Tidur yang nyenyak sangat dipengaruhi oleh kenyamanan tempat tidur. Kasur yang empuk dan bersih bisa membuat tubuh lebih rileks, pikiran tenang, dan energi kembali penuh setelah bangun. Sebaliknya, kasur yang cepat kempes atau berbau kurang sedap bisa mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh terasa pegal.
Selain itu, kasur juga menjadi salah satu investasi jangka panjang untuk kenyamanan di rumah. Dengan perhatian yang tepat, kasur bisa tetap awet, nyaman digunakan, dan tetap terasa seperti baru meskipun sudah lama dipakai. Perhatian kecil sehari-hari bisa membuat kasur lebih tahan lama dan tetap nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

8 Cara Merawat Kasur agar Tidak Cepat Kempes dan Berbau.
1. Rutin Membersihkan Kasur.
Membersihkan kasur secara rutin sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kebersihannya. Banyak orang berpikir bahwa kasur hanya perlu dibersihkan saat terlihat kotor atau terkena noda, padahal debu, sel kulit mati, keringat, dan bahkan kuman atau tungau bisa menumpuk di kasur tanpa terlihat. Penumpukan ini tidak hanya membuat kasur cepat bau, tapi juga bisa memicu alergi atau masalah pernapasan bagi penggunanya.
Langkah-langkah membersihkan kasur secara rutin:
- Vakum kasur: Gunakan vacuum cleaner dengan nozzle khusus kasur untuk menyedot debu, tungau, dan partikel kecil lainnya. Lakukan ini setidaknya seminggu sekali. Fokus pada permukaan kasur, sisi samping, dan bagian lipatan jika ada. Silahkan lihat harganya vacum pembersih di Shopee.
- Angin-anginkan kasur: Setiap beberapa minggu, angkat kasur dan biarkan terkena sinar matahari pagi selama beberapa jam. Sinar matahari membantu membunuh bakteri dan mengurangi kelembapan, sehingga mencegah munculnya bau apek dan jamur.
- Membersihkan noda ringan: Jika ada noda kecil, segera lap dengan kain bersih atau gunakan campuran air hangat dan sabun ringan. Jangan biarkan noda mengering terlalu lama karena akan lebih sulit dibersihkan.
- Hindari kelembapan berlebih: Jangan menggunakan terlalu banyak air saat membersihkan kasur karena kasur yang lembap bisa menimbulkan bau apek atau jamur. Pastikan setelah dibersihkan, kasur cepat kering sebelum digunakan kembali.
Dengan melakukan pembersihan rutin seperti ini, kasur akan lebih higienis, nyaman digunakan, dan umur pakainya lebih panjang. Bahkan kasur yang terlihat bersih pun bisa menyimpan debu atau tungau yang tidak terlihat, jadi kebiasaan ini penting untuk kesehatan tidur.
2. Gunakan Pelindung Kasur (Mattress Protector).
Pelindung kasur atau mattress protector adalah lapisan tambahan yang dipasang di atas kasur. Fungsinya tidak hanya melindungi kasur dari kotoran, tapi juga memperpanjang umur kasur secara keseluruhan. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang penggunaan pelindung kasur:
a. Melindungi dari Noda dan Cairan.
Kasur bisa terkena tumpahan air, keringat, atau minuman. Jika cairan ini meresap ke dalam kasur, selain menimbulkan noda, juga bisa membuat kasur cepat rusak dan berbau. Pelindung kasur mencegah cairan ini masuk, sehingga kasur tetap bersih dan awet.
b. Mengurangi Penumpukan Debu dan Tungau.
Debu, sel kulit mati, dan tungau dapat menumpuk di kasur seiring waktu, yang bisa memicu alergi atau gangguan pernapasan. Pelindung kasur membantu mengurangi penumpukan ini karena mudah dilepas dan dicuci secara rutin. Dengan begitu, kasur tetap higienis.
c. Mudah Dibersihkan.
Salah satu keuntungan utama mattress protector adalah kemudahan perawatan. Dibandingkan harus membersihkan seluruh kasur, pelindung kasur cukup dicuci di mesin cuci. Ini membuat perawatan kasur lebih praktis dan efisien.
d. Pilih Bahan yang Nyaman dan Breathable.
