Cara Terbaik Mengatur Ventilasi Dapur agar Tidak Panas dan Berasap

Ventilasi yang baik sangat berpengaruh pada kenyamanan saat beraktivitas. Tanpa aliran udara yang lancar, panas dari kompor dan uap masakan bisa membuat ruangan dapur terasa pengap, lembap, bahkan memicu bau yang menempel di seluruh rumah. Sirkulasi udara yang tidak memadai juga membuat asap mudah berkumpul dan mengganggu pandangan saat memasak.

Dan agar dapur tetap sejuk dan bebas asap, dibutuhkan pengaturan ventilasi yang tepat. Bukaan udara, posisi kompor, hingga penggunaan peralatan pendukung menjadi bagian penting dalam menciptakan ruangan yang lebih sehat dan nyaman. Dengan pengaturan yang optimal, dapur tidak hanya terasa lebih segar, tetapi juga lebih aman dan efisien untuk digunakan setiap hari.

Ventilasi dapur

9 Cara Terbaik Mengatur Ventilasi Dapur agar Tidak Panas dan Berasap.

1. Gunakan Exhaust Fan atau Cooker Hood. 

Menggunakan exhaust fan atau cooker hood adalah cara paling efektif untuk mengurangi asap, panas, dan bau masakan di dapur. Kedua alat ini bekerja dengan cara mengalirkan udara kotor keluar dan menggantinya dengan udara yang lebih segar.


1. Exhaust Fan: Solusi Sederhana yang Efektif

Exhaust fan biasanya dipasang pada dinding atau jendela dapur.

Kelebihan:
  • Harga lebih terjangkau
  • Mudah dipasang
  • Mengalirkan udara panas dan asap langsung keluar
  • Tidak membutuhkan ruang besar
Cara Kerja:

Exhaust fan menarik udara kotor di dalam dapur, lalu mendorongnya keluar melalui dinding atau jendela. Alat ini cocok untuk dapur kecil atau rumah sederhana yang membutuhkan sirkulasi cepat.

Tips Memilih:
  • Pilih ukuran kipas yang sesuai luas dapur
  • Pastikan daya hisap cukup kuat, terutama untuk dapur yang sering digunakan memasak berat
  • Pasang sedikit lebih tinggi agar lebih optimal menyedot panas

2. Cooker Hood: Penyedot Asap yang Lebih Maksimal

Cooker hood dipasang tepat di atas kompor dan menjadi pilihan terbaik untuk dapur modern.

Kelebihan:
  • Menyedot asap langsung dari sumbernya
  • Lebih efektif mengurangi bau masakan
  • Tersedia dalam berbagai model: slim hood, chimney hood, island hood
  • Tampilannya modern dan rapi
Jenis Cooker Hood:
  1. Ducting (mengalirkan udara keluar rumah)
    – Efektivitas tinggi, ideal untuk dapur yang sering digunakan.
  2. Non-ducting / Recycle (menyaring lalu mengembalikan udara)
    – Cocok jika tidak bisa membuat jalur pipa keluar.
Tips Memilih:
  • Pilih kapasitas hisap (m³/h) sesuai frekuensi memasak
  • Sesuaikan ukuran dengan lebar kompor (biasanya 60–90 cm)
  • Pastikan ada filter karbon atau aluminium untuk lebih higienis

Lebih lengkap silahkan baca tips memilih cooker hood.


Perbandingan Singkat Exhaust Fan vs Cooker Hood

Fitur Exhaust Fan Cooker Hood
Efektivitas Sedot Asap Sedang Sangat Tinggi
Harga Lebih murah Lebih mahal
Perawatan Mudah Perlu ganti filter
Instalasi Sederhana Lebih kompleks
Cocok Untuk Dapur kecil – sederhana Dapur modern – intens memasak

Mana yang Harus Dipilih?

Jika memungkinkan, penggunaan keduanya sekaligus dapat memberikan sirkulasi udara yang jauh lebih optimal.


