Menata bumbu dapur sering kali jadi tantangan tersendiri, apalagi jika koleksinya cukup banyak dan dipakai setiap hari. Tanpa tempat penyimpanan yang tepat, botol-botol bumbu bisa mudah berantakan dan membuat aktivitas memasak terasa kurang nyaman. Kehadiran rak multifungsi bisa menjadi solusi praktis untuk menjaga dapur tetap rapi, teratur, dan mudah digunakan kapan saja.
Selain membantu mengorganisir berbagai jenis bumbu, rak multifungsi juga memberi sentuhan estetik pada area dapur. Bentuknya yang beragam, mulai dari rak bertingkat, rak gantung, hingga rak dengan tambahan tempat minyak dan alat masak, membuatnya cocok untuk berbagai kebutuhan. Dengan penataan yang lebih baik, suasana dapur terasa lebih lega dan kegiatan memasak pun menjadi lebih menyenangkan.

9 Tips Memilih Rak Bumbu Multifungsi untuk Dapur Rumah.
1. Sesuaikan dengan Ukuran Dapur.
Sebelum memilih rak bumbu, hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah ukuran dapur dan ruang kosong yang tersedia. Ini penting supaya rak yang kamu beli benar-benar pas, tidak menghalangi aktivitas, dan tetap nyaman dipandang.
a. Ukur Area Penempatan Rak
Langkah paling dasar tapi sering dilewatkan adalah mengukur ruang.
Kamu perlu tahu:
- Lebar area
- Tinggi area (kalau rak dinding)
- Kedalaman/meja yang tersedia
Dengan mengetahui ukurannya, kamu bisa menyesuaikan model rak agar tidak terlalu besar atau justru kekecilan.
Contoh:
Kalau ruang di samping kompor hanya 20–25 cm, lebih cocok pakai rak vertikal bertingkat daripada rak datar yang panjang.
b. Untuk Dapur Kecil: Prioritaskan Hemat Ruang
Jika dapur kamu tidak terlalu luas, pilih rak yang tidak menghabiskan area kerja.
Beberapa pilihan yang cocok untuk dapur kecil:
- Rak gantung di dinding → bikin area meja tetap kosong
- Rak magnet yang bisa ditempel di kulkas atau sisi kabinet
- Rak bertingkat ramping (slim rack) yang memanjang ke atas, bukan ke samping
- Rak sudut (corner rack) untuk memanfaatkan area yang sering terabaikan
Dengan cara ini, dapur tetap terlihat lapang dan kamu tetap bisa menyimpan banyak bumbu.
c. Untuk Dapur Sedang hingga Besar: Lebih Fleksibel
Kalau dapur kamu luas, pilihan rak lebih leluasa. Kamu bisa pakai:
- Rak meja yang panjang
- Rak bumbu multifungsi yang punya banyak kompartemen
- Rak besar dengan tempat minyak, tisu, dan peralatan masak
- Rak kayu terbuka yang juga menambah estetika dapur
Dapur yang lebih besar sering punya area kosong yang cukup, jadi kamu bisa memilih rak dengan kapasitas lebih besar dan fitur yang lebih lengkap.
d. Jangan Sampai Menghalangi Alur Kerja Dapur
Walaupun raknya muat, pastikan rak tersebut tidak mengganggu area penting seperti:
- Tempat memotong bahan
- Area dekat kompor
- Jalur kaki saat lewat
- Bukaan pintu kabinet atau laci
Rak yang salah posisi bisa bikin aktivitas masak jadi tidak nyaman dan terasa sempit meskipun ruangnya cukup.
e. Perhatikan Kebutuhan Jangka Panjang
Ukuran dapur kadang tetap, tapi barang-barang di dapur bisa bertambah seiring waktu.
Karena itu, pertimbangkan juga:
- Apakah kamu sering menambah koleksi bumbu?
- Apakah kamu punya rencana menata ulang dapur dalam waktu dekat?
Kalau iya, lebih baik pilih rak yang fleksibel dan tidak terlalu pas-pasan ukurannya.
Kesimpulan
Intinya, membeli rak dapur itu bukan hanya tentang tampilannya, tapi harus sesuai dengan ukuran dapur itu sendiri. Dengan mengukur ruang, memilih model yang tepat, dan mempertimbangkan kenyamanan saat digunakan, rak bumbu yang kamu pilih bisa benar-benar membantu dapur lebih rapi dan efisien.
