Cara Memilih Selimut yang Tepat Sesuai Cuaca dan Kebutuhan

Selimut menjadi salah satu perlengkapan tidur yang sering dianggap sepele, padahal perannya sangat besar dalam menunjang kenyamanan saat beristirahat. Dengan selimut yang sesuai, tubuh bisa tetap hangat, tidur terasa lebih nyenyak, dan bangun pagi pun lebih segar. Sebaliknya, selimut yang kurang pas bisa membuat tidur tidak nyaman, entah karena terasa gerah, terlalu berat, atau kurang menghangatkan.

Tapi setiap orang punya kebutuhan yang berbeda, tergantung pada cuaca, kondisi kamar, hingga kebiasaan tidur masing-masing. Karena itulah, penting untuk memahami berbagai hal seputar selimut agar tidak salah saat menentukan yang akan digunakan. Dengan sedikit pengetahuan, kamu bisa mendapatkan selimut yang nyaman dan mendukung kualitas tidur setiap hari.

Selimut

9 Cara Memilih Selimut yang Tepat Sesuai Cuaca dan Kebutuhan.

1. Kenali Kondisi Cuaca di Tempat Tinggalmu.

Memilih selimut sebaiknya dimulai dari memahami cuaca di daerah tempat kamu tinggal. Setiap wilayah punya karakter suhu yang berbeda, dan itu sangat memengaruhi kenyamanan saat tidur. Selimut yang cocok di daerah dingin belum tentu nyaman dipakai di daerah panas.

Kalau kamu tinggal di daerah beriklim panas atau tropis, seperti kebanyakan wilayah di Indonesia, pilih selimut yang tipis, ringan, dan tidak menahan panas berlebih. Selimut berbahan katun, bamboo, atau microfiber tipis biasanya terasa lebih adem dan membantu sirkulasi udara, sehingga kamu tidak mudah berkeringat saat tidur.

Untuk kamu yang tinggal di daerah sejuk atau dingin, misalnya di pegunungan atau kota dengan suhu malam yang rendah, selimut yang lebih tebal dan hangat akan sangat membantu menjaga suhu tubuh. Bahan seperti fleece, wol, atau comforter dengan isian tebal bisa memberikan rasa hangat tanpa harus menumpuk banyak lapisan.

Jika cuaca di tempatmu sering berubah-ubah, atau kamu tidur di ruangan ber-AC yang kadang dingin kadang biasa saja, selimut dengan ketebalan sedang adalah pilihan aman. Selimut jenis ini cukup hangat saat udara dingin, tapi tidak terlalu panas ketika suhu naik.

Selain cuaca luar, perhatikan juga kondisi kamar tidur. Kamar dengan AC, kipas angin, atau ventilasi yang baik bisa membuat suhu terasa lebih dingin dari luar ruangan. Jadi, meskipun tinggal di daerah panas, kamu mungkin tetap butuh selimut yang agak lebih tebal jika tidur dengan AC setiap malam.

Intinya, semakin sesuai selimut dengan kondisi cuaca dan suhu kamar, semakin nyaman juga tidurmu. Dengan mengenali lingkungan tempat tinggal, kamu bisa menghindari selimut yang terlalu panas atau justru kurang menghangatkan.

Silakan baca juga tentang tips memilih lemari pakaian.


2. Pilih Bahan Selimut yang Nyaman di Kulit.

Bahan selimut adalah faktor utama yang menentukan apakah tidurmu akan terasa nyaman atau justru terganggu. Setiap bahan punya karakter yang berbeda, mulai dari tingkat kelembutan, kemampuan menyerap keringat, hingga daya hangatnya. Karena selimut bersentuhan langsung dengan kulit, penting memilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

Berikut beberapa bahan selimut yang paling umum dan kelebihannya:

1. Katun (Cotton). 

Katun jadi pilihan favorit banyak orang karena bahannya alami, lembut, dan adem. Katun juga mampu menyerap keringat dengan baik, sehingga cocok digunakan di cuaca panas atau untuk kamu yang mudah berkeringat saat tidur. Selain itu, katun relatif aman untuk kulit sensitif dan mudah dicuci.

