apek.

Gorden yang terlihat kusam, muncul bercak hitam, dan mengeluarkan bau apek tentu membuat ruangan terasa kurang nyaman. Masalah ini sering dianggap sepele, padahal jika dibiarkan, jamur pada gorden bisa menyebar dan memengaruhi kualitas udara di dalam rumah. Untuk mencegahnya, penting bagi kita memahami apa saja penyebab gorden berjamur dan bau apek.

1. Kelembapan Udara yang Tinggi

Penyebab utama gorden berjamur adalah udara yang lembap. Jamur sangat mudah tumbuh di lingkungan dengan kelembapan tinggi, seperti saat musim hujan atau di rumah yang minim cahaya matahari. Gorden yang menyerap uap air dari udara akan menjadi tempat ideal bagi jamur untuk berkembang.

2. Sirkulasi Udara yang Buruk

Ruangan yang jarang dibuka jendelanya atau minim ventilasi membuat udara lembap terjebak di dalam. Kondisi ini menyebabkan gorden tidak pernah benar-benar kering, sehingga lama-kelamaan muncul bau apek dan jamur.

3. Gorden Jarang Dicuci

Debu, kotoran, dan partikel kecil yang menempel di gorden bisa menjadi “makanan” bagi jamur. Jika gorden jarang dicuci, kotoran ini akan menumpuk dan mempercepat pertumbuhan jamur, apalagi jika dipadukan dengan kondisi lembap.

4. Terkena Percikan Air Hujan

Jendela yang sering dibuka saat hujan atau memiliki celah bisa membuat gorden terkena percikan air. Kain yang basah lalu dibiarkan tanpa dikeringkan dengan baik akan memicu bau apek dan jamur dalam waktu singkat.

5. Posisi Dekat Area Lembap

Gorden yang terpasang dekat kamar mandi, dapur, atau area cuci lebih rentan berjamur. Uap air dari aktivitas mandi, memasak, atau mencuci akan menempel pada kain gorden dan membuatnya terus berada dalam kondisi lembap.

6. Gorden Tidak Pernah Dijemur

Meski tidak terlihat kotor, gorden yang tidak pernah dijemur tetap bisa menyimpan kelembapan. Padahal sinar matahari membantu mengurangi kadar air pada kain dan menekan pertumbuhan jamur. Tanpa paparan matahari, gorden akan lebih mudah bau apek.

7. Ruangan Kurang Terkena Sinar Matahari

Selain sirkulasi udara, kurangnya cahaya matahari di dalam ruangan juga berpengaruh. Ruangan yang gelap dan lembap menjadi lingkungan yang disukai jamur. Akibatnya, gorden di ruangan tersebut lebih cepat berjamur dibandingkan gorden di ruangan yang terang.

8. Bahan Gorden Mudah Menyerap Air

Beberapa jenis bahan seperti katun, linen, atau beludru cenderung lebih mudah menyerap kelembapan. Jika bahan ini digunakan di ruangan lembap tanpa perawatan rutin, risiko munculnya jamur dan bau apek akan lebih besar.

9. Gorden Dipasang Saat Masih Lembap

Setelah dicuci, gorden yang belum benar-benar kering lalu langsung dipasang kembali bisa menyimpan air di dalam serat kain. Inilah yang sering menjadi awal munculnya bau apek dan jamur meski gorden terlihat bersih.

10. Lingkungan Rumah yang Lembap Secara Alami

Beberapa rumah memang berada di lingkungan yang lembap, misalnya dekat sawah, sungai, atau daerah dengan curah hujan tinggi. Kondisi ini membuat udara di sekitar rumah cenderung basah dan berdampak pada perabot kain, termasuk gorden.

Penutup

Gorden berjamur dan bau apek tidak muncul begitu saja. Faktor seperti kelembapan udara, sirkulasi yang buruk, jarang dicuci, hingga jenis bahan gorden sangat memengaruhi kondisi ini. Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan sejak dini agar gorden tetap bersih, segar, dan awet digunakan.

Silahkan baca juga tentang tips memilih gorden yang bagus.