2. Pilih Model Rak yang Multifungsi.
Saat ini banyak rak bumbu yang tidak hanya berfungsi untuk menaruh botol-botol bumbu, tapi juga dirancang sebagai organizer lengkap untuk berbagai perlengkapan dapur. Model seperti ini jauh lebih praktis karena bisa menyatukan beberapa fungsi dalam satu tempat. Dapur jadi lebih rapi, aktivitas memasak pun lebih cepat dan efisien.
Berikut detail hal yang bisa kamu pertimbangkan saat memilih rak yang benar-benar multifungsi:
a. Rak dengan Gantungan Alat Masak
Beberapa rak dilengkapi dengan gantungan kecil di bagian samping atau bawah. Gantungan ini bisa kamu pakai untuk:
- Spatula.
- Sutil.
- Sendok sayur.
- Whisk.
- Penjepit (tongs).
Fitur ini membantu banget kalau kamu suka menyiapkan bumbu sambil masak. Alat masak jadi lebih mudah dijangkau tanpa perlu buka laci atau lemari lagi.
b. Ruang Khusus untuk Botol Minyak dan Saus
Model rak multifungsi biasanya menyediakan space lebih lebar untuk botol minyak, kecap, saus tiram, atau cuka.
Keuntungannya:
- Botol yang lebih berat dan tinggi punya tempat sendiri
- Nggak mudah terguling
- Minyak dan bumbu cair yang sering dipakai tidak tercecer di meja
Ini bikin area memasak terlihat lebih bersih dan rapi.
c. Laci Kecil untuk Barang-Barang Mini
Bumbu sachet, tusuk gigi, plastik klip, selotip dapur, atau korek gas sering hilang kalau tidak punya tempat khusus. Nah, rak multifungsi banyak yang menyediakan laci kecil untuk menyimpan barang-barang mini seperti ini.
Laci kecil ini membuat tampilan rak tetap bersih dan barang-barang kecil tidak berserakan.
d. Tempat untuk Tisu Gulung Dapur
Rak model tertentu sudah menyediakan tempat untuk menggantungkan tisu dapur. Praktis banget karena:
- Tisu mudah disobek saat perlu
- Tidak perlu beli holder terpisah
- Hemat ruang meja
Ini biasanya berada di bagian bawah rak agar mudah dijangkau.
e. Rak Bertingkat untuk Mengoptimalkan Ruang
Model bertingkat sangat berguna untuk memaksimalkan ruang vertikal di dapur. Keuntungannya:
- Botol bumbu lebih mudah dilihat
- Tidak menumpuk di satu baris
- Lebih efisien dalam memanfaatkan ruang kecil
Beberapa rak bahkan punya 2–3 tingkat dengan bentuk tangga kecil agar botol bumbu tetap terlihat jelas.
f. Fitur Pelindung agar Botol Tidak Mudah Jatuh
Pada rak multifungsi modern, biasanya terdapat pembatas pada setiap tingkatan. Ini berfungsi supaya botol tidak mudah melorot atau jatuh ketika kamu mengambil barang di sebelahnya.
Fitur kecil tapi sangat penting, apalagi untuk dapur yang sering dipakai masak sehari-hari.
g. Area Flat untuk Peralatan Tambahan
Beberapa model menyediakan area datar di bagian atas rak yang bisa kamu gunakan untuk:
- Menaruh blender kecil
- Menaruh toples snack
- Wadah garam gula
- Mini dekorasi (tanaman kecil)
Area ekstra ini membuat rak semakin serbaguna.
Rak Gantung atau Rak Meja?
Rak multifungsi tersedia dalam dua pilihan besar:
- Rak gantung → hemat ruang, cocok untuk dinding dekat kompor atau wastafel
- Rak meja → lebih stabil, kapasitas lebih besar, dan fiturnya lebih banyak
Pilih sesuai kebiasaan dan layout dapur kamu.
Kesimpulan
Model rak yang multifungsi pada dasarnya membantu kamu menggabungkan banyak fungsi penyimpanan dalam satu alat, sehingga dapur lebih rapi, hemat tempat, dan aktivitas memasak jauh lebih praktis. Carilah yang punya fitur lengkap sesuai kebutuhan, seperti gantungan alat masak, tempat minyak, laci kecil, dan tingkat yang cukup.
3. Perhatikan Bahan Rak.
Bahan rak bumbu sangat menentukan kekuatan, ketahanan, kemudahan perawatan, dan tampilan dapur secara keseluruhan. Setiap bahan punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Karena rak bumbu akan digunakan setiap hari dan berada di area yang sering terkena minyak, uap panas, serta kelembapan, penting untuk memilih bahan yang benar-benar sesuai kebutuhan.
Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai bahan-bahan yang umum digunakan:
a. Stainless Steel
Bahan stainless steel adalah salah satu yang paling populer untuk peralatan dapur, termasuk rak bumbu.
Kelebihan:
- Anti karat → ideal untuk dapur lembap atau sering terkena cipratan air.
- Kuat dan tahan lama, tidak mudah patah.
- Tampilan modern dan cocok untuk dapur minimalis atau modern.
- Mudah dibersihkan—cukup dilap dengan kain lembap, kotoran dan minyak cepat hilang.
Kekurangan:
- Harganya biasanya sedikit lebih tinggi.
- Ada jenis stainless yang kualitasnya rendah dan bisa berkarat jika lapisannya tipis.
Cocok untuk:
Orang yang ingin rak bumbu yang awet, kokoh, dan tampak premium.
b. Kayu
Rak bumbu kayu memberi kesan hangat dan natural pada dapur.
Kelebihan:
- Estetik dan dekoratif, cocok untuk dapur rustic, Scandinavian, atau natural.
- Terlihat ramah dan menyatu dengan perabot kayu lainnya.
- Solid wood biasanya kuat.
Kekurangan:
- Kayu yang tidak diberi lapisan pelindung bisa mudah lembap, berjamur, atau melengkung.
- Perlu perawatan lebih rajin.
- Tidak tahan cipratan minyak dalam jangka panjang jika tak dirawat.
Cocok untuk:
Kamu yang mengutamakan penampilan dapur dan suka suasana hangat, serta siap untuk perawatan tambahan.
c. Plastik Berkualitas
Bahan plastik premium (seperti PP dan ABS) makin banyak dipakai karena harganya terjangkau tapi tetap kuat.
Kelebihan:
- Ringan dan mudah dipindah.
- Harga terjangkau.
- Tidak berkarat.
- Banyak desain modern dan multifungsi.
- Tahan air dan mudah dibersihkan.
Kekurangan:
- Tidak sekuat logam dalam menahan beban berat.
- Warna bisa memudar jika terkena panas terus-menerus.
- Terlihat kurang premium dibanding stainless atau kayu.
Cocok untuk:
Rumah yang mengutamakan praktis, ringan, murah, dan mudah dibersihkan.
d. Besi dengan Lapisan Anti-Karat
Banyak rak bumbu dari besi biasa tapi diberi lapisan coating (seperti powder coating) untuk mencegah karat.
Kelebihan:
- Sangat kuat dan stabil.
- Biasanya design-nya stylish, terutama untuk gaya industrial.
- Harga lebih terjangkau dibanding stainless berkualitas tinggi.
Kekurangan:
- Jika lapisannya tergores, besi bisa cepat berkarat.
- Lebih berat dibanding plastik.
Cocok untuk:
Kamu yang ingin rak kokoh dan tampilan industrial atau modern, tapi dengan harga yang lebih bersahabat daripada stainless.
Cara Memilih Bahan yang Tepat
Supaya tidak salah pilih, pertimbangkan hal-hal berikut:
✔ Lingkungan dapur
Jika dapur lembap, sering terkena uap, atau dekat wastafel, pilih stainless atau plastik.
✔ Berapa berat beban rak nanti
Jika banyak menyimpan botol kaca besar, pilih stainless atau besi.
✔ Preferensi estetika
Jika ingin tampilan natural → kayu.
Ingin modern → stainless.
Ingin ringan dan simpel → plastik.
✔ Perawatan yang sanggup kamu lakukan
Kayu butuh perhatian lebih.
Stainless dan plastik paling mudah dirawat.
4. Pastikan Desainnya Mudah Dibersihkan.
Rak bumbu berada di area yang rawan kotor—kena cipratan minyak, tumpahan bumbu, debu, dan uap masakan. Karena itu, sangat penting memilih rak yang desainnya mudah dibersihkan agar dapur tetap higienis dan rak lebih awet. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a. Pilih Permukaan yang Halus dan Tidak Banyak Sudut Kecil
Rak dengan permukaan halus lebih mudah dilap hanya dengan kain basah.
