Blender menjadi salah satu alat dapur yang paling sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membuat jus, smoothie, hingga menghaluskan bumbu masakan. Karena perannya yang begitu penting, tentu Anda ingin alat ini tetap bekerja maksimal setiap kali digunakan. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari saat memakai blender bisa menentukan seberapa lama alat ini bertahan.
Beberapa tanda seperti pisau tumpul, suara motor makin keras, atau bahan yang tidak halus seperti biasanya sering muncul karena cara penggunaan yang kurang tepat. Dengan memahami kebiasaan yang benar dan memperhatikan detail kecil, blender bisa tetap tajam, kuat, dan siap digunakan kapan saja tanpa masalah yang mengganggu.

10 Cara Merawat Blender agar Tidak Cepat Rusak dan Tetap Tajam.
1. Bersihkan Blender Setelah Pemakaian.
Membersihkan blender setelah digunakan adalah langkah paling penting untuk menjaga keawetannya. Sisa makanan yang menempel—baik itu jus, smoothie, atau bumbu—dapat mengeras jika dibiarkan terlalu lama. Ketika sudah mengering, kotoran tersebut akan lebih sulit dibersihkan dan dapat membuat pisau blender cepat tumpul.
Selain itu, sisa makanan yang menumpuk pada bagian bawah jar atau di sekitar pisau bisa menyebabkan:
- Bau tidak sedap,
- Pertumbuhan bakteri atau jamur,
- Beban lebih berat untuk motor saat dipakai kembali.
Cara membersihkan yang paling praktis:
- Tuangkan air hangat ke dalam jar blender hingga setengahnya.
- Tambahkan 2–3 tetes sabun cuci piring.
- Tutup blender dan jalankan selama 10–15 detik.
- Buang air sabun, lalu bilas dengan air bersih.
- Keringkan jar dan bagian bawah blender sebelum disimpan.
Metode ini membuat jar dan pisau bersih tanpa perlu membongkar bagian bawahnya setiap kali digunakan. Hanya jika ada kotoran membandel atau bau yang sulit hilang, barulah Anda bisa membongkar bagian bawah jar untuk pembersihan lebih menyeluruh.
Membersihkan blender segera setelah digunakan juga membantu mencegah goresan pada permukaan jar, terutama jika materialnya plastik. Sisa gula, buah asam, minyak, dan bumbu tertentu dapat meninggalkan noda permanen jika dibiarkan terlalu lama.
Dengan kebiasaan sederhana ini, blender Anda akan tetap higienis, tahan lama, dan performanya tidak menurun meskipun digunakan setiap hari.
2. Hindari Mengisi Blender Terlalu Penuh.
Mengisi blender terlalu penuh adalah salah satu kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari. Padahal, hal ini bisa membuat blender cepat rusak dan hasil blend juga kurang maksimal. Setiap blender punya batas kapasitas yang biasanya ditandai garis maksimal pada jar. Jika batas ini dilewati, beberapa masalah bisa muncul.
Saat blender terlalu penuh, motor akan bekerja jauh lebih berat karena harus memutar pisau di dalam bahan yang padat dan berjumlah banyak. Motor yang terus dipaksa bekerja keras dapat cepat panas, bahkan bisa mengeluarkan bau gosong jika sudah terlalu berat. Selain membuat blender tidak awet, kondisi ini juga berisiko membuat blender mati mendadak saat digunakan.
Selain itu, pisau blender menjadi sulit berputar dengan lancar. Bahan yang terlalu penuh akan menghambat putaran pisau, sehingga hasil halusan tidak merata—ada bagian yang sangat halus, tetapi ada juga yang masih kasar. Prosesnya pun jadi lebih lama dan sering harus diulang.
Mengisi blender terlalu penuh juga meningkatkan risiko bocor atau meluap, terutama saat membuat jus atau bahan cair. Tekanan dari bahan yang penuh dapat membuat tutup terdorong ke atas. Jika seal atau karet penutup sedang tidak dalam kondisi bagus, cairan bisa merembes ke bagian motor dan menyebabkan kerusakan.