2. Microfiber. 

Microfiber terbuat dari serat sintetis yang sangat halus. Kelebihannya adalah ringan, lembut, dan biasanya lebih terjangkau dari segi harga. Bahan ini juga tidak mudah kusut dan cepat kering, jadi praktis untuk penggunaan sehari-hari. Namun, daya serap keringatnya tidak sebaik katun, sehingga bisa terasa agak hangat di cuaca panas.

3. Fleece. 

Fleece dikenal empuk dan sangat hangat. Bahan ini cocok untuk ruangan ber-AC atau daerah yang udaranya dingin. Meski nyaman, fleece cenderung menahan panas, jadi kurang cocok jika digunakan di cuaca panas karena bisa membuat gerah.

4. Wol (Wool). 

Wol adalah bahan alami yang mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Artinya, wol bisa menghangatkan saat dingin dan tetap terasa nyaman saat suhu tidak terlalu rendah. Namun, wol biasanya lebih berat dan pada sebagian orang bisa menimbulkan rasa gatal, sehingga kurang cocok untuk kulit sensitif.

5. Bahan Bambu (Bamboo Fabric). 

Selimut dari serat bambu semakin populer karena terasa adem, halus, dan memiliki sifat antibakteri alami. Bahan ini juga baik dalam menyerap kelembapan, sehingga cocok untuk iklim tropis. Selain nyaman, bambu juga dikenal lebih ramah lingkungan.

6. Poliester. 

Poliester sering digunakan sebagai campuran atau bahan utama selimut karena kuat, tidak mudah kusut, dan harganya terjangkau. Selimut poliester biasanya awet dan mudah dirawat, tetapi bisa terasa lebih panas dibanding bahan alami jika sirkulasi udaranya kurang baik.

7. Sutra (Silk). 

Sutra terasa sangat halus dan mewah di kulit. Bahannya ringan, adem, dan cocok untuk kulit sensitif. Namun, harga selimut sutra cenderung mahal dan perawatannya lebih rumit, sehingga biasanya dipilih untuk kebutuhan khusus.

Tips memilih bahan yang tepat:

  • Jika tinggal di daerah panas atau sering berkeringat, pilih bahan katun atau bambu.
  • Jika kamar sering dingin atau ber-AC, fleece atau wol bisa jadi pilihan.
  • Jika ingin yang praktis dan mudah dirawat, microfiber atau poliester cukup ideal.
  • Jika kulitmu sensitif, utamakan bahan alami yang lembut dan minim risiko iritasi.

Dengan memilih bahan yang tepat, kamu tidak hanya mendapatkan rasa hangat, tapi juga kenyamanan maksimal sepanjang malam. Selimut yang nyaman di kulit akan membantu tubuh lebih rileks dan membuat kualitas tidur jadi jauh lebih baik.

Silahkan baca juga tentang tips memilih kasur yang berkualitas.


3. Perhatikan Tingkat Ketebalan dan Berat Selimut.

Ketebalan dan berat selimut sangat memengaruhi rasa nyaman saat tidur. Selimut yang tepat akan membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil, tidak terlalu panas, dan tidak kedinginan.

1. Ketebalan selimut menentukan tingkat kehangatan. 

Semakin tebal selimut, biasanya semakin hangat juga. Karena itu, penting menyesuaikannya dengan kondisi ruangan dan cuaca:

  • Selimut tipis cocok untuk cuaca panas atau kamar tanpa AC. Bahannya ringan dan tidak menahan panas berlebih, sehingga tidur tetap adem.
  • Selimut ketebalan sedang pas untuk penggunaan sehari-hari, terutama jika cuaca sering berubah atau AC tidak terlalu dingin.
  • Selimut tebal ideal untuk udara dingin, musim hujan, atau kamar ber-AC dengan suhu rendah karena mampu menahan panas tubuh lebih lama.

