Ruang tamu yang terasa gelap sering kali membuat suasana rumah menjadi kurang nyaman dan tidak ramah. Ruangan yang seharusnya menjadi tempat berkumpul dan menerima tamu justru terasa sempit, suram, dan kurang hidup. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh minimnya cahaya alami, pemilihan warna interior yang kurang tepat, atau penataan furnitur yang menghalangi pencahayaan.
Banyak orang mengira ruangan yang gelap hanya bisa diatasi dengan renovasi besar dan biaya tinggi. Padahal, ada berbagai langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat ruangan terlihat lebih terang dan lapang. Dengan pengaturan pencahayaan yang tepat serta pemilihan elemen interior yang sesuai, suasana ruang tamu dapat berubah menjadi lebih nyaman tanpa harus merombak struktur rumah.

8 Cara Agar Ruang Tamu Lebih Terang dan tidak Gelap Lagi.
1. Manfaatkan Warna Cerah pada Dinding dan Furnitur.
Warna memiliki peran besar dalam menentukan terang atau gelapnya sebuah ruang tamu. Ruangan dengan pencahayaan terbatas akan terasa lebih hidup jika didominasi warna-warna cerah, karena warna ini mampu memantulkan cahaya dengan baik dan membuat ruangan terlihat lebih terbuka.
Mengapa Warna Cerah Membuat Ruang Tamu Lebih Terang?
Warna cerah memiliki tingkat refleksi cahaya yang lebih tinggi dibandingkan warna gelap. Artinya, cahaya yang masuk—baik dari lampu maupun cahaya alami—tidak langsung “hilang”, tetapi dipantulkan kembali ke seluruh ruangan. Inilah yang membuat ruang tamu terasa lebih terang dan nyaman meskipun tanpa tambahan jendela atau renovasi besar.
Pilihan Warna Dinding yang Disarankan
Untuk dinding ruang tamu yang minim cahaya, beberapa pilihan warna berikut bisa menjadi solusi aman dan efektif:
- Putih dan putih gading
Memberikan kesan bersih, luas, dan memantulkan cahaya secara maksimal. - Krem dan beige muda
Cocok untuk Anda yang ingin suasana hangat tanpa membuat ruangan terasa gelap. - Abu-abu muda
Memberi tampilan modern sekaligus tetap terang jika dipadukan dengan pencahayaan yang tepat. - Warna pastel
Seperti biru muda, hijau mint, atau peach lembut untuk kesan segar dan tidak monoton.
Alternatif Jika Tidak Ingin Mengecat Ulang
Jika mengecat dinding dirasa merepotkan atau belum memungkinkan, Anda tetap bisa menyiasatinya melalui elemen lain di ruang tamu:
- Gunakan sofa dan kursi berwarna terang
Sarung sofa putih, krem, atau abu muda dapat langsung mengubah kesan ruangan. - Tambahkan bantal dekorasi cerah
Selain mempercantik tampilan, bantal berwarna terang membantu memantulkan cahaya. - Pilih meja dengan warna netral atau permukaan mengkilap
Meja kayu terang atau meja kaca dapat membantu ruangan terasa lebih ringan.
Tips Mengombinasikan Warna Agar Tidak Terlihat Pucat
Penggunaan warna cerah tetap perlu dikombinasikan dengan tepat agar ruang tamu tidak terlihat datar atau membosankan:
- Padukan dengan aksen warna gelap secukupnya
Misalnya pada kaki meja, bingkai foto, atau dekorasi kecil. - Gunakan tekstur yang berbeda
Perpaduan kain, kayu, dan kaca membuat ruang tamu terlihat lebih hidup. - Sesuaikan dengan pencahayaan lampu
Warna cerah akan terlihat maksimal jika didukung cahaya lampu yang hangat dan merata.
Dengan memanfaatkan warna cerah pada dinding dan furnitur, ruangan yang sebelumnya terasa gelap bisa berubah menjadi lebih terang, lapang, dan nyaman—tanpa perlu melakukan renovasi besar.
Silahkan baca juga tentang tips memilih warna dinding ruang tamu.