Agar blender tetap awet, sisakan ruang kosong sekitar 20–30% dari kapasitas jar. Ruang ini dibutuhkan untuk sirkulasi putaran bahan sehingga blender dapat bekerja lebih ringan dan hasilnya lebih halus. Jika bahan yang ingin di-blend terlalu banyak, lebih baik proses secara bertahap daripada memaksakan dalam satu kali blend.
3. Potong Bahan Besar Agar Tidak Membebani Motor.
Banyak orang mengira blender bisa langsung menghancurkan bahan berukuran besar tanpa persiapan. Padahal, memaksa blender menghaluskan bahan besar justru membuat motor bekerja jauh lebih berat. Beban berlebih ini bisa memperpendek usia blender, membuat pisau cepat tumpul, bahkan berisiko menyebabkan mesin panas atau macet.
Kenapa harus dipotong kecil dulu?
- Motor tidak bekerja terlalu keras
Saat bahan terlalu besar, pisau blender sulit berputar dengan lancar. Motor harus mengeluarkan tenaga ekstra, sehingga lebih cepat panas. - Pisau lebih mudah memulai putaran
Bahan yang kecil membantu pisau langsung mendapat momentum. Semakin cepat pisau berputar, semakin mudah blender menghaluskan seluruh isi jar. - Hasil lebih halus dan merata
Potongan kecil membuat bahan lebih mudah tersirkulasi, sehingga campuran tidak menggumpal di tengah atau menempel di sisi jar. - Mencegah blender macet
Bahan besar seperti potongan apel utuh, wortel panjang, atau es batu besar berpotensi membuat blender berhenti mendadak karena pisau tertahan.
Bahan apa saja yang perlu dipotong kecil-kecil?
- Buah berukuran besar (apel, pir, mangga, melon) → potong dadu sedang
- Sayuran keras (wortel, labu, bit) → iris tipis atau potong kecil
- Daging untuk MPASI → potong kecil agar motor tidak berat
- Es batu besar → pecahkan jadi ukuran kecil sebelum masuk blender
- Rempah segar (serai, kunyit, jahe) → memudahkan proses penghancuran
Berapa ukuran potongan yang ideal?
Tidak ada ukuran baku, tapi umumnya:
- 2–3 cm per potong sudah cukup aman dan mudah diproses.
- Untuk sayuran keras, semakin kecil semakin baik.
Keuntungan tambahan
- Menghemat waktu blending
- Mengurangi risiko jar retak
- Pisau tetap tajam lebih lama
- Motor blender awet bertahun-tahun
4. Jangan Menyalakan Blender Terlalu Lama.
Banyak orang mengira blender boleh dinyalakan terus-menerus sampai bahan benar-benar halus. Padahal, menjalankan blender dalam waktu lama tanpa jeda bisa membuat motor cepat panas, lalu menurunkan performanya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat blender cepat rusak.
Kenapa blender tidak boleh menyala terlalu lama?
- Motor cepat panas
Saat blender bekerja, motor berputar sangat cepat. Jika dipaksa bekerja terus-menerus lebih dari 1 menit, panas di dalam motor naik drastis. Jika ini terjadi berulang kali, lilitan motor bisa terbakar atau melemah. - Pisau jadi cepat aus
Putaran yang terlalu lama membuat pisau bekerja terlalu keras, terutama jika bahan yang diblender keras atau padat. Akibatnya, ketajaman pisau berkurang lebih cepat. - Jar rawan retak
Panas dari motor yang naik ke bagian bawah jar—terutama pada blender plastik—dapat menyebabkan retakan halus (hairline crack). Jika dibiarkan, jar bisa bocor. - Blender jadi mengeluarkan bau gosong
Ini tanda motor kepanasan. Jika diteruskan, blender bisa mati total.
Jadi, berapa lama sebaiknya blender menyala?