Tidak semua pelindung kasur sama. Pilih bahan yang breathable atau bisa “bernapas”, seperti katun atau campuran katun dengan polyester, agar tetap nyaman digunakan dan tidak panas saat tidur. Hindari bahan yang terlalu tebal atau kedap udara karena bisa membuat kasur terasa lembap dan pengap.
e. Sesuaikan Ukuran Kasur.
Pastikan pelindung kasur sesuai dengan ukuran kasur, baik panjang maupun ketebalan. Pelindung yang terlalu kecil atau longgar bisa bergeser, membuat tidur tidak nyaman dan perlindungan kurang maksimal.
Dengan menggunakan pelindung kasur secara rutin, kasur akan lebih terlindungi dari noda, debu, dan kelembapan. Ini adalah cara sederhana namun efektif untuk menjaga kasur tetap nyaman, bersih, dan tahan lama.
Silahkan lihat harganya pelindung kasur yang sudah waterproof.
3. Putar dan Balik Kasur Secara Berkala.
Salah satu penyebab kasur cepat kempes adalah pemakaian yang tidak merata. Saat kita tidur setiap malam di kasur, berat tubuh biasanya menekan area yang sama, misalnya bagian tengah atau tempat kepala dan punggung. Lama-kelamaan, tekanan ini membuat busa atau pegas di dalam kasur menurun kualitasnya, sehingga kasur menjadi cekung atau kempes di beberapa titik.
Untuk mencegah hal ini, disarankan untuk memutar dan membalik kasur secara berkala:
- Memutar Kasur (Rotate)
Putar kasur 180° sehingga bagian kepala menjadi kaki, dan sebaliknya. Dengan cara ini, titik-titik yang sebelumnya sering mendapat tekanan akan bergeser ke sisi lain, sehingga keausan lebih merata. - Membalik Kasur (Flip)
Jika kasur memiliki dua sisi yang bisa digunakan (double-sided), balik kasur dari atas ke bawah. Tidak semua kasur modern memiliki sisi ganda, jadi pastikan membaca petunjuk dari produsen sebelum membalik. Membalik kasur akan membantu menjaga busa dan pegas tetap elastis dan mencegah pembentukan cekungan permanen. - Frekuensi
Umumnya, dianjurkan untuk memutar dan membalik kasur setiap 2–3 bulan sekali. Jika kasur hanya bisa diputar, lakukan setidaknya setiap 2–3 bulan. Bila kasur bisa dibalik, sebaiknya kombinasi putar dan balik dilakukan secara bergantian untuk hasil maksimal. - Manfaat
- Mencegah kempes di area tertentu.
- Menjaga kenyamanan tidur tetap merata.
- Memperpanjang umur kasur.
- Mengurangi risiko munculnya bau akibat busa atau pegas yang lembap di satu sisi.
Dengan melakukan langkah sederhana ini secara rutin, kasur akan tetap empuk dan nyaman dalam jangka waktu lebih lama.
4. Hindari Meletakkan Kasur di Lantai yang Lembap.
Meletakkan kasur langsung di lantai, terutama lantai yang lembap, bisa menimbulkan beberapa masalah serius bagi kasur dan kesehatan penggunanya. Lantai yang bersentuhan langsung dengan kasur cenderung menahan kelembapan, terutama jika kamar tidak memiliki ventilasi yang baik atau sering terkena udara lembap. Kondisi ini bisa membuat bagian bawah kasur menjadi lembap, yang kemudian menimbulkan bau apek dan mempercepat pertumbuhan jamur atau bakteri.
Jamur dan bakteri tidak hanya merusak kasur, tapi juga bisa memengaruhi kesehatan. Bau apek yang timbul sering kali sulit dihilangkan, bahkan setelah kasur dijemur atau dibersihkan. Selain itu, kelembapan yang terus-menerus bisa membuat bahan kasur—terutama kasur busa atau lateks—mudah rusak, kehilangan elastisitas, dan cepat kempes.
Untuk mencegah hal ini, sebaiknya kasur diletakkan di atas ranjang atau alas yang bisa memungkinkan sirkulasi udara di bawah kasur. Ranjang berbahan kayu atau logam dengan celah di bawahnya akan membantu udara bergerak, menjaga kasur tetap kering, dan memperpanjang umur kasur. Jika tidak memungkinkan menggunakan ranjang, bisa menggunakan alas seperti palet kayu atau matras anti lembap yang bisa mengangkat kasur dari lantai.