Hindari rak yang punya banyak lekukan kecil, ukiran, atau celah sempit karena area ini biasanya jadi tempat menumpuknya minyak dan debu, dan lebih sulit dibersihkan.
b. Utamakan Bahan yang Tahan Minyak dan Air
Karena rak berada di area masak, pilih bahan yang tidak mudah menyerap minyak atau air, seperti:
- Stainless steel → paling mudah dibersihkan dan tidak meninggalkan noda
- Plastik berkualitas → ringan, mudah dicuci, tidak mudah kusam
- Kayu berlapis coating → lebih aman dari noda, tapi tetap perlu perlakuan khusus
Bahan yang mudah dibersihkan akan menghemat waktu kamu saat bersih-bersih dapur.
c. Cek Apakah Rak Bisa Dibongkar-Pasang
Beberapa rak bumbu dirancang modular atau bisa dilepas per bagiannya.
Keuntungannya:
- Bisa dicuci lebih detail
- Lebih mudah menjangkau bagian belakang dan pojokan rak
- Tetesan minyak yang mungkin masuk ke sela-sela bisa dibersihkan tuntas
Rak yang bisa dibongkar-pasang umumnya lebih higienis dalam jangka panjang.
d. Pastikan Ada Sistem Drainase (Jika Ada Wadah atau Rak Meniru Dish Rack)
Beberapa rak multifungsi punya tempat minyak atau wadah kecil.
Jika ada bagian yang bisa menampung air atau cuci-cucian, pastikan rak memiliki:
- Lubang drainase
- Tatakan kecil yang bisa dilepas
Ini membantu mencegah jamur, bau lembap, dan kerak air.
e. Pilih yang Anti-Karat dan Anti-Korosi
Rak stainless steel atau besi yang sudah dilapisi anti-karat sangat membantu karena:
- Tidak mudah berubah warna
- Tidak meninggalkan noda karat di meja dapur
- Lebih higienis
Rak yang anti-karat juga lebih tahan menghadapi cipratan minyak panas dan uap masakan.
f. Pilih Warna yang Tidak Mudah Memperlihatkan Noda
Meski bukan aturan wajib, warna rak juga mempengaruhi kesan bersih.
- Warna hitam atau gelap tidak mudah terlihat kotor
- Warna silver (stainless) selalu terlihat bersih dan profesional
- Warna putih cantik, tapi mudah terlihat noda minyak
Ini bisa menjadi pertimbangan tambahan agar rak tetap tampak rapi.
Kesimpulan
Memastikan rak bumbu mudah dibersihkan akan membuat perawatan dapur lebih sederhana, rak lebih tahan lama, dan kamu tidak perlu repot melakukan pembersihan mendalam setiap minggu. Intinya, pilih rak yang permukaannya halus, bahannya tahan minyak dan air, serta minim celah atau dapat dibongkar-pasang.
5. Pilih Kapasitas yang Sesuai Kebutuhan.
Saat membeli rak, salah satu hal terpenting adalah menentukan kapasitas yang pas. Kapasitas di sini bukan hanya soal ukuran rak, tapi juga seberapa banyak bumbu dan perlengkapan dapur yang ingin kamu simpan di satu tempat.
a. Ketahui jumlah bumbu yang kamu pakai sehari-hari
Setiap orang punya “gaya masak” yang berbeda.
- Ada yang hanya menggunakan bumbu-bumbu dasar: garam, gula, lada, kecap, saus, dan minyak.
- Ada juga yang hobi memasak dan punya banyak bumbu tambahan seperti oregano, paprika powder, basil, kaldu bubuk berbagai rasa, minyak zaitun, cuka apel, dan lainnya.
Jangan sampai kamu beli rak kecil padahal koleksi bumbumu cukup lengkap. Rak jadi cepat penuh dan terlihat berantakan.
b. Tentukan apakah kamu butuh 1 tingkat atau 2–3 tingkat
Rak bumbu sekarang banyak modelnya: satu tingkat, dua tingkat, bahkan tiga tingkat.
- Rak satu tingkat cocok untuk dapur minimalis atau untuk yang hanya menyimpan sedikit bumbu.
- Rak dua tingkat lebih fleksibel karena bisa memisahkan bumbu yang sering dipakai di bagian bawah dan bumbu tambahan di bagian atas.
- Rak tiga tingkat cocok untuk kamu yang punya banyak botol bumbu kecil atau koleksi rempah kering.
Semakin banyak tingkatnya, semakin banyak yang bisa disimpan, tapi pastikan tetap stabil dan tidak terlalu tinggi hingga sulit dijangkau.
c. Perhatikan ukuran botol bumbu yang kamu gunakan
Tidak semua botol bumbu punya ukuran sama.