2. Maksimalkan Pencahayaan Lampu.
Pencahayaan lampu memegang peran penting dalam mengatasi ruang tamu yang gelap. Dengan pengaturan yang tepat, cahaya lampu tidak hanya membuat ruangan lebih terang, tetapi juga menciptakan suasana yang hangat dan nyaman tanpa perlu renovasi besar.
a. Gunakan Lebih dari Satu Sumber Cahaya
Mengandalkan satu lampu utama di plafon sering kali membuat cahaya tidak merata. Sebaiknya kombinasikan beberapa sumber cahaya, seperti lampu plafon, lampu lantai, dan lampu meja. Cahaya dari berbagai arah akan membantu mengurangi bayangan dan membuat ruang tamu terasa lebih terang secara keseluruhan.
b. Pilih Warna Cahaya yang Tepat
Warna cahaya sangat memengaruhi kesan ruangan. Lampu dengan cahaya putih hangat atau putih netral biasanya cocok untuk ruang tamu karena terasa terang namun tetap nyaman di mata. Hindari cahaya yang terlalu kuning atau terlalu putih menyilaukan, karena bisa membuat ruangan terasa kurang nyaman.
c. Perhatikan Penempatan Lampu
Selain jumlah dan warna, posisi lampu juga tidak kalah penting. Letakkan lampu tambahan di sudut ruangan yang cenderung gelap atau dekat dengan area yang sering digunakan, seperti di samping sofa. Penempatan yang tepat membantu cahaya menyebar lebih merata dan menghilangkan kesan suram.
d. Gunakan Kap Lampu yang Mendukung Pencahayaan
Kap lampu yang terlalu tebal atau berwarna gelap dapat menahan cahaya. Pilih kap lampu dengan bahan tipis atau warna terang agar cahaya dapat menyebar dengan baik. Kap lampu yang terbuka ke atas juga membantu memantulkan cahaya ke langit-langit sehingga ruangan terasa lebih terang.
e. Manfaatkan Lampu dengan Intensitas yang Cukup
Pastikan daya dan lumen lampu sesuai dengan ukuran ruang tamu. Lampu dengan intensitas terlalu rendah tidak akan memberikan efek terang yang maksimal. Mengganti bohlam dengan tingkat pencahayaan yang lebih sesuai adalah cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan terang ruangan.
Dengan memaksimalkan pencahayaan lampu melalui pemilihan jenis, warna, dan penempatan yang tepat, ruangan yang awalnya gelap dapat berubah menjadi area yang lebih terang, nyaman, dan enak dipandang tanpa perlu perubahan besar pada struktur rumah.
Silahkan baca juga pencahayaan yang lebih hangat untuk ruang tamu.
3. Gunakan Cermin untuk Memantulkan Cahaya.
Cermin merupakan salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi ruang tamu yang gelap tanpa perlu renovasi. Selain fungsinya sebagai elemen dekoratif, cermin mampu memantulkan cahaya alami maupun cahaya lampu sehingga ruangan terasa lebih terang, luas, dan terbuka. Agar hasilnya maksimal, penggunaan cermin perlu diperhatikan dari sisi penempatan, ukuran, hingga modelnya.
Mengapa Cermin Efektif untuk Ruangan Gelap?
Cermin bekerja dengan cara memantulkan cahaya yang ada di dalam ruangan. Ketika cahaya mengenai permukaan cermin, pantulannya akan menyebar ke area lain yang sebelumnya kurang mendapatkan pencahayaan. Efek ini membuat ruang tamu terlihat lebih terang tanpa harus menambah jumlah lampu atau membongkar struktur ruangan.
Posisi Cermin yang Paling Ideal
Penempatan cermin sangat menentukan hasil akhir. Beberapa posisi yang bisa dipertimbangkan antara lain:
- Berseberangan dengan jendela, agar cahaya alami bisa dipantulkan ke seluruh ruangan.
- Dekat sumber lampu, sehingga cahaya buatan terasa lebih menyebar dan tidak terfokus di satu titik.
- Di dinding kosong, untuk menghindari kesan penuh dan membuat ruangan terlihat lebih lega.
Ukuran dan Bentuk Cermin yang Disarankan
Ukuran cermin sebaiknya disesuaikan dengan luas ruang tamu. Cermin besar atau cermin dinding penuh sangat efektif untuk ruang tamu kecil karena memberikan ilusi ruangan yang lebih luas. Untuk bentuk, cermin persegi atau persegi panjang cocok untuk gaya modern, sementara cermin bulat atau oval memberikan kesan lembut dan dekoratif.
