Ruang tamu minimalis punya tantangan tersendiri. Ukurannya yang tidak terlalu luas membuat setiap benda yang ada di dalamnya harus ditata dengan cermat agar tetap terasa nyaman. Begitu ada barang yang diletakkan sembarangan, suasana ruang bisa langsung terlihat berantakan dan membuat aktivitas di dalamnya kurang leluasa.
Karena itu, penting untuk memiliki cara yang tepat dalam menata barang-barang di ruang tamu. Dengan penataan yang benar, ruangan yang kecil pun bisa terlihat lapang, rapi, dan sedap dipandang. Selain membuat tamu merasa nyaman, kamu sendiri juga akan lebih betah beristirahat atau berkumpul di dalamnya.

8 Tips Menyimpan Barang di Ruang Tamu Minimalis Agar Tetap Rapi.
1. Pilih Furnitur yang Punya Ruang Penyimpanan.
Dalam ruang tamu minimalis, furnitur yang kamu pilih sebaiknya tidak hanya berfungsi sebagai tempat duduk atau tempat meletakkan barang, tetapi juga bisa menyimpan berbagai benda agar tidak berserakan. Konsep ini membuat ruangan tetap terlihat lapang tanpa perlu menambah lemari besar yang memakan banyak tempat.
a. Meja Kopi dengan Laci atau Rak
Meja kopi adalah salah satu furnitur yang hampir selalu ada di ruang tamu. Nah, daripada menggunakan meja yang polos tanpa ruang tambahan, pilihlah model yang punya:
- Laci kecil untuk menyimpan remote TV, tissue, charger, kartu, atau alat tulis.
- Rak bawah untuk menaruh buku bacaan, majalah, atau dekorasi kecil.
Kelebihannya, barang yang sering dipakai bisa tetap dekat dengan jangkauan, tetapi tidak terlihat menumpuk di permukaan meja.
b. Ottoman dengan Penyimpanan di Dalam
Ottoman atau bangku kecil berpenutup adalah solusi penyimpanan yang sangat praktis. Di dalamnya kamu bisa menyimpan:
- Selimut sofa
- Bantal tambahan
- Mainan anak
- Kabel-kabel atau barang kecil yang jarang dipakai
Modelnya juga rapi karena semua tersimpan tanpa terlihat dari luar. Plus, ottoman tetap bisa dipakai sebagai tempat duduk tambahan atau pijakan kaki.
c. Rak Dinding atau Lemari Gantung
Kalau zona lantai sudah penuh, rak dinding bisa menjadi pilihan terbaik untuk memanfaatkan ruang vertikal.
Beberapa fungsi rak dinding:
- Menaruh dekorasi seperti vas, foto keluarga, tanaman kecil
- Menyimpan buku yang sering dibaca
- Menyimpan kotak penyimpanan kecil
Karena diletakkan di dinding, area lantai tetap lega dan mudah dibersihkan.
d. Meja TV dengan Kompartemen
Kalau kamu memakai meja TV, pilihlah model yang punya:
- Laci tertutup untuk menyimpan kabel, DVD, atau perlengkapan elektronik
- Rak terbuka yang bisa dipakai untuk dekorasi atau soundbar
Benda-benda kecil yang biasanya bikin ruang tamu berantakan bisa “disembunyikan” di dalamnya.
e. Sofa dengan Storage Tambahan
Beberapa sofa modern sudah dilengkapi:
- Laci di bagian bawah
- Bagian sandaran yang bisa jadi rak
- Sisi samping dengan kantong penyimpanan
Furnitur seperti ini sangat membantu di ruang tamu kecil karena setiap bagian furnitur memiliki fungsi ganda.
Kesimpulannya
Furnitur dengan ruang penyimpanan membuat kamu bisa menyimpan banyak barang tanpa menambah kesan penuh dalam ruangan. Setiap item tetap punya tempatnya sendiri, dan ruang tamu jauh lebih mudah dirawat agar tetap rapi setiap hari.
2. Maksimalkan Ruang Vertikal.
Dalam ruang tamu minimalis, salah satu cara paling efektif untuk menambah kapasitas penyimpanan tanpa membuat ruangan terasa sesak adalah dengan memanfaatkan ruang vertikal, yaitu bagian-bagian dinding yang biasanya dibiarkan kosong. Banyak orang fokus menata lantai dan furnitur saja, padahal dinding bisa menjadi “ruang kedua” yang sangat berguna untuk menyimpan sekaligus mempercantik tampilan ruangan.