Rekomendasinya adalah:
- 10–20 detik sekali nyala,
- beri jeda 5–10 detik,
- lalu ulangi sampai halus.
Cara ini lebih aman, lebih efisien, dan membantu blender tetap awet.
Gunakan Mode “Pulse”
Mode pulse menghidupkan blender dalam interval pendek secara otomatis.
Fungsinya:
- memberi jeda pada motor,
- menjaga pisau tetap stabil,
- menghaluskan bahan secara bertahap,
- mencegah blender bekerja terlalu berat.
Tips Tambahan
- Jika blender mulai hangat, istirahatkan 1–2 menit sebelum dipakai lagi.
- Jangan memaksa blender bekerja keras untuk bahan keras atau terlalu banyak.
- Jika blender mengeluarkan bau gosong atau suara terlalu keras, segera hentikan.
5. Hindari Menghaluskan Bahan Keras Tanpa Cairan.
Banyak orang mengira blender bisa menghancurkan apa pun selama pisaunya berputar cepat. Padahal, blender bekerja optimal ketika ada cairan yang membantu proses putaran. Cairan berfungsi sebagai pelumas alami yang membuat bahan bergerak lebih mudah dan tidak menekan pisau terlalu keras.
Apa saja bahan keras yang sebaiknya tidak diblender tanpa cairan?
- Es batu ukuran besar
- Kacang tanah, almond, atau kacang mede
- Biji kopi
- Rempah-rempah kering
- Bahan beku keras langsung dari freezer
Jika bahan-bahan tersebut dipaksa di-blend tanpa tambahan air atau cairan lain, tekanan pada pisau dan motor akan sangat besar.
Kenapa berbahaya untuk blender?
1. Pisau cepat tumpul
Pisau blender dirancang untuk memotong bahan lembut hingga sedang. Jika terus-menerus menghantam bahan sangat keras, ketajaman pisaunya akan berkurang lebih cepat.
2. Motor lebih cepat panas
Saat bahan tidak bergerak karena terlalu padat, motor akan bekerja ekstra keras untuk memutar pisau.
Ini bisa menyebabkan:
- motor cepat panas,
- aroma gosong dari bagian bawah blender,
- bahkan mesin mati mendadak.
3. Jar blender bisa retak
Jika menggunakan jar plastik, tekanan dari benda keras yang tidak bergerak bisa menyebabkan retakan halus (hairline crack). Pada jar kaca, risiko pecah memang lebih kecil, tetapi tetap bisa muncul serpihan kecil jika tekanan terlalu besar.
4. Pisau bisa macet atau patah
Bahan yang terlalu keras dan padat dapat mengunci pisau sehingga tidak bisa berputar. Pada beberapa kasus, dudukan pisau bahkan bisa patah.
Cara yang benar jika ingin menghancurkan bahan keras
1. Tambahkan sedikit cairan
Bisa air putih, susu, minyak, atau cairan lain sesuai kebutuhan resep.
Tujuannya agar bahan bergerak dan ikut berputar dengan pisau.
2. Gunakan mode “Pulse”
Mode ini memberi hentakan singkat yang lebih aman dibanding mode putar terus-menerus.
3. Pecahkan atau potong lebih kecil
Untuk es batu → gunakan ukuran kecil.
Untuk kacang atau bahan beku → pecahkan dulu.
4. Biarkan bahan beku sedikit mencair
Jangan masukkan bahan beku yang sangat keras langsung dari freezer.
Kesimpulan
Blender bisa digunakan untuk bahan keras, tetapi harus ada cairan agar motor tidak terbebani dan pisau tidak cepat tumpul. Dengan cara ini, blender Anda akan lebih awet, tidak mudah rusak, dan bekerja lebih maksimal.