Memilih Bingkai Cermin yang Tepat
Bingkai cermin juga berpengaruh pada tampilan keseluruhan ruang tamu. Bingkai tipis dengan warna netral cocok untuk konsep minimalis, sedangkan bingkai kayu terang atau warna emas bisa menambah kesan hangat dan elegan. Hindari bingkai yang terlalu besar dan gelap karena justru bisa menyerap cahaya.
Kesalahan Umum dalam Menggunakan Cermin
Agar fungsi cermin benar-benar optimal, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Menempatkan cermin di area yang tidak terkena cahaya sama sekali.
- Menggunakan terlalu banyak cermin dalam satu ruangan sehingga terlihat berlebihan.
- Memasang cermin terlalu tinggi atau terlalu rendah sehingga pantulan cahaya tidak maksimal.
Kombinasi Cermin dengan Elemen Lain
Cermin akan bekerja lebih efektif jika dikombinasikan dengan elemen terang lainnya, seperti dinding berwarna cerah, lampu dengan cahaya hangat, atau furnitur berpermukaan mengkilap. Kombinasi ini menciptakan ruang tamu yang terasa lebih terang, seimbang, dan nyaman dipandang.
Dengan penempatan dan pemilihan yang tepat, cermin bukan hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga menjadi solusi praktis untuk membuat ruang tamu gelap terasa lebih terang dan lapang.
4. Pilih Gorden Tipis dan Berwarna Terang.
Gorden memiliki peran besar dalam menentukan seberapa banyak cahaya alami yang bisa masuk ke ruang tamu. Pemilihan gorden yang kurang tepat sering kali menjadi penyebab utama ruang tamu terlihat gelap meskipun memiliki jendela.
Mengapa Gorden Mempengaruhi Pencahayaan?
Gorden berfungsi sebagai pengatur cahaya dan privasi. Gorden yang terlalu tebal, berlapis, atau berwarna gelap cenderung menyerap cahaya matahari sehingga ruangan terasa redup. Sebaliknya, gorden tipis dengan warna terang memungkinkan cahaya masuk dan menyebar secara alami ke seluruh ruang tamu.
Jenis Gorden Tipis yang Cocok untuk Ruang Tamu
Tidak semua gorden tipis terlihat kurang rapi atau murahan. Beberapa jenis gorden berikut justru memberi kesan elegan sekaligus fungsional:
- Gorden sheer (transparan) – Cocok untuk ruang tamu yang minim cahaya alami karena tetap meneruskan sinar matahari.
- Gorden voile – Lebih lembut dan sedikit lebih tebal dari sheer, memberikan keseimbangan antara cahaya dan privasi.
- Gorden katun tipis – Memberi tampilan natural dan tetap terang saat siang hari.
Pilihan Warna Gorden yang Membuat Ruangan Lebih Terang
Warna gorden sangat memengaruhi kesan visual ruang tamu. Warna-warna yang direkomendasikan antara lain:
- Putih dan broken white untuk kesan bersih dan luas.
- Krem atau beige untuk suasana hangat tanpa mengurangi cahaya.
- Abu-abu muda atau pastel untuk tampilan modern dan lembut.
Hindari warna gelap seperti cokelat tua, hitam, atau biru tua jika ruang tamu memiliki pencahayaan terbatas.
Cara Mengatur Gorden Agar Cahaya Maksimal
Selain bahan dan warna, cara pemasangan gorden juga perlu diperhatikan:
- Pasang rel gorden lebih tinggi dari jendela agar cahaya masuk lebih luas.
- Buka gorden sepenuhnya di siang hari dan gunakan tieback agar tidak menutup jendela.
- Jika membutuhkan privasi tambahan, kombinasikan gorden tipis dengan gorden tebal yang hanya digunakan saat malam hari.
Kesalahan Umum dalam Memilih Gorden Ruang Tamu
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dan membuat ruang tamu tetap gelap antara lain:
- Memilih gorden berlapis tanpa mempertimbangkan cahaya alami.
- Menggunakan motif terlalu ramai yang menyerap cahaya.
- Ukuran gorden terlalu lebar sehingga menutupi sebagian jendela.