2. Pastikan Dapur Memiliki Jendela yang Cukup Besar. 

Memiliki jendela yang cukup besar di area dapur adalah salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik. Dapur merupakan ruangan yang menghasilkan panas, uap, asap, dan aroma kuat saat memasak. Tanpa jendela yang memadai, semua itu dapat terperangkap di dalam ruangan dan membuat dapur terasa pengap, panas, serta menimbulkan bau yang sulit hilang.

Berikut beberapa manfaat dan hal penting yang perlu diperhatikan terkait ukuran jendela dapur:


1. Membantu Pertukaran Udara Secara Alami

Jendela besar memungkinkan udara segar masuk dan udara panas keluar dengan cepat. Sirkulasi alami ini dapat mengurangi penggunaan kipas atau exhaust fan, terutama saat memasak dengan intensitas ringan.

Dengan aliran udara yang lancar, dapur akan terasa lebih sejuk dan tidak lembap.


2. Mengurangi Asap dan Bau Masakan

Asap dari penggorengan, uap air, dan aroma masakan dapat langsung keluar melalui jendela yang terbuka.
Semakin besar permukaan bukaan jendela, semakin cepat bau-bau tersebut hilang dari ruangan.

Ini juga membantu mencegah bau masakan menyebar ke ruang lain di rumah.


3. Memberikan Pencahayaan Alami

Jendela berukuran besar dapat membawa cahaya matahari masuk, sehingga membuat dapur lebih terang tanpa perlu menyalakan lampu pada siang hari.

Manfaatnya:

  • Menghemat listrik
  • Dapur terlihat lebih luas
  • Menambah kenyamanan saat memasak

Pencahayaan alami juga membantu menjaga dapur bebas lembap dan jamur.


4. Memperbaiki Sirkulasi dengan Cross Ventilation

Jika memungkinkan, buat jendela pada dua sisi ruangan (saling berhadapan atau sejajar). Ini akan menciptakan cross ventilation, yaitu aliran udara silang yang sangat efektif dalam menjaga suhu dapur tetap stabil.

Udara panas akan terdorong keluar dengan cepat, digantikan dengan udara segar dari jendela lainnya.


5. Pilihan Model Jendela yang Tepat

Agar jendela bekerja maksimal, pilih model yang dapat terbuka lebar dan mudah dibersihkan.

Beberapa model yang cocok untuk dapur:

  • Jendela geser (sliding window)
  • Jendela casement (engsel samping)
  • Jendela awning (bukanya ke luar)
  • Jendela jalusi (bukaan banyak, udara masuk lebih lancar)

Hindari jendela yang terlalu kecil atau hanya bisa terbuka sedikit, karena tidak cukup untuk melepas panas dapur.


6. Letakkan Jendela di Area yang Strategis

Posisi ideal jendela dapur adalah:

  • Dekat kompor untuk mengalirkan asap lebih cepat
  • Di atas bak cuci piring agar area tidak lembap
  • Di sisi yang mendapat angin paling sering

Penempatan yang tepat mampu memaksimalkan fungsinya dalam sirkulasi udara dan pencahayaan.


7. Perhatikan Keamanan dan Kebersihan

Karena dapur sering kotor dan berminyak, pilih material jendela yang mudah dibersihkan seperti:

  • Aluminium
  • UPVC
  • Kaca tempered

Selain itu, gunakan kasa nyamuk untuk mencegah serangga masuk saat jendela dibuka.


Jendela besar adalah elemen penting dalam desain dapur yang sehat dan nyaman. Selain mengurangi panas dan asap, jendela juga memberikan cahaya alami, menjaga dapur lebih kering, serta membantu udara bersirkulasi dengan baik. Jika dapur Anda terasa pengap, menambahkan atau memperbesar jendela bisa menjadi solusi praktis yang sangat efektif.