Dengan memaksimalkan area vertikal, kamu bisa mengurangi barang-barang yang berserakan di meja atau lantai. Hasilnya, ruang tamu tetap terlihat lapang, rapi, dan teratur, tanpa perlu menambah perabot besar yang memakan tempat.
Berikut adalah beberapa cara memaksimalkan ruang vertikal secara efektif:
a. Rak Ambalan (Floating Shelf)
Rak ambalan cocok untuk ruang tamu karena bentuknya minimalis dan tidak terlihat memakan tempat. Kamu bisa menaruh:
- Buku,
- Tanaman kecil,
- Dekorasi,
- Foto keluarga atau bingkai estetik.
Karena rak ini menempel di dinding, ruangan terlihat lebih bersih dan modern.
b. Lemari Gantung / Wall Cabinet
Untuk kebutuhan penyimpanan yang lebih tertutup, lemari gantung bisa jadi pilihan. Perabot ini membantu menyembunyikan barang-barang yang tidak ingin ditampilkan, seperti dokumen, kabel, charger, atau peralatan kecil lainnya.
Pilih lemari gantung dengan desain ramping agar tidak memakan ruang dan tetap serasi dengan konsep minimalis.
c. Unit Dinding Modular
Ada juga sistem modular yang bisa disusun sesuai kebutuhan. Ini cocok kalau kamu ingin punya penyimpanan lebih besar tapi tetap ingin tampil minimalis. Kamu bisa memadukan laci, rak terbuka, dan kotak tertutup dalam satu instalasi dinding.
d. Panel Dinding dengan Hook atau Pegboard
Kalau kamu punya banyak barang kecil yang ingin ditata, pegboard atau panel dinding bisa jadi solusi. Kamu bisa menggantung:
- Kunci,
- Headset,
- Tas kecil,
- Tanaman,
- Atau dekorasi ringan.
Selain rapi, penataan ini juga menambah sentuhan dekoratif yang unik.
e. Gunakan Spot Dinding yang Sering Terlupakan
Beberapa area dinding sering tidak dimanfaatkan, misalnya:
- Dinding di samping sofa,
- Area di atas TV,
- Dinding dekat pintu masuk,
- Area di atas meja kecil atau side table.
Dengan sedikit rak atau hook, area ini bisa berubah menjadi tempat penyimpanan tambahan.
f. Perhatikan Tinggi dan Penempatan
Jangan pasang rak terlalu tinggi hingga sulit dijangkau. Idealnya, benda yang sering dipakai berada pada ketinggian mata atau sedikit di atasnya. Benda dekoratif bisa dipasang lebih tinggi agar tampil artistik tanpa mengganggu aktivitas.
g. Tetap Jaga Keseimbangan Visual
Meskipun memanfaatkan dinding, jangan sampai semua area penuh. Sisakan beberapa bagian kosong agar ruangan tetap terlihat lega. Dalam konsep minimalis, keseimbangan visual itu penting agar ruangan tidak terlihat “penuh” atau berat.
3. Simpan Barang di Wadah Tertutup.
Salah satu penyebab ruang tamu terlihat berantakan adalah barang-barang kecil yang dibiarkan terbuka. Remote TV yang tersebar di sofa, charger yang melilit-lilit, majalah yang menumpuk, atau mainan kecil yang kadang tercecer—semua itu membuat ruang tamu tampak penuh meski sebenarnya barangnya tidak banyak.
Itulah kenapa penggunaan wadah tertutup sangat membantu menjaga kerapian.
Wadah tertutup bukan hanya soal kotak plastik, tetapi bisa berupa:
- Keranjang anyaman untuk tampilan yang lebih estetik
- Kotak kain lipat yang ringan dan mudah dipindahkan
- Box berpenutup untuk menyimpan benda yang jarang dipakai
- Laci kecil yang bisa diletakkan di bawah meja atau sudut ruangan
- Storage box dekoratif yang bisa menyatu dengan interior
Dengan menggunakan wadah tertutup, barang-barang kecil bisa disembunyikan tanpa harus benar-benar hilang dari jangkauan. Ruang tamu tetap terlihat bersih dan minimalis, sementara kamu tetap bisa mengambil barang dengan mudah.