Dengan memilih gorden tipis dan berwarna terang serta menatanya dengan tepat, ruangan bisa terlihat jauh lebih terang tanpa perlu renovasi besar. Perubahan sederhana ini sering kali memberikan dampak visual yang signifikan pada kenyamanan ruang tamu.
Silahkan baca penjelasan lengkap tips memilih gorden.
5. Kurangi Dekorasi yang Terlalu Berat.
Dekorasi memang berfungsi mempercantik ruang tamu, tetapi jika jumlah dan ukurannya berlebihan, justru bisa membuat ruangan terlihat gelap, sempit, dan penuh. Dekorasi yang terlalu berat—baik dari segi warna, bentuk, maupun material—cenderung menyerap cahaya dan menghalangi pantulan cahaya di dalam ruangan. Oleh karena itu, pengurangan dan pemilihan dekorasi yang tepat menjadi langkah penting untuk membuat ruangan terlihat lebih terang.
Hindari Dekorasi Berwarna Gelap dalam Jumlah Banyak
Warna gelap seperti hitam, cokelat tua, atau abu-abu pekat dapat menyerap cahaya. Jika digunakan terlalu banyak pada dekorasi ruang tamu, cahaya yang masuk akan sulit tersebar merata. Sebaiknya, batasi penggunaan warna gelap hanya sebagai aksen, lalu kombinasikan dengan dekorasi berwarna terang atau netral agar ruangan tetap terasa ringan.
Pilih Dekorasi dengan Desain Sederhana
Dekorasi dengan bentuk besar dan detail rumit sering kali membuat ruang tamu terasa penuh. Desain yang sederhana dan bersih justru membantu ruangan terlihat lebih lapang. Misalnya, pilih vas dengan bentuk minimalis, lukisan dengan bingkai tipis, atau pajangan dinding yang tidak terlalu ramai.
Kurangi Jumlah Dekorasi yang Tidak Fungsional
Terlalu banyak pajangan kecil sering kali membuat ruang tamu tampak berantakan dan mengurangi kesan terang. Pilih dekorasi yang benar-benar memiliki nilai estetika atau fungsi, seperti jam dinding, rak hias minimalis, atau tanaman hias berukuran sedang. Dengan jumlah yang lebih sedikit, cahaya dapat menyebar lebih optimal.
Gunakan Rak Terbuka dan Furnitur Ringan
Rak tertutup dan lemari besar dapat menghalangi cahaya, terutama jika diletakkan dekat jendela. Sebagai gantinya, gunakan rak terbuka atau furnitur dengan kaki terbuka agar cahaya bisa mengalir ke seluruh ruangan. Furnitur ringan juga membuat ruang tamu terasa lebih lega dan terang.
Manfaatkan Material yang Memantulkan Cahaya
Dekorasi dari material kaca, keramik mengilap, atau logam ringan dapat membantu memantulkan cahaya. Tidak perlu banyak, cukup beberapa elemen seperti meja kaca, bingkai foto metalik, atau hiasan dinding dengan permukaan glossy untuk memberi efek ruang yang lebih cerah.
Dengan mengurangi dekorasi yang terlalu berat dan menggantinya dengan elemen yang lebih ringan dan fungsional, tempat akan terasa lebih terang, rapi, dan nyaman. Langkah ini relatif mudah dilakukan tanpa biaya besar, tetapi dampaknya cukup signifikan pada suasana keseluruhan ruangan.
Silahkan baca juga tentang dekorasi dinding yang cocok untuk ruang tamu minimalis.
6. Jaga Kebersihan Lampu dan Jendela.
Pencahayaan yang kurang optimal tidak selalu disebabkan oleh desain ruangan atau posisi lampu. Dalam banyak kasus, masalahnya justru sederhana: lampu dan jendela yang kotor. Debu, noda, dan lapisan kusam yang menumpuk dapat menghambat cahaya menyebar secara maksimal.
1. Kap Lampu yang Berdebu Mengurangi Intensitas Cahaya
Kap lampu yang jarang dibersihkan akan menahan cahaya, terutama jika terbuat dari kaca buram atau kain. Debu tipis saja sudah cukup membuat cahaya terlihat lebih redup. Membersihkan kap lampu secara rutin membantu cahaya menyebar lebih terang dan merata ke seluruh ruangan.