12 Cara Cerdas Mengatasi Gorden Berjamur dan Bau Apek.

Gorden yang berjamur dan berbau apek bisa membuat ruangan terasa kurang nyaman, bahkan terkesan kotor meski rumah sudah dibersihkan. Kondisi ini sering terjadi karena gorden mudah menyerap kelembapan dan jarang terkena sirkulasi udara. Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi sendiri di rumah dengan langkah-langkah yang tepat.

Gorden Berjamur

Berikut ini panduan lengkap cara mengatasi gorden berjamur dan bau apek agar kembali bersih dan segar.

1. Lepas Gorden dan Jemur di Bawah Matahari

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melepas gorden dari tempatnya, lalu menjemurnya di bawah sinar matahari langsung. Sinar matahari membantu membunuh jamur dan mengurangi bau apek secara alami. Jemur selama beberapa jam, sambil sesekali membalik bagian yang lembap.

2. Kibaskan atau Vakum Debu yang Menempel

Sebelum dicuci, kibaskan gorden atau bersihkan dengan vacuum cleaner. Tujuannya untuk menghilangkan debu, kotoran, dan spora jamur agar tidak semakin menyebar saat proses pencucian.

Silahkan lihat harganya Vacuum Cleaner di Shopee.

3. Rendam dengan Air Hangat dan Deterjen

Siapkan air hangat secukupnya, lalu campurkan deterjen. Rendam gorden selama 30–60 menit. Air hangat membantu melonggarkan jamur yang menempel di serat kain, sehingga lebih mudah dibersihkan saat dicuci.

Catatan: Untuk bahan tipis atau sensitif, gunakan air biasa agar kain tidak rusak.

Silahkan lihat Deterjen yang kami rekomendasikan.

4. Tambahkan Cuka atau Baking Soda

Untuk jamur dan bau apek yang cukup membandel, tambahkan salah satu bahan alami berikut ke air rendaman:

  • Cuka putih: membantu membunuh jamur dan bakteri penyebab bau.
  • Baking soda: efektif menyerap bau apek dan menyegarkan kain.

Gunakan sekitar setengah hingga satu gelas untuk satu ember air, lalu rendam gorden sebelum dicuci. Kalau belum punya, silahkan lihat harganya baking soda.

5. Sikat Lembut Area yang Berjamur

Jika masih terlihat noda jamur, sikat perlahan bagian tersebut dengan sikat berbulu halus. Lakukan dengan lembut agar serat kain tidak rusak, terutama pada gorden berbahan halus.

6. Cuci Hingga Bersih

Cuci gorden seperti biasa, bisa dengan tangan atau mesin cuci sesuai jenis bahannya. Pastikan semua sisa deterjen, cuka, atau baking soda benar-benar terbilas agar tidak meninggalkan bau atau membuat kain kaku.

7. Bilas dengan Air Beraroma Segar

Untuk hasil lebih segar, Anda bisa menambahkan sedikit pewangi pakaian atau beberapa tetes minyak esensial ke air bilasan terakhir. Ini membantu menghilangkan sisa bau apek yang mungkin masih tertinggal.

8. Keringkan Sampai Benar-Benar Kering

Jemur kembali gorden di tempat yang terkena matahari dan memiliki sirkulasi udara baik. Pastikan gorden benar-benar kering sebelum dipasang. Kain yang masih lembap sangat mudah ditumbuhi jamur kembali.

9. Semprot Pewangi atau Fabric Spray

Setelah kering, semprotkan pewangi khusus kain atau fabric spray agar aroma gorden lebih tahan lama. Gunakan secukupnya agar tidak meninggalkan residu.

10. Pasang Kembali Saat Sudah Segar

Jika gorden sudah kering, bersih, dan tidak berbau, barulah dipasang kembali. Ruangan pun akan terasa lebih segar dan nyaman.

11. Atasi Jamur yang Sangat Membandel

Untuk noda jamur yang sulit hilang, Anda bisa:

  • Mengulang proses perendaman dengan cuka.
  • Menggunakan pembersih jamur khusus kain sesuai petunjuk.
  • Membawa gorden ke laundry profesional agar ditangani dengan alat dan cairan khusus.

12. Pastikan Gorden Tidak Lembap Lagi

Setelah dipasang, pastikan area sekitar jendela kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika gorden kembali sering lembap, jamur dan bau apek bisa muncul lagi.