Selain itu, pastikan kamar memiliki ventilasi yang cukup, misalnya dengan membuka jendela beberapa jam setiap hari agar udara bisa bergerak dan kelembapan berkurang. Kamar yang berventilasi baik juga akan membuat kasur lebih segar dan nyaman untuk tidur.
5. Bersihkan Noda Segera.
Kasur bisa saja terkena tumpahan minuman, keringat berlebih, atau noda dari makanan. Jika noda dibiarkan terlalu lama, akan sulit dihilangkan dan bisa menimbulkan bau tak sedap serta memicu pertumbuhan bakteri atau jamur. Oleh karena itu, membersihkan noda secepat mungkin adalah kunci agar kasur tetap bersih dan nyaman.
Langkah pertama adalah menyerap cairan yang tumpah dengan cepat menggunakan kain bersih atau tisu. Tekan perlahan, jangan digosok, karena menggosok bisa membuat cairan masuk lebih dalam ke serat kasur.
Untuk noda membandel, bisa dibuat larutan pembersih ringan dari air hangat dan sabun cuci lembut atau deterjen khusus kain. Celupkan kain bersih ke larutan tersebut, peras hingga tidak terlalu basah, lalu tepuk-tepuk noda hingga mulai hilang. Hindari menuangkan larutan langsung ke kasur karena bisa membuat bagian dalam kasur lembap.
Setelah noda terangkat, lap bagian tersebut dengan kain bersih yang dibasahi air biasa untuk menghilangkan sisa sabun. Kemudian keringkan dengan kain kering atau biarkan kasur terkena udara segar. Jika memungkinkan, jemur di bawah sinar matahari pagi sebentar untuk memastikan bagian yang basah cepat kering dan bebas bau.
Dengan membersihkan noda segera, kasur akan tetap tampak bersih, bebas bakteri, dan tidak mudah berbau, sehingga kualitas tidur tetap terjaga.
6. Hindari Lompat di Atas Kasur.
Mungkin terdengar sepele, tapi kebiasaan melompat di kasur bisa berdampak serius pada umur dan kenyamanan kasur. Saat seseorang melompat, tekanan yang diberikan pada kasur tidak merata dan cenderung menumpuk di satu titik tertentu.
Akibatnya:
- Pegas dan busa cepat rusak
Untuk kasur spring (dengan pegas), lompatan berulang bisa membuat pegas melengkung atau bahkan patah. Sedangkan untuk kasur busa atau lateks, tekanan yang terus-menerus di satu titik membuat busa menjadi gepeng lebih cepat. Kasur pun kehilangan bentuknya dan kenyamanannya berkurang. - Kasur menjadi kempes di area tertentu
Tekanan berulang yang tidak merata menyebabkan permukaan kasur turun atau kempes di bagian tertentu. Ini membuat tidur tidak nyaman karena ada bagian kasur yang terlalu lunak atau terlalu keras. - Mengurangi umur pakai kasur
Setiap kasur memiliki umur pakai tertentu. Lompat-lompat di atas kasur bisa memperpendek masa pakai ini, sehingga harus diganti lebih cepat. - Risiko cedera
Selain merusak kasur, melompat di atas kasur juga bisa berisiko bagi orang yang melompat, terutama anak-anak. Terjatuh atau terpeleset bisa menyebabkan cedera ringan hingga serius.
Tips:
- Ingatkan anggota keluarga, terutama anak-anak, untuk tidak bermain atau melompat di atas kasur.
- Jika ingin aktivitas lompat-lompat, gunakan area yang memang aman seperti trampoline mini atau matras di lantai.
- Untuk kasur yang sudah memiliki anak-anak, pertimbangkan menambahkan pelindung tebal di sekitar ranjang agar jika anak terpeleset, risiko cedera lebih rendah.
Dengan menghindari kebiasaan ini, kasur tetap rata, empuk, dan nyaman lebih lama. Kasur juga lebih awet dan tetap mendukung kualitas tidur yang baik.
7. Gunakan Bahan Kasur yang Sesuai Kebutuhan.
Kasur saat ini tersedia dalam berbagai jenis bahan, dan masing-masing memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi kenyamanan, daya tahan, dan cara perawatannya. Memilih kasur yang sesuai kebutuhan bukan hanya soal kenyamanan tidur, tapi juga soal mempermudah perawatannya agar tidak cepat kempes atau berbau.