3. Gunakan Ventilasi Atas (Roof Ventilation). 

Ventilasi atas atau roof ventilation adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi panas berlebih dan menyingkirkan asap di dapur. Karena udara panas secara alami bergerak ke atas, bukaan di bagian atas ruangan akan membantu mengeluarkan udara panas dan menggantinya dengan udara yang lebih segar.


Mengapa Ventilasi Atas Penting?

Dapur menghasilkan panas dari kompor, oven, hingga uap masakan. Jika panas ini terperangkap di dalam ruangan, dapur akan menjadi:

  • lebih panas dan tidak nyaman,
  • mudah berasap,
  • lembap dan berbau,
  • membuat plafon cepat kotor.

Ventilasi atas bekerja secara alami, tanpa listrik, untuk membantu membuang panas dan asap yang naik ke bagian langit-langit.


Jenis-Jenis Ventilasi Atas yang Bisa Dipasang.

Ada beberapa pilihan ventilasi yang umum digunakan pada dapur:

a. Lubang Angin di Atas Dinding

Biasanya berupa jalusi atau kisi-kisi kecil yang dipasang di area mendekati plafon.
Fungsinya untuk membiarkan udara panas keluar dengan mudah.

b. Roof Vent (Turbine Ventilator)

Ventilasi berbentuk kipas yang berputar oleh angin.
Keunggulannya:

  • tidak memakai listrik,
  • mampu menghisap udara panas dari plafon,
  • cocok untuk dapur yang sering panas.
c. Skylight Ventilated

Skylight yang dilengkapi bukaan kecil khusus untuk mengeluarkan udara panas.
Selain ventilasi, skylight juga memberi cahaya alami.

d. Ventilation Tile (Genteng Berventilasi)

Genteng khusus yang memiliki lubang udara. Ini membantu panas di bawah atap tidak menumpuk dan otomatis mengurangi panas ruangan.


Letak Pemasangan yang Paling Ideal

Agar ventilasi atas bekerja maksimal, pasang di lokasi berikut:

  • Tepat di atas area memasak, karena di sinilah panas paling banyak terkumpul.
  • Dekat langit-langit, minimal 20–30 cm sebelum plafon.
  • Pada area yang memiliki aliran angin, misalnya sisi rumah yang tidak tertutup bangunan lain.

Semakin tinggi posisi ventilasi, semakin cepat udara panas keluar dari dapur.


Kombinasikan dengan Ventilasi Samping

Ventilasi atas akan bekerja lebih baik jika ada ventilasi samping atau jendela sebagai saluran masuk udara segar.
Aliran udara yang masuk dari samping akan mendorong udara panas ke atas dan keluar melalui roof vent.


Manfaat Menggunakan Ventilasi Atas

  • Dapur terasa lebih sejuk
  • Mengurangi asap dan uap masakan
  • Mencegah plafon menguning akibat panas
  • Mengurangi kelembapan berlebih
  • Menghemat listrik karena bekerja secara alami

Ventilasi atas adalah solusi sederhana namun sangat efektif untuk dapur yang sering panas dan berasap. Dengan memilih jenis ventilasi yang tepat dan menempatkannya di posisi ideal, sirkulasi udara di dapur Anda akan jauh lebih baik tanpa memerlukan banyak perawatan atau konsumsi listrik.

Silahkan baca juga tentang menata peralatan dapur yang baik.


4. Atur Posisi Kompor dan Peralatan Panas. 

Penataan posisi kompor dan peralatan panas di dapur berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan sirkulasi udara. Jika penempatannya kurang tepat, dapur bisa menjadi lebih panas, lembap, bahkan membuat asap lebih sulit keluar.

Berikut cara mengaturnya agar dapur tetap nyaman dan udara mengalir dengan baik.

1. Jangan Letakkan Kompor di Sudut yang Tertutup

Kompor yang ditempatkan di sudut sempit membuat panas terjebak di area tersebut. Akibatnya, dapur terasa semakin panas dan asap sulit keluar.

Idealnya, kompor diletakkan di area terbuka atau di tengah layout meja dapur (countertop), sehingga udara bisa mengalir bebas di sekitarnya.