2. Berat selimut memengaruhi kenyamanan dan rasa rileks. 

Selain tebal, berat selimut juga perlu diperhatikan:

  • Selimut ringan memberi rasa bebas dan cocok untuk yang tidak suka merasa “tertindih” saat tidur.
  • Selimut agak berat sering memberi efek menenangkan, membuat tubuh terasa lebih rileks dan nyaman. Beberapa orang merasa tidur lebih nyenyak dengan selimut yang sedikit berbobot.
  • Selimut terlalu berat bisa membuat tidak nyaman, sulit bergerak, atau terasa sesak, terutama untuk anak-anak dan lansia.

3. Sesuaikan dengan kebiasaan dan kondisi tubuh. 

Setiap orang punya preferensi berbeda. Ada yang mudah merasa gerah, ada juga yang cepat kedinginan. Jika kamu sering berkeringat saat tidur, pilih selimut yang tidak terlalu tebal dan memiliki sirkulasi udara baik. Sebaliknya, jika sering merasa dingin, selimut yang lebih tebal bisa jadi pilihan.

4. Perhatikan juga isian selimut. 

Untuk selimut berisi (seperti comforter atau duvet), bahan isian turut menentukan tebal dan beratnya, misalnya:

  • Serat sintetis: ringan dan mudah dirawat.
  • Bulu angsa (down): sangat hangat tapi tetap ringan.
  • Katun atau serat alami: nyaman dan lebih adem.

Intinya… 
Ketebalan dan berat selimut harus seimbang dengan suhu ruangan dan kenyamanan pribadi. Selimut yang pas tidak membuat gerah atau kedinginan, serta terasa nyaman menempel di tubuh, sehingga membantu kamu tidur lebih nyenyak setiap malam.

Silahkan baca juga tentang tips memilih meja rias yang bagus dan cocok untuk kamar.


4. Sesuaikan Ukuran dengan Tempat Tidur.

Ukuran selimut sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kenyamanan tidur. Selimut yang terlalu kecil bisa membuat tubuh tidak tertutup sempurna dan mudah tersingkap saat kamu bergerak. Sebaliknya, selimut yang terlalu besar memang lebih leluasa, tetapi bisa terasa berat atau berantakan jika tidak sesuai dengan ukuran kasur.

Idealnya, selimut menutupi seluruh permukaan kasur dan masih menyisakan bagian di sisi kiri dan kanan agar bisa menutup tubuh dengan baik. Ini penting terutama jika kamu tidur berdua, supaya tidak saling tarik selimut di malam hari.

Secara umum, kamu bisa menyesuaikan ukuran selimut dengan ukuran kasur berikut:

  • Single (90–100 cm): cocok untuk satu orang, biasanya ukuran selimut sekitar 150 x 200 cm.
  • Queen (140–160 cm): pas untuk dua orang atau satu orang yang suka ruang lebih, selimut sekitar 200 x 200 cm.
  • King (180 cm ke atas): untuk kasur besar, ukuran selimut sekitar 220 x 240 cm.

Namun, ini bukan aturan mutlak. Jika kamu:

  • Sering bergerak saat tidur,
  • Suka membungkus tubuh dengan selimut, atau
  • Tidur berdua di kasur sempit,

memilih selimut satu ukuran lebih besar bisa memberi kenyamanan ekstra.

Selain itu, perhatikan juga tinggi kasur. Kasur yang tebal membutuhkan selimut yang lebih besar agar sisi-sisinya tetap bisa menjuntai rapi dan menutup tubuh dengan baik.

Dengan ukuran yang tepat, selimut tidak hanya nyaman dipakai, tapi juga terlihat lebih rapi di atas tempat tidur dan membantu menjaga kehangatan tubuh sepanjang malam.

Silahkan baca juga tentang Ranjang Susun untuk Anak-anak.