Kenapa harus tertutup?
Karena wadah terbuka masih membiarkan mata melihat isi di dalamnya. Kalau isinya berantakan, nuansa ruang tetap terasa tidak rapi. Kotak atau keranjang dengan penutup memberi kesan visual yang lebih bersih karena bentuknya rapi dan menutup seluruh isi.
Contoh barang yang sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup:
- Remote dan perangkat elektronik kecil
- Charger, kabel data, dan powerbank
- Mainan kecil anak
- Buku atau majalah yang jarang dibaca
- Obat-obatan ringan yang perlu disimpan dekat ruang keluarga
- Aksesori dekoratif yang tidak selalu digunakan
Tips memilih wadah yang tepat:
- Sesuaikan warna wadah dengan interior
Pilih warna netral atau warna senada agar tidak mengganggu harmoni visual ruang tamu. - Perhatikan ukuran
Jangan terlalu besar agar tidak memakan tempat, dan jangan terlalu kecil supaya muat untuk barang yang ingin disimpan. - Pilih bahan yang mudah dibersihkan
Misalnya rotan sintetis, kain tebal, atau plastik berkualitas. - Gunakan beberapa wadah dengan ukuran sama
Ini membuat tampilan lebih rapi dan konsisten.
Menggunakan wadah tertutup itu seperti memberi “rumah kecil” untuk setiap jenis barang. Hasilnya, ruang tamu terasa lebih lapang, bersih, dan nyaman untuk ditempati setiap hari.
4. Terapkan Sistem “Keluar Masuk”.
Di ruang tamu minimalis, setiap barang yang kamu simpan sebaiknya punya nilai dan fungsi yang jelas. Karena itu, sistem “keluar masuk” sangat membantu menjaga agar jumlah barang tidak terus bertambah tanpa kontrol.
Konsepnya sederhana: setiap kali ada barang baru yang masuk, harus ada satu barang lain yang keluar. Tidak harus selalu benda dengan jenis yang sama, tapi intinya jumlah total barang tetap seimbang. Dengan cara ini, kamu tidak akan tiba-tiba memiliki tumpukan dekorasi, bantal sofa berlebih, atau pernak-pernik yang sebenarnya jarang dipakai.
Misalnya, kamu membeli vas dekorasi baru untuk meja ruang tamu. Sebelum menaruhnya, lihat kembali dekorasi yang sudah ada—adakah yang sudah tidak kamu sukai? Apakah ada yang jarang dibersihkan atau sudah tidak cocok dengan tema ruangan? Kalau ada, keluarkan dulu satu. Begitu juga dengan selimut sofa, pajangan, buku, atau aksesori kecil lainnya.
Sistem ini juga membantu kamu lebih bijak dalam berbelanja. Setiap kali ingin membeli barang baru, kamu otomatis akan berpikir dua kali: “Kalau saya beli ini, barang apa yang harus saya keluarkan?” Dengan begitu, ruang tamu tetap fungsional, rapi, dan tidak penuh sesak.
Menerapkan aturan kecil seperti ini membuat ruang tamu minimalis jauh lebih mudah dirawat. Kamu punya kontrol penuh atas barang-barang yang masuk, sehingga ruangan selalu terlihat lapang dan nyaman dipakai sehari-hari.
5. Batasi Jumlah Dekorasi.
Dalam konsep ruang tamu minimalis, dekorasi memang penting untuk menghadirkan suasana yang hangat dan menarik. Tapi satu hal yang sering dilupakan adalah bahwa dekorasi yang terlalu banyak justru bisa membuat ruang terasa penuh dan berantakan, meskipun ukuran ruangan sebenarnya cukup luas. Minimalis bukan berarti polos tanpa karakter, tetapi lebih kepada memilih dekorasi yang benar-benar punya nilai, bukan sekadar memenuhi ruang.