Penutup

Mengatasi masalah di atas sebenarnya tidak sulit jika dilakukan dengan langkah yang tepat. Mulai dari menjemur, merendam dengan bahan alami, mencuci hingga bersih, sampai mengeringkannya dengan sempurna. Dengan perawatan yang benar, gorden bisa kembali bersih, segar, dan membuat ruangan terasa lebih nyaman.

Silahkan baca juga tentang tips memadukan gorden dengan dinding.


Pembahasan Penting Lainnya.


Tips Memilih Bahan Gorden yang Tidak Mudah Berjamur dan Lembab.

Gorden bukan hanya berfungsi sebagai penutup jendela, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan suasana ruangan yang nyaman. Salah memilih bahan gorden bisa membuat ruangan terlihat kusam, bahkan memicu masalah seperti gorden lembap, berbau apek, dan berjamur. Karena itu, penting untuk mengetahui tips memilih bahan gorden yang tepat agar tetap kering, bersih, dan awet digunakan dalam jangka panjang.

Mengapa Bahan Gorden Berpengaruh pada Kelembapan?

Setiap bahan kain memiliki kemampuan berbeda dalam menyerap dan melepaskan kelembapan. Ada bahan yang cepat menyerap air dan lama kering, sehingga mudah ditumbuhi jamur. Ada juga bahan yang lebih “bernapas” dan cepat kering, sehingga lebih aman digunakan di ruangan yang cenderung lembap. Inilah alasan utama mengapa pemilihan bahan gorden tidak boleh asal.

Ciri Bahan Gorden yang Tidak Mudah Lembap dan Berjamur

Sebelum membeli, perhatikan beberapa ciri berikut:

  • Tidak terlalu tebal dan padat, sehingga udara bisa mengalir.
  • Cepat kering saat terkena air atau setelah dicuci.
  • Tidak menyerap air berlebihan.
  • Mudah dicuci dan dirawat.
  • Memiliki serat yang rapat tapi tetap ringan.

Bahan dengan ciri-ciri ini biasanya lebih tahan terhadap jamur.

Jenis Bahan Gorden yang Disarankan

Berikut beberapa bahan gorden yang relatif tidak mudah lembap dan berjamur:

1. Polyester

Polyester adalah salah satu bahan gorden paling populer. Bahan ini:

  • Tidak mudah menyerap air.
  • Cepat kering setelah dicuci.
  • Tidak mudah kusut dan awet.
  • Harganya relatif terjangkau.

Karena sifatnya yang tahan lembap, polyester sangat cocok untuk ruang tamu, kamar tidur, bahkan dapur.

2. Katun Campuran (Cotton Blend)

Katun murni memang nyaman, tetapi cukup mudah menyerap air. Namun, katun campuran dengan polyester biasanya lebih tahan lembap, tetap adem, dan tampilannya natural. Cocok untuk Anda yang ingin kesan hangat tanpa risiko lembap berlebihan.

3. Voile atau Sheer

Bahan tipis seperti voile atau sheer memungkinkan cahaya dan udara masuk dengan baik. Sirkulasi udara yang lancar membuat gorden jenis ini tidak mudah lembap. Meski begitu, biasanya perlu dipadukan dengan gorden utama jika ingin menahan cahaya.

4. Linen Campuran

Linen memberikan kesan elegan dan alami. Linen murni cukup mudah kusut dan menyerap air, tetapi linen campuran lebih praktis dan cepat kering, sehingga lebih aman dari jamur.

5. Bahan Blackout Berkualitas

Gorden blackout yang bagus biasanya memiliki lapisan anti air atau teknologi tertentu sehingga tidak mudah lembap. Pilih blackout yang tetap memiliki pori udara dan tidak terlalu berat agar tidak menahan kelembapan di lipatan kain.

Bahan yang Sebaiknya Dihindari di Ruangan Lembap

Beberapa bahan berikut sebaiknya dihindari untuk area yang lembap:

  • Beludru (velvet): tebal, berat, dan lama kering.
  • Katun murni tebal: menyerap air dan mudah bau apek.
  • Sutra (silk): sensitif terhadap air dan sulit dirawat.
  • Wol: mudah menyimpan lembap dan bau.

Bahan-bahan ini lebih cocok untuk ruangan kering dengan AC dan sirkulasi udara baik.