5. Pilih Jenis Selimut Sesuai Kebutuhan.

Setiap jenis selimut memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Memilih jenis yang tepat bisa membuat tidur lebih nyaman dan sesuai dengan kondisi kamar atau kebiasaanmu. Beberapa jenis selimut yang umum digunakan antara lain:

  • Selimut tipis (blanket)
    Selimut ini ringan dan biasanya terbuat dari katun atau microfiber tipis. Cocok untuk tidur sehari-hari di cuaca panas atau tropis karena tidak membuat gerah. Selimut tipis juga mudah dicuci dan cepat kering, sehingga praktis untuk penggunaan harian.
  • Comforter / Bed Cover
    Ini adalah selimut tebal yang sering dipakai sekaligus sebagai hiasan tempat tidur. Isinya bisa berupa serat sintetis atau bulu, sehingga terasa empuk dan hangat. Comforter cocok untuk cuaca dingin atau ruangan ber-AC. Karena tebal, biasanya memerlukan perawatan lebih hati-hati saat dicuci. Silahkan baca tips memilih bed cover.
  • Duvet
    Selimut ini terdiri dari isi yang dimasukkan ke dalam sarung duvet yang bisa dilepas. Keuntungan utamanya adalah mudah dibersihkan karena cukup mencuci sarungnya saja. Duvet juga fleksibel, karena kamu bisa mengganti sarung dengan motif atau warna berbeda sesuai selera.
  • Selimut listrik
    Selimut jenis ini dilengkapi kabel pemanas sehingga sangat hangat, cocok untuk daerah yang sangat dingin. Namun, penggunaannya harus hati-hati: pastikan tidak basah, periksa kondisi kabel secara rutin, dan ikuti petunjuk pemakaian agar aman.

Memahami jenis selimut ini membantu kamu memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan: apakah ingin ringan dan praktis, hangat dan empuk, atau mudah dicuci dan bisa ganti-ganti motif. Dengan begitu, tidur pun akan lebih nyaman dan menyenangkan.


6. Perhatikan Keamanan dan Kesehatan.

Selain kenyamanan, selimut juga perlu aman dan sehat untuk digunakan, terutama jika kamu atau anggota keluarga memiliki kulit sensitif atau alergi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Hipoalergenik
    Pilih selimut yang dibuat dari bahan hipoalergenik, yaitu bahan yang tidak mudah menimbulkan alergi. Ini penting terutama bagi orang yang sensitif terhadap debu, tungau, atau bahan kimia tertentu pada kain. Selimut hipoalergenik membantu mengurangi risiko iritasi kulit atau reaksi alergi.
  • Serat yang Tidak Mudah Rontok
    Selimut yang seratnya mudah rontok bisa menimbulkan debu halus di kamar, yang kemudian terhirup atau menempel di kulit. Pilih selimut dengan jahitan rapi dan bahan yang tidak mudah lepas seratnya agar tetap bersih dan aman digunakan.
  • Aman untuk Anak dan Bayi
    Jika selimut digunakan untuk bayi atau balita, pilih yang ringan, lembut, dan tidak memiliki bagian yang bisa menimbulkan risiko tersedak atau tersangkut. Selimut yang terlalu tebal atau berat tidak dianjurkan untuk bayi karena bisa menutupi wajah dan mengganggu pernapasan.
  • Anti-Bakteri atau Mudah Dicuci
    Selimut yang sering digunakan perlu dijaga kebersihannya agar tidak menjadi sarang kuman dan bakteri. Beberapa selimut memiliki lapisan antibakteri, atau setidaknya mudah dicuci sehingga bisa tetap higienis.

7. Pilih yang Mudah Dirawat.

Selimut yang mudah dirawat sangat penting untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan umur pakainya. Selimut yang sulit dicuci atau membutuhkan perawatan khusus akan merepotkan dan bisa cepat rusak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kemampuan dicuci dengan mesin cuci
    Selimut yang bisa dicuci di mesin cuci tentu lebih praktis dibandingkan yang harus dicuci manual. Ini membantu menghemat waktu dan tenaga, terutama jika selimut sering digunakan.
  2. Ketahanan warna dan bentuk
    Pilih selimut yang tidak mudah luntur atau berubah bentuk setelah dicuci. Selimut berkualitas biasanya tetap lembut dan rapi meski dicuci berulang kali.
  3. Cepat kering
    Selimut yang cepat kering lebih praktis, apalagi di daerah dengan kelembapan tinggi. Selimut yang lama kering bisa menimbulkan bau lembap atau jamur.
  4. Perawatan khusus
    Beberapa selimut mewah seperti wol atau duvet kadang memerlukan dry cleaning atau pencucian dengan cara tertentu. Pastikan kamu siap merawatnya sesuai petunjuk agar selimut tetap awet.