2. Posisikan Kompor di Bawah Cooker Hood

Jika Anda menggunakan cooker hood, pastikan posisinya tepat di atas kompor.
Jarak ideal antara kompor dan cooker hood biasanya:

  • 65–75 cm untuk kompor gas
  • 75–85 cm untuk kompor listrik atau induksi

Dengan posisi yang tepat, asap langsung tersedot sebelum menyebar ke seluruh dapur.


3. Beri Ruang di Kiri dan Kanan Kompor

Hindari meletakkan peralatan tinggi (seperti rak besar atau microwave besar) terlalu dekat dengan area kompor. Sediakan ruang minimal 30–50 cm di sisi kiri dan kanan kompor agar panas tidak terjebak dan Anda lebih leluasa saat memasak.


4. Hindari Kompor Berada Tepat di Bawah Jendela

Walaupun dekat jendela terasa menyenangkan, menaruh kompor tepat di bawahnya cukup berisiko:

  • Angin bisa memadamkan api kompor gas
  • Tirai atau gorden berpotensi tersulut api
  • Asap tidak naik ke cooker hood secara optimal

Letakkan kompor sedikit menjauh dari jendela, tetapi tetap dekat dengan aliran udara.


5. Jauhkan Kompor dari Lemari Kayu atau Barang Mudah Terbakar

Peralatan panas seperti kompor, oven, atau air fryer sebaiknya tidak terlalu dekat dengan lemari kayu, tisu, atau tempat penyimpanan bahan yang mudah terbakar.

Berikan jarak aman atau gunakan pelindung panas (heat shield) agar tidak merusak material dapur.


6. Gunakan Meja Khusus untuk Peralatan Panas

Jika Anda memakai oven portable, rice cooker, air fryer, atau microwave, letakkan di meja yang:

  • Memiliki ventilasi di belakang atau samping
  • Tidak terlalu mepet ke dinding
  • Terbuat dari material tahan panas seperti stainless steel atau keramik

Penempatan yang tepat mencegah peralatan cepat panas dan memperpanjang usia pakai.


7. Pastikan Jalur Udara Tidak Terhalang

Perhatikan area di sekitar kompor dan oven:

  • Jangan menumpuk barang
  • Jangan menutup ventilasi
  • Biarkan jalur udara bebas agar asap dan uap panas tidak menumpuk

Semakin terbuka ruang di sekitar kompor, semakin lancar sirkulasi udaranya.


8. Letakkan Kompor di Area yang Mudah Diakses

Selain soal ventilasi, keamanan juga penting. Kompor sebaiknya berada di area yang mudah dijangkau saat memasak, tetapi tidak terlalu dekat dengan pintu atau jalur lalu-lalang agar tidak tersenggol.


Pengaturan posisi kompor dan peralatan panas bukan hanya soal estetika, tetapi juga kenyamanan, keamanan, dan sirkulasi udara. Dengan menempatkan kompor di area terbuka, menyesuaikan jarak dengan cooker hood, serta menjaga area sekitar tetap rapi, dapur akan terasa lebih sejuk dan aman digunakan.

Silahkan baca juga Rekomendasi Kompor Gas Terbaik.


5. Tambahkan Kipas Angin Dinding. 

Kipas angin dinding bisa menjadi solusi tambahan untuk membantu mengalirkan udara di dapur, terutama jika dapur tidak memungkinkan dipasangi exhaust fan atau cooker hood.

Meskipun kipas angin tidak bisa menyedot asap seperti exhaust fan, fungsinya dalam mendorong udara panas keluar tetap sangat membantu. Agar bekerja efektif, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pasang di posisi yang lebih tinggi agar mampu mendorong udara panas ke arah jendela atau ventilasi.
  • Arahkan hembusan udara menuju bukaan seperti jendela atau pintu, agar asap dan bau masakan cepat keluar.
  • Gunakan mode kecepatan tinggi saat memasak untuk mempercepat aliran udara.
  • Jika memungkinkan, kombinasikan dengan jendela terbuka agar sirkulasi udara menjadi dua arah (masuk dan keluar).