- Kasur Busa (Foam Mattress)
- Kelebihan: Busa yang lembut mengikuti bentuk tubuh sehingga nyaman untuk tidur. Busa juga relatif ringan sehingga mudah dipindahkan.
- Perawatan: Kasur busa mudah menyerap cairan dan kelembapan, jadi penting menggunakan pelindung kasur. Selain itu, hindari terkena sinar matahari langsung terlalu lama karena bisa merusak struktur busa.
- Tips: Balik atau putar kasur secara berkala untuk mencegah bagian tertentu kempes lebih cepat.
- Kasur Lateks
- Kelebihan: Elastis, tahan lama, dan antibakteri alami. Kasur lateks cenderung lebih awet dibanding kasur busa biasa dan tidak mudah kempes.
- Perawatan: Meski lebih tahan terhadap kelembapan, kasur lateks tetap perlu dijaga agar tidak terlalu lembap dan terpapar sinar matahari langsung. Vacuum cleaning dan angin-anginkan sesekali cukup untuk menjaga kesegarannya.
- Tips: Hindari melipat kasur lateks karena bisa merusak strukturnya.
- Kasur Pegas (Spring/Coil Mattress)
- Kelebihan: Kasur pegas biasanya lebih tebal dan memiliki daya dukung yang baik untuk tulang belakang. Udara lebih mudah bersirkulasi di dalamnya sehingga jarang berbau lembap.
- Perawatan: Gunakan pelindung kasur untuk mencegah debu dan noda. Jangan melompat di atas kasur pegas karena bisa merusak pegas dan menyebabkan kempes di area tertentu.
- Tips: Rotasi kasur secara berkala agar pemakaian pegas merata.
- Kasur Hybrid
- Kelebihan: Kombinasi busa dan pegas, memberikan kenyamanan busa sekaligus dukungan pegas.
- Perawatan: Sama seperti kasur busa dan pegas, gunakan pelindung kasur, hindari kelembapan berlebih, dan rotasi secara rutin.
Memahami karakteristik kasur yang Anda gunakan membantu menentukan cara perawatan yang tepat. Misalnya, kasur busa lebih sensitif terhadap kelembapan dibanding kasur pegas, sementara kasur lateks lebih awet tapi tetap perlu sirkulasi udara. Dengan memilih kasur yang sesuai kebutuhan dan merawatnya dengan benar, kasur akan lebih awet, nyaman, dan bebas dari bau.
8. Perbaiki Sirkulasi Udara di Kamar.
Udara yang mengalir dengan baik di kamar sangat penting untuk menjaga kasur tetap kering dan bebas bau. Kasur yang lembap cenderung menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur, yang bisa menyebabkan bau apek dan bahkan masalah kesehatan seperti alergi atau gangguan pernapasan.
Beberapa cara untuk menjaga sirkulasi udara di kamar:
- Buka jendela secara rutin
Membuka jendela setiap pagi memungkinkan udara segar masuk dan kelembapan di kamar berkurang. Paparan sinar matahari pagi juga membantu membunuh bakteri dan jamur pada kasur. - Gunakan kipas angin atau AC
Jika kamar tidak memiliki ventilasi alami yang cukup, kipas angin atau AC dapat membantu mengalirkan udara dan menjaga kelembapan tetap stabil. Pastikan AC atau kipas dalam kondisi bersih agar tidak menyebarkan debu ke kasur. - Hindari menaruh kasur di sudut sempit atau dekat dinding lembap
Meletakkan kasur terlalu menempel ke dinding atau di lantai tanpa alas bisa membuat udara sulit bersirkulasi di bawah kasur, sehingga bagian bawah mudah lembap. Gunakan ranjang atau alas yang memiliki celah untuk sirkulasi udara. - Gunakan dehumidifier jika perlu
Di daerah yang lembap, dehumidifier sangat membantu mengurangi kelembapan udara di kamar. Dengan kelembapan terkontrol, kasur tidak mudah bau dan awet lebih lama.
Dengan sirkulasi udara yang baik, kasur akan tetap segar, bebas bau apek, dan lebih nyaman digunakan setiap malam. Ini juga membantu memperpanjang umur kasur serta menjaga kualitas tidur Anda.
Silahkan baca juga tentang Sirkulasi Udara Ruang tamu.