2. Bohlam Kusam Membuat Cahaya Tidak Optimal
Bohlam yang tertutup debu atau bekas minyak tangan dapat menurunkan kualitas pencahayaan. Lap bohlam dengan kain kering atau sedikit lembap saat lampu dalam kondisi mati. Kebiasaan kecil ini sering terlupakan, padahal dampaknya cukup signifikan.
3. Kaca Jendela yang Kotor Menghalangi Cahaya Alami
Cahaya alami dari luar tidak akan masuk dengan maksimal jika kaca jendela dipenuhi debu, bekas air hujan, atau noda. Membersihkan kaca jendela secara berkala membantu cahaya masuk lebih jernih dan membuat ruangan terasa lebih segar.
4. Perhatikan Kisi dan Sudut Jendela
Selain kaca, bagian kisi, rel, dan sudut jendela juga sering menjadi tempat menumpuknya kotoran. Area ini sebaiknya dibersihkan secara menyeluruh agar tidak menghalangi cahaya dan aliran udara.
5. Jadwalkan Pembersihan Secara Berkala
Agar hasilnya konsisten, buat jadwal pembersihan lampu dan jendela, misalnya setiap dua minggu atau sebulan sekali. Perawatan rutin ini jauh lebih efektif dibandingkan membersihkan setelah kotoran menumpuk tebal.
Dengan menjaga kebersihan lampu dan jendela, pencahayaan di dalam rumah dapat meningkat secara alami tanpa perlu biaya tambahan atau perubahan besar pada interior.
7. Tambahkan Aksen Mengkilap.
Aksen dengan permukaan mengkilap dapat membantu memantulkan cahaya yang ada di dalam ruangan. Teknik ini sering digunakan dalam desain interior karena sederhana, terjangkau, dan tidak membutuhkan perubahan besar pada struktur ruangan.
1. Alasan Permukaan Mengkilap Membantu Mencerahkan Ruangan
Permukaan yang mengilap mampu memantulkan cahaya lampu maupun cahaya alami ke berbagai arah. Pantulan ini membuat ruangan terasa lebih terang dan tidak terpusat pada satu titik saja. Dibandingkan permukaan doff yang menyerap cahaya, material mengkilap memberikan efek visual yang lebih ringan dan bersih.
2. Jenis Aksen Mengkilap yang Bisa Digunakan
Ada beberapa elemen interior yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan efek pantulan cahaya, antara lain:
- Meja kaca atau meja dengan lapisan glossy yang memantulkan cahaya dari lampu di sekitarnya.
- Aksesori metalik seperti vas, bingkai foto, atau dekorasi berwarna emas dan perak.
- Permukaan cermin kecil atau dekorasi reflektif yang tidak terlalu mencolok namun efektif.
- Lampu dengan kap mengkilap yang membantu menyebarkan cahaya ke seluruh ruangan.
3. Cara Menempatkan Aksen agar Efeknya Maksimal
Penempatan aksen mengkilap sebaiknya berada di area yang dekat dengan sumber cahaya. Misalnya, meja kaca diletakkan di bawah lampu utama atau aksesori metalik ditempatkan di rak yang terkena cahaya lampu dinding. Dengan penempatan yang tepat, pantulan cahaya bisa menyebar lebih merata.
4. Jumlah Aksen yang Ideal agar Tidak Berlebihan
Penggunaan elemen mengkilap sebaiknya tidak berlebihan. Terlalu banyak permukaan reflektif justru dapat membuat ruangan terasa silau dan kurang nyaman. Cukup pilih satu hingga tiga aksen utama agar tampilannya tetap seimbang dan enak dipandang.
5. Kombinasi dengan Warna dan Material Lain
Aksen mengkilap akan terlihat lebih menonjol jika dipadukan dengan warna netral atau material alami seperti kayu dan kain. Kombinasi ini menciptakan kontras yang menarik sekaligus menjaga suasana ruangan tetap hangat dan tidak kaku.
Dengan pemilihan dan penempatan yang tepat, aksen mengkilap bisa menjadi solusi praktis untuk membantu meningkatkan pencahayaan tanpa perlu perubahan besar pada ruangan.