Ada botol kecil, sedang, sampai botol besar seperti botol minyak goreng 1 liter. Pastikan tinggi ruang antar-tingkat cukup untuk menampung botol-botol tersebut.
Beberapa rak bumbu memiliki ruang khusus untuk botol tinggi atau minyak, sehingga tidak mudah jatuh.
d. Pertimbangkan tambahan ruang penyimpanan lain
Jika kamu ingin rak yang lebih lengkap, pilih yang punya:
- Tempat minyak goreng dan kecap
- Laci kecil untuk bumbu sachet seperti masako, royco, lada bubuk
- Gantungan untuk spatula dan sendok masak
- Slot untuk tisu gulung
Fitur tambahan seperti ini sangat membantu jika dapur kamu minim ruang penyimpanan.
e. Pastikan kapasitas masih ada ruang kosong
Rak yang terlalu penuh justru membuatnya tidak rapi.
Sisakan sedikit ruang kosong untuk:
- Menaruh bumbu baru
- Meletakkan botol yang sedang dipakai
- Kemudahan saat membersihkan rak
Ruang kosong juga membuat rak tidak terlalu padat sehingga tidak mudah goyah atau roboh.
f. Sesuaikan dengan kebiasaan belanja kamu
Jika kamu sering belanja kecil-kecilan setiap minggu, rak kecil sudah cukup.
Tapi jika kamu terbiasa stok bumbu dalam jumlah banyak (misalnya beli minyak 2 botol, kecap 2 botol, atau rempah kering berbagai jenis), maka pilih rak besar atau rak multifungsi.
Kesimpulan
Intinya, kapasitas rak harus disesuaikan dengan jumlah bumbu yang kamu punya, ukuran botol yang digunakan, dan kebiasaan memasakmu. Rak yang pas akan terasa lebih rapi, fungsional, dan tidak cepat sesak.
6. Pilih Rak yang Stabil dan Tidak Mudah Bergoyang.
Stabilitas adalah hal yang sering diabaikan saat memilih rak bumbu, padahal ini sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan saat digunakan. Rak bumbu biasanya menampung berbagai jenis botol—mulai dari botol kaca berisi kecap, minyak goreng, saus, sampai toples bumbu yang cukup berat. Kalau raknya tidak stabil, sedikit dorongan saja bisa membuat semua barang jatuh dan berantakan.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar rak bumbu yang kamu pilih benar-benar kokoh dan aman dipakai:
1. Periksa Kaki Rak atau Alasnya
Kaki rak adalah bagian pertama yang menentukan kestabilan. Pastikan rak memiliki:
- Karet anti-selip di bagian bawah kaki untuk mencegah pergeseran saat dipakai.
- Alas yang rata agar rak berdiri tegak dan tidak miring.
- Material kaki yang kuat, terutama untuk rak bertingkat.
Rak tanpa kaki anti-slip biasanya mudah bergeser, terutama jika ditempatkan di permukaan licin seperti granit atau meja stainless.
2. Pastikan Sambungannya Kuat
Jika rak terdiri dari beberapa bagian yang dirakit:
- Periksa apakah sambungannya kokoh dan tidak longgar.
- Pastikan sekrup, baut, atau sistem klik-nya terpasang dengan sempurna.
- Hindari rak yang terasa goyah saat ditekan ringan.
Rak yang sambungannya kurang kuat akan cepat longgar setelah beberapa kali penggunaan.
3. Perhatikan Beban Maksimal
Setiap rak sebenarnya punya batas beban yang bisa ditopang, meski banyak produsen tidak mencantumkannya. Untuk memastikan rak aman digunakan:
- Pilih rak dengan rangka utama yang tebal dan tidak tipis.
- Untuk rak besi atau stainless, pilih yang batangnya tidak mudah melengkung.
- Untuk rak plastik, pastikan bahannya tebal dan tidak fleksibel berlebihan.
Jika kamu terbiasa menyimpan botol minyak besar atau toples kaca berat, pilih rak yang benar-benar kuat.
4. Cari Rak dengan Penahan atau Pager Tepi
Rak yang bagus biasanya memiliki “pagar” atau besi penahan di bagian samping untuk mencegah botol jatuh ketika rak sedikit bergoyang. Fitur ini penting terutama pada:
- Rak bertingkat tinggi
- Rak yang ditempatkan di area yang sering terkena getaran, seperti dekat kompor atau area memasak
- Rak dinding (wall-mounted)
Penahan ini membuat rak jauh lebih aman, bahkan jika tanpa sengaja tersenggol.