Berikut adalah kesimpulannya dalam bentuk tabel yang ringkas dan mudah dipahami:
| No | Perawatan | Manfaat / Dampak |
|---|---|---|
| 1 | Rutin membersihkan kasur (vacuum & angin-anginkan) | Menghilangkan debu, kotoran, dan bakteri; mencegah bau tak sedap |
| 2 | Gunakan pelindung kasur (mattress protector) | Mencegah noda dan cairan meresap; kasur lebih mudah dibersihkan |
| 3 | Putar dan balik kasur secara berkala | Mencegah kempes di area tertentu; mempertahankan kenyamanan |
| 4 | Hindari meletakkan kasur di lantai lembap | Mencegah kelembapan, jamur, dan bau apek |
| 5 | Bersihkan noda segera | Mencegah noda menetap dan kerusakan material kasur |
| 6 | Hindari lompat di atas kasur | Melindungi pegas dan busa agar tidak cepat kempes |
| 7 | Pilih bahan kasur sesuai kebutuhan | Mempermudah perawatan dan memperpanjang umur kasur |
| 8 | Jaga sirkulasi udara kamar | Mengurangi kelembapan dan bau; menjaga kasur tetap segar |
Pembahasan Penting Lainnya.
Bahan Pelindung Kasur yang Efektif Menghindari Noda dan Bau.
Kasur adalah investasi penting untuk kenyamanan tidur, tapi tanpa perawatan yang tepat, kasur bisa cepat kotor, bau, dan bahkan menimbulkan alergi. Salah satu cara paling efektif untuk menjaga kasur tetap bersih adalah menggunakan pelindung kasur atau mattress protector. Tidak hanya melindungi dari noda, pelindung kasur juga bisa membantu mengurangi risiko bau tak sedap dan memperpanjang umur kasur.
Mengapa Perlu Pelindung?
Seiring waktu, kasur bisa menyerap keringat, minyak tubuh, tumpahan minuman, debu, dan sel kulit mati. Semua ini bisa menjadi sumber bau dan tempat berkembangnya bakteri atau tungau. Pelindung kasur bertindak sebagai lapisan ekstra yang menahan kotoran agar tidak meresap ke dalam kasur, sehingga membersihkan kasur menjadi lebih mudah dan kasur tetap higienis.
Jenis Bahan Pelindung Kasur
Pelindung kasur tersedia dalam berbagai bahan, masing-masing dengan keunggulan tersendiri:
- Cotton / Katun: Bahan ini lembut, nyaman, dan mudah menyerap keringat. Cocok untuk mereka yang ingin tidur nyaman sekaligus menjaga kasur tetap kering.
- Polyester: Lebih tahan lama dan mudah dicuci. Polyester juga cepat kering, sehingga praktis untuk digunakan sehari-hari.
- Waterproof / Anti Air: Biasanya dilapisi dengan lapisan tipis TPU (Thermoplastic Polyurethane) di bawah kain. Sangat efektif mencegah cairan meresap ke kasur, cocok untuk rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan.
- Bambu (Bamboo Fabric): Bahan alami ini antibakteri dan anti bau, serta memiliki sifat penyerap kelembapan yang baik. Ideal untuk kamar yang lembap atau untuk orang yang mudah berkeringat.
Tips Memilih Pelindung Kasur
Agar pelindung kasur bekerja optimal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Ukuran Sesuai Kasur: Pastikan pelindung menutupi seluruh permukaan kasur, termasuk sisi dan sudut.
- Mudah Dicuci: Pilih bahan yang bisa dicuci di mesin cuci agar lebih praktis dibersihkan.
- Tahan Lama dan Tidak Cepat Robek: Periksa kualitas jahitan dan ketebalan bahan, terutama untuk pelindung waterproof.
- Nyaman Digunakan: Pelindung kasur yang terlalu keras atau berisik bisa mengurangi kenyamanan tidur. Pilih yang lembut dan breathable.
Cara Merawat Pelindung
Pelindung kasur pun perlu dirawat agar tetap efektif:
- Cuci secara rutin, minimal sebulan sekali, atau lebih sering jika sering terkena noda atau keringat.
- Gunakan deterjen ringan dan hindari pemutih keras agar bahan tetap awet.
- Jemur di tempat teduh atau gunakan setting pengering mesin cuci dengan suhu rendah untuk menjaga bentuk dan kualitas kain.