Kipas angin dinding juga lebih aman digunakan di dapur dibanding kipas angin berdiri karena tidak memakan tempat, tidak mudah terkena percikan minyak, dan tidak mengganggu aktivitas memasak.

Silahkan lihat beberapa koleksi kipas angin di Shopee.


6. Gunakan Material Dapur yang Tidak Menyerap Panas. 

Pemilihan material untuk dapur tidak hanya harus kuat dan mudah dibersihkan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kemampuan material dalam menyerap atau memantulkan panas. Jika material dapur terlalu mudah menyerap panas, ruangan akan menjadi lebih gerah dan tidak nyaman saat memasak. Karena itu, penting memilih material yang membantu menjaga dapur tetap sejuk dan aman.

Berikut adalah beberapa material dapur yang tidak menyerap panas dan sangat cocok digunakan.


1. Keramik (Tile)

Keramik merupakan salah satu material paling sering digunakan di dapur, terutama untuk lantai dan backsplash.

Keunggulan:

  • Tidak menyerap panas
  • Tidak mudah terbakar
  • Mudah dibersihkan dari minyak dan noda
  • Tahan lama

Keramik juga hadir dalam berbagai motif, sehingga mudah menyesuaikan desain dapur apa pun. Silahkan baca juga tentang motif keramik dapur yang direkomendasikan.


2. Stainless Steel

Material ini umum dipakai di dapur profesional karena sangat tahan panas.

Keunggulan:

  • Memantulkan panas, bukan menyerapnya
  • Anti karat
  • Higienis dan mudah dibersihkan
  • Tahan lama meski terkena panas dari kompor

Biasanya digunakan untuk top table, kitchen sink, hingga peralatan memasak.


3. Aluminium

Aluminium juga menjadi opsi yang tidak menyerap panas dan cocok untuk kabinet atau rak dapur.

Keunggulan:

  • Ringan namun kuat
  • Tahan panas dan lembap
  • Tidak mudah terbakar
  • Tidak menyerap panas secara berlebihan

Material ini sering dipilih untuk dapur basah karena tahan air.


4. Granit

Granit memiliki tampilan mewah dan termasuk material yang stabil terhadap suhu panas.

Keunggulan:

  • Tahan panas tinggi
  • Tidak mudah retak
  • Tidak menyerap panas berlebihan
  • Estetis dan elegan

Cocok untuk tabletop, terutama jika dapur digunakan untuk aktivitas memasak yang intens.


5. Marmer

Meski sedikit lebih sensitif terhadap noda, marmer termasuk material yang tidak cepat panas.

Keunggulan:

  • Tetap dingin meski berada di area panas
  • Memberi tampilan mewah
  • Nyaman untuk dapur dengan aktivitas baking

Namun perlu perawatan ekstra karena lebih mudah tergores atau menyerap cairan jika tidak dilapisi sealant.


6. Glass Tempered (Kaca Tempered)

Material ini sering digunakan untuk dinding belakang kompor (backsplash) karena tahan panas langsung.

Keunggulan:

  • Tidak menyerap panas
  • Tahan suhu tinggi
  • Mudah dibersihkan
  • Tampilan modern dan elegan

Kaca tempered juga memantulkan cahaya sehingga dapur terasa lebih terang.


7. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

Material campuran semen dan serat kaca yang biasa digunakan untuk lemari dapur.

Keunggulan:

  • Tahan panas
  • Tidak menyerap suhu
  • Anti rayap dan tahan lembap
  • Kuat dan tidak mudah melengkung

Sering digunakan sebagai alternatif kayu di area dekat kompor.


8. Beton (Concrete)

Beton memiliki panas spesifik yang rendah, sehingga tidak mudah terasa panas.

Keunggulan:

  • Kuat dan stabil
  • Tidak cepat panas
  • Tahan banting
  • Bisa dibentuk sesuai desain dapur

Cocok untuk tabletop atau kitchen island industrial-style.