Dengan membeli selimut yang mudah dirawat, tidur tetap nyaman tanpa harus repot membersihkannya setiap kali kotor atau lembap. Ini juga membantu menjaga kebersihan kamar tidur secara keseluruhan.


8. Sesuaikan dengan Budget dan Kualitas.

Harga selimut sangat beragam, mulai dari yang terjangkau hingga yang premium. Hal yang perlu diingat adalah, selimut yang mahal belum tentu paling nyaman, dan selimut murah pun bisa sangat berkualitas jika bahannya tepat. Fokus pada kualitas dan kebutuhan pribadi lebih penting daripada sekadar melihat harga.

Beberapa tips untuk menyesuaikan budget dan kualitas:

  • Periksa bahan dan jahitan
    Selimut yang awet biasanya terbuat dari bahan berkualitas dan memiliki jahitan rapi. Jahitan yang kurang kuat bisa membuat selimut cepat rusak atau isian mudah keluar.
  • Baca review atau testimoni pembeli lain
    Pengalaman orang lain bisa memberi gambaran tentang kenyamanan, daya tahan, dan kualitas selimut.
  • Perhatikan garansi atau informasi merek
    Selimut dari merek terpercaya biasanya memberikan informasi lengkap tentang perawatan, bahan, dan kadang garansi tertentu. Ini membantu memastikan kamu tidak cepat menyesal setelah membeli.
  • Sesuaikan dengan kebutuhan jangka panjang
    Pilih selimut yang sesuai dengan kondisi cuaca dan frekuensi penggunaan. Jika digunakan setiap hari, sebaiknya pilih yang sedikit lebih mahal tapi tahan lama, daripada yang murah tapi cepat rusak.

Dengan menyeimbangkan kualitas dan harga, kamu bisa mendapatkan selimut yang nyaman, awet, dan sesuai budget tanpa perlu mengorbankan kenyamanan tidur.


9. Pertimbangkan Desain dan Warnanya.

Selain fungsional, selimut juga bisa menjadi elemen estetika di kamar tidur. Warna dan motif selimut yang tepat bisa membuat kamar terasa lebih nyaman, rapi, dan menenangkan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Warna yang menenangkan
    Pilih warna yang membuat mata rileks dan mendukung tidur. Misalnya, warna pastel seperti biru muda, hijau mint, atau krem cenderung menenangkan dibanding warna terang atau mencolok.
  • Cocok dengan tema kamar
    Selimut sebaiknya selaras dengan dekorasi dan warna utama kamar. Misalnya, jika kamar dominan warna netral, selimut dengan warna lembut atau pola sederhana akan lebih cocok.
  • Motif dan tekstur
    Motif polos biasanya lebih fleksibel dan mudah dipadukan dengan dekorasi lain, sementara motif bunga, garis, atau geometris bisa menambah karakter kamar. Tekstur selimut, seperti rajut atau timbul, juga memberi kesan berbeda dan membuat kamar terasa lebih hangat.
  • Praktis dan mudah dirawat
    Warna gelap atau bermotif padat bisa membantu menyamarkan noda, sehingga lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Intinya, desain dan warna selimut bukan sekadar soal estetika, tapi juga memengaruhi kenyamanan visual dan suasana tidur. Memilih warna dan motif yang tepat bisa membuat kamar tidur terasa lebih harmonis dan mendukung tidur yang lebih berkualitas.

Silahkan baca juga tentang pilihan warna dinding ruang tamu.


Pembahasan Penting Lainnya.


Tren Warna dan Motif Selimut yang Bikin Kamar Lebih Nyaman.

Selimut bukan hanya soal fungsi menghangatkan tubuh saat tidur. Pilihan warna dan motif selimut juga bisa memengaruhi suasana kamar dan kenyamanan saat beristirahat. Kamar yang tampak rapi dan serasi warnanya bisa membuat tidur lebih tenang, sedangkan warna dan motif yang terlalu ramai bisa terasa mengganggu.