Cara termudah untuk membatasi dekorasi adalah dengan menerapkan prinsip “less but meaningful”. Artinya, lebih baik punya sedikit dekorasi tetapi setiap benda memiliki fungsi atau nilai estetik yang kuat. Misalnya, cukup satu vas bunga cantik di meja, satu lukisan besar yang menjadi fokus dinding, atau beberapa tanaman kecil yang memberi kesan segar. Dengan cara ini, setiap dekorasi terlihat lebih menonjol dan tidak saling berebut perhatian.
Selain itu, terlalu banyak dekorasi sering membuat kegiatan sehari-hari kurang nyaman. Meja cepat penuh, rak terasa sesak, dan debu mudah menumpuk di permukaan-permukaan kecil. Dengan membatasi dekorasi, kamu bukan hanya membuat ruang terlihat lebih bersih, tetapi juga lebih mudah dirawat. Membersihkan pun jadi lebih cepat karena tidak banyak barang yang harus dipindahkan.
Terakhir, kalau kamu ingin tetap menampilkan berbagai dekorasi yang kamu suka, kamu bisa melakukan sistem rotasi dekorasi. Misalnya, beberapa dekorasi ditampilkan selama satu bulan, lalu diganti dengan dekorasi lain bulan berikutnya. Dengan begitu, ruang tamu selalu terasa segar tanpa harus menumpuk barang dalam satu waktu.
Singkatnya, sedikit dekorasi yang dipilih dengan tepat akan jauh lebih efektif dalam mempercantik ruang tamu minimalis daripada banyak dekorasi yang hanya memenuhi ruang.
Silahkan baca juga tentang Ide dekorasi dinding ruang tamu minimalis.
6. Rapikan Barang Sesuai Kategori.
Merapikan barang berdasarkan kategori adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga ruang tamu minimalis tetap tertata. Prinsipnya sederhana: barang yang fungsinya sama, disimpan di tempat yang sama. Cara ini mencegah barang tercecer di mana-mana dan membuatmu lebih cepat menemukan apa yang dibutuhkan.
Di ruang tamu, biasanya ada banyak benda kecil yang sering berpindah-pindah tanpa kita sadari—remote TV ada di meja, kacamata nyempil di sofa, charger bertebaran, atau buku bacaan yang ditumpuk sembarangan. Walaupun terlihat sepele, benda-benda kecil inilah yang paling sering membuat tampilan ruang tamu jadi berantakan.
Dengan mengelompokkan barang sesuai kategori, kamu memberikan setiap benda “rumahnya” sendiri. Misalnya:
- Semua remote ditempatkan dalam satu tray kecil di meja atau dalam satu laci.
- Buku dan majalah ditaruh di rak buku kecil atau keranjang khusus.
- Charger, kabel, dan perangkat elektronik kecil bisa disimpan dalam satu kotak tertutup agar tidak terlihat semrawut.
- Aksesori dekoratif seperti lilin, vas kecil, atau diffuser bisa disimpan dalam satu area khusus agar tampilan tetap serasi.
Selain membuat ruang tampak rapi, cara ini juga menghemat waktu. Kamu tidak perlu lagi mencari remote yang hilang atau charger yang tiba-tiba tidak tahu di mana.
Yang paling penting, cara ini membuat kebiasaan merapikan jadi jauh lebih mudah. Karena setiap kategori sudah memiliki tempat yang jelas, kamu hanya perlu mengembalikan barang ke lokasi yang sudah ditentukan tanpa perlu berpikir panjang.
Saat semua barang “pulang” ke tempatnya masing-masing, ruang tamu minimalis akan terlihat lebih bersih, lega, dan nyaman setiap saat.
7. Hilangkan Barang yang Tidak Penting.
Dalam konsep ruang tamu minimalis, semakin sedikit barang yang kamu miliki, semakin mudah ruangan itu terlihat rapi dan nyaman. Karena itu, menghilangkan barang yang tidak penting menjadi langkah yang sangat menentukan. Ini bukan soal membuang semuanya, tapi lebih ke memilih dengan bijak mana yang benar-benar kamu butuhkan dan mana yang sebenarnya sudah tidak punya fungsi lagi.
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi barang-barang yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan. Misalnya, pajangan yang sudah berdebu, majalah lama, buku yang tidak pernah dibaca lagi, atau aksesori dekoratif yang membuat meja terasa penuh. Barang-barang ini sering kali dibiarkan karena “sayang kalau dibuang”, padahal justru membuat ruang terasa sesak.