8. Mengatur Tata Letak Furnitur agar Cahaya Lebih Optimal.
Penataan furnitur yang kurang tepat sering menjadi penyebab ruangan terasa lebih gelap dari seharusnya. Tanpa disadari, posisi sofa, lemari, atau meja besar dapat menghalangi masuknya cahaya alami maupun sebaran cahaya lampu. Dengan pengaturan yang lebih cermat, suasana ruangan bisa terasa lebih terang tanpa perlu menambah lampu atau melakukan perubahan besar.
1. Hindari Menutup Akses Cahaya dari Jendela
Pastikan tidak ada furnitur tinggi seperti lemari, rak buku, atau sofa bersandaran besar yang ditempatkan tepat di depan jendela. Area ini sebaiknya dibiarkan lebih terbuka agar cahaya dapat masuk dan menyebar ke seluruh ruangan. Jika membutuhkan furnitur di dekat jendela, pilih model rendah atau terbuka.
2. Perhatikan Jarak Antar Furnitur
Menata furnitur terlalu rapat membuat cahaya sulit menyebar dengan baik. Beri jarak yang cukup antar sofa, meja, dan kursi agar cahaya dari lampu maupun jendela bisa menjangkau sudut-sudut ruangan. Ruang kosong di antara furnitur juga membantu menciptakan kesan lebih lapang.
3. Arahkan Furnitur Mengikuti Sumber Cahaya
Posisi duduk yang menghadap atau menyamping ke arah jendela dapat membantu memantulkan cahaya ke area lain. Hindari menempatkan sandaran sofa tepat membelakangi sumber cahaya karena dapat menghalangi pantulan dan membuat bagian tertentu terlihat lebih gelap.
4. Pilih Furnitur dengan Desain Ringan
Furnitur berdesain ramping, berkaki tinggi, atau memiliki bagian terbuka memungkinkan cahaya melewati bagian bawahnya. Dibandingkan model tertutup dan besar, desain seperti ini membantu ruangan terasa lebih terang dan tidak berat secara visual.
5. Manfaatkan Sudut Ruangan dengan Tepat
Sudut ruangan sering menjadi area yang paling gelap. Mengisi sudut dengan furnitur rendah, tanaman berdaun cerah, atau lampu tambahan kecil dapat membantu menyebarkan cahaya tanpa membuat ruangan terasa penuh.
6. Evaluasi Ulang Tata Letak Secara Berkala
Kebutuhan dan kebiasaan penghuni rumah bisa berubah. Sesekali menata ulang furnitur memungkinkan Anda menemukan susunan yang lebih efektif dalam memanfaatkan cahaya. Bahkan perubahan kecil, seperti memindahkan meja atau menggeser sofa, bisa memberikan perbedaan yang cukup signifikan.
Dengan penataan furnitur yang lebih terbuka dan terarah, cahaya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Hasilnya, ruangan terasa lebih terang, nyaman, dan enak dipandang tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Kesimpulannya…
| Aspek Utama | Masalah yang Sering Terjadi | Solusi Sederhana | Manfaat yang Dirasakan |
|---|---|---|---|
| Warna Ruangan | Dinding dan furnitur berwarna gelap | Gunakan warna cerah atau netral | Ruangan terasa lebih terang dan luas |
| Pencahayaan | Mengandalkan satu lampu utama | Tambahkan lampu lantai atau lampu meja | Cahaya lebih merata dan nyaman |
| Cahaya Alami | Cahaya matahari kurang masuk | Gunakan gorden tipis berwarna terang | Ruang tamu terasa lebih segar |
| Penataan | Furnitur menghalangi cahaya | Atur ulang posisi furnitur | Cahaya bisa menyebar lebih baik |
| Dekorasi | Terlalu banyak dekorasi berat | Pilih dekorasi minimal dan ringan | Ruangan tidak terlihat penuh |
| Cermin | Cahaya tidak terpantul | Tambahkan cermin di titik strategis | Ruangan tampak lebih terang dan luas |
| Kebersihan | Lampu dan jendela berdebu | Bersihkan secara rutin | Intensitas cahaya meningkat |
| Aksen Interior | Ruangan terlihat kusam | Tambahkan elemen mengkilap | Tampilan lebih cerah dan modern |
Cukup sekian dan terimakasih.