Sesuaikan dengan Kondisi Ruangan

Saat memilih bahan gorden, perhatikan juga lokasi pemasangannya:

  • Ruang tamu: pilih polyester, katun campuran, atau sheer.
  • Kamar tidur: blackout berkualitas dengan lapisan tahan lembap.
  • Dapur: bahan tipis dan mudah dicuci seperti polyester.
  • Kamar mandi atau dekat area basah: sheer sintetis atau polyester yang cepat kering.

Menyesuaikan bahan dengan kondisi ruangan membantu mencegah gorden cepat lembap.

Perhatikan Warna dan Motif

Warna terang memang cantik, tetapi noda jamur lebih mudah terlihat. Warna netral atau motif halus bisa membantu menyamarkan noda ringan. Meski begitu, yang terpenting tetap perawatannya, bukan hanya warna.

Tips Tambahan Saat Membeli Gorden

Agar tidak salah pilih, perhatikan hal berikut:

  • Raba kainnya: jika terasa terlalu tebal dan berat, kemungkinan lama kering.
  • Tanyakan cara perawatan: pilih yang bisa dicuci sendiri di rumah.
  • Cek label bahan: hindari bahan yang butuh dry clean jika ruangan lembap.
  • Pilih gorden yang mudah dilepas-pasang agar praktis saat dicuci.
Perawatan Tetap Kunci Utama

Meski sudah memilih bahan terbaik, tanpa perawatan yang tepat gorden tetap bisa berjamur. Pastikan:

  • Gorden dicuci secara rutin.
  • Ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik.
  • Sesekali gorden dijemur di bawah matahari.
  • Jendela tidak bocor dan area sekitar tetap kering.
Penutup

Memilih bahan gorden yang tidak mudah lembap dan berjamur adalah langkah awal untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah. Dengan memilih bahan seperti polyester, katun campuran, atau sheer, serta menghindari kain yang terlalu tebal dan berat, Anda bisa meminimalkan risiko bau apek dan jamur. Ditambah perawatan rutin, gorden akan lebih awet dan ruangan pun terasa lebih segar.


Manfaat Sinar Matahari untuk Menjaga Gorden Tetap Kering dan Bebas Bau.

Gorden sering kali menjadi bagian rumah yang jarang diperhatikan perawatannya. Padahal, kain gorden mudah menyerap debu dan kelembapan dari udara sekitar. Jika dibiarkan, gorden bisa menjadi lembap, berbau apek, bahkan ditumbuhi jamur. Salah satu cara paling sederhana dan alami untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkan sinar matahari. Selain gratis, cara ini juga efektif menjaga gorden tetap kering dan segar.

Sinar matahari mengandung panas dan sinar ultraviolet (UV) yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur alami. Inilah sebabnya menjemur gorden di bawah matahari bisa membantu mengurangi kelembapan sekaligus membunuh mikroorganisme penyebab bau.

Manfaat Sinar Matahari untuk Gorden

1. Mengeringkan Kain Secara Maksimal

Manfaat utama sinar matahari adalah membantu mengeringkan gorden dengan sempurna. Kain yang benar-benar kering tidak memberi ruang bagi jamur untuk tumbuh, sehingga gorden lebih awet dan tidak mudah bau.

2. Menghilangkan Bau Apek Secara Alami

Panas matahari membantu menguapkan sisa air dan partikel penyebab bau di dalam serat kain. Setelah dijemur, gorden biasanya terasa lebih segar meski tanpa tambahan pewangi.

3. Membantu Membunuh Jamur dan Bakteri

Paparan sinar UV mampu menekan pertumbuhan jamur dan bakteri pada kain. Meski tidak sekuat disinfektan khusus, sinar matahari cukup efektif sebagai perawatan rutin.

4. Mengurangi Kebutuhan Pewangi dan Bahan Kimia

Dengan rutin menjemur gorden, Anda tidak perlu sering menggunakan pewangi atau cairan kimia untuk mengatasi bau. Ini lebih aman bagi kesehatan dan ramah untuk kain.

5. Menjaga Kualitas dan Umur Pakai Gorden

Gorden yang kering dan bersih cenderung lebih awet. Kelembapan berlebih bisa membuat serat kain cepat rusak, rapuh, atau berubah warna.