6. Pastikan Pisau Selalu Kering Sebelum Disimpan.
Bagian pisau blender adalah komponen yang paling sering bekerja keras. Karena selalu bersentuhan dengan air, sisa makanan, dan deterjen, pisau sangat mudah mengalami karat jika tidak dikeringkan dengan benar. Karat ini bukan hanya membuat pisau tumpul, tapi juga dapat memengaruhi rasa makanan dan mengurangi higienitas.
Setelah mencuci blender, banyak orang langsung memasangnya kembali dalam kondisi masih basah. Padahal, air yang tertinggal di celah-celah pisau atau dudukan pisau dapat memicu korosi (karat). Jika dibiarkan terus-menerus, karat bisa menyebar dan membuat pisau tidak seimbang saat berputar, sehingga motor blender ikut bekerja lebih berat.
Agar pisau blender tetap tajam dan awet, lakukan hal-hal berikut:
1. Keringkan dengan Tisu atau Kain Lembut
Segera setelah dicuci, usap pisau menggunakan tisu atau kain microfiber. Fokus pada bagian bawah pisau, karena area ini sering menyimpan air.
2. Angin-Anginkan Sebentar
Jika masih ada titik-titik air kecil, letakkan pisau atau jar dalam posisi terbalik selama 10–20 menit agar kering sempurna.
3. Jangan Menyimpan Blender dalam Keadaan Tertutup Saat Basah
Menyimpan blender yang basah di dalam lemari tertutup membuat kelembapan terjebak dan mempercepat pembentukan karat, jamur, hingga bau tak sedap.
4. Perhatikan Bagian Dudukan (Base) Pisau
Area ini sering luput dari perhatian. Jika tidak dikeringkan, air dapat meresap ke dalam rumah pisau dan menyebabkan karat internal yang tidak terlihat. Lama-kelamaan, bagian ini bisa macet atau bocor.
5. Gunakan Sedikit Minyak Makanan Jika Diperlukan
Jika blender jarang digunakan, teteskan sedikit minyak goreng pada bagian pisau untuk mencegah karat. Lap tipis hingga tidak terlalu berminyak.
Dengan menjaga pisau tetap kering setiap kali selesai digunakan, Anda bisa memperpanjang umur blender, menjaga ketajaman pisau, serta memastikan makanan yang diolah selalu sehat dan aman.
7. Cek dan Kencangkan Seal atau Karet Penutup.
Seal atau karet penutup pada blender adalah komponen kecil tapi sangat penting. Fungsi utamanya adalah:
- Mencegah kebocoran
Seal memastikan cairan atau makanan yang diblender tetap berada di dalam jar. Jika karet longgar, retak, atau sobek, cairan bisa bocor ke motor dan komponen listrik, yang bisa merusak blender. - Menjaga stabilitas pisau
Karet seal menahan posisi pisau agar tetap rapat di dasar jar. Jika seal aus, pisau bisa bergeser saat digunakan, membuat hasil blender tidak halus dan risiko jar pecah meningkat. - Mencegah masuknya kotoran
Seal yang rusak memungkinkan sisa makanan masuk ke celah antara jar dan dasar, yang lama-lama bisa menyebabkan jamur atau bau tak sedap.
Tips Merawat Seal:
- Periksa setiap beberapa minggu: lihat apakah karet masih elastis, tidak retak, sobek, atau mengeras.
- Bersihkan secara rutin: lepas seal dan cuci dengan air hangat + sabun, bilas bersih.
- Ganti jika aus: Seal adalah komponen murah dan mudah diganti; jangan menunda karena seal aus bisa merusak bagian lain.
- Pasang dengan benar: pastikan seal terpasang rata sebelum menyalakan blender. Seal yang miring tetap bisa menyebabkan kebocoran dan merusak pisau.
8. Jangan Memaksa Blender Menghancurkan Es Batu Tanpa Kemampuan Khusus.
Banyak orang mengira semua blender bisa menghancurkan es batu, padahal tidak semua blender didesain untuk itu. Memaksa blender biasa untuk menghancurkan es dapat menimbulkan beberapa masalah serius:
a. Pisau Cepat Tumpul atau Rusak
- Pisau pada blender standar biasanya hanya untuk menghaluskan buah, sayuran, atau bumbu.