5. Cek Tingkat Kekokohan Saat Ditekan
Saat membeli secara offline atau saat barang sampai di rumah:
- Coba tekan ringan bagian atas rak.
- Jika rak bergeser atau terasa goyah, bisa jadi konstruksinya kurang kuat.
Tes sederhana ini bisa bantu kamu memastikan rak benar-benar stabil sebelum digunakan.
6. Perhatikan Ketinggian dan Struktur Rak
Rak bumbu yang terlalu tinggi dengan dasar yang kecil biasanya kurang stabil. Idealnya:
- Proporsi antara tinggi dan lebar harus seimbang.
- Jika rak bertingkat lebih dari dua, pastikan bagian bawahnya cukup lebar agar tidak mudah tumbang.
- Rak dinding sebaiknya dipasang dengan sekrup yang kuat, bukan adesif biasa, jika membawa barang berat.
Kesimpulan
Rak yang stabil bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keamanan. Rak yang kokoh akan:
- Menekan risiko botol pecah atau tumpah
- Lebih tahan lama
- Aman digunakan, terutama jika ada anak kecil di rumah
- Membuat dapur tetap rapi tanpa kekhawatiran barang jatuh
7. Sesuaikan dengan Gaya Dapur.
Rak bumbu bukan hanya soal fungsi, tapi juga bagian dari dekorasi dapur. Kalau kamu memilih rak yang sesuai dengan gaya dapur, tampilannya bisa jauh lebih menyatu dan enak dipandang. Berikut penjelasan lengkapnya:
a. Dapur Minimalis
Dapur minimalis biasanya identik dengan warna-warna netral, bentuk sederhana, dan tampilan yang bersih.
Untuk dapur seperti ini, pilih rak bumbu yang:
- Warnanya putih, hitam, atau abu-abu
- Desainnya sederhana tanpa banyak ornamen
- Material seperti stainless steel atau plastik premium yang tampil sleek
Tujuannya agar rak tidak mendistraksi tampilan dapur dan tetap terlihat modern.
b. Dapur Modern
Gaya modern cenderung mengutamakan tampilan rapi, geometris, dan fungsional.
Rak yang cocok untuk dapur modern biasanya:
- Terbuat dari stainless steel, kaca, atau kombinasi metal-plastik
- Punya desain tegas dan kontemporer
- Ada fitur tambahan seperti ruang minyak, gantungan spatula, atau laci kecil yang terintegrasi
Rak ini tidak hanya mempercantik, tetapi juga mendukung konsep efisiensi dapur modern.
c. Dapur Rustic / Natural
Gaya rustic punya ciri khas hangat, natural, dan estetik dengan elemen kayu.
Untuk gaya ini, pilih rak bumbu yang:
- Terbuat dari kayu atau kombinasi kayu dengan besi
- Warna-warnanya natural seperti cokelat tua, kayu alami, atau putih rustic
- Modelnya tidak harus kaku—rak kayu bertingkat, rak gantung kayu-besi, atau rak dengan aksen anyaman sangat cocok
Rak kayu memberi kesan homey dan menyatu dengan nuansa rustic. Silahkan baca juga tentang desain dapur rustic.
d. Dapur Skandinavia
Mirip minimalis, tapi lebih hangat dan estetik. Rak bumbu yang cocok:
- Material kayu terang seperti oak atau pine
- Desain simple, bersih, tanpa banyak detail
- Warna putih, beige, atau pastel lembut
Rak kayu terang membuat dapur skandinavia terlihat lebih natural dan airy.
e. Dapur Industrial
Dapur industrial punya ciri kasar, maskulin, dan bernuansa pabrik.
Untuk gaya ini, pilih rak:
- Bahan besi hitam, metal tebal, atau kombinasi besi-kayu
- Warna-warna gelap seperti hitam, grey metal, atau rustic brown
- Desainnya lebih bold dan berstruktur
Rak besi yang kokoh sangat cocok untuk dapur nuansa industrial.
f. Dapur Klasik
Gaya klasik biasanya penuh detail dan terlihat elegan.
Rak bumbu yang cocok:
- Model besi ukiran (tapi tetap sederhana, tidak terlalu ramai)
- Material kayu yang dipernis dengan warna cokelat tua
- Bentuk yang lebih melengkung dan soft daripada kotak kaku
Rak seperti ini bikin dapur klasik makin elegan dan timeless.