Waktu Terbaik Menjemur Gorden

Waktu ideal menjemur gorden adalah:

  • Pagi hingga menjelang siang (sekitar pukul 08.00–11.00), saat matahari cukup hangat tapi belum terlalu terik.
  • Hindari menjemur terlalu lama di siang hari yang sangat panas karena bisa membuat warna gorden cepat pudar, terutama untuk warna gelap.

Cara Menjemur Gorden yang Benar

Agar manfaat sinar matahari bisa maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Cuci atau bilas dulu gorden sebelum dijemur agar debu dan kotoran hilang.
  • Bentangkan gorden dengan rapi agar semua bagian terkena sinar matahari.
  • Jangan melipat saat menjemur karena bagian dalam bisa tetap lembap.
  • Jika memungkinkan, balik sisi gorden setelah beberapa waktu.
  • Pastikan gorden benar-benar kering sebelum dipasang kembali.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu diingat:

  • Paparan matahari berlebihan bisa membuat warna gorden memudar.
  • Untuk bahan tertentu seperti sutra atau blackout, sebaiknya dijemur di tempat teduh tapi tetap berangin.
  • Selalu cek label perawatan pada gorden agar tidak salah perlakuan.

Seberapa Sering Gorden Perlu Dijemur?

Idealnya, gorden bisa dijemur:

  • Setiap selesai dicuci.
  • Atau 1–2 bulan sekali meski tidak dicuci, terutama jika rumah terasa lembap atau di musim hujan.

Kebiasaan sederhana ini sudah cukup membantu mencegah bau apek.

Penutup

Sinar matahari adalah solusi alami yang efektif untuk menjaga gorden tetap kering dan bebas bau. Dengan menjemur gorden secara rutin dan benar, Anda bisa mencegah jamur, mengurangi bau apek, sekaligus memperpanjang usia pakai gorden. Selain membuat gorden lebih segar, ruangan pun terasa lebih nyaman untuk seluruh penghuni rumah.


Pengaruh Sirkulasi Udara Ruangan terhadap Gorden.

Gorden sering kali dianggap hanya sebagai pelengkap dekorasi ruangan. Padahal, kondisi gorden sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya, terutama sirkulasi udara dalam ruangan. Sirkulasi udara yang baik bukan hanya membuat rumah terasa lebih segar, tetapi juga berperan besar dalam menjaga gorden tetap kering, bersih, dan bebas dari jamur serta bau apek.

Apa sih maksudnya?

Sirkulasi udara adalah proses keluar-masuknya udara di dalam ruangan, baik secara alami melalui jendela dan ventilasi, maupun dengan bantuan alat seperti kipas dan AC. Tujuannya untuk mengganti udara kotor dan lembap dengan udara yang lebih segar. Jika sirkulasi berjalan lancar, kelembapan bisa terkontrol dan kualitas udara di dalam rumah menjadi lebih baik.

Mengapa Sirkulasi Udara Penting untuk Gorden?

Gorden berada tepat di dekat jendela, area yang sering terkena perubahan suhu dan kelembapan. Tanpa sirkulasi udara yang baik, udara lembap akan terjebak di sekitar gorden. Kondisi inilah yang membuat kain gorden mudah:

  • Menjadi lembap dan sulit kering.
  • Menyerap bau tidak sedap dari dalam ruangan.
  • Ditumbuhi jamur dan bakteri.
  • Terlihat kusam dan cepat rusak.

Dengan sirkulasi udara yang baik, gorden akan lebih cepat kering dan tidak mudah menyimpan bau.

Dampak Sirkulasi Udara yang Buruk pada Gorden

Jika ruangan jarang dibuka dan udara tidak mengalir dengan baik, beberapa masalah berikut bisa muncul:

1. Gorden Mudah Berjamur

Udara lembap adalah kondisi ideal bagi jamur untuk tumbuh. Spora jamur yang menempel pada kain akan berkembang lebih cepat jika gorden terus berada dalam kondisi lembap.

2. Muncul Bau Apek

Bau apek biasanya berasal dari kelembapan yang terperangkap lama di serat kain. Tanpa aliran udara segar, bau ini akan semakin kuat dan sulit hilang.