- Es batu yang keras memberi tekanan besar pada pisau sehingga ujungnya bisa tumpul, bahkan bisa bengkok atau pecah.
b. Jar Blender Bisa Retak
- Es batu keras menimbulkan benturan kuat pada jar plastik atau kaca.
- Blender yang tidak khusus ice crush rentan membuat jar retak, bocor, atau pecah.
c. Motor Blender Cepat Panas
- Menghancurkan es memerlukan tenaga ekstra.
- Motor blender standar bisa overload, panas, dan akhirnya cepat aus atau bahkan terbakar.
d. Solusi Aman
Jika ingin menghancurkan es, gunakan cara berikut:
- Gunakan blender khusus yang punya kemampuan menghancurkan es – biasanya dilengkapi pisau dan motor yang kuat.
- Potong es menjadi kubus kecil – agar blender standar lebih mudah menghaluskannya.
- Tambahkan sedikit air – membantu es bergerak lebih mudah di dalam jar, mengurangi tekanan pada pisau dan motor.
- Gunakan mode pulse atau interval – jangan jalankan blender nonstop.
Intinya, jangan memaksakan fungsi blender di luar kapasitasnya. Dengan cara yang benar, es batu tetap bisa dihancurkan tanpa merusak blender dan tetap menjaga pisau tajam lebih lama.
9. Gunakan Kecepatan yang Tepat Sesuai Bahan.
Blender modern biasanya memiliki beberapa pilihan kecepatan, misalnya rendah, sedang, tinggi, atau mode pulse. Memilih kecepatan yang tepat tidak hanya membuat hasil lebih baik tetapi juga menjaga umur motor dan pisau.
Mengapa penting?
- Motor tidak cepat panas
Memutar bahan keras pada kecepatan terlalu tinggi membuat motor bekerja terlalu berat sehingga cepat panas dan berpotensi rusak. - Pisau lebih awet
Kecepatan yang terlalu tinggi untuk bahan lunak atau kecil justru membuat pisau cepat tumpul. - Hasil lebih merata
Bahan halus membutuhkan kecepatan rendah dulu agar tercampur rata, baru kemudian dinaikkan.
Tips memilih kecepatan sesuai bahan
- Bumbu halus (bawang, rempah, kacang kecil)
Mulai dengan kecepatan rendah → naikkan perlahan hingga mencapai kekhalusan yang diinginkan. - Buah dan sayur untuk jus atau smoothie
Kecepatan sedang sampai tinggi biasanya cukup agar bahan tercampur rata tanpa merusak blender. - Bahan keras (es batu, wortel mentah)
Gunakan mode pulse atau kecepatan tinggi dalam interval pendek agar motor tidak kelebihan beban.
Mode pulse.
Mode ini memungkinkan blender bekerja sebentar, berhenti, lalu lanjut lagi. Sangat berguna untuk:
- Menghaluskan bahan keras sedikit demi sedikit.
- Menghindari hasil terlalu hancur atau berair.
- Mengurangi risiko motor panas berlebihan.
Kesimpulan:
Menggunakan kecepatan sesuai jenis bahan membuat hasil lebih maksimal, pisau tetap tajam, dan motor blender lebih awet. Jangan terburu-buru menggunakan kecepatan tinggi untuk semua bahan karena bisa merusak blender secara tidak sadar.
10: Simpan Blender di Tempat Kering dan Tertutup.
Mengapa ini penting?
Karena blender memiliki komponen elektronik dan pisau logam yang sensitif terhadap kelembapan. Jika disimpan di tempat lembap:
- Motor cepat rusak – Uap air bisa masuk ke bagian motor dan menyebabkan korsleting.
- Jamur dan bau – Sisa makanan atau cairan yang tersisa di jar bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur jika disimpan di tempat lembap.