Karena itu, penting mengetahui tren warna dan motif selimut yang cocok untuk menciptakan suasana nyaman.

1. Warna Netral yang Tetap Elegan

Warna netral seperti putih, krem, abu-abu, dan beige masih menjadi favorit banyak orang. Warna-warna ini memberikan kesan:

  • Rapi dan bersih
  • Menenangkan mata
  • Mudah dipadukan dengan dekorasi kamar lain

Selimut warna netral cocok untuk hampir semua tema kamar, dari minimalis hingga modern, dan membuat kamar terasa lebih luas serta terang.

2. Warna Pastel yang Lembut dan Menenangkan

Warna pastel seperti mint, baby blue, peach, atau lavender memberikan kesan lembut dan nyaman. Keunggulannya:

  • Menenangkan pikiran
  • Memberi kesan hangat tanpa terlalu mencolok
  • Cocok untuk kamar anak maupun dewasa yang ingin suasana santai.

Selimut pastel juga gampang dipadukan dengan aksen dekorasi lain, seperti bantal atau gorden.

3. Warna Cerah untuk Energi Positif

Untuk kamu yang ingin kamar lebih hidup, warna cerah seperti kuning, merah muda, atau oranye bisa menjadi pilihan. Warna cerah:

  • Membawa suasana ceria dan berenergi
  • Cocok untuk kamar anak atau remaja
  • Bisa dijadikan aksen tanpa harus mendominasi seluruh kamar

Tipsnya, padukan warna cerah dengan netral agar tidak terlalu ramai di mata.

4. Motif Minimalis yang Tetap Stylish

Motif garis, kotak, atau geometris sedang populer karena terlihat modern dan rapi. Motif ini cocok untuk:

  • Kamar minimalis
  • Orang yang suka tampilan simpel tapi tetap menarik
  • Memberi karakter pada kamar tanpa terasa berlebihan

Motif minimalis juga lebih fleksibel saat ingin diganti dengan dekorasi baru.

5. Motif Alam atau Floral yang Menyegarkan

Motif bunga, daun, atau alam memberikan kesan segar dan alami. Keunggulannya:

  • Membuat kamar terasa lebih hidup dan natural
  • Cocok untuk kamar tidur bergaya rustic, bohemian, atau klasik
  • Memberi efek relaksasi karena terinspirasi dari alam

Motif ini biasanya dipadukan dengan warna dasar lembut agar tidak terlalu ramai.

6. Motif Artistik atau Abstrak untuk Kesan Modern

Motif abstrak, lukisan, atau seni grafis memberikan kesan unik dan modern. Pilihan ini cocok bagi mereka yang ingin kamar berbeda dari biasanya. Tipsnya:

  • Pilih warna dominan yang tetap harmonis dengan dinding atau perabot
  • Gunakan selimut bermotif sebagai titik fokus di kamar yang sederhana

7. Memadukan Warna dan Motif dengan Aksen Lain

Selain memilih selimut, padukan warna dan motif dengan bantal, gorden, dan karpet. Cara ini membantu kamar terasa harmonis dan nyaman. Misalnya:

  • Selimut pastel + bantal dengan warna senada
  • Selimut motif minimalis + gorden netral
  • Selimut cerah + aksen netral agar seimbang
Kesimpulan

Warna dan motif selimut sangat memengaruhi kenyamanan visual dan suasana kamar tidur. Pilih warna yang menenangkan dan motif yang sesuai dengan karakter atau tema kamar. Dengan pemilihan yang tepat, kamar tidur bukan hanya nyaman untuk beristirahat, tapi juga terlihat menarik dan stylish.

Selimut yang pas akan membuat tidur lebih nyenyak dan kamar terasa lebih hangat dan menyenangkan. Jadi, jangan hanya fokus pada bahan dan ketebalan, tapi pertimbangkan juga tren warna dan motif agar kamar makin nyaman dan estetik.