Material yang Sebaiknya Dihindari di Area Panas

Ada juga material yang kurang cocok ditempatkan dekat sumber panas:

  • Kayu solid → dapat memuai, menghitam, atau melengkung.
  • MDF / HDF → kurang tahan panas dan lembap.
  • PVC → bisa meleleh atau rusak jika terlalu dekat kompor.

Material-material ini boleh digunakan, tetapi jangan terlalu dekat dengan kompor atau area yang sering terkena panas.


Memilih material dapur yang tidak menyerap panas sangat penting untuk menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Material seperti keramik, stainless steel, granit, aluminium, hingga kaca tempered dapat membantu memantulkan panas sehingga dapur tidak cepat gerah. Dengan kombinasi material yang tepat, dapur tidak hanya terlihat menarik tetapi juga lebih aman dan nyaman untuk digunakan sehari-hari.


7. Beri Jarak Antara Atap dan Plafon. 

Memberi jarak antara atap dan plafon adalah salah satu cara efektif untuk membuat ruangan, termasuk dapur, terasa lebih sejuk. Banyak rumah modern maupun tradisional menerapkan teknik ini karena dapat mengurangi panas dari atap sebelum turun ke ruangan di bawahnya.


Mengapa Jarak Antara Atap dan Plafon Itu Penting?

Bagian atap adalah area rumah yang paling banyak menerima panas matahari. Jika atap langsung menempel dengan plafon atau jaraknya terlalu dekat, panas akan cepat merambat ke dalam ruangan.

Dengan adanya ruang kosong (air gap), panas yang terjebak di antara atap dan plafon dapat:

  • Diredam
  • Dibuang keluar melalui ventilasi
  • Mengurangi panas yang masuk ke ruangan

Hasilnya, dapur terasa lebih sejuk dan tidak mudah pengap.


Jarak Ideal Antara Atap dan Plafon

Tidak ada ukuran baku, tetapi umumnya:

  • 60–100 cm adalah jarak yang paling ideal
  • Untuk dapur yang sangat panas, bisa dibuat lebih tinggi

Semakin besar jaraknya, semakin baik aliran udara yang terjadi.


Kombinasikan dengan Ventilasi Atap

Ruang kosong saja belum cukup—udara panas harus bisa keluar.
Tambahkan ventilasi seperti:

  • Lubang angin di area bawah atap
  • Turbine ventilator (baling-baling atap tanpa listrik)
  • Roof vent
  • Kisi-kisi di bagian atas dinding

Dengan adanya aliran udara keluar-masuk, panas tidak mengendap di sekitar plafon.


Gunakan Material Penahan Panas

Jika ingin hasil lebih maksimal, kombinasikan ruang air gap dengan:

  • Alumunium foil insulasi
  • Glasswool
  • Rockwool
  • Poliuretan foam

Material ini dapat memantulkan atau menyerap panas sehingga ruangan di bawahnya tetap terasa sejuk.


Manfaat Memberikan Jarak Antara Atap dan Plafon. 

✔ Mengurangi suhu panas di ruangan

Panas dari matahari tertahan di ruang kosong sehingga tidak langsung turun.

✔ Menjaga dapur tetap nyaman saat memasak

Dapur termasuk area yang cepat panas, jadi air gap membantu menahan kenaikan suhu.

✔ Menambah umur plafon

Plafon tidak cepat rusak, melengkung, atau retak karena paparan panas berlebih.

✔ Menghemat energi

Ruangan lebih sejuk alami, sehingga pemakaian kipas atau AC berkurang.


Cocok untuk Dapur Terbuka atau Tertutup

Teknik ini bisa diterapkan pada:

  • Dapur terbuka: membantu mengurangi panas berlebih
  • Dapur tertutup: membuat ruangan tidak pengap
  • Dapur sempit: menjaga suhu tetap stabil.

Silahkan baca juga tentang perbedaannya dapur basah dan kering.