3. Kain Cepat Kusam dan Rapuh

Kurangnya udara segar membuat gorden sulit kering sempurna setelah terkena uap air atau percikan hujan. Lama-kelamaan, serat kain bisa melemah dan warna tampak kusam.

4. Debu dan Kotoran Menumpuk

Udara yang tidak bergerak membuat debu lebih mudah mengendap di permukaan gorden. Ini membuat gorden tampak kotor dan bisa memicu alergi.

Ciri-Ciri Ruangan dengan Sirkulasi Udara Kurang Baik

Anda bisa mengenalinya dari beberapa tanda berikut:

  • Ruangan terasa pengap meski tidak banyak aktivitas.
  • Udara terasa lembap dan dingin tidak nyaman.
  • Sering muncul bau apek di sudut ruangan.
  • Dinding atau sudut jendela tampak berembun atau berjamur.
  • Gorden terasa lembap saat disentuh.

Jika tanda-tanda ini ada, kemungkinan besar sirkulasi udara di ruangan perlu diperbaiki.

Cara Menjaga Sirkulasi Udara agar Gorden Tetap Terawat

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

1. Rutin Membuka Jendela

Buka jendela setiap pagi agar udara segar masuk dan udara lembap keluar. Minimal 15–30 menit sudah cukup membantu memperbaiki aliran udara.

2. Manfaatkan Ventilasi Silang

Jika memungkinkan, buka dua jendela atau pintu yang saling berhadapan agar udara bisa mengalir lebih lancar dari satu sisi ke sisi lain.

3. Gunakan Kipas atau Exhaust Fan

Kipas angin membantu menggerakkan udara, sementara exhaust fan efektif membuang udara lembap, terutama di ruang dekat dapur atau kamar mandi.

4. Atur Penggunaan AC

AC memang membuat ruangan sejuk, tetapi jika ruangan selalu tertutup, udara bisa menjadi kering di satu sisi namun lembap di sudut lain. Sesekali matikan AC dan buka jendela agar terjadi pertukaran udara.

5. Jaga Jarak Gorden dari Dinding

Pastikan gorden tidak menempel rapat ke dinding atau kaca. Beri sedikit jarak agar udara bisa mengalir di belakang kain.

6. Jemur Gorden Secara Berkala

Meski belum dicuci, menjemur gorden di bawah matahari setiap beberapa minggu sekali bisa membantu menghilangkan kelembapan dan bau.

7. Gunakan Dehumidifier

Untuk rumah di area yang cenderung lembap, dehumidifier sangat membantu menurunkan kadar kelembapan udara, sehingga gorden tetap kering.

Hubungan Sirkulasi Udara, Gorden, dan Kesehatan

Gorden yang lembap dan berjamur tidak hanya merusak tampilan ruangan, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan. Jamur dan debu pada gorden dapat memicu:

  • Alergi dan bersin-bersin.
  • Batuk atau gangguan pernapasan.
  • Iritasi mata dan kulit.

Dengan sirkulasi udara yang baik, risiko ini bisa diminimalkan karena udara lebih bersih dan gorden tidak menjadi sarang kuman.

Penutup

Sirkulasi udara ruangan ternyata punya pengaruh besar terhadap kondisi gorden. Aliran udara yang baik membantu menjaga gorden tetap kering, segar, dan bebas dari jamur serta bau apek. Dengan kebiasaan sederhana seperti rutin membuka jendela, menjaga ventilasi, dan menjemur gorden, Anda bisa memperpanjang usia gorden sekaligus menciptakan ruangan yang lebih sehat dan nyaman.

Silahkan baca juga tips menambahkan sirkulasi udara di ruang tamu.


Kesalahan Umum Saat Merawat Gorden yang Membuat Jamur Mudah Muncul.

Banyak orang mengeluh gorden cepat berjamur dan berbau apek, padahal sudah dibersihkan. Tanpa disadari, hal ini sering terjadi karena kesalahan dalam perawatan sehari-hari. Jika dibiarkan, jamur bisa merusak kain dan mengganggu kesehatan.

Agar tidak terulang, yuk kenali kesalahan umum saat merawat gorden yang justru membuat jamur mudah muncul.

1. Terlalu Jarang Mencuci Gorden

Kesalahan paling umum adalah menunggu gorden terlihat sangat kotor baru dicuci. Padahal, debu dan kelembapan bisa menumpuk tanpa terlihat jelas. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh.