- Pisau berkarat – Logam pisau akan mudah berkarat jika terus-menerus terpapar uap air.
Tips penyimpanan yang tepat
- Rak tertutup – Menyimpan blender di rak yang tertutup melindungi dari debu dan cipratan air.
- Simpan jar terbalik – Setelah dicuci dan dikeringkan, letakkan jar blender terbalik agar sisa air tidak mengendap di dasar.
- Hindari area dekat wastafel – Meskipun dekat dapur lebih praktis, area ini biasanya lembap dan rawan cipratan air.
- Pastikan kering sebelum disimpan – Selalu keringkan jar, pisau, dan seal agar tidak ada air yang tertinggal.
Manfaatnya
- Blender lebih awet dan motor tetap prima.
- Pisau tetap tajam dan bebas karat.
- Membuat blender selalu siap digunakan tanpa bau atau jamur.
Silahkan baca juga tentang tips memilih blender yang benar.
Pembahasan Penting Lainnya.
Kesalahan Umum yang Membuat Blender Cepat Rusak dan Cara Menghindarinya.
Blender adalah salah satu alat dapur yang paling sering digunakan. Mulai dari membuat jus, smoothie, hingga menghaluskan bumbu. Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa kebiasaan kecil bisa membuat blender cepat rusak.
Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan umum dan cara menghindarinya, blender bisa awet lebih lama.
1. Mengisi Blender Melebihi Kapasitas Maksimal
Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah mengisi blender terlalu penuh.
Dampak:
- Motor bekerja terlalu keras, cepat panas, dan mudah terbakar.
- Pisau sulit berputar, membuat hasil blender tidak merata.
- Risiko bocor lebih tinggi karena tekanan pada seal meningkat.
Solusi:
Selalu sisakan ruang sekitar 20–30% dari kapasitas jar. Ini memberi ruang agar bahan bergerak bebas dan motor tidak terbebani.
2. Memaksa Bahan Keras Tanpa Cairan
Beberapa orang langsung memasukkan es batu, kacang, atau rempah kering ke blender tanpa menambahkan sedikit cairan.
Dampak:
- Pisau cepat tumpul.
- Motor cepat panas.
- Jar atau gelas blender bisa retak.
Solusi:
Tambahkan sedikit air, susu, atau jus, atau gunakan mode pulse untuk menghancurkan bahan keras.
3. Menyalakan Blender Terlalu Lama Tanpa Jeda
Mengoperasikan blender nonstop selama beberapa menit bisa membuat motor overheat.
Dampak:
- Motor panas berlebih → umur blender lebih pendek.
- Suara berisik dan getaran meningkat, berisiko longgarnya pisau.
Solusi:
Blender dalam interval pendek (misal 10–20 detik), berhenti sebentar, lalu lanjutkan jika diperlukan.
4. Tidak Membersihkan Blender Setelah Digunakan
Sisa makanan yang menempel di pisau atau jar dapat mengeras dan menimbulkan bau.
Dampak:
- Pisau cepat tumpul.
- Bagian bawah jar bisa berjamur atau berkarat.
- Bau tidak sedap menempel pada blender.
Solusi:
- Cuci segera setelah digunakan.
- Gunakan air hangat + sedikit sabun dan jalankan blender 10–15 detik untuk bersihkan sisa makanan.
- Bilas dan keringkan sebelum disimpan.
5. Menggunakan Blender untuk Bahan yang Tidak Sesuai
Misalnya, menggunakan blender biasa untuk menggiling biji kopi atau daging beku yang keras.
Dampak:
- Motor terlalu berat → cepat panas.
- Pisau bisa rusak atau patah.
Solusi:
Gunakan blender sesuai fungsi. Untuk bahan super keras, gunakan food processor atau blender khusus es batu.
6. Mengabaikan Perawatan Seal atau Karet Penutup
Seal atau karet penutup jar sering diabaikan.
Dampak:
- Bocor saat digunakan.
- Motor bekerja lebih berat karena cairan masuk ke bagian bawah jar.