Selimut Musiman: Mana yang Cocok untuk Musim Hujan dan Panas?

Memilih selimut yang tepat tidak hanya soal kenyamanan, tapi juga soal menyesuaikan dengan cuaca. Selimut yang terlalu tebal di musim panas bisa membuat gerah, sedangkan selimut tipis di musim hujan bisa bikin kedinginan.

Oleh karena itu, memahami selimut musiman sangat penting agar tidur tetap nyaman sepanjang tahun.

1. Selimut untuk Musim Panas

Di musim panas, suhu udara cenderung tinggi dan kelembaban juga cukup tinggi. Selimut yang terlalu tebal atau berat bisa membuat tidur tidak nyaman. Pilih selimut dengan karakteristik berikut:

  • Bahan ringan dan adem: Katun, linen, atau microfiber tipis adalah pilihan yang ideal karena menyerap keringat dan menjaga tubuh tetap sejuk.
  • Ketebalan tipis: Selimut tipis cukup untuk menutupi tubuh tanpa membuat panas berlebih.
  • Mudah dicuci: Karena cuaca panas membuat tubuh lebih mudah berkeringat, selimut yang cepat kering akan lebih praktis.

Tips tambahan: pilih warna terang untuk kesan sejuk dan mengurangi rasa gerah saat tidur.

2. Selimut untuk Musim Hujan

Saat hujan, udara cenderung dingin dan lembap. Selimut yang lebih hangat akan membantu tubuh tetap nyaman dan tidur lebih nyenyak. Pertimbangkan hal berikut:

  • Bahan tebal dan hangat: Fleece, wol, atau comforter dengan isian tebal sangat cocok untuk musim hujan.
  • Ketebalan menengah hingga tebal: Selimut yang cukup tebal bisa menjaga suhu tubuh tetap stabil sepanjang malam.
  • Mudah dipadukan: Untuk fleksibilitas, bisa memilih selimut yang bisa ditumpuk dengan selimut tipis agar bisa disesuaikan tingkat kehangatannya.

Tips tambahan: pilih selimut yang cepat kering atau tahan lembap, terutama jika kamar agak lembap karena hujan.

3. Selimut All Season

Jika ingin praktis tanpa harus mengganti selimut setiap musim, selimut all season bisa jadi solusi. Beberapa cirinya:

  • Ketebalan sedang: Tidak terlalu tipis untuk musim hujan, tapi juga tidak terlalu tebal untuk musim panas.
  • Bahan fleksibel: Kombinasi katun dan microfiber atau bahan breathable lain membuat selimut nyaman digunakan sepanjang tahun.
  • Mudah dicuci dan ringan: Agar tetap praktis meski sering digunakan.

Selimut all season cocok untuk rumah dengan variasi cuaca yang cepat berubah atau untuk orang yang tidak ingin sering mengganti selimut.

Tips Memilihnya Sesuai Musim
  • Perhatikan suhu rata-rata kamar atau wilayah tempat tinggalmu.
  • Pertimbangkan apakah kamu tidur dengan AC atau kipas angin.
  • Pilih selimut dengan bahan yang nyaman di kulit dan mudah dirawat.
  • Untuk fleksibilitas, pertimbangkan menggunakan selimut tipis dan tebal secara kombinasi agar bisa disesuaikan.
Kesimpulan

Memiliki selimut sesuai musim bisa membuat tidur lebih nyaman dan membantu tubuh tetap hangat atau sejuk sesuai kebutuhan. Selimut tipis cocok untuk musim panas, selimut tebal untuk musim hujan, dan selimut all season bisa menjadi solusi praktis untuk penggunaan sepanjang tahun. Dengan begitu, kualitas tidur akan meningkat, tubuh lebih rileks, dan bangun pagi pun lebih segar.


Rekomendasi Selimut Terjangkau dan Berkualitas.

Dan kalau bingung memilih yang mana, jangan khawatir karena Rumevo punya rekomendasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Silahkan lihat kolek selimut tidur di Shopee, dan semoga bermanfaat.

Cukup sekian, dan jangan sampai terlewati juga tentang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top