Idealnya, gorden dicuci setiap 3–6 bulan sekali, atau lebih sering jika rumah berada di area lembap atau dekat jalan berdebu.

2. Menggantung Gorden dalam Keadaan Masih Lembap

Banyak orang terburu-buru memasang kembali gorden padahal belum benar-benar kering. Kain yang masih lembap adalah penyebab utama jamur dan bau apek.

Pastikan gorden kering sempurna sebelum dipasang, meski harus menunggu lebih lama.

3. Menjemur di Tempat Kurang Terkena Matahari

Menjemur gorden di tempat teduh memang mencegah warna cepat pudar, tetapi jika terlalu lembap dan minim sinar matahari, jamur bisa tetap bertahan. Sebaiknya jemur di area yang cukup terkena sinar matahari dan angin, lalu pindahkan ke tempat teduh jika perlu.

4. Salah Memilih Deterjen atau Pewangi

Menggunakan deterjen terlalu banyak atau pewangi berlebihan justru bisa meninggalkan residu di serat kain. Residu ini membuat kain terasa lembap lebih lama dan memicu bau apek.

Gunakan deterjen secukupnya dan bilas hingga benar-benar bersih.

5. Tidak Membersihkan Debu Sebelum Mencuci

Langsung mencuci tanpa mengibaskan atau menyedot debu terlebih dahulu bisa membuat debu menumpuk di air cucian dan menempel kembali ke kain. Ini membuat gorden tidak benar-benar bersih dan jadi mudah lembap.

Biasakan mengibaskan atau mem-vakum gorden sebelum dicuci.

6. Jarang Membuka Jendela dan Ventilasi

Perawatan gorden bukan hanya soal mencuci, tapi juga kondisi ruangan. Ruangan yang pengap dan jarang mendapat udara segar membuat gorden selalu berada di lingkungan lembap.

Biasakan membuka jendela setiap pagi agar sirkulasi udara lancar.

7. Mengabaikan Kebocoran di Sekitar Jendela

Air hujan yang merembes dari celah jendela sering tidak disadari, tapi membuat bagian bawah gorden sering basah. Jika dibiarkan, jamur akan cepat tumbuh di area tersebut. Segera perbaiki kebocoran dan pastikan area sekitar jendela tetap kering.

8. Menyimpan Gorden dalam Kondisi Lembap

Saat gorden tidak dipakai dan disimpan di lemari, banyak yang lupa memastikan kain benar-benar kering. Menyimpan gorden yang masih lembap akan membuat jamur tumbuh selama disimpan. Simpan gorden dalam kondisi bersih, kering, dan diberi silica gel atau pengharum kering.

9. Tidak Menyesuaikan Cara Cuci dengan Jenis Bahan

Setiap bahan gorden punya karakter berbeda. Salah cara mencuci, misalnya terlalu lama direndam atau diperas kuat, bisa membuat kain rusak dan menahan air lebih lama, sehingga mudah berjamur.
Selalu cek label bahan dan sesuaikan metode pencuciannya.

10. Menganggap Bau Apek sebagai Hal Biasa

Bau apek sering dianggap sepele dan dibiarkan. Padahal, itu adalah tanda awal jamur mulai berkembang. Jika segera ditangani, jamur bisa dicegah sebelum menyebar luas.

Begitu tercium bau tidak sedap, segera lepas dan keringkan atau cuci gorden.

Dampak Jika Kesalahan Ini Terus Dilakukan

Jika perawatan yang keliru terus terjadi, akibatnya:

  • Gorden cepat rusak dan warnanya kusam.
  • Jamur sulit dihilangkan dan meninggalkan noda.
  • Ruangan jadi bau dan tidak nyaman.
  • Bisa memicu alergi atau gangguan pernapasan.
Penutup

Merawat gorden sebenarnya tidak sulit, tetapi perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Menghindari kesalahan-kesalahan umum seperti menggantung gorden saat masih lembap, jarang mencuci, dan membiarkan ruangan pengap bisa sangat membantu mencegah jamur muncul. Dengan perawatan yang benar, gorden akan lebih awet, bersih, dan ruangan pun terasa lebih sehat serta nyaman.


Cukup sekian dan semoga bermanfaat. Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top