Solusi:
Periksa seal secara berkala. Jika longgar atau kaku → ganti. Bersihkan seal setelah dicuci agar tidak berjamur.
7. Menyimpan Blender di Tempat Lembap
Menyimpan blender di tempat yang lembap atau terkena air secara langsung bisa merusak motor dan pisau.
Solusi:
- Simpan di rak kering.
- Pastikan jar dan pisau benar-benar kering sebelum disimpan.
Kesimpulan
Kesalahan kecil sehari-hari bisa membuat blender cepat rusak. Intinya adalah:
- Gunakan blender sesuai kapasitas dan fungsinya.
- Bersihkan dan keringkan setelah pakai.
- Jangan memaksa bahan terlalu keras.
- Perhatikan seal dan kondisi motor.
Dengan menghindari kesalahan ini, blender tetap awet, tajam, dan selalu siap dipakai kapan saja.
Kenapa Blender Cepat Panas? Penyebab dan Cara Mengatasinya.
Blender cepat panas adalah masalah yang sering terjadi di dapur. Hal ini bisa mengganggu aktivitas memasak dan bahkan merusak blender jika tidak ditangani.
Berikut beberapa penyebab dan solusinya:
1. Penggunaan Terlalu Lama.
Motor blender bekerja terlalu keras jika dinyalakan terus-menerus tanpa jeda. Blender rumah tangga biasanya didesain untuk durasi singkat, sekitar 1–2 menit per sekali pakai.
Solusi:
Gunakan blender secara bertahap. Jika ingin menghaluskan bahan banyak, blender dalam beberapa sesi dengan jeda 30–60 detik agar motor tidak terlalu panas.
2. Bahan yang Terlalu Keras.
Menghancurkan bahan keras seperti es batu, wortel, atau biji-bijian dapat membuat motor bekerja ekstra keras, terutama jika blender bukan tipe high-power.
Solusi:
Potong bahan menjadi ukuran kecil sebelum diblender. Untuk bahan keras dan es, gunakan blender khusus high-power agar motor tidak cepat panas.
3. Isi Blender Terlalu Penuh.
Isi blender yang melebihi kapasitas maksimal memperlambat putaran pisau dan membuat motor bekerja lebih berat, sehingga cepat panas.
Solusi:
Pastikan bahan tidak melebihi tanda maksimal pada jar blender. Jika bahan banyak, blender dalam beberapa batch.
4. Masalah pada Motor atau Komponen Listrik.
Motor yang sudah aus, bearing rusak, atau kabel tidak stabil bisa membuat blender cepat panas meski digunakan normal.
Solusi:
Jika blender tetap cepat panas, bawa ke teknisi resmi atau service center untuk pengecekan dan perbaikan motor atau komponen listrik.
5. Kipas Pendingin Tersumbat atau Tidak Berfungsi.
Beberapa blender memiliki sistem pendingin internal. Jika kipas atau ventilasi tersumbat debu atau sisa makanan, panas tidak bisa keluar dengan baik.
Solusi:
Bersihkan ventilasi dan kipas pendingin secara rutin. Pastikan tidak ada sisa makanan atau debu yang menghalangi aliran udara.
6. Menambahkan Bahan Panas
Memasukkan bahan panas langsung ke blender membuat motor bekerja lebih keras dan jar blender lebih cepat rusak.
Solusi:
Biarkan bahan panas sedikit dingin sebelum diblender. Gunakan blender khusus jika sering membuat bahan panas.
Tips Tambahan Agar Blender Tidak Cepat Panas
- Gunakan blender sesuai fungsinya: high-power untuk es dan bahan keras, mini blender untuk jus ringan.
- Jangan memaksa blender bekerja terus-menerus; beri jeda bila perlu.
- Bersihkan pisau dan jar blender secara rutin untuk mencegah sisa makanan menumpuk.
Cukup sekian dan semoga bermanfaat.