Kenapa Penting Menyesuaikan dengan Gaya Dapur?
- Tampilan dapur lebih harmonis
Rak tidak terlihat “menabrak” gaya yang sudah ada. - Lebih enak dipandang
Dapur yang terlihat rapi dan serasi bikin mood masak lebih bagus. - Nilai estetika naik
Cocok buat yang suka dapur cantik, terutama saat foto-foto makanan atau peralatan dapur. - Menghindari kesan berantakan
Rak yang tidak sesuai gaya bisa membuat dapur terlihat kurang tertata.
8. Pertimbangkan Tempat Penyimpanannya.
Sebelum membeli rak bumbu, kamu perlu memikirkan di mana rak itu akan diletakkan. Ini penting karena lokasi penyimpanan sangat berpengaruh pada kenyamanan, tampilan dapur, dan kepraktisan saat memasak.
Ada beberapa pilihan tempat penyimpanan, dan masing-masing punya kelebihan serta kekurangannya.
a. Rak Bumbu di Atas Meja Dapur (Countertop)
Ini adalah pilihan yang paling populer.
Kelebihan:
- Bumbu sangat mudah dijangkau saat memasak.
- Cocok untuk orang yang sering memasak setiap hari.
- Bisa membuat tampilan dapur lebih dekoratif kalau raknya estetik.
Kekurangan:
- Memakan tempat di meja dapur.
- Bisa terlihat berantakan kalau terlalu banyak barang.
Cocok untuk: dapur berukuran sedang hingga besar, atau kamu yang suka konsep dapur terbuka dan praktis.
b. Rak Bumbu Gantung / Tempel Dinding
Jenis rak ini tidak memakan ruang meja dan biasanya mudah dipasang.
Kelebihan:
- Hemat tempat, apalagi untuk dapur kecil.
- Bumbu tetap mudah dijangkau tanpa membuat meja penuh.
- Memberikan kesan dapur lebih rapi dan terorganisir.
Kekurangan:
- Perlu instalasi (menempel, mengebor, atau menggunakan perekat khusus).
- Tidak semua dinding cocok untuk pemasangan rak (misalnya dinding keramik tertentu).
Cocok untuk: dapur kecil, dapur minimalis, atau kamu yang ingin meja dapur tetap kosong.
c. Rak Bumbu di Dalam Lemari (Cabinet Storage)
Rak ini disimpan di dalam lemari, sering berupa rak tarik (pull-out shelf) atau organizer kecil.
Kelebihan:
- Dapur terlihat sangat bersih dan minimalis karena bumbu tidak terlihat.
- Melindungi bumbu dari debu, minyak, dan cahaya.
- Cocok untuk kamu yang suka dapur rapi tanpa barang tampil di luar.
Kekurangan:
- Bumbu tidak secepat rak terbuka saat ingin digunakan.
- Perlu lemari yang ukurannya sesuai.
Cocok untuk: pengguna yang jarang masak atau menyukai gaya dapur super clean dan tersembunyi.
d. Rak Bumbu Sudut (Corner Rack)
Dirancang untuk memanfaatkan sudut meja atau sudut ruangan.
Kelebihan:
- Memanfaatkan ruang yang biasanya tidak terpakai.
- Tetap bisa menampung banyak bumbu tanpa memakan banyak ruang.
Kekurangan:
- Tidak cocok jika sudut dapur kamu sempit atau sudah terisi alat lain.
Cocok untuk: dapur yang ingin memaksimalkan area sudut atau meja berbentuk L.
e. Rak Bumbu di Dekat Kompor
Ini bukan bentuk rak, tapi lebih ke lokasi penempatan.
Kelebihan:
- Praktis saat memasak, karena semua bumbu ada di dekat kompor.
- Cocok kalau kamu suka masak cepat dan efisien.
Kekurangan:
- Risiko terkena panas atau cipratan minyak lebih besar.
- Pilih rak yang benar-benar mudah dibersihkan dan tahan panas.
Cocok untuk: pengguna yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan.
Kesimpulan
Saat membeli rak multifungsi, pikirkan dulu di mana kamu akan menempatkannya. Pilihan lokasi penyimpanan akan menentukan bentuk rak yang pas, ukuran yang cocok, serta kenyamanan saat memasak setiap hari. Dengan pemilihan yang tepat, dapur akan lebih rapi, fungsional, dan enak dipandang.