Kamu bisa menggunakan metode sederhana seperti pertanyaan evaluasi:
- “Apakah barang ini masih saya gunakan dalam 3 bulan terakhir?”
- “Apakah barang ini memberikan nilai fungsi atau estetika di ruang tamu?”
- “Apakah ruangan terlihat lebih lapang jika saya mengeluarkannya?”
Kalau jawabannya cenderung “tidak” atau “kurang”, mungkin sudah saatnya barang tersebut dipindahkan ke ruangan lain atau disumbangkan.
Selain itu, penting juga untuk tidak membiarkan ruang tamu menjadi tempat transit barang-barang dari ruangan lain—seperti jaket, tas, mainan anak, atau barang belanjaan yang belum dibereskan. Jika barang-barang ini menumpuk, ruang tamu akan cepat berantakan. Pastikan setiap benda memiliki tempat penyimpanan khusus di area lain.
Mengurangi barang bukan hanya membuat ruang tamu tampak lebih rapi, tapi juga memberikan kesan luas, lebih mudah dibersihkan, dan membuat pikiran terasa lebih tenang. Ruangan dengan sedikit barang terasa lebih lega dan memberikan ruang bagi cahaya serta sirkulasi udara untuk bekerja lebih maksimal.
Intinya, menghilangkan barang yang tidak penting adalah cara mudah untuk menciptakan ruang tamu minimalis yang benar-benar fungsional, estetis, dan nyaman untuk digunakan setiap hari. Kalau kamu mau, saya bisa lanjutkan dengan contoh daftar barang yang biasanya tidak perlu ada di ruang tamu minimalis.
8. Biasakan Merapikan Setiap Hari.
Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari sebenarnya punya efek besar untuk menjaga ruang tamu minimalis tetap rapi. Karena ruangnya terbatas, sedikit saja ada barang yang tidak kembali ke tempatnya, ruangan langsung terasa penuh dan berantakan. Itulah mengapa rutinitas merapikan harian sangat membantu.
Inti dari kebiasaan ini adalah “ambil—pakai—kembalikan”. Jadi, setiap kali kamu menggunakan suatu barang, biasakan untuk langsung mengembalikannya ke tempat semula.
Misalnya, setelah menonton TV, kembalikan remote ke kotaknya; setelah baca buku, taruh kembali ke rak; atau setelah duduk-duduk sambil minum teh, bersihkan meja dari cangkir atau tisu. Kebiasaan ini sederhana, tapi membuat ruang tamu tidak menumpuk barang tanpa disadari.
Selain itu, luangkan waktu sekitar 3–5 menit setiap hari untuk mengecek kondisi ruang tamu. Tidak perlu menyedot debu atau bersih-bersih besar, cukup hal-hal ringan seperti:
- Melipat selimut sofa setelah dipakai
- Menata kembali bantal sofa agar rapi
- Mengumpulkan barang-barang kecil yang tercecer
- Membereskan meja kopi dari barang harian seperti charger, kertas, atau alat tulis
Kebiasaan merapikan ini lebih mudah dilakukan setiap hari dibanding harus membereskan banyak barang dalam satu waktu. Dengan langkah kecil tapi konsisten, ruang tamu minimalis akan selalu terlihat bersih, rapi, dan nyaman digunakan kapan saja—baik untuk keluarga sendiri maupun ketika kedatangan tamu mendadak.
Silahkan baca juga tentang menata ruang tamu sempit supaya terlihat luas.
Pembahasan Penting Lainnya.
Ide Menyembunyikan Kabel & Colokan agar Ruang Tamu Terlihat Rapi.
Kabel yang berseliweran sering jadi penyebab utama ruang tamu terlihat berantakan, meskipun furnitur dan dekorasinya sudah tertata cantik. Untungnya, ada banyak cara sederhana untuk membuat kabel dan colokan tetap tersembunyi tanpa harus melakukan renovasi besar.
Dengan teknik yang tepat, ruang tamu bisa terlihat jauh lebih bersih, minimalis, dan nyaman dipandang.
1. Gunakan Cable Box (Kotak Penyimpanan Kabel)
Cable box adalah wadah khusus yang dirancang untuk menyembunyikan terminal colokan atau kabel memanjang.