Pertimbangan Saat Menerapkan

  • Pastikan rangka atap kuat untuk menopang material tambahan.
  • Beri ventilasi yang cukup agar udara panas dapat keluar.
  • Periksa apakah terdapat risiko kebocoran jika menambah bukaan.
  • Konsultasikan jika memakai material isolasi panas.

Memberi jarak antara atap dan plafon adalah cara sederhana namun efektif untuk mengurangi panas di dapur. Dengan jarak yang cukup, ventilasi yang baik, dan material penahan panas yang tepat, dapur akan terasa lebih nyaman, tidak cepat pengap, serta lebih aman digunakan sehari-hari.


8. Tambahkan Tanaman Penyerap Polusi di Sekitar Dapur. 

Menambahkan tanaman di area dapur bukan hanya membuat ruangan terlihat lebih segar dan estetik, tetapi juga membantu menyaring udara. Dapur adalah area yang sering menghasilkan asap, bau masakan, dan uap panas. Beberapa jenis tanaman ternyata sangat efektif menyerap polutan dan memperbaiki kualitas udara.

Berikut beberapa tanaman yang cocok ditempatkan di area dapur:


1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Tanaman ini sangat terkenal sebagai penyaring udara alami. Lidah mertua mampu menyerap karbon monoksida, formaldehida, hingga bau tak sedap yang sering muncul di dapur.

Kelebihannya:

  • Tidak perlu banyak cahaya
  • Hemat air
  • Mudah dirawat

Sangat cocok untuk dapur kecil atau area dengan cahaya minim.


2. Sirih Gading (Epipremnum Aureum)

Jenis tanaman rambat ini bisa ditempatkan di rak dapur, digantung, atau di sudut ruangan.
Manfaatnya:

  • Menyerap polutan seperti benzena dan karbon monoksida
  • Membantu mengurangi bau makanan
  • Tumbuh dengan cepat

Sangat cocok untuk dapur yang sering berbau setelah memasak.


3. Palem Kuning (Areca Palm)

Palem kuning sangat efektif meningkatkan kelembapan dan menyaring udara dari zat berbahaya. Cocok untuk dapur yang terasa panas karena tanaman ini membantu membuat udara lebih sejuk.


4. Lidah Buaya (Aloe Vera)

Selain dikenal untuk menyembuhkan luka bakar, lidah buaya juga dapat menyerap racun dari udara.
Cocok ditempatkan di area dapur dekat jendela karena membutuhkan sinar matahari.


5. Peace Lily (Spathiphyllum)

Peace lily mempunyai kemampuan menyerap asap dan bau masakan.
Tanaman ini juga membantu menjaga ruangan tetap lembap dan lebih segar.


Tips Menempatkan Tanaman di Dapur
  • Letakkan di dekat jendela agar tanaman yang butuh cahaya mendapat asupan yang cukup.
  • Gunakan pot kecil untuk tanaman rambat atau tanaman yang cepat tumbuh agar tidak memakan terlalu banyak tempat.
  • Letakkan tanaman gantung di area yang tidak mengganggu aktivitas memasak.
  • Hindari menempatkan tanaman terlalu dekat dengan kompor agar tidak terkena panas langsung.

Memiliki tanaman di dapur juga memberi efek psikologis, membuat suasana lebih tenang dan nyaman saat memasak. Selain itu, dapur terasa lebih hidup dan memiliki sentuhan dekoratif alami tanpa harus mengubah desain secara keseluruhan.


9. Buat Jalur Udara Masuk dan Keluar yang Seimbang. 

Jalur udara yang seimbang adalah kunci utama untuk membuat dapur tetap sejuk, tidak pengap, dan bebas asap. Banyak dapur yang sudah memiliki ventilasi, tetapi tetap terasa panas dan berasap karena aliran udaranya tidak seimbang. Untuk menciptakan sirkulasi udara yang ideal, Anda perlu memastikan ada dua jalur yang bekerja bersamaan: udara masuk dan udara keluar.