Manfaat Tambahan Menggunakan Pelindung Kasur
Selain mencegah noda dan bau, pelindung kasur juga:
- Mengurangi risiko alergi akibat tungau dan debu.
- Memudahkan perawatan kasur lama, sehingga tetap nyaman digunakan.
- Membantu menjaga kasur tetap kencang dan awet, terutama untuk kasur busa atau spring.
Menggunakan pelindung kasur adalah langkah sederhana tapi sangat efektif untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan umur kasur. Dengan memilih bahan yang tepat dan merawatnya secara rutin, kasur akan tetap segar, bebas noda, dan nyaman untuk tidur setiap malam.
Kesalahan Umum dalam Perawatan Kasur yang Harus Dihindari.
Kasur adalah salah satu investasi penting di rumah. Selain menjadi tempat beristirahat, kasur yang nyaman dan awet juga memengaruhi kualitas tidur kita. Namun, banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam merawat kasur, yang justru membuat kasur cepat kempes, berbau, atau bahkan rusak.
Berikut beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari agar kasur tetap nyaman dan tahan lama.
1. Meletakkan Kasur di Lantai Secara Langsung
Salah satu kesalahan paling umum adalah menempatkan kasur langsung di lantai. Lantai, terutama yang lembap, dapat membuat bagian bawah kasur menjadi lembap dan rentan berjamur. Selain itu, kasur yang diletakkan di lantai tidak mendapatkan sirkulasi udara yang baik, yang penting untuk menjaga kebersihan dan kesegaran kasur. Gunakan alas atau ranjang agar kasur tetap kering dan udara dapat mengalir di bawahnya.
2. Jarang Membersihkan Kasur
Debu, sel kulit mati, dan kotoran bisa menumpuk jika kasur jarang dibersihkan. Banyak orang berpikir cukup mengganti sprei saja, tapi debu dan kotoran tetap menempel di kasur. Kesalahan ini bisa membuat kasur bau dan menjadi sarang tungau atau alergen. Disarankan untuk membersihkan kasur dengan vacuum cleaner secara rutin dan menganginkannya di bawah sinar matahari.
3. Tidak Memutar atau Membalik Kasur
Kasur yang digunakan terus-menerus di satu sisi akan cepat kempes di area tertentu. Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak memutar atau membalik kasur sesuai jadwal. Untuk mencegah kempes, putar atau balik kasur setiap 2–3 bulan, tergantung jenis kasur dan petunjuk produsen.
4. Menggunakan Air Berlebihan Saat Membersihkan Noda
Saat membersihkan noda, banyak orang menggunakan terlalu banyak air. Akibatnya, kasur menjadi lembap dan sulit kering, sehingga berisiko berjamur dan berbau apek. Gunakan kain lembap secukupnya atau campuran air hangat dengan sabun ringan. Setelah itu, pastikan kasur benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
5. Melompat di Atas Kasur
Kasur bukanlah tempat bermain. Melompat di atas kasur dapat merusak pegas, busa, atau lapisan atasnya sehingga kasur cepat kempes dan kehilangan kenyamanan. Kesalahan ini sering dilakukan oleh anak-anak, jadi penting untuk mengingatkan agar kasur tetap digunakan sesuai fungsinya.
6. Tidak Menggunakan Pelindung Kasur
Banyak orang menganggap kasur cukup diganti sprei saja, padahal kasur tetap bisa ternoda atau terserap keringat dan cairan. Mengabaikan penggunaan pelindung kasur adalah kesalahan umum yang membuat kasur lebih cepat kotor dan berbau. Mattress protector membantu menjaga kasur tetap bersih dan memudahkan perawatan.
7. Mengabaikan Kelembapan dan Ventilasi Kamar
Kamar yang lembap atau kurang ventilasi mempercepat munculnya bau apek dan jamur pada kasur. Kesalahan yang sering terjadi adalah menutup kamar sepenuhnya tanpa aliran udara. Membuka jendela di pagi hari atau menggunakan kipas/dehumidifier membantu menjaga udara tetap segar dan kasur tetap kering.
Merawat kasur memang memerlukan perhatian rutin, tapi menghindari kesalahan-kesalahan di atas bisa membuat kasur lebih awet, nyaman, dan bersih. Dengan begitu, tidur menjadi lebih nyenyak dan kualitas tidur pun meningkat.
Cukup sekian dan semoga bermanfaat.