Manfaatnya:
- Kabel yang sebelumnya terlihat kusut jadi tertutup rapi
- Menghindari risiko tersandung
- Aman dari jangkauan anak kecil atau hewan peliharaan
Letakkan cable box di bawah meja TV, belakang sofa, atau samping rak.
2. Manfaatkan Cable Clip dan Pengikat Kabel
Ada dua jenis alat yang sangat bermanfaat:
- Cable clip untuk menempelkan kabel sepanjang dinding atau kaki furnitur
- Cable tie / velcro strap untuk mengikat kabel agar tidak berserakan
Dengan cara ini, kabel akan mengikuti garis furnitur dan tidak menonjol di lantai.
3. Gunakan Trunking atau Penutup Kabel Dinding
Kalau kamu tidak suka kabel terlihat menggelantung di dinding, gunakan trunking (penutup kabel berbahan PVC).
Keuntungan:
- Kabel tersimpan di dalam jalur tertutup
- Bisa dicat sesuai warna dinding
- Hasil akhir terlihat sangat bersih dan menyatu dengan ruangan
Trunking cocok untuk kabel TV, soundbar, atau internet.
4. Sembunyikan di Belakang Furnitur
Ini adalah trik paling mudah tanpa membeli apa pun.
Beberapa ide:
- Tempelkan power strip di belakang meja TV menggunakan double tape
- Atur kabel mengikuti garis belakang sofa
- Gunakan rak kecil untuk menutupi area colokan yang menumpuk
Furnitur besar seperti sofa, lemari TV, atau kabinet sangat efektif untuk menyembunyikan colokan.
5. Gunakan Meja TV dengan Ruang Kabel Khusus
Banyak model meja TV modern yang sudah dilengkapi:
- Lubang routing kabel
- Kompartemen tertutup
- Panel belakang yang bisa dilepas
Semua fitur ini membantu menyembunyikan kabel perangkat elektronik seperti TV, speaker, Wi-Fi router, dan konsol.
6. Gunakan Penutup Colokan (Outlet Cover)
Colokan yang berada di area terbuka bisa terlihat mengganggu.
Penutup colokan dekoratif dapat:
- Memberi tampilan lebih bersih
- Menyamarkan bentuk colokan
- Melindungi dari debu dan air
Beberapa bahkan memiliki warna dan tekstur yang menyerupai dinding.
7. Routing Kabel ke Bawah Karpet
Kabel panjang untuk perangkat seperti lampu berdiri bisa diarahkan ke bawah karpet tipis.
Syaratnya:
- Karpet tidak terlalu tebal
- Kabel tidak terlalu besar
- Jalurnya tidak di area rawan diinjak
Cara ini efektif untuk lampu lantai atau stop kontak tambahan.
8. Gunakan Kabel Wireless jika Memungkinkan
Untuk beberapa perangkat, kamu bisa mengganti kabel dengan versi wireless:
- Lampu smart LED nirkabel
- Speaker bluetooth
- Keyboard & mouse wireless
Semakin sedikit kabel, semakin bersih tampilan ruang tamu.
9. Pilih Warna Kabel yang Menyatu dengan Lingkungan
Sederhana tapi efektif: pilih warna kabel yang serasi dengan dinding atau furnitur.
Misalnya:
- Kabel putih untuk dinding putih
- Kabel hitam untuk area belakang TV
Kabel tetap terlihat, tapi jauh lebih tidak mencolok.
10. Buat Panel Penyembunyi DIY
Kamu bisa membuat panel sederhana dari kayu atau plastik untuk menutup area colokan yang kurang estetik.
Kelebihan DIY:
- Bisa menyesuaikan ukuran
- Bisa dicat sesuai tema interior
- Harganya lebih murah
Tujuannya untuk menyamarkan area colokan tanpa harus mengubah struktur ruangan.
Benda-Benda yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Ruang Tamu.
Ruang tamu adalah area pertama yang dilihat ketika seseorang masuk ke rumah. Maka wajar kalau kamu ingin ruang ini selalu terlihat rapi, lega, dan nyaman. Namun tanpa disadari, banyak benda yang sering “nyasar” ke ruang tamu dan dibiarkan begitu saja karena terasa praktis. Padahal, kebiasaan kecil inilah yang membuat ruang tampak berantakan dan penuh.