Berikut cara membuat jalur udara yang lebih efektif:

1. Sediakan Bukaan Kecil untuk Udara Masuk

Agar udara dapat bergerak dengan lancar, dapur membutuhkan bukaan khusus untuk udara segar masuk.
Beberapa contoh bukaan udara masuk yang bisa Anda buat:

  • Jendela kecil di bagian bawah
  • Lubang udara dekat pintu
  • Ventilasi kisi-kisi
  • Jalusi kaca yang bisa dibuka setengah

Bukaan ini tidak harus besar, yang penting memiliki celah agar udara dari luar bisa mengalir ke dalam.


2. Pastikan Ada Jalur Keluar yang Terpisah

Jika udara hanya bisa masuk tetapi sulit keluar, ruangan tetap terasa panas. Untuk itu, Anda membutuhkan jalur keluar, misalnya:

  • Exhaust fan
  • Cooker hood
  • Jendela atas
  • Ventilasi dinding tinggi
  • Ventilasi plafon (roof vent)

Idealnya, jalur keluar berada lebih tinggi karena udara panas dan asap naik ke atas secara alami.


3. Posisikan Jalur Masuk dan Keluar Secara Berhadapan (Cross Ventilation)

Cross ventilation atau ventilasi silang adalah cara terbaik untuk menciptakan aliran udara alami.

Caranya:

  • Letakkan jalur udara masuk di satu sisi dapur
  • Letakkan jalur udara keluar di sisi berlawanan

Dengan begitu, udara segar akan mendorong udara panas keluar lebih cepat.


4. Jangan Menempatkan Kedua Ventilasi di Area yang Sama

Kesalahan umum adalah membuat jalur udara masuk dan keluar berdekatan.
Akibatnya:

  • Udara hanya berputar di area kecil
  • Asap tetap terjebak
  • Sirkulasi udara tidak menyebar ke seluruh dapur

Jaga jarak antara keduanya agar aliran udara bisa menyapu seluruh ruangan.


5. Kombinasikan Bukaan Alami dan Mekanis

Jika dapur Anda berada di tengah rumah atau tidak memiliki jendela yang besar, kombinasikan kedua jenis ventilasi:

  • Bukaan alami: jendela, jalusi, ventilasi bata roster
  • Ventilasi mekanis: exhaust fan, cooker hood

Aliran udara alami membantu udara masuk, sementara ventilasi mekanis membantu mengeluarkannya dengan cepat.


6. Pastikan Tidak Ada Penghalang di Depan Jalur Udara

Perabotan seperti lemari dapur, rak, atau kulkas yang menutupi ventilasi akan menghambat aliran udara.

Usahakan:

  • Ventilasi bawah tidak terhalang kabinet
  • Ventilasi atas tidak tertutup cooker hood atau lemari gantung
  • Jendela tidak tertutup tirai tebal di area dapur

Semakin terbuka jalurnya, semakin lancar sirkulasi udaranya.


7. Gunakan Kipas untuk Membantu Dorongan Udara

Jika udara masuk terasa lemah, tambahkan kipas dinding kecil untuk membantu mendorong udara ke arah jalur keluar.

Tips:

  • Arahkan kipas ke area kompor atau jalur keluar
  • Gunakan mode angin rendah agar tidak membuat asap menyebar ke ruangan lain

Membuat jalur udara masuk dan keluar yang seimbang sangat penting agar dapur tetap nyaman. Dengan menambah bukaan kecil, menyediakan ventilasi atas, menjaga posisi ventilasi yang berjauhan, serta memanfaatkan exhaust fan atau cooker hood, dapur tidak mudah panas dan bebas asap. Sirkulasi udara yang baik juga membuat aktivitas memasak lebih menyenangkan dan sehat.


Cukup sekian dan terimakasih sudah berkunjung ke Rumevo yang membagikan tips bermanfaat yang berhubungan dengan peralatan rumah tangga, dan sejenisnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top