9. Cek Kelengkapan Fitur Keamanannya.
Walaupun terlihat sederhana, rak bumbu sebenarnya menampung barang-barang yang cukup berat dan mudah pecah, seperti botol kaca, botol minyak, hingga wadah bumbu berisi cairan. Karena itu, fitur keamanan sangat penting supaya rak tetap stabil, aman digunakan, dan tidak menimbulkan risiko saat memasak.
Berikut beberapa fitur keamanan yang perlu kamu perhatikan:
a. Anti-slip pada Bagian Bawah Rak
Rak bumbu yang baik biasanya dilengkapi dengan karet anti-slip pada bagian kaki atau dasar rak. Fungsinya untuk:
- Mencegah rak bergeser saat kamu mengambil atau menaruh botol.
- Mengurangi risiko rak jatuh, terutama jika ditempatkan di permukaan licin seperti meja granit atau keramik.
- Menahan getaran kecil saat memasak atau saat meja tersentuh.
Fitur ini terlihat kecil, tapi sangat membantu menjaga stabilitas.
b. Pelindung Tepi (Safety Guard)
Sebagian rak memiliki pelindung tepi atau pagar kecil di bagian depan dan samping rak. Fitur ini berguna untuk:
- Mencegah botol bumbu terguling dan jatuh.
- Menahan botol tetap di tempatnya ketika kamu menarik rak atau membuka pintu lemari.
- Sangat penting terutama untuk rak bertingkat atau rak gantung agar barang tidak mudah terjatuh dari posisi tinggi.
Model ini ideal untuk dapur yang sering digunakan atau jika kamu punya anak kecil yang suka memegang apa saja.
c. Fitur Pengunci pada Rak Gantung
Kalau kamu memilih rak bumbu gantung, pastikan ada:
- Kait pengunci yang kuat,
- Baut pemasangan berkualitas baja,
- Atau sistem tempel premium (seperti 3M atau suction cup yang berkualitas).
Rak gantung tanpa sistem pengunci yang baik bisa tiba-tiba lepas dan menimbulkan kerusakan.
d. Struktur Penyangga yang Kuat
Rak bumbu multifungsi biasanya menampung beberapa barang sekaligus: minyak goreng, kecap, saos, bumbu kemasan, hingga tisu gulung. Maka pastikan rak memiliki:
- Rangka yang kuat dan tidak mudah bengkok.
- Sambungan antarbagian yang rapi dan kokoh.
- Penyangga di bagian samping atau bawah agar tidak melengkung saat memuat barang berat.
Jika rak mudah goyang ketika disentuh ringan, sebaiknya cari model lain.
e. Lubang Drainase (Jika Bahannya Logam atau Plastik)
Beberapa rak bumbu — terutama yang juga berfungsi sebagai tempat peralatan dapur basah — memiliki lubang drainase. Manfaatnya:
- Air tidak menggenang dan menyebabkan karat.
- Membersihkan rak jadi lebih mudah dan cepat kering.
- Mengurangi risiko jamur atau bau tak sedap.
Walaupun bukan fitur wajib, ini sangat berguna kalau rak diletakkan dekat wastafel.
f. Permukaan Halus dan Tidak Tajam
Cek apakah rak memiliki:
- Ujung logam yang dilapisi (coating),
- Sudut yang dibulatkan,
- Tidak ada serpihan tajam pada material plastik atau kayu.
Fitur ini penting untuk keamanan tangan saat membersihkan atau menata bumbu.
g. Beban Maksimal yang Jelas
Rak yang bagus biasanya mencantumkan kapasitas beban maksimal. Fungsinya agar kamu:
- Tidak menaruh botol terlalu banyak hingga rak melengkung.
- Bisa memperkirakan barang apa yang aman disimpan.
- Terhindar dari risiko rak jatuh atau patah saat digunakan.
Kesimpulan.
Fitur keamanan pada rak bumbu memang sering diabaikan, tapi sebenarnya sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan saat memasak. Dengan memastikan rak memiliki anti-slip, pelindung tepi, penyangga kokoh, hingga permukaan yang aman, kamu bisa memakai rak bumbu tanpa khawatir barang pecah, rak jatuh, atau cedera saat digunakan.
Rekomendasi Rak Multifungsi yang Berkualitas Baik.
Rak multifungsi yang kami Rekomendasikan di Shopee punya kualitas bagus, terjangkau, dan cocok untuk kebanyakan desain dapur. Silahkan lihat harganya:
Cukup sekian dan semoga bermanfaat.