Agar ruang tamu tetap enak dipandang, berikut adalah benda-benda yang sebaiknya tidak disimpan di ruang tamu, terutama jika konsep rumahmu minimalis.
1. Barang-Barang Musiman
Contohnya:
- Jaket tebal yang hanya dipakai saat hujan
- Payung
- Topi atau jas hujan
- Tas belanja reusable
Ini adalah barang yang tidak kamu gunakan setiap saat, dan jika diletakkan di ruang tamu akan membuat tampilannya kacau. Simpan di area khusus seperti lemari dekat pintu atau rak penyimpanan.
2. Tumpukan Surat atau Dokumen
Surat tagihan, brosur, kertas belanja, atau dokumen kerja sering tertinggal di meja ruang tamu. Masalahnya, paper clutter adalah salah satu penyebab terbesar ruang terlihat berantakan.
Solusinya:
- Gunakan tray khusus di area kerja atau dapur
- Buang kertas yang tidak perlu
- Simpan dokumen penting di map tertutup
3. Sepatu dan Sandal
Walaupun sering ada tamu, ruang tamu bukan tempat untuk menumpuk sepatu dan sandal. Selain mengganggu visual, ini juga membuat lantai cepat kotor.
Lebih baik:
- Sediakan rak kecil di area masuk
- Gunakan keranjang tertutup untuk sepatu harian
4. Mainan Anak
Mainan adalah penyebab klasik ruang tamu jadi ‘zona perang’. Ruang tamu boleh dipakai bermain, tapi jangan jadi tempat penyimpanan utama.
Tips:
- Sediakan satu keranjang khusus mainan
- Setelah bermain, ajak anak membereskan kembali
- Simpan mainan besar di kamar atau area bermain
5. Barang Elektronik Tidak Terpakai
Contohnya: speaker portabel yang tak dipakai, gadget lama, charger banyak kabel, bahkan powerbank yang berserakan di meja.
Barang-barang ini tidak hanya membuat ruang penuh, tapi juga memperburuk estetika.
Pisahkan:
- Kabel → kotak khusus
- Gadget → simpan di laci
6. Makanan dan Minuman yang Tidak Habis
Sisa snack terbuka, gelas minum yang belum dibersihkan, atau kopi dingin yang tertinggal sering membuat ruang tamu terlihat kotor dan tidak higienis.
Biasakan meja ruang tamu bersih dari makanan harian kecuali saat digunakan.
7. Koleksi Dekorasi Terlalu Banyak
Dekorasi itu bagus, tapi ketika jumlahnya berlebihan, ruang tamu justru terlihat penuh dan tidak fokus.
Kurangi penyimpanan dekor seperti:
- Lilin terlalu banyak
- Vas berlebihan
- Figur kecil-kecil
Prinsip minimalis: pilih sedikit, tapi yang terbaik.
8. Perabot Tambahan yang Tidak Penting
Contohnya kursi lama, stool tambahan, atau meja kecil yang sebenarnya jarang dipakai.
Jika perabot ini tidak berfungsi setiap hari, sebaiknya dikeluarkan supaya ruang terasa lapang.
9. Barang-Barang Hobi
Peralatan olahraga, alat musik yang jarang dimainkan, atau peralatan crafting sebaiknya tidak “numpang” di ruang tamu.
Selain memakan tempat, barang hobi biasanya butuh area sendiri agar tidak merusak estetika.
10. Kotak Penyimpanan yang Tidak Cocok Warnanya
Kotak atau keranjang yang warnanya bertabrakan juga bisa membuat ruang terasa “ramai” walau jumlah barang tidak banyak.
Gunakan:
- Warna netral
- Bahan seragam
- Desain minimalis
Kesimpulan
Ruang tamu yang rapi bukan soal seberapa minimalis dekorasinya, tapi seberapa bijak kamu memilih barang apa yang boleh ada di dalamnya. Dengan menghilangkan benda-benda yang tidak seharusnya berada di ruang tamu, kamu akan mendapatkan ruang yang terasa lebih lapang, nyaman, dan sedap dipandang setiap hari.
Cukup sekian dan monggo dibaca tentang pemilihan sofa yang nyaman.









